(3) [LIVE] Tabligh Akbar Ustaz Dr. Ariful Bahri | MENGENAL AHLI BAIT – YouTube
Transcript:
(00:03) Watqulazial bihi arham inallahaikum raqiba ya ayyuhalladina amanutqulaha waquulu qulan sadida yuslih lakum aalakum wagfir lakum dunubakum wiahaulahu faqad fauzanima amma ba’du faqal had kitabullah wir had muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhdatu muhda Ikhwatul Islam, saudara kaum muslimin, kaum muslimat, ikhwani, akhawati, Bapak, Ibu rahimani warahimakumullah.
(00:44) Alhamdulillah Allah Subhanahu wa taala kembali memberikan kemudahan kepada kita bersama untuk duduk di rumah Allah subhanahu wa taala dalam rangka mencari ampunan dan kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. Karena siapapun di antara kita yang menginginkan ampunan, cari di rumah Allah. Siapapun di antara kita yang menginginkan kasih sayang dan karunia, cari di rumah Allah Subhanahu wa taala.
(01:04) Rumah Allah adalah tempat kita mengadu. Rumah Allah adalah tempat kita meminta. Rumah Allah tempat kita beribadah. Dan rumah Allah kita ingin dekat dengan Allah Subhanahu wa taala. Kemudian selawat beriringkan salam semoga senantiasa tercurahkan buat junjungan alam nabi kita yang mulia, uswah dan qudwah kita bersama Muhammad bin Abdillah sallallahu alaihi wasallam.
(01:29) yang mana kewajiban kita bersama adalah memperbanyak mengucapkan salam dan selawat kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ahli baitihi wa ala azwajihi wurriyatihi kama shaita ala Ibrahim waa ali Ibrahim innaka hamidum majid. Allahumma barik ala Muhammad wa ala azwajihi wurriyatihi kama barakta ala Ibrahim waa ali Ibrahim innaka hamidum majid.
(01:59) Ikhwatul Islam, saudara kaum muslimin, kaum muslimat rahimani warahimakumullah. Pembahasan kita kali ini adalah berkaitan dengan orang-orang yang paling dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan di antara bentuk kaum muslimin mereka mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah dengan mencintai siapapun yang dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(02:25) Tidak mungkin kita mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian kita membenci orang-orang yang terdekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mustahil kita mencintai Nabi sallallahu alaihi wasallam dan mencintai siapapun yang dicintai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(02:45) Dan pada kesempatan kali ini yang kita bahas adalah selawat yang tadi baru kita sebutkan. Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ahli baitihi wa ala azwajihi wurriyatihi. Ada tiga yang mana itu merupakan di antara kewajiban kaum muslimin untuk mereka mengetahuinya. Mengetahui hak dan kewajiban dan mengetahui apa yang mesti dilakukan. Sebelum kita membahas ini, Ikhwatul Islam, kita ingin menyampaikan salah satu peristiwa yang terjadi kepada baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ketika Fathu Makkah.
(03:19) Fathu Makkah itu merupakan peristiwa yang luar biasa diabadikan oleh Allah Subhanahu wa taala di dalam Al-Qur’an. kemenangan yang Allah hadiahkan kepada kaum muslimin. Karena apabila Makkah itu menjadi milik Nabi dan kaum muslimin, maka semua Jazirah Arabiyah sudah menjadi milik kaum muslimin. Karena Makkah itu merupakan pusatnya, sentralnya.
(03:40) Sehingga di kali terjadi fatuh Makkah, maka Allah betul-betul menyebutkan, “Inna fatahna laka fathan mubina.” kami bukakan, kami berikan hadiah fatham mubina, yaitu kemenangan yang nyata. Kemudian ketika terjadi fatu Makkah, banyak peristiwa yang akan kita perhatikan. Dan di antara salah satunya berkumpul sahabat-sahabat yang mulia radhiallahu taala anhum di kala Nabi sallallahu alaihi wasallam berada di Makkah. Dan ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam memasuki Ka’bah almusyarrafah yang mana selama ini
(04:14) Ka’bah dikuasai oleh orang-orang jahiliah. Kemudian ikhwat al Islam ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam berjalan dari Madinah bersama kurang lebih 10.000 pasukan kaum muslimin tanpa ada perlawanan kecuali sedikit sahaja. Kemudian pada akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk dan memasuki Makkah.
(04:41) Sebagian riwayat menyebutkan ikhwatul Islam, ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam memasuki Makkah, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam memboncengi cucunya. Dan di antara salah satu cucu yang dibonceng oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, siapa namanya? Siapa? Hasan. Masyaallah. Masyaallah. Silakan. Silakan. Sehat selalu ya? Masyaallah. Barakallah fik. Tapi jawabannya salah.
(05:09) Agar kita tahu ternyata cucu Nabi itu banyak. Dan itulah yang akan kita bahas Ahlul Bait agar kita tahu bahwa cucu Nabi itu bukan satu, bukan dua, bukan tiga. Nah, ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam memasuki Makkah almukarramah, Nabi sallallahu alaihi wasallam memboncengi cucunya.
(05:30) Otomatis kita bertanya, “Kapan terjadi Fatu Makkah dan kapan Hasan dan Husin lahir? Ada yang tahu jawabannya? Tibah ke-8 Hijriah. Hasan dan Husein kapan mereka lahir? Belum tahu apa nak? Empat. Empat. Masyaallah. Silakan Nak. Silakan N. Nanti tengok lagi di Google ya. Kemudian dikala terjadi fatuh Makkah, Nabi sallallahu alaihi wasallam memboncengi cucunya.
(06:14) Nanti akan kita sebutkan siapa nama cucu Nabi. Sekarang masih rahasia. Kemudian ikhwatul Islam, ketika Nabi sampai di Makkah maka yang pertama kali dilakukan oleh baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam adalah masuk ke Ka’bah al-Musyarrafah. Nabi sallallahu alaihi wasallam memanggil yang memegang kuncinya, Utsman bin Thalhah. Kemudian dibukakan Ka’bah almusyarrafah.
(06:40) Di kala Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk, maka Nabi menemukan di dalamnya patung gambar Ibrahim yang seolah-olah Nabi Ibrahim sedang mengundi nasib. Karena memang itu merupakan di antara tradisi jahiliah. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan dusta. Mereka dusta. Yang pertama ada gambar, ada patung Nabi Ibrahim.
(07:09) Dari mana mereka kenal dengan Nabi Ibrahim? Dari mana? Sehingga mereka membuat gambar Nabi Ibrahim. Karena jarak antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu jauh. Nabi Adam kepada Nabi Nuh 1000 tahun. Nabi Nuh kepada Nabi Ibrahim 1000 tahun. Nabi Ibrahim kepada Nabi Musa 700 tahun. Nabi Musa kepada Nabi Isa 500 tahun. Nabi Isa kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 600 tahun.
(07:35) Berapa jarak antara Nabi Ibrahim dengan Nabi Muhammad? Berapa? 1800 tahun. Berapa, Nak? Anak kita tuh yang kecil sangat. Sini nak. Ayo nak sini. Malu ya. Bisa tampil. Tib 1800 tahun di zaman dulu bukan jarak yang singkat. Nah, sehingga di kalaun atau membuat patung Ibrahim, dari mana mereka kenal? Dari mana mereka tahu? Sehingga Nabi sallallahu alaihi wasallam marah gara-gara ini.
(08:19) Dan juga mereka menasabkan kepada Nabi Ibrahim sesuatu yang tidak pernah dibuat oleh Nabi Ibrahim. Makanya Allah Subhanahu wa taala menyebutkan karena Nabi Ibrahim satu-satunya nabi yang tidak dicela oleh siapapun di dalam dunia. Semua agama tidak pernah mencela Nabi Ibrahim semuanya. Apakah orang Yahudi mencela Ibrahim? Apakah orang Nasra mencela Ibrahim? Apakah orang musyrikun mereka mencela Ibrahim? Gak ada yang mencela Ibrahim. Dan itu adalah bentuk Allah mengganti daripada dakwah Nabi Ibrahim.
(08:49) Nabi Ibrahim ketika berdakwah berapa orang umatnya? Siapa yang ikut kepadanya? Istrinya siapa? Nama istrinya Hajar Sarah. Sarah siapa lagi? Anaknya anaknya gak ikut? Ikut juga pembantunya. Siapa? Nabi Luth. Siapa Nabi Luth? Anak pamannya. Pamannya Tai Thai. Masyaallah. Barakallah fik. Ikhwat al Islam.
(09:36) Nabi Ibrahim Alaih Salam dikala dia berdakwah gak ada yang ikut kepadanya. Kecuali anaknya, kecuali istrinya, gak ada yang lain. Sehingga Allah ganti dakwah tersebut dikala meninggal, tidak ada yang mencelanya. Coba sebutkan agama mana yang mencela Nabi Ibrahim? Gak ada. Itu di antara bentuk Allah memuliakan Nabi Ibrahim hasil daripada dakwahnya. Iya.
(09:55) Mungkin Nabi Ibrahim belum berhasil berdakwah secara zahir, tidak ada yang ikut kepadanya. Tapi setelah beliau meninggal maka tidak ada agama yang mencelanya. Bahkan semua agama menyandarkan diri kepadanya. Maka disebut dengan agama Ibrahimiah. Tapi Allah menyebutkan maana Ibrahimu Yahudiya wala Nasrani wakinana hanifan muslima wana minal musyrikin.
(10:28) Orang Yahudi mengatakan Nabi Ibrahim itu kakek kami membawa agama kami. Allah mengatakan maka Ibrahim Yahudi. Orang Nasra mengatakan Ibrahim dari kami wala nasraniyah. Orang-orang jahiliah mengatakan wama kanana minal musyrikin. Jadi ayat ini adalah ayat untuk membantah bahwa Nabi Ibrahim itu adalah hanifan muslima. Hanif muslim.
(10:54) Berarti agama Nabi Ibrahim adalah Islam. Kemudian ikhwat al Islam ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk dalam Ka’bah melihat gambar Ibrahim kemudian sedang mengundi nasib itu bahaya. Karena orang-orang jahiliah ketika mereka melakukan perkara tersebut, mereka harus mencari orang yang harus disandarkan amalannya kepada siapa sehingga mereka menyandarkan amalan tersebut kepada Nabi Ibrahim.
(11:26) Bagaimana caranya? Maka mereka membuat patung Nabi Ibrahim seolah-olah sedang menggundi nasib melakukan ini. Sehingga kalau ada yang bertanya, “Kenapa kalian melakukan amalan ini?” ini maka mereka mengatakan ini ajaran Nabi Ibrahim. Padahal itu adalah kedustaan. Oleh karenanya, Ikhwatul Islam, ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk, Nabi hancurkan semuanya.
(11:51) Kemudian setelah Nabi hancurkan, maka Nabi sallallahu alaihi wasallam salat. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam salat di antara rukun Yamani dan Hajar Aswad atau dekat dengan rukun Yamani. Di situlah Nabi sallallahu alaihi wasallam salat dua rakaat. Kemudian Nabi mengatakan ini poinnya tidak boleh ada yang masuk ke dalam Ka’bah al-Musyarrafah kecuali orang yang diinginkan oleh Allah dan orang yang diinginkan oleh Nabinya.
(12:27) Artinya momen yang indah ini tidak ada yang boleh masuk ke dalam Ka’bah. Tidak boleh. Kecuali orang yang Allah inginkan. Dan orang yang diinginkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maknanya orang yang masuk ke dalam Makkah itu atas perintah Allah. Allah yang menunjuknya. Siapa yang akan masuk bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam? Karena ini momen yang bersejarah.
(12:49) Dan kita tahu ketika Nabi mengatakan kalimat ini, para sahabat tentunya menginginkan semuanya. Ada keluarga Nabi, ada mertua Nabi, ada menantu Nabi. Tapi di saat inilah, Ikhwatul Islam, yang masuk ke dalam Ka’bah pada waktu itu adalah dua orang. Ada yang menyebutkan tiga, ada yang menyebutkan dua.
(13:15) Yang di antara sifatnya sama-sama berkulit. warna hitam. Kalau yang pertama kita tahu semua jawabannya siapa dia? Bilal. Yang kedua siapa sahabat yang berkulit warna hitam? Siapa? Siapa? Usamah bin Zaid bin Kedua orang sahabat ini, Ikhwatul Islam kalau dilihat dari warna kulit hitam. Bilal dari Habasyah, Usama dari Zaid sama-sama berkulit berwarna hitam.
(13:58) Di situ ada Abu Bakar Assiddiq, di situ ada Umar bin Khattab, di situ ada Utsman. Di situ ada Ali, di situ ada cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi kenapa yang harus masuk itu Bilal dan Usamah? Kenapa harus mereka yang masuk? Siapa yang tahu jawabannya? Kenapa harus dua orang ini masuk? Tadi baru kita jawab tidur semua ya.
(14:27) Karena Allah yang inginkan, Nabi yang inginkan. Bukankah tadi kita mengatakan bahwa tidak boleh masuk kecuali yang Allah inginkan, yang Nabi inginkan, dan yang Allah inginkan adalah Bilal, yang Allah inginkan adalah Usama. Seolah-olah Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan kepada kaum muslimin, yang membuat kalian mulia itu bukan karena warna kulit. Yang membuat kalian mulia itu bukan karena dunia.
(14:52) Yang membuat kalian mulia itu bukan karena nasab. Yang membuat kalian mulia itu adalah karena iman dan takwa kepada Allah azza waalla. Bilal siapa? Bilal Usama siapa? sama. Tapi mereka yang masuk bersama Nabi itu mulia di hari yang mulia di bulan Ramadan dikala berkumpul kaum muslimin Allah berikan kemenangan itu mulia sehingga semua mata tertuju kepada Ka’bah siapa yang akan memasukinya? Tiba-tiba masuk Bilal, masuk Usamah.
(15:22) Nabi ingin mengajarkan kaum muslimin bahwa kita tidak pernah melihat kekayaan, harta, tampang, muka, kulit, ras, daerah ini. Allah melihat iman dan takwa. Padahal tadi kita sebutkan di sana ada cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(15:45) Kenapa Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak membawa cucunya? Nabi ingin memberikan pelajaran kepada kaum muslimin, mukmin yang terindah, pelajaran yang mulia. bahwa iman dan takwa yang harus dikejar. Makanya ikhwat al Islam ini merupakan di antara mukadimah tentang masalah Ahlul Bait. Bahwa yang membuat kita mulia adalah iman dan takwa kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan kalau sekiranya yang memiliki hubungan dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam mulia, maka mereka mendapatkan kemuliaan di atas kemuliaan.
(16:21) Makanya tadi kita belajar Nabi membawa cucunya dan yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam pada saat itu adalah Ali. Berarti Ali adalah salah seorang cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Siapa ibunya? Zainab. Karena Zainab itu dia memiliki anak tiga orang. Hanya saja yang lahir dua, yang satunya gugur atau keguguran. Bukan gugur ya, keguguran. Jadi pada waktu itu, Ikhwatul Islam, Nabi sallallahu alaihi wasallam hijrah dari Makkah menuju Madinah.
(17:03) Kemudian ketika Nabi hijrah, keluarga Nabi belum lagi hijrah. Putri-putri Nabi juga belum hijrah. Dan bahkan setelah terjadi perang Badar, baru Zainab ini hijrah. Karena dik terjadi perang Badar, di antara salah satu lawan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang berada di barisan musuh adalah menantu Nabi itu sendiri, suami daripada Zainab. Dan Zainab menikah dengan Abul As.
(17:36) Jadi Abul Ash itu adalah putrinya Khaulah. Khaula itu adalah saudarinya Khadijah. Berarti apa hubungan Zainab dengan Abul Ash? Apa hubungan Zainab dengan Abul Ash? Apa hubungannya? Kita ulang lagi. Zainab ayahnya adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ibunya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza. Kemudian suaminya adalah Abul Ash. Abul Ash ini terjadi perbezaan para ulama.
(18:06) Siapa nama aslinya? Ada yang menyebutkan Qasim, ada yang menyebutkan yang lain. Terlepas daripada itu semua, ibunya adalah Khaulah. Dan Khaula itu saudarinya Khadijah. Apa hubungan Zainab dengan Abul As? Apa hubungannya? Salah. Suami istri lupa kita tadi tidur semua. Ya, itu masalahnya. Insyaallah sudah tidak tidur lagi ya.
(18:38) Bukankah Zainab suaminya adalah Abul As? berarti hubungan mereka adalah selesai. Baik ikhwat lisan. Abu As di antara orang yang berada di parisan kaum musyrikin. Berada di barisan kaum musyrikin. Kemudian ikhwat al Islam pada akhirnya dia termasuk orang yang tertangkap menjadi tawanan. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam bermusyawarah dengan para sahabatnya.
(19:06) Apa yang harus kita lakukan kepada tawanan? Ujung-ujungnya kesepakatan harus membayar. Nah, ketika Abul As harus membayar, maka yang membayarnya adalah Zainab. Zainab mengirimkan kalung ke kota Madinah. Kemudian ketika kalung tersebut sampai di Kota Madinah, Nabi tahu ini kalung milik Zainab.
(19:30) Karena kalung itu milik Ibunda Khadijah. Khadijah berikan hadiah kalung ini kepada Zainab di hari pernikahannya. Kemudian ketika Nabi melihat kalung ini, Nabi menangis, Nabi mengenang Khadijah, Nabi ingat putrinya yang masih tertahan di Mekah. Maka Nabi minta izin kepada para sahabatnya.
(19:49) Maukah kalian membebaskan Abul As tanpa syarat, tanpa ada tebusan? Maka para sahabat mengatakan, “Silakan, ya Rasulullah, tidak ada masalah.” Di saat itulah Nabi mengatakan kepada Abul Ash, “Pulanglah kamu ke Makkah dengan syarat izinkan putriku datang ke kota Madinah agar dia hijrah berkumpul bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam.” Kemudian Abul Ash itu adalah orang yang jujur, orang yang dermawan, orang yang amanah.
(20:13) Walau dia pada saat itu belum lagi beriman, tapi dia adalah orang yang amanah. Kemudian ikhwat al Islam pada akhirnya Zainab diizinkan pulang ke kota Madinah bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam di perjalanan. Zainab pada waktu itu sedang hamil. Kemudian dia menaiki unta. Dibawa oleh beberapa sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam dan yang lainnya.
(20:39) Ketika melakukan perjalanan dari Makkah menuju Madinah. Orang-orang Makkah itu marah kepada Zainab karena mereka ditambah lagi kalah dalam perang Badar. Ditambah lagi orang-orang Mekah mengatakan yang menjadikan kekacauan seperti ini adalah ayahmu wahai Zainab. Jadi kemarahan mereka selama ini ditumpahkan kepada Zainab. Mereka marah kepada Nabi.
(21:02) Tapi kemarahan mereka itu ditumpahkan kepada Zainab. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Zainab adalah wanita putriku yang paling persabar, paling bersabar terhadap perjuangan yang aku lakukan. Paling bersabar karena banyak ujiannya. Dan salah satu ujian yang terberat adalah dika hijrah dari Makkah menuju Madinah. Orang-orang Quraisy marah.
(21:21) Kemudian Zainab berada di atas untanya. Ada di antara mereka yang menusuk paha unta. Jadi unta yang ditunggangi oleh Zainab ditusuknya. Kalau unta ditusuk apa yang terjadi? Yang ada di atas apa yang terjadi? jatuh. Dan ketika Zainab jatuh dari unta, itulah yang menyebabkan keguguran, itulah yang menyebabkan sakit.
(21:43) Ada yang menyebutkan tulangnya patah. Pada akhirnya Zainab meninggal pada tahun ke-8 Hijriah. Dan salah satu penyebabnya adalah karena jatuh dari dari unta. Karena jatuh dari unta itu sakit sekali. Kalau tidak percaya, silakan dicoba. kemarin ya kawan kami ya jatuh dari unta itu sakit ikhwatul Islam naik saja itu sulit apalagi jatuh darinya dan itulah yang dirasakan oleh Zainab dan dia pada saat itu sedang hamil cucu Nabi keguguran.
(22:19) Siapa di antara kita yang tidak sedih ketika putrinya diperlakukan dengan perbuatan seperti itu? Kalau perlu kita akan cari orangnya. Dan itu adalah putri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga pada akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam hanya memiliki dua orang cucu dari Zainab. Yang pertama namanya adalah Umamah. Ini cucu Nabi yang pertama.
(22:45) Jadi cucu Nabi yang pertama namanya adalah Umamah dan cucu Nabi yang kedua adalah Ali. Berarti berapa orang cucu Nabi? Berapa orang dari Zainab? Dua. Itu dia jawabannya. dari Zainab 2. Yang lain belum kita bahas. Karena kalau kita bil yang empat bahaya. Silakan, Pak. Masyaallah pertanyaannya hati-hati ya. Sehat sel, Pak, ya. Masyaallah. Barakallah fik.
(23:15) Pertanyaan siang berbeza dengan pertanyaan malam. Pertanyaan siang banyak lika-likunya. Tap ikhwat al islam kita lanjutkan. Jadi itulah cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam yang pertama dan yang kedua, Umamah. Umamah ini, Ikhwatul Islam adalah seorang wanita yang Nabi sallallahu alaihi wasallam termasuk yang menjaganya.
(23:37) Kenapa demikian? Ibunya meninggal, ayahnya Abul Ash ketika suaminya atau istrinya meninggal, dia pergi ke Makkah. Maka Umamah ini Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ikut andil dalam membesarkannya. Sehingga Nabi sangat sayang kepadanya. Dan pada akhirnya Umamah ini menikah dengan Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu.
(24:00) Sehingga dikatakan Umar bin Khattab adalah mertua Nabi dan menantu Nabi. Umar bin Khattab adalah mertua Nabi dan juga menantu Nabi. Mertua Nabi karena anaknya adalah Hafsah yang menikah dengan baginda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. menantu Nabi ya. Karena dia menikah dengan anak atau putri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(24:29) Karena Umamah selain dia adalah cucu Nabi, tapi dia juga seolah-olah anak Nabi karena Nabi yang jaga. Dia ibunya meninggal yang bernama Zainab itu adalah Ahlul Bait yang pertama. Dan terlepas daripada itu semua, ikhwatul Islam, Ahlul Bait yang sesungguhnya yang paling pertama di antara yang pertama adalah istri-istri Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(24:52) Karena tidak mungkin ada Umamah tanpa Zainab, tidak mungkin ada Zainab tanpa Khadijah. Berarti Ahlul Bait yang pertama adalah istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga ayat yang betul-betul menyebatkan menyebutkan tentang Ahlul Bait yang pertama itu adalah istri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(25:23) Berarti kalau kita ingin berbicara tentang Ahlul Bait, cari dulu, cari tahu, hafalkan, ketahuilah siapa keluarga Nabi dan siapa istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan kita selalu mengulang-ulang kalimat ini, ikhwatul Islam. Khadijah binti Khuwailid adalah istri Nabi yang pertama. yang meninggal. Kemudian Zainab binti Khuzaimah adalah istri Nabi yang juga meninggal di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(25:46) Nabi bersamanya hanya kurang lebih 3 bulan sahaja. Kemudian yang tersisa dari Ahlul Bait, dari istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah ibunda A, ibunda Saudah, ibunda Aisyah, Ibunda Hafsah, Ibunda Safiah, Ibunda Ummu Habibah, Ibunda Ummu Salamah, Ibunda Zainab binti Jahsyin, ibunda Maimunah, Ibunda Juwairiah.
(26:24) Dan yang terakhir adalah Mariah alqibtiyah yang diperselisihkan oleh para ulama. Mereka itulah adalah Ahlul Bait yang pertama. Jadi ketika kita berbicara tentang Ahlul Bait, karena tidak mungkin ada Ahlul Bait tanpa mereka ini. Tidak mungkin ada Ahlul Bait tanpa istri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(26:42) Dan istri Nabi sallallahu alaihi wasallam yang memberikan keturunan kepada Nabi hanya dua. Yang pertama Ibunda Khadijah. Yang kedua, Ibunda Maria alqibtiyah. Ibunda Khadijah memberikan keturunan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam ada enam. Dua laki-laki, empat perempuan. Laki-laki bernama Qasim dan Abdullah. Perempuan bernama Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah radhiallahu taala anhum ajmain.
(27:08) Kemudian yang kedua adalah Mariah. Maryah ini memberikan keturunan kepada Nabi yang bernama Ibrahim. Bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengatakan di dalam hadisnya Ibrahiman nabiya. Kalau sekiranya Ibrahim ini hidup maka dia yang akan jadi nabi kalau sekiranya hidup. Tapi Ibrahim hidup atau tidak? Ibrahim hidup atau tidak hidup? Ada tidak yang nama Ibrahim di sini? Siapa nama Ibrahim sini? Saya tidak bertanya Ibrahim putra Nabi.
(27:47) Saya bertanya Ibrahim hidup atau tidak. Ingat ya, kaidah pertanyaan siang itu lain-lain supaya tidak mengantuk. Ibrahim putra Nabi, Ibrahim bin Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Nabi mengatakan, “Lau kana Ibrahimu hayan lakana nabiya.” Kalau sekiranya Ibrahim hidup, maka yang pantas jadi nabi itu adalah Ibrahim.
(28:09) Tapi itu merupakan di antara ketentuan Allah azza waalla. Tidak ada satuun putra nabi yang hidup kecuali semua mereka meninggal di kalangan mereka masih kecil. Dan di antara salah satunya untuk memutuskan nasab kenabian. Karena biasanya nabi itu muncul dari nabi. Seorang nabi akan lahir dari nabi. Seorang nabi akan melahirkan seorang nabi. Dan itu merupakan tradisi.
(28:37) Sedangkan di antara salah satu nama Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah al-Aqib. Al-Aqib itu habis, tidak ada yang menyambungnya. Kemudian juga di antara nama Nabi adalah Almuqafi. Almuqafi itu maknanya adalah yang mengikuti nabi-nabi sebelumnya. Maknanya nabi tidak diikuti tapi mengikuti. Jadi siapa tadi nama nabi? Siapa? Angkat jawab angkat tangan yang paling kecil. Karena soalannya mudah.
(29:08) Siapa anak-anak kami yang tadi jawab? Siapa nama Nabi sallallahu alaihi wasallam yang tadi kita sebutkan? K. Ah, sini nak ulang lagi ya. Berani siapa dari anak kita yang berani jawab? Ada. Ada. Tib mana? Tib. Maju nak sini. Tib. Sini nak. Sini nak. Masyaallah. Coba sebutkan empat nama nabi. Ustaz bocorkan yang satu Ahmad, yang satu Muhammad. Kamu tambah dua.
(30:15) Siapa nama Nabi nak? Nabi Musa. Nabi Musa. Terus siapa naik lagi? Nabi Idris. Nabi Idris. Siapa lagi? Nabi Isa. Nabi Isa siapa lagi? Nabi Adam. Masyaallah. Silakan kamu pilih hadiahnya. Pilih sendiri. Masyaallah. Ambil apa yang kamu mau. Tambah lagi. Tambah lagi. Tambah lagi. Terus. Sudah, sudah.
(31:04) H tapi bilang sama abinya jawabannya salah. Ya, silakan. Tadi kita menyebutkan di antara nama Nabi adalah al-Aqib. Kenapa Nabi disebut dengan al-Aqib? Habis. Habis selesai. Al-Aqib itu al-Uqbah akhir. Maka disebut dengan al-Aqib. Almuqafi yang mengikuti. Maknanya tidak akan ada yang mengikuti Nabi. Tapi Nabi mengikuti. Tidak ada yang diikuti.
(31:28) Nabi mengikuti Nabi sebelumnya. Oleh karenanya Nabi sallallahu alaihi wasallam dinamakan dengan al-aqib dan almuqafi. Sehingga Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan, “Lauana Ibrahimu hayyan lakana nabiya.” Kalau sekiranya Ibrahim itu hidup, maka dia yang pantas jadi nabi.
(31:48) Jadi kalau ada yang ngaku-ngaku nabi, minimal namakan dirinya Ibrahim. Bisa dipahami? Ini kan ada nabinya Tukimin. Apalagi yang nama nabi minimal nabi namanya adalah pandai-pandai sedikit itu istilahnya. Tapi ikhwatul Islam, jadi Nabi sallallahu alaihi wasallam semua putranya meninggal. Tujuannya supaya tidak ada anggapan ada nabi setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam itu yang pertama. Karena Nabi adalah nabi terakhir.
(32:18) Kalau ada yang kalau ada putra Nabi yang hidup, maka orang menganggap putra Nabi itu semuanya akan menjadi nabi. Anggapan jangankan putra Nabi sallallahu alaihi wasallam, bahkan sesuatu yang jauh nasabnya dari Nabi sallallahu alaihi wasallam juga banyak menganggap mereka itu seperti seolah-olah ada sesuatu yang berlebih.
(32:41) Apalagi kalau sekiranya itulah putra putra Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya, ikhwatul Islam, para ulama menyebutkan yang demikian karena Nabi adalah nabi yang terakhir. Ketika Nabi yang terakhir, di antara hikmahnya semua putra Nabi meninggal. Qasim meninggal di kala masih kecil, Abdullah meninggal di kala dia masih kecil dan mereka berdua dari Ibunda Khadijah.
(33:08) Kemudian Ibrahim yang lahir pada tahun ke-8 Hijriah, meninggal pada tahun 10 Hijriah, juga meninggal di kota Madinah dari salah seorang wanita yang bernama Mariah al-Qibtiyah yang mana Maria ini adalah salah seorang wanita yang berasal dari Mesir. Sehingga Nabi menamakan putranya dengan Ibrahim. Nabi menamakan putra tersebut dengan nama ayahnya Ibrahim karena ibu ibunya sama-sama berasal dari Mesir.
(33:31) Bukankah ibu Nabi juga berasal dari Mesir? Siapa nama ibu Nabi? Hajar Alaihalam yang berasal dari Mesir. Siapa nama ibunya? Ibrahim Maria yang juga berasal dari Mesir. Jadi ada kesamaan antara istri Nabi dengan ibu Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(33:58) Berarti dari jalur laki-laki semua nasab Nabi sallallahu alaihi wasallam kembali kepada tiga orang ini. Namun tiga orang ini mereka sudah dipanggil oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian yang tersisa dari keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah putri-putri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang pertama adalah Zainab, suaminya adalah Abul As. Tadi telah kita jelaskan sedikit tentang Zainab. Yang kedua adalah Ruqayyah.
(34:21) Ruqayyah ini suaminya adalah Utbah. Kemudian putri Nabi yang ketiga namanya adalah Ummu Kultsum. Sebagian para ulama mengatakan Ummu Kultsum itu bukan nama, tapi itu adalah kuniah. Abu Fulan, Abu Fulan, Abu Yahya, Abu Badar, Abu Abdillah, Abu Abdurrahman, Ummu Abdillah, Ummu Maryam, Ummu Ummu Kultsum. Jadi siapa nama Ummu Kultsum? Siapa? Ram. Ramla. Masyaallah. Silakan.
(35:05) Silakan. Bisa di Masyaallah. Barakallahu fik. Tapi jawabannya salah lagi. Salah semua jawabannya. Macam mana nih? Ikhatul Islam Ummu Kultsum. Siapa namanya? Siapa? Angkat tangan. Umayyah. Siapa yang bilang Umayyah? Apa buktinya? Tib. Silakan. Silakan. Masyaallah. Umayyah. Para ulama sejarah mereka berbeza antara Umayyah dengan Hindun. Antara Umayyah dengan Hindun.
(35:49) Jadi Umayyah itu adalah di antara nama yang masyhur. Jadi Umayyah itu bisa dipakai untuk laki-laki, bisa juga dipakai untuk perempuan. Jadi, Umayyah itu merupakan di antara nama yang masyhur di kota Makkah. Sebagaimana Abrahah adalah nama yang masyhur yang dipakai di daerah Habasyah. Jadi, Abraha itu bukan satu. Abraha itu banyak.
(36:11) Hanya saja Abraha yang kita kenal adalah Abraha yang menghancurkan Ka’bah atau yang ingin menghancurkan Ka’bah. Tapi Abraha itu merupakan di antara nama yang masyhur. Begitu juga di antara nama yang masyhur di Makkah almukarramah adalah Umayyah. Dan salah satunya adalah Ummu Kultsum. Jelas.
(36:35) Kemudian yang keempat, Ikhwatul Islam adalah Fatimah radhiallahu taala anha yang kita tahu suaminya adalah Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhuma. Tayib. Zainab tadi kita telah bahas. Zainab suaminya adalah Abul Ash. Abul Ash ini ketika dia kalah atau dikala dia sudah ditawan kemudian diizinkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam pulang ke Makkah dengan syarat dengan syarat dia harus mengembalikan putri Nabi yang bernama Zainab.
(37:02) Kemudian ikhwatul Islam pada akhirnya Zainab bersama orang tuanya bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam di Madinah. Kemudian tahun ketiga, tahun keempat, tahun kelima, tahun keenam, tahun ketujuh, maka Abul As ini dia pergi membawa perdagangan orang-orang Quraisy untuk melakukan perdagangan ke sebuah daerah yang bernama Syam.
(37:29) Kemudian sepulangnya dari Syam, maka kaum muslimin menangkap semua pasukan Abul Ash. Satu-satunya yang bisa melarikan diri adalah Abul Ash. Kemudian ketika Abul As melarikan diri di malam hari, maka dia lari di rumah istrinya. Jadi statul Abul As ini setelah berpisah dari putri Nabi Zainab, status mereka belum jelas. Apakah dia masih istri Nabi atau apakah dia masih menantu Nabi atau Abu As itu masih menjadi suami daripada Zainab atau tidak? Belum tahu. Belum tahu. Karena mereka sudah terpisah.
(38:03) Kemudian setelah ditangkap atau setelah bersembunyi di rumah Zainab, maka Abul As ini mengatakan kepada Zainab, “Wahai Zainab, tolong aku.” Maka di saat itulah di kala Nabi sallallahu alaihi wasallam melakukan salat subuh, Zainab keluar dan Zainab mengatakan, “Aku adalah Zainab putri Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(38:26) ” Nabi dan para sahabat berada di dalam masjid dan Nabi tidak tahu menahu tentang ini. Maka Zainab mengatakan, “Aku adalah Zainab putri Nabi sallallahu alaihi wasallam dan aku memberikan keamanan kepada Abul Ash.” Kalau sudah ada kalimat ini, berarti Abul Ash tidak boleh diganggu. Sehingga dari sinilah keluar hukum dan undang-undang di dalam agama Islam. Siapapun yang memberikan keamanan kepada seorang yang bukan muslim, maka tidak boleh satuun kaum muslimin yang mengganggunya.
(38:56) Dan sumber hukum ini kembali kepada putri Nabi sallallahu alaihi wasallam yang bernama Zainab. Pada akhirnya Nabi sallallahu alaihi wasallam kembali bertemu dengan Abul As menantunya. Nabi berpesan kepada Abul Ash. “Wahai Abul Asu boleh tinggal di sini tapi kamu tidak boleh menyentuh putriku.” Berarti Zainab istri Abul As atau tidak? Tidak atau iya? Tidak atau iya? Tidak. Salah.
(39:21) Apakah Nabi mengatakan, “Wahai Abul As, kamu saya ceraikan dengan Zainab.” Tapi Nabi mengatakan, “Kamu tidak boleh menyentuh.” Berarti masih istri atau belum? Tadi iya, tadi. Sekarang tidak. Cepat sekali berubah fatwa. Berarti istrinya atau tidak? Masih. Hanya saja Nabi sallallahu alaihi wasallam melarang menyentuhnya.
(39:54) Kemudian dikala berapa lama berada di kota Madinah, maka di saat itulah orang-orang Madinah mengatakan, “Wahai Abul Ash, kenapa kamu tidak mau masuk Islam?” Pada waktu itu Abul As. Kemudian pada akhirnya dia kembali ke Makkah membawa barang dagangan. Karena tadi barang dagangannya sudah diambil oleh kaum muslimin. Kemudian semua kaum muslimin kembali mengembalikan barang dagangan tersebut.
(40:18) sampai di Makkah, maka dia berikan barang dagangan kepada pemiliknya. Diberikan satu persatu. Kemudian setelah itu dia pun mengucapkan, “Wahai orang-orang Makkah, apakah semua barang-barang kalian sudah kembali?” Maka mereka mengatakan, “Sudah dan kami dapatkan kamu adalah orang-orang yang amanah.” Maka setelah mengembalikan barang-barang tersebut, baru Abul As mengucapkan syahadat.
(40:40) Karena kalau sekiranya Abul As mengucapkan syahadat di Madinah, maka orang-orang Makkah akan menuduh Abul As mencuri barangnya dan bersekongkol dengan kaum muslimin. Pada akhirnya dia sudah mengembalikan barangnya, amanahnya sudah dia dapatkan, sudah dia sampaikan dan orang-orang Makkah mereka sudah memujinya. Itu menantu Nabi. Walau pada awalnya dia musuh Nabi, tapi amanah, tetap amanah.
(41:06) Dan itu adalah di antara kelebihan orang-orang Arab masalah amanah. Kemudian ikhwat Islam pada akhirnya baru dia mengucapkan kalimat syahadat. Kemudian dia kembali ke kota Madinah dan berkumpul bersama istrinya. Dan Nabi tidak lagi menikahkannya karena mereka masih suami dan istri.
(41:26) Makanya tadi kita menyebutkan mereka belum bercerai. Nabi hanya melarang saja. Kemudian perjumpaan mereka itu hanya 1 tahun. Setelah 1 tahun, Zainab radhiallahu taala anha, putri Nabi yang paling dicintai oleh Nabi, yang paling bersabar terhadap dakwah Nabi, dipanggil oleh Allah pada tahun ke-8 Hijriah dan dia meninggalkan dua orang. Yang pertama Umamah, yang kedua adalah Ali.
(41:51) Dan kedua orang ini hidup bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berarti itu adalah awal daripada Ahlul Bait. Kemudian yang kedua kita sambung tahun depan saja cukup di sini ya. Sampai di sini ya. Ee sekarang kita buka sesi tanya jawab. Kalau ada yang ingin bertanya maka kami persilakan. And ada yang bertanya.
(42:29) Sila ya. Sila. mengawali kenapa Rasulullah meniarkan mungkin diulang lagi ya agar bisa didengar oleh yang lain. Bismillah. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz izin bertanya kalau memang Abul As itu awalnya musyrikin, kenapa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengizinkan untuk menikahi anaknya Zainab? Ustaz afan Ustaz Tib. Barakallahu fikum.
(43:01) Tentu pertanyaannya kalau Abul As itu musyrikin, kenapa Nabi mengizinkan Abul As menikah dengan Zainab? Tentu pertanyaan ini harus kita tahu dulu. Kapan mereka menikah? Kapan mereka menikah? Apakah setelah Nabi menjadi Nabi atau menjadi rasul atau sebelumnya? Kalau sebelumnya berarti pertanyaan ini tak perlu lagi kita jawab sebelumnya. Artinya sebelum Nabi menjadi Nabi.
(43:36) Sebelum Nabi menjadi Nabi berarti belum ada aturan. Karena bagaimanapun Abul As itu adalah anaknya Khaulah dan orang pernikahan-pernikahan di zaman dahulu mereka jarang menikahkan kecuali kepada keluarganya. Makanya Zainab menikah dengan Abul Ash. Abul As itu adalah anaknya Khaula. Zainab adalah anaknya Khadijah. Mereka kakak beradik antara Khaula dengan antara Khaula dengan Khadijah.
(44:01) Dan itu sebelum kenabian atau kalau sekiranya setelah kenabian, maka itu terjadi sebelum diputuskan oleh Allah Subhanahu wa taala tentang masalah ini. Karena di awal-awal menikah atau di awal-awal dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam berdakwah. Kemudian banyak di antara kaum muslimin yang masuk Islam.
(44:21) Banyak di antara mereka yang suaminya masuk Islam, istrinya belum. Banyak yang istrinya masuk Islam, suaminya belum. Apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam memerintahkan mereka untuk berpisah? Nabi perintahkan atau tidak? Karena hukum itu bertahap. Sekarang masuk Islam dulu, nanti setelah kuat kalau keluarga belum juga masuk Islam baru berpisah. Jadi ada tahapan-tahapannya dan itu merupakan di antara jawabannya.
(44:44) Bab yang lain kami persilakan. Ada Tib sebelum sebelum ee membaca jawaban ini, Ikhwatul Islam Tib silakan silakan. Halo. Ao. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullah. Izin bertanya, Ustaz. Ee apakah benar ee Rasulullah pernah kena sihir yang pertama.
(45:27) Yang kedua ee apakah Ustaz akan menetap di Indonesia atau akan kembali ke Madinah atau kapan lagi kembali ke Madinah, Ustaz? Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Barakallah fikum. Pertanyaan kedua tidak boleh dijawab. Pertanyaan pertama, apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah terkena sihir? Jawabannya iya. Karena Nabi terkena sihir itulah ikhwatul Islam maka turun ayat almauzatain. Qul azubirabbil falaq.
(45:59) Qul azubirabbinnas. Para ulama mengatakan ikhwatul Islam, para ulama menjelaskan, siapapun di antara kita, karena gangguan kita itu terdiri dari dua. Yang pertama gangguan dari dalam. Yang kedua gangguan dari luar. Gangguan dari dalam. Qul azubirabbinas itu obatnya. Gangguan dari luar.
(46:27) Qlubbil falaq minarri ma khalaq waminar gqin idza waqab waminarrin naffati fil uqad. Maka dua surat ini disebut dengan almauzatan. Maknanya ini adalah ayat yang Allah turunkan kepada kaum muslimin untuk sebagai tameng dalam kehidupan. Asal muasalnya, penyebabnya adalah karena Nabi sallallahu alaihi wasallam terkena sihir.
(46:54) Nah, tentu kita bertanya lagi, kalau Nabi terkena sihir, bukankah Allah Subhanahu wa taala mengatakan Nabi dijamin oleh Allah Subhanahu wa taala dari gangguan manusia? Iya, betul. Wallahu yaimuka minanas. Allah Subhanahu wa taala akan menjaga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi itu juga maksum.
(47:14) Tapi kemaksuman Nabi itu, ikhwatul Islam, kemaksuman Nabi sallallahu alaihi wasallam itu adalah bagian daripada risalah dan nubuwah. Sedangkan secara manusia, Nabi sama dengan manusia yang lain. Nabi sakit, iya. Kita sakit, iya juga. Nabi berkeluarga, iya. Kita juga berkeluarga. Apapun yang dilakukan oleh manusia yang lain itu juga terjadi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan salah satunya penyakit atau sakit.
(47:36) Sihir itu adalah sebagian daripada sakit. Kemudian yang ketiga, sihir itu banyak maknanya. Karena sihir itu apa arti sihir? Apa makna sihir? Sihir itu diambil dari kata-kata sahur. Apa arti sahur? Ah, sebentar lagi kita Ramadan nih. Apa? Sahur. Apa arti sahur? Sahur. Sahur itu artinya sesuatu yang tersembunyi.
(48:21) Sahur itu artinya sesuatu yang tersembunyi. Sahur disebut dengan sahur karena waktunya tersembunyi dan itu adalah waktu yang terbaik. Sihir disebut dengan sihir karena itu juga tersembunyi. Dan sihir itu ada lagi banyak macamnya. Jadi, Nabi sallallahu alaihi wasallam terkena sihir. Bukan sihir-sihir yang biasa kita perhatikan. Bukan.
(48:38) Tapi sihir yang ringan. Dan kalau ini tidak terjadi, kalau ini tidak terjadi, maka kita tidak akan mendapatkan ayat qul azubirabil falaq, qul azubirabinas. Sehingga ayat ini adalah rukiah yang terbaik. Siapapun yang merasa ada gangguan sihir, jin, guna-guna maka tameng yang terbaik adalah qul azubirabbil falaq. qul azubirabbinnas.
(49:06) Ceritanya ketika malaikat turun, Nabi sallallahu alaihi wasallam disihir oleh Labit, seorang Yahudi. Dan memang di antara sifat Yahudi adalah masalah sihir. Kemudian ikhwatul Islam, bukankah orang Yahudi mereka mengatakan nasabnya kepada Nabi Musa Alaih Salam? Bukankah di antara salah satu mukjizat Nabi Musa untuk mengalahkan sihir orang-orang orang-orang di zaman Firaun? Kemudian ikhwat alai Islam turun dua orang malaikat.
(49:30) Seolah-olah mereka berdua bertanya, “Apa yang terjadi kepada orang ini?” Diganggu. Kemudian dari rambut Nabi. Kemudian terjadilah apa yang terjadi. Maka dibacakan qul azubirabbil falaq, qul azubirabbinnas. Dan itu sama dengan yang lain, Ikhwatul Islam. Banyak perkara-perkara yang terjadi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam yang secara zahir dan kasat mata kita melihat itu diganggu. Padahal bukan diganggu.
(49:54) Itu alasan Allah Subhanahu wa taala menurunkan ayat agar siapapun yang terkena maka ini obatnya sama dengan Nabi lupa. Nabi lupa atau tidak? Nabi lupa. Kenapa Nabi lupa? Untuk mengajarkan kepada kita bagaimana adab dan tata cara lupa. Lupa itu tidak masalah. yang masalah itu selalu lupa. Nabi sallallahu alaihi wasallam juga lupa.
(50:22) Nah, dari kelupaan Nabi, Nabi pernah salat asar dua rakaat, pernah salat ini lima rakaat, sehingga dari situ muncul hukum-hukum dan hukum. Kalau lupa bertambah seperti ini kaidahnya. Kalau lupa berkurang seperti ini kaidahnya. Jadi itu tidak bertabrakan antara ayat Allah Subhanahu wa taala.
(50:44) Tapi sihir yang tadi kita sebutkan tidak sama dengan sihir-sihir yang ada di zaman di zaman sekarang ini. Yang masalahnya ketika kita mengkiaskan dengan sihir sekarang tapi bagaimanapun ikhwatul Islam semuanya adalah untuk kemaslahatan kita sebagai hamba Allah Subhanahu wa taala. Bab yang lain kami persilakan sebelum kami sila dulu. Baik urutannya saya istri ada kalau di kluster biar kita paham di kluster yang utamanya pan satu du jadi sehingga mudah dihafal gitu ustaz iya sebenarnya kami sengaja tidak menyebutkan semuanya supaya nanti bersambung lagi pengajiannya sengaja kami tidak bagi tahu semuanya
(51:28) tidak semua, tidak semua ilmu itu gratis cari sendiri. Nah. istri dan antara istri dan cucunya itu tadi mana yang utama? Tadi ustaz bilang istri terus istri Nabi mana? Sengaja saya seperti itu supaya masih kacau.
(51:49) Terima kasih Ustaz ya bisa dipahami ya supaya kita semangat lagi nanti mempelajari mana keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ternyata membahas keluarga Nabi itu tak mudah. Ti karena Bapak banyak bertanya ini hadiahnya. Ini hadiahnya khusus masalah mengenal Ahlul Bait. Masyaallah. Nanti baca, Pak. Ya, setelah dibaca hadiahkan kepada istri. Baik. Sehat ya? Masyaallah. Barakallahu fik. Allahum. Baik.
(52:12) Apakah yang harus dilakukan sama yang bernasab ke Ahlul Bait? Kalau seandainya dapat beasiswa untuk anaknya yang belajar di pondok, apakah diterima atau tidak? Ikhwatul Islam, di antara salah satu kewajiban negara adalah bertanggung jawab kepada Ahlul Bait. Di antara salah satu kewajiban negara adalah bertanggung jawab kepada Ahlul Bait.
(52:37) Makanya untuk menentukan Ahlul Bait itu harus dengan bukti yang otentik. Kalau di sana karena Ahlul Bait yang paling banyak itu adalah di tempat Ahlul Bait itu berada. Itu kaidahnya. Ahlul Bait yang paling banyak itu adalah di tempat mereka berada. Di mana mereka berada? Di mana mereka wafat. Berarti Ahlul Bait yang paling banyak di mana? Selesai.
(53:01) Di sana mereka berada, di sana mereka wafat, di sana mereka punya keturunan. Berarti Ahlul Bait yang paling banyak adalah di Kota Madinah. Madinah itu kampung halamannya. Di sana mereka meninggal. Dan induk daripada Ahlul Bait itu siapa? Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam berada di Kota Madinah untuk selama-lamanya.
(53:21) Nabi tidak akan pernah keluar dari kota Madinah di masa hidup. Apalagi setelah wafat. Di masa hidup saja Nabi tak pernah keluar dari Madinah kecuali untuk berjihad, beribadah. Pernah tidak kita mendengar Nabi sallallahu alaihi wasallam pergi berjalan-jalan keluar dari Madinah? Gak pernah. Nabi tinggal di Madinah dan setelah wafat Nabi akan berada di kota Madinah untuk selama-lamanya.
(53:45) Pernah Nabi datang ke sini ke Rajak? Pernah Nabi datang? Terlalu hina orang yang mengatakan demikian. Biasanya ikhwatul Islam yang didatangi itu yang yang datang itu orang mulia didatangi atau mendatangi? Jawab baik-baik. Orang yang mulia itu biasanya didatangi atau mendatangi? Siapa yang paling mulia? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(54:08) Tiba-tiba ada yang mengatakan nabi ke sini. Nabi yang datang. Bukankah itu penghinaan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam? Menghina Nabi namanya. Kalau kita cinta kepada Nabi, datang ke sana. Bukan Nabi yang disuruh datang ke sini. Kami pernah dulu datang mendengar Nabi datang ke Rojak ya gak ya? Atau ke Sumatera ada.
(54:32) Ingat itu ikhwatul Islam. Seolah-olah kita mengatakan Nabi sallallahu alaihi wasallam berada di sini datang ke sini Nabi datang ke sini Nabi datang ke sini menghina Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan cara yang mereka tidak sadar. Menghina Nabi namanya.
(54:50) Apakah sehina itu Nabi sallallahu alaihi wasallam? Sehingga Nabi datang ke sini, datang ke sana, datang ke sini, datang ke sini. Lelah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau ingin bertemu dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan berziarah kebkuburan Nabi sallallahu alaihi wasallam, datang ke kota Madinah. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam pernah mengatakan sebuah kalimat janji Nabi. Kalla wallah inni abdullahi waasuluh.
(55:15) Hajuikumartuallahi waikumahya mahyakumukum. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kepada penduduk Madinah? Kalallah. Demi Allah aku adalah hamba Allah, utusan Allah. Aku hijrah karena Allah dan hijrah kepada kalian wahai penduduk Madinah. Almahya mahyakum wal mamatu mamatukum. Hidupku hidupku. Hidupku adalah hidup kalian. Wafatku adalah bersama kalian.
(55:44) Maknanya aku akan hidup selama-lamanya bersama kalian dan aku akan wafat di sini untuk selama-lamanya. Janji Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nah, induknya di sana berarti yang paling banyak adalah di selesai. Kemudian ikhwat Islam di Madinah secara umum ada beberapa keluarga, ada minimal tujuh keluarga ini mohon maaf ya pada tahun 1403 Hijriah maka semua yang mengatakan ada hubungan nasab dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam harus diuji secara keduniaan. Harus diuji secara keduniaan.
(56:24) Apa contohnya? dites bukan untuk meragukan bukan tapi supaya negara bisa bertanggung jawab karena mereka keluarga Nabi dimuliakan oleh Allah azza waalla wajib bagi kita untuk memuliakan dan di antara bentuk kita memuliakan tidak boleh mereka menerima sedekah kalau mereka tak boleh menerima sedekah kemudian mereka orang yang tidak berpunya dari mana mereka hidup maka negara yang bertanggung jawab makanya yang bertanggung jawab itu adalah negara. Sehingga mereka mengatakan, “Siapapun yang keluarga Nabi, supaya kami bisa memuliakan,
(57:01) supaya kita kaum muslimin bisa memuliakan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena dikala kita memuliakan keturunan Nabi, seolah kita memuliakan Nabi, tapi otomatis ada kerja sama. Kalau ada bukti yang jelas, selesai. Kalau tidak mau juga tidak masalah. Tapi supaya nanti kita mudah bertanggung jawab kepada keluarga Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(57:25) ” Makanya dari jalur Hasan yang paling banyak itu di Kota Madinah dan dari jalur Husein yang paling banyak itu di kota Thaif. Jelas ya? Baik, dari akhwat. Kita dahulukan pertanyaan dari akhwat ya. Ustaz, apakah jatah mabit dalam poligami yang kondisinya antara istri pertama dan istri kedua tinggalnya sekitar 20 menit? Sedangkan usaha suami ada di rumah ISPER, istri pertama dan ISPER punya anak satu.
(58:10) Isket ini istilahnya bagus bagus-bagus semua ya. Isket belum punya anak. Karena selama ini suami mabitnya harinya disamakan 3 hari 3 hari. Sedangkan Isper sebenarnya susah hidup jauh dengan suami. Sedangkan Iskat memilih di poligami karena alasannya enggak bisa yang harus hidup dengan suami 24 jam nonstop. Itu sebaiknya bagaimana? Tanya kepada suaminya.
(58:36) Saya kan enggak tahu jawabannya. Ada ISPED, ada isket, ada apa lagi? Istri ada istri pertama, istri kedua, istri ketiga. Tapi ikhwatul Islam, hukum Allah adalah hukum Allah Subhanahu wa taala. Poligami adalah hukum Allah azza waalla. Yang salah itu adalah orangnya. Yang salah itu adalah orangnya.
(58:59) Nah, keadilan dalam agama, adil itu bukan sama rata. Itu bukan adil namanya. Keadilan itu aladlu wadu fi mahallihi makihi. meletakkan sesuatu di tempatnya. Yang punya misalnya belanjanya, yang punya anak belanjanya lain, yang tak punya anak belanjanya lain, yang punya anak lima belanjanya lain, yang punya anak dua belanjanya lain. Artinya keadilan itu bukan sama rata.
(59:23) Keadilan itu meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dan kami tidak bisa menjawab panjang lebar karena kami belum mencobanya. Hah? Bab Ustaz Afwan, saya ibu peserta kajian ustaz yang mendapatkan hadiah buku di Masjid Salehhawa tadi malam. Apakah Ibu bisa minta buku tambahan? Karena ibu sudah niatkan untuk mengirim buku itu ke anak Ibu yang berada di Singapura. Ah, ambil semuanya nanti panitia cari ibu yang bertanya.
(1:00:06) Alhamdulillah di sana ada kajian sunah yang insyaallah sangat bermanfaat untuk kaum muslimin di sana. Mengingat buku-buku tulisan ustaz masih sulit didapatkan di sana. Ini panitia semua buku ini untuk ibu yang bertanya. Cari nanti sendiri ya. Baik. Pertanyaan terakhir ya.
(1:00:29) Kita sampai jam berapa? Masih kuat? Hah? Kasihan K pada yang berceramah yang berceramahnya tak kuat. Tapi kita lanjutkan. Tadi disampaikan bahwa keturunan Nabi sallallahu alaihi wasallam sudah wafat semua. Namun bagaimana dengan keturunan Nabi yang cucunya Hasan dan Husein? Apakah masih ada keturunan Nabi sallallahu alaihi wasallam sampai saat ini? Kita tidak menyebutkan keturunan Nabi wafat semuanya.
(1:00:55) Siapa yang mengatakan keturunan Nabi wafat semua? Saya tidak mengatakan yang demikian. Saya mengatakan bahwa keturunan Nabi dari jalur laki-laki itu semuanya sudah. Karena ikhwatul Islam ini secara logika keturunan Nabi itu sampai ada. Bahkan Imam Mahdi berasal dari keturunan keturunan Nabi itu ada. Hanya saja dari jalur laki-laki habis.
(1:01:17) Misalnya saya punya anak namanya Muhammad, saya namanya Ahmad. Anak saya namanya Muhammad. Anak saya ini menikah lahir anaknya Abdullah. Berarti Abdullah ini siapa namanya? Abdullah bin Muhammad bin Ahmad. Jelas. Saya punya Ahmad. Nama anak saya Zainab. Zainab ini menikah nama anaknya Abdullah. Abdullah binab. Suaminya Zainab. Suaminya Zainab. Gak ada istilahnya Abdullah binti Zainab.
(1:01:49) Gak ada ceritanya di dunia. Satu-satunya laki-laki yang dinasabkan kepada ibunya hanyalah Isa bnu Maryam. Agar kita tahu, bisa dipahami maknanya dari jalur laki-laki itu semuanya sudah meninggal. Sehingga tidak ada yang namanya bin bin Muhammad sallallahu alaihi wasallam. ujung-ujungnya bin Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam bin Hasyim bin Abdul Mana bin Qusay bin mana bin Muhammad sallallahu alaihi wasallam ada atau tidak habis. Tapi keturunan Nabi ada atau tidak? Banyak.
(1:02:34) Hanya saja dari jalur laki-laki sudah tidak ada. Itu saja keturunan Nabi banyak dan cucu Nabi yang terbaik nantinya di akhir zaman itulah yang dikenal dengan Imam Mahdi. Dan dia berasal dari keturunan Hasan. Dia namanya sama dengan nama Nabi, nama ayahnya sama dengan nama ayah Nabi. Dan ada beberapa sifatnya yang sama dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:02:58) Itulah cucu Nabi sallallahu alaihi wasallam. Berarti keturunan Nabi ada atau tidak? Tib. Ustaz mohon jelaskan hadis yang hadis tentang wanita budak hitam yang pernah ditemui oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wanita tersebut memiliki penyakit epilepsi.
(1:03:23) Apakah ada di zaman Nabi pernah menikahkan para janda dan mohon nasihatnya untuk ibu saya agar tidak bersedih jika ditolak lamarannya demi ikhwan karena alasan mempunyai penyakit tersebut. Barakallahu fikum ikhwatul Islam. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kesembuhan kepada siapapun di antara kita yang sakit. Allah berikan kelunasan kepada siapapun di antara kita yang berhutang. Allah subhanahu wa taala ampunkan dosa kita bersama. Dan semoga Allah berikan keberkahan dalam kehidupan kita.
(1:03:47) Bab ikhwatul Islam tentunya pernah ada di zaman Nabi sallallahu alaihi wasallam salah seorang wanita yang mengadu kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam dia punya penyakit. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Wahai Fulana, aku berikan kepadamu pilihan antara kamu bersabar. Kalau kamu bersabar untukmu surga.” Maka wanita tersebut mengatakan, “Iya ya Rasulullah, aku akan bersabar.
(1:04:11) ” Maka dari sinilah sebagian para ulama mengatakan bahwa berobat itu hukumnya adalah wajib atau rukun, berobat? Siapa mengatakan wajib? Angkat tangan. Apa dalilnya? Berobat itu tidak wajib. Berobat itu tidak wajib. Tapi dianjurkan. Maknanya kalau ada yang berobat silakan. Ada yang tidak berobat bisa jadi dia memilih sabar.
(1:04:42) Salah satu contohnya wanita ini. Jadi wanita ini Nabi sallallahu alaihi wasallam karena banyak para sahabat yang mengadu kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Salah satunya wanita ini dia datang kepada Nabi. Ya Rasulullah doakan diriku supaya sembuh. Maka Nabi mengatakan, “Kalau kamu sabar, falakil jannah, kamu masuk surga.” Pasti masuk surga.
(1:05:01) Makanya di antara orang yang paling banyak masuk surga itu adalah orang yang duafa, orang yang fuqara, masakin, orang-orang yang sakit, orang-orang yang itu adalah di antara mereka yang paling banyak masuk surga. Dan di antara salah satu yang menyebabkan seseorang masuk ke dalam neraka adalah ketika mereka tidak pernah sakit.
(1:05:23) Ada salah seorang sahabat atau ada salah seorang ketika Nabi sedang duduk, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Kalau ada di antara kalian yang ingin melihat laki-laki yang masuk ke dalam api neraka, lihat orang ini.” Tiba-tiba datang seseorang yang kekar, kuat, bugar.
(1:05:41) Kemudian para sahabat heran, kenapa dia disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam masuk neraka? Dicari, ditelusuri, dipelajari, ternyata dia tidak pernah sakit. Maka kalau ingin masuk surga, sakit-sakitanlah. Artinya sakit itu adalah di antara salah satu cara memudahkan kita masuk surga. Tapi bagaimanapun kita tetap harus sehat. Sakit itu jangan dicari.
(1:06:06) Tapi kalau sakit sudah datang, jangan lari. Karena sakit itu, ikhwatul Islam, salah satunya hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jikalau wanita ini datang, in sabarti falakil jannah. Kalau kamu sabar untukmu surga, maka wanita ini mengatakan, “Ya Rasulullah, aku bersabar tapi doakan diriku supaya tertutup auratnya seperti ini, seperti ini.” Dia penduduk surga.
(1:06:30) Nah, kemudian kalau ada di antara kita misalnya yang demikian keadaannya, semoga Allah Subhanahu wa taala mudahkan langkahnya masuk ke dalam surga. Bagaimanapun, Ikhwatul Islam, urusan kita adalah dengan Allah Subhanahu wa taala. penyakit, kesulitan, apapun namanya kita punya Rabbul Izzati wal jalalah.
(1:06:49) Minta kepada Allah dengan sebuah kalimat yang sangat indah. Allahumma inni asfa quwwati waqillahilati wa hawani alanas ya arhamarahimin. Allahumma antabi antabul mustadafin antabiqiluni ila baidin yatajahamuni wain malakathu amriam yakun bika alabun fala ubali atau juga dengan doa yang boleh kita ucapkan Allahumma inni abduk wnu abdik wnu amatikati biyadik hukmuk asaluka bihiz atau juga dengan doa yang lain Allahumakalamduakalir ahlaka qirum
(1:08:04) Siapa yang hafal? Itu adalah kalimat curhat kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalimat curhat namanya. Dan semua kita mesti curhat kepada Allah subhanahu wa taala. Dan bahasa yang paling ringkas dalam kalimat curhat kepada sang pencipta adalah kalimat yang dibaca oleh Nabi Yaakub. Inama asi wa husniallah.
(1:08:32) Itu adalah kalimat yang tersingkat dan kalimat Nabi juga terindah. Allahumma inni asilatiw. Kadang-kadang ikhwatul Islam kita perlu belajar curhat kepada Allah Subhanahu wa taala dengan kalimat-kalimat yang terindah. Kita pandai curhat kepada manusia tapi kita tak pandai curhat kepada Rabbul Jalalah.
(1:08:55) Rabb yang memudahkan urusan kita, Rabb yang melancarkan perkara kita. Rabb yang mengabulkan doa dan permintaan kita. Kita kurang pandai di sana. Kalau kita ingin curhat kepada Allah, lakukan Nabi juga curhat kepada Allah azza waalla. Dan di antara kalimat yang paling singkat adalah kalimat innama asqui wa huzni.
(1:09:19) Allah sangat suka kepada hamba yang curhat kepadanya dengan bahasa-bahasa yang indah. Dan tidak ada bahasa yang indah kecuali bahasa yang diajarkan oleh Allah dan juga bahasa yang disebutkan oleh baginda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau dengan bahasa kita curhat kepada Allah, curhat kita ke mana-mana tidak terarah. Maka berusahalah latihan curhat kepada Allah. Ketahui maknanya. Dan salah satunya tiga doa yang tadi kita sebutkan.
(1:09:45) Sudah hafal? Sudah hafal atau belum? Terus kalau belum dihafal kenapa tidak dicatat? Imam Bukhari semua ya. Tib nanti cari ya. Ikhwatul Islam, saudara kaum muslimin, para tetamu Allah rahimani warahimakumullah. Ee sebelum kita membaca atau yang di sini masih ada yang bertanya taip? Sila yang kami ketahui itu cuman satu yang gadis Aisyah. Sementara yang lainnya itu janda termasuk Ibunda Khadijah.
(1:10:26) Apakah ada anak tiri dari Rasulullah, Ustaz? Kalaupun ada, apakah mereka masuk Ahlul Bait? Sekakir. Masalah Ahlul Bait itu ikhwat Islam pertanyaannya Nabi sallallahu alaihi wasallam menikah dengan yang sebelumnya pernah menikah. Apakah Nabi sallallahu alaihi wasallam menikah dengan orang yang tadi sudah menikah? Berarti Nabi sallallahu alaihi wasallam punya anak tiri.
(1:11:02) Nabi punya anak tiri atau tidak? Punya anak tiri atau tidak? Dari mana? Ummu Salamah. Dari Ummu Salamah. Ummu Salamah. Ummu Salamah ini disebutkan ikhwatul Islam ada yang menyebutkan anaknya ada tiga atau empat. Sehingga di kala Nabi sallallahu alaihi wasallam meminangnya maka Nabi mengatakan atau dia bertanya, “Ya Rasulullah, aku punya anak dan keturunan.
(1:11:28) khawatir aku nanti tidak bisa mengurus dirimu. Kemudian aku adalah wanita yang pencemburu. Maka apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Kecemburuanmu akan dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala dan anakmu adalah anakku. Anakmu adalah anakku. Tapi bagaimanapun nasabnya sampai kepada Nabi atau tidak? Berarti dia ahlul bait atau tidak? Ahlul bait atau tidak? Hanya saja masalah tanggung jawab adalah atas nama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Walau bukan Ahlul Bait, tapi mereka adalah keluarga Nabi.
(1:12:00) Bisa dipahami? Mereka hidup dengan Nabi. Ibu mereka adalah istri Nabi. Kalau sekiranya mereka tidak ada hubungan dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam, tapi mereka satu rumah dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Atau kalau tidak ada satu rumah dengan Nabi, mereka adalah sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam radhiallahu taala anhum ajmain.
(1:12:18) Jadi cara dekat dengan Nabi itu banyak. Kalau tidak dengan Ahlul Bait, dengan nasab, maka dengan kemuliaan. Kalau tidak dengan kemuliaan, dengan ketakwaan. Orang-orang yang mencontoh Nabi sallallahu alaihi wasallam berarti merekalah sesungguhnya yang ingin bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(1:12:38) Bukankah ada ini kita tutup dengan pertanyaan terakhir ini ya, salah satu kisah yang mungkin sebagian kaum muslimin pernah mendengarnya. Datang tiba-tiba salah seorang Arab Badwi. Apabila orang Badwi datang, itu salah satu yang ditunggu-tunggu oleh para sahabat.
(1:12:54) Ketika orang Arab ini datang atau Arab Badu ini datang, orang pedalaman datang, tiba-tiba lia langsung bertanya kepada Nabi, “Mata saah?” “Ya Rasulullah, kapan terjadi hari kiamat?” Tanpa mukadimah kapan kiamat? Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam tentunya urusan ini bukan urusan Nabi dan Nabi tidak tahu. Karena urusan hari kiamat adalah urusan yang disandarkan kepada Allah azza waalla. Nabi hanya memberitahukan kepada kita sifat dan ciri-cirinya.
(1:13:18) Dan itu pun belum tentu terjadi hari kiamat. Karena ketika Nabi menyebutkan ciri-cirinya di antara salah satunya manusia berlomba-lomba membangun bangunan yang tinggi. Berarti kalau kita lihat bangunan yang tinggi ini kiamat ini tidak demikian keadaannya. Nabi hanya menyebutkan sifatnya kapannya. Allahuam.
(1:13:38) Sehingga Nabi sallallahu alaihi wasallam tidak membahas tentang masalah kiamat. Tapi Nabi lebih fokus kepada bertanya aaha? Wahai Fulan, gak usah kamu bertanya kapan terjadi hari kiamat? Pertanyaannya, kalau kiamat itu terjadi, apa persiapanmu? Karena kiamat itu, Ikhwatul Islam ada dua.
(1:14:02) Yang pertama kiamat yang kita kenal dengan hari kiamat. Yang kedua, siapapun yang meninggal berarti dia sudah kiamat. Man faqat qiamatu. Barang siapa yang wafat, yang meninggal sudah kiamat untuknya. Walau belum terjadi hari kiamat, tapi dia sudah kiamat.Quhu. Sehingga pertanyaan yang lebih pantas diajukan kepada orang tersebut,ha? Apa yang kamu persiapkan kalau kiamat itu terjadi? Maka oleh karena itulah orang tersebut mengatakan la tidak ada. Maknanya tidak ada amalan yang khusus.
(1:14:40) Salat biasa, puasa biasa, zakat yang wajib-wajib saja, tidak ada amalan yang khusus. Kemudian di ujung pembicaraan dia pun mengatakan, “Tapi aku sangat mencintaimu, ya Rasulullah dengan bukti, fakta, realita.” Kemudian di saat itulah Nabi mengatakan sebuah kalimat yang membuat semua para sahabat berbahagia semenjak mereka masuk Islam.
(1:15:05) Dan siapapun yang mendengarkan hadis ini, mereka pasti berbahagia. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan setelah mendengarkan orang ini berbicara, almaru maan ahabba. Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dia cintai. Anas bin Malik radhiallahu taala anhu mengatakan, “Ma farihna, kami tidak pernah merasakan kebahagiaan yang luar biasa selain daripada Nabi mengatakan hadis ini.” Kemudian Anas mengatakan, “Saksikanlah wahai semuanya.
(1:15:37) Aku bersaksi aku cinta kepada Nabi. Aku cinta kepada Abu Bakar Assiddiq, aku cinta kepada Umar.” Walau aku tidak sanggup melakukan apa yang mereka lakukan. Dan kita semuanya juga bersaksi. Semua kaum muslimin bersaksi. Saksikanlah kita cinta kepada Nabi. Kita cinta kepada Abu Bakar Assiddiq, kepada Umar, kepada Utsman, kepada Ali, kepada Anas, kepada Abdullah bin Abbas, kepada semua sahabat.
(1:16:08) Walau kita tidak melakukan seperti yang mereka lakukan, tapi kita berharap agar kita dikumpulkan bersama orang-orang yang dimasukkan oleh Allah ke dalam surga. Kalau kaum mukminin saja seperti itu keadaannya, bagaimana mereka yang hidup dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ikhwatul Islam, saudara kaum muslimin, kaum musliman, ikhwani, akhwati rahimani warahimakumullah. Sampai di sini pembahasan yang bisa kami jelaskan.
(1:16:26) Yang benar dari Allah Subhanahu wa taala, yang salah dari diri kami pribadi karena kurangnya ilmu kami, karena kebodohan, karena kejahilan, karena ketidaktahuan kami. Kami mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah, kalimat yang kurang tepat, bahasa yang kurang bagus, atau pertanyaan yang belum dibaca kami mohon dimaafkan.
(1:16:44) Dan semoga perkumpulan kita ini adalah perkumpulan yang bisa menyebabkan dosa kita diampunkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Perkumpulan yang bisa menurunkan keberkahan dalam kehidupan, keberkahan dalam usaha, keberkahan dalam keluarga. Dan sebagaimana Allah kumpulkan kita di rumahnya di dunia, semoga Allah kumpulkan kita bersama di dalam surga. Amin. Amin ya rabbal alamin.
(1:17:02) Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik. Wasallillahumma wasallim ala nabina w habibina w khilina wa sayidina muhammadin waa alibi wasallam tasliman kir alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhikumsalam RJA TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam.
Leave a Reply