Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, M.A. – Sepuluh Sebab Kelapangan Dada

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, M.A. – Sepuluh Sebab Kelapangan Dada – YouTube

Transcript:
(00:00) Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba’d. Ikhwat al islam rahimani warahimakumullah. Sahabat Roja, pemirsa, dan juga pendengar di Roja di manaun saat ini Anda bisa menyimak siaran kami. Kita memuji seraya bersyukur pada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan yang begitu banyak, khususnya waktu yang luang serta kesehatan dan keinginan untuk kita bisa duduk kembali mengambil ilmu dan pelajaran. Insyaallah akan disampaikan
(00:45) oleh guru kita Ustaz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA. Hafidahullahu taala. Langsung kajian ini kami hadirkan dari studio Mini di Kota Batam. Selawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan serta tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk keluarganya, untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti.
(01:14) Dan ikhwat al islam rahimani warahimakumullah. Menurut informasi yang kami peroleh dari rekan kami di Kota Batam, insyaallah kita akan awali di detik ini, di menit ini untuk menghadirkan kajian dari pembahasan kitab yang baru, kitab Asratul Asbabin Lin Syirah Sodri, yaitu 10 sebab yang dapat melapar melapangkan dada.
(01:40) Seperti apaan? Bagaimana ulasan atau kupasan kitab ini? Kita akan simak dari Ustaz Abu Fairuz Ahmad Ritwan, Lc. MA hafidahullahu taala sesaat lagi dan kami ingatkan untuk anim bertanya silakan di 0218236543. Selanjutnya kepada Ustaz kami persilakan. Falyatafadal maskuran ya ustaz. Jazakallah khairan. Bismillahirrahmanirrahim.
(02:07) Alhamdulillahiabbil alamin wal aqibatu lil muttaqin fala udwana illa alimin. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah al malikul haqqul mubin wa asyhadu anna muhammadan abduhu abduhu wa rasuluhu shodiqul wahdil amin. Amma ba’du. Para pemerhati Raja, para pecinta Raja TV dan para pecinta radio Raja di mana pun Anda berada.
(02:32) Alhamdulillah, senang sekali hari ini kita dapat kembali dipertemukan Allah Subhanahu wa taala pada kajian kitab yang insyaallah pada hari ini kita akan mulaikan membahas kitab kecil ya yang ditulis oleh Syekh Abdur Razak. Syekh Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Alabbad Al Badr. Semoga Allah menjaga keduanya.
(02:59) Yang mana asalnya kitab ini adalah merupakan ceramah beliau di bulan Ramadan kemudian dibukukan yang berjudul Asyratu Asbabin Syirah Sadr. 10 sebab yang dapat melapangkan dada, melapangkan hati, melapangkan jiwa. Semoga insyaallah bermanfaat. Karena kitab yang kita bahas kitab Bahyatu qulubil abrar sudah selesai. Dalamnya ada 99 hadis. Pada pekan lampau kita telah bahas hadis yang terakhir 99. Maka kita akan masuk kepada pembahasan kitab kecil ini.
(03:29) Semoga bermanfaat. Walaupun kitabnya kecil tapi maknanya besar, maknanya dalam. Berkata Syekh Abdur Razq hafidahullah dalam mukadimahnya. Alhamdulillahi rabbil alamin wasalatu wassalamu ala asrofilyaai wa khatamil mursalin nabina Muhammadin al amin waa alihi wasbihi ajmain w hadihim yaumiddin.
(03:55) Segala puji hanyalah milik Allah rabbal alamin. Semoga selawat dan salam tercurah atas makhluk dan nabi yang paling mulia, penutup para nabi, yaitu Nabi kita Muhammad yang terpecaya kepada keluarganya, sahabatnya, dan keseluruhannya dan kepada siapa-siapa yang mengikuti jalan dan petunjuk beliau hingga hari kemudian. Amma ba’du. Fainn sirah sadri matlabun adzim.
(04:21) Berkata Syekh Abdul Razak, “Setelah itu bahwasanya hati yang lapang itu adalah yang dituntut dan dicari oleh setiap manusia.” Wa maqsidun jalil. Itulah tujuan hidup manusia. Wainnatun adzimatun min rbil alamin. Dan dia adalah merupakan pemberian daripada Allah Rabbul Alamin. Ya.
(04:45) Jadi hakikat yang kita cari dalam hidup dalam hidup ini adalah hati yang tenang, hati yang lapang, jiwa yang luas. tentram itu yang dicari manusia. Ya, dalam hidup ini orang ingin supaya senantiasa hidupnya lapang hatinya tenang, tentram. Karena kebahagiaan hakiki itu ada pada kebahagiaan hati, bukan pada kebahagiaan materi.
(05:10) Banyak orang-orang yang mungkin hidup bergelimang harta benda materi tapi tak bahagia. Karena Allah telah mentakdirkan bahwasanya kebahagiaan tidak berkaitan dengan harta benda, pangkat, dan jabatan, tapi berkaitan dengan kebahagiaan hati. Bagaimana supaya hati Anda bahagia? Bagaimana supaya hati Anda lapang, luas? Inilah pembahasannya. Berkata Syekh Abdul Razak, “Wal maqsudu binirahriahuhuinatuhu.
(05:36) ” Maksud daripada hati yang lapang adalah ketenangan hati, ketentramannya. Wazwalul almunagat. Hilang segala macam beban yang mengotori, yang mengeruhkan ketenangan tersebut. Jadi maksud daripada hati yang lapang adalah hati yang tenang, tentram dan hilang darinya segala macam yang dapat mengotori ya memperkeruh kebahagiaan hati tersebut. Wauuhu saidan fi hayatin karimatin thayibah.
(06:09) Bagaimana hati ini senantiasa bahagia, hidup dalam mulia ya dalam kemuliaan dan kebaikan. Jadi ini yang dimaksudkan dengan lapangnya dada atau lapangan jiwa atau lapangannya hati. Ya, apa guna bilamana harta benda banyak tapi hati sempit, hidup tak bahagia, senantiasa dilanda kemelut, dilanda perhara, dilanda kesedihan, kegalauan, ketakutan, kekhawatiran, apa guna ya seluruhnya itu bila tak diiringin dengan hati yang bahagia.
(06:47) Tetapi siapa yang bahagia, hatinya tenang tentram, boleh jadi tak memiliki banyak harta benda, tapi dia bahagia. Kita lihat sejarah para nabi, para rasul, mereka adalah orang-orang yang tidak bergelimang harta. Kita kenal hanya sebagian rasul yang diberikan banyak harta, kekayaan sebagaimana Sulaiman dan Daud menjadi raja. Kebanyakan para nabi penggembala kambing.
(07:05) Ya, lihatlah bagaimana Allah tidak berikan kekayaan kepada Musa sebagaimana yang dimiliki kepada yang dimiliki oleh Firaun dan Qarun. Tapi manakah di antara mereka yang lebih bahagia? Jawabannya adalah Musa Alaih Salam. Musa dan Harun lebih mulia, lebih bahagia, lebih lapang dadanya dibandingkan Firaun yang sempit hatinya.
(07:27) Qarun yang sempit dadanya, sesak dadanya. Berkata Syekh Abdul Raz, “Bilamana Allah berikan kepada hamba keberuntungan ini berupa kelapangan jiwa ini, di mana Allah meluaskan jiwanya, dadanya, amahkan urusannya.” Maka akan terwujudlah bagi sang hamba segala macam bentuk kemaslahatannya, baik kemaslahatan dunianya maupun kemaslahatan agamanya.
(08:06) Ya, hati yang bahagia adalah hati yang bilamana dunianya selesai, tuntas, ya, kebesatan dunia terdapat ee tercapai dan demikian juga kemaslahatan agamanya. Ya, itulah orang bahagia. Dunianya Allah berikan dan makna Allah berikan dunia adalah apa yang mencukupinya. Bukan harus mewah, harus banyak harta. Iya. dunianya tercukupi ya terpuaskan, terpenuhi dan demikian juga yakni masalah agamanya. Inilah bagian daripada tujuan hidup.
(08:45) Tujuan hidup adalah bagaimana engkau Allah berikan kebaikan dunia dan akhirat. Kemaslahatan dunia, kemasatan agama. Ya sebag Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah dun. Ya Allah perbaikilah agama kami. Dialah pokok urusan kami dan perbaikilah dunia kami yang mana kami hidup padanya. Masyaallah.
(09:12) Dan inilah hakikat daripada yang disebut dengan kelapangan jiwa. Jika terwujud kemesatan dunia seorang hamba dan agamanya berarti inilah yang akan membuat jiwanya lapang, hatinya tentram ya tenang. Berkata Syekh Abdur Razq, wala maqsidahu ahfahu, dengan hal ini akan tercapailah tujuan hidupnya. Apa tujuan hidup orang? Mencari kebahagiaan.
(09:37) Bagaimana jalannya bahagia? Tergantung dengan apa yang dimilikinya berupa wawasan. Sebagian orang menganggap harta itu yang membuat bahagia. Sebagian menganggap jabatan itu yang membuat bahagia. Sebagian menganggap wanita itu membuat bahagia. Masing-masing punya persepsi tentang bahagia.
(09:56) Tapi apa yang dianggap bahagia itu takkan menjadi menjadi bahagia. Sedikit juga pun bilamana merusak dunia dan agama. Subhanallah. Berapa banyak orang rusak kebahagiaannya gara-gara faktor dunianya. Ya, ketika miskin, fakir masih sanggup dia beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Istiqamah. Manakala kaya hilanglah ibadahnya. Lupa bahagia, lupa kebahagiaan agama. Subhanallah. Rusak hidupnya.
(10:25) Berarti terkadang ya hal ini menjadi petaka. Terkadang bagi sebagian orang apa yang mereka anggap kebahagiaan berupa harta benda bahkan menjadi sebab petaka bagi mereka. Allahu Akbar. Maka di antara tanda-tanda kebahagiaan yang akan diraih oleh hati seseorang manakala dia mudah beribadah menyembah Allah Subhanahu wa taala taat.
(10:50) Mudah baginya melakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala. itu kebahagiaan itu yang membuat jiwa menjadi lapangi. Dia dapat melakukan segala macam perkara-perkara yang mendatangkan kemasatan baginya. Bahkan mudah baginya untuk mendidik anak-anaknya. In kebahagiaan efek daripada kebahagiaan jiwa. Semuanya tertata terapi.
(11:19) Dunianya aman, agamanya aman, keluarganya pun aman. Iya. Semuanya akan membuat dia bahagia. Karena sebagian manusia akan rusak kebahagiaannya gara-gara dunianya, hartanya, pangkatnya, jabatannya, gara-gara anaknya, gara-gara istrinya. Subhanallah. Mereka yang membuat hatinya menjadi sempit.
(11:42) Hal-hal itu membuat hati mereka menjadi sempit, terjepit, meranah, merintih. Bahkan sebagian mereka mengalami depresi, sebagian mereka mengalami ya gangguan kejiwaan. Bahkan ada yang nauzubillah minzalik mati bunuh diri gara-gara kecewa, hati sempit. Subhanallah ya. Kecewa dengan pasangan yang selingkuh, bunuh diri misalnya, nauzubillah minzalik. Kecewa dengan anak-anaknya, kecewa dengan usahanya dan seterusnya.
(12:08) Berkata Syekh Abdul Razq, “Nun bilamana hati itu menjadi sempit atau dada menjadi sempit, maka banyak daripada ya urusan-urusan manusia itu akan terbengkalai. Hati yang sempit enggak bisa melakukan apapun aktivitas dengan baik dan nyaman. Jangankan hati yang sempit bilamana kau berkelahi dengan istrimu di rumah, kau pergi ke perusahaan.
(12:40) Ketika itu kau tak nyaman di pekerjaanmu, di perusahaanmu. Mengapa? Karena terganggu kebahagiaanmu di rumah. Ya, konflik antara seorang suami dengan istrinya, dengan anaknya itu akan membuat sempit dadanya, tak nyaman hidupnya, tak nyaman kerjanya. Allahu Akbar.
(13:01) Kadang-kadang ya gara-gara konflik di rumah, rumah tangga konflik sampai di perusahaan dimarahin ya dimarahin anggota-anggotanya mungkin dibentak mungkin ada ini pecatnya efek daripada tak selesai masalahnya di dunia di dunia rumah tangganya di rumahnya sana. Subhanallah. Jadi kata beliau bilamana hati menyempit banyak kemaslahatan itu tidak akan tercapai terbengkalai semuanya hati yang sempit membuat orang tak mampu beramal kadang-kadang murung sedih sehingga akhirnya tak mau dia kerja kenapa tak bisa kerja mengapa tak bisa kerja tak fokus tak konsen mengapa demikian sempit artinya mengapa sempit
(13:44) iya tadi yang kita bahas sampai gara-gara harta, gara-gara kedudukan, gara-gara wanita, gara-gara keluarga ya. Fala qudrat lahu ala amalin wahu fiuji abwabil birri. Dan dia tak punya sama sekali semangat untuk melakukan segala macam pintu-pintu, memasuki segala macam pintu-pintu kebaikan. hidupnya berpindah daripada satu kegalauan kepada kegalauan yang lain.
(14:16) Inilah buah daripada hati yang sempit. Allahu Akbar. Tergila-gila dengan seorang wanita sebelum dapat galau. Iya. Setengah mati galaunya gara-gara tergila-gila dengan seorang wanita. Nanti kalau yang sudah dapat juga galau. Belum dapat galau khawatir jangan-jangan tak dapat. Jangan-jangan dia diselip orang.
(14:39) Jangan-jangan yang dia inginkan itu diambil oleh orang. Ya, nanti setelah dapat juga galau. Khawatir jangan-jangan yang dapat ini lepas daripadanya. Khawatir nanti sang istri yang dicintainya berselingkuh. Sang istri yang dicintainya meninggalkan dirinya berkhianat. Sebelum dapat galau, setelah dapat pun galau. Iya.
(15:04) khawatir nanti jangan-jangan sang istri ya dibawa laki-laki lain. Kalau andai kata istrinya pun ternyata berselingkuh yadan billah istrinya meninggalkannya maka bertambah lagi kegalauan. Galau sebelum mendapat, galau ketika dapat galau ketika lepas itulah dunia. Setelah mati tergila-gila dengan jabatan sebelum dapat dianggapnya itulah kebahagiaannya.
(15:28) Setelah dapat jabatan, setengah mati mempertahankannya. Semua orang dicurigainya. Semua orang dianggapnya berpotensi akan mengambil jabatan kekuasaannya. Galaah dia dalam masa jabatannya. Khawatir belum sampai masanya dia akan diturunkan oleh orang sebelum ee mendapatkan galau. Setelah dapat pun galau mempertahankannya.
(15:52) Manakala diturunkan orang, dilengserkan orang, dijatuhkan orang, difitnah orang, akhirnya dia pun semakin bertambah kegalauannya. Inilah kegalauan dunia. Subhanallah. Ya, ini efek daripada hati yang sempit ya. Yang membuat hati sempit adalah dunia dengan segala macam gemerlapnya. Yang berti menjadi tenal tetap adalah taat kepada Allah, ibadah kepada Allah, mencintai Allah subhanahu wa taala.
(16:22) Berkata Syekh Abdul Razak, hati yang lapang adalah merupakan faktor terbesar yang dapat membantu seorang hamba. untuk mewujudkan segala macam mimpi-mimpinya, cita-citanya, tujuannya untuk memperoleh segala macam kemaslahatan-kemaslahatannya. Orang tak akan mencapai tujuannya yang hakiki, kebahagiaannya, targetnya bilamana dalam kondisi hati yang galau, hati yang sempit.
(16:53) Tak mungkin sampai ke cita-citanya, tujuannya, bahkan melenceng daripada itu. Kemudian sebagian orang gara-gara gagal meray cita-citanya, sempit dadanya, akhirnya menjadi gila. Banyak orang-orang depresi, orang-orang gila semua tak senang hatinya, tak tentram menerima takdir Allah Subhanahu wa taala, tak sanggup menerima ketentuan takdir, akhirnya gila dia, depresi, sempit dadanya dan ini masalah dalam hidup. Semakin ke depan semakin banyak bertambah ODGJODGJ baru. Allahu Akbar.
(17:19) Mengapa demikian? Hati yang sempit, jiwa yang sempit. Amarallahu nabi Musa alaihamun. Karena itulah manakala Allah mengutus nabinya Musa alaihi salam agar berangkat mendakwahi Firaun. Ya dawatihi magbatihi. Allah perintahkan Musa mendatangi Firaun untuk mendakwahkannya. Iya. Agar Firaun berhenti waspada dengan sebab kejahatannya boleh saja Allah timpakan kepadanya malap petaka.
(18:00) Tawajah Musa alaih salam ilallahi biddua. Ketika itu Musa ya bermunajat kepada Allah, meminta kepada Allah, berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Dia akan menghadapi orang yang paling dahsyat kezalimannya di seluruh alam semesta. Firaun. Musa khawatir dengan dirinya ketika mendakwahi Firaun yang zalim yang melampaui batas sehingga Musa berdoa.
(18:26) Apa inti doa Musa Alaih Salam? Di mana Musa berdoa, “Rabbisrohli sodri waassirli amri.” Ya Allah israhli sadri. Ya Allah lapangkanlah dadaku ini waassirli amri. Ya Allah, mudahkanlah urusanku ini. Karena segala macam bentuk urusan yang mudah itu dapat tercapai bilamana dak ada lapang, dak ada sempit, tak ada urusan mudah, semua menjadi payah, sulit.
(18:54) Sebagaimana tadi kita bahas, kalau dadamu sempit, engkau dalam kegalauan, engkau dalam kebimbangan. Ya, engkau lagi konflik, hatimu sempit dengan berbagai macam perangai. orang-orang sekitarmu, pekerja-pekerjamu ya hatimu membatin, pekerjamu berkhianat, tak amanah, hatimu menjadi sempit dengannya.
(19:15) Meski kau bos yang paling tinggi, ya. Engkau pemilik perusahaan, kau manajer, tapi bilamana kau lihat banyak sekali masalah-masalah buat sempit hatimu. Nam maka hati yang sempit akan menghalangi orang untuk sukses. Orang sukses adalah orang yang hatinya lapang. Karena itulah agar sukses dakwah Musa Alaih Salam.
(19:41) Musa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Rbisrohli sadri. Ya Allah lapangkanlah dadaku iniirli amri agar bilamana dadaku lapang akan menjadi mudah urusanku. Rbisrohli sadriassirli amri wahlul uqdatan lisani. Allah mudahkanlah lisanku ini. Hilangkanlah kesulitan lisanku ini menyampaikan pesan-pesanmu.
(20:06) Yaqahu qui agar mereka dengan mudah memahami perkataanku. Inilah doa Nabi Musa Alaih Salam. Jemaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Berkata Syekh Abdul Razq hafidahullahu alahiasulihi. Allah Subhanahu wa taala berfirman ketika mengingatkan atas nikmat limpahan yang dia limpahkan kepada hambanya dan rasulnya Muhammad wa Mustofahu yang dia pilih sallallahu alaihi wasallam.
(20:35) Berkata Allah kepada nabinya alam nasroaka. Bukankah kami telah lapangkan bagimu wahai Muhammad dadamu. Allahu Akbar. Alam nasroak. Bukankah kami telah lapangkan dadamu? Ya, kami ringankan bebanmu, kami hapuskan dosa-dosamu. Ini menunjukkan bahwasanya betapa besar efek daripada kelapangan dada, ketenangan jiwa, ketentraman hati, efeknya sangat besar untuk meraih kebahagiaan seseorang dalam hidup ini.
(21:08) Hidup di dunia maupun kehidupan di akhirat. Berkata Syekh Abdul Razak, fahi minhatun ilahiyatun. Inilah pemberian Ilahi waat rabbaniah. Pemberian rabb rabbul alamin manallahu azzaalla alaihi biha. Ya Allah telah berikan kepada nabi kita yang mulia sallallahu alaihi wasallam. Apa yang diberikan Allah? Nikmat besar berupa kelapangan jiwa, keluasan hati ya keluasan dada. Ini nikmat besar.
(21:41) Untuk apa? Bilangan engkau bergelimang dengan kekayaan tapi hatimu sempit. hatimu sekalipun dengan rasa gelisah, rasa marah, dongkol kepada orang-orang sekitarmu. Untuk apa semuanya itu? Allahu Akbar. Iya. Yang membuat sebagian orang cepat naik darah, cepat stres, marah-marah. Mana kebahagian hidup diperoleh? Berkata Syekh Abdul Razak rahimah hafidahullah, inilah pemberian daripada Allah Subhanahu wa taala.
(22:14) pemberian ilahi ya di mana Allah melapangkan dada nabi yang mulia sallallahu alaihi wasallam asbabil hud kelapangan jiwa itu adalah merupakan sebab terbesar daripada yakni sebab dengannya seseorang meraih petunjuk min asbabal sebaliknya ketika dada disempitkan itulah merupakan sebab terbesar yang menggiring seorang tersesat orang yang sempit artinya bekerja pun sulit. Akhirnya kerjaannya berantakan. Subhanallah. Tersat dalam pekerjaan.
(22:45) Kenapa lagi masalah? Lagi sempit jiwanya. Ya, sebagaimana saya katakan tadi, orang jika sudah bermasalah di rumahnya, ketika keluar dari rumahnya maka akan terganggu dia. Pemikirannya terganggu. Subhanallah. Pusing kepalanya. Pergi ke kerjaan, istri berselingkuh, istri lari entah ke mana. Gak bisa dia kerja dengan baik. Subhanallah. Sempit jiwanya.
(23:09) Ya, maagi ke pekerjaannya, anaknya semuanya terlibat dengan jaringan narkoba, mengkonsumsi narkoba atau menjual narkoba, dia akan dipanggil oleh yang berwajib membuat sempit jiwanya. Tak ada lagi kelapangan jiwa. Subhanallah. Maka seseorang yang memiliki jiwa yang sempit, dia akan senantiasa dalam kesulitan.
(23:37) Ya, jiwa yang sempit membuat seorang itu disempitkan Allah jiwanya membuat dia akan tergelincir kepada kesesatan. Sebagaimana kelapangan jiwa merupakan sebesar-besar nikmat kebalikannya kesempitan jiwa adalah merupakan sedahsyat-dahsyatnya penderitaan. Pemisa yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala.
(24:08) Berkata Syekh Abdul Razq, wkinim, takkan pernah kita meraih yakni cita-cita yang tinggi ini, tujuan yang paling utama ini. Tak akan mungkin hatimu akan menjadi bahagia, tercapai kebahagiaan hatimu, kelapangan jiwamu, kecuali bilamana engkau benar-benar peduli dengan agama ini. Bilamana engkau benar-benar mengerjakan segala macam perintah-perintah agama ini, itu itulah jalan kebahagiaan dan kelapangan jiwa. Fakullama kanal abdu ahr al istiqamatihi.
(24:46) Bilamana hamba ya berupaya untuk dapat istiqamah alin menjalankan prinsip-prinsip agama ini komitmen dengannya dengan segala macam perintah-perintah agama syariat dalam agama ini apalah hasilnyau sekuat apa, seluas apa seteguh apa di perpegang dengan agama ini. Seluas itu dia dapatkan kebahagiaan. Seteguh itu dia akan bercokol padanya kebahagiaan. Subhanallah.
(25:23) Semua kebahagiaan itu terpulang kepada bagaimana engkau hidup dalam dunia ini dengan Allah tabaraka wa taala. Bilamana hidupmu kau jadikan tujuannya adalah untuk beribadah kepada Allah, menggapai ridanya, mencari keridaannya, maka engkau akan bahagia.
(25:43) Sekuat apa engkau mencari keridaan Allah Subhanahu wa taala, sekuat apa engkau beribadah dengan benar. Maka seperti itulah kebahagiaan, kerosakan. Semakin meluas pulalah jiwamu. Karena itulah orang yang paling yang paling luas jiwanya secara mutlak adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Orang yang paling bahagia dari seluruh jagad raya ini adalah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(26:02) Dia yang paling bahagia. Subhanallah. Walaupun beliau meninggal, masih ada tergadai baju besi beliau yang di yang tergadai di rumah salah seorang Yahudi karena Nabi meminjam makanan daripada mereka. Tapi Nabi adalah orang yang paling bahagia. Subhanallah. Ya. Berkata Syekh Abdul Razq, “Wali yumkin jam albab muati.
(26:31) ” Oleh karena itulah mungkin kalau kita mau simpulkan, mau kita ringkas segala sebab-sebab yang menggiring seorang kepada bahagia dan lapangnya dada adalah biamrah ini dua perkara yataratabu ahad yang mana dua perkara ini saling berkaitan satu sama lain harus terwujud antara kedua-duanya yang satu ada maka akan datanglah yang keduanya bila tak ada yang satu maka yang kedua pun tak akan terwujud pula apa dua hal ini amrul awal maka Perkara pertama ananir launalu illa bfiqillahi taala waatihi. Yang pertama hendaklah dipahami bersama
(27:13) bahwasanya hati yang luas itu, jiwa yang tentram itu, kalbu yang bahagia itu tidak akan pernah dapat diperoleh kecuali dengan sebab taufik Allah Subhanahu wa taala semata. Dengan anugerah dari Allah, dengan bantuan dari Allah Subhanahu wa taala. Karena segala kebaikan di tangan Allah alhairu fiada. Segala kebaikan itu ada pada kedua tanganmu ya Tuhan. Wasarisa ilaik.
(27:40) Keburukan tak dapat dinisbatkan kepadamu wahai Tuhan. Maka subhanallah inilah yang pertama bahwasanya seseorang itu jika ingin bahagia terpulang kepada Allah dan taufik daripadanya. Jika Allah ingin memberi taufik dia bahagia dia akan bahagia. Ya subhanallah. Jika Allah tentukan ini orang tak akan mendapat bahagia, dia tidak akan pernah bahagia. Iya. Maka bahagia adalah tafsir daripada Allah.
(28:04) Konsekuensinya hendaklah banyak minta kepada Allah agar diberikan kebahagiaan dalam hidupmu. Dengan mengamalkan apa-apa yang di perintahkan di situlah kau akan bahagia. Wal amani. Adapun poin kedua anil minnah. Pemberian ini pemberian berupa kelapangan jiwa, ketentraman hati ini walhibatu minallahta pemberian yang datang daripada Allah tidak akan pernah terwujud illa batihi kecuali bilamana engkau berada pada jalur taat kepada Allah wzumi syari kecuali bilamana kau komitmen dengan syariatnya. Jadi ada dua prinsipnya pertama bahagia itu adalah taufik daripada Allah.
(28:49) Ketenangan jiwa, ketentraman batin hati, semuanya itu terpulang kepada taufik Allah. Yang kedua, hal itu takkan pendapat kai kecuali dengan amah, dengan sebab upaya ikhtiar. Apa ikhtiarnya? Apa upayanya? Dengan berbuat taat kepada Allah, menjalankan perintah-perintah Allah, menjauhi larangan-larang Allah, konsekuen dengan syariatnya. Inilah rupanya sebab-sebab kebahagiaan.
(29:12) Allahu Akbar. Bilamana tak kau ambil sebab-sebab ini, engkau tidak akan pernah bahagia selama-lamanya. Kau akan menderita meski engkau berlimpah harta benda. Ya, tadi kita berikan contoh-contoh orang sengsara padahal punya segala-galanya. Firaun, Haman, Qarun, Namrud ini orang sukses. Subhanallah.
(29:36) Kadang kita lihat dalam kehidupan dunia ini ada saja orang-orang yang sukses karena dunianya menjadi bintang ternama. Satu dunia orang kenal dia, satu dunia orang memujannya, eh akhirnya matinya bunuh diri. Allahu Akbar. kelebihan dosis mengkonsumsi tidur ya macam-macam akhirnya matinya bunuh diri. Di manakah kebahagian terletak? Enggak ada.
(29:59) Subhanallah kecuali dalam jiwa bukan pada materi. Allahu Akbar. Jemaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Berkata Syekh Abdur Razzaq, fahil amran huma jimal maudu wa asasuhu. Kedua perkara inilah yang merupakan ya sebab yang akan dapat menjadi pondasi terwujudnya kebahagiaan itu. Ya. Apa dua sebab tadi? Pertama adalah taufik di tangan Allah Subhanahu wa taala. Dia yang memberikan kepada siapa yang kehendaki.
(30:32) Kebahagiaan, kelapangan jiwa. Yang kedua itu harus diperoleh dengan ikhtiar upaya. Apa upayanya? Melakukan apa yang Allah ridai apa cintai berupa amalan, amal saleh, ketaatan kepada Allah, menjauhi apa yang Allah benci, murkai, berupa maksiat, maksiat kepada Allah subhanahu wa taala. Hati-hati itu kata Syekh Abd di tangan Allah. Ybuhafasya.
(30:59) Manakala hati di tangan Allah, dia yang membolak-balikkannya sebagaimana dia kehendaki. Wahbirihi, maka namanya hati ini semuanya sesuai dengan apa yang Allah Subhanahu wa taala aturashirihi. Kepada apa Allah subhanahu wa taala ya taklukkan dia kepada kebaikanah apa kepada keburukanah. Famyaallahukan apa yang Allah kehendaki itu yang jadi.
(31:30) Wam yasya lam yakun. Apa yang tak dikehendakinya tak jadi. Jika dia berkehendak ini orangorang Allah beri baginya kelapangan jiwa, ketenangan hati dia akan memiliki itu. Pemberian daripada Allah. Subhanallah. Itu yang pertama. Dan kita harus ingat pemberian ini harus dengan upaya sebab ikhtiar hamba.
(31:48) Dia harus berusaha mencari keran Allah agar dia bahagia, beramal saleh, meninggalkan maksiat. Iya. Kama qala sallallahu alaihi wasallam. Kamaq kamaqala Allah subhanahu wa taala. Allah berfirman yang menjelaskan yang menjelaskan kepada kita bahwasanya ya ketenangan jiwa, ketentraman hati keluasan itu semua kembali kepada Allah.
(32:13) Di mana Allah berfirman, famay yuridillahu anyahdiahu yasroh sodrahu lil islam. Barang siapa Allah inginkan memberikan baginya petunjuk, Allah akan lapangkan dadanya untuk menerima Islam. Allahu Akbar. Bilamana ingin dadamu lapang, terimalah Islam dengan segala syariatnya. Kerjakan perintah-perintahnya, jauhi larangan-larangannya.
(32:41) Imani apa yang datang padanya, terima dengan hati yang tentram, yang lapang. Dengan itulah engkau akan Allah lapangkan hatimuan ya yillahu. Barang siapa yang Allah inginkan Allah akan membuat hatinya lapang dengan Islam. Ini menunjukkan kelapangan jiwa itu terpulang kepada kehendak Allah, keinginan Allah Subhanahu wa taala. Kebalikannya waman yudillah.
(33:00) Barang siapa Allah ingin menyesatkannya yajalqan Allah akan buat hatinya sempit. seolah-olah ingin dia keluar terbang ke langit karena sempitnya hatinya. Tak sanggup lagi dia di dunia hidup ingin terbang ke langit untuk melepaskan beban penat daripada hati yang sempit. Ini menunjukkan kepada kita sumber kesempitan hati yang pendahsyat adalah kekufuran kepada Allah Subhanahu wa taala. Jangan kau kira orang-orang kafir nyaman dengan kekufurannya.
(33:33) Takkan mungkin mustahil mereka dalam penderitaan yang begitu dahsyat. Kenapa? Karena mereka tak kenal siapa Tuhan yang menciptakan mereka. Tak pandai mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepada mereka. Karena mereka tersesat menyembah segala sesembahan yang bukan layak disembah karena bukan Tuhan-tuhan yang telah menciptakan mereka. Subhanallah.
(33:57) Tak ada yang lebih sempit daripada hati orang-orang kafir, hati orang munafik, hati orang-orang fasik. Mereka yang paling sempit hatinya yang kebingungan. di atas kebingungan. Tak tahu dia Tuhannya banyak. Tuhan mana yang mau car dia rida. Allahu Akbar. Mereka yang paling sengsara hidupnya. Kau tengoklah bagaimana dahsyatnya kesyirikan.
(34:16) Kau tengok bagaimana luar biasa manusia ketika Allah tutup akal sehatnya dalam bab akidah menjadi orang yang sebodoh-bodoh manusia. Ada yang menyembah sapi. Allahu Akbar. Ada yang menyembah tikus. Ada yang menyembah buaya. Ada yang menyembah gajah. Allahu Akbar. Kau lihatlah bagaimana manusia jatuh kepada tingkat terendah. Ya, lebih paham lagi hewan daripada dirinya. Karena hewan tahu Allah yang mencipta, mereka tak tahu.
(34:41) Subhanallah, alhamdulillahi nikmatil Islam. Maka orang-orang kafir ini bagaimana jiwanya akan menjadi lapang, sempit jiwanya. Kenapa? Sah alamat. Ketika dia ingin sukses, ingin jaya, datang misalnya kepada Tuhannya menyembah patung, menyembah batu-batu, menyembah kayu-kayu. Ada yang menyembah binatang. Subhanallah.
(35:01) Meruk kepada binatang. Nauzubillah minzalik. Dipijak-pijak binatang. Allahu Akbar. Tengok sebagian umat yang menjadikan Tuhannya sapi. Ya. Kau lihat bagaimana dia sujud kepada sapi. Kau lihat bagaimana orang sujud kepada orang lain. Subhanallah. Luar biasa. Sempit hati mereka. Bahkan sebagian orang-orang yang menisbatkan dirinya kepada Islam pun melakukan hal yang sama.
(35:26) sujud kepada orang dianggap alim, dianggap orang ini punya karamah, punya kesaktian. Ini adalah cucu ccitnya Nabi. Ini dari golongan keturunan Nabi. Sujud ke mereka. Nauzubillah minzalik. Sempit hati mereka terjajah ya terbelenggu dengan kebodohan menjadi hamba-hamba bagi manusia. Allahu Akbar. Sementara kita adalah hamba Allah Subhanahu wa taala.
(35:57) Allah juga berfirman dalam ayat lain menunjukkan bahwasanya terpulang segala macam bentuk kelapangan jiwa kepada kehendak Allah. Afamanahuil Islam. Apakah apakah dapat disamakan orang-orang yang Allah lapangkan jiwanya dengan Islam? Fahua nurinbih maka dia berada di atas cahaya daripada Tuhannya.
(36:23) Apakah sama dengan orang yang tidak mendapat cahaya daripada Tuhannya? yang disempitkan hatinya jawabannya takkan pernah sama minallah. Maka kelapangan jiwa itu tak akan pernah dapat diperoleh kecuali karena taufik Allah semata. Ya karena ini milik Allah hendaknyaaku. Setiap hamba memohon kepada Allah agar diberikan kelapangan jiwa ini berdoa kepada Allah pemilik hati-hati hamba, pemilik segala-galanya. Ya. Waqi syari wa wahihi.
(36:57) Maka hendaklah menuntut kebahagiaan ini, kelapangan jiwa, ketermah hati dengan menjalankan syariat-syariatnya, menjalankan wahyunya. Maka seanya setiap mukmin bersungguh-sungguh dalam berdoa kepada Allah benar-benar berupaya kembali kepada Allah Subhanahu wa taala agar Allah melapangkan jiwanya dadanya am agar Allah mudahkan urusannya wal akhir agar Allah menetapkan dia menjadi golongan hamba-hambanya yang bahagia. di dunia maupun di akhirat.
(37:40) Subhanallah. Berkata Syekh Abdul Razak, selepas itu hendaklah orang-orang beriman menambahkan dengan doa, mengikutinya dengan doa. Berusaha berusaha selalu kembali kepada Allah, memohon kepada Allah, meminta kepada Allah. Kemudian ditambah dengan asbab jalilah. Hendaklah dia juga mengambil sebab berusaha berikhtiar untuk meraih tujuan ini.
(38:13) Ya wal maqsadilim merupakan tujuan yang paling mulia ini. Dan amal saleh berkata Ibnu Qayyim rahimahullah rahmatan wasiatanqriqbiri naimanabanqan. Apa kata Ibnu Qayyim rahimahullah? Sesungguhnya kondisi hamba dalam kubur nanti, dalam alam kubur nanti, apakah kuburnya sempit, apakah kuburnya lapang, apakah dia bahagia dalam kuburnya? Apakah sengsara dalam kuburnya? Bagaimana sebagaimana kondisi hati manusia yang terdapat dalam dadanya.
(38:55) Nah, imanaban ya. Segala sesuatu itu terpulang kepada kondisi hati seorang dalam dalam dadanya. Iya. Baik berupa kenikmatan, baik berupa azab wasnan watilaqan, baik berupa terjajah, terkurung, terbelenggu, ataupun merdeka. Subhanallah. Begitulah kondisinya. Fainanauqan harajan. Bilamana dadanya sempit ya bihaddin menerima agama ini sempit menerima agama ini sempit menerima syariat agama perintah agama melarangan agama sempit dia terima wasari sempit pula dia menerima syariat Allah qruhu alaihiqan nanti tunggulah akan menjadi sempit pula alam kuburnya
(39:47) manakala diperintahkan untuk segala macam perintah Allah sempit hatinya payah diajak salat payah diajak puasa Perempuan payah diajak berjilbab, diseru berjilbab payah, sempit dadanya menerima syariat Allah Subhanahu wa taala. Ini enggan ya dilarang riba, dilarang cina, dilarang khamar, macam-macam.
(40:06) Sempit dia menerima larangan Tuhan ini. Dia lakukan juga, dia langgar juga. Maka subhanallah begitulah nasibnya kelak. Barang siapa yang dadanya sempit menerima agama di dunia ini, akan sempit pulalah nanti kelak dalam liang kuburnya, dalam alam kuburnya. Bilamana hatinya lapang menerima segala macam apa yang terdapat dalam agama ini, hatinya selalu yakni dihadapkan kepada agama ini.
(40:40) Maka begitulah nanti nasibnya dalam kubur akan diluaskan baginya alam kuburnya. Dia akan berbahagia, akan beruntung dalam alam kuburnya. Biarlah orang-orang menangisinya manakala dia meninggal, dia akan tersenyum, tertawa, akan pindah alam kepada alam yang tak ada lagi padanya. Penderitaan, alam yang padanya ada keburukan, ada dengki, iri, enggak ada.
(41:05) Pindah kepada alam penuh kebahagiaan dalam alam barzakh di bawah nikmat Allah subhanahu wa taala. Subhanallah. Ya, jemaah yang dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Demikian kiranya materi yang dapat kita sampaikan pada kesempatan pagi hari ini dan mukadimah ini. Masyaallah masih bersisa sedikit. Kita akan lanjutkan di kesempatan yang akan datang ya supaya lebih nikmat kita membahasnya dengan lebih detail dengan taufik Allah subhanahu wa taala. Semoga bermanfaat. Wasallallahu wasallam wabarak ala abdiul Muhammad.
(41:46) Ustaz barakallah fikum. Jazakallahu khairan atas bimbingan dan pelajaran yang telah disampaikan di kesempatan edisi pagi hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala senantiasa melimpahkan rahmatnya, keberkahan dan taufik serta hidayah untuk kita bisa mudah memahami pelajaran ini dan bisa mengambil faedah atau pelajaran ini dalam kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
(42:22) Berikut ini kami akan bacakan beberapa pesan singkat dari Umu dari seorang ibu yang bertanya Umur Ratna Juita di Bekasi. Bagaimana sikap kita sebagai orang tua, terutama ibu jika menghadapi anak dan menantu yang belum bisa istikamah di dalam ibadah dan ketaatan pada Allah Subhanahu wa taala. Syukran jazakallahu khairan. Silakan ustaz.
(42:55) Bismillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wala haula wala quwwata illa billah wa ba’dah. Di antara hal yang terjadi dalam dunia ini adalah hatimu akan menjadi sempit bilamana orang-orang sekitarmu tidak taat kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, pasti bilamana kita dalam keatatan ketaatan kepada Allah, istiqamah dalam agama Allah Subhanahu wa taala.
(43:18) Ada orang-orang sekitar kita tidak seperti kita jalannya akan membuat nada kita sesak, hati kita menjadi sempit. Ya, kadang-kadang ada menantu tak baik, ada kadang-kadang anak tak baik ya, anak yang mengabaikan salat, anak yang menarunda waktu salat, menantu pun demikian. Kadang orang tua, kadang-kadang mertua banyak ya mereka tidak hidup dalam naungan cahaya Allah tabaraka wa taala atau minim cahaya mereka, minim amalan kebaikan dalam agama mereka.
(43:45) Engkau sebagai orang yang istiqamah yang hatimu tentram dengan ketaatan akan menjadi sempit melihat orang-orang semacam ini. Pasti ya dalam kondisi sebagai dalam kondisi seperti inilah engkau diuji oleh Allah Subhanahu wa taala. Diuji untuk tetap bersabar dalam mendakwahi mereka. Memilih kata-kata yang sopan, yang santun, yang baik.
(44:05) Memikat hati mereka agar mereka kembali kepada Allah tabaraka wa taala. Di situlah peran amar makruf nahi mungkar. Di situlah peran dalam agama kita. Agama ini akan menjadi baik, hati orang akan menjadi baik bilamana ada ada ilmu, ada amal, ada dakwah, ada sabar.
(44:27) Ya, setelah engkau menimba ilmu Allah Subhanahu wa taala, kau dapat ilmu Allah dan engkau berbahagia mengamalkannya. Setelah itu beban berikutnya adalah mendakwahkannya. Dan dalam mendakwahkan ini pun kita diuji. Diuji apa? Diuji untuk bersabar. Jangankan dikau, bahkan nabi pun nadanya sempit. Manakala mereka orang-orang kafir Quraisy menentang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Laallakun biadruk.
(44:47) Kata Allah, “Mungkin hatimu sempit.” Iya. Subhanallah. Bagaimana jalannya supaya kita dapat meluangkan hati kita, melapangkan diri kita melihat hal semacam ini? Pertama, kita harus meyakini bahwasanya hidayah di tangan Allah Subhanahu wa taala semua terpulang kepada Allah. Jika Allah ingin memberikan hay kepada anakmu, putrimu, menantumu, orang tuamu, mertuamu, Allah akan berikan.
(45:10) Semua terpulang kepada Dia. Maka engkau tidak usah begitu merasa bersedih. Karena ada orang-orang sebelum kita yang mereka lebih baik daripada kita. Bahkan mereka sekaliber para nabi. Nabi Nuh Alaih Salam, Nabi Luth Alaih Salam. Toh, ternyata istrinya pun tak mau menerima hidayahnya. Anaknya pun ternyata menolak hidayahnya. Tak usah bersedih.
(45:34) Jadi yang pertama hendaklah kau yakini hidayah milik Allah Subhanahu wa taala. Dia yang memberikan kepada siapa yang dikehendakinya. Sebagaimana tadi kita bahas bahwasanya taufik datang daripada Allah. Dan ada yang itu pemberian daripada Allah Subhanahu wa taala. Ketika sebagian orang Allah uji dengan dada yang sempit dengan mengabaikan pengajaran-pengajaran agama ini, maka kewajiban kita adalah setelah meyakini taufik milk kedua. Apa langkah kedua? mendakwahi mereka dengan cara-cara yang lemah, lembut, bijak, santun.
(46:04) Kata Allah, “Wair asiratakal aqrabin.” Berilah berita ya peringatan bagi keluarga-keluargamu yang terdekat. Sampaikan kepada mereka, pilih waktu yang tepat, pilih kondisi yang sesuai. Sampaikan ke mereka, katakan kepada mereka, “Nak, katakan kepada mereka, menantuku, mertuaku, ibuku. Sesungguhnya aku mencintaian karena Allah. Sesungguhnya Allah memerintahkan kita hal-hal semacam ini.
(46:28) Allah melarang kita daripada hal semacam ini. Marilah kita lakukan apa yang Allah pintah. Kita jauhi apa yang Allah larang. Sampaikan dan tak usah bosan dalam menyampaikannya. Cari lagi waktu kapan-kapan. Sampaikan kembali ya agar dia tak bosan. Karena orang bilamana tiap hari terus-menerus diingatkan dia akan menjadi bosan.
(46:53) Berkata Ibnu Mas’ud adalah Nabi yang mulia sallallahu alaihi wasallam menjelang-nyelangi kami dalam menyampaikan kepada kami pesan-pesan agama. Khawatir kami jenuh. Ya, subhanallah. Jadi, pertama keyakinanmu bahwasanya taufik milik Allah. Yang kedua, upayamu menyampaikan taufik tersebut kepada mereka dengan jalan yang baik. Yang ketiga, jangan pernah kau tinggalkan doa. Minta kepada Allah, angkat kedua tangannya. Allah tunjuki
(47:18) laknaku. Allah tunjuk. Allahum ya Allah tunjukilah mertuaku, tunjukilah orang tuaku, tunjukilah saudara-saudariku, paman-pamanku. Angkat tanganmu berdoa kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian setelah itu adalah yang ketiga, bersabar. Sampai kapan kita bersabar? Sampai kita mati atau sampai dia mati.
(47:38) Nabi enggak pernah berhenti mendakai pamannya Abu Thalib sampai pamannya mau mati. Sampai pamannya mati. Subhanallah. Apa kata Allah? Wur ahlaka wastobir alaiha. Perintahkanlah keluargamu salat. Sabarlah memerintahkannya. Ya, bilamana semua ini sudah kau lakukan, insyaallah akan menjadi lapang hatimu.
(47:58) Ketika ternyata apa yang kau inginkan tak tercapai, kau sadar sesungguhnya hidayah bukan di tanganmu, tapi di tangan Allah subhanahu wa taala. Engkau pun akhirnya memberikan uzur dalam hal ini. Iya. Engkau tak bersedih lagi setelah engkau maksimal. Iya, bahwasanya semua terpulang kepada Allah Subhanahu wa taala. Wallahu taala alam. Nam. Ikum. Jazakallahu khairan.
(48:23) Terima kasih atas jawaban dan nasihat yang telah disampaikan untuk yang bertanya khususnya dan kita semua yang menyimak. Pada kesempatan kali ini kami akan coba berikan kesempatan untuk ada yang bertanya via telepon silakan di 0218236543. Silakan. Halo, belum terhubung kami akan bacakan kembali dari pesan singkat WhatsApp WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Barakallahu fikum. Ustaz izin bertanya.
(48:55) Saya ada kekesalan dalam hati terhadap saudara saya yang tinggal satu rumah di mana saya sudah memberikan yang terbaik. Dia bekerja dan dia punya anak. Sehari-hari saya yang jemput anaknya dari sekolah dengan uang transport pribadi saya. Saya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Saya juga menjaga anaknya seharian.
(49:22) Bahkan ketika dia pulang pun anaknya ditinggalkan untuk dia istirahat atau tidur. Lebih banyak anaknya dengan saya. Jadi perasaan saya itu kesal karena dia tidak mau membantu pekerjaan di rumah karena katanya capek. Kalaupun dikerjakan hanya asal-asal.
(49:47) Bagaimana cara kita menyikapi saudara yang seperti ini dan menata hati agar tetap sabar terhadap ee keadaan yang seperti ini? Silakan, Ustaz. Wasalatu wasalam rasulillah ala rasulillah wala haula wala quata illa billah w ba’. Hidup ini adalah ujian ya. Alladzi khalaqal mauta walata liyabluakumukum ahsanu amal. Dialah yang telah menciptakan kehidupan kematian agar dia menguji di antara kalian siapakah siapakah yang paling baik amalannya. Kadang-kadang kita diuji dengan orang sekitar ya wabuk bisar walhairi fitnah.
(50:23) Kami uji kalian dengan segala kebaikan dan keburukan. Kadang-kadang orang sekitar tak peduli ya dengan kita, tak peduli dengan pekerjaan kita. Jadi diberikan contoh di sini seseorang ya Allah uji dia hidup mungkin satu rumah dengan saudaranya, kakaknya atau abangnya ya yang cuek terhadap rumah.
(50:47) Dia yang sibuk senantiasa mengurus rumah dia yang sibuk setiap hari menjemput anaknya mengantarkan anak sekolah. Kadang-kadang dari uang pribadinya subhanallah ya bensinnya dia bayar sendiri. Ya, boleh saja yang wallahu tabarak wa taala. Mungkin dia hidup bersama abangnya daripada dia kos di mana-mana lebih baik dia bersama keluarganya.
(51:09) Ya mungkin dengan hal itu boleh saja ya dia anggap abang menganggap ini bagian daripada kebaikan. Haklah kau balas. Di antara balasannya adalah tolong kau antar jemputkan anak-anakku misalnya ya. Kemudian tolong bimbing dia di rumah tolong berikan kepadanya perhatian dan semisalnya. Ya, tentu hal ini kadang-kadang membuat orang merasa jengkel ketika kerjanya tak diberi nilai, kerjaannya di abaikan ya, bahkan dilimpahkan kepada orang lain.
(51:40) Anak-anak yang seharusnya dia yang merawat, mengatur, ya menjaga itu pindah tugas kepada abang-abangnya atau kakaknya atau saudaranya, saudarinya ya. Bagaimana melapangkan jiwa dalam hal ini? Subhanallah. Itu yang paling penting untuk melapangkan jiwa dalam hal ini. Bahwasanya engkau tanyakan dahulu ini kira-kira perbuatan ini yang kul lakukan. Apakah perbuatan taat yang akan dengannya aku memperoleh ganjaran pahala di akhirat nanti atau tidak? Bilamana kita tak ingat akhirat, kita akan bosan, jenuh. Kita akan marah-marah, kita akan sempit hati, kita akan berkata kepada orang tersebut,
(52:13) “Mengapa kau tak peduli dengan anakmu? Mengapa aku lebih peduli kepada anakmu? Mengapa tak kau berikan perhatian? Mengapa dan seterusnya? Bilamana tujuanmu adalah akhirat, ya dan kita semua akan akhirat, harapanmu adalah ganjaran pahala akhirat, engkau akan tetap ikhlas mengerjakannya.
(52:32) Karena kau tahu yang kau urus adalah keponakanmu sendiri, anak daripada abangmu, anak daripada kakakmu yang kau hantar adalah keponakanmu sendiri. Iya, subhanallah. Dan engkau akan mendapatkan pahala dengan hal tersebut. Apalagi jika kau antarkan dia ke sekolah-sekolah agama di sana dia menghafalkan Quran dan semacamnya antar jemput itu akan meraih pahala di sisi Allah Subhanahu wa taala.
(52:56) Kau beri dia motivasi agar anak itu belajar sungguh-sungguh di sekolah kau ajarkan di rumah. Ini semua pahala. Kita hidup untuk mengumpulkan bekal untuk mengumpulkan pahala. Subhanallah. Ya. Katakan daripada nanti yang merawatnya pembantu yang tak jelas mungkin kurang wawasan mungkin tidak amanah. Mengapa tidak aku merawat dia? Aku punya waktu yang lapang, aku punya waktu yang kosong. Ya, aku sanggup merawatnya.
(53:21) Katakan demikian. Ya, bilamana kau hadapkan hatimu kepada negeri akhirat, semua akan menjadi ringan, akan menjadi mudah, bahkan akan menjadi kebahagiaan bagimu. Kadang-kadang kita lihat, jujur kita lihat sebagian orang tua itu ketika punya anak-anak, anak-anaknya dititipkan kepada siapa? Kepada neneknya, kepada kakeknya. Sibuk orang tuanya bekerja.
(53:45) Ya, subhanallah. Bahkan sebagian ada yang mengirim anaknya ke kampung halaman bersama kakek nenek sang anak atau bersama ayah ibunya. Dititipkan kepada ayah ibunya. Terkadang ayah ibunya bersama di rumah. Dia pergi pagi pulang sore, ibu yakni ibunya atau bagi anak ini adalah neneknya. Ini yang mengurus.
(54:06) Subhanallah. Sebagian daripada mereka merasa inilah kebahagiaan itu. Dia merawat merawat cucunya kebahagiaan. dia enggak merasa beban dengannya. Subhanallah. Ya, dia merasa bahagia dengannya. Mengapa? Yang dirawatnya adalah cucunya. Ini anak-anak kecil yang sangat membuat dia senang, nyaman merawat sang kecil ini, anak kecil ini subhanallah yang masih di atas fitrahnya.
(54:34) Maka nenek ini atau kakek ini tidak akan pernah berkeluh kesah merawat cucunya. Ya. Mengapa? Karena dia merasa bahagia dengannya. Mengapa bahagia? Ini adalah bagaikan anakku sendiri. Ini cucuku. Kuharapkan agar dia nanti kelak menjadi anak yang baik, cucu yang baik. Hilanglah segala macam penderitaan.
(54:53) Jadi intinya bilamana kau ingin dadamu lapang, maka hendaklah kau hadapkan wajahmu ke ke negeri akhirat sana. Carilah ganjaran pahala akhirat. Dengan itu kau akan insyaallah akan bahagia mengerjakan tugas-tugasmu. Wallahu tabaraka wa taala alam. Jazakallahu khairan. Selanjutnya kami akan bacakan pesan singkat yang telah masuk.
(55:16) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kalau di hati kita ada perasaan ingin lebih dari orang lain dalam segala hal dengan tujuan agar orang lain menganggap, menghargai, dan mengakui kita, kita selalu juga berusaha untuk menepis perasaan itu, Ustaz. Apakah perasaan seperti ini termasuk sifat kesombongan, Ustaz? Bagaimana cara membuang perasaan seperti ini, Ustaz, yang selalu muncul di hati? Mohon nasihatnya dari hamba Allah di Riau. Silakan, Ustaz.
(55:49) Bismillah walhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wala haula wala quwwata illa billah w ba’. Hidup ini adalah jihad. Hidup ini adalah perjuangan, mujahadah. Ya, hidup ini adalah merupakan ujian. Sebagian besar manusia dan ini tabiat dasar manusia ingin selalu di atas. Ingin paling top, paling hebat, paling dikenal, paling viral.
(56:10) paling dimuliakan, paling dipuja, paling disanjung, itu adalah merupakan karakter yang mendasar pada manusia kecuali yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Akhirnya dia selalu berusaha menjadi paling di atas. Bilamana ditempatkan manusia di atas posisinya, dia mampu menjaga hatinya, enggak merasa dirinya sombong, enggak merasa dirinya lebih hebat, akhirnya menghinakan yang lain, merendahkan yang lain, maka enggak ada masalah. Dan itulah para nabi. Para nabi paling tinggi kedudukannya.
(56:34) Nabi kita itu paling tinggi bahkan seluruh alam semesta nabi paling tinggi. Tapi lihatlah bagaimana tawadunnya Nabi sallallahu alaihi wasallam dengan sahabat-sahabatnya dia tawadu. Dia tahu ini pemberian Allah harus disyukuri. Jangan diingkari, jangan disombongi. Subhanallah.
(56:54) Maka sebagian manusia Allah uji dengan jabatan, pangkat, dan kebanyakan mereka gagal. Banyak orang ketika kaya berpangkat berkedudukan menjadi sombong. Dan Allah telah mengatakan, “Kalla innal insana.” Sekali-kali tidak. Sungguh manusia itu benar-benar melampaui batas. Kapan? Anroahna. Di mana di lihat? Kala itu dia sudah menjadi kaya. Allahu Akbar.
(57:19) Jadi pada prinsipnya kedudukan, pangkat, jabatan, harta yang Allah anugerahkan kepada seseorang bilamana tidak membuatnya menjadi sombong, merendahkan orang lain, maka itulah yang namanya tawadu. Itulah kebaikan. Enggak ada masalah dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Allah berikan kepada Daud kekayaan, kerajaan Sulaiman.
(57:36) Allah berikan kepada Abdurrahman bin Auf, kepada Utsman dan lain-lainnya. Kekayaan tak membuat mereka lupa daratan. Maka hal ini tak mengapa. Ini anugerah daripada Allah Subhanahu wa taala Allah berikan kepadanya. Tetapi bilamana hal ini membuat dia sombong, congkak, takjub dengan dirinya, ini yang membinasakan dirinya. Subhanallah.
(57:54) Dan ini yang paling banyak terjadi dengan manusia. Oleh karena itulah kita diuji Allah Subhanahu wa taala untuk senantiasa tawaduk, merendahkan diri kita kepada manusia dalam segala keadaan. Biasa saja orang itu rendah ketika memang dia tak punya kedukan, tak punya pangkat. Dia akhirnya merendahkan dirinya kepada seorang yang memiliki pangkat jabatan. Itu hal yang biasa.
(58:17) Bilamana karyawan bawahan, helperkah dia, operatorkah dia, ya csah dia merasa redah di hadapan bosnya biasa. Kenapa? Kan memang itu tugasnya. Tapi yang lebih dahsyat daripada itu, bos merendahkan dirinya kepada karyawannya. Tak sombong. Yang tertinggi dia manajer umum, general manager di perusahaan tapi merendahkan dirinya. Tak sombong menjaga kata-katanya. Ini yang luar biasa. Subhanallah.
(58:40) Artinya Allah tak suka orang-orang yang sombong. Kata Allah, “Tilkadul akhirah najalu lilladina laurian fil ard w fasada.” Itu negeri akhirat kami ciptakan, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak mau kesombongan di muka bumi ini, tidak boleh berbuat kerusakan.
(58:59) Negeri akhirat untuk orang-orang beriman dan Allah haramkan masuk ke dalam surga orang-orang yang sombong. Bahkan orang-orang sombong di dunia akan dihinakan di hari kiamat. Dipijak-pijak dalam nanti di hari kiamat. Nah, kata Nabi yang mulia sallallahu alaihi wasallam, “Yuhsyarul mutakabbiruna yaumalqiamati kaamsalurri.
(59:20) ” Allah akan bangkitkan di hari kiamat orang-orang yang sombong itu bagaikan semut-semut kecil yang terpijak-pijak oleh manusia. Allahu Akbar. Di dunia dia paling hebat akhirnya dihinakan di hari di akhirat. Subhanallah. Jadi pada intinya hendaklah kita senantiasa melihar diri kita untuk dalam ketawaduan. Jangan sombong bilamana engkau memiliki sesuatu. Dan tidaklah masalah bilamana kau ingin mencapai ya sesuatu target dalam hidupmu ingin supaya lebih lancar usahamu, lebih bagus.
(59:50) ee usahamu ya lebih tinggi pangkatmu enggak ada masalah selama engkau tetap dalam keadaan tawadu. Wallahu tabarak wa taala alam. Nam baik ustaz jazakallahu khairan. Terima kasih atas jawabannya. Selanjutnya kami bacakan kembali bagaimana cara berkomunikasi dan menasehati anak laki-laki yang beranjak remaja atau dewasa agar tidak salah bergaul.
(1:00:19) dan mau jujur sama ibunya dan rajin ibadah. Terima kasih, Ustaz, karena ini sangat penting sekali untuk masa depan anak saya. Silakan. Bismillah walhamdulillah. Ba’lu para pemirsa dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Semua orang tua yang baik ingin anaknya baik pula menjadi anak yang saleh, yang menjadi penyuncuk matanya yang akan membuat kesenangan jiwanya. Itu merupakan cita-cita semua orang tua.
(1:00:45) Tak ada orang tua yang ingin anaknya menjadi penjahat, menjadi koruptor, anaknya menjadi pembegal, enggak ada. Semuanya ingin anaknya menjadi orang yang saleh, yang baik, mengabdi bagamanya, mengabikan bagi bangsanya, mengabdikan dirinya bagi orang tuanya. Itu cita-cita semua orang. Subhanallah. Tapi harus dipahami.
(1:01:04) Pertama bahwasanya hidayah itu milik Allah Subhanahu wa taala. Dan anak-anak kita itu semua hati mereka ada pada tang Allah Subhanahu wa taala. Bila Allah berkehendak membuat mereka sesat, mereka sesat. Bilamana Allah ingin beri mereka hidayah, Allah berhidah. Apa kurangnya usaha Nabi Nuh? Tetap juga anaknya Kanan kafir. Apa e dahsyatnya usaha Nabi Luth, Nabi Nabi Nuh tetapi tetap istrinya kafir.
(1:01:27) Subhanallah ya. Jadi yang pertama anak-anak kita itu datangan Allah hati-hati mereka. Iya. Maka setelah kita tahu hidayah anak-anak itu di tangan Allah, baca yang kita berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kepada anak-anak kita itu hidayah dijaga Allah. Ya, lihatlah doa-doa dalam Al-Qur’an. Banyak sekali doa-doa diajarkan dalam Al-Qur’an.
(1:01:51) Bagaimana kita disuruh untuk meminta kepada Allah doa agar Allah berikan anak yang saleh. Rabbi habli minihin. Ya Allah berikanlah aku anak yang saleh. Rabbi habliatan. Ya Allah berikanlah daripada kamu e untuk kami generasi yang baik-baik. Ya Allah berikanlah untuk kami daripada pasangan-pasangan kami dan ada keturunan kami yang membuat hati kami senang. Ini semua doa.
(1:02:20) Maka orang tua yang pertama hendaklah selalu berdoa kepada Allah agar Allah menjaga anak-anaknya, membimbing anak-anaknya, beri daya anak-anaknya. Satu. Yang kedua, tak pernah bosan untuk menyuruh kepada menyuruh mereka, memerintahkan mereka kepada kebaikan. Sebagaimana kata Allah, perintahkanlah anakmu salat dan bersabarlah dalam menyuruhnya. Tetap tegakkan mar mungkar. Yang ketiga, berusahalah orang tua menciptakan lingkungan yang baik di rumah terlebih dahulu. Lingkungan rumah.
(1:02:44) Jadilah orang tua sebagai panduan bagi anak-anak menjadi qudwah contoh su tauladan dalam mengamalkan agama, mengerjakan salat dan semacamnya. Sesungguhnya anak-anak akan mengikuti orang tuanya ya dan akan mengikuti bagaimana orang tuanya membiasakannya bilamana dibiasakan sejak kecil salat insyaallah enggak payah jika diterapkan ajaran Nabi sallallahu alaihi wasallam perintahkan anak-anakmu salat ketika berusia 7 tahun pukul mereka ketika berusia 10 tahun enggak akan ada anak-anak kamu sem enggak salat sejak kecil dia salat bahkan kau perhatikan
(1:03:13) anak-anak yang kecil umur-umur 4 tahun 5 tahun engkau salat dia akan ikuti gerakan-gerakanmu. Subhanallah. Ini fitrahnya sehat. Maka kewajiban orang tua setelah dia ya tahu bahwasanya hidayah milik Allah, dia banyak berdoa. Yang ketiga hendaklah menjadi contoh san dalam rumah tangga, dalam lingkungan keluarga agar anak-anak menirunya.
(1:03:32) Menegakkan amar makruf nahi mungkar dengan sabar menjadi contoh panduan. Setelah itu hendaklah orang tua juga menjaga lingkungan luar rumah tangga. Lingkungan sekolah pilihkan sekolah-sekolah yang baik. Pilihkan untuknya sekolah-sekolah yang mengajarkan kepada anak-anaknya agama.
(1:03:50) yang guru-gurunya baik-baik mengajarkan kepada anaknya agama. Carikan lingkungan sekolah yang baik, carikan lingkungan teman-teman yang baik dan hindarkan lingkungan-lingkungan yang buruk. Ingatkan mereka, “Nak, jangan kau bergaul dengan si fulan, si fulan bahaya. Ini anak omong yang kotor, ini anak ya tak tak peduli dengan agama. Hati-hati jangan si fulan.
(1:04:08) Ini anak-anak terkena narkoba. Dan ingatkan terus-menerus ingatkan amar makruf nahi mungkar. Setelah semua maksimal, serahkan kepada Allah subhanahu wa taala. Wallahu tabaraka wa taala alam. Nam tib ustaz. Jazakallahu khairan wabarakallah fikum. Terima kasih atas kesediaan ustaz untuk menjawab beberapa pertanyaan yang telah masuk dari pesan singkat.
(1:04:33) Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan kita semuanya untuk bisa memahami dan memperbaiki hati dan diri kita. Selanjutnya kami mohon iktitam sebelum kami akhiri pelajaran di kesempatan pagi hari ini. Ustaz silakan. Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah w ba’du. Para pemirsa Raja TV, para pendengar di Raja di mana pun Anda berada. Subhanallah hidup itu simpel.
(1:04:58) Hidup itu adalah mencari kebahagiaan dan kebahagiaan juga itu simpel. Kebahagiaan itu ada dalam hati bersemayan, dalam jiwa. Dan jalan meraih kebahagiaan juga simpel. Apa jalannya? Banyak-banyak engkau berdoa kepada Allah agar Allah memberikan padamu hati yang lapang, hati yang tentram. Kemudian berusahalah, berikhtiarlah, ambil sebab, lakukan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala itu akan membahagiakanmu.
(1:05:22) Wallahu taala alamallahu wasallam wabarak albi rasul Muhammad wa akhir dakwanahamdulillahiabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallahu khair wabarakallah fikum. Terima kasih kepada Ustaz Abu Fairuz Ahmad Ripwan, Lc hafidahullahu Taala yang pada kesempatan pagi hari ini telah berkenan untuk menyampaikan pelajaran serta bimbingannya.
(1:05:47) Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan taufik, keberkahan, kesehatan, dan kemudahan kepada ustaz dalam setiap hal khususnya dalam berdakwah dan menyampaikan ilmu kepada umat. Insyaallah kita akan berjumpa kembali di lain kesempatan. Kami yang bertugas mohon pamitur diri. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(1:06:22) Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM. Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *