ba Ik islamakumullah para pemisah dan pendengar rja di mana pun anda berada beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar anda dan ke layar kaca Anda kajian yang kami pancaluaskan dari masjid albarkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau Komplek Radio Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya dan Kami mengucapkan selamat menyimak semoga bermanfaat Roja TV salurat umah bagi anda para pemirsa TV asalamualaikum warahmatullahi wabarakakatuh innalhamdalillahm ahillahu Fala mudillalah wudlil Fala hadialah wa asadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhu W rasuluh ya auhinaqulahqqq w yaahiam inallah ahahu faqanaq kitabah wuda Huda Muhammadin Shallallahu Alaihi wihi wasam Alhamdulillah maasyiral ikhwah Wal akhwat fiddin rahimakumullah kaum muslimin ikhwan dan akhwat ikhwatal Islam para pemerhati Roja TV dan radio roj di mana pun Antum berada juga para ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albarkah almubarak Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan berbagai macam kenikmatan melimpahkan banyak kebaikan-kebaikan utamanya dalam urusan agama kita termasuk kebaikan yang Allah subhanahu wa taala mudahkan bagi kita untuk kembali mengadakan majelis ilmu yang mulia di masjid yang penuh berkah ini di lanjutan pengajian kita membahas kitab kecil yang sangat bermanfaataj metode beragama golongan yang selamat dan kelompok yang selalu mendapatkan pertolongan dari allah subhanahu wa taala karya dari asyekh Muhammad bin Jamil zainu rahimahullah muat prinsip-prinsip dasar akidah yang dengan meyakini berpegang teguh dengan prinsip-prinsip inilah seseorang akan termasuk ke dalam golongan ahlusunah Wal Jamaah dengan izin Allah subhanahu wa taala karena inilah permasalahan-permasalahan akidah yang disepakati oleh para aimmah para imam ahlusunah wal jamaah dan tercantum di dalam kitab-kitab akidah mereka tib barakallahu fikum Sekarang kita akan membahas pembahasan yang baru yaitu arrahmanu Alal arsistawa Allah yang maha pemurah istiwa di atas arsynya Maha tinggi di atas arsynya kita ketahui bersama ayat-ayat yang menyebutkan tentang istiwa atau sifat istiwa Allah subhanahu wa taala di atas arsynya yang jelas-jelas menyebutkan lafaz istiwa itu ada tuuh ayat dalam al-qur’an yang menunjukkan bahwasanya sifat ini adalah sifat yang benar-benar ditetapkan oleh Allah subhanahu wa taala bagi dirinya dan juga ditetapkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis-hadis yang sahih kita ketahui kaidah yang disebutkan dalam pernyataan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullahu taala tentang sifat-sifat Allah Beliau berkata la rasu Sallallahu Alaihi Wasallam la yutajawazul Quran Wal hadis tidak boleh kita mensifati Allah kecuali dengan sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya tentu di dalam ayat-ayat al-qur’an dan juga yang ditetapkan oleh rasulnya Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam hadis-hadis yang sahih tidak boleh kita melampaui al-qur’an dan hadis maka sifat istiwa Allah subhanahu wa taala di atas arsynya ini adalah sifat disepakati oleh para ulama Salaf dan juga ini berkaitan erat dengan sifat zat Allah subhanahu wa taala yaitu sifat Al Ulu Allah subhanahu wa taala Maha tinggi di atas semua makhlukNya sedangkan Arsy Allah subhanahu wa taala adalah makhluk Allah yang paling tinggi dan paling besar tib jadi ini termasuk pembahasan akidah yang sangat penting karena dengan menetapkan sifat ini seseorang hamba akan semakin menyempurnakan penghambaan dirinya kepada Allah semakin tunduk kepada Allah semakin merendahkan dirinya dengan itu dia akan semakin mengikhlaskan ibadahnya untuk Allah subhanahu wa taala semata-mata dan semakin berusaha menjauhi perbuatan perbuatan Syirik atau menjadikan sekutu tandingan bagi Allah subhanahu wa taala Barakallah fikum kita akan baca penjelasan yang disampaikan oleh Syekh muhin Jamil Z rahimahullah taala dalam pembahasan ini Beliau berkata wyiah Sungguh telah disebutkan di dalam banyak ayat-ayatqu Quran dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam serta pernyataan para ulama Salaf yang menetapkan sifat al-ulu Maha Tinggi taala kita tahu di dalam al-qur’an disebutkan nama Allah subhanahu wa taala alaliyu wahu aliyul Adim di akhir ayat kursi dan dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung Al A’la sabbihismabikal ala sucikanlah nama rabbmu yang Maha Tinggi wahual kabirul muta’al almuta’al Maha Tinggi ini nama-nama Allah subhanahu wa taala yang maha Indah jelas sekali tiga nama yang Maha indah ini menetapkan sifat Al Ulu Maha Tinggi bagi Allah subhanahu wa taala dengan semua makna kemahatinggian kita tahu Al Ulu itu ya maknanya adalah Ul zat Allah Maha Tinggi zatnya zat Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya dan ini ditetapkan Berdasarkan ijmak kesepakatan ulama Salaf kemudian uluu uluul Qadar Allah Maha Tinggi sifat-sifatnya kedudukannya kemuliaannya kemudian uluul qahar Allah Maha Tinggi kekuasaannya tidak ada satu makhluk pun yang lepas dari pengaturannya semua makluk tunduk kepada segala ketentuannya jadi semua makna Ulu makna kemahatinggian ada pada sifat-sifat Allah subhanahu wa taala Tapi tentu saja orang-orang yang berpemahaman menyimpang dari akidah ahlusunah Wal Jamaah mengingkari ulzat Bahwasanya Allah subhanahu wa taala dengan zatnya Maha tinggi di atas semua makhlukNya padahal ini adalah perkara yang disepakati oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah sebagaimana yang dinyatakan oleh syikhul Islam Ibnu taimiyyah rahimahullah taala in salafa Q AJM alik para ulama Salaf telah bersepakat dalam hal ini ya sebagaimana juga yang diterangkan oleh as Syekh Ibnu utsimin rahimahullah taala dalam syarhul akidah alwasitiyah tib barakallahu fikum jadi ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis yang sahih serta pernyataan para ulama Salaf bahkan kesepakatan mereka sudah pernah kita sebutkan di kitab Al Ali Gar tulisan imzahabi rahimahullah taala dinukil kesepakatan para ulama Salaf dari generasi ke generasi yang menetapkan tentang masalah ini Jadi ini bukanlah perkara yang bisa diperselisihkan ini adalah perkara yang wajib untuk ditetapkan apalagi dalil-dalil yang menyebutkannya di dalam Alquran sangat banyak di dalam Kitab fiul asmail Husna Syekh ABD hafidahullah taala bahkan menyebutkan dalil-dalil yang menetapkan sifat uluwullah Maha tingginya Allah itu lebih dari 1000 dalil lebih dari 1000 dalil dengan berbagai macam bentuknya ya maka ini adalah perkara yang tidak boleh diingkari mengingkarinya adalah merupakan sebab yang menjadikan seseorang dihukumi dihukumi kufur keluar dari Islam nauzubillahalik tib awalan yang pertama beliau bawakan di sini qallahu taala Allah subhanahu wa taala berfirman di surat Fatir ayat yang ke-10 azubillahim minasyaitanirrajim ilaihiasadul kalimut thaibu walal shihu yarfa kepada kepada Allahlah naik kalimat-kalimat yang baik dan amalan-amalan Saleh diangkat kepadanya kalimat naik diangkat kepadanya menunjukkan Allah subhanahu wa taala Maha tinggi di atas di atas semua makhlukNya kemudian tsanian waqalallahu taala yang kedua firman Allah di surah al-ma’arij ayat ketiga dan keempat minallahil maijjulikatuaii Fi yauminana miqdaruhu alfanah ya dari Allah subhanahu wa taala Dil maarij yang memiliki tempat-tempat naikujul malaikatu malaikat para malaikat dan Malaikat Jibril senantiasa naik kepadanya ini menunjukkan Allah subhanahu wa taala di atas salalitan yang ketiga firman Allah di surat alala sabbihisma rbikal A’la sucikanlah nama rabbmu yang Maha Tinggi ya sucikanlah nama rabbmu yang Maha Tinggi yang kita tahu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mempraktikkan ayat aat ini sehingga mensyariatkan untuk kita baca waktu sujud kita dengan bacaan apa Subhana rabbiyal rabbial A’la maha suci Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi Antum tahu sujud adalah keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Allah sehingga Sebagian ulama berpendapat bahwa sujud adalah rukun salat yang paling utama apa kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tentang sujud dalam hadis riwayat Imam muslim aqru Ma yakunul Abdu minbihi wahua sajidun faaksirud dua fihi keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia sujud karena dia merendahkan diri dengan sepenuh sifat kerendahan ya dia meletakkan anggota tubuhnya yang paling mulia yakni kepalanya wajahnya sejajar dengan tanah sikap merendahkan diri yang sempurna sudah seperti itu dia meninggikan Allah mengagungkan Allah dengan setinggi-tingginya makanya dia membaca apa Subhana rabbiyal A’la dalam riwayat lain Subhana rabbiyal ala wabihamdih Maha Suci rabbku Yang Maha Tinggi dan segala puji baginya Nah dengan sikap inilah seorang hamba menyempurnakan penghambaan dirinya kepada Allah berarti menetapkan sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi dalam semua maknanya tadi menjadikan seorang hamba kepada Allah makanya ketika ini dibaca di dalam sujud ini di antara yang menjadikan sujud itu kedudukannya sangat tinggi dan merupakan keadaan seorang hamba yang paling yang paling dekat dengan Allah taala Barakallah fikum ikhwan dan akhwat fidin rahimakumullah serta kaum muslimin ikhwan dan akhwat ikhwat Islam para pemerhati ro TV dan radio ro di manaun Antum berada dan para ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albkah ini hafakumullah secara lengkap disebutkan oleh para ulama seperti yang dijelaskan oleh Syekh Abdul rakahahala dalam kitab Fih asma Husna ya tadi yang kita katakan lebih dari 1000 dalil yang menetapkan sifat uluullah kemahatinggian Allah Yang ini disebutkan dalam bermacam-macam bentuk dalil ya disebutkan ini supaya lebih jelas bagi kita bahwasanya dalil tentang hal ini adalah perkara yang memang banyak disebutkan dan bermacam-macam bentuknya sehingga orang yang mengingkarinya benar-benar mengingkari Sekian banyak dalil dari ayat-ayat al-qur’an padahal mengingkari satu saja sudah jelas kufurnya orang tersebut apalagi mengingkari banyak dalil pertama alawal attasrihu Bil fauqiyah penegasan di dalam ayat al-qur’an yang menyebutkan Allah itu Fau di atas surat al-an’am ayat ke-18 Allah subhanahu wa taala berfirman wahual qahiru fauqo ibadih dan dialah yang maha perkasa di atas semua hamba-hamb-nya jelas ya menegaskan Allah subhanahu wa taala di atas semua hamba-hamb-anya surah annahl ayat ke-50 yakhaofuna rbahum Min fauqihim Mereka takut kepada Rabb mereka kepada Allah subhanahu wa taala yang ada di atas mereka jadi ini penegasan di ayat ini di dua ayat ini Bahwasanya Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya kemudian di dalam sebuah hadis yang sahih yang diriwayatkan oleh Imam annasai dalam asunanul kubra dan juga dalam mustadrak alhakim dan yang lainnya ya dan dinyatakan Hasan oleh Imam Ibnu Hajar rahimahullah taala disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullah taala hadis yang ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya memuji pengambilan hukum yang disebutkan oleh sahabat yang mulia Saad IBN Abi waqqas Radiallahu taala Anhu di akhir hadis ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabdaq Sungguh kamu telah memutuskan hukum untuk Bani quraidah ini orang-orang Yahudi Bani quraidah kamu telah memutuskan hukum untuk mereka ini dengan hukumhukum Allah yang Allah subhanahu wa taala tetapkan di atas langit ketujuh ya hukum yang Allah tetapkan di atas langit ketujuh jelas sekali menunjukkan Allah subhanahu wa taala ya di atas langit ketujuh di atas semua makhlukNya itu dalil yang pertama yang keduaai penegasan tentang makhluk-makhluk yang dikatakan naik kepada Allah subhanahu wa taala tadi seperti yang kita bacakan di dalam surah almaarij ya kemudian juga di surat asajadah ayat yang Kel Ya Allah subhanahu wa taala mengatur urusan semua makhlukNya dari langit ke bumi kemudian urusan ini naik kepadanya Jadi dua ayat yang menyebutkan ya perkara-perkara Ini naik kepada Allah subhah wa taala menunjukkan Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya di atas langit ketujuh di atas arsnya kemudian juga dengan lafaz assuud yang ketiga asuud juga artinya naik tadi yang kita sebutkan di surat Fatir ayat ke-10 ilaihi yas’adul kalimut thaibu Wal amalus shihu yarfa kepadanyayalah naik kalimat-kalimat yang baik dan amal-amal yang Saleh diangkat kepadanya ini jelas sekali menyebutkan Allah subhanahu wa makhlukNya ada juga hadis yang disebutkan di dalam sahih Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ya alhadis Barang siapa yang bersedekah dengan sedekah seperti Tamar Ya seperti kurma dari usaha yang halal usaha yang baik dan tidak akan naik kepada Allah subhanahu wa taala kecuali hal-hal yang baik hal-hal yang halal ini juga menunjukkan ya naiknya perkara-perkara ini kepada Allah subhanahu wa taala berarti Allah subhanahu wa taala di atas makhlukNya ya kemudianil makai penegasan juga di dalam Alquran sebagian makhluk-makhluk yang diangkat kepada Allah seperti Nabi Isa alaihiatu wasalam yang disebutkan misalnya dalam surat Annisa ayat 158ahuai bahkan Allah subhanahu wa taala mengangkatnya kepadanya berarti ini menunjukkan Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya kemudian yang kelima attasrihu bitanzilil kitabi minhu penegasan bahwa Allah menurunkan Alkitab kitab-kitab suci dari Sisinya kata-kata menurunkan berarti dari atas dari atas ke bawah menunjukkan Allah subhanahu wa makhlukNya Ya Allah subhanahu wa taala berfirmanah diturunkannya kitab Alquran dari Allah yang maha perkasa lagi Maha Sempurna hukum dan hikmahnya dan ayat-ayat yang menyebutkan tentang diturunkannya kitab ini sangat banyak di dalam Alquran yang keen penegasan Allah subhanahu wa taala di langit Ya di dua ayat di surat almulk ayat ke-16 dan ke-17umum amum di dua atyat ini jelas Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang ada di langit maka ini menegaskan Allah subhanahu wa taala di atas langit di makhlukNya demikian pula ya di dalam hadis yang sahih bersabda sayangilah orang yang ada di muka bumi ini supaya Allah subhanahu wa taala yang ada di atas langit menyayangimu hadis riwayat at-tirmidzi dan dinyatakan sahih oleh at-tirmidzi dan juga para ulama lain ini semua penegasan Allah subhanahu wa taala di atas langit termasuk hadis budak perempuan yang terkenal dalam Sahih Muslim hadis muawiyah Ibnu Hakam Radiallahu taala Anhu ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam kepada budak perempuan iniah di manakah Allah maka dia mengatakan di atas langit dan Siapakah Aku maka dia menjawab Anta Rasulullah Engkau adalah Rasul utusan Allah maka rasulullahu wasam bersabda kepada majikan dari budak ini merdekakanah dia karena dia adalah seorang perempuan yang beriman jadi jelasali menunjukkan Allah subhanahu wa taala di atasit kemudian penegasan yang disebutkan di dalil bahwa ketika kita berdoa kita mengangkat tangan kepada Allah subhanahu wa taala di dalam hadis yang diriwayatkan dalam Sunan at-tirmidzi ya dinyatakan sahih juga oleh at-tirmidzi dan dinyatakan sahih juga oleh sy rahimahala Rasulullah Sallallahu Alaihi inallahaunar yahai Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala Maha pemalu dan maha Mulia Allah merasa malu Ketika seseorang mengangkat kedua tangannya kepadanya kemudian ditolak kedua tangan tersebut kosong dan hampa ya ini atas langit ketujuh di atas arsynya sehingga ketika orang berdoa meminta kepada Allah subhanahu wa taala dia akan mengangkat tangannya bahkan hatinya cenderung menghadap ke atas langit kepada Allah subhanahu wa taala dan ini merupakan perkara yang Bahkan dipersaksikan dalam fitrah manusia nah berikutnya alisyaratu ilai Hisan Ilal Ulu isyarat kepada Allah subhanahu wa taala dengan jari kita dengan tangan kita ke arah atas ya sebagaimana yang dilakukan oleh hamba Allah yang paling mengenal rabbnya yaitu nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam ketika Haji Wada ya di tempat berkumpulnya para sahabat dengan perkumpulan yang paling besar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengangkat tangan kepada Allah subhanahu wa taala meminta persaksian mereka ketika beliau bertanya kepada mereka di awal antuman akananak tang aku di hadapan Allah apa yang akan kalian jawab maka mereka ya berkata kaum mukminin ketika itu mereka berkata nashadu annaka Q bagta waita waahta kami bersaksi wahai Rasulullah engkau telah menyampaikan semua risalah Allah subhanahu wa taala dengan lengkap dengan jelas engkau telah menunaikan amanah Allah dengan sebaik-baiknya dan telah menasihati umat ini dengan ik-baik maka Nabi wasam kemudian ya mengangkat tangannya jari telunjuknya mengangkatnya ke langit kemudian menurunkan menunjukkan kepada mereka kepada kaum muslimat itu daniau allahumad allahumad Ya Allah persaksikanlah Ya Allah persaksikanlah Ya Allah persaksikanlah ini di hadapan semua para sahabat dan tidak ada di antara mereka yang kemudian menanyakan atau mengingkari hal ini menunjukkan bahwa perkara ini adalah perkara yang mereka sudah ketahui Dan inilah perkara yang tentu Mereka Imani berdasarkan ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menjelaskan masalah ini kemudian masih ada dalil yang lain seperti Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ya melakukan Isra Mikraj di hadis yang kita kenal Ketika Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berbolak-balik antara Nabi Musa alaihialatu wasalam kemudian naik lagi kembali kepada Allah subhanahu wa taala di malam Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Mikraj ya dengan sebab untuk meminta keringanan tentang salat sehingga menjadi salat lima waktu diu disebutkan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam naik kemudian turun lagi kepada Nabi Musa berkali-kali ini menunjukkan Allah subhanahu wa taala jelas di atas di atas langit ketujuh di atas semua makhlukNya ini Hadis disebutkan tentu di dalam hadis-hadis yang sahih hadis riwayat Imam albukhari dan Muslim kemudian dalil yang berikutnya tentang kisah Firaun yang disebutkan di dalam firman Allah subhanahu wa taala di surah Ghafir surat almukmin ayat ke-3637 yaitu ketika Firaun meminta kepada Haman untuk dibuatkan tangga-tangga ke langit karena dia ingin melihat Tuhannya Nabi Musa katanya menunjukkan Nabi Musa alaihiatu wasalam mengatakan kepada Firaun Bahwasanya Allah subhanahu wa taala di atas langit ketuj berarti akidah ahlus sunah adalah akidah yang dibawa oleh para nabi alaihiu wasalam sedangkan orang yang mengingkari sifat kemahatinggian Allah subhanahu wa taala di atas bahwa dia di atas semua makhlukNya berarti menyerupai akidah atau keyakinan firun di ayat-ayat ini diterangkan di dalam Alquran ini Musa ya dan firun berkata kepada perdana minya wahai Haman Buatkanlah untukku bangunan yang tinggi supaya aku bisa mencapai tangga-tangga yakni tangga-tangga di langit supaya aku bisa melihat kepada Tuhannya Nabi Musa karena Sungguh saya menyangka dia telah berdusta dan demikianlah dijadikan indah bagi Firaun keburukan amal perbuatannya dan dia dihalangi dari jalan Allah subhanahu wa taala yang benar dan tidak lain budaya Firaun kecuali dalam kecelakaan dan kebinasaan ini jelas sekali bahwasanya Firaun mengingkari sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi padahal itulah yang diberitakan oleh Nabi Musa Alaihi salatu Wasalam kepada kepada Firaun ini paling tidak ada 10 macam Dalil dan masing-masing Dalil punya ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih yang menunjukkan tentang hal ini bahwa ini adalah perkara yang merupakan kesepakatan ya akidah ahlusunah wal jamaah yang disepakati oleh para ulama Salaf ya sampai dinukilkan oleh syikhul Islam Ibnu taimiah rahimahullah taala di dalam Kitab majmu fatawa satu pernyataan di sini yang disebutkan oleh Imam Abu Nasr assijzi Abu Nasr assijzi rahimahullah taala dalam kitab alibanah Beliau berkata ibamadid Abdah mu ahmadbalmal isahh dan para imam-imam kita para imam-imam ahlusunah seperti Imam Sufyan Atri imam Malik bin Anas ya Imam Darul Hijrah Imam Penduduk Madinah Sufyan Ibnu uyainah hammad Ibnu Salamah hammad Ibnu Zaid Abdullah Ibnu Mubarak fudhail Ibnu Iyad Imam Ahmad bin hambal Ishaq Ibnu rahuyah semuanya bersepakat mengatakan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala dengan zatnya di atas arsynya dan bahwa ilmu Allah yang Maha Sempurna ada di semua tempat di seluruh alam semesta Jadi ini adalah perkara yang disepakati oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah sehingga jelas orang yang mengingkari hal ini adalah perkara yang menjadikan orang tersebut dihukumi keluar dari Islam naudubillahimzalik tib kita lanjut keterangan yang dibawakan oleh ekh Muham jabain taala rabian yang keempat naq bukhor Fi Kitab Tauhid an abili an abiljahid F tafsiriwaama Imam Bukhari menukil dalam kitab kitab Tauhid Dalam sahih Bukhari dari Imam AB ahi dan Imam Mujahid Ibnu Jabar almakki Imam dari kalangan tabiin ya keduanya dari kalangan tabiin yang mulia ketika menafsirkan firman Allah subhanahu wa taala di surat Albaqarah ayat 29waama kemudian Allah subhanahu wa beristiwa di atas langit mahatinggi di atas ar istiwa artinya adalaha Maha tinggi di atas arsnya dan pernyataan seperti ini disebutkan dari banyak ulama Salaf di antaranya dua ulama tabiin ini ya Imam Abul Aliah dan Mujahid Ibnu Jabar almakki rahimahumullahu taala kemudian khamisan yang kelimaahu taa Allah subhanahu wa taala berfirman di Surah Thaha ayat yang kelim arahmanu Alal arsawa Allah yang maha pemurah beristiwa di atas arsnya Maha tinggi di atas arsnya aartfaa ja Fi tafsir thaari artinya istiwa di sini adalah ala wartafaa Maha tinggi di atas arsnya sebagaimana yang disebutkan di dalam tafsir Imam Ibnu jarir at thaabari dan banyak nukilan dari para ulama ahlusunah wal jamaah yang menyebutkan makna ini kita sudah tahu orang-orang yang menolak sifat istiwa yang berarti maha tingginya Allah mereka mengartikan istiwa di sini dengan istaula menguasai yang ini mengandung banyak konsekuensi yang batil ya dan jelas ini tidak ditunjukkan di dalam makna secara bahasa Arab tidak juga disebutkan ada dalil dari pernyataan para ulama ahlusunah wal jamaah dari kalangan dengan sahabat tabiin atau tabiut tabiin radhiallahu taala anhum ajmain kemudian mengandung makna yang sangat rusak kalau di diartikan menguasai Berarti sebelumnya Allah subhanahu wa taala tidak menguasai Arsy setelah itu baru Allah menguasainya karena disebutkan di dalam beberapa ayat tummaawa Alal Arsy kemudian Allah istiwa di atas Arsy yni Kalau diartikan dengan artian tadi kemudian Allah menguasai Arsy Berarti sebelum itu Allah tidak menguasainya kemudian juga mengandung konsekuensi yang batil ya ketika Allah subhanahu wa taala menguasai Arsy itu sebelumnya ada yang menentangnya ada yang melawannya untuk menguasainya maka jelas ini tidak mungkin dan ini menunjukkan makna yang batil dan masih banyak ya kebatilan dari pengertian seperti ini yang jelas sangat bertentangan dengan akidah ahlusunah wal jamaah yang ditetapkan oleh para imam ahlusunah Wal Jamaah seperti yang tadi kita sebutkan dan kita nukilkan nah sadisan yang keenam khataba Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Yauma arofata Fi hajil Wada qailan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berkhutbah di hadapan para sahabat radhiallahu taala an di Haji Wada di hari arafah di tanggal 9 Zulhijah beliau bersabda Al hal bagtu Bukankah telah aku sampaikan kepada kalian petunjuk allah dengan sempurnau maka para sahabat ketika itu radallahu taala anhum berkata Naam betul Ya wahai Rasulullah yarfau usbuahu ilunqibuha ilaihim wakul allahumad setelah itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengangkat jari telunjuknya ke langit kemudian menurunkannya menunjukkannya kepada mereka dan beliau bersabda allahumhad Ya Allah persaksikanlah ini juga yang tadi yang sudah kita sebutkan dalilnya menunjukkan kepada kita tentang penegasan Allah subhanahu wa taala di atas langit ketujuh dan tidak ada masalah dengan kita menunjuk dengan jari kita kepada Allah subhanahu wa taala ketika kita berdoa atau ketika kita ya menyebutkan di dalam misalnya khotbah Jumat kita berdoa kepada Allah subhanahu wa taala mengangkat jari kita seperti ini karena ini ditunjukkan di dalam contoh yang dipraktikkan di dalam sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wa alihi wasallam Sabian yang ketujuh di dalam sahih Bukhari bersabda Innallaha kataba kitaban qobla an yakluqal khalqa Inna rahmati sabaqat Gobi fahua maktubunahu fauqal Arsyi Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala menuliskan sebuah kitab sebelum dia menciptakan makhlukNya menuliskan sebuah ketentuan ketetapan sesungguhnya rahmatku mendahului kemurkaanku yang itu ditulis tertulis di sisinya di atas arsynya menunjukkan Allah subhanahu wa taala Maha tinggi di atas arsynya saminan yang keedel waqa Sallallahu Alaihi Wasallam aluni wa aminun manama rasulullahu wasamersabda Apakah kalian tidak percaya kepadaku sementara Aku adalah orang kepercayaan zat yang ada di langit yaitu Allah subhanahu wa taala datang kepadaku berita-berita dari langit di waktu pagi dan sore hari tentu dengan Wahyu dari Allah subhanahu wa taala ini juga jelas sekali Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menyebutkan Allah subhanahu wa taala dengan zat yang ada di atas langit yang menunjukkan atas di atas semua makhlukNya sudahan ya ya tib Insyaallah kita kumanakan Azan dulu fadol ikhwatan Islam untuk selanjutnya kita simak kemanangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya allahu akbar allahu akbar allahu akbar akbar Ashadu allaahaillallah Ashadu Alla ilahaillallah Ashadu anna muhammadar rasulullah Ashadu anna muhammadar rasulullah Haya Hayya alah Hayya Alal Falah Hayya Alal F Allahu akbar Allahu akbar Lailahaillallah Allahumma salli ala Muhammad waa Ali Muhammad mamm Ibrahim inid Majid allahum RAB hadwaqim Muhammad wasilil Mahmud Barakallah fikum maasir ikhwah Wal akhwat fidin rahimakumullah maasir muslimin Ikhwatul Islam para pemerhati ro TV dan radio ro di mana pun Antum berada juga para ikhwan dan akhwat yang hadir di masjid albkahfakumullah ya kemudian ada beapa ukilan dari para ulama yang dibawakan di dalam Kitab Minhajul firqatin najiah ini ya Pertama pernyataan dari Imam alauza Abu Amr alauza rahimahullahu taala ya dari kalangan tabiin rahimahumullah taala Beliau berkata kunabiuna mawafir kami ya dan para tabiin yang jumlahnya banyak kami semua mengatakan inallaha jallikruuqsi Sesungguhnya Allah taala yang Maha Agung kedudukannya ada di atas arsnyau Bima warathu Min sifatihi dan kami beriman dengan penjelasan yang disebutkan di dalam sunah rasul Sallallahu Alaihi Wasallam tentang sifat-sifat Allah ini pernyataan dari ulama Salaf ya Imam Abu Amr alauzaai rahimahullahu taala diriwayatkan dengan sanad yang sahih oleh Imam albaihaqi seperti disebutkan di dalam kitab Fathul Bari oleh Imam Ibnu Hajar rahimahullahu taala asiran yang ke-10 waqayafi’i Imam asyafi’i rahimahullahu taala berkata Innallaha taala ala arsyihi Fi samamahi yaakrubu Min khalqihi Kaifa syaa wa annallaha yanzilu ilas samaid Dunya kaifasya Imam Muhammad Ibnu Idris assyafi’i rahimahullah taala berkata Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala di atas arsynya di atas langit ketujuh ya dia mendekat dari makhlukNya sesuai dengan kehendaknya bagaimana dia kehendaki dan Allah subhanahu wa taala turun ke langit dunia seperti misalnya seperti a malam yang terakhir ya sebagaimana yang dikehendakinya ini disebutkan di oleh Imam alhaqawi dalam akidah Imam assyafi’i jadi ini juga pernyataan dari Imam asyafi’i rahimahullahu taala kemudian Kian berikutnya pernyataan Imam Abu Hanifah annman Ibnu tabit alkfi rahimahullahu taala ya kita ketahui Imam mazhab salah satu dari Imam mazhab yang empat yang ada di zaman tabiin juga rahimahullah taala Beliau berkata manq laui F amq Barang siapa yang mengatakan Aku tidak mengetahui rabku Allah subhanahu taala ya dia mengatakan Aku tidak mengetahui Allah subhanahu wa taala itu ada di langit atau di bumi maka sungguh dia telah kafirah karena Allah subhanahu wa taala berfirmanahwa Allah subhanahu wa taala yang maha pemurah maha tinggi di atas langitu kalau orang ini mengatakan Allah itu di atas ars tapi dia berkata aku tidak tahu apakah ars itu di langit atau bumi kafir maka orang ini kafir karena dia mengingkari keberadaan Allah subhanahu wa taala di atas Langitan anar anahu Fai faqad kafar maka Barang siapa yang mengingkari Allah atas langit ketujuh maka sungguh dia telah kufur lianallaha a a illiyin wahua Yuda Min ala la Min asfal karena Allah subhanahu wa taala adalah yang Maha Tinggi di atas semua makhlukNya dan dia diseru ya diseru dengan diarahkan ke atas bukan bukan ke arah bawah ini disebutkan di dalam Syarah akidah thahawiyah ya di halaman 322 berarti ini merupakan keyakinan sekali lagi disepakati oleh semua para ulama ahlusunah Wal Jamaah kemudian yang ke-12 imamik Ini ar yang terkenal dari Imam Malik rahimahullah taala Imam Darul Hijrah dari kalangan tabi tabiin beliau ketika ditanya tentang bagaimana kaifiahnya istiwanya Allah subhanahu wa taala di atas arsnya kita yakin semua sifat-sifat allah tidak ada satun yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat termasuk istiwanya Allah kita yakin tidak serupa dengan apa yang ada pada makhluk ketika beliau ditanya tentang kaifiah Bagaimana sifat istiwa Allah di atas arsnya maka beliau rahimahullah taala berkata alistiwlum istiwa itu adalah perkara yang diketahui dimaklumi maknanya dalam bahasa Arab artinya ala at mahatinggi di atas ars majul sedangkan kaifiahnya atau bagaimananya ini tidak kita ketahui Ada tapi cuma Allah yang mengetahui Allah tidak beritakan kepada kita maka ini adalah perkara yang tidak ketahui kita ketahui dan tidak boleh kita membahasnya berdalam-dalam karena Allah tidak mengabarkannya kepada kita yaal wajib sedangkan menanyakan tentang kaifiahnya ini adalah perkara yang bidah bidah dalam akidah ya bidah yang sangat fatal tentu akibatnya yang sangat buruk kemudian dia memerintahkan untuk dikeluarkan orang yang bertanya ini karena dia adalah seorang Ahlul bidah ini menunjukkan sikap tegas Imam Malik dan seperti inilah sik para ulama Salaf ketika menyikapi pertanyaan-pertanyaan yang berlebihan dalam urusan agama seperti ini apalagi dalam masalah-masalah akidah yang disepakati oleh para ulama ahlusunah wal jamaah yang ke-13 la yajuzu tafsiru istiwa la yajuzu tafsiru istawa bimna istaa tidak diperbolehkan menafsirkan istiwa di sini bmakna dengan arti karena ini tidak pernah diriwayatkan dari para ulama Salaf tidak dari sahabat tidak dari tabiin tidak dariab Padahal kita tahu tu ayat yang menyebutkan istiwa ini di dalam Alquran iswa di atas ars paling selamat paling sesuai dengan ilmu dan paling sesuai dengan hikmah ya paling selamat karena berdasarkan dalil paling sesuai dengan paling ilmiah karena dalilnya sangat banyak ya paling selamat karena hanya menetapkannya berdasarkan dalil tidak dikembalikan kepada akal kemudian sesuai dengan ilmu karena banyak dalilnya kemudian Ahkam paling bijaksana karena jelas akidah sesuai dengan fitrah manusia apalagi menetapkan kemahatinggian Allah kita tahu ini sesuai dengan fitrah sesuai dengan akal sehat Manusia iah Imam Ibnu qayim jazi rahimahullah berkataq amahah sungguh Allah telah memerintahkan kepada orang-orang Yahudi untuk mengatakan gugurkanlah dosa-dosa kami ya Allah supaya diampuni dosa-dosa mereka tapi mereka menggantinya dengan mengatakan artinya gandum untuk mentahrif menyelewengkan kalimat Allah dari tempat-tempatnya Allah kabarkan kepada kita di dalam tujuh ayat al-qur’an bahwa dia Maha tinggi di atas arsynya istiwa arsynya faqalal mutaawilun tapi orang-orang yang mentakwilkan ayat-ayat ini berkata istaula Bukan istiwa istawa tapi istaula ditambahkan lam sama dengan orang Yahudi ditambahkan Nun ya fanzur Ma asbaha lamahum allati zaduha binunil Yahudi allati zaduha maka Lihatlah sangat serupa ya huruf lam yang mereka tambahkan di istawa menjadi istaula dengan nunia orang Yahudi yang mereka tambahkan di hitah menjadi hintah berarti ini mengikuti jalannya orang-orang Yahudi yang yang disebutkan di dalam alquranim mereka selalu menyelewengkan kalimat-kalimat Allah dari tempat-tempatnya menyelewengkan makna dari perintah Allah subhanahu wa taala yang Allah perintahkan kepada mereka nauzubillah minzalik maka ini menunjukkan ya bahwa perkara ini diingkari dengan sangat keras oleh para ulama ahlusunah Wal Jamaah kita harus menetapkan sesuai dengan apa yang Allah tetapkan dan juga ditetapkan oleh apalagi ini juga merupakan kesepakatan para ulama ahlusunah wal jamaah dari zamannya para sahabat para tabiin tabiut tabiin sampai ahlusunah di zaman sekarang sampai di akhir zaman karena Allah subhanahu wa taala akan menjaga kemurnian agama ini sampai sampai di akhir zaman nanti baik Barakallah fikum Alhamdulillah selesai sampai di sini pembahasan tentang sifat istiwa Allah subhanahu wa taala Maha tingginya Allah subhanahu wa taala di atas arsnya baik Sebelum kita akhiri kajian kita kalau ada pertanyaan maka saya persilakan Barakallah fikum ada pertanyaan di sini di kertas ya salamaikum waalaikumalam warahmatullah begitu banyak begitu banyaknya yang mengatakan Allah berada di atas langit di atas arsnya alangkah jahilnya orang-orang yang menolak bahwa Allah subhanahu wa taala di atas semua makhlukNya sebetulnya Apa alasan mereka menyelisihi dalil-dalil itu yakni setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala karena Allah tidak memberikan Taufik kepada mereka yang tentu kita berdoa semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa memudahkan kaum muslimin untuk kembali ke jalan Allah subhanahu wa taala yang benar ada pemahaman akidah sesuai dengan Manhaj para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain setelah Taufik dari Allah tentu karena mereka menyimpang dari metode Salaf ketika banyak perselisihan di akhir zaman hanya orang-orang yang dipilih oleh Allah subhanahu wa taala yang diberikan petunjuk untuk mengikuti jalan para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain dan kita tahu jumlah mereka adalah sedikit mereka adalah orang-orang yang asing apalagi dalam masalah-masalah akidah ya maka ini yang menjadi sebab sehingga mereka banyak yang menyelisihi dalil-dalil tersebut ya ada yang jahil ada juga yang mungkin sudah sampai kepadanya dalil tapi dia tetap mengingkarinya nauzubillah minalik Oleh karena itu Bersyukur kepada allah subhanahu wa taala orang-orang yang diberi kesempatan untuk belajar akidah Salaf akidah ahlusunah Wal Jamaah karena ini merupakan ya nikmat dan karunia Allah terbesar di akhir zaman inilah ilmu yang bermanfaat yang tersisa di akhir zaman ini yang Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan kita untuk memahami dengan benar mempraktikkannya dalam amalan serta Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita senantiasa Teguh dan istikamah di atasnya sampai kita menghadapnya pada hari kiamat nanti Nah masih ada yang lain BAB kalau tidak ada lagi pertanyaan maka kita cupkan sampai di sini kajian kita di malam hari ini semoga menjadi sebab untuk kebaikan dunia dan akhirat kita mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad waa alihi wa ashabihi waman tabiahum bsanin yaumiddin wa akhirwanailhamdulillahibbil alamin subhanakum wihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu Ila wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Roja TV demikianah ikat islamah para pemisa dan pendengar Roja di mana pun anda berada kajian ilmiah yang telah kami hadirkan dan kami telah pancaluaskan dari masjid albkah Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cileungsi mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanf untuk kita semua wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Roja TV
Ustadz Abdullah Taslim, M.A. | Minhajul Firqatin Naajiyah
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply