(81) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube
Transcript:
(00:04) Menar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Raja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan. Yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan ya yang lain. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja wabarakatuh.
(00:50) Inalhamdulillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh w naudubillahi minuri anfusina wamatialina man yahdihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqq tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun.
(01:26) Amma ba’du asqabullah wiramin shallallahu alaihi wasallam umuri muhdatuha wa muhdatin bidah wa bidatin dolalah wa dolatin finar. Para jemaah, para ikhwan dan akhwat fillah rahimani warahimakumullah yang berada di masjid dan juga kepada pemirsa Rajak TV, pendengar Radio Rajak di mana pun Anda berada.
(01:56) Semoga Allah Taala senantiasa menjaga kita terutama menjaga nikmat dan karunia Allah sebagai sebuah keluarga. Ya, kita sedang membahas tema larangan istri berpuasa ketika suami ada di rumah tanpa seizinnya dan juga larangan istri memasukkan siapapun ke dalam rumah suaminya tanpa ada izinnya. Ya. Dan hadis itu juga suami istri yang menginfakkan harta suami ya.
(02:37) Nah, karena ini adalah hubungan suami istri, maka pembahasannya kita kembangkan sampai kepada beberapa poin yang sudah dibahas pada waktu lalu ya, yaitu ee tujuan pernikahan, kemudian apa namanya? contoh-contoh kerja sama ya kerja sama suami istri dalam ketakwaan yang kemarin diakhiri dengan pembahasan hadis dan ini sangat indah hadis ini yaitu hadis Abu Hurairah yang diriwayat oleh Imam Abu Dawud dan di sahihkan oleh Syekh Albani yaitu rahimullahu wajah alahimallahu imroatan miniliat waq zaujaha fain abat fi wajahi al
(03:46) rawahu abu daud dan yang lainnya dari abi hairah radhiallahu taala anhu yang artinya semoga Allah merahmatkan seorang laki-laki, yaitu seorang suami yang bangun di malam hari. Ya, malam hari ini berarti tidur dia ya entah jam berapa ya, minimal sebelum subuh ya minallail lalu salat. Setelah salat si suami membangunkan istrinya. Kemudian istrinya salat juga.
(04:25) Jika istrinya enggan ya tidak mau suami memercikkan air di wajahnya agar apa? Bangun. Ya. Dan semoga Allah merahmati seorang wanita, yaitu maksudnya istri yang bangun di malam hari kemudian dia salat. Setelah salat dua rakaat membangunkan suaminya. Jika suaminya tidak mau, dia menyiprati air di wajahnya.
(04:58) Rawa Abu Daud, wasai wabnu Majah wa Ahmad dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. Sebuah apa interaksi kerja sama yang apik, yang baik antara suami dan istri para jemah? ee karena ini terkait dengan pembahasan yaitu ee hubungan suami istri ya, maka kita membahasnya dengan beberapa poin ya yang barangkali sudah tercantum. Tolong bisa ditampakkan poin-poin itu ya.
(05:35) Nomor satu sudah dibahas tujuan pernikahan, yang kedua kerja sama suami istri dalam ketakwaan. tiga hak dan kewajiban suami. Kita sampai pada poin yang ketiga ya, yaitu berbicara hak dan kewajiban suami termasuk nanti pembahasan hadis yang sedang menjadi topik ya. Nah, apa hak dan kewajiban suami? 3A adalah menjaga keluarga dari api neraka.
(06:14) Ini berat ya. Saya letakkan yang pertama adalah atau kita bahas yang pertama terkait dengan bagaimana kelak di akhirat. Ya, sebagaimana Allah berfirman dalam surah at-Tahrim ayat yang keenam. Ya ayyuhalladina amanu anfusakum wahlikum. Ya. Wahai orang-orang yang beriman. Nah, ini dipanggil nih kata Abdullah bin Masud radhiallahu taala anhu.
(06:54) Kalau ada di dalam Quran, wahai orang-orang yang beriman ya aina amanu hendaklah kita pasang pendengaran. yang menunjukkan bahwa setelah itu adalah sesuatu yang penting yang disampaikan oleh Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana tidak penting, Saudara? Kita ini dipanggil ya, terutama kita sebagai kepala rumah tangga. Qu anfusakum wa ahlikum nar.
(07:21) Jagalah diri kalian dan keluarga kalian. Jadi yang pertama apa? Selalu dirinya sen sendiri. Paham ya? selalu dirinya sendiri. Misalkan ustaz bicara dai khatib ya. Ya. Ya masyaral muslimin. Wahai orang-orang kaum muslimin rahimani warahimakumullah. Mendoakan dirinya dulu baru untuk orang lain. Jaga dirinya dulu baru untuk orang lain. Orang lain di sini adalah keluarga.
(07:58) Ya tentu memang harus meskipun apa? Meskun yang namanya hidayah di tangan di tangan Allah. Lihat bagaimana Abu Thalib paman Nabi ya tidak ada di tangan Allah Taala sampai 40 tahun bantu dakwah Nabi. Sampai Nabi mengajak waktu mau meninggal hidayah dengan Allah. Innaka man ahbabta wakinallah yahdi.
(08:22) Engkau tidak bisa ngasih hidayah kepada orang yang kau cintai tapi Allah ngasih hidayah. kepada siapa yang Allah kehendaki. Tapi tetap harus dijaga. Ku anfusakum. Jaga dirimu. Jadi kita dulu baru keluarga, anak istri ini para jemaah. Jadi ini merupakan tanggung jawab yang sangat besar. Paham di sini ya? E hu anfusakum wahlikum naro. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
(08:54) Nah, sekarang ya sangat banyak ujian yang kita hadapi. Nabi menyampaikan sallallahu alaihi wasallam ya hufatil jannah bil makarih wattinar bisyahwat. Surga itu dikelilingi oleh semua perkara yang tidak menyenangkan. Ya. Jadi surga itu dikeliling oleh perkara yang tidak menyenangkan.
(09:32) Meskipun pada hakikatnya yang tidak menyenangkan itu adalah apa? Nikmat. Itu karena banyaknya setan sebagai faktor eksternal, nafsu sebagai faktor in internal. Sementara neraka dikelilingi oleh perkara yang menyenangkan syahwat. Nah, ini dengan demikian. Kenapa? Apa beliau Allah katakan? Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. Jangan pernah berhenti. Ya.
(10:03) Jangan pernah untuk berputus asa. Jangan pernah untuk berputus asa. Jangan pernah berhenti. Para jemaah kita tugasnya hanya apa? Mengajak. Ketika kita tugasnya apa? Menjaga. Ya. Qu anfusakum. Ya. Diterjemahkan jagalah, hindarkanlah. Ya, alwiqah itu para jemaah dan kita akan ditanya kullukum masulunum yaukum apaukum masulun ya setiap kalian pemimpin atas atas apa kepemimpinannya dan akan ditanya akan ditanya ini.
(10:49) Nah, oleh karena itu kewajiban kita sebagai terutama sebagai suami ya kita sebagai ayah maka apa? Hendaklah menjaga karena semua akan ditanya ya oleh Allah Subhanahu wa taala. Kulukum roin wukum masulunati. Setiap kalian roin apa roin itu? Dia kata roa yara menggembala ya menggembala kambing. Artinya apa? kita tuh mengembala menjaga pemimpin ya dan akan mintai pertanggung jawab wal amir yair pemimpin yaitu pemimpin negara apakah presiden apakah raja adalah pemimpin ya demi juga seorang laki-laki pemimpin bagi keluarganya. Seorang wanita pemimpin bagi apa? Rumah dan anak
(11:53) suaminya. Dan setiap kalian pemimpin semuanya akan dimintai pertanggung jawab. Ya. Nah, mari kita pertama berdoa minta rabbana rabbana hablana min azwajinaun imama. Ya Allah berikan pada kami istri-istri dan anak keturunan kami yang menyejukkan pandangan kami. Ya, ini para jemaah jadikan pemimpin-pemimpin bagi orang bertakwa.
(12:30) tidak pernah berhenti. Ya, ibunya juga berdoa, bapaknya juga berdoa minta rbi habli minasihin. Ya Allah berikan kepada saya anak-anak yang saleh, anak yang baik. Ya, barangkali masih belum, masih badung. Sabar, sabar. Memang tidak semua kemudian harus apa namanya pasti baik.
(12:58) Kita diuji memang diuji para jangkali susah. Ah tapi kita langsung apa kita interprangkali ini dosa saya, ini dosa saya ya. Nah tapi apa kita tetap husnudan kepada Allah Taala ya. Ana doni abdi bih. Ana doni ya. abdi bihi bahwa aku berada pada persanggaan persangkaan hambaku.
(13:30) Kalau kita bersangka baik kepada Allah, mengakui nikmat yang Allah berikan, mengakui dosa-dosa kita yang kita lakukan sebagaimana yang kita baca dalam sayidul istigfar, maka kita tidak akan pernah berhenti, berputus asa untuk minta kepada Allah. I apa apa keluarga menjadi quratu a’yun ya quratu a’yun ini para jem kemudian kemudian memberi nafkah nah ya menjaga keluarga dari neraka di mana sekarang ya apa para jemaah ujiannya banyak kita tidak bisa memungkiri sementara Tingkat iman kita ini boleh dibilang naik turunnya cepat, ujiannya banyak.
(14:22) Maka langkah yang diambil doa yang pertama. Langkah yang kedua adalah tentu keteladanan. Langkah ketiga adalah bawa ke majelis ilmu. Bawa ke majelis ya. Karena majelis ilmu itu kita sudah tahu berapa banyak ya. Tak terhitung barangkali. Fadil thaabilmutama dalam kita menuntut ilmu di jalannya, di majelisnya banyak sekali ya.
(14:52) Nah, di situlah kita harapkan adanya keberkahan yang kita dapatkan untuk kita, untuk anak, untuk istri, untuk semuanya ini karena kita akan ditanya oleh Allah nanti semua akan ditanya. para jamaat dan anak istri itu bisa jadi mu musuh ya. Ya ayyuhalladina amanu inna min azwajikum wauladikumakum ya fah daruhum. Wahai orang beriman, ya di antara istri-istrimu dan anakmu bisa jadi musuh bagimu. Surah Attagabun ayat 14. Surah Attagabun ayat 14. Ya.
(15:45) Wahai orang beriman, surah 64 ayat 14. Wahai orang beriman, sesungguhnya di antara istri-istri kalian dan anak kalian bisa jadi musuh. Ya, bagi kalian. Maka hati-hatilah kalian. Fahdaruhum. Hati-hati dari siapa? Dari mereka ya. Cinta anak istri ya harus ya. Tapi apa? Nabi bersabda.
(16:17) Ahbib habibaka haunan ma asan yakuna bag yauman bag haunan ma asakuna habibaka yauman ma. Nabi bersabda, “Cintainilah ya orang kau cintai biasa-biasa saja karena satu saat bisa menjadi musuhmu. Dan bencilah kepada orang kebenci biasa-biasa saja karena suatu saat akan menjadi kekasihmu.” Ya, ini di Sahih Albani hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah ya.
(16:52) Ahbiban asak hab cintailah orang kau cintai biasa-biasa saja, sedang-sedang saja. Karena bisa jadi satu saat satu hari jadi musuh. Termasuk anak istri bisa jadi musuh. Ya. Dan bencilah kepada orang kebenci biasa saja satu saat bisa jadi kekasihmu. Hadis akh Tirmidzi dari dan sahih Syekh Albani rahimahullah taala. Apa contohnya dalam Quran? Silakan bisa dilihat di dalam surah at-Taubah ayat 24.
(17:34) inukumwaumakanah Ya, jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga-keluarga kalian, ya harta yang kalian apa usahakan, kekayaan yang kalian usahakan, dan perdagangan yang kalian takutkan kerugiannya, serta apa? Serta rumah-rumah tempat tinggal yang kalian ridai, lebih kalian cintai dibandingkan dengan Allah dan Rasul-Nya.
(18:30) dan berjihad di jalannya. Tunggu saat Allah datangkan perkaranya, yaitu kehancuran. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang fasik. Ini para jemaah ya, antum kita semua woh memenuhi kebutuhan istri. Banting tulang, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala di hadapan Allah jadi musuh. Yang naudubillah minzalik.
(19:01) Karena apa? Karena salah dalam mencin mencintai. Salah dalam mencintai. Jadi musuh ya. Makanya Nabi bersabda apa tadi? Ahbib habib haakuna habidzi [Musik] abi huru tauhu albani rahimahullah taala. Cintailah orang kau cintai sewajarnya saja karena suat jadi musuh. Bencilah orang kau benci biasa saja. Karena suatu saat juga jadi kekasih. Ya, ini para jemaah ini bukti Quran ya.
(19:52) Coba semua cabang nih atas Bapak, anak ke bawah, saudara ke samping, istri di mana? Terserah antum mau taruh di mana istri, pasangan, keluarga, harta, perdagangan, rumah. Tunggu saat kehancurannya. ya. Nah, berarti di sini masyaallah mudah-mudahan muwafak dapat taufik kita semuanya dari Allah Taala. Betapa pentingnya bangunan keluarga ini ya. Betapa penting.
(20:25) Betapa penting karena akan jadi aset kita baik dunia maupun akhirat. Dan kita jangan pernah berhenti. Memang ya kita lihat Nabi Ibrahim tidak bisa. Siapa bapaknya? Azar. Nabi Nuh tidak bisa. Siapa? Anaknya Kanam. Nabi Luth tidak bisa. Siapa? Istrinya. Ya. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam tidak bisa. Siapanya? Pamannya.
(21:01) A kita akan mengatakan ya dan Abu Lahab, Abu Jahal atau sahabat Abu Bakar enggak pernah protes itu Nabi Muhammad pamannya enggak bisa masuk Islam? Enggak ada. Betul. Tapi kalau enggak punya ilmu, ya selalu melihat dari sisi buruk. Sementara keburukan yang ada pada dirinya lebih dahsyat. Paham ya? kebakan oleh kebodohan oleh kejahilan.
(21:34) Tidak pernah Abu Bakar yang sekelas Abu Bakar nuntut Nabi Muhammad itu kenapa Abu Thalib enggak bisa masuk Islam? Enggak protes. Apakah Abu Bakar, Umar keluar dari Islam? Tidak ya, para jemaah. Kan enggak mau dipanggil oleh Nabi Nuh. Yang lain mau naik perahu safinatun Nuh. Perahunya Nabi Nuh. Nah, dengan demikian apa? Kita jaga. Jangan pernah putus asa.
(22:07) Kalau di antara keluarga kita mah ada yang apa? Barangkali belum jauh dari hidayah, belum salat, belum barangkali bebas dari kesyirikan, barangkali terjerumus dalam dosa. Bani Adam, setiap manusia pasti punya dosa. Yang paling baik adalah yang apa? Yang mau bertobat.
(22:38) Ya, bahkan Allah Subhanahu wa taala Nabi menyampaikan sebagaimana hadis ya Abu Hurairah Muslim. Apa kata Nabi? demi yang jiwaku berada di tangannya. Kalau kalian semua ini tidak berbuat dosa, maka apa? Allah musnahkan kalian. Lhaallah bikum. Allah musnahkan kalian. Lalu apa? Allah datangkan apa? Kaum yang berbuat dosa. Lalu mereka mohon ampun pada Allah dan Allah ampunkan.
(23:27) Kalau kita masih ada berarti di sini berarti kita berdosa tidak? Kalau ada kita kan masih ada nih kan Nabi bersabda sampai bersumpah. Demi zat yang jiwaku berada di tangannya. Demi Allah kalau kalian tidak berbuat dosa Allah Taala akan ganti kalian. Kalau diganti dimusnahkan, dihilangkan, lalu diganti dengan orang yang berbuat dosa. Lalu mereka yang berdosa minta ampun pada Allah dan Allah memberikan ampunan pada mereka.
(23:59) Paham di sini? Berarti kita masih ada menunjukkan bahwa kita juga banyak dosa, Saudara ya. Fala tuzaqu anfusakumqo. Jangan kalian sok suci. Allah lebih tahu siapa yang bertakwa. Bahkan di dalam sayidul istigfar apa? Kita ngaku dosa lain. Nah, oleh karena itu pas ini ya terkait dengan hubungan suami istri kita semua punya istri ya.
(24:34) Ibu-ibu akhwat-akhwat ya, punya suami ya yang sudah menikah tentu saja. Mari kesempatan kita gunakan untuk merajut benang barangkali agak kusut dengan keluarganya. Ada suaminya ngaji, istrinya enggak mau ngaji. Ada istrinya ngaji, suami enggak mau ngaji. Itu berapa kali ya dulu telepon sama saya. Ini harus sabar ya. Harus sabar karena memang ilmu solusi dari segalanya.
(25:03) Bukan pakai hawa nafsu, bukan pakai perasaan, bukan pakai semata-mata akal, ya. Dan kalau seandainya kita semuanya dengan ilmu, insyaallah ya apa? Beres, lega sebagai orang beriman. Ini hujan deras. Allahum semoga Allah menjadikan hujan bermanfaat. Allahumma ya wina semoga tidak jadi banjir. Allahumma inna nasaluka Allahumma inna nasaluka fiha yaubika maha. Ya Allah ka minta kebaikan dari angin ya yang diterjang oleh hujan ini.
(25:50) Kebaikan yang ada di dalamnya dan kebaikan yang dihimpas oleh angin. Berlindung kepada Allah dari keburukan angin yang ada di dalamnya dan yang lepas oleh angin ini. Para jemaah sekalian dirahmati Allah. Mari jangan pernah bosan menjaga anak dan istri dan hidayah di tangan Allah Taala. Kita jangan putus asa.
(26:17) Misalkan anak, misalkan saudara, misalkan istri, misalkan suami, masih belum ya diajak untuk bersama di jalan Allah tadi. Semoga Allah merahmati suami yang bangun di malam hari salat lalu bangun istrinya, istri enggak mau dijitrati. Ya, semoga Allah merahmati seorang istri bangun malam hari salat bangun suaminya tidak mau diciprati. Ya, ini para jemaah kita menjaga semua anak istri karena apa? Karena hidayah di tangan Allah kita putus asa.
(26:58) Katakanlah wahai hamba-hambaku yang melampai batas, jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Allah mengampuni dosa semuanya. Ya, [Musik] dibuka surah Az-Zumar ayat 53. Surah 39 ayat 53 katakanlah ya. Surah 39 ayat 53 katakanlah ya. Siapa itu mengatakan? Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(27:34) Ya, wahai hamba-hamba Allah yang asrofu. Apa asrofu? Ya, melampai batas terhadap diri sendiri yaitu apa? Banyak berbuat dosa. Kamu jangan putus asa dari rahmat Allah. Ini Allah kepada hambnya. Masa kita hamba dengan hamba mau putus asa? Karena anaknya susah diatur. Karena istrinya badung. Suaminya badung ya, saudaranya badung.
(28:06) Allah saja tidak putus asa. Nyuruh Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya qul ya ibadi asfusah inallahafun. Ya, wahai orang, wahai hamba-hamba ya yang melampaui batas banyak berdosa, jangan putus asa. Allah mengampuni dosa semu semuanya. Ini para jemaah kalau kita melihat dari kacamata Al-Qur’an, kacamata hadis, insyaallah semua ada ya.
(28:45) Nah, oleh karena itu ayo mata semua kita akan ditanya oleh Allah Taala tentang anak kita, tentang istri kita. ditanya ya. Karena yang dimaksud dengan ahlak dan istri. Kemudian berikutnya memberi nafkah ya memberi nafkah para saudara sekalian memberi nafkah kepada anak istri. Luar biasa ya keutamaannya ya. Keutamaannya luar biasa. Saya bawakan beberapa hadis ya. [Musik] Pertama Quran ya surah Annisa ayat 34 Allah berfirmanjalu alisa bimaadallah baahum bain wim anqu min amwalihim surat annisa ayat 34 yang artinya ya kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kamu Wanita
(29:53) adalah pemimpin bagi kaum wanita. Bima bima fadallah ba’dah ba’din. Dengan sebab apa? Keutamaan ya sebagian mereka yaitu laki-laki atas sebagian yang lain yaitu wanita amali dengan sebab harta mereka yang mereka nafkahkan. Ya, ini para jemaah. Jadi laki-laki itu ya qawam ya qoyimun ya qawamun [Musik] sigah mubalagah ya pemimpin rais kata Ibnu Katsir ya alhakim ya alhakim juga maknanya itu para jemah ya dijelaskan oleh Ibnu Katsir ya bahwa laki-laki itu ya pemimpin, pemutus dengan sebab keutamaan satu di atas yang
(30:59) lain dan dengan sebab harta yang dinafkahkan. [Musik] Ya. Nah, mari perhatikan di sini ya, bahwa kita itu harus bisa mengendalikan istri sebagai suami. Jangan sampai sebaliknya. Ada enggak sebaliknya suami dikendalikan istri? Ada tidak? Ya, itu termasuk apa? Suami-suami takut. Iya, ada suami takut istri. Istrinya lebih galak dari suaminya. Ngeri ya.
(31:43) Nanti saya sebutkan ya. Istri yang baik itu dilihat menyenangkan disuruh taat. Itu kita bicara masalah nafkah. Nafkah suami terhitung sedekah ya. Nafkah suami terhitung sedekah. [Musik] Di mana Nabi bersabda sallallahu alaihi wasallam, anfaq arjulu ala ahlihi yahtasibuha fahu shodqoh akhrajahul bukhari dari Ibnu Mas’ud Uqbah bin Amr ya.
(32:22) Apabila seorang suami memberi nafkah pada istrinya, dia mengharapkan ya yahtasibuha tentu saja mengharapkan apa? Pahala. Fahu shodqoh. Maka itu seperti sedekah ya. Sedekah. Sedekah. Selanjutnya paling besar pahalanya nafkah untuk istri. dinarunahuillahahu muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu.
(33:16) 1 dinar yang kau nafkahkan di jalan Allah. 1 dinar yang engkau untuk bebaskan budak. 1 dinar yang kau sedekahkan untuk seorang fakir miskin dan 1 dinar yang kau nafkan untuk istrimu. Pahala yang paling besar mana? Untuk untuk istri ya. Bagi yang sudah punya istri ini istri ini.
(33:48) Jadi jangan jangan apa? Oh, jangan remehkan itu, Pak, Saudara sekalian ya. Jangan remehkan. Bahkan ya disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis tentang masalah terkait dengan nafkah ini ya. Nabi menyampaikan inak dari Saad bin Abi Waqqallahu anhu. Sesungguhnya engkau tidak akan pernah menginfakkan satu nafkah yang mengharapkan wajah Allah kecuali dapat pahala.
(34:45) Bahkan apa yang kamu suapkan ke mulut istri berapa? Berapa butir cuman suapin antum sendok? Oh, makan bubur pagi hari ya. Bubur ayam, semangkok berdua, nasi uduk ya, sebungkus berdua disuapin. Eh, itu masih penganten baru disuapin. Ya udah mengaten lama mah balapan enggak mau berdua lagi. Ya itu masuk mulut masyaallah dapat apa? Pahala. Luar biasa. Artinya apa? Masyaallah.
(35:24) Allah banyak kasih karunia pada kita. Setiap hari yang kita tidak sadar ini ngaji begini perlu adanya kesadaran bahwa setiap antum mengasih nafkah kepada istri lillahi taala niat ya buat semata-mata karena cinta bukan semata-mata karena sayang sayang mudah usang cinta bikin buta gitu ya. Tapi kalau karena Allah sayangnya dapat, belanjanya dapat.
(36:00) Tapi orang sekedar sayang, mudah usang. Kalau sekedar cinta bisa jadi cinta buta. Ya, abang beruang, abang disayang. Abang tak beruang ditendang sampai melayang. Naudubillahi minzalik. Tapi kalau ngaji insyaallah tidak. Kalau enggak ngaji moda dipelototin sama istrinya. Kalau istrinya enggak enggak mau ngaji, ajak ngaji. Ajak ngaji, Ikhwan.
(36:30) Ya, mudah-mudahan bermanfaat. Sudah masuk Isya masih pembahasan masalah keluarga. Ya, mudah ini berarti apa? Ini banyak pahala yang di depan kita itu banyak sekali ketika kita berhadapan di rumah bersama istri, bersama dengan anak-anak. Tapi ingat sampaikan pada istri, cintalah kepadaku karena Allah sebagaimana aku juga cintamu, cintaku kepada kepadamu karena Allah. Aku berikan ini, kamu layani saya.
(36:57) Bukan semata-mata sayang, jangan rugi. Tapi karena apa? Karena cinta. Karena cinta pada Allah. Karena Allah Subhanahu wa taala. Wasallallahu ala nabina Muhammadin waa alihibi wasallam. dua
Leave a Reply