(21) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube
Transcript:
(00:01) [Musik] Menar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan, yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan ya yang lain. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
(00:52) Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhuastagfiruh. W naudahi min syururi anfusina wamin sayiati a’alina. Man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqq tuqatihi w tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba’du asqal haditabullah.
(01:26) Wakhairal hadi hadi Muhammadin shallallallahu alaihi wasallamarral umuri muhdatha waulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin finar. Para ikhwan dan akhwat fillah rahimani warahimakumullah. Pemirsa Raj TV dan juga pendengar Radio Rajak di mana pun Anda berada. Kita bersyukur kepada Allah Taala atas nikmat-nikmat yang kita rasakan.
(01:54) nikmat iman, nikmat Islam, nikmat berada dalam bimbingan sunah, dan nikmat berada dalam naungan ilmu itu merupakan nikmat yang sangat luar biasa sehingga kita menyikapi bahkan yang perkara barangkali kita anggap remeh, manusia tidak menoleh. Namun dengan ilmu perkara itu akan menjadi sesuatu yang benar-benar ya diperhatikan karena ilmu. Termasuk di sini belum selesai pembahasan kita terkait dengan apa? Mengambil kembali pemberian atau hadiah ya sampai poin ke-elapan masih poin 8 9 dan 10 insyaallah bisa berakhir yaitu apa? tercelanya mengambil kembali pemberian
(02:44) ya bahkan disamakan dengan anjing. Pertama disamakan dengan anjing. Yang kedua anjing itu muntah. Yang ketiga, dia makan muntahannya kembali. Nah, ini ya. Sementara kita tahu bahwa ee beberapa ayat dan juga hadis ketika menjelaskan tentang hewan yang namanya anjing ya selalu berkonotasi negatif ya seperti dalam surah Ala’raf ayat 176 Allah berfirman walau sy’na larofa’nahu biha yang artinya seandainya kami menghendaki ya niscaya
(03:58) kami angkat derajat mereka dengan ayat-ayat Allah. Akan tetapi ya dia lebih memilih dunia ini kecenderungan kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka orang yang seperti itu ya seperti anjing. Nah, ini seperti anjing. Jadi orang-orang yang memilih dunia meninggalkan ayat-ayat Allah seperti apa dan mengikuti hawa nafsunya seperti kalbun ya seperti anjing.
(04:34) Inahmil alaihi yalhatu yalhat. Ya, kalau engkau biarkan, engkau halau anjing itu, anjing itu tetap menjulurkan lidahnya. Ya, begitu pula jika engkau membiarkan, tetap juga menjulurkan lidahnya. Seperti itulah demikianlah permisalan orang-orang yang mendustakan yaikaaluladinazabuatina orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Ya.
(05:18) Jadi di sini orang yang mendustakan ayat Allah lebih memilih kehidupan dunia dan mengikuti hawa nafsunya disamakan dengan apa? anjing-anjing kalbu ya dan anjing yang menjulurkan lidahnya ini para jemah. Nah, seperti yang kita ketahui bahwa orang yang memberikan suatu pemberian atau hibah lalu diminta kembali seperti anjing yang makan kemudian kenyang lalu muntah dan makan muntahannya kembali.
(05:56) Ya, begitu pula dengan orang-orang yang mendustakan ayat Allah, lebih memilih hawa nafsu, mengikuti hawa nafsu, ya, tidak mengikuti petunjuk, meninggalkan ayat-ayat Allah Taala. Maka dimisalkan dalam surah Ala’raf 1006 seperti anjing yang menjulurkan lidahnya. Artinya ini permisalan yang jelek. selalu anjing itu ya diberikan permisal yang jelek ya.
(06:30) Begitu pula beberapa hadis ya yang menunjukkan hal tersebut. Para jemaah seperti kalau di apa alat bejana kita, alat minum, alat makan kita dijilat oleh anjing, dibasuh tujuh kali, ya. Salah satunya dicampur dengan dengan tanah. Seperti Nabi bersabda [Musik] aku. Muslim Bukhari dan Muslim. Apabila anjing menjilat bejana salah seorang dari kalian, hendaklah ya menumpahkan isinya dan cuci tujuh kali.
(07:29) Yai riwayat tujuh kali di antaranya dicampur dengan dengan debu. Ini menunjukkan apa ya? konotasi negatif untuk anjing termasuk wjahu albukhari wa muslim dari Abu Thha alanshari bahwa malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjing dan juga ada gambar-gambar makhluk hidup ini para jemaah rahmati Allah ya banyak hadis-hadis yang menjelaskan hal tersebut.
(08:10) Nah, meskipun ada juga ayat yang ee menjelaskan tentang positifnya anjing ya. Seperti dalam surah Almaidah ayat yang keempasalunaka uhum minalum. [Musik] alta inallaha. Surat Almaidah ayat yang keemp mereka bertanya kepadamu apa yang telah dihalalkan untuk mereka. Katakan Muhammad telah dihalalkan untuk kalian yang baik-baik. W alamtum minal jawarih.
(09:02) Dan yang telah kalian ajarkan dari aljawar yaitu seperti burung elang. Anjing mukallibin kalep anjingimahunna mimmaamakumullah. Di mana lang dan anjing tadi yang dipakai untuk alat berburu. Tuallimunahunna mimmaamakumullah. [Musik] Yang kalian telah ajarkan kepada mereka ya dari apa yang Allah ajarkan kepada kalian. Bagaimana Allah mengajarkan pada kita ketika kita berburu menggunakan anjing pemburu dan anjing pemburu ini tentu dilatih ya.
(09:48) Sampai melatih anjing pemburu pun juga termasuk perkara yang dibolehkan. Baca bismillah biasa. Padahal kalau ada hewan diterkam oleh binatang buas itu tidak boleh dimakan seperti diterkam harimau ya dan lain sebagainya. Tetapi ketika diterkam anjing yang punya syarat diajarkan ilmu ya diajarkan il ilmu sampai-sampai ee disebutkan oleh para ulama di antaranya oleh Syekh Nasir Assa’di.
(10:33) Abdurrahman bin Nasir As’di dalam tafsirnya apa kata beliau? Annahu yaratunah muamatan. Syaratnya anjing tadi muamah yang sudah lulus taklim bahasanya. Muamah yang sudah diajarkan ilmu ilmu bururu memburu ya itu artinya bima yaddu fil urfi takliman sebagaimana kalau secara urf dianggap sebagai taklim untuk anjing ya di sini. Nah, ini menunjukkan bahwa anjing bisa positif sehingga hasil terkamannya menjadi halal. Asal dengan catatan diajarkan ilmu dan sebut nama Allah.
(11:23) Ya, yang saya tahu ayat hanya ini, ini saja. Atau juga hadis yang menjelaskan bahwa kalau anjing kencing kencing di masjid dulu itu ya ya biasa saja di masa Nabi ya. Tapi bukan berarti tidak dibersihkan ya tetap dibersihkan. Allahuam. Meskipun ya karena masjid dulu itu adalah tanah ya apa ya? Tidak sampai dipercikin air, tidak disiram atau dipercikin oleh air ya.
(12:07) Kanatil kilab tabul watqbil watbir fil masjid fi zaman rasulillah sallallahu alaihi wasallam falam yakunu yarusunaian minalik. Rawahul bukhari dan yang lainnya dari Aisyah radhiallahu taala anha. Dulu anjing itu para jemaah kencing keluar masuk masjid di zaman Rasul sahu alaih wasallam. Tapi sahabat juga tidakun, tidak menyiprati, tidak menyerami dengan air sedikit pun dari hal tersebut. Ya.
(12:32) Ah, tapi juga anjing ketika melewati apa? Orang salat tidak ada sutruh bisa membatalkan orang salat. Ya, sebagaimana Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda para jemaah ya. Nabi bersabda, “Qoma ahadukum yusli fainnahu yasturuhu aa baina yadaihi akhirati ya arah ya akirarah aswad Was rau Muslim dari Abu Dzar alghifari. Apabila seorang dari kalian salat
(13:43) hendaklah pakai sutrh ya. yaitu apabila ada di antara dia dengan sutrah seperti akhirat rahl seperti kayu yang biasa dipakai untuk menambat hewan ya itu namanya akhiratur rahl ya jika tidak ada maka akan membuat salatnya batal jika dilewati oleh keledai begitu juga dilewati oleh wanita dan anjing hitam Ya, tapi di sini anjing hitam.
(14:22) Aku bertanya apa ya Abu Dzar? Apa bedanya anjing hitam dengan anjing merah atau anjing kuning? Kata beliau, “Aku juga sama wahai saudaraku. Aku bertanya kepada rasul seperti itu ya seperti pertanyaanmu.” Dan Nabi menjawab, “Anjing hitam adalah setan.” Setan. Ya. Nah, ini membatalkan apa? Membatalkan salat. Ya, artinya apa? Anjing itu banyak dengan konotasi yang negatif.
(14:50) Ya. Kemudian Nabi menyampaikan permisalan orang yang mengambil ya atau mengambil kembali faqi aku Daud dan yang lainnya dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar. permisalan orang yang memberi satu pemberian lalu diminta kembali seperti anjing. Nah, tadi juga seperti anjing, seperti anjing, seperti anjing gitu ya.
(15:29) Anjing yang makan kenyang, muntah, lalu muntahnya dimakan kembali. Ya, muntahnya dimakan kembali. Ini para jemaah ya. Dalam hal ini kita bisa mengambil pelajaran penting. Banyak perkara-perkara yang jelek dimisalkan seperti anjing. Ya. Dan ternyata anjing yang begitu apa? Negatif ya. permisalan yang diberikan ketika anjing itu diajari ilmu menjadi apa? Mulia. Paham ya orang yang ini? Jelasan para ulama ya.
(16:18) Banyak ulama yang menjelaskan seperti itu. Jadi mulia ya seperti tadi dalam surah Al A Al A Al’raf ya pada ayat Al surah eh maaf surah Al-Maidah ayat yang keempat. Surah Al-Maidah ayat yang keempat itu hanya itu. Dan kita bisa mengambil pelajaran penting. Banyak perkara-perkara buruk dimisalkan seperti anjing dan ternyata ya anjing yang dijadikan permisalan buruk ketika diajari ilmu menjadi apa? Jadi mulia ya. Hewan yang haram jadi halal.
(17:03) Bagaimana kalau manusia yarfaillahulladzina amanu minkum walladzina utul ilma darajat. Allah akan mengangkat orang-orang beriman dari kalian dan orang berilmu dengan derajat. [Musik] Sehingga apa? Menghadapi minuman dengan ilmu, menghadapi makan dengan ilmu. Bismillah. Ya la yasna ahadukum bisimali init ya bimalih rah Muslim.
(17:38) Janganlah kalian minum dengan tangan kiri karena setan makan minum dengan tangan kiri. Tidak boleh kita mengikuti setan. [Musik] Jangan setan karena setan merupakan musuh kalian yang nyata. itu suami istri dengan ilmu ya ketaatan satu dengan yang lain. Nabi menyampaikan ya la kuntu amiron ahadan yasjuda liahadin laartul marasjudaha.
(18:18) Seandainya aku boleh menyuruh orang sujud sama orang, aku suruh istri sujud sama suami. Karena begitu besar haknya suami. Tapi suami juga begitu, baik sama istri. Kirukum khairukum liahlih wahairum liahli. Sebaik-baik kalian yang paling baik pada istrinya dan aku orang yang paling baik pada istri.
(18:37) Artinya apa? Diatur dengan ilmu. Para jemaah jangan ngikuti kebanyakan orang. Oh, kalau sana begini kalauillah. Kalau engkau mengikuti kebanyakan orang ini Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam maka engkau akan ya tersesat ya. Mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah. ya akar kebanyakan orang di muka bumi surah Al-An’am 116 ini coba baca sekiranya seandainya engkau mengikuti kebanyakan orang yang ada di muka bumi ini yudillukailillah maka mereka akan menyesatkan kalian dari jalan Allah. Ya, ini mukhatabnya Nabi
(19:45) Muhammad. Jika engkau Muhammad mengikuti kebanyakan orang di atas muka bumi, maka mereka akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Kenapa? [Musik] Karena mereka hanya mengikuti persangkaan. Mereka ikikuti perkiraan. Ya, alu adalah perkiraan. Ini ngikuti ilmu. Jangan ikut yang viral-viral ya. Oh, viral viral.
(20:21) Para jemaah ilmu Nabi ditegur oleh Allah Taala. Kalau engkau mengikuti kebanyakan orang biasanya kebanyakan orang istilah sekarang apa? Viral ya. Iya. J coba perhatikan ini Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ini perhatikan karena kebanyakan orang apa? Ngikuti hawa nafsu, mengikuti don persangkaan, bukan ilmu para jemaah. Ya.
(20:57) Nah, oleh sebab itu kita yang sudah diberikan karunia oleh Allah Taala berupa kemauan dan kesabaran di dalam menuntut ilmu, mari kita ya gunakan ilmu tersebut. Inuamill wahuamu bil muhtadin. Ya, ayat 117-nya, sesungguhnya Rabbmu ya Muhammad, dia lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan Allah dan dia lebih tahu siapa yang berada di atas hidayah. Ya.
(21:36) Nah, kita pemberian saja diatur, kita makan minum diatur. Sampai begitu semuanya diatur, orang musyrik saja heran. Dan datang kepada Salman Alfarisi, inna nabiakumamakum asya qjal. Nabi kalian ini ya ngajarkan semuanya sampai cara istinja. Apa kata Salman? Ajal. Betul. Semuanya semuanya. Apapun antum sebutkan ya.
(22:11) Tapi di sini tergantung kemampuan kemampuan saya karena saya bukan ulama ya belum apa sudah pasti gak bisa menjawab semua. Tapi coba ya apa persoalannya? Pasti ada ilmunya untuk memberikan apa? Solusi. Memberikan jawaban kepada duduk di masjid ada ilmunya. Masuk masjid ada ilmunya. Masuk toilet ada ilmunya. Semua suami istri mau bersenang-senang ada ilmunya.
(22:39) itu semua para jemaah. Apalagi tentang urusan dima darah manusia ada ilmunya ini bukan dengan hawa nafsu gitu. Sampai Nabi saja ditegur sama Allah Taala. Karena sekarang kan orang ngikutin, wah itu loh ngetren. Betul. Nah ini viral ini begini. Nabi ditegur ya ayat sebelumnya wa siapa di sini? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya ini kurang terjemahnya.
(23:22) Tuti itu Anda, engkau Nabi Muhammad bukan kamu Nabi Muhammad. Artinya kalau Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dilarang mengikuti kebanyakan orang karena itu akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Bagaimana dengan kita? Ya. Dan kita sudah diberi ilmu Al-Qur’an dan sunah. Aqalus sahabah ini para jemaah ya. Ah ini kita tahu dengan ilmu pertama banyak permisalan perbuatan yang jelek dimisalkan dengan anjing.
(23:58) Di sini ada ziada ada tambahan. Tadi ada anjing menjulukkan lidahnya. Di sini ada anjing yang makan sampai kenyang. Kemudian setelah itu muntah, setelah itu dimakan lagi. Ya, permisalan dengan anjing saja jel jelek. Begitu pula sifat makan sampai kenyang juga jelek. Lalu dimuntahkan. Muntah ya. Muntah. Menjijikkan, bukan? Iya. Dibakan lagi.
(24:33) Itu berapa tingkat itu sifat-sifat jelek. Ah. Namun anjing yang seperti itu kalau belajar ilmu jadi apa? Jadi mulia. Buka tafsir Assa’di. Sampai mengajarkan anjing dengan ilmu buruk jadi mulia. Yang tadi diterkam oleh binatang buas haram hukumnya ya. Misalkan kita dapat sepotong paha. kambing atau apa namanya ee rusak ya, tapi hasil dari makanan sisanya singa.
(25:12) Ya, tentu saja tidak boleh ya. Tapi ketika anjing yang diajarkan baca bismillah jadi apa? Jadi halal. Jadi halal ya. Ini para jemaah. Mari kita bisa mengambil pelajaran dari surah Al-Maidah ayat yang keempat ini ya. Bahwa setingkat atau sekelas hewan yang bernama kalbun di mana banyak permisalan-permisalan buruk.
(25:54) Ya, dimisalkan seperti kalp, seperti anjing. Namun ketika dia diajari dengan ilmu ternyata menjadi mulia. Kemuliaannya di mana letaknya? Halalnya binatang tersebut. Binatang hasil buruan dari anjing tersebut. Allahuam bisawab. Poin berikutnya adalah tidak mengiringi pemberian dengan ucapan yang tidak menyenangkan. Ya, tidak mengiringi pemberian dengan ucapan yang tidak menyenangkan.
(26:39) Terkadang ya kita manusia ya namanya manusia itu punya rasa. Dan rasa itu memang tidak bisa dilepas. Tapi ketika rasa itu dibiarkan akan mengikuti hawa nafsu. Arita manak ilahahu hawa. Bagaimana dengan orang yang menjadikan ya hawa nafsunya sebagai sesembahan? Nah, jadi kalau rasa dibiarkan akanikuti hawa nafsu itu.
(27:20) Ee namun kalau rasa seperti apa contohnya tadi ada orang suka minta-minta, suka minta bantuan ya biasanya kita pertama kali apa? Minta bantuan tafadol akhi. Silakan antum beru apa? Wah, masyaallah bagus orang ini. Eh, tidak lama datang lagi. Tafadol, akhi. Ketiga kalinya ya sudah mulai tafadul, akhi sudah beda tafadolnya.
(27:50) Gigi sudah mulai merapat, mata agak melotot. Ya. Yang keempat, tafadulahim. Ente ini gimana? Udah kaki kayak tagak telepon. Wah, sudah macam-macam. Paham di sini ya? Nah, bagaimana lihat Albaqarah 262 ya dan 264 Allah berfirman, “Alladzina yunfiquuna amwalahum fibilillah tumma la yuduna mafaqu man w lahum ajruhumbihim w khaufun alaihim w hum yahzanun.
(28:33) ” [Musik] Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah ya, masjid, pesantren, anak yatim, orang-orang fuqara, orang miskin semua jalan Allah. Karena memang Allah menjelaskan. Kemudian mereka tidak mengiringi dan tidak mengikuti apa yang mereka infakkan dengan mannan wala manna ngungkit-ngungkit. Dan ada yang tidak menyenangkan, maka bagi mereka pahala di sisi Allah.
(29:09) Tidak ada rasa takut bagi mereka juga tidak ada rasa sedih. Masyaallah luar biasa para jemaah ya. Dan jangan remehkan ya sedekah atau infak sekecil apapun ya. Takutlah neraka meskipun hanya sebesar setengah biji kurma gitu. Karena setiap hari ya Allah Taala menurunkan malaikat ya yang mendoakan tiap hari itu mendoakan kepada orang yang pelit dan juga orang yang suka berbagi.
(29:53) Ya, seperti hadis Abu Hurairah Imam Bukhari. [Musik] ak Allah mumsikan raw Bukhari wa Muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. “Tidaklah setiap hari di pagi hari hamba berada di hari itu kecuali dua malaikat turun. Salah satu berdoa, “Ya Allah berikan ganti bagi orang yang suka berinfak.” yang lain.
(30:32) Yang kedua, malaikat mengatakan, “Ya Allah, ya berikan apa? Kerusakan, kehancuran bagi orang yang mumsikan, yaitu pelit, mumsik, ya, bekhil ini. L karena itu enggak ada masalah. Jangan lihat besar kecilnya dari sedekah silakan infakkan. Tapi ingat dengan keikhlasan. Tapi ingat jangan diiringi dengan yang lain. Yaun wallahuim.
(31:05) Ucapan yang baik dan permintaan maaf lebih baik dibandingkan sedekah yang diiringi dengan perkataan yang menyakitkan. Allah gani, Allah halim. Wallahu ganiun halim. Ini pasti ada hubungannya dengan sebelumnya. Ketika Allah menutup dengan nama dan sifatnya ada hubungannya. Allah Maha Kaya. Ya, itu milik Allah Taala hartamu. Jangan sombong, jangan sok. Allah halim, Allah lembut. Jangan kamu menginfakkan harta di masjid dengan kata-kata kotor dan sebagainya.
(31:29) Mengifatkan untuk fuqara dengan kata-kata yang tidak menyenangkan. Ya. Ya ayyuhalladzina amanut lailuodqikum bilni wal. Wahai orang beriman, jangan kalian gugurkan, jangan kalian batalkan sedekah-sedekah kalian dengan apa? Alman wal mungkit-ngungkit dan ucapannya tidak menyenangkan. Seperti orang yang mengifkan hartanya karena ri manusia dan tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.
(32:12) Permisalan seperti itu seperti apa? seperti permisalan batu ya yang licin ya batu bening licin ya amlas ya kemudian di situ ada apa ada debu ya batu licin berdebu kemudian ditimpa oleh air hujan jadi apa hilang jadi sedekutkah yang diikuti dengan ucapan yang tidak menyenangkan atau ngungkit sama dengan debu yang ada di atas batu licin Ya. Kemudian dikena siram air hujan yang deras. Ke mana debu-debu itu? Ya hilang.
(32:51) Hilang ya. La yakiruna alain mimma kasabu. Mereka tidak mampu ya atas segala sesuatu yang mereka usahakan. Allah tidak memberikan hidayah kepada orang-orang kafir. Ya. Ya. Terakhir ini kita akhiri sekarang ya. Terakhir jangan pemberian. Ada hadis Nabi yang mengatakan. Ya, hadis ini sahih ya. Imam Muslim tiga golongan.
(33:44) Allah tidak mengajak bicara mereka pada hari kiamat. Allah tidak melihat. Allah tidak mensucikan. Dan bagi mereka azab yang pedih. Pertama tidak diajak bicara sama Allah. Yang kedua, tidak dilihat oleh Allah. Yang ketiga, tidak disucikan. Yang keempat, azab yang pedih. Sampai tiga kali beliau mengatakan Abu Dzar berkata, “Sungguh rugi.” Sungguh rugi.
(34:03) Siapa itu mereka, ya Rasul? Almusbil. Orang yang musbil. Ya, ini musibil di sini yang menjulurkan pakaiannya di bawah mata kaki. Almanan yang kedua yaitu apa? Orang yang mengungkit-ungkit pemberian. Yang ketiga orang yang bersumpah palsu dengan barang dagangannya. Demi Allah ini sudah ditawar ya R200.
(34:24) 000 padahal tidak ada yang nawar. Ini keterangan ya terkait dengan satu hadis ya. Alhamdulillah sudah ditulis nanti bisa kita rapikan kembali sehingga nanti setiap poin dari pembahasan bisa diambil faedah dan bisa disebar. Silakan difotokopi sendiri, silakan disebar sendiri kepada keluarganya.
(34:51) Insyaallah ya tidak banyak tinggal nge-share ya bisa diambil faedahnya. Demikian sudah masuk waktu isya. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. [Musik]
Leave a Reply