Ustadz Mahfudz Umri

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(81) [LIVE] Jendela Informasi | Berita Dunia Islam, Dakwah dan Peradaban – YouTube

Transcript:
(00:00) 4.3 mm [Musik] menyebar cahaya sunah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Nah, kalau kita tidak melupakan Allah, Allah tidak akan melupakan kita. Apa kata Ibnu Qayyim? tidak akan melupakan tentang perkara-perkara yang baik untuk jiwa kita. Tapi kalau kita melupakan Allah, kita akan diabaikan.
(00:42) Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi wasalatu wasalamu ala rasulillah nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bisihsanin ila yaumiddin. Amma ba. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati raja yang semoga senantiasa Allah subhanahu wa taala berkahi dan juga rahmati di mana pun Anda berada.
(01:27) Insyaallah di kesempatan Ahad pagi hari ini kembali kita akan mendengarkan dan juga menyaksikan program kajian Islam ilmiah yang insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz Mahfud Umri LC hafidahullahu taala dengan pembahasan kitab Add Waddawa yang merupakan buah karya dari Al Imam Ibnu Qayyim Aljauziyah rahimahullahu taala. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di manaun Anda berada.
(01:50) Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan singkat pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Berikutnya kita akan mendengarkan secara langsung pemaparan dan juga penjelasan yang akan disampaikan oleh Al Ustaz Mahfud Umri Lc hafidahullahu taala yang disiarkan secara langsung dari Masjid Riyadus Shihin Kota Bekasi kepada beliau falatafadal masykur wajuro.
(02:27) Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wastagfiruh w naudubillahi minuri anfusinaalina yahdihillah fala mudillalah wudlil fala hadiyaalah ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna Muhammadinah alaihi wasallam umat bidah wa bidatinalah waalatin finar.
(03:18) Para jemaah yang ada di Masjid Radus Shihin, para pemirsa radio pemirsa TV Raja dan juga pendengar Radio Raja yang dirahmati Allah. Hendaklah kita selalu bersyukur kepada Allah Taala atas nikmat yang kita rasakan dan bersabar atas segala ujian yang kita hadapi. Penting untuk menjadi perhatian kita bahwa kebaikan akan melahirkan kebaikan.
(03:44) Sebaliknya keburukan juga melahirkan keburukan. Kita sampai kepada pembahasan tentang pengaruh dosa maksiat yang bisa mengkat dan mencabut kenikmatan. Ya, alasi bahwa perbuatan maksiat bisa mencabut kenikmatan dan membawa kepada kesengsaraan. ya taala beliau mengatakan [Musik] akidah atau sanksi baru dosa-dosa yang dilakukan oleh seseorang akan bisa mencabut dan menghilangkan yang ada dan akan mendatangkan kesengsaraan ya [Musik] tercabut seseorang hamba
(05:00) dengan sebab dosa. Sebab dosa ini para jemaah ya. Sebagaimana ee hadis ya Ibnu hadis ya [Musik] seseorang seorang seorang terhalang dosa yang dilakukan. Ya, Nabi bersabda [Musik] ya. [Musik] Kalau [Musik] istidraj
(06:09) ya istidraj para jemaah ya sebagaimana hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam itu hadis Abdullah bin Amir yang diriwayat oleh Imam Imam Ahmad ya. [Musik] Kalau engkau melihat Allah berikan kepada hamba bagian dari dunia yang dipakai untuksiat yang dia suka, maka itu namanya istidraj ya istidrajah was [Musik] surat Alam ayat 44.
(07:04) Ketika mereka lalai, apa yang menjadi peringatan? Justru kami buka ya setiap pintu yang ada sampai mereka bangga. Ya, buka ini berhasil, buka warung tak ini berhasil, buka cabang ini berhasil karena salat dia banyak maksiat dipakai hartanya maksiat ya. mereka yang diikan bagi mereka kami buka semua kesempatan pintu-pintu ya yang ada ketika mereka bangga senang merasa sukses banyak ucapan selamat kami ambil secara tiba-tiba sehingga mereka tercengang kalau bisa masih ada kesempatan tercengang untuk bisa bertobat Kalau dia longsor dengan orangnya
(08:01) ya kebakaran mobil dengan orangnya tertimpa pohon dengan orangnya bagaimana para jemah ya berada dalam maksiat. Nah, ini jadi maksiat itu ya nikmat tidak tercabut kecuali dengan dosa. Bin tidaklah nikmat tercabut dari seorang hamba kecuali karena dengan dosa. Para jemaah dengan dosa ya. in ya seorang terhalang dari rezeki dengan sebab dosa yang dilakukan dengan dosa yang dia lakukan ya tapi kalau ada orang berbuat dosa kok semakin makmur ya duitnya tambah berjibun badannya tambah tambun pun. Maka itu namanya apa? Is istidraj. Nah, itu
(09:02) hati-hati. Oleh karena itu, ketika kita dalam keadaan lapang itu hati-hati. Takutnya apa? Ist istidraj. Ya. Nah, Nabi mengingatkan kita agar ingat Allah ketika lapang, ketika dalam keadaan senang. Taarf ilallah fir yifka fiddah. Ingatlah engkau kepada Allah ketika dalam keadaan rokok, senang.
(09:31) gembira, lapang, sukses, maka Allah akan ingat kepadamu ketika engkau dalam syidah, sempit. Dan kebanyakan manusia itu lupa duri ketika apa? Sukses, lapang. Ya, buktinya apa? Surat Alangkabut 65. Faquliahama idusun. Ketika mereka berada di atas kapal diterjang ombak seakan sudah tidak ada kesempatan untuk hidup apa langsung ingat Allah doa pada Allah dengan ikhlas ketika selamatkan sampai daratan syirik lagi. Ya.
(10:15) Jadi kebanyakan orang itu dalam keadaan aman, dalam keadaan nyaman itu merasa nya nyaman ya. Kalau ingin aman, bebaskan dari dosa. Syirik amanu wun. Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman, dengan kesyirikan. Mereka dapat keamanan dan mendapatkan hidayah, petunjuk. Ya. Jadi hati-hati dengan dosa. Bisa mencabut kenikmatan.
(10:58) Kalau misalkan dicabut kenikmatan, misalkan dagangannya rugi ya alias tidak untung. Masih mendingan ini sudah rugi punya hutang banyak modal habis rumahnya terbakar. Itu naudubillah minzalik ya. Seperti apa dalam surah Al-Ankabut ya ayat yang ke-40 Allah berfirman apa yai masing Masing-masing kami azab dengan sebab dosanya. Ini dosa azab.
(11:56) Para jemaah, ada di antara mereka yang apa ya? Kami ee apa namanya? Hujani ya batu dari langit seperti kaumnya Nabi Luth. Ada di matian dengan suara keras. Ada yang ditenggelamkan ke dalam bumi seperti Qarun. Ya, habis hartanya. Bukan hanya nikmatnya yang habis, tapi juga kena bencana. Ya, ditenggelapkan dalam air seperti apa? Raja raja yang mengatakan anukum itu Firaun ya.
(12:38) wumqna bihil ard wumqna wallahuimahum wakinu anfusahum yatlimun masing-masing kami azab dengan sebab dosa-dosa. Ada yang apa? Kami hujani batu dari langit ada yang mati dengan suara keras dari langit. Ada juga yang kami tenggelamkan ke bumi. Ada juga yang ditenggelamkan dalam air. Allah tidak zalim. Tapi manusia yang zalim.
(13:11) Dan juga tidak ada kesengsaraan ya yang menimpa seorang hamba tersebut kecuali juga dengan dosa. Ya, ini wun [Musik] illa bitin. Dan tidak ada bala diangkat kecuali dengan tobat. Ya, bertobat. Istigfar diberikan kecukupan ya surat dari ayat 9 sampai 11 kalau nanti Allah berfirman Aku katakan, “Mohonlah ampun kalian pada Allah.” Allah maha pengampun.
(14:14) Apa? Niscaya niscaya Allah akan menurunkan air hujan yang cukup sehingga tidak jadi banjir. Ya. Dan Allah mencukupkan dengan anak-anak ya, bagi yang belum punya keturunan banyak istigfar dan juga dengan harta-harta. dan dengan kebun-kebun ya dan juga sungai-sungai para jemaah itu istigfar ya tobat kepada Allah Subhanahu wa taala ya ee sehingga diangkat dari bala ya kama qala Ali Abi Thalib radhiallahu taala anhu ma nazala bala illa bidambin w rufi balaun illa bitubatin Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu Lalu anu mengatakan, “Tidaklah
(15:05) ya bala turun kecuali dengan sebab dosa dan juga tidak akan terangkat bala ya kecuali dengan tobat dengan attahu taala ya banyak istigfar kepada Allah Taalaum inahu Aku katakan kepada mereka, “Hendaklah kalian mohon ampun kepada Allah. Allah maha pengampun. Niscaya Allah akan mengirimkan air hujan yang cukup dan memberikan anak-anak dan harta-harta serta buah-buahan ya, kebun-kebun dan air sungai yang cukup ya.
(16:04) Sebagaimana juga Allah Taala berfirman, “Ahlak surat Alf Allah berfirman, “Seandanya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, kami buka barokah dari langit dan dari bumi. Tapi mereka telah mendustakan Allah sehingga kami azab atas perbuatan mereka. Allah berfirman, barang siapa bertakwa kepada Allah, tobat termasuk takwa. Ya, tobat termasuk takwa ya.
(16:45) Dan dosa menjadi penyebab berbagai macam keburukan para jemaah. Dan setiap kita pasti berbuat dosa ya. Adamun setiap manusia pasti berbuat dosa. Yang paling baik yang mau ber yang mau bertobat. Ya, kalau kita ya tidak berbuat dosa maka akan diganti oleh Allah ya dengan orang yang berbuat dosa ya.
(17:19) Kalau kita tidak berbuat dosa maka bisa sombong ya. Kalau kita tidak berubah bisa sombong. Ya, sebagaimana Allah menjelaskan ya Nabi bersabda wasam [Musik] dari Abi Hurairu. Demi Allah, demiat yang jiwaku berada di tangannya. Kata Nabi, “Demi Allah, seandainya kalian tidak berbuat dosa, ya Allah lenyapkan kalian dan Allah ganti dengan kaum yang lain yang berbuat dosa, lalu orang tersebut minta ampun pada Allah dan Allah memberikan ampunan.
(18:05) ” Nah, kita manusia pasti berbuat dosa para jemaah. Tidak ada tidak berbuat dosa. Ya, mungkin tidak tahu saja ya ini. Nah, dosa akan menyebabkan bencana ya. Dosa akan menyebabkan bencana para jemaah ya. Seperti orang yang mau ini masih mau berbuat dosa ini. Belum-belum berubah dosa sudah dihancurkan.
(18:55) [Musik] Dari Aisyah radhiallahu anha. Aisyah mengatakan ya, Nabi bersabda bahwa ada pasukan gajah mau menghancurkan Ka’bah ini satu saat ya akan datang. Ketika mereka berada di tanah lapang, Allah hancurkan semua. Padahal belum nih sudah ada niat. Kami hancurkan semua dari awal sampai akhir.
(19:23) Aisyah bertanya, “Bagaimana semua kau diadab dari pertama sampai akhir ya Rasul?” Padahal di antara mereka ada aswaquuhum, orang yang jualan saja. Ya, waman laisa minhum. Orang-orang yang tidak mau, tidak punya keinginan untuk me menghajar Ka’bah. Tapi dia berada di zona merah. Zona apa? Merah. Zona maksiat. Ya, itu orang-orang yang mau menghancurkan Ka’bah tapi kena semuanya.
(19:56) Ya, makanya Allah berfirman, bertaklah kepada bencana yang tidak hanya menimpa kepada orang yang berbuat zalim saja, juga menimpa kepada yang yang lain. Maka di sini perbuatan dosa para jemaah akan mencabut nikmat mendatangkan azab. Apa solusinya? Tobat. Apa solusinya? Istigfar. Kata beliau lagi, waq taala wabakum musibatinabatidikumir.
(20:26) “Tidaklah musibah menimpa kalian ya, kecuali dengan sebab sebab tangan-tangan kalian.” Dan Allah banyak memaafkan. Ya Allah banyak memaafkan itu ya. Kalau disegerakan semua habis kita ya. Kalau disegerakan semua kita habis ya. adaang ditunda. Tapi ingat Nabi bersabda. [Musik] Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada hamba, maka disegerakan ya iqab sanksi dari dosa dia di dunia.
(21:27) Dan jika Allah menghendaki keburukan kepada hamba, dibiarkan dia dengan dosanya, nanti dibalas pada hari kiamat dengan sempurna. Itulah orang beriman. Ya. Ya. Tidaklah menimpa seorang muslim dari bencana, dari penyakit, kesedihan, kegundahan, apapun yang tidak menyenangkan. Bahkan duri yang menusuk kakinya itu akan menghapus dosa-dosa. Jadi kalau kita dapat musibah hendaklah apa? Husnud.
(22:04) berprasangka baik kepada Allah bahwa ini adalah kehendak baik Allah untuk saya, bahwa ini adalah karena dosa-dosa saya. Jadi kalau kita dapat yang tidak menyenangkan, langsung kita tuduh diri kita sendiri. Ini dosa saya, ini kehendak baik dari Allah Taala. Ya, ini para jemaah karena tidak ada yang sia-sia untuk bagi orang yang beriman. Ya.
(22:31) Maka di sini Allah Taala mengingatkan kita tidak ada musibah yang menimpa kalian. Itu semua apa saja yang musibah kalian dengan sebab tangan kalian sendiri, dosa-dosa kalian. Allah maha pengampun. Masih banyak yang tidak disegerakan. Surat Alanfal ayat 53. Yang demikian itu sesungguhnya Allah tidak akan merubah nikmat yang ada pada satu kaum yang Allah berikan nikmat itu hingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka.
(23:24) Ketika dalam ketaatan mereka rubah ke dalam maksiat, Allah juga rubah nikmat jadi nikmah. Nikmat jadi nik nikmah. Nikmat pakai ain, nikmah pakai qof yang tolak bertolak belakang. Ya, nikmat nikmat enak, nikmah sengsara. Itu semua dengan sebab dosa-dosa kita, Pak J. Dan kalau kita ngakui dosa kita enak. Dan juga dianjurkan dalam istigfar.
(24:00) Allahumma anbi la ilahailla antauka ahmatika. Aku nikmat, aku dosa. Ya Allah, saya masih bisa makan hari ini, saya masih bisa bernapas hari ini. Oksigen masih bebas, saya hirup. Sementara pada saat yang sama, ya Allah saya banyak berbuat dosa. Dosa hati, kesombongan, ujub, ri, sumah, dosa fisik, mata, tangan, telinga, lisan, ya Allah masih kasih nikmat kepada kita ya.
(24:43) Oleh sebab itu tujuan kita menuntut ilmu tidak lain aliah yaitu rasa takutah sesungguhnya yang takut kepada Allah orang berilmu. Maka kita tujuannya untuk ilmu ada khasiah. Ketika sudah ada kontrol yang namanya alkasyah ditambah alhaya rasa malu kepada Allah dan insyaallah kita selalu merasa diawasi Allah Taala. Dan memang tauhid. Tauhid yang akan menguatkan orang untuk dapat hidayah.
(25:14) Ya, seperti tadi berkali-kali kita dengarkan surah atagabun ayat 11. Tidak ada musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Barang siapa beriman pada Allah yaitu tauhid yang benar, rububiyah, uluhiyah, asma wa sifat, Allah akan memberikan hidayah ke dalam hatinya. Ya, sehingga dia tahu perubahan yang ada pada dirinya.
(25:44) Allahafirmanikaallah nikmatan. [Musik] Sesungguhnya Allah yang demikian itu sesungguhnya Allah tidak akan merobah nikmat yang Allah karuniakan kepada satu kaum hingga kaum itu sendiri yang telah merubah apa yang ada pada dirinya. Ya, mari ambil pelajaran besar dan penting.
(26:17) Sadarkah diri kita? Kita menyadari tidak perubahan yang ada pada diri kita ini Allah Taala mencabut nikmat karena kaum itu telah merubah apa yang ada pada dirinya. Pertanyaannya, sadarkah kita? Ya, kalau ingin sadar Ala’raf 2021 apa kata firman Allah? inqumakaru faumirun. Sesungguhnya orang bertakwa jika dibisiki dengan bisikan jahat untuk berbuat jahat oleh setan ya masalu ya disentuh ya ituikan jahat setan tadakaru langsung sadar langsung ingat dia langsung sadar akan kesalahan-kesalahannya ya.
(27:07) Ah, di sini apa? Kita minta pada Allah agar kita itu cepat sadar, punya sensor yang sangat sensitif yang bisa menangkap sinyal dan gelombang perangan yang ada pada diri kita. Terutama berangkat dari awal dari hati. Ya, karena orang atani berangan-angan untuk berbuat jahat. ya [Musik] menentukan baik buruknya diaasih ilham dikasih ilham yang jalan keburukan, jalan kebaikan.
(27:52) Nah, kalau kita ya diberi karunia ketakwaan sadar iya ya saya salah ini. Bahkan ada input Pak Masbuk, Bapak itu salah ngomong begitu. Itu kan tidak benar ya. Bisa menyakiti orang. Apa jawabannya? Alhamdulillah. Tapan lagi saya. Jadi diingatkan dari perbuatan dosa salah malah alhamdulillah ada input ya suruh istigfar karena dosa diproses karena mesinnya rusak, CPU-nya rusak ya akhirnya outputnya apa? Print out-nya apa? Alhamdulillah bukan astagfirullah mungkin.
(28:47) Mungkin kan banyak berarti apa benar-benar ya sudah dikasih tahu kesalahannya ini maka kita hendaklah menjadi sensor-sensor yang sensitif untuk menangkap sinyal dan gelombang-gelombang ya yang berhubungan dengan perubahan diri kita. Apa yang ada perubahan dalam jiwa kita ini, dalam hati kita ini ya.
(29:13) Karena Allah tidak akan mengangkat nikmat dari seorang, tidak akan merubah kecuali apa? Karena orang itu telah merubah dirinya yang ada pada dirinya. Tadi takwa jadi tidak takwa, taat jadi maksiat, tauhid jadi kesyirik. Ya, di atas sunah jadi bidah, futur. Ya, futur dan futur ini mungkin menimpa siapa saja. yaq Nabi bersabda, “Setiap amal ibadah itu punya semangat, setiap semangat punya futur, yaitu patah semangat, tidak semangat alias malas.
(29:56) Barang siapa futurnya, tidak semangatnya masih kepada sunahku, dapat hidayat. Kalau futurnya kepada sal sunahku, maka dia binasa. Malas zikir pagi sampai selesai karena capek atau ngantuk. Enggak baca ayat kursi al-ikhlas tiga kali, Alfalaq tiga kali, Annas tiga kali ditambah dengan apa yang mampu. Jangan ditinggalkan semua. Jangan sampai futur ya.
(30:22) Biasanya dengar ayat Al-Qur’an, baca Quran, baca zikir petang akhirnya apa? Dengerin musik ya. Maka binasa dia yaq. Setiap amal ada semangatnya, setiap semangat ada futurnya. Betul. Suatu saat kita futur, betul. Iya. Nah, kalau futurnya kepada sunahku dapat hidayah. Kalau futurnya kepada saya sunahku binasa dia.
(31:00) Maka minta taufik tidak boleh lepas dari minta doa. Allahumma inni asal Allah inya [Musik] minta kepada Allah Taala. Minta pada Allah. [Musik] Kata beliau selanjutnya [Musik] Allah Taala memberitahu k Allah tidak akan merubah nikmat nikmatnya yang Allah berikan pada seorang hingga orang itu dia yang merubah apa yang ada pada dirinya.
(32:11) Orang itu merubah ketaatan yang ada pada dirinya, ketaatan pada Allah diganti dengan maksiatukri [Musik] tadinya dia bersyukur dia ganti dengan kekufuran. Kufur nikmah ya. Dia rubah faktor-faktor yang bisa mendatangkan jadi sebab mendatangkan ridanya Allah. Dirubah dengan faktor-faktor, sebab-sebab yang mendatangkan murkanya Allah.
(32:47) Sudah enak salat di masjid tepat waktu ya dirubah ya masih ngopi, masih ini, akhirnya enggak bisa salat berjamaah. Ya, para jemaah sudah nikmat baca Quran diganti dengan mendengarkan musik ya, dengan menghibahi orang berarti mengganti ketaatan dengan maksiat ya. Dan Allah Taala tidak akan pernah menyelisihi innallah la yukliful miad.
(33:21) Ya, ini para jemah kalau lengah sedikit lalai ya, gflah ya. Maka apa ya kita ditunggangi setan para jemaah ya akan ditunggangi oleh setan ya. Faar alai kalau orang itu merubah maka dia akan dirobah jaan wifaqo sebagai balasan. Rabmu tidak pernah zalim kepada hamba. Para jemaah ya itu pun banyak yang di tidak disegerakan ya adab-adab kita ini.
(34:04) Kalau disegerakan semua habislah kita habis para jemaah ya. Apabila seorang merubah, mengganti, meninggalkan maksiat yang dia kerjakan, lalu diganti dengan ketaatan, dia. Maksiat dengan zina, dia tobat. Maksiat minum-minuman keras dia tobat. Tobat adalah bentuk ketaatan karena itu perintah Allah. Tubu ilallahi taubatan nasuha. Ya, merupakan ketaatan.
(34:50) Maka apa?Allah alaihilfiah. Maka Allah akan mengubah merubah dia dari aluqubah yaitu siksa dengan alafiah keselamatan. Ya wz dari kehinaan dengan apa? Dengan kemuliaan. Waqala taala innallaha la yugiru ma biumin hatta yhairu mafusihim waid arallah biquinan suan fala marahu wahumun. Sesungguhnya Allah tidak merubah ya apa yang ada pada suatu kaum sampai mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. Kalau Allah menghendaki pada suatu kaum dengan keburukan, tidak ada yang bisa menolak. Ya.
(35:35) Dan tidak ada bagi mereka selain Allah. pelindung-pelindung ya para jemah rahmati Allah ya Allah tidak akan merubah kecuali kita yang merubah sendiri. Mari kita ganti maksiat dengan ketaatan, ganti bidah dengan sunah, ganti syirik dengan dengan tauhid, poros kebaikan tauhid, sunah, ketaatan. Poros keburukan, kesyirikan, bidah, dan perbuatan maksiat.
(36:03) Ya, mari ganti ya, yaitu syirik dengan tauhid. Jangan merasa aman dari syirik. Orang yang bebas dari syirik baru aman. Jangan merasa aman dari syirik. Nabi Ibrahim tidak merasa aman. Jauhkan aku dan anakku jadi nyembah patung. Nabi Muhammad doanya wasam. Ya Allah jangan kau jadikan kuburanku berhala yang disembah.
(36:32) Ya minta-minta sama kuburan itu doanya Nabi Muhammad. sallallahu alaihi wasallam. Ya, jangan merasa aman dari sei kecil. Bahkan itu yang ditakut oleh Nabi kepada para sahabat. Yang paling aku takutkan kepada kalian kecil yaitu apa? Lihat Allah berfirman di hari kiamat ketika sudah membalas semua perbuatan manusia, silakan kalian pergi kepada orang dulu.
(37:13) Orang-orang yang dulu kalian riak pamer di dunia. Coba perhatikan lihat apakah kalian mendapatkan balasan di sampingnya ini coba. J kita jangan merasa aman. Ah dengan tidak merasa aman ya maka akan diberikan keamanan. [Musik] Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kezaliman, yaitu dengan kesyirikan.
(37:46) Mereka diberikan keamanan ya diganti rasa takut jadi aman. Ketika apa kita bertauhidinaum ya [Musik] Allah menjanjikan kepada orang beriman dari kalian dan orang-orang yang beramal saleh diberikan kekuasaan seperti orang-orang sebelum mereka dan dikokohkan agama mereka yang Allah ridai untuk mereka. Dan Allah ganti mereka setelah rasa takut menjadi rasa amal.
(38:45) Siapa orang yang beribadah hanya kepadaku dan tidak syirik? Nah, sekarang kalau digoncang oleh rasa takut, mari kita periksa tauhid kita. Takut dengan banyak takut, para jemaah. Takut miskin, takut Indonesia gelap, ya. Takut PHK, takut anaknya tidak makan sampai dibunuh. Bahkan bunuh berjamaah bersama dengan keluarganya. Nahnu narzukum.
(39:19) Jangan kalian bunuh anak kalian karena takut miskin. Kami ngasih kepada mereka dan juga kepada kalian. Jadi para jemaah ya tauhid, sunah, ketaatan itu nikmat luar biasa mendengarkan kebaikan dunia dan juga akhirat. Yakin harus yakin. Harus yakin. Demikian sebaliknya. maksiat akan mendatangkan kesengsaraan dunia akhirat.
(39:49) Kalau orang itu masih punya hati ya, maka dia akan bisa mengambil pelajaran dari setiap peristiwa. Sebagaimana Allah berfirman, inna fialika likro limanana lahu qolbun. Ya waqam wahua syahid. Dalam surat QF Allah berfirman yang demikian itu peristiwa-peristiwa yang ada itu pelajaran penting bagi siapa? Bagi orang yang punya hati dengan adanya bencana orang punya hati ngambil pelajaran silakan berjalan di atas muka bumi. Perhatikan bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan Allah.
(40:33) Nabi itu takut sampai nangis, sampai doa cepat-cepat lewat. Kalau lewat di tempat apa? Yang pernah diazab. Nah, sekarang tempat yang diadab dijadikan pariwisata untuk senang-senang. Itu yang aneh ya. Nabi itu takut para jemaah ketika melewati tempat yang sudah diadab dengan dosa-dosanya. Ya, gitu ya. Ini mudah-mudahan ya bisa diakses hadisnya. Ini saya bacakan.
(41:15) bahwa beliau ya merasa takut ya ketika beliau mendatangi ya tempat-tempat yang pernah mendapatkan adab ya beliau berjalan cepat-cepat ya beliau berjalan cepat-cepat [Musik] Hadis Aisyah radhiallahu taala anha. Di antaranya ini, di antaranya tapi ada yang khusus ya. Ya, yaitu apa? ee beliau menangis ya ketika mendapatkan atau menghadapi tempat-tempat ya yang di situ ya beliau melihat tempat-tempat yang diadab ya beliau sampai menangis ya
(42:24) [Musik] la tadkhulu ala haula Buk, jangan kalian mendatangi tempat-tempat mereka-mereka sudah pernah diazab, kecuali engkau datang dalam keadaan menangis. Kalau enggak bisa menangis, jangan masuk ke mereka. Khawatir kamu juga kena azab tersebut. Ya, rawahul Bukhari. Ya, ini para jemah itu.
(43:01) Nah, sementara zaman sekarang malah dijadikan tempat apa? Tempat pariwisata. Masa orang paru wisata sambil nangis enggak mungkin ketawa-ketawi. Selfie ini para jemah Nabi yang menyatakan ya. ya, bahkan tempat-tempat yang seperti itu. Bahkan ketika beliau ya melihat ya ee apa namanya dalam apa ee ketika melihat hujan turun angin kencang beliau takut Rasul wasam [Musik] Ras ketika ini sekarang angin dan hujan kelihatan dari wajahnya beliau keluar masuk rumah takut maju mundur Ya, ketika
(44:08) hujan turun dengan baik, beliau senang ya dan hilang rasa khawatirnya. Aisyah bertanya tentang itu kepada beliau. Beliau mengatakan, “Aku khawatir adab menimpa umatku.” Ya, ketika melihat mator dianggap apa? Rahmah. Seperti hadis yang lain ya, hadis Imam Bukhari. Ini sekarang kita musim hujan nih ya.
(45:10) Apa kata Aisyah? Aku tidak pernah melihat Rasul wasallam tertawa sampai kelihat kelihatan gigi gigi gerahamnya tapi beliau tersenyum. Aisyah berkata lagi ketika Rasul melihat awan atau angin kelihatan dari wajah beliau. Ya. Dan Ia bertanya, “Ya Rasulullah, sesungguhnya orang-orang ketika melihat awan atau angin, mereka senang dengan harapan turun hujan. Aku lihat engkau.
(45:38) Jika engkau melihatnya, kelihatan dari wajahmu ketidaksukaan.” Apa kata Nabi? “Wahai Aisyah, apa yang membuat aku aman?” Ya, bahwa apa? Angin dan awan tadi merupakan adab. Di mana satu kaum diazab dengan angin. Ketika satu kaum melihat azab, mereka mengatakan, “Hidun mumtirun.” Ini awan yang akan mendatangkan hujan.
(46:05) Ternyata apa? Menghabiskan semua. Dan sekarang terjadi, para jemaah bukan hanya sekedar kisah yang ada di dalam Al-Qur’an yang terjadi kepada kaum Ad, kaum Tsamud dan lain sebagainya. Sekarang terjadi ya Nabi melihat a apa? Hujan begitu takut ya ujung-ujung ketahuhid. Allahumma inni asalukahair ma fiha wubika minarha ma fiha mailat bih.
(46:37) Ya Allah, aku minta kepada Engkau kebaikan angin. Kebaikan yang ada di dalam angin, kebaikan yang dihempas oleh angin. Ini angin ya. Kalau enggak bagus ya mungkin anginnya mengandung racun ya atau keburukan angin yang bisa masuk angin. Keburukan yang ditimpa oleh angin seperti kemarin ada mobil lewat pohon terjang angin tumbang kena mobilnya meninggal sama penumpangnya. Hancur mobilnya.
(47:06) Ya, ini nabi masa takut. Nah, kita kadang-kadang selfie ya ada gerhana selfie. Padahal itu semua untuk menakut-nakuti. Inamsa walqaratillah ibadah. Sesungguhnya mata dan bulan termasuk tanda-tanda kebesaran Allah. Allah ingin nakut-nakuti hambanya dengan keduanya. Allah berfirman, “Kami tidak menurunkan tanda-tanda kebesaran kami kecuali untuk nakut-nakuti eh belatun apa selfie.
(47:44) ” Nah, mari kita hadirkan sikap sebagaimana sikap Nabi kita yang mulia sallallahu alaihi wasallam itu apa? Rasa takut para jemaah ya. Dan ingat bahwa dosa-dosa akan mendatangkan nikmah yaitu kesengsaraan. Adapun ketaatan akan mendatangkan nikmah ya. Nikmah pakai ain, nikmah pakai qof.
(48:09) Bedanya satunya adalah nyaman, satunya tidak nyaman. Semoga bermanfaat. Sampai di sini wasallallahu ala nabina Muhammad waa alihi wasallam. Saya kembali kepada alikhwah yang ada di studio. Falfadol maskur. Jazakumullah khair wakallahu fikum atas pemaparannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
(48:32) Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Untuk pertanyaan yang pertama kita angkat dari pesan WhatsApp.
(48:57) [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh dari hamba Allah di Cibubur. Izin bertanya, Ustaz. Ibu Ana insyaallah rutin salat tahajud. Suatu ketika beliau bangun menjelang azan subuh, hanya sempat salat witir satu rakaat. Pertanyaannya, bolehkah salat tahajudnya dilakukan setelah salat subuh? Jazakumullah khair wabarakallahu fikum.
(49:22) Iya. ada ya hadis yang menjelaskan ya yaitu mengqada ya qiyamullail ya artinya qiyamulail itu semuanya ya termasuk apa namanya ee apa namanya ee witir ya itu juga termasuk qada ya dan mengqada ya qiyamullail ya boleh tidak mengqada. Tapi kalau kebiasaannya ya dengan tahajud maka boleh mengqada ya sebagaimana Nabi juga mengqada di waktu siang ya. Beliau juga mengqada di waktu di waktu siang ya.
(50:21) Nah, itu itu boleh ya boleh mengqada ya. Mudah-mudahan ya ee ya ini hadis Aisyah radhiallahu taala anha riwayat Muslim ya. Beliau mengatakan fatusah minalil min wajin sh minha sintai asah ra muslim nabi ketika tertinggal salat malam mungkin karena sakit atau karena yang lain maka beliau salat di siang hari 12 rakaat ya bukan 11 karena salatul lail makna ya wa khusukum asubha sholli rakatan wahida tutirlahu maq salat malam itu dua-dua kalau khawatir masuk subuh salat satu sebagai witir ah ganjil ya tapi siang hari tidak ada witir maka
(51:28) silakan salat 12 nabi salat 12 mengqada kalau itu biasa salat malam Ya, kalau enggak biasa. Nah, sudah cukup dengan witir tadi sudah cukup kemudian siangnya salat duha. Ya, demikian. Allahuam bissawab. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak.
(51:54) Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz izin bertanya. Ada sebuah ayat yang menjelaskan bahwa pelaku syirik akan menghapuskan semua pahalanya. Pertanyaannya, jika pelaku syirik itu bertobat, apakah pahala yang telah hilang akan kembali? Barakallahu fikum. Iya.
(52:21) Allah berfirman ya asal wirin. Kalau engkau melakukan kesyirikan wahai Muhammad apalagi yang lain, maka akan gugur semua amalmu dan kamu termasuk orang yang merugi. Nah, tapi kalau sudah tobat dihapus dan kembalikan oleh Allah Taala amal-amalnya, dihapus dosa-dosanya para jemaah ya.
(52:53) dihapus dosa-dosanya dan ya seperti Nabi bersabda, Allah berfirman ya Adam inaka. Wahai manusia, ya anak Adam, seandainya Engkau datang kepadaku dengan membawa dosa sepenuh bumi dan kau datang kepadaku dengan tidak menyekutukan aku, maka aku akan datang dengan membawa ampunan sepenuh bumi.
(53:37) ” Artinya ketika orang itu sudah tobat dari syirik, maka Allah akan berikan ampunan sepenuh bumi yaitu rahmat Allah dan semuanya. Ya, demikian. Allahuam bawab. [Musik] Jazakumullah khair wabarakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum. Barakallahu fikum. Ustaz izin bertanya.
(54:02) Karena rutinitas sehari-hari, kadang kita merasa bosan dan pergi untuk rihla bersama keluarga ke mall atau hanya sekedar makan di luar rumah sambil menikmati pemandangan. Apakah hal tersebut termasuk ke dalam maksiat, Ustaz? Mohon jawabannya. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum. Iya.
(54:29) Jadi orang untuk menikmati pemandangan di puncak begitu juga begitu pula di pantai pada asalnya ya tidak ada masalah ya untuk refreshing istilahnya hukum asalnya tidak ada masalah boleh ubah hukumnya bahkan bisa jadi sebuah ibadah ketika melihat Keindahan alamak. Sesungguhnya pergantian siang dan malam, pencipta langit dan bumi, pergantian siang dan malam itu ada tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang berakal.
(55:25) Siapa mereka? Orang yang senantiasa berzikir pada Allah ya dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring dan juga memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya mengatakan tidak ada yang sia-sia ya Allah semua yang kau ciptakan itu endingnya. Kemudian mengatakan apa? Subhanaka faqinaar. Subhanaka ini maha suci nafhi nafsu syirki nafsu yalik billah.
(55:56) meniadakan segala sesuatu yang tidak pantas Allah yaqahillah minar ya berarti nafu isbat ini sudah kalau seperti itu ya di zaman juga ada pasar kalau sekarang namanya mall asal tujuannya memang mau beli-beli sesuatu ee oleh karena itu hukum masalah yang mubah tentu kecuali ya dibareng dengan maksiat-masiat yang ada apakah maksiat telinga, maksiat mata dan lain sebagainya ya.
(56:22) Sehingga kalau memang di apa namanya diperkirakan dengan donbnya, sementara harus beli dan tidak ada di tempat situ tentu harus hati-hati dan jaga-jaga ya. E pernah seorang ulama Syekh Saliman Arrahaili juga mengatakan ketika kami kita makan di satu tempat kemudian tiba-tiba ada musiknya. Kalau memang bisa tolong dimatikan, matikan ya.
(56:49) Ee terkadang enggak susah tiba-tiba ada dan kita memang tujuannya makan ya mau makan gitu. Allahuam bawab. Oleh karena itu tentu harus dipikirkan berulang-ulang ketika memang diperkirakan bahwa di situ kemungkinan besar ada maksiatnya ya. Nah demikian. Tapi kalau memang tidak ya hukum asalnya mubah beli makan boleh, refreshing juga boleh.
(57:17) Demikian Allahuam. Iya. Jazakumullah khair barakallahu fikum. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, ketika saya bertekad untuk menghafal Al-Qur’an, saya sangat bersemangat dan juga melakukan rutinitas itu.
(57:43) Namun, seringkiali beberapa waktu setelahnya timbul rasa lelah dan juga bosan. Pertanyaan, “Ustaz, bagaimana cara saya menghadapi rasa lelah ini? Barakallahu fikum.” Ya, yang pasti pertama memang kita harus berdoa minta pada Allah Taala diberikan istikamah ya. Seperti doanya Alhan Albasri. Allahumma inni asalukal istiqomah. Ya
(58:11) Allah, aku minta p Engkau istiqamah. Ya. Yang kedua, senantiasa memahami keutamaan orang yang menghafal Quran. Sangat banyak keutamaannya, ya. Ya, di antaranya akan berikan mahkota pada kedua orang tuanya, kemudian ditinggikan derajatnya sesuai dengan bacaan yang dia baca ya. Jadi sahabat Quran dan seterusnya jadi syafaat nanti kala pada hari kiamat. Yang ketiga, mengetahui ya, yaitu apa bahayanya kalau orang meninggalkan hafalannya. Ya.
(58:42) Dan yang ketiga, mengulang-ulang bacaannya. Jangan menambah sampai dia betul-betul sudah bisa selesai. Sebagaimana adab-adab orang yang menghafal Quran. Dan tidak kalah pentingnya perhatikan perkataan Abdullah bin Masud. Seorang dari kami ketika mempelajari 10 ayat tidak melampaui, tidak melebihi sampai apa? Sampai sampai paham maknanya dan mengamalkan kandungannya. Nah, ini ya.
(59:17) Eah, sehingga di situ tentu tidak hanya sekedar menghafal tapi juga memahami kandungannya. Rubba hamili fqin laisa bifqih. Berapa banyak orang yang membawa fikih tapi tidak fakih, yaitu tidak paham. Perhatikan ya poin-poin tadi. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Barangkali sampai di sini syukron atas kebersamaan ikhwan dan akhwat di masjid ya dari subuh tadi Bugul Maram ya dari seteng berapa jam 0.
(59:52) 30 ya sampai jam 0.14 seperempat ya dan juga kepada IO yang ada di studio semoga menjadi pahala kita mengangkat derajat kita, menghapus dosa kita. Begitu pula kepada para pemirsa Rojak TV dan juga pendengar Raj Rajak di seluruh penjuru tanah air ya yang mendengarkan kajian ini. Semoga bermanfaat, semoga Allah menyayangi kita, semoga Allah menghapus dosa-dosa kita, melindungi kita, memberikan kita istikamah hingga menghadap Allah dalam keadaan husnul khatimah.
(1:00:24) Wallahuam bisawab. Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(1:00:47) Jazakumullah khair wabarakallahu fikum kepada ustaz atas pemaparan dan juga penjelasannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan bisa menjadi motivasi untuk kita selalu mempelajari ilmu syari dan juga memperdalamnya. Dan juga kami ucapkan jazakumullah khair wabarakallahu fikum kepada pemerhati Raja di mana pun Anda berada yang telah mengikuti kegiatan kita pada Ahad pagi hari ini. Dan tibalah saatnya kita pamit undur diri.
(1:01:13) Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *