Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | At-Tuhfah As-Saniyyah Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(81) [LIVE] Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. | At-Tuhfah As-Saniyyah Syarh Al-Manzhumah Al-Haiyah – YouTube

Transcript:
(00:04) Menar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Eh kata Rasul ali wasallam, “Apabila engkau melihat orang-orang yang mengikuti yang samar-samar meninggalkan yang jelas maka mereka adalah yang disebut oleh Allah orang-orang yang dalam hatinya ada kesesatan.
(00:41) Maka hati-hati, saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi wasalatu wassalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi. yaumiddin. Amma ba. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja yang semoga senantiasa Allah Subhanahu wa taala berkahi dan juga rahmati di mana pun Anda berada.
(01:23) Insyaallah di kesempatan Sabtu siang hari ini kembali kita akan mendengarkan dan juga menyaksikan program kajian Islam ilmiah yang insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz Abdurrahman Thayib LC hafidahullahu taala dengan pembahasan kitab Atthfatusaniyah syarhu mazumati bni Abi Daud Alhaiyah yang merupakan buah karya dari Al Imam As Syekh Abdur Razak bin Abdul Muhsin Albadar hafidahullahu taala.
(01:49) Kaum muslimin dan kaum muslimat, pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan singkat pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikutnya kita akan mendengarkan secara langsung pemaparan dan juga penjelasan yang akan disampaikan oleh ustaz kepada al ustaz falyatafadol masyur wjuro.
(02:25) Jazakumullah khairan wabarakallah fikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu waastagfiruh wa nazubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(03:06) Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah waqa minha zaujaha w minhuma rijalan waisa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallahaanaana alikumqibah ya ayyuhalladina amanutaqulaha amabah Muhammadinallahu alaihi wasallam umah Muslimin, pemirsa TV Raja dan pendengar Radio Raja di mana saja berada. Rahimani warahimakumullah. Alhamdulillah, segala
(04:29) puji bagi Allah Subhanahu wa taala yang mempertemukan kita kembali dalam kajian kitab Almanzumah Alhaiyah oleh Al Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullahu taala dengan syarah Fadilat Syekh Abdur Razzaq bin Abdul Muhsin Alabbad Albadr hafidahullahu taala. Semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita keistikamahan dalam belajar akidah salaf dan berpegang teguh dengannya sampai akhir hayat kita nanti.
(05:12) Langsung saja kita lanjutkan bait yang ke-16 yang masih berkaitan dengan akidatu ahli sunnati fhabah. Babnya berkaitan dengan akidah ahli sunah tentang para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Namun sebelumnya kita baca dulu bait yang ke-15. Wa innairasi ba’da Muhammadin wauidmanu aljahu. Wahai ahlusunah, katakanlah sesungguhnya sebaik-baik manusia setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah dua sahabat beliau yang sejak dahulu kala menemani beliau dalam berdakwah, yaitu Abu Bakar wa Umar tumma Utsman. Kemudian Utsman radhiallahu
(06:07) taala anhu alarjahu menurut pendapat yang rajih. Kemudian bait yang berikutnya yang ke-16. Warabiuhumirul bariati ba’dahum. Kemudian yang keempat yang paling mulia dari para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah tiga sahabat tadi Aliyun Ali bin Abi Thalib Khalifiri bilhairi munjihu Ali radhiallahu anhu yang senantiasa dalam kebaikan.
(06:47) Dan beliau juga memberikan kebahagia kebaikan. Bait yang ke-17. Wa innahum laru laba fihim ala nujubil firdausi binuri tasrahu. Dan sesungguhnya mereka yaitu empat khulafa rasyidin tersebut larahtu adalah sekelompok manusia yang tidak diragukan lagi bahwasanya mereka ala nujubil firdaus. di atas surga firdaus bin nuri ya dengan cahaya mereka berjalan.
(07:30) Kemudian bait yang ke-18, Saidun wa Sa’dun wa Ibnu Afinhatu wa Amir Fihrin wa Zubairu almaddahu. Ditambah lagi dengan Said bin Zaid, Saad bin Abi Waqqas, Abdurrahman bin Auf, Thalha, dan Abu Ubaidah Amir bin Fihr, Amir ya Alfihri. Kemudian azzubair almumaddahu ini bait yang ke-15 sampai 18.
(08:04) Insyaallah akan ada lanjutan bait yang ke-19 dan 20 nanti kita baca syarah dari Syekh Abdul Razak bait yang ke-16. Aliuniri hua Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Para sahabat kita yakini semuanya manusia yang termulia, terbaik setelah para nabi, para rasul. Rasul bersabda, “Iirqarni, sebaik-baik manusia adalah generasiku, yaitu para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(08:51) Namun dari para sahabat tersebut yang mulia, ada yang paling mulia, yang paling afdal, yaitu tadi Abu Bakar, Umar, Utsman. Kemudian yang keempat, Balu Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Kirul bari a khairun nasi ba’da Abi Bakar wa Umar wa Utsman. Beliau adalah manusia terbaik yaitu setelah Abu Bakar, Umar dan Utsman.
(09:25) Dan ini adalah ijmak para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan ini disampaikan oleh para ulama salaf untuk membantah kelompok Syiar fid qatalahumullah yang menganggap Ali lebih baik daripada Abu Bakar wa Umar. Wal barya min bar Allah khq yabuhum aqahum. Kata-kata albariyah khairul bariyah sebagaimana dalam surat ee surah Albayyinah ya sebagaimana dalam surah Albayyinah ulaika hum khairul bari albariyah dari kata-kata barabrau yang artinya khalaqo yang Allah ciptakan wa ali ibnu am rasul sallahu alaihi wasallam Ali bin Abi Thalib adalah anak paman Rasul alias sepupunya Rasul sallallahu
(10:25) alaihi wasallam dan juga sekaligus menantunya Rasul sallallahu alaihi wasallam dari Fatimah wa Abu Sibtain. Dan beliau adalah ayah dari dua cucu Rasul Alhan wal Husin radhiallahu taala anhum jamian shahibul manaqib alkirah. Ali bin Abi Thalib memiliki banyak keutamaan.
(10:58) Di antaranya Rasul sallallahu alaihi wasallam ya pernah mengatakan bika ya aku besok akan memberikan bendera kepada seseorangullah wibuh yang mana Allah mencintainya dan dia juga cinta kepada Allah Subhanahu wa taala dan Rasul mengatakan Dan Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala menyebutkan sebagian daripada keutamaan beliau. Di antaranya kata beliau, halifun a almuhalif lil khair alladzi halifu alkhair daiman yahd bil khairi waalulirsul aahu daiman mulazimiri.
(11:53) Artinya Ali bin Abi Thalib senantiasa di dalam kebaikan munjasin Abi di atas kebaikan Dalam sebagian redaksi dikatakan beliau senantiasa memberikan kebaikan yang menunjukkan bahwasanya beliau adalah orang yang sangat dermawan. Ini di antara keutamaan Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu.
(12:47) Sekali lagi kita yakini Ali bin Abi Thalib sebagaimana urutan kekhalifahan beliau manusia terbaik setelah Abu Bakar, Umar, Utsman radhiallahu taala anhum jamian. Kemudian bait yang ke-17. inahumilah wahum asul mereka yang disebutkan dari para sahabat rasul dari khulafa rasyidin yang empat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali ditambah dengan enam sahabat yang lain dalam bait yang berikutnya.
(13:35) Saad bin Abi Waqqas, Said bin Zaid, Abdurrahman bin Auf, ya Az-Zubair, Thalha, Abu Ubaidah ya. Mereka ini semuanya adalah orang-orang yang se yang diistimewakan oleh Allah Subhanahu wa taala yang tidak dilakukan lagi mereka adalah para penghuni surga firdaus. Wai baus ya. Dalam sebagian redaksi dikatakan wa innahum warahu ya ada perubahan wa innahum.
(14:19) Kalau dalam bait yang kita baca tadi laratu sesungguhnya mereka adalah sungguh-sungguh manusia yang tidak dilakukan lagi para penghuni surga. Kalau dalam sebagian redaksi dikatakan wa innahum warahtu mereka yaitu yang empat khulafa rasyidin warah ditambah lagi dengan yang berikutnya enam sahabat dan itu kata Syekh Abdul Razak yang lebih dekat kepada yang hakir waahumidan Intinya kalau dengan redaksi warahtu sesungguhnya mereka yaitu para khulafa rasyidin yang empat ditambah lagi dengan ya para sahabat yang berikutnya yang enam ya mereka adalah para penghuni surga Allah Subhanahu wa taala.
(15:24) minallah minal tidak ada keraguan lagi bahwasanya mereka akan meraih karunia keutamaan dari Allah tidak dilakukan lagi akan keutamaan mereka menurut ahlusunah wal jamaah menurut kaum muslim menurut orang-orang yang beriman Ya, beda dengan kelompok Syiah Rofidah qatalahumullah yang mereka bukan hanya sekedar mencaci maki Abu Bakar wa Umar wa Utsman ya.
(16:01) Namun mereka mengkafirkannya. Bahkan mereka juga memvonis ya Abu Bakar, Umar dan Utsman finar di neraka. Nauzubillah minzalik ya. Seperti dalam ungkapan tokoh mereka yair alhib ketika mendikte ya orang masuk agama Syiah rafidah qatalahumullah didikti dengan empat kalimat syahadat di anaranya yang keempat ashadu anna Abu Bakar wa Umar wa Utsman wa Aisyah wa Hafsah finar ya bersak saya bersaksi kata mereka bahwasanya Abu Bakar Umar Utsm Aisyah dan Hafsah di neraka naudubillah Ini bedanya agama Islam dengan agama Syiah Rafidah. Kalau Islam mengatakan
(16:51) Abu Bakar, Umar, dan Utsman di surga. Kalau agama Syiah mengatakan Abu Bakar wa Umar wa Utsman di neraka. Naudubillahi minzalik. Wala raba fi an min ahli jannah. Tidak dilakukan lagi. Mereka 10 sahabat tadi pasti masuk surga. Nanti akan disampaikan hadisnya aljubin jam najib wahu akramul wafasu.
(17:25) Ya, mereka di dalam surga firdaus ya di atas kendaraan-kendaraan ya tunggangan-tunggangan yang paling berharga, yang paling mewah. firdausah. Ya, maksudnya mereka berjalan di surga Firdaus dengan menunggangi unta kuda yang sangat mewah, yang istimewa. Rawa Muslim an Abi Mas’ud. an Abi Masud alansari q jajulun binaqtin maktuma faq fibilillah faqala rasul sallallahu alaihi wasallam laka biha yaumalqiamah sab miati naqotin kulluha maktuma dari Abi Masub al-Anshari radhiallahu anh beliau berkata, “Ada seseorang datang kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam dengan membawa seekor unta ya dan Dia mengatakan unta ini aku ya
(18:33) sedekahkan, berikan di jalan Allah. Maka Rasul bersabda, “Bagimu pada hari kiamat ya 700 unta.” Ini sekali lagi adalah ya tunggangan-tunggangan para penghuni surga Allah Subhanahu wa taala. Sulaiman ibni Bura ibhi wasam ya Rasulullah dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Sulaiman bin Husb dari ayahnya bahwasanya seseorang datang bertanya kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam ya Rasulullah apakah di surga ada kuda inallahul jannah Ya, kata Rasul Sallahu Wasallam, “Sesungguhnya Allah jika memasukkanmu ke dalam surga, ya tidaklah engkau menghendaki untuk engkau memikul ya
(19:46) barang di dalamnya di atas kuda yang dari permata merah yang ya engkau akan terbang ya dengan kuda tersebut di surga kecuali engkau akan melakukannya. Artinya ada kuda di surga. Ya Rasulullah, apakah di surga ada unta? Namun rasul tidak mengatakan seperti tadi nafsuka. Ya, jika Allah masukkanmu ke dalam surga, maka bagimu apa yang diinginkan oleh ya jiwamu dan yang dipandang ya nyaman oleh ya matamu.
(20:46) Hadis riwayat Imam Tirmidzi meskipun kata Syekh di sini, namun sanadnya lemah. Namun ada riwayat yang lain ya yang mursal dengan sanad yang sahih. Walau syahid min had. Namun dengan berbagai riwayat-riwayat yang ada, maka kalau disatukan derajatnya naik kepada derajat alhan. Albani rahimahullah.
(21:20) Seperti yang disampaikan oleh Syekh Albani dalam kitabnya kumpulan hadis-hadis sahih nomor 3001. rahimahullah. Namun inti pembahasan di sini 10 sahabat tadi itu pasti masuk surga. Dan ahlusunah wal jamaah memiliki kaidah tidak boleh kita memvonis seorang pun masuk surga atau masuk neraka kecuali kalau ada dalil khusus tentangnya. Ya, ini masalah menvonis person.
(21:57) Adapun kalau menvonis secara global, orang mukmin pasti masuk surga, orang kafir pasti masuk neraka. Ini adalah ya kewajiban kita meyakini akan hal tersebut. Ini secara global. Adapun secara individu si B, si C tidak boleh kita memvonisnya masuk surga atau neraka kecuali kalau ada dalil khusus tentangnya. Dan dalam ya pembahasan 10 sahabat ini ada hadisnya akan kita baca nanti ya.
(22:26) Sekali lagi memvonis surga neraka ya secara individu harus berdasarkan dalil secara khusus tentangnya. Insyaallahik ahadisalaik dan akan ada beberapa hadis ya tentang para sahabat yang 10 tadi pasti masuk surga. Rasul sallallahu alaihi wasallam rasul yang memastikannya. Alfirdaus ismun min asfail jannah.
(23:02) Ya, alfirdaus adalah salah satu dari nama-nama surga. Wah jannah waha dan surga firdaus adalah surga yang paling tinggi dan yang paling pertengahan. Fafil hadis an abi hurairahu anhu an nabi shallallahu alaihi wasall q dalam hadis dari abahu anhu bahwasanya rasul sahu wasam bersabda inilatinallahid sesungguhnya di surga ada 100 tingkat yang Allah sediakan bagi para mujahidin di jalan Allah yang berjihad ikhlas dan ittiba kepada sunah Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(23:48) Kullu darajatain ma bainahuma kama bain sama wal ard. Antara satu surga dengan surga yang di atasnya itu jaraknya antara langit dan bumi. Waidza saumullaha fasalu alfirdaus. Kata Rasul, “Jika kalian memohon kepada Allah, mintalah surga firdaus.” Karena surga Firdaus surga yang pertengahan dan yang paling tinggi wau arsurah rahman dan di atas surga firdaus adalah arsynya Allahu anhar jannah dan darinya terpancar sungai-sungai di surga.
(24:28) Semoga Allah Subhanahu wa taala memasukkan kita di surga Firdaus bersama Rasul dan para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kata Imam Abdullah bin Abi Daud, bin nuri tasrahu ae yamunnu alaiha min ahlin nural wati wal baha wal husn. Ya Allah subhanahu wa taala menganugerahkan cahaya kepada para sahabat tadi ketika ada di surga. Tasrahu ahab hau syaqibuha.
(25:04) ya, ketika berjalan di sungai di ya di Al-Firdaus, di surga Firdaus ya Allah Subhanahu wa taala tadi menganugerahkan cahaya kepada mereka dan mereka tadi menunggangi kendaraan-kendaraan tunggangan tunggangan yang paling berharga dan mewah. naim wzul. Dalam sebagai redaksi dikatakan ya mereka di dalam kekekalan berjalan.
(25:44) Kata-kata kekekalan di situ maksudnya surga Allah tempat yang penuh kenikmatan yang tidak akan sirna. ahlagun. Dan di dalam surga ya mereka para penghuni surga saling menziarahi berkunjung ya mereka berpergian ya ke sana kemari untuk menyempurnakan kenikmatan di surga Allah Subhanahu wa taala. Ya, sekali lagi kita mohon kepada Allah semoga Allah Subhanahu wa taala memasukkan kita ke dalam surganya kelak.
(26:31) Kemudian bait yang ke-18, Saidun wa Sa’dun wa Ibnu Afinhatu wa Amiru Fihrin wa Zubair almaddahu H tafsirun bayanun lirti bidikri asmaim. Said, Saad, Ibnu A thha dan seterusnya. Ini adalah penjelasan dari bait yang sebelumnya yang ada kata-kata bahwasanya wa innahum larahtu sesungguhnya mereka larahtu atau warahtu sesungguhnya mereka alkulafa rasyidun dan ya orang-orang yang berikut ini siapa itu ini tadi Saidin Said bin Zaid Saad bin Abi Waqqas Abdurrahman bin Auf Talha dan juga Abu Ubaidah Amir ibn Jarrah wazubair almumaddahu yang terpuji.
(27:35) Haulitta maal arbaatil khulafa humul asratul mubasar bil jannah. 10 sahabat ini yaitu enam yang kita sebut sekarang dan empat khulafa rasyidin tadi adalah 10 sahabat yang dijamin masuk surga oleh Allah dan Rasul sallallahu alaihi wasallam. Seperti yang Rasul kabarkan dalam hadis yang sahih. Kita tidak boleh ragu mereka semua ini pasti masuk surga.
(28:21) Dan kita tidak rau mereka di dalam surga firdaus ya menaiki tunggangan-tunggangan kendaraan yang paling mewah ya dan mereka kekal di dalam selama selama-lamanya. Waq waris bilati ahadis. Dan kabar gembira tentang mereka ini pasti masuk surga. Hadisnya sangat banyak di antaranya mawahu atirmidzi an Abdurrahman bin Auf radhiallahu taala anhu Nabi sallallahu alaihi wasallam annahu Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda Abu Bakar fil jannah Abu Bakar di surga wa Umar fil jannah Umar di surga wa Utsman fil jannah dan Utsman di surga wa Ali fil jannah Ali bin Abi Thalib surga
(29:04) wa Thalha fil jannah ya wa Zubair fil jannah wa Abdurahman bin Aufil Jannah di surga wa Saad Saad bin Waqqas fil Jannah wa Said itu bin Zaid fil Jannah wa Abu Ubaidah Ibnul Jarrah fil Jannah ya hadisnya riwayat Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Said bin Zaid ya dan hadisnya disahihkan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala ini yang wajib kita yakini karena Rasul yang memastikan dan Rasul tidak berkata kecuali dari wahyu Allah Subhanahu wa taala.
(29:49) Dan inilah ya sebab mengapa dinamakan alasratu almubasyaruna bil jannah. 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Kenapa ada kata-kata 10? Ya, padahal yang lain banyak Rasul sebutkan ya. Masuk surga juga. Eh, di antara Tsabit bin Qais bin Syammas, Hasan wal Husin dan yang lainnya. Tapi disebut atau ada istilah 10 sahabat yang pasti masuk surga itu karena mereka disebut ya dalam satu redaksi hadis ya.
(30:32) 10 sahabat yang pasti masuk surga tersebut disebut dalam satu redaksi hadis maka muncul istilah alasratul mubasyaruna bil jannah. Ya. Namun ini bukan penyempitan ya. Ada beberapa nama sahabat yang Rasul langsung sebutkan namanya secara individu penghuni surga. Kemudian kata Syekh Qimu lil mustofairin ya.
(31:11) Berkata seorang penyair Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam memiliki sahabat-sahabat yang telah ditentukan, dipastikan mereka pasti di surga yang kekal abadi. Ya. Dan itu sebagai tambahan kemuliaan kepada mereka. Hum thhhah wa wa ibnu wa Zubair ma Abu Ubaidah was Sa’dan wal Khulafa. yaitu Thalha, Abdurrahman bin Auf, Azzubair, Abu Ubaid, Abu Ubaidah wa Sa’dan.
(31:41) Ada kata-kata Sa’dan maksudnya Saad bin Abi Waqqas dan Said bin Zaid. Kemudian baru alkhulafa Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali radhiallahu anhu. Said hua Said hua ibnu Zaid ibni Amr ibn Nufail. Yang dimaksud dengan Said adalah Said bin Zaid ibni Amr ibni Nufael ibnu Ammi Amiril Mukminin.
(32:09) Anak paman dari Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu atau sepupunya Umar bin Khattab. Wa Saad hua ibn Abi Waqqas wa Ibnu Zubair hua Abdurrahman ibnu Auf wa thha hua Ibnu Ubaidillah wa Amir Fihr hua Abu Ubaidah Amir Ibnu Jarrah Alfihri alqurasyi wa Zubair hua ibnul Awwam ya dan kalau kita baca kitab Sahih Bukhari misalnya ada kitab Fadil Sahabah bab tentang keutamaan para sahabat dalam Sahih Muslim juga demikian Ya.
(32:45) Dan di antara yang disebutkan adalah 10 sahabat ya Rasul sallallahu alaihi wasallam yang dijamin masuk surga ini. Almumaddahu a alladzi lahul mad alatirah. Ya, mereka 10 sahabat ini memiliki banyak keutamaan-keutamaan. Dan di antara keutamaan mereka yang luar biasa tadi, mereka pasti masuk surga. Mana haula alal khusus kitab arriad manqibil asra lil muhib atbari.
(33:26) Dan kalau mau yang ya menginginkan lebih lagi tambahan bagaimana keutamaan-keutamaan mereka, maka silakan lihat kitab yang berjudul Aryad Annadirah fi Manaqibil Asra oleh Imam at Thaabari rahimahullahu taala. Kemudian al Imam Abdullah bin Imam Abi Daud rahimahullahu taala melanjutkan bait yang ke-19.
(34:07) Beliau berkata, katakanlah sebaik ya wirahabah. Katakanlah dengan kata-kata ucapan yang baik terhadap para sahabat Nabi semuanya dan jangan pernah mencaci maki memperolok ya para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kata Syekh Abdul Razak hafidah taala umuman. Ya, setelah Imam Abdullah bin Abi Daud membahas tentang 10 para sahabat tadi, beliau melanjutkan secara umum para sahabat semuanya.
(34:58) Bukan hanya 10 tarik, namun semua para sahabat wajib ya kita menjaga lisan. Jangan mengatakan tentang mereka kecuali yang baik.Akunaliramukir Itu yang kita sampaikan tadi memuji, mencintai ya mengatakan yang baik terhadap para sahabat bukan hanya 10 tadi namun kepada semuanya. Um udul ahladlin wublin. Semua para sahabat, manusia-manusia yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa taala, manusia terbaik setelah para nabi, para rasul, maka tidak boleh kita mencela mencaci makinya.
(35:50) Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “La tasubbu ashabi.” Jangan kalian mencaci maki para sahabatku. asabi laknatullah wal malaikati aj barang siapa mencaci maki sahabatku baginya laknat Allah laknat para malaikat dan semua manusia dan kalau kita mau meringkas ya akidah para ulama salaf tentang para sahabat yang pertama wajib kita mencintai para sahabat Nabi.
(36:22) Karena Rasul bersabda, “Hubbul ayatul iman hubbul ansar, tanda keimanan mencintai kaum al-Anshar. Para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang kedua, memuji para sahabat. Karena Allah banyak memuji para sahabat dalam Al-Qur’an. Dan demikian pula Rasul memuji para sahabatnya. Yang ketiga, wajib untuk kita mendoakan mereka dengan kebaikan.
(36:49) Ya radhiallahu anhum rahimahumullahfarallahuahum ya. Dan yang keempat wajib untuk kita menjaga ya lisan dari mencaci maki menjaga hati dari dengki iri kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian yang kelima wajib mengikuti jejak para sahabat.
(37:16) Nabi sallallahu alaihi wasallam Imam Ahmad mengatakan usulus sunahanauk bima alaihi asab rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya, prinsip akidah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kata As Syekh Abdur Razak, washabialladzian nabi sallahu alaihi wasallam mukminan. Syekh Abdul Razak membawakan definisi sahabat Rasul versi ahlusunah, para ulama ahlusunah ya, sahabat adalah yang pernah berjumpa dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam tentunya ketika Nabi masih hidup.
(38:01) kemudian beriman kepada Nabi dan meninggal dunia di atas keimanan. Ya, ini yang harus di sampaikan kepada umat. Ini definisi sahabat versi ahlusunah. Ini beda dengan sebagian ahli bidah. Mereka membuat definisi yang batil, yang sesatmesatkan. Di antaranya namanya sahabat kata mereka syaratnya harus pernah ya berperang sekali atau dua kali.
(38:32) atau bersahabat dengan Nabi setahun atau 2 tahun. Ini adalah definisi yang bidah. Kemudian dari ya definisi tadi mereka mengeluarkan banyak para sahabat Nabi dari kategori sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka hati-hati dengan definisi-definisi yang sesat menyesatkan tersebut yang di dalamnya ada celaan caci makaian kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(38:58) mana sifahua minhabati fiirin. Ya, siapa saja yang memiliki tiga sifat tadi pernah berjemput, pernah berjumpa bertemu dengan Nabi, ya dalam keadaan Rasul masih hidup. Kemudian yang kedua, beriman dengan Nabi dan meninggal keimanan. Maka dialah ya dialah sahabat Nabi yang kita wajib ya mengatakan yang baik tentangnya.
(39:35) an bafirlana wajal fiubina amanuana innaka rafurah rahim. Ya, setelah Allah menyebutkan dalam surah Al-Hasyr ayat ke-8 tentang Almuhajirin, ayat ke-9 tentang Al-Ansar, ayat yang ke-10 Allah mengatakan, “Dan orang-orang yang datang setelah mereka, yaitu para sahabat mereka berkata, Rabbanafirlana ya Rabb kami, ampunilah kami.
(40:16) ” Dan bagi saudara-saudara kami yang mendahului kami dengan keimanan yang masuk ke dalam kategori alladzina sabaquuna bil iman para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini menjaga lisan dari mencaci maki sahabat maka sebaliknya wajib mendoakan para sahabat. Ya wajal fiubina amanu.
(40:43) Ya Allah jangan Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian bagi orang-orang yang beriman. Hum salamat lisan. Allah menyebutkan dalam surah Alhasyr ke-10 tadi dua sifat orang yang beriman yang sejati. yaitu selamatnya hati dari dengki iri kepada para sahabat dan selamatnya lisan dari mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waak yajib yakunaihibus sunah tujah sahabah.
(41:29) Dan inilah yang wajib ya bagi para pengikut sunah Rasul, bagi ahlusunah terhadap para sahabat Nabi. ya tidak ada kedengkian kepada para sahabat, tidak mencaci maki para sahabat ya, dan juga tidak mendalam-dalami persengketaan, perselisihan di antara para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam yang dengannya akan muncul ya celaan caci maki pada salah satu pihak yang bertiket.
(42:13) Rasul bersabda, “Apabila disebut tentang para sahabatku, jaga lisan.” Di antaranya yang berkaitan dengan pertikaian di antara para sahabat antara Ali dan ya Muawiyah, Ali dan Aisyah dan seterusnya wajib menjaga lisan. Imam Ahmad rahimahullah ketika ditanya tentang perselisihan di antara para sahabat tersebut, beliau membawakan ayat dalam surah Albaqarah.
(42:45) Itulah umat-umat yang sudah berlalu. Bagi mereka apa yang mereka telah perbuat dan bagi kalian apa yang kalian perbuat dan kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka perbuat. Para sahabat sudah meraih kemuliaan, sudah meraih keutamaan yang luar biasa dari Allah Subhanahu wa taala.
(43:07) Ya, maka jangan pernah nyinyiri seorang pun dari para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. W yakudu fajar bainahum. ya tidak boleh tadi mendalam-dalami. Namun ya akhirnya jatuh kepada caci makian kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, seperti yang pernah dikatakan oleh tokoh kelompok Ikhwan Muslimin yang bernama Sayid Kutub ya.
(43:41) yang pernah mengatakan ya bahwasanya Muawiyah dan Amr bin Ash yarkanu ilal kadib memakai kedustaan wal gis kecurangan wal khida ya kecurangan wal nifa kemunafikan ya ketika berselisih dengan Ali bin Abi Thalib naudubillah minzalik telah ancaci mak kepada Muawiyah dan ya Amr bin Ash radhiallahu taala anhuma Ya, sekali lagi ahlusunah menjaga lisan ya, bukan mencaci maki.
(44:27) Kata Imam Ahmad rahimahullahu apabila engkau melihat seseorang mencaci maki satu saja dari sahabat Rasul atau menyebut kejelekan-kejelekannya atau dia ya membencinya, maka Maka ketahuilah dia adalah mubtadi ahl bidah. Kata Syekh Abdur Razak, “Bal yaakulu anhum ma yazidu hubbah filub.
(45:01) ” Ya, bahkan selayaknya untuk kita mengatakan yang baik terhadap para sahabat yang bisa menambahkan kecintaan kita kepada mereka. bukan malah mencaci maki menjelek-jelekkan para sahabat atau satuun dari merekaim rahimahullahbi Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala mengisyaratkan dengan kata-kata tadi Ya. Wa khair quin. Katakanlah dengan kata-kata yang terbaik.
(45:43) Ya, kata kata-kata ya atau alqul ucapan itu secara mutlak bisa ada dua makna, ucapan hati dan ucapan lisan. Ya, artinya harus menjaga hati. Jangan mencaci, jangan membenci sahabat Rasul. Jangan jaga lisan, jangan mencaci maki sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Intinya tadi harus seorang muslim muslimah menjaga hati jangan sampai membenci mencaci maki ya dengan lisannya para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(46:37) Jangan mencaci maki mencela, memperolah rasulah wasum. Ya, Imam Abdullah bin Abi Daud rahimahullah taala ya setelah memotivasi, menyuruh ahlusunah untuk berkata yang baik terhadap para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam, beliau juga melarang memperingatkan ya jangan sampai ahlusunah jatuh ke dalam kelaan caci makian kepada seorang pun dari sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(47:22) Dan ucapan para ulama ahlusunah sangat luar biasa. nya kepada orang-orang yang mencela para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya Imam Alaz rahimahullah pernah berkataulan apabila Anda melihat seseorang mencaci maki satu saja sahabat rasul maka ketahuilah dia yang mencaci maki itu adalah zindiq. Nauzubillahi minzalik.
(47:56) Kata Syekh lagi,an jangan engkau menjadian secara asalnya itu maknanya yang banyak mencela. maksudha. Namun maksudnya mencela secara mutlak ya para sahabat enggak harus sering sekali saja tidak boleh apalagi sering. Maka ancaman itu tadi laknatallah wal malaikah wasasi ajma waisal maksud anahyu anil mubalag f ya bukan maknanya larangan dari kalau sering mencaci makai namun kalau satu dua boleh tidak ya sekalipun saja tidak boleh mencela mencaci maki para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam kemudian dibahas secara bahasa kata-kataan
(48:49) ala was fa’al itu tidak harus maknanya nya banyak ya. Sebagaimana firman Allah wabuka bidamin dolam lil abid. Tidaklah Rabbmu berbuat doalim kepada hamba-hambanya. Dam bukan berarti pernah berbuat zalim. Tidak. Makna ayat ini Allah tidak pernah berbuat zalim kepada hamba-hambnya. Kemudian dalam hadis disebutkan laisal mukmin ban wali.
(49:28) Ya, seorang mukmin itu bukan orang yang mencela tanpa hak, bukan yang melaknat tanpa hak dan bukan yang berbuat kekejian. makna laisan maknanya laisin tidak mencela yaitu tanpa hak tadi tidak mencela tanpa hak tadi ya adapun kalau mencela melaknat di tempatnya sesuai dengan ya porsinya gak ada masalah ya sebagaimana para asalaf terdahulu mereka melaknat tokoh-tokoh penyesat umat kata Imam Abu Hanifah Subhanallah Amr bin Ubaid fataha ilmal kalam. Semoga Allah melaknat Amr bin Ubaid, tokoh Muktazilah.
(50:12) Karena dialah yang membuka pintu kesesatan ilmu kalam ini. K dikatakan di sini h al h ma umumil musliminaifa bil amra maahabati al muaddarin. Ya, orang beriman tidak boleh mencela tanpa hak ya meskipun sekali saja apalagi mencela para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. manj.
(50:56) Demikian pula tidak boleh mencela seorang pun dari para sahabat Nabi yang bertikih di waktu itu. Ya. Dan itu bukan termasuk manhaj ahlusunah wal jamaah. Namun itulah manhaj ahli albida seperti Sayid Kutub CS. ahwaili ahlal. Tapi inilah kebiasaan kelakuan ahlil bidah, ahlil ahwa dan ahlil dol. Ya, seperti yang mungkin pernah kita dengar sebagian orang mengatakan ya, bahwasanya pertikan di antara para sahabat itu karena rebutan kekuasa.
(51:36) Ini juga sama celaan, cci, makian, tuduhan dusta kepada para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, para sahabat yang bertikah mereka ahli ijtihad. Kalau ada yang benar dapat dua pahala. Kalau satu eh kalau benar ya dapat. Kalau benar dapat dua pahala. Kalau salah dapat satu pahala. Tidak boleh dicela, dicaci mati ya. Apalagi dituduh mereka ya rebutan kekuasaan. Nauzubillah minzalik.
(52:01) Para sahabat hati mereka jauh dari tamak kepada kekuasaan tersebut. Wadim huna yuqir adalhabah waatahum. Imam Abdullah bin Abi Daud di dalam bait syair tadi menegaskan tentang bagaimana keadilan para sahabat, kedudukan keutamaan mereka. Alladina syarahumullah nabihi. Yang Allah muliakan mereka dengan menemani Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(52:39) Dan mereka mendengar wahyu langsung dari Rasul sallallahu alaihi wasallam ya dalam keadaan ya bersih murni seperti diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Fahum udulqat mereka manusia-manusia yang adil dan terpercaya. Wahumudin umah. Merekalah orang-orang yang menyampaikan agama ini kepada umat Islam.
(53:07) Yaakulu Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu. Ini ada ungkapan yang sangat indah dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu yang selayaknya kita ingat dan ancamkan ya. Karena ini juga berkaitan dengan metode manhaj kita dalam ya beragama ini. Kata Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu, manana mutaasian falyataas biasabi Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(53:38) Barang siapa yang ingin mencari surajan, jadikan para sahabat Rasul sebagai suri thajan. Karena mereka adalah manusia manusia yang paling baik hatinya. Waqoan, yang paling mendalam ilmu agamanya. Waqfan yang tidak berlebih-lebihan dalam beragama. Waqwah. Mereka adalah manusia yang paling lurus petunjuknya, yang paling baik keadaannya. Mereka dipilih oleh Allah untuk menemani nabinya dan untuk menegakkan agamanya.
(54:19) Maka kenali jasa-jasa keutamaan mereka. Watabium fiim dan ikuti jejak para sahabat Rasul. alal mustaqim. Karena mereka di atas jalan yang lurus. Ya, makanya yang menyelisihi pemahaman sahabat, yang menyelisihi ijmak sahabat pasti sesat, pasti batil. waminha fama fidin. Ya, dari sini perlu diketahui mencela para sahabat itu sama juga dengan mencela agama Islam ya.
(55:04) Seperti Syiar fidah qatahumullah yang mereka mengatakan kananasu ahl ridda ba’da wafati Rasul sallallahu alaihi wasallam. Manusia sepeninggal rasul murtad ya. Para sahabat kata mereka murtad kecuali tiga saja ya. Namun intinya bagaimana ini adalah pelecehan terhadap agama Islam. Kalau para sahabat yang membawa Islam pertama kali dari Rasul sallallahu alaihi wasallam dikatakan murtad ini juga apa ya? Menjatuhkan yang dibawa oleh para sahabat dari ajaran alislam.
(55:39) Nauzubillahim minzalik. Ya. Maka sekali lagi, masihkah kita menamakan syiar fidal muslimin? Sedangkan mereka luar biasa ya caci makiannya terhadap yang membawa Islam pertama kali yaitu para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam yang langsung menimba ilmu ya dari arrasul sallallahu alaihi wasallam. para sahabat yang mengajarkan agama ini kepada ya kita atau sampai kepada kita wasamah.
(56:25) Ya, oleh karena itulah dalam hadis ya, tidaklah kita meriwayatkan hadis dari Nabi sallallahu alaihi wasallam kecuali perantaranya adalah para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mencela mereka para sahabat itu sama saja dengan mencela Islam. War yaakul Abu Zur Arrazi rahimahullah.
(56:51) Oleh karena itulah Imam Abu Arrazi seperti yang kita telah sampaikan tadi berkata, “Roaitumula ahadan min asabi Rasul sallahu alaihi wasallam.” Apabila kalian melihat seseorang mencela satu saja sahabat Nabi seperti Muawiyah tadi, maka ketahuilah dia itu zindq ya alias munafik. Dan itu sungguh yang dikatakan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam ayatun nifaq buddul ansar se tanda kemunafikan membenci kaum al-ansar membenci para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(57:31) Dan kata para ulama kalau membenci kebanyakan mayoritas para sahabat mencela mencaci makinya maka dia keluar dari Islam. Adapun kalau mencaci satu sahabat Rasul maka dia mubtadi ahli albidah. Kata Imam Abu Zu Arrazi lagi haqun wal qurana haqun wa inama naqanahabatu. Sesungguhnya agama Islam ini hak.
(58:03) Al-Qur’an adalah hak dan yang membawa Islam Al-Qur’an dan juga sunah Rasul kepada kita atau sampai kepada kita para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Mereka yang mencela para sahabat ingin untuk mencela para saksi-saksi kami untuk membatalkan Alquran dan sunah wah w mereka yang mencela para sahabat lebih layak dicela. Dan mereka adalah siddiq. Dan Imam Athawiah mengatakan wum wajib bagi kita membenci yang membenci para sahabat ya dan yang mencaci maki para sahabat.
(58:54) Harus ada albugt albara kepada siapa saja yang mencela para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Kemudian dikatakan di sini, fatfir sahabah watakbuhumisatun minisil yahud. Adapun mengkafirkan para sahabat, mendustakan para sahabat itu adalah ajaran Yahudi ya. Ya, syiar fidatalahumullah adalah produk Abdullah bin Saba alyahudi.
(59:29) Ya, mereka musuh para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga musuh Islam dan kaum muslimin. Waisal maksud bihibatihim wa inamal maksud alilula bainan wain dan mereka yang mencaci maki para sahabat. Tujuan mereka intinya bagaimana menjauhkan umat dari alislam. Oleh karena itulah Syiah Rafidah ketika mereka mencaci maki Abu Hurairah dengan mengatakan Abu Hurairah pendusta atau selainnya dari para sahabat ya.
(1:00:18) Sesungguhnya hal ini muncul karena ya tadi ya kebencian kepada Islam ya. Orang itu tidak lagi mempercayai yang membawa Islam ini yaitu para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Ya, bagaimana orang itu punya kepercayaan terhadap ya kebenaran Islam ya, sedangkan para pembawanya dicaci maki, dituduh, kafir dan sebagainya. Wah yf muradul kaum.
(1:00:58) Maka dari sini wabihah y muradulum. Maka dari sini kita tahu tujuan utama kelompok Syiah fidah ingin untuk menghancurkan Islam dari dalam min had Abi Said Alkudriah anhuqah Bukhi Muslim dari sahabat Abi Abu Said Alkhudri radhiallahu anhu bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Jangan kalian mencaci maki para sahabatku.
(1:01:39) Demi Allah yang jiwaku ada di tangannya. Seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan satu gunung Uhud emas ya hal itu tidak menyamai satu mood ya dari sedekah para sahabat ya bahkan dari setengah sedekah para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Dalam hadis yang lain dikatakan apabila disebut tentang para sahabatku maka jaga lisan.
(1:02:11) Maknanya wal muradir jamil. Apabila disebut ya sahabat Rasul dengan kata-kata yang kurang baik, maka apa harus ya jaga alisan. Fahabah radhiallahu anhum la yudkarun illa bilhair. Ya, tidak boleh menyebut para sahabat kecuali dengan kebaikan. Wal jamil wal ihsan mau bil magfirah warahmatidwan. Ya.
(1:02:40) Namun ya tidak tidak boleh mencela para sahabat, namun harus memuji para sahabat dengan didoakan yang baik ya. Di antaranya bilfirahfarallahu warahma rahimahumullahidwanahu anhum khilaf maulub alusah wal alusa minha baanrihan. Hal ini berlainan dengan kelakuan ya ahlil bidah ya dari syiar fidah kelompok-kelompok harakah yang hati mereka telah terbalik.
(1:03:19) Demikian pula dengan akal mereka yang terbalik bagaimana mereka mencaci maki mencela para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Fafaalu naq ma umiru bihi. Mereka melanggar perintah Allah yang mewajibkan mencintai, memuji, mendoakan para sahabat dengan kebaikan. Ya. Dan mereka sekali lagi menyimpang dari apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul tentang para sahabat Nabi.
(1:03:46) Muslimun Aisyah ibn akhiu Nabi wasam fasabuhum. Kata Aisyah kepada Urwah bin Zubair, “Wahai anak ya saudaraku, mereka orang-orang itu diperintah memohonkan ampun kepada Allah untuk para sahabat namun justru mereka mencela mencaci maki para sahabat.” Naubillahik ya. Doa semoga Allah subhanahu wa taala tidak menjadikan dalam hati kita kedengkian kepada orang yang beriman dan semoga Allah mengampuni para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam dan yang mengikuti mereka dengan baik.
(1:04:41) Dan yang terakhir bait ke-19 mengatakan atauir. Kemudian Imam Abdullah bin Abi Daud setelah menjelaskan kedudukan para sahabat ya dan memotivasi menyuruh mereka mengucapkan yang baik terhadap para sahabat, beliau juga melarang memperingatkan dari mencela para sahabat. Kemudian setelah itu beliau membawakan dalil tentang bagaimana Allah memuji para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Wallahu taala alam.
(1:05:26) Insyaallah kita akan lanjutkan pada pertemuan akan datang. Kurang lebihnya mohon maaf. Enam kala kalau ada pertanyaan tafadalu. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas pemaparannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada.
(1:05:55) Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh Ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Untuk pertanyaan yang pertama kita angkat dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga Allah subhanahu wa taala menjaga ustaz dan keluarga. Saya ingin bertanya, bagaimana sikap kita ketika menjelaskan kepada anak-anak cerita peperangan Sifin yang terjadi di antara para sahabat? Barakallahu fikum wajakumullahu khairan.
(1:06:37) Maasal muslimin ikhwani fillah wa akhwati rahimani warahimakumullah. Kata alhalifat rasid Ali bin Abi Thalib, sampaikanlah ucapan Anda kepada orang lain sesuai dengan ya kemampuan mereka berpikir bernalar ya. Maka sampaikan saja yang berkaitan dengan ee hal-hal yang tidak ya menjadikan anak-anak tersebut ya berpikir yang tidak-tidak terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:07:14) Ya, cukup kita sampaikan bagaimana keutamaan Abu Bakar, Umar, Utsman dan al sebagainya ya. Belum saatnya ya saya rasa disampaikan masalah ya kronologi yang ada ya ketika perang sifin, perang Jamal tersebut agar ya mereka tidak berpikir yang tidak-tidak terhadap para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:07:39) Apalagi cerita-cerita tentang hal itu kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ada tiga kategori ya. Cerita tentang perselisihan peperangan itu ada tiga kategori. Ada yang dusta 100%, ada yang sahih namun banyak bumbu-bumbu tambah-tambahan yang dusta. Dan yang ke ya tiga ada yang asahih ya 100%. Namun sekali lagi khatibunas biqadriim.
(1:08:08) Ya cukup kita sampaikan bagaimana perjuangan para sahabat bersama Rasul sallallahu alaihi. Wasalam. Wallahu taalaam. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya, Ustaz.
(1:08:32) Ketika sedang takziah, saya mendengar seseorang berbicara bahwa si mayit adalah orang baik dan baginya surga. Apakah ucapan ini termasuk memastikan seseorang ke dalam surga? Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Nah, dalam akidah sudahah sekali lagi dilarang keras menvonis siapapun masuk surga masuk neraka kecuali kalau ada dalil khusus tentangnya.
(1:09:03) Imam Athawi dalam kitab al-Aqidah Thahawiyah beliau mengatakan, “Wala nunazzilu ahadan minhum jannatan w.” Kami ahlusunah tidak memastikan siapapun dari kaum muslimin masuk surga atau masuk neraka. Imam juga mengatakanin minalinahmati. Kami hanya bisa berharap semoga orang-orang yang baik dari orang yang beriman Allah ampuni mereka, Allah masukkan ke dalam surga hanya berharap wala najhum bil jannah.
(1:09:47) Namun kata Imam Thahawi, “Kami tidak bisa memastikannya masuk surganya berharap.” Ya, adapun kaum muslimin ya, orang-orang awam khususnya bahkan juga para tokoh kadang ada ungkapan-ungkapan mereka yang ya menyelisihi akidah salaf ini. Fulan ya karena dia diketahui mati dalam keadaan ya husnul khatimah menurut zahirnya.
(1:10:13) Wah, sudah langsung dikatakan dia pasti masuk surga. Ini nauzubillahi minzalik. Ini masalah gaib. Dari mana kita tahu? Makanya Imam albukhari rahimahullah mengatakan dalam Sahih Bukharinya, “La yuqolu fulanun syahid.” Tidak boleh mengatakan si fulan syahid. Ya. Kemudian beliau membawakan riwayat ada sebagian orang atau salah satu dari mereka ketika berperang luar biasa beraninya para sahabat memuji.
(1:10:42) Namun Rasul mengatakan hua finar. Dia di neraka. Kita enggak tahu hati orang, kita enggak tahu akhir hayat seseorang. Kita enggak tahu perbuatan amal-amalannya. Ya, sekali lagi manvonis surga neraka ya secara individu si B, si C, surga neraka ya. Sekali lagi ini tidak diperbolehkan. Wallahu taala alam.
(1:11:09) Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan berikutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Telah disebutkan tadi, Ustaz, dalam sebuah hadis, 10 sahabat yang dijamin masuk surga dan disebutkan dalam satu hadis, ya.
(1:11:35) Sedangkan di hadis lain, Nabi menjelaskan bahwa ada sahabat juga yang masuk surga di antaranya Abdurrahman bin Somit dan juga Bilal bin Rabbah. Apakah penyebutan 10 sahabat secara langsung ini menunjukkan bahwa merekalah sahabat yang paling mulia di antara sahabat-sahabat yang lain? Jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Nah, ya betul apa yang dikatakan tadi para ulama ketika menyebutkan siapa para sahabat yang terbaik secara individunya, mereka menyebut 10 sahabat tadi ya.
(1:12:14) Adapun secara kelompok kaum Muhajirin lebih utama dari kaum al-Anshar. Namun secara individunya iya betul. 10 sahabat itulah yang terbaik di antara semua para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam yang lain. Ya. Dan sudah kita sampaikan tadi juga 10 tadi bukan pembatasan yang disebut masuk surga oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(1:12:43) Masih banyak yang lain di mereka inilah yang memang terbaik. Wallahu taala alam. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya, Ustaz. Disebutkan tadi pengertian dari sahabat Nabi adalah harus bertemu dengan Nabi dan juga meninggal dalam keadaan beriman kepada beliau sallallahu alaihi wasallam. Pertanyaannya, apakah Raja Najasi termasuk ke dalam sahabat Nabi
(1:13:15) sedangkan ya belum pernah bertemu dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan Nabi pernah melakukan salat gaib ketika Raja Najasyim meninggal? Barakallahu fikum. Nah, wallahu taala alam. Sebagaimana yang sudah didefinisikan oleh para ulama yang pernah berjumpa. Maka yang pernah hidup di zaman Nabi namun tidak pernah bertemu dengan Nabi, maka tidak bisa dikategorikan sebagai sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:13:46) Wallahu taala alam. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Pertanyaan tadi merupakan pertanyaan terakhir di pertemuan kita pada Sabtu siang hari ini.
(1:14:06) Sebelum kita menutup pertemuan kita pada Sabtu siang hari ini, kita persilakan kepada ustaz untuk memberikan ikhtitam atau penutup kepada beliau. Falyatafadol masykuro wjuro bab. Tidak ada yang bisa kita sampaikan dalam penutupan ini kecuali hanya sekedar menukil ucapan Imam at-Tahawi rahimahullahu taala yang sangat indah tentang masalah sahabat atau ee akidah ahli sunah terhadap para sahabat.
(1:14:37) Imam Thahawi mengatakan wuhibbu ashaba Rasul sallallahu alaihi wasallam w nufritu fadin minhum. Kami mencintai semua para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam meskipun kami tidak berlebih-lebihan dalam mencintai para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Wad illa bikhair. Kami tidak menyebut para sahabat kecuali dengan kebaikan.
(1:15:03) Dan kata beliau tadi wubu man yubiduhum wkuruhum. Dan kami membenci yang membenci para sahabat Nabi. Dan kami membenci yang mencaci maki para sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Hubbuhum dinun wa imanun wa ihsan. Mencintai para sahabat adalah bentuk mengamalkan agama dan itu bentuk keimanan dan kebaikan. Wduhum kufrun wafun waan.
(1:15:35) Dan membenci para sahabat. itu bentuk kekafiran, kemunafikan, dan bentuk kesesatan. Nauzubillahi minzalik. Semoga Allah Subhanahu wa taala menghidupkan kita di atas akidah dan manhaj para sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Dan semoga Allah mengumpulkan kita kelak di surga bersama rasul dan para sahabat rasul sallallahu alaihi wasallam.
(1:16:02) Hza kurang lebihnya mohon maaf. Waazakumul khair atas perhatiannya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tadi merupakan penutup dari ustaz yang menandakan bahwa pertemuan kita pada Sabtu siang hari ini sudah berakhir. Semoga apa yang telah disampaikan oleh Ustaz bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan menjadi motivasi untuk kita selalu menuntut ilmu syari dan juga memperdalamnya. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas perhatiannya. Kami yang bertugas
(1:16:35) mohon pamit undur diri. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *