Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(4) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube

Transcript:
(00:06) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan, yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan ya yang lain. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
(00:54) Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wasastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillahu fala mudillalah w yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun.
(01:28) Amma ba’du. Fa asdaqal had kitabullah wirhammadin shallallahu alaihi wasallam. Para ikhwan dan akhwatillah rahimani warahimakumullah. Para pemirsa Raj TV dan juga pendengar Radio Rajak yang dirahmati Allah. Kita senantiasa untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang kita rasakan, nikmat iman, nikmat berada dalam bimbingan ilmu, dan nikmat berada dalam naungan sunah itu merupakan nikmat yang sangat besar.
(02:21) Insyaallah kita akan lanjutkan dari kajian Ensiklopedi Larangan bagian almuharramat. Poin 100 sudah selesai yaitu larangan minta kembali pemberian. Sekarang poin 101 yaitu larangan bagi istri berpuasa sunah tanpa izin suami sementara suaminya ada di rumah atau juga memasukkan seorang ke rumah suami tanpa seizinnya. Ya, di sini dibawa hadis Abi Hurairah radhiallahu taala anhu yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan juga Imam Muslim. Imam Bukhari nomor 5.
(03:08) 195 195 dan riwayat Imam Muslim nomor 126 ya yang berbunyi di sini di dalam kitab ini siamu zaujati tatuan wujuha hadirun auudila fi baitihi ahadan illa biidnih seorang istri puasa sunah sementara suaminya ada di rumahnya hadir ya atau memasukkan seseorang ke rumahnya tanpa seizin suaminya. [Musik] Q shallallahu alaihi wasallamilatiahidun w fi baitihi illa biidnihi rawahul bukhari. Di sini ada titik-titik ya artinya tidak lengkap.
(04:10) Adapun lengkapnya adalah lailluatiha hadirunahidun yaahidun muslim yang artinya tidak halal. Artinya tidak boleh bagi seorang wanita berpuasa sementara suaminya ada di rumahnya tanpa seizinnya. Dan juga tidak boleh mengizinkan orang masuk rumahnya kecuali seizin suaminya. ini yang di yang di kitab sampai di situ.
(05:12) Sementara hadis lengkapnya, “Dan tidaklah seorang wanita menginfak kan ya dari nafkahnya tanpa perintah suaminya, maka separuh pahalanya untuk suaminya.” Ya, hadis sahih riwayat Imam Al Imam Bukhari dan Imam Muslim. Ya, penulis mengatakan tidak boleh bagi wanita puasa ya, yaitu puasa tat puasa sunah. Meskipun di hadis ini tidak disebut ya, nanti ada hadis yang lain.
(06:03) Sementara suaminya hadir musafirin ya tidak dalam keadaan musafir kecuali setelah dapat izin. Karena sesungguhnya bisa jadi suaminya kehilangan haknya untuk bersenang-senang dengan istrinya. Ya, berhubungan suami istriah. Adapun untuk puasa wajib tidak perlu izin karena itu wajib ya. Hak-haknya Allah didahulukan di atas haknya manusia.
(06:49) ini yang terdapat dalam kitab ini. Kemudian sebelum kita memberikan penjelasan terhadap hadis ini, insyaallah karena ini terkait dengan interaksi antara suami dan istri, hubungan suami istri ya. Maka kita kembangkan pembahasan ya karena itu merupakan haknya suami. Lantas bagaimana haknya istri. Nah, ini terkait dengan interaksi suami istri, hak dan kewajiban.
(07:26) Ya, saya sampaikan di situ beberapa poin ya. Mari kita bahas. Pertama, tujuan pernikahan. Ya, itu kan tadi hasil dari pernikahan di mana seorang istri tidak boleh puasa sunah padahal lafaznya di situ mutlak. Ya, nanti kita lihat hadis yang lain. Maka kita bahas beberapa poin. Ada enam poin insyaallah. Poin pertama kita bahas ya, karena ini termasuk interaksi suami istri, hak dan kewajiban. Satu, tujuan pernikahan.
(08:03) kita refresh dua hak dan kewajiban suami. Ya, kewajiban suami. Yang pertama menjaga menjaga keluarga dari neraka. B memberikan nafkah c ketaatan istri selain maksiat. Nah, nanti ini masing-masing ada poin-poin ini kita bahas dalil-dalil yang ada. Mudah-mudahan menambah iman kita dan menambah semangat kita dalam berhubungan suami istri ya, hubungan dengan keluarga, dengan anak semuanya.
(08:38) Tiga, hak dan kewajiban istri. A mendapatkan nafkah. B tempat tinggal meskipun kontrakan. Ya. C taat pada suami selain maksiat. Selain maksiat n bisa dilihat di layar ya, selain maksiat. Kemudian nomor poin harta dan anak adalah ujian. Harta dan anak adalah ujian. Nomor empat anak dan istri bisa jadi musuh. Nomor lima, mencintai dengan wajar. Begitu pula membenci.
(09:16) Ya. Enam, akibat mendahului cinta kepada harta dan keluarga dibandingkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Ya, ini poin-poin yang akan kita bahas ya nanti. Hadis yang bersangkutan karena memang ada kaitannya dengan hubungan suami istri. Mari kita perluas untuk mengingat kembali ya hubungan suami istri ini ya.
(09:46) Sebab kalau tidak paham dengan agama ya semua pakai perasaan, pakai akal. Ya, saya sebagai istri terkadang suami melalaikan hak istri ya juga melalaikan kewajiban sebagai suami atau terkadang menuntut hak melalaikan kewajiban. Maka di sini kita berusaha untuk mengulang ya. merefresh agar hubungan kita dengan anak dan juga dengan istri, harapan besar kita adalah mendapatkan keridaan dari Allah Subhanahu wa taala.
(10:31) Ya. Pertama, tujuan pernikahan 1 a meraih ketentraman dan saling cinta suami istri. Ya, meraih ketentraman dan saling cinta suami istri. Sebagaimana terdapat dalam surah Ar-Rum ayat 21 yang sering kita dengar, sering tertulis di buku undangan pernikahan ya yang berbunyi wamin ayatihiquakum minusikum azwaja [Musik] Ya, di antara tanda-tanda kebesaran Allah, Allah ciptakan bagi kalian pasangan dari jenis kalian.
(11:36) Tujuannya apa? Litaskunu ilaiha. Supaya tenang, tentram, sakinah. Saling cinta, saling kasih sayang. Ya, dijadikan cinta dan kasih sayang. Iniakar. Sesungguhnya pada yang demikian itu merupakan apa? Tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang mau berpikir. Ya, bagi orang yang mau berpikir [Musik] ini menunjukkan bahwa untuk apa? Untuk mendapatkan ibrah dari ayat-ayat Allah, boleh lihat kebesaran alam, keindahan alam.
(12:37) Tapi di sini di antara tanda-tanda kebesaran Allah, ayat-ayat Allah, kita diciptakan dengan pasangan kita, dari jenis kita. Ya, ini ayat ini juga menunjukkan manusia tidak boleh kawin dengan jin. Ini ulama menjelaskan ini dalil karena dari anfusikum, dari diri kalian sesama manusia. Litaskunu ilaiha. Lam di sini lamut taklil. Yaitu apa? Tujuannya untuk sakinah, tenang, damai, tentram ya bersama dengan pasangan tersebut dengan istrinya.
(13:13) Dan Allah jadikan di antara kalian mawadda warahmah, saling cinta, saling kasih. Ya, inna fialika laat yatafakkarun. Sesungguhnya pada yang demikian ini menjadi tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau berpikir ya. Nah, di antaranya menerima hadis Abi Hurairah tadi lahillu lilati anasuma waujauha syahidun ya waana fi baitihi illa biidnih.
(14:01) Nah, bisa diterima suami istri yang ada tentram. Loh, kamu kok masukin siapa? Misalkan kamu kok puasa? Loh, puasa kan ketaatan kepada Allah. Tujuannya tentram ini. Tidak tentram gara-gara melakukan ketaatan dengan kesalahpahaman apalagi perkara-perkara yang lain. Nah, sehingga ketika kita dihadapkan dengan perkara yang lain, mari kita ingat ayat ini. Perkara yang barangkali membuat sesek dadanya istri.
(14:36) terhadap suami membuat dadanya sesek ya suami melihat istri. Kita lihat ini ya tujuan pernikahan meraih ketentraman saling cinta suami istri para jemaah ya dan itu termasuk apa tanda-tanda kebesaran Allah. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh datang ke puncak datang ke laut lihat istrinya. watium min anfusikum azwajan ya tujuannya apa litasunu ilaiha supaya tentram damai ya dijadikan saling cinta nah ternyata itu merupakan tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang yang mau berpikir yatafakkarun ya boleh kitafakar yang lain boleh inaharlabina
(15:47) subhanakaar. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah dijadikan apa? Apa? Dalam pencipta langit dan bumi, pergantian siang dan malam ada tanda kebesaran Allah bagi orang berakal. Siapa? Orang yang berzikir kepada Allah ketika dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring. Watatafakkarun dan senantiasa memikirkan penciptaan langit dan bumi.
(16:13) Ah, di sini memikirkan apa? Ciptaan pasanganmu. Ini pasangan saya. Allah takdirkan jadi istri saya. Ya, ini kemudian apa tujuannya? Lam litaskunu lam lamutil agar supaya ya dengan adanya pasangan biar kalian taskunu ilaiha ya asakinah asukun tenang ya kita lihat bagaimana nanti ada contohnya ya nabi tatkala menghadapi malaikat Jibril beliau gometar zamilun zamiluni datang kepada Khadijah ditenangkan.
(16:57) Ketika Nabi menyuruh para sahabat untuk tahalul ketika Hudaibiyah karena enggak mungkin datang ke Makkah ditahan oleh orang musyrik Quraisy. Para sahabat tidak mau datang kepada siapa? Ummu Salamah. Musyawarah. Nanti insyaallah hadis itu kita tampilkan ya. Kemudian yang kedua atau 1B, 1B-nya adalah mengikuti sunah dan melanjutkan serta memperbanyak keturunan.
(17:31) Ya, Nabi bersabda sallallahu alaihi wasallam, tazwaju fainni mukirum bikumul umam wala takunu tarahbaniatin nas [Musik] akrajahu arruyani dan yang lainnya juga albaihaqi dari Abu Umamah albahili dan disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala. Menikahlah kalian karena aku senang dengan banyaknya umat dari kalian.
(18:09) Jangan kalian jadi ya seperti pendeta-pendeta Nasoro yang enggak kawin ya. Ini ah. Dan ketika ada tiga orang datang kepada keluarga Nabi menanyakan tentang ibadah Nabi, lalu mereka mengecilkan diri mereka dan mengatakan, “Apa bandingan kami dengan Nabi? Saya akan puasa terus tanpa berbuka, salat terus tanpa tidur dan tidak menikahi wanita.
(18:40) ” Maka Nabi mengatakan, “Aku lebih takut kepada Allah dibandingkan kalian.” Ya, tuh. Sementara aku salat juga tidur, puasa juga berbuka. Waazisa dan aku juga menikahi wanita. Barang siapa tidak suka dengan sunahku maka tidak termasuk golonganku. Ya. [Musik] Kemudian yang berikutnya 1 C meraih kemuliaan hubungan pria wanita dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa taala.
(19:25) Ya, sebagaimana Allah berfirman, “Ya ayyuhanas innaqnakumakarin waakum inakumallahiqum inallahimun khir.” Alhujurat ayat 13. Ya, jadi yang sudah mampu nikah nikah para pemuda ya masarab manumulah fahu wailamati fahu lahu ya. Wahai para pemuda, hadis Imam Bukhari ya, yang mampu menikah-nikah. Albaah itu ulama memberikan dua makna. Yang pertama apa? Albaah? Alqudrah alal jima.
(20:25) Mampu untuk hubungan suami istri, hubungan biologis. Yang kedua, alqudr alal maskan. Mampu memberikan tempat tinggal meskipun kon kontrak enggak ada masalah. Rumah petak enggak ada masalah. Ya, wahai pemuda yangu kawin, kawin ya. Kalau tidak mampu puasa karena bisa menjaga apa? Pandangan, bisa menjaga farji dan seterusnya ya.
(20:49) [Musik] Untuk apa? Untuk meraih kemuliaan hubungan antara wanita dan lelaki untuk ketakwaan kepada Allah. Wahai manusia, sesungguhnya kami ciptakan kalian dari laki dan perempuan ya. Dan kami jadikan kalian berbangsa-bangsa, berkabil-kabilah agar litaarofu, agar saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia dari kalian, yang paling bertakwa.
(21:19) Ya, makanya Nabi bersabda apa? Nabi bersabda eh man roqahullah imroatan shihatan faqod aahullah falyatqillah. baqi rawau Ahmad ya barang siapa yang diberi rezeki oleh Allah berupa istri yang salehah ya istri salehah itu rezeki ya maka Allah telah menolong separuh dari agamanya separuh dari agamanya hendaklah bertakwa kepada Allah separuh dari si dari sisanya ya separuh dari sisanya istri saleh itu adalah rezekin Oleh sebab itu, wahai kepada kaum wanita, hendaklah jadi rezeki-rezeki untuk para suaminya.
(22:11) Ya, nanti ada nih ya seperti apa tentu saja pada hak dan kewajiban. Bagaimana tidak? Yang tadi kita makan sendiri harus apa? Ngasih is istri ya. Makanlah ya seperti kamu makan ya. Rasul menyuruh kasih makan istrinya seperti kalian makan. [Musik] Ya, para jahmati Allah. kita ngasih kepada istri ya sebagaimana yang kita makan itu ngasih rezeki ya ngasih nafkah yang tadinya makan sendiri ya maka makan berdua dan dananya lebih ee dana lebih tadi apa jadi pahala bagi kita ya jadi pahala bagi bagi kita para jemah itu
(23:25) demikian juga ngasih apa? Ngasih pakaian ya? Ngasih pakaian untuk istri, ngasih tempat tinggal istri itu semua apa? Jadi pahala ya. bahkan 1 dinar ya itu juga mendapatkan pahala yang sangat besar ya. Sebagaimana [Musik] Allah Taala berfirman ya di dalam Alqurantunah. Berikan nafkah yang didapangkan rezekinya.
(24:14) Barangkara barang siapa yang disempitkan rezekinya silakan beri semampunya. Ya, ini para jemah dirahmati Allah. Jadi apa yang dilakukan oleh suami dari nafkah-nafkah yang diberikan kepada istrinya itu semua merupakan apa? Pahala ya. Merupakan pahala ya. Merupakan pahala para jemaah. Sehingga tidak ada yang apa? Yang sia-sia. Tidak ada yang sia-sia. [Musik] Tidak ada yang sia-sia. Ah.
(24:55) Seperti Nabi bersabda, ahliqan yahut. Barang siapa apabila seorang suami memberikan nafkah pada istrinya, mengharapkan pahala dari Allah, maka itu seperti sedekah ya. Pahalanya besar di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Ya, [Musik] termasuk juga hadis Muawiyah. [Musik] Ya, akah.
(25:44) Haknya istri pada suami ngasih makan ketika dia makan, ngasih pakaian, jangan mukul wajah, jangan menjelek-jelekkan, dan jangan me menghajar atau meninggalkannya kecuali di dalam di dalam rumah. Ya. H. Kemudian selanjutnya, para jemaah, poin yang kedua ya. Apa yang kedua? hak ee kerja sama suami istri dalam ketakwaan. Ya. 2A seperti istri menenangkan dan menyemangati suami. Sebagaimana yang dilakukan siapa? Khadijah.
(26:30) Kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, ketika beliau apa menghadapi maka Jibril, beliau merasa takut ya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pulang menemui Khadijah. Faqala zammiluni, zammiluni. Ya, fazammilu ya. Apa namama? Selimuti aku. Selimuti aku. Hattahaba anhu qhadijah.
(27:06) Ketika sudah rasa takutnya hilang, beliau mengatakan kepada istri beliau yang mulia Khadijah radhiallahu taala anha. Ya, apa ada apa dengan aku ini? Aku takut pada diriku. Disampaikan berita kepada Khadijah. Lalu Khadijah absir abadan [Musik] [Musik] wahijah ak abi [Musik] ketika beliau merasa takut sedih, di apa di apa dinaung oleh perasaan-perasaan ketakutan malaikat Jibril sampai kepada Khadijah.
(28:13) Apa kata Khadijah? Ini kabar gembira ya. Demi Allah tidak akan yuhzikallah abadan ya menghinakan engkau selamanya. Demi Allah engkau suka menyambung silaturahim. Omonganmu benar ya, suka bantu orang yang kekurangan memuliakan tamu. Ya, akhir dibawa kepada Waraqo bin Naufal. Ini para jemaah yaitu anak paman Khadijah.
(28:49) Ini istri jangan malah istri nakut-nakutin suaminya ya. Denangkan sehingga suaminya apa? Wah, ya risau, galau. H [Musik] karena apa ya? Tidak sedikit yang terjadi semacam itu. Air kacau, sudah suaminya capek ya, dikasih tahu tentang anaknya begini dan begitu ya. Dia tenang dulu ya. Tenang dulu. Nah, ini suami istri. Seperti siapa? Terjadi Ummu Salamah dengan Abu Salamah. Anaknya mening meninggal ditenangkan dulu.
(29:31) Mana anakku? Lagi istirahat. I ya memang iya yaar istirahat orang meninggal ya. Istirahatah malamnya berhubungan ya baru kasih tahu anaknya meninggal. sebegitunya ya. Ya, begitu pula Musalamah ketika kawin sama Nabi ya, menikah sama Nabi ya. Ketika itu Rasul Sallahi Wasallam bersabda kepada para sahabat, kumu fanaruahlik.
(30:12) Nah, ini di Hudaibiyah karena Makkah sudah ditahan oleh orang musyrik Quraisy. Beliau enggak bisa haji. Maka ketika di Hudaibiyah Nabi nyuruh apa? untuk sembelih ya hadu sama cukur rambut tahalul yaallah demi Allah tidak ada seorang pun yang mau menjalankan sampai tiga kali Nabi minta pada mereka ahadun ketika tidak ada para sahabat yang mau mendengarkan permintaan Nabi, perintah Nabi.
(30:48) yang terjadi um salamah nabi mendatangi istrinya Ummu Salamah lalu menyampaikan apa yang didapatkan dari sahabat tadi.Q Q um salamah ya Nabi Allahahuikma kalimatan hatta tanharnaka haliqoka fayahliqoka. Apa kata Ummu Salamah? Wahai nabinya Allah. Ah ini ya wahai nabi Allah.
(31:25) dipanggil dengan wahai nabinya Allah ya engkau menginginkan itu. Yaitu agar para sahabat membelih sembelih ee hadyunya sama cukur rambutnya ya karena sedang haji. Silakan engau keluar jangan bicara satu kalimat pun sampai engkau menyembelih hadu ya yaitu untanya dan mencukur. Kamu panggil tukang cukur rambutnya rambut rambutmu. Hatta faalik nahar wada haliq faqohu.
(32:05) Betul. Beliau tidak bicara satu kalimat pun dengan siapapun. Ya. Kemudian beliau menyembelih hadunya dan memanggil tukang cukurnya dan mencukur. Ketika para sahabat melihat Nabi itu baru mereka juga melakukannya, menyembelihnya ya. dan satu sama lain saling mencukur.
(32:42) Hatta ya hampir hampir kayak saling ya membunuh karena saking banyaknya cukur rambut seakan-akan seperti itu ya. Hadis Imam Bukhari ya dari ee Almusawir bin Makramah ya atau dari Marwan Ibnu Hakam ini dua-duanya musyawarah dengan istri ya. Paham di sini enggak tidak mengesampingkan istrinya musyawarah ya aja musyawarah bagaimana ya tidak semua urusan kita selesaikan sendiri memang ada terkadang urusan kita selesaikan tapi ini lihat ya pertama terkait dengan masalah malaikat musyawarah dengan Khadijah terkait dengan umat dengan para sahabat musyawarah dengan Ummu Ummu Salamah didengarkan dan diikuti. Coba ini para ya. Ini pentingnya peran istri
(33:30) ya. Karena sudah masuk waktu isya kita sampai di sini dulu ya atau masih belum? Ya belum ya. Nah. Iya. Yang 2 C saling membangunkan untuk salat malam. rahimah Abu Daud. Ya, semoga Allah merahmati seorang ya yang dia bangun malam lalu salat dan membangun istrinya. Lalu istrinya salat kalau tidak mau diciprati air.
(34:16) Semoga Allah merahmati seorang istri bangun malam salat lalu membangun suaminya. Kalau tidak mau diciprati dengan aing ini ya. Nanti juga bagaimana terang peran wanita itu dalam rumah tangga ya. peran seorang istri dalam rumah tangga. Insyaallah kita akan bahas pada berikutnya. Dan juga bahayanya istri kalau tidak bisa menempatkan diri ya.
(34:45) Bagaimana yang terjadi kepada kisahnya Nabi Yusuf ya. Inna kaidakunna adzim. Bahwa makar kalian wahai wanita itu sangat besar. Ini makar kalian sangat besar itu sehingga banyak yang laki-laki yang kalah sama istrinya. Termasuk kisah Nabi Yusuf ya kan ya raja itu apa pembesar ya ini ya. Insyaallah kita akan lanjutkan sampai di sini. Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi wasallam.
(35:36) Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM. Radio Roja Majalengka 93.1. Yeah.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *