Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh alhamdulillah alhamdulillahbil alamin wasatu wasalam sayidilursalini danendengarahti Allah Subu ta Alhamdulillah segala puji bagi Allah selawat dan salam Semoga senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam kepada keluarga beliau dan segenap sahabatnya dan orang-orang yang meniti sunahnya whamdulillah di kesempatan malam ini kembali kita bertemu dalam kajian ilmiah dalam pembahasan ilmu Hadis dan pembahasan Malam ini kita akan mengikuti satu tema pembelajaran ilmiah di dalam ee faedah-faedah yang bermanfaat dari mukadimah Sahih Muslim yang disampaikan secara langsung Ustaz Dr M.H Hasan ayatullah dan alhamdulillah beliau telah hadir bersama Al Ustaz Dr M.H Hasan ayatullah Ma dari Studio di Jember stdi Jember Alhamdulillah dan kita telah terhubung dan terkoneksi bersama beliau kami mengundang interaksi Anda pada pembahasan dan kajian di malam ini Bagi anda yang ingin bertanya silakan di Lan telepon 0218236543 dan untuk pertanyaan via chat WhatsApp seperti biasa di 0819896 543 baik kita mulai pembahasan dan kajian dari e Kajian Hadis mukadimah Sahih Muslim dan kepada Ustaz kami persilakanfad Maskur jazakumullah kir bismillahirrahmanirahim alhamdulillahaminahu was inaquahqqqati wum muslimun aakumum Nas wah wah qakumakumfirakum dunakumillahaahu faquzanima Amma baad kaum muslimin muslimat pemirsa raja TV pendengar eh TV raja eh radio ra di manapun Antum berada Semoga Allah Azza waalla senantiasa memberikan kita ilmu yang bermanfaat disebutkan oleh Hafiz hajar dalam Mukadimah Fathul Bari tentang biografi Imam Bukhari beliau sudah terbiasa menghafalkan hadis sejak kecil ketika usia Beliau kurang dari 10 tahun ya beliau sendiri bercerita ini diriwayatkan oleh orang paling dekatnya yaitu sekretaris pribadinya Namanya Muhammad Ibnu Abi Hatim alwarraq beliau ini akrab dan dekat sekali dengan Imam Bukhari Imam Bukhari pernah bercerita aku mulai tertarik dan terbiasa menghafalkan hadis ketika aku masih di TPA ini istilahnya kutab tempat belajarnya anak-anak kecil dan disampaikan oleh eh Muhammad IBN Abi hatimq Umurmu berapa waktu itu beliau mengatakan asinq ya 10 tahun atau lebih lebih kurang bahkan kurang dari itu Beliau mengatakan minalab setelah itu aku sudah mulai hafal dan kebiasaan para ulama bukan hanya hafal Quran lagi artinya hafal Quran untuk kebiasaan anak-anak kecil atau para anak-anak ulama Itu sudah merupakan hal yang lumrah wajar umum Imam Bukhari mengatakan Aku kemudian keluar dari TPA itu akuiku dari salah seorang Guruku namanya adakhili ya lalu Beliau mengatakan satu saat Guruku ini meriwayatkan hadis dengan sanad Beliau mengatakan Sufyan an Abi Zubair an Jabir ya Beliau mengatakan demikian Afwan an Ibrahim disebutkan Sufyan an Abi Zubair an Ibrahim maka ini artinya sanadnya ini dari Sufyan dari riwayat gurunya yaitu Abu Zubair dari gurunya Ibrahim maka kata Imam Bukhari Aku mengatakan Abu Zubair la yarwi an Ibrahim Abu Zubair ini tidak meriwayatkan dari Ibrahim ada yang salah ini maka gurunya yang bernama addakhil itu marah qal fantaharoni maka dia menghardik atau mengamuk aku dimarahi kata Imam bukhi rahimahullah Kalau antum punya buku pegangan silakan dicek kata Imam Bukhari fzilahui maka dia masuk rumah kata Imam Bukhari dan dia mulai melihat lalu enggak lama keluar dia lalu dia mengatakan ka Hua ya gulam yang benar bagaimana wahai anak kecil maka Imam Bukhari mengatakan Hua azzubair yang benar itu bukan Abu Zubair Antum ketambahan Abu yang benar itu azzbair wahuau Adi Ibrahim maksudnya itu Zubair bin Adi dialah yang meriwayatkan dari gurunya Ibrahim ketambahan Abu Zubair itu salah Antum maka dia faakalqama wa aslah fi maka guru itu akhirnya membenarkan tulisannya yang salah tadi dibenarkan dengan hafalan Imam Bukhari maka ada orang yang bertanya kepada Imam Bukhari kamikaahu Kapan mulai Antum berani membantah gurumu itu umur Antum berapa Beliau mengatakan E ketika itu umurku 11 tahun ya Beliau mengatakan mulai 11 tahun Aku sudah bisa membenarkan Guruku dan gurunya mulai benar ya gulam Iya anak kecil kamu yang benar dan beliau cerita atau I ketika umur sudah 16 tahun hafidtu kutubnil Mubarak waqi setelah umurku sampai 16 tahun aku sudah menghafal hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mubarak dan waqi Ibnu jarrah arruasi Abdullah Ibnu Mubarak beliau meninggal tahun 181 Hijriah Imam Bukhari meninggal tahun 256 Hijriah terput mereka ada kisaran ee 40 e 60 tahunan e artinya ini para ulama yang memiliki riwayat-riwayat hadis dan Imam Bukhari mulai menghafal sejak usia masih kecil dan ini pelajarannya menunjukkan bahwa di zaman itu para ulama sudah terbiasa cinta dengan hadis dan lingkungan mereka adalah lingkungan orang-orang penghafal hadis melakukan perjalanan untuk belajar hadis hadir di kajian majelis hadis kemudian mereka ter biasa saling membenarkan dan ini merupakan ee lingkungan yang luar biasa penting di tengah kaum muslimin kalau kaum muslimin memiliki orang-orang yang memiliki perhatian terhadap hadis maka otomatis sekali ibadah itu kelihatan makmur dan kita membayangkan mendambakkan itu di tengah kaum muslimin di tengah masyarakat kita yang mayoritas is Isam ada orang-orang yang menghafalkan hadis ada orang-orang yang menyebarkan hadis dan orang tidak lagi kelu kaku ketika mendengarkan hadis justru trauma atau sensitif ini karena saking jarangnya atau asingnya hadis Tengah pendengaran kaum muslimin sehingga boro-boro lagi istilah orang itu kita menanyakan apakah ada hadisnya atau tidak tetapi justru ketika ada orang melakukan satu tindakan ibadah berdasarkan hadis orang menganggapnya ini adalah aneh karena orang terbiasa lebih bebas dari itu maka tanggung jawab kita berat sekali kita ingin mendidik generasi ke depan lebih baik dari kita kalau seandainya Allah muliakan kita dengan kondisi kaum muslimin yang mayoritas maka kita harapkan bahwa mayoritas ini bukan buih di lautan akan tetapi mereka mengerti tentang pokok pedoman agamanya yang mereka mengerti hadis ini mahal dan harus dihafalkan dan mereka perlu ee menjadikannya sebagai dasar dari ibadah Semoga kita termasuk digolongkan orang-orang itu kaum muslimin para pemirsa dan pendengar rahimana warahimakumullah pembahasan kita Insyaallah tentang ee urgensi mempelajari atau menyebarkan dan mengajarkan hadis yang sahih dan inilah yang ditekankan oleh imam muslim rahimahullah ketika orang-orang yang mengenal hadis mereka tidak bersemangat atau kurang gigih dalam menyebarkan hadis-hadis yang sahih maka di tengah masyarakat awam hadis yang lemah itu bertaburan kalau seandainya imam muslim rahimahullah sampai akhirnya terdorong untuk menulis Kitab ini kita sebutkan bahwa imam muslim diminta atau diberi usulan oleh muridnya untuk menyusun kitab yang memuat hadis-hadis yang sahih beliau sempat mengatakan ini susah sekali dan ini akan kita baca pernyataan beliau ya tetapi akhirnya beliau mau tidak mau merasa bertanggung jawab ketika beliau sedih di tengah masyarakat banyak sekali orang-orang yang kecampur-campur antara hadis sahih dan hadis yang dif imam muslim rahimahullah meninggal pada tahun 261 Hijriah abad ke-tig ternyata masyarakat itu juga banyak yang tidak mengerti hadis yang sahih kecampur Dengan hadis yang lemah Bagaimana di zaman ini tahun 1445 Hijriah bukan hanya orang tidak ngerti hadis dif atau hadis sahih bahkan ada orang tidak ngerti hadis itu apa tapi ala kulal ini menjadi tanggung jawab sama dan kita harus paham bahwa mempelajari hadis adalah ibadah yang sangat mulia dan kemarin pada pertemuan sebelum-sebelumnya kita katakan mempelajari hadis sekedar mendengarkan atau gigih dan sabar untuk mempelajari perjalanan ilmu Hadis ini merupakan sebuah kehormatan baik imam muslim rahimahullah Beliau mengatakan wa ba’du yarhamukallah setelah ini wahai ee engkau Semoga Allah memberikan rahmat kepadamu dan beliau Pada pembahasan sebelumnya mengatakan saya dalam Sahih Muslim ini memiliki disiplin dan apa komitmen Ana hanya akan menyebutkan para periwayat Hadis yang EE memiliki tingkatan yang tiga k kita sebutkan bahwa imam nawawi rahimahullah menyimpulkan ada tiga dari perkataan Imam muslim yang pertama orang-orang yang dikenal agamanya orang-orang yang terpercaya dari sisi tanggung jawab dan amanah artinya dari agama yang kedua dari sisi keahlian kekuatan hafalan yang kedua kata beliau orang yang sama kedudukannya hanya lebih rendah levelnya dari sisi agama terpercaya dari sisi hafalan kuat hanya tidak sekuat orang-orang pertama adapun yang ketiga kata Imam Nawawi rahimahullah yang disampaikan oleh imam muslim orang-orang yang memang galibu ahadii alkadib Ail galat ya hadis-hadis yang memang ee banyak lemahnya bahkan dustanya maka kita enggak perlu menyapaikan diri untuk membahas dan menyebutkan hadis-hadis mereka bahkan pada pertemuan yang lalu kita sebutkan imam muslim rahimahullah menyebutkan perbandingan sama-sama muridnya alhan Al bashri dan Muhammad Ibnu Sirin ada orang yang yang sama-sama thiqah dan terpercaya hanya berbeda tingkatan keilmuan mereka ya maka saat ini beliau mengatakan Nah sekarang saya akan bahas kata beliau kita akan bahas dan beliau mengatakan yarhamukallah Semoga Allah merahmati engkau ini penting sekali ketika seorang guru ketika ngajarin atau menyampaikan kepada murid dia mendoakan Mereka ini bisa jadi menjadi sebab sukses muridnya dalam memahami ilmu yang disampaikan dan ini barangkali seperti yang kita pernah Sebutkan dulu jarang dan perlu di ee evaluasi guru mendoakan murid semoga mereka bisa paham mereka bisa mudah untuk menerima dan seterusnya kemudian disebutkan ee oleh EE Syekh Abdul Karim Al khudir hafidahullah hukum asalnya sebelum orang mendoakan orang lain dia mendoakan diri sendiri baru setelah itu mendoakan orang lain atau mendoakan bersama mendoakan bersama artinya Semoga kita semua dirahmati Allah Azza waalla tapi pada kalimat ini yarhamukallah Semoga Allah merahmati engkau ini bisa jadi karena ketika seorang mendoakan orang lain ini menjadi Sebab Dia akan didoakan dan diamini oleh malaikat hadisnya sahih dan kita sering mendengar itu ya dalam Sahih Muslim disebutkan ya dalam sebuah hadis Barang siapa yang mendoakan saudaranya dari tempat yang tidak dia ketahui maka Allah Azza W akan memberikan atau malaikat yang memang Allah tugaskan untuk orang itu akan mendoakan Amin ya Allah kabulkan dan engkau juga mendapatkan hal yang serupa maka ketika imam muslim rahimahullahendo untuk muridnya dan untuk kaum muslimin yang membaca sahih ini maka beliau pun akan mendapatkan doa dari malaikatin m nafsahu muhadan falamumil ahah War ak i ah y Abdah mahdiyiziahsil Wakin min ajliam min nrilil Akbar munkar Asan majhulah waqfhaal awam allina uubahaubina I ini pernyataan imam muslim rahimahullah ketika menjelaskan tentang Kenapa saya nulis buku ini beliau mengatakan kalaulah bukan karena kita sering melihat banyak orang yang mengatasnamakan ahli hadis dan memang mereka mengerti ilmu Hadis itu dan memang mereka bisa dikatakan ahli di zaman itu ahli hadis kita melihat mereka ahli hadis akan tetapi sayangnya mereka sering menyebarkan hadis yang lemah di tengah masyarakat bahkan riwayat-riwayat yang mungkar dan mereka justru mengesampingkan tidak memprioritaskan penyebaran hadis-hadis yang sahih dan dikenal yang diriwayatkan oleh para imam yang terpercaya dikenal dengan agama yang baik dan keamanahan mereka dan mereka sendiri ngerti setelah mereka tegaskan dengan lisan mereka dan pengetahuan mereka bahwa hadis yang mereka sampaikan ke tengah orang-orang awam yang tidak paham hadis itu rupanya adalah hadis yang mungkar hadis yang dinukil dari orang-orang yang tidak diridai alias mereka tidak cakap dalam syarat meriwayatkan hadis bahkan hadis-hadis yang disebarkan oleh orang-orang tadi yang mengatasnamakan atau memang mereka ah hadis tapi rupanya hadis yang mereka sebarkan di tengah orang awam itu rupanya dinyatakan mungkar atau ditolak atau dibenci dicela oleh para imam hadis seperti siapa seperti Imam Malik Imam Malik IBN Anas beliau salah seorang Imam dalam mazhab yang empat tetapi sekaligus beliau merupakan seorang ulama ahli hadis tegas sekali beliau beliau mening tahun Hijriah sybah Ibnu hajjaj yang diberi julukan Amirul mukminina fil hadit sang punggawa atau seorang pimpinan dalam ilmu Hadis ya sybah in hajjaj rahimahullah meninggal tahun 160 Hijriah W Sufyan Ibnu uyainah Yahya bnu Said alqattan wa Abdurrahman Bin Mahdi ini tiga orang ini meninggal di tahun yang sama Mereka meninggal di tahun 198 Hijriah dan ini merupakan satu kerugian untuk kaum muslimin ketika para ulama ahli hadis meninggal dan langsung beruntun di tahun yang sama Mereka adalah simbol ilmu Hadis ketika sampai salah satu gurunya Imam Bukhari juga imam muslim juga gurunya Imam Abu Daud dan semua penulis kutubus sittah buku yang enam itu buku induk yang enam Sunan Abi Dawud Tirmidzi Nasa Ibnu Majah dan juga Im dan Muslim mereka punya guru Ini satu orang namanya qutaibah Ibnu Said quaibah saidinawari rahimahullah beliau meninggal tahun 240 Hijriah Beliau pernah ah Yahya Said wa abdahman bin Mahdi wa Ahmad hal wa isq rahuah ini gurunya Imam Bukhari namanya qutaibah bin Said Beliau pernah mengatakan kalau kamu melihat ada seseorang dia cinta kepada ahli hadis seperti Yahya Bin Said alqattan ini juga sama Yahya Bin saidqattan meninggal tahun 198 Hijriah kemudian Abdurrahman Bin Mahdi yang tadi juga disebutkan di sini kemudian Imam Ahmad bin hambal dan Ishaq Ibnu rahuyah mereka semua adalah para simbol ilmu Hadis ya Kalau engkau melihat ada orang yang yang cinta kepada mereka maka tahuilah dia adalah ahlusunah waman khalafaalik akan tetapi kalau tidak seperti itu malah mereka benci ahli hadis fa’lam annahu mubtadi’ ketahuilah bahwa dia adalah pelaku kebidahan ini disampaikan di zaman qutaibah IBN Said tahun 240 Hijriah dan memang ini bisa menjadi tanda turuntemurun ketika beberapa ulama menjadikan tanda kalau ada orang yang Ee tidak suka dengan hadis tidak suka dengan ee sunah maka mereka akan otomatis tidak suka dengan orang-orang yang membawa ilmu Hadis itu ya sehingga mereka seringkiali mencela ulama ahli hadis dan diberi gelar macam-macam mereka tidak Fakih tidak kenal agama kemudian mereka juga ee keras ya dan seterusnya dan memang dulu pernah kita sampaikan pernyataan dari salah seorang ulama ahli hadis juga namanya Ahmad Ibnu Sinan alqattan beliau meninggal tahun 256 Hijriah Beliau mengatakan Ma minadiin illa wahuaub ahl had tidaklah ada seorang yang melakukan kebidahan kecuali dia pasti akan benci Ahlul hadis ya kalau ada seorang yang melakukan kebidahan maka dia akan dicabut nikmat mempelajari hadis dari hatinya ya Subhanallah padahal hadis ini merupakan suatu yang berharga sekali lalu Allah cabut kenikmatannya gimana orang akan tertarik dan cinta kepada ilmu Hadis dan bisa jadi penampilannya adalah pakar hadis akan tetapi dia tidak suka dengan penampilan apa sehingga penampilan tidak me ee mencerminkan bisa jadi ada orang hafal hadis bisa jadi orang pakar dalam ilmu mustalah akan tetapi rupanya penampilan tidak mencerminkan kalau dia adalah Ahlul hadis bayangan kita para ulama ahli hadis adalah merupakan potret ulama Salaf di zaman khalaf Sayangnya jauh panggang dari api seperti itu wallahuam jadi di sini disebutkan Imam muslim rahimahullah menyebutkan bahwa ee banyak orang-orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai ahli hadis dan memang mereka ahli hadis sayangnya mereka menyebarkan hadis-hadis yang lemah bahkan hadis itu diingkari oleh para ulama ahli hadis seperti Imam Malik yah Ibnu Said alqattan Abdurrahman Bin Mahdi kemudian ada Sufyan Ibnu uyaah dan lain-lainnya di sini maka kata Imam Malik imam muslim rahimahullah kalau bukan karena banyaknya nya orang yang seperti itu banyaknya orang menyebarkan hadis-hadis yang lemah di tengah masyarakat maka Beliau mengatakan kita akan tidak merasa mudah untuk melakukan usulanmu dan kemarin kita sebutkan imam muslim diberi usulan muridnya tolong Antum susun hadis-hadis yang sahih Beliau mengatakan ini susah tetapi karena ada dorongan kenyata realita banyak orang yang mengerti hadis justru menyebarkan hadis-hadis yang lemah Mak kata beliau maka Beliau mengatakan ini menjadi tanggung jawab gara-gara yang tadi aku Sebutkan kepada kamu bahwa banyak orang-orang menyebarkan hadis yang mungkar hadis-hadis yang diriwayatkan dengan sanad yang lemah dan tidak dikenal mereka sebar-sebarkan di tengah masyarakat yang tidak ngerti hadis ini cacatnya di manaalubina ijabatuka maka inilah yang membuat kami akhirnya terasa ringan dan tertantang maupun merasa bertanggung jawab untuk menulis apa yang kamu minta seperti itu Subhanallah menyebarkan hadis-hadis yang lemah ini sudah terjadi di zaman imam muslim beliau waktu itu meninggal tahun 261 kita sebut kan artinya di pertengahan abad ketiga dan kita sedang berada di abad ke-15 kalau tadi kita sebutkan bukan hanya masyarakat yang tidak ngerti hadis ini lemah apa sahih bahkan ada yang tidak kenal pula hadis-hadis yang kata-kata hadis itu apa gitu mereka enggak ngerti lalu ee ada juga orang-orang yang menyangka Kenapa harus mengatakan hadis ini lemah Kamu sedikit-sedikit Hadis lemah ya sedikit-sedikit hadis lemah itu lemah untuk kamu saja Berarti tanggung jawab kaum muslimin semakin besar dan ini menunjukkan bahwa ee tugas bersama kaum muslimin untuk mempelajari hadis-hadis yang sahih agar masyarakat familiar Dengan hadis itu ditambah lagi pembahasannya ini adalah untuk orang-orang yang awam yang tidak mengerti hadis ini lemah hadis ini sahih sehingga ketika disebarkan di tengah mereka hadis-hadis yang lemah mereka sangka hadis itu sahih dan ini terbukti di zaman sekarang Misalkan ada orang sampai menyampaikan sebuah hadis dalam redaksi berbahasa Indonesia saja tidak ada redaksi Arabnya dan mereka katakan ini riwayat Bukhari ini dari mana dan masyarakat Percaya saja dan sekarang kita bisa mengkalkulasi betapa banyak pengajian berjam-jam tanpa ada dalil sama sekali sebagaimana barangkali ada dalilnya rupanya dari hadis yang palsu Subhanallah Syekh Abdul Kalim alkudhaair menceritakan di zaman gurunya Imam al-hafiz Ibnu Hajar namanya alhafiz Abdur rahim al-iraqi beliau meninggal tahun 806 Hijriah Beliau pernah Suatu Saat ditanya oleh seseorang di majelisnya tentang satu Hadis lalu Beliau mengatakan H mauduun la aslah hadis ini palsu tidak ada asal usulnya hadis ini kata al-iraqi rahimahullah tapi orang itu tiba-tiba bantah orang itu tiba-tiba membantah mengatakan Bagaimana ya Imam Antum katakan hadis ini palsu sementara hadis ini diriwayat kan dengan sanad maka Beliau mengatakan kalau memang Antum bisa mendatangkan hadis itu dengan sanadnya Aku siap merujuk dari perkataan hadis ini palsu baik keesokan harinya orang itu membawa kitab ternyata kitab almauduat libnil jauzi kumpulan buku-buku palsu yang disusun bukan kumpulan hadis-hadis palsu yang disusun oleh Ibnu jauzi rahimahullah sehingga yang hadir pun pada apa namanya pada heran ini orang awamnya awam banget ya sampai dia enggak bisa membedakan hadis palsu itu apa dia enggak ngerti sampai dia membantah al-iraqi rahimahullah kok Antum bisa ingkari hadis Ini antum katakan palsu padahal itu ada sanadnya W rupanya sanad itu akan dijadikan oleh Ibnu jauzi sebagai bukti bahwa hadis ini diriwayatkan oleh periwayat yang suka memalsukan hadis begitu maka tidak pantas dan susah sekali kalau orang berbicara tentang ee hadis-hadis yang tidak sahih di tengah kaum muslimin yang diingatkan juga kita sering mendengar di tengah masyarakat hadis yang sampai diyakini itu hadis padahal bukan contohnya hadis annadofatu minal iman anadofatu minal iman kebersihan itu merupakan bagian dari iman itu hadis palsu itu tidak ada redaksi seperti ini dalam hadis ada dalam at-tabarani sebenarnya hampir sama dengan itu pun palsu dalam attabarani ada hadis yang mengatakan takhallalu fainnahu Minan nadofah atau fainnahu nadofah ya kalian kalau wudu atau kalau bersih-bersih hendaklah menyela-nyela ini apa namanya ee sela-selajaj jari ini karena itu bersih wofatuadu iman dan bersih itu mengajak kepada keimanan Wal imanu maohibihi fil Jannah dan iman bersama orang yang memilikinya berada di surga hadis ini ada seorang perawi namanya Ibrahim Ibnu hayyan Ibrahim Ibnu hayyan ini dikatakan Sairu Ahadi alwad ya hampir semua hadisnya ini apa namanya maudu ya semua hadisnya maudu ya berarti memang hadis tidak cocok atau tidak sahih hadisnya tidak sahih dan ini tengah masyarakat mencuat dan muncul sebagai hadis yang diyakini kebenarannya ya Ee maka kita ee terdorong sekali untuk ee memberikan Penjelasan bahwa hadis yang sahih itu penting sekali ada buku-buku yang bisa dijadikan sebagai pencerahan nasihat ketika kaum muslimin merindukan adanya ee tausiah mauidah Hasanah lalu diambil dari hadis-hadis yang sahih ada buku tarhib tarhib Lil munziri ee tentang nasihat-nasihat tazkiyatun Nufus arraqaq yang membersihkan jiwa Tapi sayangnya hadis itu Itu campur ya ada yang lemah ada yang Hasan ada yang sahih seandainya sebagian kaum muslimin menjadikan buku itu sebagai pembahasan dalam ee kajian rutin misalkan hadis-hadis yang sahih atau membahas tentang sahih Bukhari Sahih Muslim maka ini akan bermanfaat sekali dan di antara kekurangan kita kita ini ngerti sahih Bukhari dan Sahih Muslim merupakan buku yang paling sahih hadis yang bisa kita jadikan pegangan karena semuanya sahih biznillah Sayangnya kita gak pernah atau jarang sekali mendengar pembahasan hadis-hadis itu yang sering kita dengar ya itu ituu saja kalau seandainya kita jadikan sebagai materi rutin pembahasan sahih Bukhari dan Muslim maka ini akan bermanfaat untuk kaum muslimin yang jelas ee ini merupakan tanggung jawab bersama agar kita akrab dengan hadis dan ngerti hadis-hadis yang sahih sehingga tidak perlu lagi ada hadis-hadis yang lemah ini ee mencuat atau menyeembar di tengah masyarakat baik kita akan membahas tentang apa yang ditegaskan oleh imam muslim rahimahullah beliau semakin mengetatkan lagi dalam pembahasannya BAB wujub riwayahqab ya pembahasan tentang wajibnya seorang meriwayatkan dari perawi-perawi yang riwayat yang memang terpercaya dan EE mencampakkan riwayat dari para Pendusta ya Beliau mengatakan Wam waqallahu taala ketahuilah Semoga Allah memberikan Engkau bimbingan dan Taufik anal wajbali ahadin suungguhnya aritiimiha yang mengetahui tentang hadis yang sahih riwayat yang sahih dan riwayat yang tidak sahih orang yang mengerti tentang hadis yang sahih dan tidak sahih ini mereka punya kewajiban wiqatin naqil la Minal muttahamin dan mereka mengenal tentang orang-orang para ulama periwayat Hadis yang terpercaya dari orang-orang yang tidak terpercaya bahkan tertuduh muttahamin artinya dia tertuduh tertuduh dengan apa kemungkaran tertuduh dengan kedustaan sehingga riwayat mereka tidak pantas disebutkan allwi Min makiji mereka tidak pantas untuk meriwayatkan hadis kecuali yang sudah dikenal kesahihannya wasitaru Fi naqilii dan orang-orang yang meriwayatkannya dikenal dengan orang yang amanah dalam masalah agama dalam masalah akhlak dalam masalah keilmuan mereka sehing sehingga mestinya orang yang ngerti ini hadis sahih atau tidak merekalah yang bertanggung jawab memberikan penerangan pencerahan di tengah masyarakat yang sahihsahih begitu wa yattaqiya minha maana minha ahl tuhami Wal muanidina Min ahlil bidaah dan hendaklah orang yang ngerti tadi menghindarkan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang tertuduh seperti kita sebutkan tadi atau orang-orang yang ngeyel muanidin itu artinya ngeyel ngeyel itu artinya Dia ee memang Bersi keras untuk ee tetap pada pendapat yang salah Min ahlil bidah dan dari pelaku kebidahan dalam ilmu Hadis para ulama menyatakan bahwa riwayat hadis dari seorang pelaku kebidahan ini bisa ditolak bisa diterima bisa ditolak bisa diterima tetapi siapa ulama ahli hadis yang pantas untuk diterima meskipun dia melakukan kebidahan dan siapa ulama ahli hadis yang ternyata punya kebidahan Tetapi dia memang harus dibuang hadisnya tidak perlu dijadikan guru sama sekali para ulama mengatakan kalau ada seorang pelaku kebidahan yang mengajak kepada kebidahannya atau dikenal dia berdusta karena dia meyakini bahwa dusta itu gampang-gampang saja campakkan sudah seorang pelaku kebidahan dan dia mengajak kepada kebidahannya tinggalkan hadisnya tetapi Ketika ada seorang yang melakukan kebidahan Tetapi dia tidak ngajak-ngajak orang lain atau dia sama memiliki keyakinan meskipun dia memiliki kebidahan akan tetapi dia masih punya keyakinan enggak boleh dusta haram contohnya Siapa orang khawarij misalkan orang khawarij mereka masih meyakini bahwa yang yang dusta itu dosa gitu dosa besar Bahkan mereka mungkin bisa mereka kafirkan itu yang berdusta maka riwayatnya berarti e bisa diterima Kenapa karena dia sekalipun memiliki kebidahan akan tetapi dia tidak akan berdusta maka masih maka para ulama menyebutkan di dalam sahih Bukhari ada beberapa orang yang memang ee rumya bilqadar misalkan dia e mengingkari takdir ada yang mengatakan bahwa dia punya masalah dalam masalah akidah tentang takdir Tetapi dia masih diterima riwayatnya karena dia pertama tidak mengajak kepada kebidahannya yang kedua Dia ee masih meyakini bahwa kadib atau dusta itu haram sehingga perlu Eh Apa Masih bisa diterima riwayatnya sedangkan orang-orang yang melakukan kebidahan ternyata ngeyel mereka bahkan ngajak-ngajak orang lain nah ini yang perlu diwaspadai karena khawatirnya nanti akan berdusta juga pada riwayatnya nah kemudian disebutkan di sini wiluna Min himun ma khfah ullahi tabaraka wa taala ya auhina amanu in jaakum binabainabu di antara Dalil yang menunjukkan apa yang kita sebutkan tadi yaitu harus seorang mencari hadis-hadis sahih dan meninggalkan hadis-hadis yang tidak sahih adalah Firman Allah dalam surat alhujurat Allah mengatakan Wahai orang beriman jika datang salah seorang yang fasik membawa satu informasi maka kalian harus crossck kebenarannya khaatirnya Nanti kalian salah sikap sehingga merugikan orang lain karena enggak ngerti maka berita itu betul-betul harus di crossck kebenarannya Nanti kalian menyesal dari ayat ini ada perintah untuk betul-betul mengorek berita dari seorang yang kurang terpercaya karena dia fasik berarti kalau yang membawa berita itu orang-orang yang terpercaya agamanya dan bukan orang fasik maka riwayatnya bisa dipercaya dan diterima itu maksudnya tapi kalau tidak maka orang bisa jadi masuk dalam ranah fitnah dan terombang dalam pusaran isu di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tersebar seperti itu juga ketika pada saat orang-orang tidak berhati-hati untuk mencari berita yang benar ketika dalam sahih Bukhari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ala Min nisaii syahro Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersumpah untuk tidak berhubungan sama sekali dengan istri-istrinya selama 1 bulan maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam keluar dari rumahnya semua istrinya keluar dari semua rumah istrinya kemudian beliauala Fi masrubatin lah Beliau memiliki Tempat khusus agak tinggi begitu dan beliau akan tinggal di situ selama 1 bulan dan beliau tidak mendekati atau menghubungi atau berkomunikasi dengan semua istrinya karena memang waktu itu ada masalah Biasa masalah keluarga dan Ketika itu para sahabat mulai memahami macam-macam bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menceraikan istri-istrinya Umar Bin Khattab radhiallahu Anhu beliau sempat mendengar bahwa beberapa istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam membantah suaminya dan itu membuat Umar Bin Khattab khawatir karena anaknya yaitu Hafsah termasuk istri Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka beliau ngomong kepada anaknya si Hafsah eh Hafsah kamu mau minta apa sama aku aja tak kasih Selama aku masih ada tapi jangan minta-minta ke Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam khawatirnya nanti nabi marah Allah marah juga begitu ini sempat dinasihati waktu itu sekarang tersebar isu bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mencerai istri-istrinya kata Umar wah kan aku kan sudah bilang akhirnya Umar Bin Khattab datang rumahnya diawali di sekitar Quba dan sekitarnya itu nah beliau datang ke masjid Nabawi melihat kaum muslimin sedang sedih ada yang nangis ada yang duduk di mimbar di Mihrab semacamnya ditanya oleh Umar atq nabi sallah wasallam nisaahu Apakah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menceraikan istrinya maka mereka mengatakan iya Umar Bin Khattab enggak bisa sabar Hafsah berarti sudah diceraikan maka Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang ada di tempat di dalam itu di masyrubah atau di semacam kamar itu Umar Bin Khattab pengin menemui minta izin ke budak yang ada di situ tolong mintakan izin aku pengin ketemu nabi sallallahu alaii wasallam diam aja maka sang budak mengatakan nabi Sallahu Alaihi Wasallam tidak respon sama sekali Umar Bin Khattab Bingung lagi Akhirnya terus minta izin lagi karena melihat orang-orang pada bingung dan dia khawatir ini jangan-jangan betulan ini Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menceraikan istrinya eh ternyata akhirnya tidak Umar Bin Khattab masuk ke rumah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian menceritakan tentang ke sana kemari Apa akhirnya ditanya Ya Rasulullah atqta nisaaka Apakah engkau telah menceraikan istrimu istri-istrimu maka Beliau mengatakan L enggak maka dalam riwayat itu disebutkan bahwa Umar Bin Khattab bertakbir Allahu Akbar Ya beliau bahagia sekali berita ini salah dan beliau ee merasa bahagia berarti Hafsah tidak diceraikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang digaris bawahi kalau seandainya berita ketika tergoreng akhirnya menjadi sebuah isu dan orang tidak cross check maka di tengah masyarakat bisa jadi ada salah paham kemudian jadi permusuhan dan seterusnya di zaman sekarang ini lebih parah dari zaman itu ada muncul semacam ini kasus digoreng Sekar kemari dan memang ada orang-orang yang punya kepentingan kalau seandainya berkaitan dengan pribadi beberapa orang ini akan runyam dan membuat persatuan kaum muslimin terganggu Bagaimana dengan masalah agama maka tidak boleh seorang gampang-gampangan dalam meriwayatkan hadis maka imam muslim rahimahullah menyebutkan tiga ayat di sini ayat pertama di surat al-hujurat tadi kalau ada orang yang fasik jangan langsung dipercaya kamu harus Cross chek tapi kalau yang datang bukan orang yang fasik Tapi orang yang alim kemudian orang yang amanah dalam agama silakan terima hadisnya yang kedua firman Allah mimman minuhada ya kalian bisa cari orang-orang dua yang kamu ridai sebagai saksi dalam firman Allah wa asiduwlim minkum dan persaksikanlah kasusmu itu dua orang yang terpercaya adil zawai adil dua orang yang terpercaya di anara kalian baik imam muslim rahimahullah mengatakan ayat-ayat ini disebutkan bahwa orang fasik informasinya hancur gak perlu diterima persaksian orang yang tidak dipercaya dia juga tertolak ahq Ma kata imam muslim perbedaan persaksian dan penerima informasi atau berita Meskipun tidak bisa sama ya tidak sama semuanya artinya ketika ada sebuah berita Kita percaya atau tidak Ini tidak mesti sama dengan persaksian karena persaksian itu mesk dalam ada kasus di mahkamah ada kasus di Mahkamah kemudian diatangkan seorang saksi Lalu ada pemeriksaan kepada orang saksi ini kamu sudah ngerti ini kamu apa yang kamu sampaikan ada SEG macamnya persaksian dengan menerima sebuah berita yang biasa ini tidak sama dalam riwayat atau dalam ee ilmu Hadis misalkan seorang budak kalau dia menyampaikan hadis diterima seorang budak dia menyampaikan hadis diterima selama sang Budak itu terpercaya seorang wanita satu orang saja kalau dia meriwayatkan hadis dan dia dipercaya fqah diterima apalagi kalau berkaitan dengan masalah perempuan lalu seorang wanita ini menyampaikan dan terpercaya diterima tapi dalam masalah persaksian seorang wanita satu orang enggak cukup harus dua orang wanita ya atau dua orang wanita ditambah dengan satu orang laki-laki seorang Jadi Saksi di pengadilan enggak bisa beda antara saksi dan beda dengan memberi informasi hanya saja Ada kesamaannya kesamaannya apa kesamaannya kalau orang yang EE rusak karakter akhlak moral agama ibadahnya maka orang akan malas atau tidak percaya dengan informasi yang dibawa apalagi persaksi informasinya ditolak apalagi persaksian maksudnya dalam meriwayatkan hadis dalil yang disebutkan pada ayat kedua dan ketiga memang berkaitan dengan persaksian tetapi dalam masalah memberikan informasi sama kemudian disebutkan eh Beliau mengatakan karena berita dari seorang yang fasik tidak diterima menurut para ulamaah persaksian orang yang fasik Apalagi apalagi semua ulama Mereka menolak persaksian orang yang fasik W ak dan hadis menegaskan bahwa sebuah riwayat yang mungkar pasti akan ditolak mirip Alquran yang menjelaskan bahwa berita orang yang fasik akan ditolak W rasulahallahu Alaihi Wasallam maksudnya hadis yang dikenal sekali dari hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Man haddadinahu kadib fahua ahadul kbain barang siapa yang menyampaikan sebuah hadis dariku dengan sebuah hadis yang dia ngerti bahwa itu adalah kedustaan di sana dikatakan y artinya orang pun bisa menyangka bahwa riwayat ini kadib enggak benar nih ada dustanya kelihatan ciri-cirinya misalkan atau dia nyangka bahwa ini memang hadisnya sebenarnya enggak sahih dia sudah ngerti tapi dia sampaikan aja Wah ini bahaya sekali fahua ahadul kadibain kata Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berarti orang itu merupakan dua orang salah satu dari dua orang yang bersekongkol untuk menyebarkan kedustaan ya orang yang menyampaikan satu hadis dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang dapat diperkirakan hadis itu Lemah atau dusta maka dia secara otomatis mendapat gelar salah satu dari dua orang Pendusta ya ini diriwayatkan apa adanya dengan Matan dulu baru setelah itu oleh imam muslim rahimahullah disebutkan sanadnya Beliau mengatakan sanad dari hadis ini haddasanahu Abu bakr IBN Abi syaibah qala haddatana wqi an sy’bah Anil Hakam an Abdurrahman Ibni Abi Laila an samurat BNI jundubin radhiallahu Anhu waddatanahu Abu Bakar Bin Abi syaibah ini ada haknya ini biasanya di sini setelah samur ibnud ada haknya hak itu artinya tahwil dan tahwil itu maksudnya pindah dari satu sanad ke sanad yang lain ini merupakan eh metode imam muslim rahimahullah dan dikenal sekali beliau Apabila ada satu Hadis yang memiliki sanad yang banyak maka beliau akan kumpulkan dalam satu tempat berbeda dengan Imam Bukhari Imam Bukhari kalau ada satu Hadis yang sanadnya banyak maka beliau akan pecah-pecah ada yang satu diriwayatkan di sini satu diriwayatkan di sana satu diriwayatkan di sana kalau imam muslim enggak beliau berusaha untuk meringkas sehingga kalau ada satu Hadis sanadnya banyak dikumpulkan dalam satu tempat Nah nanti dari sanad pertama dengan kedua dipisah dengan huruf ha h ini artinya tahwil pindah sanad pertama pindah ke yang kedua nanti akan disebutkan Tempat bertemunya dari sanad pertama dengan kedua ini di seorang Syekh yang mana begitu ini disebutkan waddatanahu Abu bakr IBN Abi sybat aid qala haddatana waqi an sybah wfyan an Habib an Maimun IBN Abi syabib an mughirah sybah qa qa Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallamalik Beliau mengatakan ee bahwa hadis yang tadi disebutkan dari Abu Bakar bah dan sanad-sanadnya yang memang disebutkan tadi ini eh salah satu bagian dari hadis yang imam muslim Sebutkan ya imam muslim Sebutkan di antara larangan seseorang untuk meriwayatkan hadis yang lemah di antaranya hadis itu baik Eh ada hadis lain yang juga diriwayatkan oleh imam muslim rahimahullah tentang larangan seorang untuk dusta atas nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan tetapi hadis ini Insyaallah kita akan bahas pada pertemuan setelahnya akan tetapi yang kita garis bawahi pada pertemuan yang sekarang adalah bahaya seseorang ketika menyampaikan sebuah hadis yang diragukan keabsahannya Apakah ini sahih atau tidak seorang mending tidak Mer meatkan sesuatu yang masih meragukan daripada dia sampaikan ternyata hadis itu akhirnya ketahuan lemah ya dan memang masalah bolehkah seseorang menyampaikan hadis yang tidak sahih ini khilaf di antara para ulama Sebagian ulama dan ini wallahuam imam muslim lebih memilih pendapat yang ini mengatakan tidak boleh sama sekali meriwayatkan hadis yang lemah dan ini merupakan mazhab ahli hadis mereka mengatakan bahwa meriwayatkan hadis yang lemah adalah tindakan menisbatkan satu perkataan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam padahal Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak katakan ketika ada orang mengatakan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda ternyata riwayatnya lemah dan tidak sampai kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berarti seolah-olah dia mengatakan satu perkataan yang tidak disebutkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan dia sampaikan bahwa hadis itu disampaikan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka ini adalah kedustaan maka Ahlul hadis mereka mengatakan tidak boleh sama sekali ee menyampaikan hadis yang lemah tapi jumhurul ulama mayoritas ulama selain ahli hadis seperti para fuqaha kemudian ahli siar Wal maghazi ya para ulama yang ahli dalam pelajaran sirah kemudian almufassirun para ulama ahli tafsir kemudian termasuk sebagian ahli hadis mereka mengatakan selama orang yang meriwayatkan hadis itu bukan termasuk pemalsu hadis maka tidak apa-apa meriwayatkan hadis mereka atau hadis-hadis yang lemah yang pertama untuk menjelaskan kelemahannya Kemudian yang kedua selama hadis itu tidak lemah sekali atau mungkar maudu palsu dan semacamnya maka tidak apa-apa dan biasanya pembahasan hadis lemah ini menjadi penguat kalau seandainya sudah didukung sebelumnya dengan hadis yang sahih atau Hasan kemudian Ada fatwa dari para sahabat yang menguatkan makna dari hadis yang lemah tadi maka mereka menganggap ini termasuk pagi pembahasan fadilul Aal motivasi dalam beramal saleh kemudian ancaman dari melakukan sebuah dosa nah mereka Sebutkan dalam fadhailul a’mal kemudian juga termasuk dalam menyebutkan pembahasan tafsir tafsir dari satu ayat disebutkan dari ee sebuah hadis meskipun hadis itu lemah kemudian asbabun nuzul Kenapa ayat ini diturunkan ternyata ada sebuah hadis meskipun hadis itu tidak sahih kemudian tentang Fadilah surat surat ini menunjukkan tentang begini begini begini ini atau awal mulanya Kenapa Allah turunkan ini karena dulunya seperti ini nah hadis itu terkadang lemah kemudian pembahasan sirah pembahasan tentang Tarikh dan sejarah perjalanan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya ada beberapa catatan misalkan ee apa namanya riwayat itu tidak sahih ini para ulama mereka menganggap bahwa yang semacam ini bisa ditoleransi ini jumhur mayoritas mengatakan demikian nah Artinya selama hadis itu tidak sahih Ee tidak lemah sekali masih bisa diamalkan dan masih bisa bukan diamalkan akan tapi diriwayatkan diriwayatkan terlebih ketika tujuan untuk menyampaikan hadis-hadis yang lemah itu untuk menjelaskan dan berbeda memang di zaman dulu dan zaman sekarang ketika para ulama seperti Ashabul kutubah misalkan orang yang Menuliskan buku-buku hadis yang menggunakan sanad Kenapa mereka masih menyebutkan hadis yang lemah pada buku-buku mereka dan mereka tidak komentari kalau mereka komentari aman maksudnya komentari hadis yang ini ni lemah begitu karena berarti sang Imam penulis buku itu ingin menunjukkan kelemahan hadis yang saya Sebutkan tetapi Sebagian ulama mereka menyebutkan hadis itu komentar sama sekali Nah disebutkan bahwa dalam asr riwayah atau masa-masa periwayatan hadis mereka rata-rata para masyarakat di zaman itu mengenal orang-orang yang disebutkan sanad sehingga jadilah dalam eh satu kaidah yang disebutkan oleh alkhatib Al Baghdadi rahimahullah Man asnada laka faqad ahalak orang yang menyebutkan satu Hadis bersama sanadnya dia sebenarnya sudah lepas tanggung jawab dan selesai tugas tinggal kamu sekarang kamu sudah instan nih tak kasihkan hadis ini bersama sanadnya tinggal kamu teliti ini sanad ini semuanya sahih apa enggak gitu istilahnya begitu kalau dulu para ulama atau masyarakatnya para ulama di zaman itu ketika banyak hadis diriwayatkan mereka kebanyakan kenal dan sanad itu belum panjang sehingga ketika di disebutkan bahwa hadis ini diriwayatkan dari Fulan dari gurunya Fulan dari gurunya Fulan mereka Langsung ngerti Oh ini yang meriwayatkan padahal orang ini terpercaya atau tidak orang ini pernah hafal kuat kemudian rusak setelah masuk menjadi seorang Hakim Dan Seterusnya nah mereka ngerti itu maka berlakulah seperti yang kita sebutkan tadi pernyataan dari alkhatib Al Baghdadi Man asnadakaq ah orang yang membuat atau menyebutkan hadis untukmu lengkap sanadnya dia sudah selesai tanggung jawabnya Sekarang giliranmu untuk mempelajari sanad itu tapi ala kullial yang jelas kesimpulannya Kita perlu dan sadar tentang kebutuhan kaum muslimin terhadap hadis-hadis yang sahih sehingga ee hadis-hadis yang lemah tidak terlalu penting untuk mereka ketahui apalagi kalau sampai sebuah hadis yang lemah sekali ya apalagi palsu nah di tengah pengajian masyarakat yang masih bertebaran hadis-hadis palsu dongeng-dongeng cerita yang tidak bisa dipastikan kebenarannya ini kita sayangkan ya kita sayangkan bahkan ketika kita juga bisa katakan turun tememurun Pengajian dari sejak anak SD sampai sekarang kadang-kadang di pengajian Kampung masih ada orang yang membawakan hadis itu Misalkan Nah ini kan memalukan sekali dan in kan juga yang mestinya kaum muslimin sudah lebih akrab dengan kisah-kisah ee yang sahih ya agar ee ada pencerahan dan ada edukasi dan biar kita lebih bisa khusyuk juga dalam masalah ibadah ini yang dapat kita pelajari semoga bermanfaat dan mudah-mudahan Allah kasih ee kesempatan melanjutkan pada pembahasan setelahnya tentang tidak bolehnya seorang berdusta atas nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam wallahuam bawab Sallallahu Alaihi Wasallam Nabina Muhammad wahbi ajmain Alhamdulillah jazakallah Khair kami sampaikan kepada Al Ustaz MH fatullah hafidakallah Ustaz Barakallah Fik W jaazakallah kir atas sejumlah Faidah dan juga Syarah dari eh poin-poin yang sangat bermanfaat di dalam mukadimah Sahih Muslim dan kami berikan untuk Sesi selanjutnya bagi akhwat dan akhwat fillah pemirsa Roja TV dan pendengar radio roja yang ingin bertanya dalam pembahasan ini kami persilakan diilin telepon 0218236543 dan pertanyaan via chat WhatsApp di 896543 kami akan angkat satu pertanyaan via WhatsApp terlebih dahulu Ustaz asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari pemirsa dan pendengar radio Roja di Jakarta pada pertemuan sebelumnya Ustaz menyampaikan ada beberapa perawiqat yang EE memiliki periwayatan dengan adanya tambahan pertanyaannya adalah Manakah yang lebih diunggulkan periwayatan dari azziadah dari perawi yang fqah apakah diterima diamalkan ataukah ditolak ee melihat adanya khilaf Manakah yang lebih dikuatkan dalam bab ini mohon pencerahannya jazakallah Khair W jazakumullah Kiran Iya ini masalah ziadatqah ya masalah ziadatqat dan para ulama ahli hadis mengatakan ziadatqat makbulah tidak masalah ya ziadat fqah itu eh apa namanya makbulah terutama jika seandainya tambahan itu tidak ee membuat makna hadis yang ditambahkan berubah Enggak ada masalah ya Bahkan seben sebarnya ee kalaupun ada beberapa hadis yang lemah ada hadis yang lemah ee dan ada tambahannya tetapi rupanya para fuqaha pun memakainya Ya menggunakannya maka lebih-lebih lagi dalam masalah ziadatusqah Enggak ada masalah seperti itu wallahuam bawab seperti contohnya hadis yang alm thahurun la yunajjisuhu air itu suci tidak akan dirubah menjadi najis kalau memang aslinya Suci illa Ar rihuhu launuhumuhu ya atau maam yarmuhu ruhu launuhu e dalam sebuah hadis dikatakan ini hadisnya sahih yang pertama almaunaju air itu suci dan tidak akan bisa dirubah menjadi najis dengan sesuatu apapun Nah ada beberapa riwayat yang lemah ada tambahannya tambahannya adalah kecuali kalau dirubah warna rasa dan baunya gitu Ini lemah tambahan ini tambahan Ini lemah karena memang perawinya Ee tidak terpercaya 100% alias ee kekuatan hafalannya lemah dan semacamnya ee akan tetapi para fuqaha mengatakan hadis ini disepakati semua ulama lemah tetapi tetap diamalkan isi nya tetap diamalkan isinya dan disepakati juga oleh para ulama begitu eah sehingga ada pembahasan air yang suci tetapi kok sampai kemasukan najis yang sampai berubah warnanya atau baunya juga menjadi bau bangkai dan seterusnya akhirnya ee apa tadi hadis yang sahih yang mengatakan air itu suci dan tidak bakal berubah menjadi najis karena kecampuran apapun nah ini sekarang para ulama pun mengatakan bahwa hadis yang sahih tadi tetap diamalkan kan dengan tambahan yang tidak sahih tadi Nah Adapun ee tambahan ziadatqa ya para ulama mengatakan bahwa ini dierima ada khilaf di antara para muhaddisin itu wajar sekali Nah wajar sekali karena ee sebagaimana pembahasan masalah fikih adalah masalah ijtihadiah termasuk juga dalam masalah menerima satu hadis seorang Rawi atau menolaknya merupakan masalah ijtihadiah barakallahu fikum Nam jazakallah Khair warakallah Fik demikian pendengar dan pemisraaj TV baik kita akan berikan kesempatan F telepon di 0218236543 bagi Anda yang baru bergabung dalam pembahasan e mukadimah Sahih Muslim kita angkat untuk penelepon yang pertama silakan Halo Nam silakan bab terputus kami angkatb mohon maaf terputus Silakan dicoba kembali di l telepon 021823 6543 kami angkat Pertanyaan selanjutnya Ustaz dari pesan chat WhatsApp ada beberapa pertanyaan yang sama Asalamualaikum warahmatullah jazakullah Khair atas faedah ilmu yang disampaikan Ustaz wabarakallah Fik pertanyaannya Apakah yang membedakan antara atau perbedaan apakah antara Sahih Muslim dan sahih Bukhari dari sisi pemilihan perawinya atau dari sisi ee ya pemilihan ahli hadis yang tercantum di dalam ee kitab kedua kitab tersebut mohon penjelasannya Apakah yang membedakan keduanya sehingga memiliki bobot dan EE penilaian yang berbeda di di kalangan para ulama Nam baik para ulama menyebutkan seperti yang diseautkan oleh alhafiz hajar rahimahullah bahwa perawi yang disebutkan oleh Imam Bukhari dalam sahihnya lebih ketat lebih ketat dan mereka dikatakan termasuk eh darajatul Ula istilahnya orang level tertinggi kemarin kita sebutkan Sebagai contoh untuk bandrol dan eh standar untuk mengetahui bagaimana sih perbedaan antara Imam Bukhari dan imam muslim dalam memilih perawi dicontohkan seperti ada seorang ulama namanya Ibnu syihab az-zuhri Ibnu syihab az-zuhri beliau seorang ulama ahli hadis meninggal tahun 124 Hijriah nah beliau ini dikenal sebagai simbol ee ahli hadis di zamannya beliau punya murid yang banyak punya murid yang banyak kemudian ee masing-masing dari murid ini bertingkat-tingkat kemampuan hafalannya dan juga semangat dalam menimba ilmunya semakin kuat hafalannya semakin cerdas kemudian semakin sering untuk mengikuti kajian Imam Ibnu syihab azzuhri baik itu ketika tinggal di kota Madinah maupun ketika perjalanan ke luar negeri maka mereka otomatis akan menempati posisi tinggi sekali bahwa dia paling paham terhadap hadis-hadisnya Ibnu syab azzuhri kemudian ada level di bawahnya orang yang tidak terlalu pandai meskipun dia mutkin juga gitu Hafiz juga Tetapi dia tidak Sepandai level pertama ditambah lagi dia tidak sesering orang-orang pertama dalam mengikuti kajian Ibnu syihab az-zuhri maka mereka hadisnya atau hadis yang mereka riwayatkan dari az-zuhri diterima juga hanya saja tidak sama dengan level yang pertama Nah dari level pertama ini Imam Bukhari kebanyakan meriwayatkan dari mereka ada beberapa riwayat yang diambil dari level kedua tapi sedikit imam muslim rahimahullah banyak meriwayatkan dari level 2 ada yang diriwayatkan dari level yang atas Meskipun tidak sebanyak Imam Bukhari begitu maksudnya nah sehingga tingkatan dari ee kualitas para perawi itu memang berbeda ini yang pertama yang kedua Imam Bukhari rahimahullah dalam masalah hadis muan’an dan diriwayatkan oleh seorang mudalis mudalis itu orang yang suka mengkaburkan lafaz atau mengkaburkan periwayatan contohnya ada orang yang suka mengkaburkan riwayat saya mendengar hadis dari Fulan saya Afwan saya meriwayatkan hadis dari Fulan tiik dari Fulan ini siapa ini ini karena sang murid dikenal dia suka mengkaburkan jalur periwayatan Oh Saya dengar dari itu eh ternyata bukan dari itu tapi dari orang lain dari ini kenapa ya dia sengaja hilangkan contoh misalkan ada seorang ee muhaddis atau ulama ahli hadis ee dia meriwayatkan dari ee gurunya Nah dia langsung mengatakan saya riwayatkan dari gurunya ini padahal sebenarnya dia tak riwayatkan dari itu dia riwayatkan dari salah satu murid senior dari gurunya tapi murid senior ini tidak disebutkan kenapa karena murid senior Ini lemah misalkan hafalannya lemah hafalannya dia suka kayak gitu suka menghilangkan murid-murid Yang Lemah atau guru-guru yang lemah Maksudnya guru-guru yang lemah dia suka hilangkan lalu dia mengatakan saya dengar hadis dari guru saya atau saya meriwayatkan hadis dari guru saya an gitu an an an gitu Itu namanya hadis muananah sementara yang meriwayatkan adalah seorang mudalis mudalis itu yang saya mengkaburkan itu tadi yang suka mengkaburkan dalam mazhab Imam Bukhari kalau ada seorang mudalis yang suka mengkaburkan riwayat tadi itu ee dia meriwayatkan dari seorang guru maka ee Imam Bukhari mengatakan saya tidak akan terima riwayat dia sampai betul-betul sang murid ini bisa dipastikan ketemu sama gurunya harus ketemu sama gurunya meskipun ketemunya nya cuman sekali tetapi membuat Imam Bukhari tenang bahwa hadis yang diriwayatkan oleh sang murid ini betul-betul didengar dari gurunya bagaimana faktor yang menunjukkan bahwa ini betul-betul mendengar dari gurunya pernah ada bukti ini ketemu gu imam muslim Bagaimana imam muslim mengatakan ee kalau seandainya murid dan guru itu tinggal di satu zaman maka enggak harus ketemu sudah dipercaya kayak contohnya misalkan contohnya sekarang ada orang yang ini hanya contoh saja Ini bukan apa adanya ya Nah contohnya ada orang yang tinggal di Indonesia gak pernah ke Saudi dia enggak pernah ke Saudi kemudian ada ahli hadis Saudi dan kita sama-sama tinggal di tahun-tahun ini menurut imam muslim rahimahullah ini sudah cukup untuk mengatakan bahwa orang itu bisa bersambung riwayatnya dari sana Kenapa karena hidup sezaman istilahnya namanya muasarah tinggal di satu zaman Imam Bukhari gak saya tidak akan terima riwayat itu sampai betul-betul kelihatan orang ini memang betul pernah ketemu sama guru itu kalau enggak ketemu meskipun tinggal satu zaman gak cukup Nah begitu nah ini yang membuat sahih Bukhari lebih ketat lebih ketat dan pilihan-pilihan guru-gurunya lebih selektif ini yang kedua yang ketiga ee Imam Bukhari dan imam muslim ketika menyusun hadis-hadis yang sahih bukan berarti bebas tanpa kritikan lewat jalur bebas dan tidak ada yang EE sama sekali eh membantah ada yang membantah di antaranya addara qutni rahimahullah addaraqutni beliau mengkritik beberapa hadis dalam sahih Bukhari sebagaimana beliau mengkritik hadis-hadis dalam Sahih Muslim ya Kenapa dikritik bisa jadi eh Imam addarni rahimahullah beliau meninggal tahun 130 eh Afwan 385 ya artinya sekitar 100 tahun setelah Imam Bukhari dan Muslim beliau menilai bahwa Imam Bukhari yang katanya sudah betul-betul komitmen untuk menyebutkan riwayat-riwayat seperti ini imam muslim juga komitmen untuk meriwayatkan ee akaran perawi yang seperti ini tapi kenapa ada seorang perawi yang levelnya di bawahnya masih diriwayatkan di kitab sahih itu mestinya enggak pantes gitu akhirnya dikritik oleh adaraquin rahimahullah hadis ini keliru hadis ini apa gitu nah kesimpulannya apa kritikan adarqutni dan semua ulama yang mengkritik dalam sahih Bukhari rata-rata salah kritikannya Imam Bukhari beliau ee apa namanya ini disebut oleh Hafiz hajar kritikan para ulama yang disandarkan kepada Imam Bukhari ini salah kritikannya yang salah sementara kritikan yang disampaikan kepada imam muslim rahimahullah ada yang benar ada yang benar sehingga memang ee beberapa riwayat dalam Sahih Muslim ini memang perawinya Ee tidak sampai mencapai level yang mestinya oleh imam muslim dipilih gitu mereka lebih rendah dari level yang mestinya dijadikan patokan oleh imam muslim Nah dari sisi ini akhirnya Imam Bukhari jauh di atas imam muslim begitu ditambah lagi Sebenarnya imam muslim adalah muridnya Imam Bukhari seperti itu wallahuam bawab n Ustaz Alhamdulillah jazakallah Khair atas jawaban dan EE faedah ilmu yang disampaikan semoga ini menjadi pencerahan bagi yang bertanya jazakallah Khair baik kami angkat kembali Pertanyaan selanjutnya dari pemirsa dan pendengar ruja di Tasikmalaya dan ada ada beberapa pertanyaan berkaitan dengan satu riwayat hadis yang menyebutkan bahwasanya disantet atau terkena sihir oleh EE lubait alam Ustaz pertanyaannya Apakah derajat daripada hadis rasul terkena sihir ini sahih karena masih ada sebagian kaum muslimin yang meyakini bahwa ini tidak akan terjadi kepada Rasulullah yang Maksum dan terjaga mohon ee nasihat dan pencerahannya berkaitan dengan pertanyaan ini dan syubahat ini jazakallah Khair W jazakumullahu Khairan baik eh hadis yang menyebutkan tentang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tersihir sahih beliau yukhayyalu ilaihi annahu Yati ahlahu wala Yati seolah-olah beliau ini menghubungi atau berhubungan dengan istrinya padahal tidak sehingga beliau capek sekali dan EE beliau ee sampai dikatakan disihir melalui ee rambut yang berada pada sisir kemudian sisir itu dimasukkan ke dalam sumur dan airnya menggenang seperti campuran air yang dikasih hinna atau pacar dan dimasukkan ke dalam ee ee sumur ee kemudian ee Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam mengerti dari malaikat yang berbicara dan berbincang dan dalam hadis yang sahih disebutkan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berdoa daa tumma da’a tumma daa beliau berdoa terus berdoa terus sampai akhirnya Allah Azza walla kabulkan untuk disembuhkan itu dan beliau berbicara kepada Aisyah radhiallahu anha bahwa yang selama ini Aku minta kepada Allah akan segera dikabulkan sehingga diketahui bahwa Siapa yang menyihir Kemudian dari apa media untuk ee penyihiran beliau seperti itu dan itu sahih dan ada hikmahnya bisa jadi karena setelah itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian ee mengajarkan untuk ee beristiazah ee membaca surah almuawidzatain ya almuawidain Qul Azu Falaq qulzubirabbinnas ada mengatakan ditambah dengan al-ikhlas nah ini di antara cara untuk menanggulangi sihir dan Nabi Sallallahu alaii wasallam sudah terkena dan ini tidak mengganggu kemaksuman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak mengganggu terjaganya beliau dan memang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terjaga akan tapi toh ternyata Beliau juga tertusuk panah di apa namanya giginya rompol Kemudian beliau juga ee dituduh keluarganya artiya keluarganya dituduh berzina dan semacamnya ini tidak mengganggu Wasallam ee para ulama yang menyatakan tentang Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam adalah seorang yang Maksum ee mereka mengatakan bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam akan terjaga oleh Allah dari berbagai hal pertama tidak mungkin Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam berdusta dalam menyampaikan risalah dalam menyampaikan risalah beliau tidak akan berdusta jadi beliau Maksum dari sifat ini Kemudian yang kedua Beliau juga tidak akan salah dalam menyampaikan risalah kemudian yang ketiga beliau tidak akan ee melakukan dosa besar Kemudian beliau juga tidak akan kesyirikan Adapun dosa kecil Sebagian ulama mengatakan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam terkadang masih melakukan akan tetapi Allah a wall akan tidak membiarkan Allah Azza wajalla akan tegur Kemudian dari teguran itu justru berubah menjadi istigfar atau menjadi toubat yang akhirnya menjadikan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tambah derajat nah ini yang disebutkan oleh para ulama tentang kemaksuman beliau dan disebutkan dalam buku-buku yang ditulis oleh para ulama seperti ismatul Anbiya ya Ee kemaksuman para nabi dan termasuk di antaranya maksumnya Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam belia Belu tidak bakal berdusta atau salah dalam menyampaikan risalah Kemudian beliau tidak akan melakukan kesyirikan tidak akan melakukan dosa besar dan sebagaimana beliau kalaupun harus terjerumus ke dalam dosa kecil itu pun tidak akan dibiarkan dan langsung Allah Azza waalla tegur kemudian berubah menjadi sebuah istigfar atau Taubah itu yang dimaksudkan wallahuam bawab jazakallahirakallah atas Faidah dan jawaban yang disampaikan kami angkat kembali Pertanyaan selanjutnya wabarakatuh Ustaz Bagaimanakah ee derajat hadis yang berkaitan dengan karamah dan e mukjizat yang seringkiali disampaikan di dalam majelis-majelis ilmu tentang saksiah Syekh Abdul Qadir Jailani rahimahullahu taala di antara yang disampaikan eh ketika Syekh Abdul Qadir dihadapkan dengan eh sebuah cahaya dan dikatakan anukak aku halalkan kepada engkau apa yang aku haramkan kepada selainmu periwayatan ini seringkali disampaikan di dalam majelis majelis eh kisah karamah Syekh Abdul Qadir Jailani ee mohon nasihatnya Ustaz Apakah karamah atau kemuliaan tersebut benar adanya dari hadis-hadis yang sahih Kir jazakumullahu Khair Syekh Abdul Qadir aljailani rahimahullah ada seorang ulama Ahlus sunah beliau seorang yang saleh dan Alim dan justru dari situ banyak orang yang berlebih-lebihan dalam menyebutkan keungkulan beliau bukan beliau melakukan kebidahan yang banyak yang ini salah dipahami oleh kebanyakan masyarakat Kemudian yang kedua beliau ini bukan orang yang tinggal di generasi Salaf beliau tidak tinggal di zaman Khulafaur Rasyidin tabiin dan tabitabiin bukan beliau justru belakangan Kalau tidak salah ingat beliau ini salah satu gurunya syekhul Islam Taimiyah atau yang semacamnya ya artinya beliau termasuk orang yang hidup setelah tahun 500 sehingga Ee tidak diriwayatkan secara bersanad apa yang terjadi pada diri beliau kalau ada orang yang menceritakan tentang ituitu semua rata-rata disebutkan tanpa sanad rata tanpa sanad maka ee sebenarnya orang justru yang menceritakan itu perlu memastikan keotentikan kisahnya ya Kemudian yang kedua ee yang menjadi patokan adalah dalil bukan kisah personal ketika ada orang yang Saleh kemudian dia bermimpi atau didatangi atau Atau Dia memiliki ee pengalaman spiritual perjalanan religi dan semacamnya maka itu bukan dalil dalam ibadah maka termasuk dalam meyakini ee derajat dan kesalehan seseorang seorang pun tidak memahami dari keanehan dan perbedaan tingkat dalam ibadah maka ada perkataan Masyur dari Imam Syafi’i rahimahullah ketika keka beliau mengatakan Kalau engkau melihat ada orang berjalan di atas air atau terbang di atas angin maka engkau tidak boleh gampang tergiur dan terpana atau tertipu Sampai engkau mengukurnya dengan al-qur’an dan sunah ini pernyataan yang masyhur dari Imam Syafi’i rahimahullah sehingga ee pembicaraan kita lebih luas dari Syekh Abdul Qadir Jailani rahimahullah atau yang lain ya Selain beliau ketika satu amal yang dikerjakan tidak sesuai dengan dalil maka kita tidak eh ikuti ya dan para ulama menyebutkan bahwa perkataan ulama itu bukan yustadallu bihi walakin yustadallu lahu dan perkataan para ulama itu harus dikuatkan dengan dalil bukan dijadikan dalil Adapun dalil adalah Alquran dan hadis baru Dengan pemahaman para ulama Salaf Adapun perkataan seorang Alim maka ini perlu ditopang dan didukung dikuatkan dengan sebuah dalil ala kullial eh apa yang dinukil EE tentang karamah beliau rahimahullah banyak berlebihannya apalagi sampai jika seandainya ee disebutkan tentang ee hal-hal yang bersifat rububiyah Allah Azza waalla yang sifatnya merupakan hak progratif dan wewenang Allah dalam menurunkan hujan Meni kan angin membagi rezeki dan semacamnyaah ini harus hati-hati seorang dalam menyampaikan tidak boleh secara gampang tanpa merasa ada konsekuensi dari kata-kata itu adapun tadi yang sampai disampaikan bahwa beliau didatangi oleh apa sebuah cahaya lalu Dikatakan ee apa aku halalkan untukmu sesuatu yang aku haramkan untuk selain kamu wah ini bahaya sekali nah ini bahaya sekali maksudnya apa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam beliau salat bersama kaum muslimin dan beliau bahkan ee menjauhi beberapa hal yang mubah Seperti contohnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak makan DOB DOB itu semacam kayak kadal tapi kadal Arab ya istilahnya itu karena tinggal di padang pasir itu Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tidak suka makan itu padahal itu mubah dan dimakan oleh khadid bin Walid radhiallahu Anhu bukan berarti malah kebalikannya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam makan sesuatu yang diharamkan untuk umatnya tidak seperti itu ya maka ee pernyataan tadi itu ee bisa berbahaya sekali bisa ee merusak akidah kaum muslimin maka Tidak sepantasnya untuk di jadikan pedoman dan Intinya kita ee berpegang saja pada setiap amal ibadah yang akan kita kerjakan harus ada dalilnya itu selesai Insyaallah Barakallah Fik Barakallah Fik jazakallahir atas e jawaban dan nasihat yang disampaikan dan ini merupakan pertanyaan kami terakhir Ustaz pada malam kesempatan malam ini sebagai ikhtitam serta kesimpilan kajian ee malam ini silakan Ustaz barakallahu fikum ikhwah sekalian eh insyaallah pada kesempatan yang akan datang Ee Kita akan melanjutkan tentang masalah bahayanya seeorang berdusta atas nama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam tadi kita sebutkan sebagai mukadimah bahwa imam muslim rahimahullah menyebutkan hadis tentang larangan untuk menyebutkan ee hadis yang lemah yang kira-kira disinyalir ada kelemahannya Bagaimana kalau sampai ada orang yang bersengaja ya mendustakan hadis yang dinisbatkan kepada Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam maka eh seorang berhati-hati dari pembicaraan apalagi menisbatkan satu pembicaraan kepada Khairul Basyar orang yang paling baik dan kita cintai dan kita jadikan panutan Semoga kita bisa mengikuti dan memahami dan juga bermanfaat apa yang kita pelajari wallahuamwab Shallallahu wasall abdiiuli Nabi Muhammad abbilamin jazakah kir kami sampaikan kepada Al Ustaz Dr hasanyatullah Ma hafakallahu taala ya atas keluangan waktu faedah ilmu yang bermanfaat dan juga kajian di kesempatan malam ini Insyaallah kita akan Sambung kembali kesempatan pekan yang akan datang dan pemirsa dan pendengar R rja demikian kajian dan pembahasan dari mukadim Sahih Muslim sejumlah Faidah yang sangat banyak kita dapatkan dari beberapa uraian dan Syarah yang beliau sampaikan dan Insyaallah kita akan Sambung kembali di kesempatan Kamis yang akan datang kami mohon maaf Ada sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi tidak bisa kami ajukan karena keterbatasan waktu yang ada Anda bisa sampaikan kembali pertanyaan dalam kajian mukadimah Sahih Muslim di kesempatan Kamis yang akan datang Insyaallah di pukul 00 sampai dengan selesai demikian dan semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kita Taufik dan hidayah untuk memahami ilmu yang kita pelajari dan juga mengamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari jazakallah Khair kami akhir dengan kafatul majelis subhanakallahum wabihamdik asadu Alla ilahailla Anta astagfiruka waubua alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh
Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah, M.A. – Muqaddimah Shahih Muslim
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply