(81) [Live] : Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., M. H. I. – Kitab Riyadhus Shalihin – YouTube
Transcript:
(00:07) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja agar seorang muslim khusyuk di dalam salatnya. Ya, sehingga hal-hal yang akan mengurangi atau merusak kekhusyukannya itu supaya dihindari. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.
(00:49) 1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menar cahaya sunah. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwat Islam azaniallahu waakum. Alhamdulillahiabbil alamin hamdaniban mubarokan fibunaard wasam asal. Ik isakum para pendengar dan sahabat Raja semuanya.
(01:37) Di kesempatan pagi hari ini kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas waktu dan usia yang kembali kita diberikan oleh Allah subhanahu wa taala untuk menjalani di hari ini. Tentunya kita juga bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas nikmat yang Allah berikan.
(01:55) Di antara salah satu nikmat adalah kita bisa kembali menyimak satu kajian ilmiah yang akan kita simak bersama di pagi hari ini. Ikam azaniallahu wyakum. Pada pagi hari ini kembali kita akan simak satu pembahasan dalam kitab Riyadus Shihin buah karya dari Al Imam An-Nawawi rahimahullahu taala. Dan insyaallah kembali kita akan simak pembahasan ini secara mendalam bersama guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Mamualim Lc Mahi.
(02:21) Hafullahu taala. Dan pada kesempatan pagi hari ini beliau akan mengangkat satu tema dengan judul hal-hal penting dalam Islam. Ikhwat al Islam azaniallahu wyakum. Sebelum kita simak kajian ini, kami informasikan kepada Anda kembali bahwasanya insyaallah setelah kajian disampaikan oleh beliau, kami membuka sesi interaktif soal jawab dalam rangka memperdalam materi yang telah beliau sampaikan.
(02:44) Untuk Anda semuanya yang ingin bertanya secara langsung bisa menghubung kami di 0218236543 ataupun Anda dapat bertanya melalui chat WA di 0218236543. Namat Islam azaniallahu wyakum kita simak bersama dan alhamdulillah kami telah terhubung dengan ustaz yang saat ini berada di studio Aliman Center Surabaya dan kita akan simak kajian ini dan kepada ustaz kami persilakan. Falyatafadal maskur.
(03:15) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Inalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wasastagfiruh w naudubillahi min syururi anfusina wamin sayiatialina yahdihillahu fala mudillahu w yudlil fala hadiyaalah asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(03:45) Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqq tuqatihi w tamutunna illa wa antum muslimunakumziquakum nafs wahidah minha zaujaha walan wattaqulahazial bihi arham inallahaikum yainaqulahakumakum Kaum muslimin dan kaum muslimat, para pemirsa dan para pendengar televisi radio Al televisi Radio Raja di mana pun Anda berada. Semoga senantiasa dirahmati Allah subhanahu wa taala.
(04:32) Alhamdulillah pada kesempatan yang baik ini kita kembali bertemu di dalam pembahasan ee kitab ee Riyadus Shihin min kalami sayyidil mursalin sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Pembahasan kita seputar hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dan kita telah sampai pada pembahasan yang terakhir ya.
(04:58) Pada pertemuan yang lalu adalah hadis Ummul Mukminin Sfiah binti Huyay radhiallahu anha. Qa Nawawiu rahimahullah taala. Wa ummil mukminina Sofiyata binti Huyai radhiallahu anha qal. Dari Ummul Mukminin Sofiah binti Huyai radhiallahu anha. Beliau berkata, “Kanan Nabi shallallahu alaihi wasallama mutakifan muktakifan.
(05:29) ” Ya, pernah suatu ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam beliau sedang beriktikaf. Faatauhu azuruhu lailan. Maka aku datang ya untuk menjenguk beliau, untuk bertemu dengan beliau ya di malam hari. Ya, jadi Nabi alaihi wasalam beriktikaf di rumah beliau. Eh, maaf di masjid beliau, Masjid Nabawi. Kemudian kata eh Sofiah, kemudian aku berbincang-bincang dengan beliau ya.
(06:08) Kemudian aku ingin pulang, ya. Aku bangkit dari dudukku bersama beliau kemudian aku ingin kembali. Faq mail liyaqlibani. Kemudian beliau juga bangun. Ya, beliau sallallahu alaihi wasallam juga bangun berdiri ya untuk menghantar aku ya menghantar aku y mengantar aku ke yni dekat dekat dengan ee pintu masjid yaarulani minal ansar radhiallahu anhuma.
(06:40) Ketika beliau menghantarkan aku ya, yni sampai ke pintu masjid, maka ada dua orang Ansar ya yang mereka sedang melewati tempat itu. Falammaay Nabi shallallahu alaihi wasallama asroa. Nah, dua orang ansar ini ya ketika melihat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya bersama istrinya Sofiah, mereka bergegas-gegas ya mempercepat langkah mereka menjauhi tempat tersebut.
(07:20) Faqal Nabi shallallahu alaihi wasallama ala rislikuma. Ya, sebentar ya. W ini ibaratnya wahai pemuda atau dua pemuda sebentar alarislikuma jangan tergesa-gesa ya. Kemudian beliau mengatakan innaha Sofiatu bintu Huyai. Sesungguhnya wanita yang bersama aku ini adalah Sofiah. Tiada istriku ya. Dia adalah Sofiah binti Huyai.
(07:51) Qala mendengar ee penjelasan beliau sallallahu alaihi wasallam tentang wanita yang berada bersamanya adalah istri beliau, maka dua orang Ansar itu berkata, “Subhanallah ya Rasulullah.” Ini maha suci Allah wahai Rasulullah. Ya, ibaratnya kami ini tidak menyangka sesuatu kepada engkau. Ya. Maka Nabi alaihiatu wasalam menjawab kepada dua orang ini, faqal innana yajri minbni adama majrami. Sesungguhnya setan itu berada pada diri manusia yaitu pada urat-urat mereka.
(08:35) ya mengalir bersama aliran darah mereka majr damu wa inni dan aku khawatir ya kalau-kalau setan itu ya menyampaikan sesuatu dalam hati kalian berduaqalan ya syaraian Apa? Aku khawatir setan akan membisiki sesuatu pada ee hati kalian. Dalam satu riwayat pada ee membisiki keburukan pada hati kalian.
(09:18) Hadis ini muttafa alaihiwat diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Nah, hadis ini menjelaskan pada kita tentang ya seorang hamba itu hendaknya dia itu berhatihati. Jangan menjeruskan dirinya di dalam syubhat. Ya, kejadian ini memberikan pelajaran kepada kita agar kita menjaga diri kita. Ya, Ann Nabi alaihi salalatu wasalam dan dua sahabat Ansar ya mereka pada masa yang demikian mulianya.
(09:59) Tetapi ketika an Nabi alaihi salalatu wasalam ya khawatir bahwa setan bisa membisiki mereka sesuatu yang lain ketika melihat Rasulullah sahu alaihi wasallam bersama seorang wanita ya makanya beliau langsung menjelaskan ya menjelaskan bahwa yang di sampingnya ini adalah istri beli beliau.
(10:32) Supaya tidak dibisiki oleh setan kepada dua orang yang melihat beliau dengan seorang wanita itu tidak dibisiki dengan hal-hal yang jelek. Ya, tidak membisiki prasangka-prasangka yang yang buruk dalam diri dua orang itu. Dan mereka mengetahui bahwa itu adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, ini mengajarkan kepada kita untuk jangan ya menjerumuskan diri kita ke dalam syubhat ya.
(11:02) harus jelaskan termasuk dalam hal pergaulan ya pergaulan dengan ya ahlus syar atau dengan hizbiyin supaya lebih hati-hati walaupun mungkin tidak apa sekedar mungkin bertemu mungkin salaman ya karena dia sebagai seorang muslim misalnya ya tapi tetap harus ada kewaspadaan Ya, jangan sampai membuat kecurigaan kepada diri kita.
(11:37) Ya, ini membutuhkan kejelasan. Jadi Nabi alaihiatu wasalam ketika berjalan atau ketika mengantar Sofiah istri beliau ya di malam hari beliau jelaskan bahwa ini adalah wanita ini adalah istriku yaitu Sofiah binti Khuyay. Padahal ketika itu dua sahabat ini tidak mungkin mencurigai beliau karena mereka mengetahui beliau siapa beliau sallallahu alaihi wasallam.
(12:07) Oleh karena itu mereka ketika dijelaskan oleh Nabi alaihiatu wasalam bahwa ini yang wanita yang berada bersamaku adalah istriku yaitu Sofiah binti Uyai, mereka mengatakan, “Subhanallah ya Rasulullah.” Yni, “Ya Rasulullah, gak mungkin kita ini me apa namanya? Menyangka yang yang tidak selayaknya terhadap dirimu ya Rasulullah. Tidak mungkin kami ini mencurigai engkau ya Rasulullah.” Ya.
(12:32) Tetapi Rasul alaihialatu wasalam khawatir karena dalam diri manusia ya setan bisa masuk dalam diri mereka ya apa bisa apa berada dalam ee diri mereka dalam urat-urat mereka itu setan. Maka beliau tidak mau ya kalau-kalau setan membisiki hal-hal yang apa yang yang tidak diinginkan seperti suon ya prasangka buruk ya dan yang lainnya itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(13:10) Maka demikian pula seorang hamba ya, seorang dai, seorang mubaligh ya jangan dia itu ya membuat orang itu suon kepadanya, curiga kepadanya karena perbuatannya. Ya, ini hati-hati ya. Demikian pula kaum muslimin ya, jangan sampai kita ee menjerumuskan diri kita dalam hal yang syubhat sehingga orang bisa bertanya ya atau orang bisa meragukan kepada kita.
(13:47) Nah, yang disebutkan dalam hadis ini memberikan pelajaran kepada kita yang pertama bahwa iktikaf itu adalah salah satu dari sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Terutama di bulan Ramadan, terutama di 10 malam terakhir dari bulan atau 10 hari terakhir di bulan Ramadan.
(14:11) kita dianjurkan untuk melaksanakan iktikaf ya agar kita konsentrasi dalam beribadah kepada Allah Taala ya dalam kita berzikir, dalam kita berdoa dan seterusnya dari amal-amal ibadah yang bisa dilakukan ketika iktikaf. Kemudian iktikaf itu harus di masjid. Di masjid yang ada salat jumatnya, bukan di musala. Jadi iktikaf itu bukan di musala yang tidak ada salat jumatnya ya.
(14:43) Tapi iktikaf itu di ee masjid-masjid yang ada salat jumatnya supaya orang yang iktikaf dia tidak keluar. Karena salat Jumat itu hukumnya wajib sedangkan iktikaf hukumnya sunah. Nah, kalau orang itu diiktikaf di musala yang tidak ada salat jumatnya, dia mau tidak mau harus ke masjid. Ya, ketika datang hari Jumat dia harus salat, berarti dia keluar dari masjid.
(15:14) Dan keluar dari masjid itu adalah membatal iktikaf. Membatalkan iktikafnya. Kemudian bahwa di dalam iktikaf ya boleh seorang istri datang menemui suaminya yang sedang iktikaf. Mungkin ada hal-hal yang mereka bicarakan ya itu di dibolehkan tidak di tidak dilarang ya bagi seorang yang sedang iktikaf boleh dikunjungi oleh istrinya atau anak perempuannya ya itu dalam apa ee meskipun dia dalam iktikaf datang seperlunya kemudian yang yang mengunjungi orang iktikaf itu setelah selesai urusannya maka dia segera pulang kan. Kemudian kita melihat juga dalam hadis
(16:01) ini, yakni bolehnya seorang suami yang sedang beriktikaf, dia berbincang-bincang berduaan dengan istrinya di saat beriktikaf. Ini hal yang dibolehkan ya. Sebagaimana rasul sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya beliau duduk berdua dengan Sofiah ya berbincang-bincang ya dengan Sofi Sofiah dan itu tidak membatalkan iktikaf ya yang dilarang dalam iktikaf adalah mengumpuli istri itu yang akan membatalkan iktikaf.
(16:39) Tapi kalau sekedar berbincang, berbicara ya dengan istri yang datang menjenguk kita ketika sedang iktikaf, ini hal yang dibolehkan ya. Bahkan berduaan disebutkan sini ya. Nabi sahu alaihi wasallam bersama istrinya duduk berdua ya padahal beliau sedang iktikaf. Ini hal yang dibolehkan.
(17:02) Kemudian yang berikutnya bahwa hadis ini menjelaskan kepada kita bagaimana upaya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam untuk menolak syubhat ya untuk menolak syubhat dan menjaga diri beliau dari syubhat. Ya. Sehingga beliau menyampaikan kepada dua orang Ansar itu yang lewat di tempat beliau ya atau di masjid beliau ketika sedang iktikaf. Dan waktu itu ada Sofiah ya.
(17:41) Beliau jelaskan bahwa wanita ini adalah istriku ya bukan orang bukan orang lain tapi dia adalah istriku. Kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita ya, bahwa setan itu bisa masuk dalam tubuh manusia. Ya, setan itu bisa masuk dalam tubuh manusia dan dia bisa berperan berbuat apa yang dikehendakinya dalam diri manusia. Disebutkan oleh para ulama yang pertama kali diinginkan oleh setan ketika masuk ke dalam diri manusia, dia ingin menguasai hati manusia itu.
(18:20) Dia ingin menduduki hati orang itu. Ya, karena hati ini adalah ibarat yang memerintahkan seorang untuk berbuat. Oleh karena itu, an Nabi alaihiatu wasalam menyebutkan bahwa ala wail jasadi, ketahuilah bahwasanya dalam jasad kita ini ada segumpal daging. Jasadi waadirul jasadi.
(18:52) Kalau segumpal daging ini baik, maka akan baik pula seluruh perbuatan anggota badannya. Ya. Dan apabila segumpal daging ini buruk, maka akan buruk pula perbuatan-perbuatan anggota badan orang tersebut. Ala wahyalqbu. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati. Dan hati yang dimaksud di sini adalah jan jantung. ya. Nah, jadi ini ee mengharuskan kita untuk memperhatikan ya selalu menjaga hati kita ini. Karena setan ingin menduduki hati kita.
(19:32) Seorang itu kalau sudah dikuasai oleh setan, hatinya sudah dikuasai oleh setan, dia tidak akan takut pada Allah Taala. Dia tidak akan punya rasa malu. Ya, dia akan berbuat semaunya. karena hatinya bu buruk ya diduduki oleh setan. Setan memerintahkan dia untuk berbuat apa saja, untuk mengucapkan apa saja, untuk mendengarkan apa saja, bahkan yang haram ya karena sudah diduduki hatinya oleh setan.
(20:11) Makanya sudah seyogianya kita selalu berlindung pada Allah Taala, bersandar pada Allah Taala, ya taawud kepada Allah Taala dari godaan dan bisikan setan. Jadi an Nabi alaihiatu wasalam beliau sangat menyayangi umatnya. Beliau memberitahukan semuanya ya apa yang baik bagi mereka dan apa yang buruk bagi mereka. Kemudian hendaknya kita ini juga disebutkan oleh para ulama, di antara pelajaran yang diambil dari hadis ini adalah hendaknya seorang hamba itu dia harus menjaga dirinya dari tempat-tempat atau dari hal-hal yang membuat orang itu suon kepadanya.
(20:57) ya harus menjaga dirinya dari hal-hal yang membuat orang berprasangka buruk kepadanya. Ya, baik itu dalam hal berkaitan dengan harta. Kadang-kadang seorang memegang duit, uang masjid, uang ini dan itu, hendaknya dia ada laporannya ya dari keuangan masjid itu supaya tidak dicuriai. Atau seorang diamanahkan memegang misalnya zakat mal, hendaknya dia catat ya supaya orang yang menitipkan itu kalau datang kemudian minta laporannya ada ya.
(21:42) Karena kalau tidak bisa timbul kecuriga kecurigaan ya. Orang berjalan dengan seorang wanita, wanita yang tidak dikenal bisa jadi itu adalah keluarganya atau saudaranya ya atau ibunya atau istrinya. Apalagi yang tertutup pakai hijab. Ya, juga dijelaskan siapa wanita ini supaya tidak suon.
(22:15) Ya, demikian pula dalam berdakwah dengan siapa kita berdakwah, siapa teman kita berdakwah. Ya, supaya kita lebih hati-hati, lebih waspada. Jangan sampai membuat orang curiga kepada kita ya, tentang akidah kita, tentang manhaj kita. Karena kita berdakwah atau kita berjalan dengan orang yang menyimpang dalam akidahnya, menyimpang dalam manhajnya, ya.
(22:51) Kok bisa kok mau ya supaya lebih hati hati-hati ya. Maka bebaskan diri kita dari hal-hal yang menimbulkan kecurigaan ya manusia kepada diri kita ya. Kemudian juga kita harus ketahui ya kalau kita menggampangkan sesuatu yang ke hal yang kecil nanti akan menyerat kita pada hal yang lebih lebih besar ya. Menyerat kita kepada hal yang lebih besar ya.
(23:22) Jadi hati-hati pertama hanya bertemu biasa-biasa saja ya. Tapi kemudian nanti ee berkembang p yang yang lainnya. Maka jangan menjerumuskan diri kita di dalam sub syubhat yang membuat orang itu suon kepada kita, tersangka buruk pada kita. Iya. N oleh karena itu seorang harus jelaskan ya, seorang harus menjelaskannya. Kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita ya hendaknya atau boleh seorang mengucapkan kalimat-kalimat tajub ya seperti subhanallah, Allahu Akbar atau yang lainnya ya.
(24:14) Ketika dua sahabat itu ee di diingatkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam atau diberitahukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwa wanita yang bersama aku ini adalah istriku Sofiah. Ya, itu mereka mengatakan subhanallah terkejut mereka ya. Yakni kami tidak akan suon pada engkau ya Rasulullah. Maha suci Allah dari kami suudan kepada engkau.
(24:37) Sehingga tetapi Nabi sallallahu alaihi wasallam tetap menegaskan hal itu ya supaya jangan terjumur dalam dalam syubhat tersebut. Nah. Nah, jadi hadis ini juga disebutkan oleh para ulama bahwa hadis ini salah satu dari hadis yang ee mendidik seseorang ya akan hal keimanannya ya kejernihan dirinya ya supaya tidak apa terjerumus dalam hal-hal yang dilarang oleh Allah dan rasulnya sallallahu alaihi wasallam ya.
(25:18) Kemudian hadis yang berikutnya, Q Nawawiu rahimahullah taala. Al Imam Annawawi rahimahullah berkata, “Waan abil fadl al Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu qal.” dari Abul Abbas yaitu ee dari Abul Fadl Al-Abbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu. Ya, jadi Al-Abbas ini zaman Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(25:53) Ya, ketika munculnya Islam, ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam diangkat menjadi rasul oleh Allah Taala. itu pamannya ada empat orang yang masih hidup ya. Yang dua beriman kepada Rasulullah sahu alaihi wasallam yaitu Al-Abbas dan Hamzah ya.
(26:17) Abbas bin Abdul Muthalib dan Hamzah bin Abdul Muthalib itu masuk Islam. Yang dua tidak masuk Islam yaitu Abu Lahab dan Abu Abu Thalib. Cuma jelas ada perbedaan antara Abu Lahab dan Abu Abu Thalib ya. Kalau Abu Lahab menentang dakwah Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ya mengingkari dengan keras dakwah Rasul sahu alaihi wasallam sedangkan Abu Thalib tidak ya dia membela Rasul sallahu alaihi wasallam karena ponaannya ya itu perbedaannya antara Abu Lahab dan Abu Abu Thalib dan dua orang ini tidak masuk tidak masuk Islam.
(26:52) Nah, dari Al-Abbas bin Abdul Muthalib Radhiallahu anhu qal. Kata Alabbas bin Abdul Muthalib Radhiallahu anhu, beliau berkata, “Syahidu ma Rasulillah sallallahu alaihi wasallam yaumainin. Aku adalah orang yang ikut berperang bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika terjadi perang Hunain.
(27:17) ” Ya, peperangan Hunain itu terjadi pada tahun ke-8 Hijriah setelah penaklukan kota Makkah. Ya, setelah penaklukan kota Makkah itu ada sejumlah kabilah-kabilah Arab yang tidak menyetujui mereka apa nam mengingkari terjadinya penaklukan kota Makkah itu. Ya, terutama dua kabilah yaitu kabilah Hawazin dan Tsakif.
(27:50) Mereka berada di tempat yang di satu perkampungan atau lembah yang namanya Hunain. Ya, kurang lebih Hunain dengan Makkah itu sekitar ee 27 km ya kurang lebih ya. Dari Arafah menuju Unain lebih kurang hanya 27 km. Nah, ketika terjadi penaklukan kota Makkah, dua kabilah ini, Hawazim dan Tsqif, mereka memberontak ya. Mereka tidak menerima hal itu.
(28:28) Makanya mereka kumpulkan kabilah-kabilah Arab ya, kemudian untuk memerangi kaum muslimin ya. Nah, jumlah mereka yakni kaum muslimin yang mengikuti peperangan Hunain ini ada 12.000 pasukan. 10.000 dari Madinah dan 2.000 dari Makkah. Mereka jumlah banyak ya. Jadi kata Alabbas bin Abdul Muthalib, “Aku adalah orang syahidku. Aku mengikuti peperangan bersama Rasul sahu alaihi wasallam pada peperangan Hudain.
(29:08) Halimtu ana wa Abu Sufyan ibnul Harit bin Abdul Muthalib Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka aku yaitu Alabbas dan Abu Sufyan bin al-Harit. Harit ini juga saudaranya Alabbas ya. Al-Haris ini bin Abdul Muthalib. Anaknya Al-Harit ini namanya Abu Sufyan ya. Dia masuk Islam termasuk. Nah, dia bersama Al-Abbas itu ketika terj e apa? Selalu mendekati Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya. Ketika terjadi perang Hunain itu.
(29:52) Falazimu ana wa Abu Sufyan ibn Harit bin Abdul Muthalib. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kami terus ee berdekatan mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika itu. Falam nufariqhu ya. Dan kami tidak berpisah dengan beliau ya dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Wa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ala baglatin lahu baid.
(30:16) Dan Rasulullah sahu alaihi wasallam itu berada di atas seekor baglah. Ya, baglah itu hasil perkawinan antara kuda dan keledei. Ya, perkawinan kuda dan keledai lahir bagelah ya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika itu berada di atas seekor ee kendaraan beliau berwarna putih.Q Muslim wal musyrikuna wall muslimbirin.
(30:49) Nah, ketika terjadi peperangan ya antara kaum muslimin ya dengan mereka orang-orang musyrikin, maka orang-orang muslimin dipukul mundur ya oleh orang-orang musyrikin. Mereka lari ke belakang. Rasulullah wasar. Maka Rasul alai wasallam ya beliau itu menggerakkan keledai apa kendaraannya itu tadi ya untuk menghadap orang-orang kufar, orang-orang musyrikin.
(31:28) Ini menunjukkan keberanian beliau sallallahu alaihi wasallam. Kata Alabbas bin Abdul Muthalib Radhiallahu anh, waunjami baglati Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Dan aku adalah orang yang memegang ya tali kendali kendaraan Rasul wasallam itu ya. Akufaha irodata all tusri.
(32:02) Kata Al Abbas, “Aku menahan kendaraan apa? kendali dari binatang yang ditunggangi oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam itu ya agar tidak langsung masuk ke barisan mu musuh Abu Sufyan akidun birikabi Rasulillah sallallahu alaihi wasallam ya dan Abu Sufyan itu juga memegang ee tempat tunggangan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu ya itu Abu Sufyan bin al-Harit faqala Rasulullah sallallahu alaihi wasam Wasallam.
(32:37) Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam kemudian berkata kepada Al-Abbas, “Hai Abbas, wahai Abbas, nadi asab ashabas samurah. Wahai Abbas, panggillah mereka ashabus Samurah.” Ya, ashabus samura ini. Assamurah itu nama pohon ya. Yang mana ketika itu terjadi baiat pada waktu perjanjian Hudaibiyah. Terjadi baiat di bawah pohon samurah ya yang disebut dengan baiatur ridwan.
(33:17) Kaum mukminin membaiat Nabi sallallahu alaihi wasallam. ketika itu ya untuk tidak kembali ke Madinah kecuali setelah ya Utsman bin Affan kembali kepada mereka. Itu namanya Baiatur Ridwan. Disebutkan dalam Al Al-Qur’anul Karim ya. Nah, maksud dari Nabi alaihi wasallam mengatakan, “Panggillah mereka asab assamurah. Panggil mereka orang-orang yang dulu membaiat aku di bawah pohon samurah yang disebut dengan baat ridwan. Cuma mereka kurang lebih ketika itu ada 1700 orang.
(33:56) Ya. Lalu kata eh Alabbas bin Abdul Muthalib eh wakana rajulan ya sayitan. Jadi Nabi alaihi wasalam menyuruh Alabbas bin Abdul Muthalib untuk memanggil para sahabat-sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mereka lari mundur ke belakang agar mereka datang maju. Mengapa Rasul alaihi wasallam memanggil atau menyuruh Al-Abbas untuk dia yang berteriak memanggil mereka? Karena suara Al-Abbas itu suara yang keras. Kalau berbicara suaranya keras.
(34:39) Wakana rajulanitan. Beliau adalah orang yang suaranya lantang keras. Maka kata Alabbas bin Abdul Muthalib, “Maka aku ya berteriak sekuat suaraku.” Ya, aamurah ya. Mana orang-orang telah membaiat rasul wasallam di bawah pohon samurahi? Ketika mereka mendengar suara Alabbas ya yang memanggil mana ashabusur maka mereka kemudian terenyuh hati mereka. Ini para sahabat yang sudah mundur itu ya.
(35:35) Ibarat disebutkan di sini. Jadi mereka timbul rasa iba mereka ya terhadap Rasul Sallahu Alaihi Wasallam. Kok kita mundur ya? Mereka sangat sayang kepada Rasul Sallahu Alaihi Wasallam. Ibarat sayangnya ya seekor sapi disebutkan pada anak-anaknya. Maka ketika mendengar suara Alabbas bin Abdul Muthalib radhiallahu anhu, berteriak mereka untuk kembali, untuk maju, maka mereka pun dengan ya serta-merta datang mendekati Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ini untuk melawan musuh.
(36:21) Ketika mereka dipanggil oleh Alabbas faqalu, maka mereka berkata, “Ya labbaik, ya labbaik.” Ya, kami datangi panggilan Anda. Ya, kami menjawab panggilan Anda. Ya, kuffar. Maka terjadilah peperangan ya antara kaum muslimin, kaum mukminin dengan orang-orang musyrikin dan orang-orang kafir itu ya. Wadwatu ansar yaquulun ya. Ya masyaral ansar. Ya masyaral ansar.
(37:03) Kemudian juga ya ada yang memanggil kepada kaum Anshar. Wahai sekalian kaum Ansar, wahai sekalian kaum Anshar. Harit bin Al Khazraj. Kemudian panggilan itu dibatasi hanya kepada anak-anaknya Alhit bin Alkraj dari kabilah Alkajraj di Madinah itu yang mereka ikut serta dalam peperangan Hunain tersebut. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wlatin kal mutatil ya.
(37:45) Maka anabi alaihi wasallam ketika itu yang beliau berada di atas kendaraannya itu beliau mengangkat kepalanya ya jadi mencari-cari siapa orang-orang yang sudah hadir dalam peperangan itu ya. Fazar Rasul Sahu Alaih Wasallam beliau melihat mencermati satu persatu sahabat-sahabat beliau wahua ala baglatihi dan beliau ketika itu berada di atas kendara kendaraannya kal mutatwil ibarat orang yang mencari sesuatu ya kal mutatawil alaiha ilaitalihim ya yang ya yang mereka beliau itu mencari ya orang-orang yang agar ikut memerangi kaum musyrikin itqal [Tepuk tangan] setelah melihat Lihat keadaan itu berkecamuknya peperangan. Maka Nabi alaihiatu wasalam bersabda, “Hina
(38:29) hamal watis ini adalah saat berkecamuknya peperangan,” kata beliau ak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam mengambil beberapa batu-batu kecil ya farhujal kuffar. Lalu beliau melemparkan batu-batu kecil itu di wajahnya orang-orang musyrikin, orang-orang kafir.
(38:58) Yaq [Tepuk tangan] inimu warabbi Muhammadin. Ya, terkalahkanlah kalian demi Tuhannya Muhammad. Itu ucapan Rasul wasallam ketika melemparkan batu-batu kecil itu kepada ke wajah-wajah mereka, kaum musyrikin, kaum kuffar. Kata kata Alabbas bin Abdul Muthalibhabu kaku kemudian melihat azan peperangan itu. Maka aku melihat peperangan itu betul-betul berkecamukahi demi Allah.
(39:54) tidaklah Nabi sall wasam melempari mereka dengan beberapa biji batu itu, maka aku melihat ya semangat mereka orang-orang itu musyrikin, orang-orang kuffar itu menjadi melemah ya. Wa amrohum mudbiro. Dan mereka kemudian ee terpukul mundur. Mereka melarikan diri atau mundur dari peperangan. Hadis ini hadis sahih riwayat Imam Muslim di dalam sahihnya. Nah, hadis ini menceritakan kepada kita kisah peperangan Hunain ya, yang disebutkan dalam Al-Qur’anul Karim tentang perang Hunain ini ya.
(40:35) Waum hunainin ajabatumukum. Ingatlah pada waktu perang Hunain tatkala kalian bangga dengan banyaknya kalian, tapi ternyata jumlah kalian yang banyak itu tidak memberi manfaat. Ya, ini Allah ingatkan pada kaum mukminin ya. Jangan ter tergoda, terperdaya, tertipu dengan jumlah yang banyak.
(41:05) Ternyata mereka pada awalnya bisa dipukul mundur oleh kaum kuffar, kaum musyrikin. Ya. Kemudian dan pertolongan Allah azza wa jalla ya Rasul sahu alaihi wasallam memanggil para sahabat beliau ya untuk maju berperang ya dan mereka diberikan kemenangan oleh Allah Taala ya. Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam juga melempari apa ee wajah-wajah orang-orang musyrikin dengan batu-batu kecil itu sehingga menjadikan mereka itu ee terpukul mundur.
(41:37) Ini disebutkan oleh Al-Qur’anul Karim. W rama idita wakinallaha roma. “Tidaklah engkau melempar ketika engkau melempar melainkan Allah yang melemparnya.” Artinya di sini ya, bahwa an Nabi alaihiatu wasalam beliau yang melempari batu-batu itu kepada orang-orang kufar. Nah, yang mengenakan batu itu kepada sasarannya adalah Allah Subhanahu wa taala.
(42:05) Ya, adalah Allah Subhanahu wa taala yang mengenakan sasaran batu-batu itu, lemparan-lemparan itu kepada orang-orang kafir itu Allah Subhanahu wa taala. Ya, bukan kemudian ee ayat ini disalahgunakan oleh sebagian orang bahwa yang yang lempar itu bukan Muhammad, tapi Allah Taala yang lempar. Tidak.
(42:24) Yang melempari itu adalah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi yang menjadikan batu-batu ini mengenai sasaran ya adalah Allah Subhanahu wa taala. Adalah Allah Subhanahu wa taala. Karena sebagian orang menyalahgunakan ayat ini untuk wihdatul wujud. Ya manusia Allah menyatu dengan diri manusia. Jadi yang lempar itu bukan Muhammad tapi Allah.
(42:55) Maka dijelaskan oleh para ulama ahlusunah wal jamaah bahwa yang melempar adalah Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi yang mengenahkan sasaran itu adalah Allah Subhanahu wa taala. Ya Allah yang mengarahkan batu itu mengenai sas sasaran yang diinginkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Hadis ini memberikan banyak pelajaran kepada kita.
(43:21) Yang pertama bahwa para sahabat Nabi alaihialatu wasalam mereka adalah ummatul jihad. Mereka adalah orang-orang yang telah banyak mengikuti peperangan di jalan Allah. Ya, dalam rangka menolong agama Allah Subhanahu wa taala. Makanya Allah menjadikan mereka adalah wara nabiihi. Allah jadikan mereka para sahabat sebagai orang-orang yang membantu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan mereka adalah manusia-manusia pilihan.
(43:49) Ya, mereka adalah manusia-manusia pilihan. ya radhiallahu anhum ajmain. Kemudian hadis ini memberikan pelajaran kepada kita bahwa an Nabi alaihi salatu wasalam adalah orang adalah pemberani. Ya, sebagaimana kita lihat dalam kisah peperangan Hunain ini ya, bagaimana beliau alaihi salalatu wasalam ya yang terjun langsung ke dalam pe peperangan ya dengan sabatnya, keteguhannya sallallahu alaihi wasallam ya.
(44:27) Di saat sebagian kaum muslimin mundur beliau yang maju sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita ya, bagaimana para kerabat Nabi alaihiatu wasalam, cinta mereka, kasih sayang mereka kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena di saat beliau dalam keadaan demikian itu dari kerabat Nabi sallahu alaihi wasallam yang dekat dengan beliau yaitu Al-Abbas dan Abu Sufyan bin Al-Harit bin Abdul Muthalib. Mereka terus mendekati Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, menjaga Rasulullah alaihi wasallam.
(45:07) Ya, ini menunjukkan bagaimana ya sikap mereka, cinta mereka kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Terutama di saat beliau menghadapi atau ee atau berada dalam satu keadaan yang cukup su sulit. Kemudian hadis ini menjelaskan kepada kita juga betapa semangatnya para sahabat radhiallahu anhum ajmain.
(45:33) Dan mereka segera kembali kepada Rasul sahu alaihi wasallam yang mana pada permulaannya mereka mundur ya kemudian mereka dipanggil oleh Al-Abbas ya. Lalu kemudian mereka segera ya menyadari kesalahan mereka atau kekeliruan mereka. Maka mereka kemudian maju ya bersama ee kaum ee bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nah, di sini menunjukkan bahwa mereka ketika mundur ya itu hanya beberapa jarak yang dekat. Ya, bukan menjauh dari peperangan itu. Tidak.
(46:12) Makanya ketika dipanggil oleh Al Abbas bin Abdul Muthalib langsung mereka berdatangan ya e untuk masuk dalam kancah peperangan ya dengan semangat mereka, semangat jihad mereka dan perjuangan mereka. Radhiallahu anhum ajmain. Kemudian juga hadis ini menjelaskan kepada kita tentang mukjizat Nabi alaihialatu wasalam. itu ketika beliau melempari mereka dengan batu-batu kecil yang membutakan mata-mata mereka yang mengenai sasaran yang diinginkan oleh Nabi alaihi wasallam.
(46:52) Nabi yang melempar dan Allah yang menyampaikan kepada sasaran-sasaran yang diinginkan oleh Nabi alaihiatu wasalam sehingga kemudian menjadi menjadikan mereka itu terkalahkan. Ya, ini musuh-musuh kalah. Kemudian juga hadis ini menjelaskan pada kita bahwa kekuatan itu pada dasarnya bukan karena banyaknya jumlah pasukan ya, bukan banyak jumlah jumlah pasukan, tapi kualitas kekuatan.
(47:32) Itu yang lebih penting ya. itu yang lebih penting. Jadi, kekuatan yang sebenarnya adalah kekuatan mental iman. Ya, jadi bukan hanya bilangan. Kemudian bagaimana seorang bertawakal pada Allah Taala. Bagaimana Nabi Alam beliau tetap memimpin peperangan itu ya dan berakhir dengan kemenangan yang diperoleh oleh kaum kaum mukminin.
(48:04) Nah, ini di antara pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari kisah tentang perang Hunain ini ya. Makanya kita perlu meningkatkan kualitas ya. Bukan sekedar atau bukan jumlah yang banyak, tapi bagaimana kita ini hidup berkualitas. Ilmu kita, iman kita, dakwah kita, dan seterusnya ya harus diingatkan kualitasnya ya tidak penting banyaknya. Tapi yang terpenting adalah kualitas ya.
(48:39) Walaupun sedikit berkualitas itu lebih baik, lebih bermanfaat daripada banyak tapi tidak ber kualitas. Ya. Ya. Islam memperhatikan masalah kualitas. Kemudian hadis yang berikutnya qala Nawawiu rahimahullah taala. Al Imam Annawawi rahimahullah berkata, “Wa Abi Hurairah radhiallahu anhu q.
(49:08) ” Dan dari Abu Hurairah radhiallahu taala anhu, beliau berkata, “Ya, qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.” Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ayyuhannas, wahai sekalian manusia, innallaha thyibun la yaqbalu illa thyiban.” Sesungguhnya Allah itu suci. Dia maha suci dan dia tidak menerima kecuali yang suci. Wa innallaha amaral mukminina bima amaro bihil mursalin.
(49:44) Dan Allah telah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana atau apa yang Allah perintahkan kepada para rasul. Allah memerintahkan kaum mukminin apa yang Allah perintahkan kepada para rasul. Faqal Allah Taala berfirman, “Ya, ya ayyuhar rasulu, wahai para rasul, kulu min thyibati walu shihan.
(50:20) Makanlah dari yang baik, yang halal dan beramallah dengan amal-amal saleh. Inni bimaalunaim. Sesungguhnya aku maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Ini disebutkan dalam surah almukminun ayat yang ke-51. Surah almukminun ayat 51. Allah perintahkan para rasul untuk makan yang yang halal. Makan dari makanan-makanan yang yang baik. Kemudian kata Nabi alaihi wasalam waqala taala dan Allah Taala berfirman, “Ya ayyuhalladzina amanu, wahai orang-orang yang beriman minyibati roqnakum.
(51:05) Makanlah yang baik-baik dari apa yang kami rezekikan pada kalian. Wasulullah wasu lillahi inumahudun. Dan bersyukurlah kalian kepada Allah jika kalian benar-benar beribadah menyembah Allah. Di ayat yang pertama surah almukminun ayat 51, Allah perintahkan pada para rasul untuk makan dari yang halal, dari yang baik dan untuk beramal saleh.
(51:38) Kemudian pada ayat ee Albaqarah 170, Allah memerintahkan kepada kaum mukminin ya agar makan dari yang yang makan dari yang baik-baik dari apa yang Allah rezekikan pada mereka ya. Maka benar apa yang disabdakan oleh Nabi Sallallahu Al wasallam inallah. Sesungguhnya Allah memerintahkan pada kaum mukminin apa yang Allah perintahkan kepada para rasul.
(52:03) Yaakaro. Kemudian Nabi alaihiatu wasalam menyebutkan tentang seseorang yutilfaro ya asbar. [Tepuk tangan] Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam menceritakan tentang seseorang yang dia itu memperpanjang dalam perjalanannya. Artinya dia bepergian safar yang jauh. as ee asata yang mana pakaiannya kusut adbaro ya berdebu atau rambutnya kusut berdebu ini menunjukkan apa jauhnya perjala perjalanan yamudu yadhi ilama dia mengangkat kedua tangannya ke langit ini berdo berdoa ya dia mengatakan ya rabbi ya rabb Wahai Rabku, wahai Rabku.
(53:06) Namun haram, namun makanan yang dimakannya adalah makanan yang haram. Wabuhu haram. Minuman yang diminumnya adalah minuman yang haram. Walbasuhu haram. Pakaian yang dipakainya juga haram. W bil haram. dan dia ya tumbuh besar ya dari makanan yang yang haram. Faanna yustajabu lidalika. Maka bagaimana mungkin doanya dikabul dikabulkan? Hadis riwayat Imam Muslim di dalam sahihnya.
(53:46) Masyiral muslimin. Hadis ini menjelaskan kepada kita ya tentang pentingnya memakan dari yang halal. Jadi inti hadis ini pada hakikatnya adalah memerintahkan kepada kaum mukminin agar mencari nafkah dengan jalan yang halal. Makan dari harta yang halal. Jangan makan dari yang haram.
(54:16) Karena Allah memerintahkan para kaum mukminin apa yang Allah perintahkan pada pada para rasul. Ini menunjukkan derajat orang-orang mukminin yang tinggi di sisi Allah Taala. Karena Allah perintahkan pada mereka apa yang Allah perintahkan pada para rasul agar makan dari makanan yang halal, makanan yang baik. Kemudian an Nabi alaihiatu wasalam ya menceritakan tentang seseorang yang dia telah melakukan hal-hal ya yang mana hal-hal ini sebagai penyebab ya dikabulkannya doa.
(55:06) Disebutkan di sini orang bepergian dalam bepergian yang yang jauh sampai rambutnya kusut, pakaiannya berdebu. Ini menunjukkan bahwa perjalanan itu jauh. Dan bepergian perjalanan itu atau ee perjalanan itu adalah salah satu sebab dikabulkannya doa. Karena ada doa yang tidak ditolak oleh Allah Subhanahu wa taala.
(55:32) Salah satunya adalah doanya musa musafir tidak ditolak oleh Allah azza wa jalla. Jadi dia telah melakukan sebab terkabulnya doa. Ini yang pertama. Yang kedua, orang ini juga dia dalam berdoa melaksanakan adab-adab doa. Ya, di antara adab-adab doa mengangkat tangannya, mengangkat kedua tangannya minta pada Allah Taala. Kemudian yang ketiga, orang ini dalam doanya menggunakan salah satu di antara nama-nama Allah Subhanahu wa taala. Ya Rabb, ya Rabb, ya.
(56:06) Wahai Rabbku, wahai Tuhanku, wahai Tuhanku. Ya. Dan apabila kita cermati doa-doa para rasul dalam Al-Qur’anul Karim, banyak menggunakan kata Rabb. Ya, bukan allahumma. Allahumma itu hanya sedikit dalam Al-Qur’anul Karim. Tapi kebanyakan Rabb ya itu kebanyakan dalam doa-doa para rasul dalam Al-Qur’anul Karim itu dengan menggunakan nama Arrab. ya.
(56:38) Nah, ini juga salah satu sebab terkabulnya do doa. Namun Nabi alaihialatu wasalam menjelaskan bahwa orang ini yang sudah melaksanakan beberapa sebab dikabulkan dikabulkannya doa, namun doanya tidak dikabulkan oleh Allah Taala. Mengapa demikian? Rasul wasallam menyebutkan dalam hadis ini, salah satu sebab utama terhalangnya doa, yaitu makan yang haram, minum yang haram, ya berpakaian yang haram ya, maka tidak dikabulkan pada permohonannya. Nah, haram itu ada dua hal ya.
(57:29) yang menyebabkan satu itu haram ya itu ada ada dua hal disebutkan di sini makannya haram, minumnya haram ya pakaiannya haram. Nah, sesuatu yang haram itu ya ada haram lidzatihi ya. Ini memang bendanya itu haram. Contohnya apa? Daging babi, daging anjing. Itu zatnya haram ya. Minuman keras itu bendanya memang haram di diminum.
(58:03) Ini namanya haram lzatihi ya. Dia menjadi haram karena memang zatnya ya berdasarkan dalil Quran dan sunah melarang memakan ee benda-benda yang haram itu. Ya. Kemudian yang kedua ada haram lighhairihi. Jadi sesuatu itu pada hakikatnya dia itu halal. Namun karena suatu sebab yang lain dia menjadi haram.
(58:34) Contoh makan ayam itu daging ayam hukumnya halal ya. Tetapi kalau daging ayam itu bangkai mati dengan sendirinya tidak disembelih, maka hukum makan bangkai ini adalah ha haram. Ya. Jadi di sini dia menjadi haram karena sebab yang la yang lain. Pada hakikatnya itu adalah halal. Ya.
(59:03) Nah, contoh yang lain dalam masalah pekerjaan ya. Seorang bekerja ya pada dasarnya kerjaan itu sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya. Bahkan Nabi Daud alaihi salam beliau bekerja untuk mencari nafkah dengan tangannya sendiri. Namun ada orang bekerja dengan cara yang ha halal yang haram. Ya.
(59:29) Jadi sebetulnya benda itu apa hasilnya itu adalah kalau dikerjakan dengan jalan yang benar dia adalah halal. Namun karena dengan cara yang tidak benar dia menjadi ha haram. Contohnya orang dengan cara menipu. Untuk mendapatkan keuntungan dia menipu. Dia memalsukan barang dan dia tidak jelaskan. Kalau itu palsu, ya, maka hasil yang didapatkannya adalah haram karena berdasarkan penipu penipuan, berdasarkan kecura, kecurangan.
(1:00:02) Saya mendengar ada sebagian orang dari kaum muslimin ini ya, ya semoga kalau memang itu ada mereka bertobat. Ada orang yang memelihara babi, dia tidak makan dari dagingnya, tapi dia disuruh orang lain memelihara. Tapi hasil jual beli babi itu diterimanya ya. Maka ini hukumnya ha haram. Hasil yang diperolehnya adalah haram. Walaupun dia tidak makan babi itu ya.
(1:00:31) Atau ada orang jual minuman keras padahal dia tidak minuman keras itu. Tapi dia menjualnya maka hasilnya adalah ha haram. Ya. Nah, jadi ikhwani kaum muslimin, kaum muslimat rahimakumullah, kita harus waspada, hati-hati di dalam masalah berkaitan dengan mata pencaharian dengan hal makan dan minum ya. Sedikit tapi halal, jauh lebih baik daripada banyak tapi ha haram.
(1:01:01) Karena harta-harta yang dicapai dengan cara yang haram tidak akan ada berkahnya. Ya, termasuk masalah riba. orang yang meminjamkan duit kepada tetangganya muslim misalnya ya. Kemudian dia makan dari riba dengan memberikan apa? Mengambil bunga yang besar dari orang yang dipinjamkan duit itu. Ya, hukumnya haram. Dia memakan keringat orang lain.
(1:01:31) Dia hanya duduk di rumahnya. Masyaallah orang lain yang bekerja. Lain dengan kita memberikan modal pada seorang ya. Ada orang yang butuh pekerjaan ya kita panggil dia, kita ingin membantu dia, kita berikan modal ini. Modal kamu kerjakan nanti hasil untungnya misalnya bagi dua atau bagi terserah merekalah dari atasnya perjanjian itu tidak mengapa.
(1:02:00) Tetapi seorang yang duduk di rumahnya pinjamkan duit ke orang lain ya kemudian tiap bulan dibayar ya dari bunganya ini haram hukumnya. Wah dimakan haram darahnya menjadi haram ya dari makanan yang haram dagingnya tertumbuh dari makanan yang yang haram wali iyadzubillah naubillah minzalik. Jadi, kaum muslimin rahimani warahimakumullah, bahwa hadis ini ya bisa atau banyak diambil pelajaran dari hadis ini ya, yaitu di antara hadisnya adalah Allah Subhanahu wa taala zat yang maha suci, zat yang maha sempurna, tidak ada kekurangan sedikit pun pada Allah Subhanahu wa taala baik zatnya, sifatnya, nama-namanya, dan ee
(1:02:48) perbuatannya. Allah maha sempurna. Innallaha thyibun. Allah itu maha suci. Ya, Allah maha sempurna. Tidak ada cacatnya sedikit pun pada Allah azza wa jalla. Ini harus kita yakini demikian ya. Sebagai orang muslim mukmin yakin bahwa Allah zat yang maha sempurna. Ya, tidak ada kekurangan sedikit pun pada Allah Subhanahu wa taala.
(1:03:13) Baik zatnya, sifatnya, perbuatannya, ya ketentuan-ketentuannya. Semua sempur sempurna. Innallaha thyibun. Nah, Allah la yaqbalu illa thyiban. Allah tidak menerima dari hambanya kecuali yang baik. Ya, ketika dia bersedekah hendaknya ikhlas karena Allah Taala. Ya, karena keikhlasan itu yang menjadikan suatu amal menjadi ba baik.
(1:03:42) Kalau dia ikhlas, sedekah karena Allah ya. bukan ingin mendapatkan hal yang yang lain dari sedekahnya, ingin pujian dipuji oleh manusia dan seterusnya, maka itu tertolak ya. Dan di sinilah pentingnya kita berupaya mengikhlaskan amal-amal ibadah kita semata-mata karena Allah subhanahu wa taala.
(1:04:11) Adapun amal yang bercampur dengan yakni keinginan-keinginan lain selain wajah Allah Taala, maka amal itu tertolak. Allah Taala menyebutkan Al-Qur’anul Karim tentang ahli surga. Bagaimana mereka ketika di dunia salah satu amal yang mereka lakukan adalah memberi makan pada orang-orang yang membutuhkan makanan itu. Ya, innama nutimukum liwajhillah. Sesungguhnya kami memberi makan pada kalian murni karena wajah Allah Taala.
(1:04:43) Ya nidu minkum jazaan wala syukur kami tidak mengharapkan dari kalian balasan bahkan ucapan terima kasih pun kami tidak harap harapkan betul-betul ikhlas karena Allah kemudian yang kedua mengikuti sunah ajaran Rasulullah sallallahu alaihi wasallam baik semoga apa yang disampaikan bermanfaat bagi kita semuanya masih ada waktu kurang lebih 10 menit untuk sesi tanya jawab hzakumullah Wallahu taalaam.
(1:05:17) Nam ustaz jazakumullah khairan barakallahu fikum atas materi yang telah antum sampaikan ustaz dan ikhwat Islam azaniallahu wyakum. Kami buka sesi interaktif soal jawab. Bagi Anda semuanya yang ingin bertanya kami persilakan Anda untuk bertanya di 0218236543 ataupun Anda dapat kirimkan pertanyaan chat WA di 0218236543. Kita angkat yang pertama mau telepon terlebih dahulu.
(1:05:40) Kami persilakan kepada Anda yang sudah terhubung ya. Silakan. Ya, silakan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa Bapak dan berada di mana? Iskandar, Pak. Dari Kalimantan Timur. Pak Iskandar dari Kalimantan Timur. Silakan Pak Iskanda. Anu Pak hari ini kalau di bank sedikit bunganya riba juga itu saya pertanyaan apaang Bang? Iya di aku menjadi KPP kemarin apa juga Pak Ustaz kalau di bank.
(1:06:15) Bisa diulang kembali, Pak pertanyaannya, Pak? Bisa diulang kembali pertanyaannya gak? Kalau di bank itu, Pak Ustaz, kita minjam di bank, apakah riba juga, Pak Ustaz? Apakah ada riba juga gitu ya? Pinjam di bank. Pinjam di bank ya. Tapi sedikit aja bunganya, Pak. Biaya anu aja, biaya adminasi aja, Pak Ustaz. Baik, baik. Terima kasih, Pak Iskandar. Di bank aja, Pak Ustaz. Apakah dibang juga? Itu pertanyaannya, Pak Ustaz. Iya.
(1:06:38) Baik, Pak Iskandar. Cukup Iskandar ya. Asalamualaikum. Iya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Ustaz. E baik. Pertanyaan beliau tentang seorang misalnya meminjam ke bank, bank-bank konvensional yang dia itu me mengambil ee riba. Apa itu termasuk riba? Jawabannya iya. Ya, tidak diragukan. Orang yang meminjam dari bank dan dia membayar setiap bulan misalnya bunga bank itu, itu namanya riba.
(1:07:07) Ya, itu namanya riba. Dan berapa banyak kejadian-kejadian orang-orang yang gampang-gampangkan meminjam dari bank, akhirnya mereka terjerumus dalam riba. Ya, jadi seorang muslim, seorang mukmin sedapat mungkin dia menghindar dari meminjam di bank-bank konvensional yang di situ terdapat banyak hal-hal berkaitan dengan riba. Wallahuam.
(1:07:36) Enam, Ustaz. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum atas jawaban yang telah diberikan, Ustaz. Dan kita akan angkat pertanyaan berikutnya di 0218236543. Bagi Anda semuanya yang bertanya, kami persilakan ya. Silakan. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Ibu dan berada di mana? Ee Dika di Jakarta.
(1:07:56) Ibu Dika di Jakarta. Silakan Ibu Dika. Iya. Ee saya mau nanya, Ustaz. Eh, kalau misalnya ee kita pinjam dari BPRS gitu, tapi tetap ada ee jaminan. Jaminannya itu adalah BPKB dan tetap nanti kita kan bayarnya dibilangnya margin ya. Itu ee boleh enggak, Ustaz? Lalu ee akadnya tuh apa yang aman gitu? Baik, terima kasih Ibu Dik.
(1:08:26) Pertanyaannya cukup Ibu? Cukup ya. Ya, terima kasih Ustaz. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kepada Ustaz kami persilakan untuk menjawab. Silakan, Ustaz. Ee baik. Itu pada hakikatnya adalah merupakan juga riba. Tidak bisa dikatakan ti tidak. Ya. Jadi itu bagian dari dari riba.
(1:08:50) Sedapat mungkin seorang muslim muslimah dia menghindar dari hal-hal yang berkaitan dengan riba itu tadi ya. Karena pada hakikatnya janji-janji itu terkadang ee atau banyaknya hanya jan janji ya. Kita melihat realitas sekarang ini. Satu orang misalnya dia itu membeli sepeda motor dengan cara kredit. Harga sepeda motor itu hanya R15 juta pada dasarnya.
(1:09:18) Tapi ketika dia kredit nanti pada akhirnya menjadi misalnya sampai R juta ya. Apa ini bukan dikatakan riba. apa ini tidak merugikan satu pihak. Maka intinya sudah yang berkaitan dengan ya hal-hal perbankan yang riba sedapat mungkin seorang muslim itu dia menghindar dari hal itu. Ya, dia menghindar ya karena sudah banyak ya dalam realita kehidupan kita ini banyak yang jadi korban ya.
(1:09:52) Wallahuam ustaz jazakumullah khairan. Barakallah fikum. atas jawaban yang telah diberikan Ustaz. Demikian jawaban untuk Ibu Dika di sana di Jakarta yang telah bertanya. Mudah-mudahan dapat difame dengan baik dan benar dari jawaban yang telah diberikan oleh Ustaz. Baik Ustaz, kita akan angkat satu pertanyaan terakhir di perjumpaan kita pagi hari ini dengan melalui chat WA yang sudah masuk.
(1:10:22) Ustaz ee ada pertanyaan dari pendengar kita di Pamulang, Ustaz dengan Hana. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz izin bertanya, Ustaz. Apakah seorang yang beragama Islam tetapi meninggalkan salat wajib dan salat Jumat selama hidupnya dan ketika dan ketika seorang tersebut mau memperbaiki hidupnya harus bersadat lagi, Ustaz? Apakah memang dibutuhkan untuk bersat kembali bagi mereka yang sudah meninggalkan salat wajib dan salat Jumat, Ustaz? Silakan, Ustaz.
(1:10:56) Ee pertama tentang atau masalah berkaitan dengan salat. Jangan sampai seorang muslim, muslimah ya menggampangkan masalah salat lima waktu. Karena salat lima waktu adalah perintah Allah Subhanahu wa taala. Bahkan para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini ya.
(1:11:20) Sebagian mengatakan orang yang meninggalkan salat lima waktu dengan sengaja ya termasuk dalam hal ini adalah Jumat. Salat Jumat maka sebagian ulama mengatakan kafir keluar dari Islam. Ya, sebagian ulama memperinci apabila dia meninggalkan salat karena dia mengatakan atau berkeyakinan bahwa salat itu tidak wajib hukumnya, maka ini kafir keluar dari Islam.
(1:11:50) Tetapi kalau dia meninggalkan salat dan dia tetap meyakini bahwa salat itu hukumnya wajib, maka sebagian ulama mengatakan dia tidak sampai pada kekufuran. Tapi dia telah melakukan dosa yang amat besar. Ya, dia telah melakukan dosa yang amat besar. Dia harus bertobat. Bagaimana bertobatnya? Dengan dia menjalankan salat lima waktu itu. Ya. Nah, apabila ee dari apa yang ditanyakan tadi, kita kembali kepada dua pendapat ini tadi ya.
(1:12:24) Kalau yang berpegang pada orang yang meninggalkan salat lima waktu itu hukumnya kafir keluar dari Islam. Berarti ketika dia akan salat, bertobat, dia ucapkan kembali yaitu dua kalimat syahadat. Tetapi bagi yang mengatakan bahwa dia orang yang meninggalkan salat dan dia tetap mengakui wajibnya salat dan dia merasa berdosa ketika meninggalkan salat sehingga dia tidak keluar dari Islam, maka dia tidak perlu mengucapkan dua kalimat syahadat ya.
(1:12:58) Cukup hanya dia bertobat, minta ampun kepada Allah Taala kemudian jalankan ibadah salat itu dan salat yang atau orang yang meninggalkan salat kemudian dia bertobat ya itu tidak ada qada bagi salatnya ya. Karena tidak bisa dibayangkan seorang misalnya 5 tahun meninggalkan salat 1 tahun itu 365 hari ya. Kalau 5 tahun sekian ya, satu hari lima salat ya, maka tidak mungkin dibayangkan seorang bisa mengqada salatnya sekian sekian banyak itu.
(1:13:27) Nah, namun apa upaya yang bisa dia lakukan dengan dia memperbanyak apa salat-salat sunah. Setelah dia bertobat dari meninggalkan salat kemudian dia salat lima waktu tekbanyak salat-salat sunah. Ya, adapun mengqada tidak. Karena tidak apa tidak mungkin seorang mengqada salatnya apalagi dalam waktu yang demikian apa lama dan jumlah yang demikian besarnya. Ya cukup bertobat minta ampun pada Allah Taala jangan sampai ditinggalkan salat lagi.
(1:13:57) Kemudian dia memperbanyak salat-salat sunah dan memperbanyak amal-amal saleh yang lainnya. Wallahu taala alam. Nam ustaz jazakumullah khairan barakallah fikum atas jawaban yang telah diberikan Ustaz. Dan pertanyaan dari Hana di Teng pertanyaan yang terakhir di perjumpaan kita pada hari ini, Ustaz.
(1:14:18) Dan sebelum kita akhiri perjumpaan yang penuh dengan faedah ilmu ini, Ustaz, kami meminta kepada Ustaz untuk menyampaikan ihtitam. Silakan, Ustaz. Alhamdulillahawat. Alhamdulillah para pemirsa sekalian. Semoga Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita. Marilah kita ini terus ya berupaya untuk istiqamah. Dan di antara kiat-kiat agar kita istikamah dalam kehidupan kita sampai akhir kehidupan kita adalah dengan kita ya terus memperbanyak berdoa pada Allah Taala. Ya muqallibalubit qolbi alik.
(1:14:56) Wahai zat yang membolak-balik hati manusia, tetapkanlah, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.” Yang kedua, hendaknya terus kita ini ya menuntut ilmu, menghadiri majelis-majelis ilmu, bersahabat dengan teman-teman yang baik, ya. Kemudian kita ya mengisi kekosongan kita dengan amal-amal keba kebaikan.
(1:15:28) Dengan demikian insyaallah taala seorang akan istiqamah di atas jalan yang yang benar. Terutama doa ya. Berdoa ini sangat penting. Rbana lazubana baid haitana. Ya wahai Rabb kami lazubana. Jangan engkau bengkokkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk pada kami ya. Agar kita tetap di atas keben kebenaran atas agama Allah Subhanahu wa taala. Ya.
(1:15:54) Jadi, kaum muslimin, kaum muslimat rahimakumullah, terus menuntut ilmu ya. Terus mencari teman-teman yang baik ya, yang akan mengingatkan kita di saat kita lalai, di saat kita lupa, yang mengingatkan kita di saat kita keliru dan salah supaya kita tetap yakni betul-betul istiqamah ya. Ini yang bisa kita lakukan ya.
(1:16:20) Dan jangan mengikuti fitnah-fitnah yang banyak. Karena fitnah-fitnah ini terus berdatangan. Satu fitnah hilang, muncul fitnah yang lainnya. Nah, supaya kita lebih apa? Menghindarkan diri kita dari fitnah-fitnah itu ya, dengan konsentrasi mengurusi diri kita, keluarga kita ya dan mencari teman-teman yang baik, yang saleh. Ini yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
(1:16:48) Khairan kami haturkan kepada semua yang telah ikut serta dalam ee terselenggaranya kajian ini dan juga mendengarkan semoga Allah Subhanahu wa taala senantiasa memberikan kepada kita anugerah-Nya ya berbagai nikmatnya dan istikamah di at yang benar dan semoga selalu dijaga dan dilindungi oleh Allah azza wa jalla serta menjadikan amal kita sebagai salah satu di antara amal-amal jariah yang berkesinambungan meskipun seorang telah meninggalkan dunia ini. Amin ya rabbal alamin.
(1:17:20) Subhanakallah wabihamdika asadu alla ilahailla anta astagfiruka wasallallahu wasallam wik ala nabina wa ajalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak kepada guru kita Al Ustaz Alfadil Mubarok Bamualim LC. Mahi hafidullahu taala yang telah menyempatkan waktu beliau di sela-sela kesibukan beliau.
(1:17:46) di pagi hari ini untuk menyampaikan ilmu yang penuh dengan faedah ini dan juga yang telah memberikan jawaban-jawaban untuk ke pertanyaan-pertanyaan yang telah diajukan. Kami ucapkan terima kasih banyak. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum kepada Ustaz atas segala waktu dan juga pikiran serta tenaga yang telah diberikan untuk menyampaikan kajian di pagi hari ini.
(1:18:09) Dan juga untuk rekan-rekan kami di studio Roja Calengsi serta rekan-rekan kami di studio Aliman Center Surabaya. Kami ucapkan terima kasih banyak atas kerja samamanya sehingga kita dimudahkan oleh Allah subhanahu wa taala bisa menghadirkan kajian ini di tengah-tengah kalangan kaum muslimin. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum.
(1:18:28) Dan untuk Anda semuanya ikhwatal Islam azaniallahu wyakum yang telah bersama kami dari awal hingga akhir kami ucapkan terima kasih banyak atas kebersamaan Anda. Jazakumullah khairan barakallahu fikum. Dan nantikan kembali kajian yang akan kita simak di pembahasan tentang kitab Riyadus Sholin ini di hari Selasa yang akan datang. Akhir kalam kami mohon undir dan mohon maaf jika masih dapat kekurangan. Subhanakallah wabihamdika ashadu alla illa anta astagfiruka ilaik. Billahi taufik wal hidayah.
(1:18:50) Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak radio Ro Bogor 100.1 satu FM
Leave a Reply