Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny – Shahih Fiqih Sunnah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

tentunya kita mohon kepada Allah subhanahu wa taala di pagi hari ini Allah memberikan kepada kita kemudahan dan keberkahannya untuk kita semua allahum amin Ik Islam Az Allahu wakum kembali kami hadirkan untuk anda semua satu kajian ilmiah dari pembahasan kitab sahih fikih sunah dan Insyaallah akan dibahas oleh guru kita Al Ustaz alfadil Dr Musyafa addarini Ma hafidullahu taala dan kali ini beliau akan membahas tentang larangan-larangan dalam salat berjamaah tentunya ini satu kajian yang sangat bermanfaat kita semuanya untuk kita ketahui dan kita amalkan agar kita terhindar dari larangan-larangan dalam salat berjamaah ikama Az Allah wakum setelah kajian disampaikan oleh Beliau kami buka sesi interaktif soal jawab dengan pembahasan pertanyaan yang sesuai dengan pembahasan yang disampaikan untuk Anda yang bertanya secara langsung bisa menghubung kami di 021823654 t ataupun Anda dapat bertanya menchat wa di 0819896543 Alhamdulillah kami telah terhubung dengan beliau dan untuk selanjutnya kita bersama kajian ini dan kepada Ustaz kami persilakan F tafadol maskuran asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh wa naudzubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati amalinaahdihillahu Fala mudillalah Wam yudlil Fala hadialah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa Anum muslimun Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kalian kepada Allah subhanahu wa taala dengan takwa yang sesungguhnya dan jangan sampai kalian Mati kecuali dalam keadaan Islam asqal had kitabullah wakhairal Huda Huda Muhammadin Sallallahu Alaihi Wasallam wasaral umuri muhdatata fana muhdtin bidah waa bidatinalah Watin finar jemaah sekalian kaum muslimin dan kaum muslimat ikhwati wa akhwati Fillah aanallahu um Alhamdulillah segala puji terus kita panjatkan kepada Allah subhanahu wa taala yang terus memberikan nikmat-nikmatnya kepada kita semuanya kita diberikan nikmat Islam nikmat Iman nikmat sehat dan nikmat-nikmat yang lainnya yang tidak mungkin kita sebutkan semuanya nikmat-nikmat tersebut menuntut kita untuk bersyukur kepadanya karena memang itulah perintah darinya waskurumatallah inkuntum iyahu ta’budun syukurilah nikmat Allah bersyukurlah atas nikmat-nikmat Allah apabila hanya kepadaNya kalian beribadah Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita hamba-hambanya yang pandai mensyukuri nikmatnya sehingga kita dapat pahala kita juga dapat manfaat terjaganya nikmat itu dan kita juga mendapatkan tambahan nikmat-nikmat yang lainnya amin amin yaabbalamin selawat dan salam keberkahan dan kenikmatan Semoga selalu terlimpahkan dan tercurahkan kepada nabi Agung Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam nabi yang sangat kita cintai nabi yang sangat kita Junjung tinggi nabi yang menjadi Teladan Kita dalam menjalani hari-hari mudah-mudahan selawat salam keberkahan dan kenikmatan tersebut juga terlimpahkan kepada seluruh keluarga beliau seluruh sahabat beliau dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti beliau dan para sahabatnya dengan baik hingga hari akhir nanti ikhwati Wa akhwati fillah rahimana warahimakumullah Pada kesempatan kali ini kita akan membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan salat berjamaah ya pembahasan kita tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan salat berjamaah masalah-masalah yang berkaitan dengan salat berjamaah ini banyak dan yang akan kita bahas hanya sebagian saja yang pertama para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah masalah sutrah di beberapa pertemuan yang sebelumnya kita pernah membahas masalah sutrah ini apakah sutrah itu wajib sebagaimana disebutkan oleh Sebagian ulama ataukah sutrah itu sunah sunah muakkadah sebagaimana disebutkan oleh mayoritas ulama dan pada pembahasan itu kita menguatkan pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama bahwa Sutra dalam salat itu sunah muakkadah tidak sampai derajat wajib Tapi sangat dianjurkan sekali mendekati derajat wajib yang kita bahas saat ini adalah sutrahnya Imam itu menjadi sutrah bagi makmum nya sutrahnya Imam itu menjadi sutrah bagi makmumnya sehingga ketika imam kita sudah menghadap ke sutrah maka makmum tidak perlu lagi memakai atau menggunakan sutrah makmum tidak perlu lagi menggunakan sutrah karena sutrahnya Imam itu sudah mencukupi bagi makmumnya baik Bagaimana kalau ada orang yang berjalan di depan makmum Apakah makmum harus menghadangnya jawabannya tidak harus menghadangnya jadi orang boleh berjalan di belakang makmum dia tidak boleh berjalan di belak afon orang tidak boleh eh orang boleh berjalan di depan makmum ya Yang salat di belakang imam dan dia tidak boleh berjalan di depan Imam sampai sutrahnya kalau di di depan sutrahnya Imam maka dibolehkan baik para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah di sini ada hadis yang diriwayatkan kan dari sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma Beliau mengatakan akbaliban Atan wbi shallallallahu Alaihi wasallamusi Bin pernah datang dengan menunggangi kadai ketika itu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat bersama manusia tanpa menghadap ke dinding berarti tidak menghadap ke sutrah jugauu maka aku pun berjalan di depan sebagian safnya makmumazaltual fakaltu F falam yunkir alaiya Ahad ya jadi sahabat Ibnu Abbas ini naik keledainya kemudian melewati depan sebagian safnya makmum yang ketika itu salat bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setelah melewati sebagian saf ini maka sampailah Sabit IBN Abbas di penghujung saf dan beliau melepaskan keledainya untuk makan rumput dan setelah itu sahabat IBN Abbas radhiallahu anhuma ikut salat bersama sahabat-sahabat yang lainnya dan tidak ada seorang pun sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang mengingkari hal ini begitu pula Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Beliau juga tidak mengingk dari apa yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma ini menunjukkan bolehnya hal itu kalau hal itu tidak dibolehkan tentunya ada yang mengingkari dan yang ikut bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu jumlahnya sangat banyak ya karena ini terjadi di peristiwa Haji wadnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan kita tahu para sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu sangat bersemangat sekali dalam berhaji bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam ketika itu Itulah haji yang pertama bagi Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam itu juga haji yang terakhir bagi beliau yang mengikuti banyak sekali ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengimami manusia di mina maka kemungkinan besar yang salat bersama beliau ketika itu sangat banyak sekali tidak ada satuun dari mereka yang mengingkari Apa yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Abbas beliau naik keledai melewati sebagian saf kemudian baru salat bersama para jemaah makanya kalau misalnya ada orang melewati depan saf kita dan kita saat itu menjadi makmum maka tidak perlu kita ya cegah ya tidak perlu ada ya tindakan mencegah orang tersebut kecuali ya kalau alasannya itu alasan lain ya bukan alasan ibadah misalnya kita punya barang berharga yang ada di depan kita kalau diinjak langsung rusak misalnya misalnya kita meletakkan HP ada orang mau jalan di depan kita ya kita khawatir nanti malah HP kita diinjek sehingga rusak Maka ya kita ya Kasih tanda atau kita cegah bukan untuk tujuan ibadah tapi untuk melindungi barang kita yang yang berharga tersebut yang dikhawatirkan rusak begitu pula ya ada beberapa orang meletakkan kacam matanya di depan Maka ya boleh lagagi dia untuk memperingatkan orang tersebut agar berhati-hati ketika lewat di depannya karena ada kacamata yang harus dijaga begitu pula orang yang ingin lewat di depan saf ya jangan terburu-buru ya yang akhirnya merusak banyak barang para jemaah karena keinjek-injek kalau ingin melewati saf ya maka harus berhati-hati karena di sana ada barang-barang jemaah yang diletakkan di depan ee mereka yang harus dijaga para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah Adapun Imam maka dia harus berusaha semaksimal mungkin ya dia harusnya saya tidak mengatakan wajib Tapi harusnya berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah siapun yang lewat di depat di depannya sampai ke sutrah yang dia letakkan di depannya Hal ini berdasarkan hadis dari Amr IBN syaib dari ayahnya dari kakeknya Beliau mengatakan Ma ahu Alaihi wasamirah yakni Fa jidarublatan wahn khf kami pernah turun bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dari tempat yang disebut at azakir lalu datanglah waktu salat Kemudian beliau salat menghadap ke sutrah dan kami berada di belakang beliau maka datanglah anak domba yang kecil ingin lewat depan beliau ingin lewat depan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam padahal beliau sedang menjadi imam dalam salat maka Rasulullah sahu Alaihi Wasallam terus berusaha untuk mencegah domba kecil ini agar tidak melewati depan ee beliau tapi karena ya namanya domba dicegah masih terus ingin lewat sampai-sampai akhirnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maju ke depan maju ke depan sampai menempel di dinding yang ada di depan beliau yang beliau jadikan sebagai Sutra beliau tempelkan sampai yang disebutkan di sini Hatta beliau menempelkan perutnya ke dinding itu agar apa agar domba ini enggak melewati depan beliau ketika salat sedangkan beliau menjadi imam dan akhirnya domba kecil tersebut ya melewati belakang Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Lihatlah Bagaimana semangat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam untuk menghalangi hewan tersebut ketika akan melewati depan beliau saat sedang salat maka seb sebagai seorang Imam Ya kita harus mengambil contoh ini berusaha semaksimal mungkin untuk tidak dilewati oleh sesuatu pun Mungkin ada yang bertanya Ustaz Bagaimana dengan anak kecil Apakah bisa disamakan dengan domba wallahuam lebih hati-hatinya demikian lebih hati-hatinya Demikian Ya sebagaimana domba tidak berakal ya anak kecil juga masih kurang akalnya ketika ingin melewati depan Imam maka I harusnya ada semangat untuk menghalanginya hanya saja ya kita harus berhati-hati ketika ee menghalangi anak kecil yang ingin lewat di depan Imam ya depan kita ketika kita sebagai seorang Imam karena bisa Jadi kalau tidak hati-hati mudarat yang lebih besar malah terjadi ya kalau kita tidak hati-hati dalam hal ini bisa jadi menimbulkan mudarat yang lebih besar misalnya anaknya malah jatuh ya Ee jatuhnya berbahaya bagi dia ini harus di dipertimbangkan kalau misalnya yang dicegah itu anak kecil ya maka Ee Kita harus mencegahnya dengan dengan lembut ya karena kalau kita mencegahnya dengan tiba-tiba kemudian anak tersebut jatuh kemudian ee mengenai kepala dan dan benturannya keras maka ini akan menimbulkan mudarat yang yang lebih besar wallahu taala alam ba Ini yang berkaitan dengan sutrahnya Imam adalah sutrahnya makmum sutrahnya Imam adalah sutrahnya makmum masalah yang kedua adalah masalah menjaharkan basmalah ketika salat jahriah Apakah disunahkan menjaharkan Basmalah di salat jahriah ketika akan membaca al-fatihah ataukah sunahnya dilirihkan ya dan mohon dipahami Bahwa masalah ini Ini masalah yang ber beda dengan masalah apakah Basmalah itu ayat dari al-fatihah ataukah tidak ya jadi masalah menjaharkan Basmalah atau tidak atau melirihkannya Ini masalah lain bukan masalah apakah itu ayat dari al-fatihah ataukah itu bukan ayat dari Alfatihah Kenapa karena menjaharkan ini tidak ee berkaitan langsung dengan masalah tersebut nyatanya kata-kata Amin Itu bukan bagian dari al-fatihah tapi dijaharkan ya kata-kata amin itu bukan dari al-fatihah Tapi dijahirkan sebaliknya Basmalah ada yang mengatakan itu bagian dari al-fatihah tapi dia mengatakan sebaiknya dilirihkan maka ya harus dibedakan dua masalah ini masalah apakah Basmalah itu bagian dari al-fatihah ataukah tidak ini Masalah yang dibahas ee oleh para ulama ada masalah yang kedua apakah EE membaca basmalah itu sunahnya dijaharkan atau dilirihkan maka ini masalah lain para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah dalam masalah ini ada dua pendapat pendapat yang pertama pendapat yang mengatakan bahwa untuk membaca basmalah ketika akan membaca al-fatihah maka sebaiknya dilirihkan ya sebaiknya dilirihkan ini pendapatnya para ulama dalam mazhab Hambali ini juga pendapatnya para ulama dalam mazhab Hanafi ini juga pendapat yang dipilih oleh syyaekhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ini juga dikatakan oleh at-tirmidzi sebagai pendapat mayoritas ulama Imam at-tirmidzi mengatakan wa alaihil amal Akari ahlil ilm Min ashabin nabi shallallallahu Alaihi Wasallam Wan ba’dahum minabiin ini yang dipraktikkan oleh mayoritas ulama dari sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan orang-orang yang datang setelahnya dari kalangan tabiin minhum Abu bakrin wa Umar wa Utsman wa ali di antara para sahabat yang berpendapat dengan pendapat ini adalah para khulafa al-arba ya jadi empat khalifah setelah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam berpendapat dengan pendapat ini wakarahu IBN mundir Ibni masudin Wn Zubair wa Ammar radhiallahu anhum ajmain Ibnu Mir mengatakan bahwa ini juga pendapatnya sahabat IBN Mas’ud sahabat Ibnu Zubair dan sahabat Ammar radallahu anhum ajmain wri Wn Mubarak ini juga pendapat yang dipilih oleh Imam alauza imam attauri dan Imam Ibnu Mubarak di sini terlihat bahwa pendapat ini pendapat mayoritas ulama ya dari mulai zaman sahabat sampai zaman tabiin dan biasanya kalau pendapatnya mayoritas sahabat mayoritas tabiin biasanya adalah pendapat yang yang sangat sangat kuat Apa dalil yang menguatkan pendapat ini yang pertama kita hanya bisa menyebutkan sebagiannya ya hadis dari sahabat Anas IBN Malik radhiallahu Anhu Beliau mengatakan Anan nabi shallallallahu Alaihi Wasallam wa aba bakrin wa Umar Kanu yaftatihunah bilhamdulillahi rabbil alamin bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam Abu Bakar dan Umar dahulu membuka salatnya dengan ucapan Alhamdulillahi rabbil alamin dalam riwayat Muslim Dar sahabat Anas IBN Malik radhiallahu Anhu disebutkan shitu Ma rasulullahi shallallallahu Alaihi Wasallam wa Abi bakrin wa Umar wa Utsman falam asma ahadan minhum yaqra Bismillahirrahmanirrahim aku pernah salat bersama Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Aku juga aku juga sudah salat bersama sahabat Abu Abu Bakar sahabat Umar sahabat Utsman dan aku tidak mendengar dari seorang pun dari mereka aku tidak mendengar dari seorang pun dari mereka dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sahabat Abu Bakar sahabat Umar sahabat Utsman yang membaca bismillahirrahmanirahim ya riwayat Muslim ini lebih tegas ya daripada riwayat yang sebelumnya ya yang EE diriwayatkan oleh Bukhari Muslim riwayat muslim yang ini jelas menunjukkan bahwa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sahabat Abu Bakar sahabat Umar dan sahabat Utsman tidak mengeraskan bacaan bismillahnya ya tidak mengeraskan bacaan basmalahnya iba Aisyah radhiallahu anha Beliau juga mengatakan Kana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yastaftihusata bitt takbir walqiraata bilhamdulillahi rabbil alamin dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam itu membuka salatnya dengan takbir Takbiratul ihrram dan membuka bacaannya dengan Alhamdulillahi rbil Alamin Ya meskipun ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan Alhamdulillahi rabbil alamin itu Bukan Tanpa membaca basmalah Tapi maksudnya mengawali bacaannya dengan Surah al-fatihah tapi zahirnya menunjukkan bahwa beliau tidak membaca Alfatihah Ee tidak membaca basmalah Zahir dari riwayat ini beliau tidak membaca basmalah sebagaimana ditegaskan dalam riwayat ee dari sahabat Anas IBN Malik radhiallahu anhuam asma ahadan minhum yaq Bismillahirrahmanirrahim Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim baik ada juga hadis lain yang menunjukkan ya bahwa ee ketika mengeraskan bacaan al-fatihah maka Ee basmalahnya tidak dikeraskan ya itu Hadis Qudsi bahwa Allah subhanahu wa taala mengatakan W Abdi nisfain Abdi masal aku telah membagi salat yang dimaksud dengan salat di sini adalah al-fatihah yang dimaksud dengan salat di sini adalah Alfatihah ini menunjukkan betapa intinya al-fatihah dalam salat bahwa Alfatihah itu sesuatu yang sangat inti di dalam salat kita sampai sampai Alfatihah disebut sebagai salat masal aku telah membagi Alfatihah yang di hadis ini disebut sebagai salat menjadi eh Antara Aku Dengan hambaku menjadi dua bagian dan untuk hambaku apa yang dia minta alhamdulillahbilamin maka apabila seorang hamba membaca Alhamdulillahi rabbil alamin qallahu taala hamidani Abdi maka Allah subhanahu wa taala mengatakan hambaku telah memujiku sampai akhir hadiah maka di sini ya kita bisa memahami bahwa Basmalah Itu bukan bagian dari al-fatihah ketika Basmalah bukan bagian dari al-fatihah maka ee sangat ee pantas apabila dibedakan cara bacanya yang satunya dilirihkan yang satunya dikeraskan namun ya Ee Ana melihat pendalilan yang terakhir ini kurang kuat ya dari sisi masalah menjaharkan itu beda dengan masalah apakah itu bagian dari al-fatihah ataukah tidak karena ada juga amin dijaharkan tapi kita tidak mengatakannya sebagai bagian dari al-fatihah jadi masalah menjaharkan ini sebenarnya masalah mengikuti tuntunan Apakah dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjaharkannya ataukah tidak itu Yang lebih Yang lebih menentukan tapi kalau ini bagian dari al-fatihah ataukah tidak maka kurang mempengaruhi masalah ini ya kurang berpengaruh dalam masalah ini karena ternyata ada yang dijaharkan dan Itu bukan bagian dari al-fatihah yaitu Amin begitu pula ya surat-surat setelahnya dijaharkan membacanya dan Itu bukan bagian dari al-fatihah baik ada eh dalil yang logis ya dia bukan dalil yang nasi tapi menguatkan pendapatnya mayoritas ulama ini disebutkan di sini laba anahu Shallallahu Alaihi Wasallam lam Yakun yajharuha Daiman yaumin wailatin khams Martin abadan Hadan wafar wfaika khulafa rasidin waa jumhuri ashabihi wa ahli baladihi filaril Fadilah ini perkataan Ibnu qayyim rahimahullah Beliau mengatakan sesuatu yang sudah Tidak diragukan lagi bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu ya tidak selalu menjaharkan basmalahnya tidak selalu menjaharkan basmalahnya karena kalau beliau selalu menjaharkan basmalahnya tentunya hal tersebut tidak ee samar bagi para Khulafaur Rasyidin tentunya hal tersebut diketahui dengan jelas oleh para khulafa arrasyidin dan nyatanya para Khulafaur Rasyidin itu tidak membaca basmalah ketika menjaharkan al-fatihah dalam salatnya sebagaimana tadi disebutkan oleh sahabat Anas IBN Malik radhiallahu Anhu aku pernah salat atau aku telah salat bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam aku juga telah salat bersama sahabat Abu Bakar sahabat Umar sahabat Utsman tidak seorang pun dari mereka aku dengar membaca Bismillahirrahmanirrahim jelas ini riwayat Muslim hadisnya sahih sehingga memang ee sebaiknya kita melirihkan bismillah kita dalam salat-salat yang kita keraskan bacaannya baik pendapat yang kedua pendapat Sebagian ulama dan di anara yang berpendapat dengan pendapat ini adalah Imam Syafi’i rahimahullah ya kita sangat mencintai Imam Syafi’i rahimahullah yang dibahas di sini adalah pembahasan secara ilmiah ketika kita ya membahas seperti ini jangan sampai ada anggapan bahwa kalau kita tinggalkan pendapatnya berarti kita benci kepada orangnya tidak ya kalau kita meninggalkan pendapatnya berarti kita meremehkan ilmunya tidak demikian ya karena yang kita bahas di sini adalah perkataan para aimmah perkataan siapa para aimmah sehingga kalau para aimmah tersebut berbeda pendapat dan mereka orang-orang yang berilmu semuanya orang-orang yang berilmu maka yang menjadi rujukan kita adalah dalil-dalil yang mereka Sebutkan apakah dalil-dalil yang mereka Sebutkan adalah dalil-dalil yang kuat ataukah tidak yang menurut kita dalilnya kurang kuat maka kita tinggalkan bukan berarti kita meremehkan ilmunya bukan juga berarti kita tidak mencintai orang yang berpendapat dengan pendapat tersebut kita mencintai semua Imam kita mencintai semua sahabat Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam semua tabiin semua tabiut tabiin yang mengikuti para sahabat dengan baik ya mereka Mak sangat kita muliakan sangat kita cintai ya sangat kita agungkan kita mengambil banyak sekali ilmu dari mereka Adapun masalah tarjih ya menguatkan salah satu pendapat atas pendapat yang lainnya Ini masalah ee melihat dalil ya Siapa yang menurut kita dalilnya lebih kuat itu yang pantas untuk kita ikuti Ya baik para jemaah sekalian rahimahimakumullah pendapat yang kedua pendapat yang mengatakan bahwa dianjurkan untuk mengeraskan Basmalah ketika akan membaca al-fatihah sebagaimana disunahkan untuk mengeraskan ya ayat-ayat Alfatihah yang lainnya di dalam salat-salat jahriah baik apa dalil dari pendapat ini Apa dalil dari pendapat ini dalilnya adalah hadis dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu nuim ya Ada seorang tabiin yang bernama nuim Beliau mengatakan Shu Abi Hurairah aku pernah salat di belakang sahabat Abu hurairahq Bismillahirahmanirrahim Qur maka beliau pun membaca Bismillahirrahmanirrahim kemudian setelah itu membaca Ummul Quran yaitu Alfatihah sampai akhirnya beliau sampai pada bacaan giril magubi alai intinya eh nuaim mengatakan sahabat Abu Hurairah mengeraskan bacaan basmalahnya kemudian mengeraskan bacaan al-fatihahnya sampai akhir faqala Amin maka sahabat Abu Hurairah mengucapkan Amin setelah selesai membaca Alfatihah faqalasu Amin maka orang-orang pun mengucapkan Amin setelah sahabat Abu Hurairah menyelesaikan salatnya beliau salam Beliau mengatakan walladzi Nafsi biadi inni [Musik] lausabbihakum inni lausbihukum shatan inni la asbahukum shatan birasulillahi Shallallahu Alaihi wasallamumatani demiat yang jiwaku ada di tangannya inumanasulillahiallallahu Alaihi Wasallam Sesungguhnya aku benar-benar e ingin menyamakan salat ya bersama kalian seperti salatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam maksudnya sahabat abura di sini berusaha untuk salat sebagaimana dahulu beliau melihat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam salat dan ternyata di situ beliau mengeraskan bacaan basmalahnya ini menunjukkan bahwa mengeraskan bacaan Basmalah itu disunahkan baik para jemaah sekalian rahimana warahimakumullah ada beberapa hal yang bisa dikritisi di sini yang pertama ini dalil umum karena sahabat Abu Hurairah tidak mengatakan dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengeraskan bacaan basmalahnya ketika membaca Alfatihah beliau mengatakan Aku benar-benar ingin menyamakan salatku dengan salatnya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Iya ini sehingga mencakup bacaan Basmalah yang keras beliau tidak langsung mengatakan bahwa sahabat Abu bahwa ee Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu membaca basmalahnya secara keras sehingga ini dalil yang umum dalil yang umum seperti ini kurang kuat untuk dihadapkan dengan dalil khususnya sahabat Anas IBN Malik radhiallahu Anhu Aku tidak pernah mendengar seorang pun dari mereka membaca basmalah dalam salatnya ini e perkataan sahabat Anas IBN Malik jelas menjelaskan khusus tentang Bismillahirrahmanirrahim yang dilirihkan yang tidak didengar suaranya sedangkan dalil atau hadis sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu beliau menjelaskan secara umum bahwa salatku tadi itu paling mirip dengan salatnya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian ada bagian basmalah yang dikeraskan beliau tidak menjelaskan tentang Basmalah yang dikeraskan dalam alfatihahnya secara khusus maka ini dalil umum ya ini dalil umum dalil umum itu kurang kuat untuk ee dihadapkan dengan dalil khusus baik Kemudian yang kedua bisa juga dikritisi dari sisi yang lain misalnya bisa jadi dahulu sahabat Abu Hurairah radhiallahu Anhu itu sangat rajin untuk salat bersama Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam dan selalu di saf pertama dekat dengan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sehingga ketika Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membaca basmalah dengan lirih sahabat Abu Hurairah mendengar itu ya sahabat Abu Hurairah mendengar bacaan Basmalah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang lirih Kenapa karena beliau dekat dengan Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam posisinya ketika salat berjamaah sehingga itu yang akhirnya ee diucapkan dengan keras oleh sahabat Abu Hurairah dalam salatnya tersebut Iya bisa jadi seperti itu bisa Jadi sebenarnya sahabat Abu Hurairah sudah membedakan bacaan basmalahnya dengan al-fatihah jadi bacaan basmalahnya sudah dilirihkan tapi lirihnya kurang kemudian sudah mengeraskan alhamdulillahiabbil alaminnya sampai akhir tapi karena perbedaan yang sedikit ini akhirnya perawi dari sahabat Abu Hurairah yaitu nuaim menganggap sama menganggap menganggapnya sama tidak dijelaskan di sini apakah EE basmalahnya lebih lirih ataukah alfatihahnya lebih lirih ataukah sama ini enggak dijelaskan tapi ada kemungkinan itu walaupun sahabat Abu sudah melirihkan basmalahnya nuaim rahimahullah masih mendengarnya sehingga itu diampaikan ada kemungkinan ini juga sehingga ini melemahkan [Musik] ee pendalilan hadis ini untuk mengatakan bahwa membaca basmalah ketika salat jahriah itu disunahkan baik ada juga ee hadis dari sahabat Anas di sini perawi dari sahabat Anas qotadah qotadah mengatakan suila anasun kaaifaat qiratun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sahabat Anas pernah ditanya Bagaimana dahulu bacaannya Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian sahabat Anas mengatakan kanat madda dulu bacaan beliau itu e panjang qa Bismillahirrahmanirrahim waamuddu birahman waamuddu birahim kemudian sahabat Anas membaca Bismillahirrahmanirrahim beliau memanjangkan arrahmannya dan memanjangkan arrahimnya jadi Bismillahirrahmanirrahim ya mannya dipanjangkan ya Arrahman dipanjangkan arrahim dipanjangkan ya tentunya ee Arrahman dan arrahim di sini panjangnya bisa berbeda ya karena Arrahman mimnya itu panjangnya mad thai’i sedangkan yang arahim himnya itu matad sukun sehingga panjangnya bisa berbeda tapi ada kesamaan dari sisi dipanjangkan Ya maksudnya bacaannya itu tardtil tidak cepat-cepatan ya ini dijadikan dalil bahwa menjaharkan atau mengeraskan bacaan Basmalah itu disunahkan dalam salat jahriah maka para jemaah sekalian rahim rahimakumullah kita katakan ini juga kurang kuat karena tidak menjelaskan secara tegas tidak menjelaskan secara tegas apakah bismillahirrahmanirrahimnya itu lirih ataukah keras tidak disebutkan di sini memang ada kemungkinan keras karena tidaklah ini bisa dijelaskan kecuali didengar tapi kan ada juga kemungkinan itu lirih tapi masih didengar itu lirih tapi masih didengar oleh orang-orang yang dekat dengan beliau Ada kemungkinan ini sehingga ya ee kurang kuat untuk dihadapkan dengan ee hadis dari sahabat Anas IBN Malik bahwa Beliau pernah salat bersama Nabi Sallallahu alaihi wasallam bersama sahabat Abu Bakar sahabat Umar sahabat Utsman dan beliau tidak pernah mendengar seorang pun dari mereka membaca Bismillahirrahmanirrahim ini jelas ya hadis dari sahabat Anas ini jelas wallahuam ya para jemaah sekalian Rahimah warahimakumullah Ini masalah fikih ijtihadiah Siapa yang melihat dalilnya Imam Syafi’i lebih kuat silakan mengikuti imam Syafi’i Siapa yang melihat dalilnya mayoritas ulama dari zaman sahabat sampai sekarang lebih kuat maka silakan mengambil pendapat itu yang penting pilihan kita itu berdasarkan dalil bukan berdasarkan ee kesukaan kita bukan berdasarkan hawa nafsu kita bukan bukan berdasarkan fanatisme kita kepada seseorang yang penting rujukan kita adalah dalil menurut saya pendapatnya Imam Syafi’i dalilnya yang lebih kuat Bukan menurut saya Karena ini pendapatnya Imam Syafi’i maka itu yang harus saya lakukan bukan seperti itu alasannya adalah dalilnya bukan orang yang mengatakannya karena kalau misalnya alasannya orang yang mengatakannya maka pendapat lain juga bisa mengatakan saya mengambil pendapat ini karena ini perkataan sahabat Abu Bakar sahabat Umar sahabat Utsman dan mereka jauh lebih mulia daripada Imam Syafi’i mereka jauh tahu tentang lebih tahu tentang ilmu agama daripada Imam Syafi’i orang lain bisa mengatakan seperti itu makanya ya kita dalam ee masalah-masalah ijtihadiah seperti ini kita harus merujuk kepada dalil sentimen-sentimen yang berkaitan dengan orang ya dengan tokoh dengan pribadi tertentu ini harusnya kita kesampingkan di sinilah kita ee benar-benar membuktikan bahwa kita adalah orang yang menyerahkan diri kepada Allah subhanahu wa taala kita benar-benar orang yang menyerahkan diri kita kepada Allah Karena kita menjadikan diri kita benar-benar mengikuti dalil yang semua dalil itu sumbernya dari siapa dari Allah subhanahu wa taala kemudian para jemaah sekalian rahim rahimakumullah kita harus tahu juga bahwa perbedaan pendapat dalam masalah ini ini adalah perbedaan pendapat dalam masalah afdaliah saja mana yang lebih Afdal apakah yang lebih Afdal itu dilirihkan basmalahnya ataukah yang lebih Afdal dikeraskan basmalahnya jadi dua-duanya boleh dilakukan ya dua-duanya boleh dilakukan karena pembicaraan kita atau pembahasan ini adalah mana yang lebih Afdal saja yang mengatakan Lebih Afdal dilirihkan maka mereka mengatakan tidak mengapa dikeraskan yang mengatakan Lebih afdalnya dikeraskan mereka mengatakan tidak mengapa dilirihkan sehingga jangan sampai masalah-masalah yang seperti ini menjadikan kita ya terlalu panas ya kepalanya terlalu emosi dalam e menyikapi hal-hal yang seperti ini masalah ini masalah yang ringan boleh dilakukan dua-duanya hanya saja bedanya ya Eh mana yang lebih Afdal dari dua praktik ini saya secara pribadi lebih menguatkan pendapat mayoritas ulama Dar sejak zaman sahabat nabi sallallahu alaihi wasallam sampai zaman ini mayoritas ulama memilih pend yang mengatakan bahwa melilihkan Basmalah itu lebih Afdal wallahu taala alam para jemah sekalian rahimahimakumullah poin yang terakhir yang ingin Ana singgung di sini adalah masalah maslahat Apabila maslahatnya lebih besar untuk mengeraskan bacaan Basmalah maka ada baiknya kita mengeraskan bacaan Basmalah lilub untuk menyatukan hati agar ya tidak terjadi eh gap yang jauh ya antara satu hati dengan satu dengan hati yang lainnya kalau misalnya ya kita datang ke suatu daerah dan mereka belum siap untuk mendengar bacaan Basmalah yang dilirihkan sehingga kalau kita lirihkan bacaan basmalahnya maka akan membuat kegaduhan di masjid tersebut Padahal mereka ingin menjadikan kita sebagai Imam maka keraskan itu yang maslahatnya lebih besar makanya ya pernah ada seorang Syekh atau seorang Imam di Masjidil Haram yang datang ke masjid Istiqlal kemudian ketika diminta untuk menjadi imam di masjid Istiqlal beliau mengeraskan bacaan basmalahnya ketika membaca al-fatihah ya ini berdasarkan fikih yang luar biasa ini pemahaman fikih yang mendalam beliau tahu ini masalah afdaliah saja ya Mana yang lebih Afdal dikeraskan atau dilirihkan sehingga beliau boleh ya beliau boleh untuk mengeraskan ee basmalahnya Apalagi ditambah dengan maslahat yang lebih besar dengan seperti itu ya hati-hati kaum muslimin akan lebih ee menyatu ya tidak ee ada gap yang besar ya maka ini seperti ini bisa dibenarkan berbeda dengan Qunut subuh bagi yang mengatakan bahwa perbedaannya adalah perbedaan yang tadad perbedaan yang saling menafikan makanya imam yang sama ketika diminta untuk menjadi imam salat subuh beliau tetap tidak Qunut ya beliau tetap tidak Qunut karena dalam masalah Qunut perbedaannya Yang satu mengatakan sunah yang satu mengatakan tidak boleh ya ya tidak disyariatkan makanya ketika dia beliau menjadi imam tetap tidak kunut ya karena memang perbedaannya perbedaan yang jenis tadad yang saling menafikan walaupun jenisnya saling menafikan kalau itu masalah ijtihadiah kita harus tetap berlapang dada kita harus tetap berlapang Dada ya dalam berbeda pendapat inilah toleransi yang terukur ya kalau kalau masalah-masalahnya diperdebatkan oleh para ulama besar sejak zaman dahulu maka kita harus calling down ketika kita membahas masalah tersebut dan menyikapi masalah itu ya demikian para jemaah sekalian rahimahimakumullah yang bisa kita bahas bersama Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan bermanfaat dan Allah berkahi amin amin ya rabbal alamin wasallallahu was Waka Nab Muhammadin wa alihibihi ill Nam ustazzakumahir Barakallah fikum atas materi yang telah sampaikan Ustaz satu materi yang sangat bermanfaat bagi kita semuanya Tentang pembahasan masalah masalah yang berkaitan dalam salat berjamaah allahuakum telah kita simak bersama kajian yang penuh dengan ilmu yang telah disampaikan oleh guru kita Al Ustaz Dr musyafarini Ma hafullahu taala dan selanjutnya kita akan buka sesi interat soal jawab bagi anda semuanyaamzani Allahu wa iyakum yang ingin bertanya bisa menghubung kami secara langsung di 0218236543 ataupun Anda dapat bertanya Ma chat wa di 0819896543 Nah kita akan angkat yang pertama telepon di 0218236543 kami persilakan bagi Anda yang bertanya ya silakan iya silakan Waalaikumsalam Warahmatullahi wabarakat teman bapak suaranya agak kecil bisa lebih keras lagi suaranya ya masih kurang terdengar e Mohon maaf Bapak kami tidak bisa mendengar dengan jelas suaranyaang Zikir berjemah sesudah salat katanya berjem eh boleh besar suaranya karena ada dari Mohon maaf Bapak kami mohon maaf tidak bisa mendengar dan menyimak dengan jelas Suara Bapak bisa mungkin beralih lokasinya agar lebih jelas kami bisa mendengar Ya baik kita angkat pertanyaan berikutnya di 021823654 bagi Anda yang bertanya kami persilakan ya silakanam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Dengan siapa Bapak dan berada di mana dengan keadaan dari Cianjur silakan Pak keadaan Eh ini Ustaz ingin bertanya t masalah berdoa setelah dikir setelah selesai salat fardu Ustaz secara sendiri-sendiri Ustaz kan itu adalah ada beber pendapat Ustaz bagi orang yang bagi ulama yang menyatakan bahwa waktu yang Mustajab itu belum salam Apakah tetap diperbolehkan berdoa setelah zikir atau bahkan dianjurkan gitu Ustaz kalau misalkan diperbolehkan atau bahkan dianjurkan Apakah disunahkan mengangkat tangan atau tidak mengangkat tangan Ustaz baik syukur ustazahir alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh W jazakahir Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh kepada Ustaz kami persan menjawab silakan Ustaz eh suaranya di kami kurang begitu jelas mohon diul pertanyaannya baik Ustaz beliau bertanya tentang masalah doa Ustaz Apakah boleh doa yang sebagaimana yang beliau ketahui doa itu dilakukan sebelum salam tapi apakah boleh berdoa ketika setelah salat setelah zikir salat Ustaz dan apakah jika memang diperbolehkan berdoa setelah zikir ee setelah salat Bolehkan mengangkat tangan atau tidak mengangkat tangan Az dalam berdoa tersebut silakan Ustaz baik Iya para jemah sekalian rahim rahimakumullah masalah doa ya doa sebaiknya atau lebih afdalnya dilakukan di dalam salat ya Terutama ketika sujud atau setelah Tasyahud akhir ya Jadi sebelum salam setelah kita membaca tasyahud membaca selawat ya ketika itulah kita disunahkan untuk memperbanyak ee berdoa tentang memperbanyak berdoa ketika sujud Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakantahidu Fi minada ber ee usahalah dengan sekuat tenaga untuk berdoa ketika sujud bersungguh-sungguhlah untuk berdoa ketika sujud ini ada hadisnya kemudian yang doa sebelum salam ya maka ada banyak sekali riwayat-riwayat yang menjelaskan tentang disunahkannya doa sebelum salam misalnya Allah Inal kemudian doa yang diajarkan oleh eh Rasulullah Sallallahu alhi Wasallam kepada sahabat eh Abu Bakar Allah ya ini eh sebelum salam begitu pula ya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mengatakan eh Pilihlah dari doa yang Engkau kehendaki yang engkau inginkan setelah beliau mengatakan ini setelah menjelaskan tentang tasyahud dan membaca selawat untuk Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam kemudian para jemaah sekalian rahimahahimakumullah Kenapa di akhir salat itu kita disunahkan untuk banyak berdoa karena kita sudah melakukan ibadah-ibadah untuk Allah subhanahu wa taala dari awal salat sampai itu dari awal salat sampai akhir salat kita sudah menjalankan amal-amal yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala baca Alfatihah Takbiratul Ihram doa istiftah kemudian rukuk sujud ya ini amalan yang banyak yang sudah kita lakukan untuk Allah subhanahu wa taala dan Allah mencintai amalan itu maka ee sangat bagus atau sangat pas ketika kita ee memanjatkan atau menyampaikan hajat kita kepada Allah subhanahu wa taala dan kenapa sebelum salam bukan sebelah bukan Setelah salam karena sebelum salam itu kita masih menghadap kepada Allah subhanahu wa taala sedangkan Setelah salam itu kita sudah selesai dari amalan menghadap kepada Allah subhanahu wa taala Makanya lebih baiknya kita berdoanya itu sebelum salam ya lebih baiknya itu kita berdoa sebelum salam dan itulah perintah Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam jadi ketika kita berdoa para jemaah sekalian rahimahahimakumullah kita berusaha untuk berdoa di sujud-sujud kita kita berusaha untuk berdoa sebelum salam kita masih dalam salat masih dalam keadaan menghadap kepada Allah subhanahu wa taala Adapun setelah salat ya maka tidak ada satuun hadis yang menjelaskan beliau merutinkan doa dengan mengangkat tangan setelah salat coba dipahami dengan baik ya kata-kata saya tidak ada satu riwayat pun yang sahih yang menjelaskan bahwa dahulu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam merutinkan doa dengan mengangkat tangan setelah salat ya maka berarti sunahnya demikian ini termasuk sunah tarkiah sunah yang sifatnya adalah meninggalkan amalan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ya setelah salat tidak berdoa dengan mengangkat tangan maka kita juga demikian tidak berdoa dengan mengangkat tangan Ustaz Bagaimana dengan doa yang yang disebutkan di dalam hadis-hadis seperti misalnya istigfar Ustaz istigfar kan doa astagfirullah astagfirullah astagfirullah hakikatnya kan doa meminta ampun kepada Allah subhanahu wa taala itu kan setelah salat Ustaz berarti kita disunahkan untuk berdoa setelah selesai salat dan pada asalnya doa itu dengan mengangkat tangan maka jawabannya para jemah sekalian rahimahimumullah kalau kita ingin mengikuti apa yang dibaca oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam setelah salat maka ikuti juga cara beliau ya dalam ee tangannya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika membaca istigfar setelah salatnya beliau tidak mengangkat tangan ya beliau tidak mengangkat tangan maka lakukan itu sebagaimana Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dahulu melakukannya kalau ada pertanyaan Ustaz kalau sesekali Bagaimana Ustaz sesekali karena kita lagi sedang ada hajat yang sangat luar biasa sangat ee ee mendesak akhirnya kita mengangkat tangan kita setelah salat kita berdoa dengan khusyuk dengan lama karena keadaan kita yang sangat membutuhkan itu jawabannya ya tidak ada masalah karena kan memang doa itu bisa Kapan saja yang menjadi masalah adalah ketika kita merutinkan kita mengaitkan antara doa dengan mengangkat tangan ini dengan selesai salat pokoknya setelah selesai salat saya mengangkat tangan untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa taala ini yang jadi masalah ini jadi tidak sesuai dengan tuntunan nanti karena Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dulu juga salat Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam setelah salat juga beliau membaca wirid beliau ada bacaan-bacaan yang sifatnya atau isinya adalah meminta kepada Allah subhanahu wa taala tapi tidak pernah ada satuun riwayat yang mengatakan bahwa beliau mengangkat tangan ya Dalam Doa tersebut atau dalam permintaan itu tidak pernah ya dan tidak ada silakan diteliti Ya silakan silakan diteliti hadis-hadisnya dan alhamdulillah ya hadis itu dijaga oleh Allah subhanahu wa taala silakan diteliti dengan baik ya kemudian simpulkan Kalau tidak ada penjelasan tentang mengangkat tangan setelah salat maka jelas ya itu tidak tidak pernah dilakukan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam karena kalau dilakukan akan disampaikan oleh para sahabat beliau atau beliau sendiri yang menyampaikannya Ya baik para jemaah sekalian rahimahahimumullah ee Ini akhir dari perjumpaan kita Pada kesempatan kali ini mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memudahkan kita untuk berjumpa di kesempatan yang berikutnya mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memanjangkan umur kita dalam ketaatan dalam keimanan dalam kebaikan mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala terus menjaga kita di atas sunah Nabi Sallallahu alaihi wasallam sampai ajal menjemput kita sungguh selama kita masih hidup sungguh kita tidak aman dari fitnah mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala terus menjaga kita di atas sunah Nabi S sahu alaihi wasallam sampai ajal menjemput kita semuanya dengan Husnul Khatimah amin amin ya rabbal alaminallallahu wasallama waaraka ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bihsanin Ila yaumiddinhanakallahumma wabihamdik Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh kami ucapkan terima kasih banyak kepada guru kami guru kita semuanya Al Ustaz alfadil Dr musyafarini Ma hafullahu taala yang telah memberikan waktunya di pagi hari ini Serta materi yang telah beliau sampaikan dan juga jawaban-jawaban beliau yang telah kita simak bersama yang telah beliau paparkan untuk kita semuanya semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa menjaga beliau dan keluarga beliau di sana mengistimkan di atas Islam dan sunah dan juga semoga Allah meluaskan keimanan bagi beliau sehingga semakin banyak faedah ilmu yang dapat kita ambil dari setiap jumpa bersama beliau Insyaallah allahum Amin jazakumullah Khairan Barakallah fikum kami sampaikan kepada Al Ustaz alfadil Dr musyaf addarini hafullahu taala dan juga untuk rekan-rekan kami kelaja celengsi dan juga rekan-rekan kami di sana mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita kemudahan dalam menyajikan acara ini dan terima kasih atas kerjasamanya kami ucapkan jazakumullah Khairan Barakallah fikum serta tak lupa kami sampaikan kepada Anda semuanya para pemerhati Raj pendengar di Manap pun Antum berada kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan anda jazakumullah Khairan Barakallah fikum nantikan kembali kajian beliau Insyaallah pada hari Senin yang akan datang untuk kita ikuti kelajutan dari pembahasan kitab sahih fikih sunah yang akan disampaikan dan dibahas kembali oleh Beliau pada bahasan-bahasan lainnya Insyaallah allahum Amin kita bisa bertemu kembali akhir kalam untuk Anda semuanya tetap menjaga kesehatan dan semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan bagi kita mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkanak Barakallah fikum Billahi taufik wal hiidayah wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik]

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *