Ustadz Dr. Zaenal Abidin, Lc., M.M. | Bulughul Maram

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(81) [LIVE] Ustadz Dr. Zaenal Abidin, Lc., M.M. | Bulughul Maram – YouTube

Transcript:
(00:00) Raja Bandung 104.3 mm menyebar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Jadi dikabulkannya doa kita dapatnya waktu mustajab itu tidak harus kita sengaja mengejar waktu itu untuk berdoa supaya dikabulkan Allah. Meskipun kebetulan, [Musik] saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.
(00:53) Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwat Islam azaniallahu wyakum. Alhamdulillahiabbil alamin hamdan mubarokan f yuhibunaard wasatu wasalamu asil mursalin waa alihi wahabihi ajabiahum bisumilam ba ikhwat islamaniallahuakum para pendengar pemerhati dan sahabat raja semuanya kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala di sore hari ini kembali kita akan menyimak satu kajian yang tentunya penuh dengan faedah ilmu dan kita bersyukur Syukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas limpahan
(01:33) nikmat karunia serta keberkahan dari Allah dari pagi hingga menjelang sore hari ini. Dan kita mohon kepada Allah agar sore ini hingga menjelang besok pagi Allah memberikan keberkahan kepada kita semuanya. Allahuma amin. Aniallahu wyakum.
(01:53) Insyaallah pada sore hari ini kami hadirkan kembali di ruang dengar Anda dan layar televisi Anda satu kajian ilmiah dari pembahasan kitab Bulugul Maram buah karya dari Syekh e Imam Al Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu taala. Dan insyaallah sebagaimana biasanya akan disampaikan dan dipaparkan oleh guru kita Al Ustaz Alfadil Dr. Zainal Abidin bin Sududdin, Lc. M.M. Hafidullahu taala. Ikhw Islam. Azaniallahu wyakum.
(02:15) Insyaallah pada sore hari ini beliau akan mengangkat tema dengan judul anjuran memegang tongkat saat berkhotbah. Dan bagi Anda setelah kajian disampaikan kami buka sesi interaktif soal jawab. Anda bisa bertanya secara langsung melai telepon di 0218236543 ataupun Anda bertanya melalui ee chat WA di 0218236543.
(02:41) Ik is aaniallahuakum. Hari alhamdulillah kami telah terhubung dengan ustaz yang saat ini berada di masjid e Imam Ibnu Hajar, Masjid Islamic Center Imam Ibnu Hajar di Cipayung. Dan untuk selanjutnya kita akan simak bersama dan kepada Ustaz kami persilakan. Falatafadol maskur. Tolong semua ee memperhatikan konsentrasi.
(03:11) tidak ada yang main-main ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu waasta’inuhu waastagfiruhu waastahdi wa nauzubillahi min syururi anfusina was sayiati a’malina. May yahdihillahu fala mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(04:13) Qala subhanahu wa taala. Ya ayyuhanqubakumulladzi khalaqokum min nafsin wahidah walaqa minha zaujaha wab minhuma rijalan katsir wa nisaa wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham innallaha kaana alaikum raqibah Waqala tabaraka wa taala. Ya ayyuhalladzina amanutqula haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun.
(05:05) Waqala azza waall ya ayyuhalladzina amanutaqulaha waquulu qulan sajida. Yuslih lakumalakumfirakumunubakumillahaasulahu faqad faza fauzan adima. Fa inna khairul hadis kitabullah wakhairal hadi hadyu muhammadin sallallahu alaihi wasallam. Wasal umuri muhdasatuha waulla muhdasatin bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin finar. Ikhwah sekalian wa akhwat fillah.
(05:57) Sebelum saya memulai kajian, saya sampaikan ucapan menarik dari Al-Hanul Bashri. Kata beliau, “Aal lidunyaka qadra baqoika fiha. Berbuatlah di dunia ini sekedar lamanya tinggal kamu di dunia.” artinya masa iya sih kita itu tinggal kurang 10 tahun kita peras keringat banteng tulangnya 100 tahun kan rugi.
(06:48) Tambah lagi muka-muka antum ini umur-umur pendek ya rata-rata beda dengan saya ya. Antum ya kelihatan ada yang 50 apalagi perokok 52 itu sudah terlalu panjang ya. Ketawa saheh saheh. Perokok itu 52 itu sudah selalu panjang. Waal liakhiratika qad qodro baqa fiha. Berusahalah untuk akhiratmu sesuai dengan lamanya kamu tinggal di sana. Coba apa? Iya.
(07:44) Tinggal di akhirat umpamanya 5 juta tahun. Antum bawa perbekalan hanya cukup 5 hari. Coba logika kita di mana itu? Waal liari qodr sobrika fiha. Dan berbuatlah maksiat untuk masuk neraka. Sekedar sabar betahnya antum tinggal di situ. Silakan, tapi antum sabarnya berapa gitu. Jangan sabarnya cuman 5 jam, maksiatnya 5 abad. Tuh otek itu di mana gitu loh.
(08:35) Utek mikir enggak loh gitu. Masyaallah. Ya, makanya kata Abdullah Ibnu Abi Aizar, “Wahai manusia, sesungguhnya kalian punya dua hunian.” Jadi, hunian satu di atas bumi, hunian satu di bawah bumi. Lalu ada orang yang datang bertanya kepadamu, “Berapa lama kamu tinggal yang di atas?” Berapa lama kira-kira ya? Kalau Pak Hendra mungkin 10 tahun lagiah.
(09:23) Gimana, Pak? Atau 15 atau 5 tahun ya? E, Pak Kimin berapa? Kalau EB mah 2 tahun lagi tuh. Masyaallah. Coba bayangkan kita perbaiki cendelanya, pintunya, kita isi perabotnya dengan ee merek-merek yang berkualitas ya, branded. Sementara kita tinggalkan 10 tahun lagi, 5 tahun lagi, 15 tahun lagi. Sebab berapa lama kamu tinggal yang di bawah bumi? Masyaallah.
(10:04) Andaikan di antara kita ada yang mati hari ini, kiamat kurang 1 juta tahun lagi. Itu kuburan tok s juta pak. 1 juta tahun tuh, Pak Joteng. Tuh antum mendekati gitu. Jangan senyum-senyum tok antum. Baik. Makanya di sinilah seorang mukmin itu akan berpikir tazawad bituqo fainnaka la tadri id jannal lailu fahal taisualu ilal fajri. Berbekallah dengan ketakwaan kalau sudah masuk malam jamin enggak umurmu sampai pagi itu? Enggak ada yang jamin.
(10:52) Coba Nabi Adam itu di alam kubur sudah berapa tahun tuh, Pak? Nabi Adam ya. Subhanallah. Nabi Ibrahim itu sudah disinyalir ahli sejarah 4.000 tahun di alam kuburnya. Imam Syafi’i 1200 tahun di dalam kuburan. Sementara mereka coba bagaimana menyiapkan alam akhirat dengan perbekalannya, dengan salatnya, tahajudnya, sedekahnya, zikirnya, baca Qurannya.
(11:31) Sementara antum mancing, ngadu burung, terus apa lagi itu ya? Itu masyaallah gitu ya. ini sebagai prolog untuk supaya kita lebih konsen ngaji yang seminggu sekali. Antum difasilitasi ini bersyukur enggak usah ke sana sini sudah masjidnya bagus asik kasih makan lagi minum. Masyaallah kurang apa loh kalau enggak kurang ajar tu kan gitu.
(12:12) Bab kita masuk sekarang. Anil Hakam Ibnu Hazn. Ini adalah seorang sahabat mulia Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam yang masuk Islam pada yaumul fathi. Jadi ketika pembukaan kota Makkah beliau masuk Islam. Nah, ceritanya beliau ini datang bersama kelompok kaumnya yang kurang lebih tujuh atau il yang diriwayatkan hadis ini oleh Abu Dawud di dalam Abwabil jumah.
(12:56) Babur rajul yakhtub ala qausin. Bab seorang khatib berkhotbah dengan berpegang dengan kaus yaitu panah. Ya. Ya. Qus itu anak panah ya. Itu kaus ini apa namanya itunya? Pegangannya itu apa namanya? Bus enggak? yang pegangannya itu loh ini busur yang dipegang enggak ngerti itu apa khaus itu. Dari Syihab Ibnu Kharas haddasani Syuaib Ibnu Zuraiq atifi.
(13:40) Qala jalastu ila rajulin. Saya duduk menghadap seorang lahu suhbatun min rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. yang beliau ini statusnya sahabat. Tapi subhanallah ajaibnya kata Abdullah ini Ibnu Abdil Bar satu-satu ini di antara sekian sahabat yang memiliki satu hadis riwayat dok masyaallah makanya enggak semua sahabat itu riwayatnya melimpah.
(14:18) Ada yang meriwayatkan hadis secara melimpah seperti Abdullah Ibnu Mas’ud, Abdullah Ibnu Umar, Abdullah Ibnu Abbas, Abdullah Ibnu Amr bin Ash, ada Abu Hurairah. Tapi ada had ini sahabat yang di antara mereka tidak meriwayatkan sama sekali hadis. Ada yang cuman satu hadis di antaranya ini. Bahkan ini satu-satunya hadis yang beliau riwayatkan.
(14:51) Ya. Yuqalu lau hakam. Siapa beliau? Alhakam Ibnu Hazn Alkulafi. Faansya yuhaddisuna qala wafattu. Wafatu artinya saya datang bertamu. Ila Rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Kepada Rasulullah untuk masuk Islam. Maksudnya sabi’as sabatin saya orang yang ketujuh. Jadi sabi’a saba’atin berarti bertujuh saya yang ketujuhnya.
(15:34) A tasi’a tisatin atau bersembilan bertujuh bersembilan. Jadi kalau kita bicara bertujuh bersembilan itu bahasa Arabnya sabiia sabatin tasi tisatin tuh bersembilan. Kalau bersep asyiro asratin gitu. Fadakhalna alaihi saya masuk ke rumah Rasulullah. Nah nih di sini uniknya bahasa Arab. Kalau dakhala alaihi berarti masuk ruangan. Kalau dakhala bihi yaitu menggauli istri. Loh, kan gitu.
(16:14) Makanya ee antum kalau belajar bahasa Arab yang detail supaya pemahaman antum enggak enggak pincang gitu. Contoh rogiba man dengan raghiba fih itu artinya bainasama wasur artinya berlawanan arah. Raghiba fi artinya senang. Rogibaan artinya benci. Coba hanya beda an sama fi. Ini beda antara ala dengan bi itu fadakalna alaihi bertamu masuk.
(16:52) Dan adab dari tamu itu adalah apa? Satu mengucapkan salam, ngetok pintu tiga kali ya enggak diizinkan pulang itu ya yarji. Dan kalau lagi ngetok jangan ngintip. Kadang-kadang ada sebagian orang kita punya tradisi budaya kalau ngetok pintu sambil gini-gini ng enggak boleh. Innama juilal idu min ajlil bash. Iin itu disyariatkan untuk menjaga pandangan.
(17:29) Lah kalau ente sekarang ngintap-ngintip, kalau ente sekarang apa? Tengok-tengok. Enggak usah izin. Kalian aja masuk digebugin orang. Karena apa? Orang yang ngintip itu matanya berhak untuk dicolok. Kalau seandainya yang punya rumah nyolot enggak kena, enggak kena pidana loh itu ngin paham enggak antum tuh? Kayaknya apalagi ngintip orang mandi tuh kayak Pak Nursnya maksudnya dulu SD dulu ya kan Pak Gu kalau sekarang enggak ada yang ngintip karena apa? Kagak diintip aja melotot kelihatan semua gitu.
(18:14) Ya. Faqulna ya Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam zurnaka. Masyaallah ziarah. Dan ini menunjukkan bahwa dianjurkan kita itu menziarahi mengunjungi ulama. Ya. Dan di antara sekian cara kita untuk mendidik anak, kita ajak berkunjung kepada seorang alim.
(18:46) Satu, mendapatkan tausiah, dua mendapatkan qudwah, yaitu panutan taasi di dalam hal-hal kaitannya dengan nilai. Karena anak itu dibutuhkan sosok. Kalau emaknya enggak bisa jadi sosok, bapaknya enggak bisa jadi sosok, dicarikan siapa yang paling tertinggi Rasulullah kalau enggak ulama. Karena orang itu di dalam rangka untuk membentuk jati diri itu dibutuhkan tiga diri.
(19:15) Diri ideal, jati diri, nah baru harga diri gitu. Diri ideal artinya contoh. Kalau antum bisa mencontoh berarti punya jati diri. Kalau antum punya jati diri artinya otomatik antum punya harga. Yang jadi problematika kadang-kadang orang lebih menekankan harga diri tapi enggak punya jati gitu. Wah, dia itu menginjak-injak harga diri saya lah.
(19:47) Memang patut kok harga diri n diinjak-injak i toh ngutang enggak balik. Ayo, ayo. Gimana tuh? Ngutang enggak dibalikin. Terus kemudian akhirnya apa? diomongin orang sana sini ya wajar antum sekarang diomongin karena apa? Antum telah merusak jati diri antum karena akhirnya enggak punya harga diri. Makanya dalam hadis Rasulullah orang yang matlul ghanii dululmun, orang yang menunda-unda hutang padahal bisa bayar itu zalim dan dihalalkan untuk digibah.
(20:29) Loh, itu loh. Makanya kalau ada orang enggak bayar hutang diomongin itu halal. Halal gitu. Paham? Yuhilla irdahu gitu. Hati-hati. Makanya kadang-kadang orang terlalu gaya sampai lupa hutang gitu loh. Yang penting enggak punya apa-apa daripada punya apa-apa ujungnya.
(21:04) Kenapa-kenapa? Karena utang sono, utang sini gitu loh, Pak. Tuh orang yang tukang ngutang itu, Pak. Saking apalnya sampai mukanya itu ketahuan muka tuh subhanallah. Dan cara bicaranya, cara pendekatannya itu udah kebaca. Nah, ini paling nyari hutang nih. Aduh, Tayb zurna ziarah. Ya, kita ajak untuk datang kepada alim, kepada ulama, kepada ustaz supaya satu diberikan nasihat.
(21:43) Yang kedua dia punya kutwah panutan diri idealnya yaitu panutan yang bisa membentuk diri dia sebagai seorang apa? Saya ingin menjadi seorang yang hafal Al-Qur’an. Oh. Ini nih, Ustaz, panutan saya dalam menghafal Al-Qur’an. Saya pengin sekarang jadi orang itu sabar, ikhlas. Nah, ini nih ustaznya. Gitu. Beda kalau pengin jadi pencopet.
(22:12) Nah, itu di terminal tuh ajak tuh jalan-jalan nongkrong di situ tuh. Wad’uana bikhairin. Masyaallah. Ini juga menunjukkan dianjurkannya kita itu meminta doa kepada orang saleh. Dan di antara sekian tujuan terselip di dalam ziarah orang-orang alim adalah apa? Minta didoakan. Makanya fad’uana bikhairin.
(22:42) Itu makanya kalau ziarah ketemu orang saleh minta didoakan, “Pak, mudah-mudahan anak saya ini bisa kuat menghafal Al-Qur’an. Ya, amin. Insyaallah saya doakan supaya menjadi penghafal Al-Qur’an tangguh. Amin, Pak. Mudah-mudahan ini anak menjadi anak yang sabar, enggak pemarah, nurut sama orang tuanya, ya. Amin, Pak. Mudah-mudahan ini nanti anak ini kalau sudah dewasa punya istri empat, amin. Masyaallah.
(23:15) Diaminin aja gitu, Pak. Mudah-mudahan ini menjadi orang kaya raya, barokah, dan masyaallah dermawan. Amin. Gitu. Supaya jadi ustaz, ulama dan yang lainnya. Minta didoakan fad’uana bikhair. Apa aja? Doakan untuk kami kebaikan khair. Dan di sini seorang sahabat meminta dengan konteks nakirah fadulana bikhairin. Karena khair itu melimpah banyak dan bercabang-cabang.
(23:47) itu kan gitu. Makanya tidak bilhair yang hanya makrifah tapi bikhairin kebaikan dari seluruh sisi dunia akhirat agama dan juga hal-hal kaitannya dengan individu rumah tangga dan juga bersosialnya baik menjadi orang baik secara pribadinya jadi orang baik kepada suami atau istrinya jadi jadi orang baik kepada anaknya tet tetangganya ini bikhairin baik harta ini apa namanya maisyahnya baik kerjaannya baik badannya berarti sehat gitu bikhairin terus faumiro bihi faamar bina a amarana bisyaaiin minat tamri rasulullah memerintahkan seseorang untuk ngambil kurma dikasih
(24:46) mereka dan ini ee di antara yang selalu dilakukan Rasulullah kepada tamu. Jadi kalau enggak tahu, enggak punya kurma pun kadang-kadang di antara sahabat ditawarkan, ada enggak di antara mereka yang punya kurma untuk dijadikan sebagai jamuan? Ini menunjukkan bahwa kalau ada tamu itu antum camu makanan ya.
(25:21) Ya, Nabi Ibrahim itu enggak main-main, pedet itu anaknya sapi, disuguhkan. Ketika saat itu Jibril Mikail yang menjelma tamu disuguhkan pedet yang gemuk itu. Farag ila ahlihi fajain tsamin. Dia datang kepada istrinya minta supaya disiapkan ijlin yaitu pedet yang samin yang apa? Gemuk. faqorahu ilaihim qala la takunu didekatkan, disuguhkan tapi enggak makan.
(26:08) Berarti bahkan dikisahkan dua tamu itu berusaha untuk mengayunkan tangannya ke makanan itu enggak kena-kena. Padahal sudah masuk. Wah, ini berarti bukan manusia ni. Ternyata ngaku saya adalah Jibril. Ini Mikail sedang disuruh oleh Allah mengkhabarkan bahwa istrimu akan punya anak dan sebentar lagi pun aku pergi kepada kaumnya Nabi Luth untuk mengazab mereka. Makanya Nabi Ibrahim tanya, “Qala fama khatukum ayyuhal mursalun qalu inna ursilna ila quumim mujrimin.
(26:53) Bagaimana kabar kalian? Kenapa kalian ke sana? Ada apa? Saya akan mengazab kaumnya Nabi Luth.” Woh, kaget Nabi Ibrahim. Karena masih anak pamannya tuh ya. Jadi antum juga gitu kalau ada tamu minimal ayamlah gitu. Tamu cuman teh keluar apalagi Dul Fitri semua teh keliling tujuh orang teh semua giliran yang ketujuh kencing karena apa? Udah air semua bismillah gitu ya. Lanjut.
(27:37) Wasu idzakadun. Dan ketika itu pajeklik. Masyaallah. Coba bayangkan dalam kondisi apapun jangan menghalangi antum untuk menghormati tamu dengan makanan minuman yang antum keluarkan. Walaupun pajak ini pajak wasyanu idzaka dunun bimakna apa? Dafun. lemah dalam kondisi pajeklik. Faqamna biha ayyaman.
(28:15) Tamu ini beberapa hari tinggal bersama Rasulullah ya otomatis nanggung makanan minuman dalam waktu sekian hari itu sampai mendirikan tenda karena rumah-rumah nomaden ya mereka dengan mudah ya bongkar pasang apa ee rumah karena mereka itu di dalam perjalanan. itu bisa aja ke Madinah itu berapa? 5 hari, 7 hari. Enggak mungkin enggak enggak tidur.
(28:41) Makanya ketika waktu tidur tancepin itu ee apa namanya? Tenda nanti diringkes lagi. Makanya orang-orang nomaden itu sangat ee apa namanya? Sangat ahli di dalam membikin rumah-rumah darurat gitu. Bongkar pasang tuh. Makanya kalau ada ioo acara itu ambil aja itu orang Badui itu kan bongkar pasang tuh. Makanya unta itu selalu ada itu yang kalau motor itu kan ada itu apanya kanan kirinya itu ee kotak ya. itu akan dikasih itu.
(29:22) Itu isinya perbekalan bukan hanya makanan, bukan hanya minuman, tapi perbekalan tenda-tenda darurat untuk kalau kemalaman mereka tidur gitu. K syahidna fihal jumuah. Dan kebetulan ketika itu bisa menyaksikan salat jumah bersama Rasulullah. Masyaallah indah. Sebagaimana kebanggaan seorang sahabat.
(29:52) Jangankan sahabat kita ya, kita kalau menemui di Madinah Jumat saja tanpa Rasulullah begitu bangga kita, begitu senang kita umrah menemui jumah. Apalagi jumat yang khatib adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Masyaallah. Syahidna fihal jumuata maa rasulillahi sallallahu alaihi wasallam. Nah, saya saksikan kata al-Hakam Ibnu Hazn ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam faqama berdiri nih di atas mimbar. Mimbarnya kayak gini ya.
(30:32) Tiga tangga ini kurang satu tangganya ya. faq mutawian karena ketika itu belum ada mimbar Rasulullah tampaknya belum dibikin mimbar karena apa? Karena pada saat itu mimbarnya atau tempat duduknya itu masih dari bonggol kurma itu yang ketika ditinggal bonggolnya itu nangis karena tidak rela, tidak ikhlas ditinggalkan oleh Rasulullah yang selama ini menjadi tempat duduknya ketika khotbah.
(31:05) Karena khotbah berdiri nanti kalau duduk di tempat kurma yang dipotong tinggal pongkolnya itu. Makanya enggak ada mimbar yang bisa dibuat pegangan kanan kiri. Maka pada saat itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pegangan ala asongkat. Eh, auqusin atau tadi itu panah itunya ya ee pemanahnya itu bukan anak panahnya itu.
(31:42) Ini menunjukkan bahwa masyaallah ya kehidupan Rasulullah itu amat sederhana. Masjidnya apalagi antum lihat. Jadi bonggol-bonggol kurma itu masih ada di dalam masjid. Salat apa adanya. Masjid enggak ada atap, tapi ngajinya istiqamah. Berislamnya kuat. Beda. Bandingkan sekarang masjid kita. Masyaallah. Masjid di mana-mana megah.
(32:10) Tapi makin megah makin enggak ada yang salat. Itu itu yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib. Ini adalah tanda-tanda kiamat. itu sayati alanasi zamanun lam yaqo minal islami illa ismuhu walam yaqo minal qurani illa rasmuhu kan gitu akan datang satu zaman tidaklah tersisa dari Islam kecuali tinggal namanya namanya aja keren-keren Abdurrahman, Abdullah, Abdul Khaliq Saleh, terus apaagi? Apa lagi? banyak tapi enggak salat koruptor itu kan gitu.
(32:48) Terus apaagi? Maling, ngerampok, selingkuh lah. Kan gitu nama-nama indah g ini menunjukkan benarnya apa yang dikatakan Ali tidaklah tersisa kecuali tinggal nama. Masjid pun tinggal nama. fungsi masjid enggak ada dan bahkan istilah-istilah syariat itu pinggah aja jihad. Apakah ada hakikat jihad sekarang? Enggak ada. Tinggal nama, tinggal istilah.
(33:25) Salat, tinggal istilah, zakat, tinggal istilah, puasa tinggal istilah. Tapi apakah ada orang yang benar-benar puasa? Ada benar-benar salat tuh. Hamidallah. Makanya di sini dianjurkan khotbah innalhamdalillah nahmaduhu fahamidallah wa asna kalimatin khofifatin thayibatin mubarokat. Yaitu menyampaikan kalimat-kalimat yang ringan, yang thayibah, kalimat-kalimat yang baik, mubarokah yang mengandung berkah.
(34:06) Yaitu apa? Nasihat karena addinun nasihah agama itu nasihat dan ud’u ila sabiliika bil hikmati wal mauidatil hasanah itu adalah apa? Kalimat dakwah dan tidak ada kalimat yang terbaik dibanding kalimat dakwah. Makanya Allah menegaskan, “Waman ahsanu qulam mimman da’a ilallah waamila shihan faqala innani minal muslimin.
(34:38) ” Maka hargai dakwah, hargai dai, hargai orang yang menyampaikan dakwah. Nah, sekarang jangankan e menghargai ya. Ya, Min, enggak memusuhi aja itu untung loh, Pak. Sekarang itu ya tidak sedikit orang sekarang ini mencemarkan, melecehkan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan. Padahalahu bika rajulan wahidanirunaka min humrin na itu ada orang yang mendapatkan petunjuk lantaran antum satu saja itu lebih baik kendaraan termewah tuh ya smma qala ayyuhanas isi daripada khotbahnya ya setelah bla bla isinya ayyuhanas ini memberikan satu pengertian bahwa khotbah itu ditujukan kepada seluruh kelas, seluruh segmen. H
(36:11) ini menunjukkan bahwa Rasulullah itu diperuntukkan bukan untuk orang-orang Arab saja, manusia khusus bahkan ayyuhannas. Makanya dalam hadisnya beliau mengatakan, “Buitu ilanasi amatan.” Saya diutus Allah untuk seluruh manusia. Enggak ada pandang bulu. Eropa, Asia, ajam Arab, hitam putih. Semua orang tidak ada keutamaan di hadapan Islam kecuali takwa.
(36:45) Kecuali mengucapkan lailahaillallah. Meneguhkan syahadah. Dan konsekuensinya yaitu tauhid. Ayyuhannas innakum lan tutiqu. Kalian tidak akan kuat. Dan ini menunjukkan bahwa orang tidak dituntut di dalam idealisnya dulu. Di dalam kesempurnaan. Karena enggak ada orang yang bisa sempurna.
(37:19) Bahkan Rasulullah mengatakan dalam riwayat lan taf’alu kalian tidak akan bisa mengamalkan Islam dari seluruh sisinya. Tuh, antum lihat aja sahabat dengan berbagai macam tingkatan surganya di dalam amaliah kebaikan mereka itu ada yang punya kelebihan menonjol satu dua. Bahkan ada sahabat yang dijamin masuk surga tiga kali itu hanya punya kelebihan tidak pernah punya sakit hati dongkol kesal sama orang. Tuh. Masyaallah gitu, Pak.
(37:59) Apa yang dituntut oleh Rasulullah, oleh Islam, oleh Allah? Lan taf’alu kullama umirtum bihi. Jadi enggak mungkin antum bisa melaksanakan semua yang diperintahkan kepada kalian. Jadi, kullama umirtum bihi enggak mungkin. Dalam kondisi semua 100% dalam pengamalan syariah komlot 101 semua enggak mungkin.
(38:29) Tapi yang paling penting walakin sadidu berusahalah untuk jadi orang benar. Jadi sadidu meskipun satu istiqamah tapi benar gitu loh Pak. Jangan udah kecil dikit salah lagi kan gitu. saddidu. Makanya yang dituntut ulan sadida dulu yang dituntut pada antum itu berusaha menjadi orang baik. Itu dulu lah.
(39:05) Kalau antum nanti bisa melakukan berbagai macam kebaikan itu bonus yang utama. pertama. Ya Allah, ana memang tidak seperti fulan-fulan, ana tidak seperti si anu si anu karena amaliahnya melimpah. Tapi aku sudah mending pengin jadi orang baik gitu. Pengin jadi orang benar. Jadi keinginan antum ingin jadi orang benar, orang baik itu adalah pintu, adalah apa namanya? Pondasi.
(39:37) Minimal antum enggak punya angan-angan jadi orang becat. Tuh tahu enggak? Paham enggak tuh? Closing-nya, outcome-nya tuh. Minimal antum enggak punya angan-angan jadi orang brengsek. Loh, itu lah. Di tiap hari mikir, ana kapan bisa ke Thailand? Ah, ngapain nanti? Aduh, mana ini pengin ee kasino gitu kalau punya duit banyak nih yang dipikir gitu.
(40:12) Sebetulnya kemarin lomba mancing itu ana pengikut tuh cuman enggak punya modal kemarin tuh judi gede ternyata. Loh, yang dipikir kejahatan, yang diangan-angan keburukan, yang dicita-citakan menjadi orang jahat. Kapan antum bisa baik? Makanya yang dituntut oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang diinginkan walakin sadidu berusaha jadi orang baik.
(40:46) Wa absyiru kasih kabar gembira kepada orang lain kebaikan-kebaikan juga. Artinya kalau ada orang yang belum bisa maksimal melakukan kebaikan, minimal antum sudah berpikir menjadi orang baik. Udah top, Mas. Udah bagus, Mas. Masyaallah. Absyiru. Jangan bikin orang nyesal di dalam agama. Bikin orang putus asa.
(41:11) Aduh, antum begini mau mikir masuk surga, Mas. Masuk surga siapa lu? Udah deh, jangan tinggi-tinggi ya. Emper aja untung ini. Nah, jangan. ul kafirun. Tidak ada orang yang membikin putus asa kecuali orang-orang kafir. Makanya Allah katakan, “Qul ya ibadiyalladzina asrofu aa anfusihim laa taqnatu mir rahmatillah. Innallaha yagfirudzunuba jamia. Masyaallah.
(41:53) Allah kasih ember-embel jamiah. Berarti apa? Enggak ada dosa yang dikecualikan Allah untuk diampuni. Gitu. Katakan Muhammad, “Wahai hamba-hambaku yang telah mengotori dirinya dengan berbagai macam maksiat, jangan putus asa menjalani kebaikan dan meniti menjadi orang baik itu jangan ada putus asa. Wa absyiru ada kebaikan-kebaikan yang mudah antum bisa jalani.
(42:25) Ada cara-cara yang bisa antum lalui untuk menjadi orang baik. Ada solusi-solusi untuk bisa mengeluarkan antum dari jeratan-jeratan kemaksiatan dan jerat-jerat hawa nafsu dosa sehingga antum menjadi baik. Makanya wa man khofa maqombbihi wahan nafsail hawa fainnal jannata hiyal mawa. Wallahuam bisawab. Saya kira itu cukup dan intinya kita bisa simpulkan bahwa seperti yang telah dijelaskan oleh Syekh Muhammad Ibnu SU Utsimin, apakah seorang khatib itu dianjurkan untuk pegang tongkat atau tadi itu panah? Ininya dikatakan oleh para ulama bahwa
(43:22) ini melihat kebutuhannya dan ini konteksnya Rasulullah melakukan ini sebelum dibikinkan mimbar. Makanya kalau sekarang ditanya apakah memegang tongkat bagi seorang khatib itu taabbudi atau lil hajah? Itu ibadah. Artinya butuh enggak butuh harus ada tongkat atau memang lil hajah kata Imam Ibnu Qayyim dan para ulama yang lainnya bahwa tongkat ini adalah lil hajah kalau enggak dibutuhkan enggak usah.
(43:56) Kenapa? Karena ketika belum ada mimbar seperti ini, belum ada sesuatu yang bisa kita pegang, maka seorang khatib ya ketika tidak ada pegangan itu kurang nyaman. Ya. Terus kemudian ketika dia itu tidak ada pegangan mungkin kurang kokoh gerakan-gerakannya juga kurang maksimal retorikanya tidak seperti yang diharapkan.
(44:27) Sehingga ketika ada pegangan itu lebih asbat, lebih teguh, lebih kokoh, lebih nyaman, dan lebih enak orasi-orasinya di dalam menyampaikan khotbah-khotbahnya itu. Nah, apakah ee juga boleh dengan apa namanya ee pedang? Karena ada sebagian ulama yang menyarankan dengan pedang supaya Islam itu kelihatan kokoh, supaya pemimpin itu ditakutin. Ini bukan ditakuti, nakut-nakuti.
(44:56) Oleh karena itu ditegaskan oleh para ulama tidak ada satu dalil pun anjuran yang meneguhkan, yang menguatkan seorang khatib dianjurkan pakai apa? Pedang. Yang ada tadi tongkat atau paus. Tapi itu pun kalau belum ada mimbar. Bahkan selama Rasulullah sudah punya mimbar enggak pernah pakai tongkat lagi, enggak pernah pakai kos lagi, apalagi pedang.
(45:29) Karena kesan ini pertama seram, yang kedua teror, yang ketiga terkesan Islam itu menyebar dan disebarkan dengan kekerasan. Yaitu apa? Pedang. Ngantuk bacokot enggak ada itu. Sementara Rasulullah sallallahu alaihi wasallam eh apa Rasul Allah menegaskan la irah fiddin tidak ada paksaan dalam masuk agama. Dan bahkan kata Imam Ibnu Qudamah siapa yang terbukti masuk Islam dipaksa, maka keislamannya tidak sah. Sampai ada bukti dia itu masuk Islam secara sukarela.
(46:03) Oh. Makanya enggak benar Islam itu keras, cinta kekerasan itu sehingga di sana dikatakan radikal, fundamental, intoleran. Ini semuanya hal-hal yang tidak pernah ada faktanya. Tapi tuduhan-tuduhan itu faktual untuk menjerumuskan Islam, untuk mendiskreditkan Islam, dan yang tidak kalah pentingnya adalah membunuh karakter pembawa Islam yang mereka tuduh apa? radikal.
(46:37) Knya jatuh, terperosok, terjermap bersama tuduhan tersebut. Wallahuam bisawab. Saya kira itu cukup dan kita buka tanya jawab. Tafadol nam ustaz. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum atas mat yang telah yang telah disampaikan di sore hari ini. Dan ikhwatal islam azaniallahu wyakum. Kami buka sesi interaktif soal jawab.
(47:03) Bagi Anda semua yang bertanya, Anda dapat menghubung kami di 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan chat W di 0218236543. Kita akan angkat satu pertanyaan terlebih dahulu dari telepon di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung untuk bertanya, ya. Silakan. Baik, terputus Ustaz. Kita angkat kembali pertanyaan berikutnya. Baik, sambil menunggu penelepon yang ee masuk dan terhubung kami angkat pertanyaan ma pesan singkat Ustaz yang sudah masuk. Ustaz izin bertanya dari penanya kita di Anwar di Bogor, Ustaz.
(47:50) Beliau bertanya, “Kenapa ketika sedang membaca kitab rawi saat berselawat harus berdiri?” Ustaz mohon Ustaz memberikan penjelasan Ustaz silakan Ustaz. Masyaallah. Ini rawi ini bacaan yang menjadi populer dan me apa ya? Memasyarakat ya sampai saking masyarak saking ee apa umumnya saking menyebarnya sampai sering dilombai sampai ada pemenangnya jago rawit.
(48:34) itu kan menang rawian itu jago jago rawi ikhwah sekalian rawi ini adalah bacaan yang tidak ada anjurnya di dalam Islam apalagi dilakukan dengan cara-cara ritual tertentu. Bahkan di antara prosesi membaca rawi itu satu semua dalam keadaan pakai-pakaian tertentu biasanya putih dan semua bersuci bahkan yang masak aja enggak boleh ada yang haid. Masyaallah.
(49:07) Kemudian ritual ini dibaca lebih khusyuk daripada Quran. Padahal keutamaan yang jelas itu ada pada Quran. Kalau Al-Qur’an jelas Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Man qoraa harfan min kitabillah falahu bihi hasanatun falatu bias amsaliha falaulu alif lam mim harfun walakin alif harfun walam harfun wa mim harfun.
(49:36) Barang siapa yang baca satu huruf dari kitabullah mendapatkan satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatkan 10 kali. Saya tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tapi alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf. Ada jaminan ke rawi? Tidak ada. Man qoraa harfan min rawi enggak ada. Waman qora harfan min barjanji waqib enggak ada.
(50:07) Tapi kenapa kita ri rendah dan semangat antusias membaca sesuatu yang enggak ada jaminannya sementara yang ada jaminannya kita tinggalkan? Ini yang kita sayangkan kaum muslimin. Sekarang terjebak pada hal-hal yang ritus tetapi tidak ada jaminan surganya. Padahal ibadah yang dijaminkan oleh Allah dengan jaminan surga adalah ibadah yang dicintai oleh Allah dan diridainya. Dan tanda perbuatan itu dicintai oleh Allah lima. Satu diperintahkan.
(50:37) Kedua, diridai oleh Allah. ketiga dijaminkan surga. Ke keempatnya dijamin ada pahalanya. Kelima dipuji oleh Allah. Makanya mana saja perbuatan ucapan antum, tindakan antum tidak mengandung salah satu di antara lima itu, maka itu bukan ibadah. Tid. Makanya cek aja sekarang yang antum anggap ibadah ada enggak perintahnya? Yakin ada salat ada enggak perintahnya? Rida enggak? Rida. dicintai enggak? Dicintai. Ada enggak pahalanya? Ada.
(51:16) Itu tapi sekarang ada orang nazar naik pohon kelapak 3 hari. Ada enggak sekarang pujiannya, perintahnya? Enggak ada. Loh, itu lihat. Jadi, segala sesuatu yang kita klaim ibadah itu harus dan mengharuskan kita untuk mendalihkan lima atau salah satu di antara lima itu. Kalau enggak ada maka kosong dan itu bukan ibadah.
(51:43) Walaupun antum klaim itu ibadah tuh ya. Wallahuam bisawab. Yang lain enam ustaz. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum Ustaz atas jawaban yang telah antum berikan, Ustaz. Dan kita akan angkat pertanyaan berikutnya melai telepon kembali di 0218236543. Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung ya.
(52:12) Silakan ya. Silakan ya. Silakan. Sudah masuk. Asalamualaikum ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak? Dan berada di mana? Ah iya. saya dari Pasaman, hamba Allah dari Pasaman, Sumatera Barat. Baik, silakan Pak pertanyaannya yang saya akan tanyakan. Ee Ustaz, saya sudah berusia e Ya, Bapak langsung saja Bapak.
(52:51) Mohon maaf Bapak Bapak menyimak telepon saja tidak perlu menyimaklah televisi karena di live, jadi Bapak langsung saja bicara ya. Iya, sudah. berusia ya sudah berusia 65 tahun. Ustaz yang kami tanyakan ee akhir-akhir hayat kita ini, Ustaz, apa kira-kira amalan yang perlu fokus yang perlu kami perhatikan untuk kembali ke ee ke alam barzakh nanti setelah meninggal dunia. Baik, terima kasih Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(53:25) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik Ustaz, kami ulang kembali Ustaz. Beliau, beliau seorang penanya dari Pesaman, Ustaz dari J Sumatera Barat. Beliau bertanya, “Apakah amalan bagi orang yang sudah berusia 65 tahun yang bisa dikerjakan agar bisa kembali ke alam barzakh dengan membawa amalan saleh? Ustaz, silakan, Ustaz.
(53:48) ” Bab yang pertama utama jelas ini adalah takwa. B fnaka la tadri jannal fahalual fajri. Dan itu tanda seorang itu imannya sudah bersinar. Makanya Rasulullah ketika ditanya ketika beliau bersabda, akalan nurul qolban fasarah. Jika cahaya iman itu sudah masuk ke dalam hati maka jiwa akan tenang, pikiran akan lapang. Wama alamatu dalalika ya Rasulullah.
(54:23) Apa tanda-tandanya wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, “Al inabatuil khulud.” Pelan-pelan latihan untuk kembali ke kampung penuh kekekalan yaitu akhirat. Watajafiil gurur. Pelan-pelan latihan untuk meninggalkan kampung penuh penipuan ini yaitu dunia. hayat dunya illa matul gurub dunia itu disayang-sayang pun itu akan lepas dan akan mengecewakan kita.
(54:56) Maka kata Imam Ibnu Qayyim, harta dunia itu seperti pelacur. Enggak pernah setia sama pasangannya. Wal isti’dadu lil mauti qobla nuzulihi. Siap mati sebelum hadirnya. Nah, apa yang kita harus kita persiapkan? Satu tadi takwa. Nah, yang kedua adalah amalan-amalan yang ringan yang menyebabkan kita mudah masuk surga.
(55:27) Di antaranya satu, setelah menjaga yang wajib ya, salat lima waktu ke masjid, salat rawatib, kemudian ya pokoknya jangan lupa salat 40 rakaat setiap hari. 17 yang wajib. Ditambah 12 rawatib ditambah 11 yang tahajud. Berapa jumlahnya? Berarti 40 tuh. Kemudian yang kedua adalah zikir pagi sore. Tidak ada suatu amaliah yang paling padat pahalanya kecuali zikir pagi sore.
(56:05) Karena di sana ada semua zikir yang diutamakan Rasulullah. Di antaranya kalimatani khofifatani fil lisan sakilatani fil mizan habibataniarahman subhanallah wabihamdihi subhanallahilim. Ringan di lisan ya, berat di timbangan, dicinta oleh arrahman. Masyaallah. Bahkan dikatakan oleh Imam Ibnu Taimiyah, tidak ada zikir yang paling afdal setelah Al-Qur’an.
(56:38) Enggak ada tandingannya Quran. Karena in nahnu nazalnaikro itu enggak ada yang tandingin Quran. Setelah Quran subhanallah wabihamdihi ini subhanallah, Alhamdulillah, walailahaillallah, wallahu akbar, laula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Terutama zikir mutlak. Ini termasuk zikir mutlak karena zikir itu ada dua.
(57:04) Zikir muqayyad yaitu zikir terikat waktu dan tempat. Contoh pagi petang itu berarti terikat waktu, terikat tempat masuk keluar masjid. Ada zikir masuk keluar rumah masuk keluar toilet. Ada zikir mau tidur bangun tidur. Ini muqayyad terikat oleh keadaan suasana dan tempat.
(57:27) Ada zikir mutlak yang diutamakan oleh Rasulullah adalah tujuh. Yang tadi subhanallah lah walailahaillallahu akbar la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Yang kedua, selawat Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabiy Muhammad. Kemudian yang ketiga, la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim. Yang keempat, lailahailla anta subhanaka inni kuntu minadzolimin.
(57:57) Yang kelimanya, astagfirullah wa atubu ilaih. Yang keenamnya, hasbunallah wanikmal wakil. Kemudian yang ketujuhnya, ya Hayyu Ya Qayyum. Ya ini ya Zal Jalal, maaf yazal Jalali wal ikram. Bahkan Rasulullah mengatakan di dalam hadis yang sahih diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah, “Alizu bial jalali wal ikram.
(58:28) ” Banyak-banyaklah kalian melafazkan ya dzal jalali wal ikram. Seperti itu. Kemudian amalan yang khusus untuk orang-orang tua seperti ini yang diutamakan adalah apa? Mencoba untuk belajar. Kalau memang belum paha ni belum bisa baca Al-Qur’an, belajar Al-Qur’an dari makhrajnya, tajwidnya terus syukur-syukur bisa menghafal dengan ee surat-surat pendek, terus dirutinkan membacaannya. Itu amalan yang paling nikmat.
(59:06) ini masa tua. Kemudian berikutnya adalah kita memberikan sedekah rutin walaupun enggak banyak ke masjid, ke yatim piatu ada aja setiap syukur-syukur hari. Kalau enggak mingguan jumatan, syukur bulanan. Ini amalan-amalan yang ringan, mudah. Karena kata Rasulullah, wa’imut thaam kasih makan. Ya, afsus salam. Tebarkan salam.
(59:39) Ini amalan yang mudah juga pahalanya besar. Waim taam kasih makan amalan juga mudah, ringan, pahala besar. Wasilul arham, sambunglah silaturahmi. Nah, ini masa tua kita habiskan di rumah baca Al-Qur’an, zikir. Penat dikir, keluar silaturahmi dengan mungkin adik kakak kalau masih ada.
(1:00:05) Karena kalau ini tua ya orang tua kemungkinan kecil ada. Kalau ada pun sudah umur 110 ya. Kalau ada silaturahmi ke orang tua. Nah yang amalan ringan, kajian-kajian yang dekat. Ada tablig akbar, ada majelis ilmu diikutin. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, marum biriyadil jannati fartau. Jika kalian melewati taman surga, hendaklah bersimpuh.
(1:00:38) Masyaallah. Ikut. Dan amalan-amalan ringan yang pahalanya besar berikutnya adalah ee apa namanya? Ya, baksos ya. Ya, ikut nimbrung di peduli nih. Sana ada santunan orang-orang jombo, santunan yatim piatu. Ya, kalau seandainya kita tidak punya harta, kita bisa datang untuk tengok, kita bisa datang untuk ikut, ya minimal keluar keluar keringat di dalam rangka untuk apa? mengikut mereka, kegiatan mereka berpahala ya.
(1:01:26) Dan selanjutnya yang juga ee ringan adalah ngikutin umrah. Tapi kalau haji sulit orang-orang tua. Apalagi pemerintah Saudi sekarang menerapkan apa namanya syarat-syarat ketat untuk orang yang haji. Jantung koroner. Pemicu utamanya perokok enggak boleh haji. Terus apa lagi? Diabet meletus. gitu kan. Udah parah itu juga enggak boleh haji.
(1:02:02) Terus kemudian kanker stadium enggak boleh ikut haji. Cuci darah enggak boleh ikut haji. Terus apa lagi, Pak? Hm. Itu pokoknya ada 11 atau 12 penyakit itu hajinya harus diwakilkan. Makanya badal haji nanti tu insyaallah. Ada lagi tanya Fadol? Silakan. N Ustaz jazakumullah khairan. Barakallah fikum Ustaz atas jawaban yang telah diberikan dan kita akan angkat kembali pertanyaan berikutnya di 0218236543.
(1:02:33) Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung untuk bertanya ya. Silakan ya silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak dan berada di mana? Warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmat. Baik, Bapak. Mohon maaf Bapak. Bapak cukup menyimak telepon saja Bapak.
(1:03:01) Biar telepon ee suat televisnya dimatikan saja biar Bapak tidak terlalu membingungkan ya. Langsung Pak, silakan Pak. Iya. Saya mah enggak punya saya mah enggak punya TV. Oh, I baik Pak. Mungkin radunya Pak ya dikecilkan, ya. Silakan Pak. TV. Oh iya, baik. Oh, di daerah saya ee kalau sembahyang itu magrib sama subuh kan saya ee ada qunutnya gitu.
(1:03:31) Bagaimana itu saya ikutin aja atau biar diam saja saya nih? Baik, cukup Pak cukup Pak. Iya, cukup aja segitu. I baik Bapak terima kasih atas Bapak yang bertanya ya. Baik, kepada Ustaz kami bisa untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Ini kok ada qunut ee magrib. Ada qunut magrib ya. Hah? Subuh apa magrib? Tadi kayaknya bilang magrib. Iya, subuh. Ya sudah.
(1:04:08) Gini. Jadi qunut pernah saya jelaskan di majelis yang mulia ini. Aslinya qunut itu adalah bidah kecuali qunut nazilah sama qunut witir. Hal ini terungkap dari hadis yang diriwayatkan dari Abu Malik al-Asya’i. Dia bertanya kepada orang tuanya karena orang tuanya ini sahabat. Ya abati, wahai bapakku, ayahanda, engkau salat di belakang Rasulullah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali beberapa tahun di Baghdad.
(1:04:57) Apakah mereka itu qunut? Kata bapaknya, “Ayya bunayya muhdas, wahai anakku, itu diada-ada.” Tapi kalau kita sebagai makmum mendapati imam itu qunut, maka apa yang harus kita lakukan? Kita masuk ke dalam umumnya sabda Rasulullah, “Innama ju’ilal imamu liyamma bihi.” Imam itu dijadikan untuk diikuti. Apa yang harus dilakukan? makmum ikut qunut.
(1:05:33) Kenapa seperti itu? Seperti yang ditegaskan oleh Syekh Muhammad Ibnu Shuttsimin di dalam syarah sebelum ee beberapa waktu yang lalu, bulan tahun mungkin. Karena konteks innama juilal imamu liyutam bihi di dalam hal yang benar dan yang salah. Contoh, ada imam salat lupa, tidak tahiyat awal, berdiri sudah berdiri sempurna dan itu enggak boleh balik.
(1:06:10) Karena kalau dia balik batal salatnya karena dia sengaja melakukan gerakan yang tidak bagian daripada salat. Karena gerakan yang benar orang itu kalau lupa tahiyat pertama, kalau baru merangkak dikit balik boleh ya. Agak ngangkat separuh masih balik boleh balik. Tapi kalau sudah berdiri sempurna enggak boleh balik. Apa yang dilakukan makmum? Ikut atau tidak? Ikut atau tidak ikut. Padahal salah.
(1:06:41) Karena innama juilal imamu liyamma. Imam dijadikan untuk diikuti. Oke, Pak. Kalau ada orang salat magrib, rakaat pertama ada tahiyat tasyahudnya, rakaat kedua tasyahud, rakaat ketiga tasyahud. Salah enggak itu? Halo, Mas. Antum kayaknya sudah enggak fokus. W mulai aja, Mas. Pulang-pulang aja.
(1:07:13) Kalau ada orang salat magrib, rakaat pertama tasyahud, rakaat kedua tasyahud, rakaat ketiga tasyahud. Salah enggak? Itu salah. Yang benar rakaat pertama naik, kedua baru tasyahud, ketiga tasyahud. Kalau antum sekarang ikut imam, dapatnya rakaat pertama, ikut tasyahud enggak? Antum masuk magrib langsung? Karena terlambat, karena masbuk menemukan imam rakaat yang ketiga.
(1:07:44) Paham? Ikut tasyahud enggak sama imam? Oh, nanti ketika sekarang antum rakaat kedua tasyahud enggak tuh? Ketiga. Nah, tuh benar enggak tuh? Ayo. Benar enggak tuh? Secara zahir salat ini salah. Secara karena ngikutin imam. Benar. Innama juilal imamu liyutam. Mabii imam dijadikan untuk diikuti. Paham? Sudah.
(1:08:15) Dengan demikian ketika imam itu qunut, kita harus kita harus qunut dalam konteks innama juilal imamu liyamma bihi. Imam dijadikan untuk diikuti. Paim tuh? Oke, gitu Pak ya. Ada lagi yang tanya tafadol. Nam Ustaz, jazakumullah khairan barakallahu fikum atas jawaban yang telah diberikan, Ustaz. Dan kita akan angkat pertanyaan berikutnya kembali di 0218236543.
(1:08:46) Kami persilakan kepada Anda yang telah terhubung untuk bertanya, ya. Silakan ya. Silakan dan kami informasikan kepada Anda semuanya ikhwat Islam azaniallahu wyakum. Bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung untuk menelepon, mohon tidak menelepon melalui e call WA karena memang tidak dapat kami angkat.
(1:09:09) Untuk WA hanya untuk Anda yang mengirimkan pertanyaan melalui chat WA saja. Jadi untuk Anda yang menelepon secara langsung ke nomor lokal di 0218236543 ya. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(1:09:28) Dengan siapa Bapak dan berada di mana? Iya, saya dengan Arifin Almaliki di Banten, Ustaz. Arifin Almaliki di Banten. Silakan. Iya. Eh, Afan, Ustaz, ada yang mau saya tanyakan? Heeh. Ee di ceramah Ustaz tadi menyinggung tentang huruf ba ya, Ustaz ya. Ee jadi saya ingin tahu ada huruf ba itu yang dinamakan Al-Ilsaq, Ustaz. Al-Ilsq itu setiap kali saya baca hadis.
(1:09:57) Ee bagaimana cara membedakan ba yang berarti al-ilsaq itu, Ustaz? Ya, mohon pencerahannya, Bu. Baik, ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dan kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Baik. Ini pertanyaan terakhir ya, Mas ya. Tib hadirin sekalian untuk mendengarai ba itu adalah ilsaq, maka ba itu biasanya dikaitkan dengan kata-kata benda dan itu hanya terkait dengan almash.
(1:10:36) Makanya Allah berfirman, “Famsahu biruusikum.” di situ, di sini memberikan satu makna kita harus ilsak. Ilsak itu nempel. Maka ketika orang itu mengusap itu harus nempel. Tidak ada cukup begini. Ada yang wudu cuman begini. Terus ee yang lebih lucu lagi ee karena rambutnya panjang ditarik ini ngapain itu maknanya bukan famsahu biruusikum.
(1:11:20) Nah, ikhwah sekalian, ini juga ada satu kalimat yang harus kita pahami. Kenapa Allah tidak berfirman, famsahu bisuurikum, tapi famsahu bi ruusikum. Usaplah kepalamu, tidak usaplah rambutmu. Karena tidak semua rambut ada kepala. Ya benar itu tidak semua kepala ada rambut, tapi semua rambut pasti ada. Nah, itu. Coba kalau sekarang Allah berfirman, “Usaplah rambutmu.” Orang botak kerepotan tuh wudunya.
(1:11:59) Waduh, gue kagak bisa wudu nih. Kenapa, Pak? Kagak punya rambut ya kan gitu. Udah botak sampai gitok kan gitu. Makanya di sini Allah itu maha bijak, Allah itu maha alim. Jadi posisi kepala itu ternyata tidak semua kepala itu ada rambutnya. Masyaallah. Makanya yang Allah firmankan, famsahu biruusikum. Usaplah kepalamu.
(1:12:30) Yang kedua, ngusap itu berarti harus nempel kepala. Bukan soal kena rambut atau enggak. Dari sini tampak kesalahan. Orang yang wudu cuman tadi narik rambut dikit til karena mau kondangan takut basah. Karena itu tidak mewakili usaplah kepala enggak ngena. Karena kalau kita ngenain kepala pasti rambut kena kalau ada rambutnya. Kalau enggak minimal kena kepalanya.
(1:13:07) itu makanya di sini usaplah batokmu gitu. Jadi ini harus kena dan itu ilsaq nih caranya. Makanya di dalam praktiknya dan Rasulullah adalah orang yang paling berhak menafsirkan Al-Qur’an. Rasulullah ketika mempraktikkan tata cara untuk mengusap kepala dari depan ke belakang dibalikkan lagi begini. Karena masyaallah ternyata semua ini apa telapak tangan orang itu sebesar kepala separuhnya tuh.
(1:13:41) Masyaallah, pas ee rambutnya enggak lebih, enggak kurang ya itu dan terbagi seperempat nih. Ya kan itu tinggal enggak enak kalau memang sulit untuk dibuka ngusap di atas surban itu jadi mudah. Islam itu mudah. Wallahuam bawab. Saya kira itu dan insyaallah kita berjumpa kembali di kesempatan lain. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bermanfaat Fadol Mas Umar di ee tutup. Silakan.
(1:14:16) Nam Ustaz jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Demikian ikhat Islam azani Allahu wyakum kajian kita di sore hari ini. Tentunya sebelum kita akhiri perjumpaan ini kami meminta kepada menyampaikan iktitam. Silakan ustaz. Hadirin sekalian. Alhamdulillah pada kesempatan ini kita telah mengakhiri kitabul jumah dan insyaallah sudah close.
(1:14:44) Dan pertemuan yang akan datang kita akan membahas kitab atau bab baru yaitu kitab salatil khauf. Salat dalam keadaan perang. Dari rentetan hadis-hadis yang kita baca kaitannya dengan hukum hikmah dan juga etika-etika salat jumah. khotbah Jumah dan khatib serta jemaah yang mendengarkan insyaallah menjadi latar belakang kita untuk masuk ke dalam masjid baik itu khatib maupun jemaah dalam keadaan lebih sempurna.
(1:15:16) Karena apa? Masuknya kita ke salat Jumah bil ilmi dengan ilmu. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan bermanfaat dan kita diajarkan kepada oleh Allah ilmu-ilmu yang bermanfaat. Dan kita akhiri dengan doa kafaratul majelis. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasallallahu ala Muhammadin wa ala ali Muhammad. Walhamdulillahi rabbil alamin.
(1:15:41) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada guru kita Al Ustaz Alfadil Dr. Zainal Abidin bin Samsuddin, LC. Mm. Hafidullahu Taala yang telah memberikan waktu beliau di sela-sela kesibukan beliau dan telah menyampaikan ilmu yang penuh dengan faedah ini.
(1:16:06) Tentunya kita berdoa kepada Allah semoga Allah menjaga beliau dan keluarga beliau dan semoga Allah meluaskan keimanan beliau sehingga semakin banyak faeda ilmu yang dapat kita ambil dan saya berjumpa bersama beliau. Insyaallah. Allahum amin. Dan juga untuk rekan-rekan kami celengsi dan juga rekan-rekan kami yang berada di Masjid Islamic Center Ibnu Ibnu Hajar di Cipayung.
(1:16:24) Atas kerja samamanya kami ucapkan terima kasih banyak. Kami ucapkan terima kasih banyak. Jazakumullah khairan barakallahu fikum atas kerja samamanya kita bisa menghadirkan kajian di tengah-tengah karangan kaum muslimin dan juga ikhwat Islam azani Allahu wyakum.
(1:16:41) Bagi Anda semuanya yang telah menyimak kajian dari awal hingga akhir, kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda. Jazakumullah khairan. Barakallah fikum. Nantikan kembali kajian beliau insyaallah pada pekan ganjil berikutnya di hari Rabu jam 16.00 waktu Indonesia bagian barat untuk kita simak kelanjutan kelanjutan pembahasan kitab Bulgul Maram. Akhir kalam kami sampaikan kepada Anda semuanya semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan bagi kita mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan dan tetap jaga kesehatan. Barakallah fikum. Billahi taufik wal hiidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
(1:17:11) wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *