[LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Fiqih Do’a dan Dzikir – YouTube
Transcript:
(00:00) Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Amma ba’du. Ikhtal Islamakumullah. Para pemisa dan pendengar RJA di mana pun Anda berada. Beberapa saat lagi kami akan hadirkan ke ruang dengar Anda dan kelar kaca anda kajian yang kami pancarluaskan dari Masjid Albarkah, Jalan Pahlawan Kampung Tengah Cilengsi atau komplek Radi Roja yang mudah-mudahan kita bisa mengambil faedahnya. Dan kami mengucapkan selamat menyimak, semoga bermanfaat.
(00:33) Roja TV bagi Anda para pem. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Inalhamdulillah nahmaduhu wastainuhu wastagfiruh wa naudubillahi min syururi anfusina wamin syiati aalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah wa asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh amma ba’ad saqiman Kita melanjutkan kitab fikih doa dan zikir. Kita masuk ke bab yang ke-19.
(01:37) Arkanut taabbudi alqalbiyah lidzikri whairihi minal ibadat. Rukun ibadah hati untuk zikir maupun ibadah yang lainnya. Artinya, Pak, kalau kita berzikir, ibadah, salat, ada ibadah, tiga ibadah hati yang sangat penting sekali. Kata beliau, “Inna zikrallah wat taqaruba ilaih bima yuhibbu min shihil amali wal aqwal la yakunu maqbulanah illa idza aqomahul abid al arkanah.
(02:27) ” Sesungguhnya berzikir kepada Allah dan bertaqarub kepada Allah dengan apa yang Allah cintai dari amalan saleh ataupun ucapan yang saleh tidak akan diterima di sisi Allah kecuali bila terpenuhi tiga rukun. Apa itu? Yang pertama, alhubbu, cinta. Maksudnya cinta kepada Allah.
(03:02) Yang kedua, alkhaufu, takut kepada Allah. Yang ketiga, arrajau itu berharap kepada Allah Subhanahu wa taala. Cinta, takut, dan apa? Berharap. Ini tiga ibadah yang agung, Pak. Yang merupakan ibadah hati, Pak. Kata beliau, “Fahadil arkanut salatah hi arkanut taabbudil qalbiyah allati la qobula liy ibadatin illa biha.
(03:43) ” Inilah tiga rukun yang merupakan rukun ibadah hati yang tidak akan diterima ibadah apapun kecuali dengan tiga ini. Fallahu jalla waala yubadu hubban fih warojaan lwabih wa khaufan min iqobih. Karena kata beliau, Allah itu diibadahi dengan cinta. berharap dan takut ketika antum ya mendengar azan dan antum semangat untuk pergi bermunajat kepada Allah itu semangat itu muncul dari cinta.
(04:31) Dan ketika antum berharap akan rida Allah dan pahalanya itu menunjukkan ada ibadah harapan di hati. Iya. Dan ketika kita merasa takut ibadah kita enggak diterima, itu menunjukkan ada rasa takut di hati. Saudaraku seiman. Makanya cinta itu apa? Mempengaruhi semangat. Semakin lemah semangat menunjukkan lemahnya cinta.
(05:11) Berharap itu, Pak, ya mempengaruhi keikhlasan. Semakin mengharapkan rida Allah, semakin ikhlas. Semakin kurang mengharapkan rida Allah, semakin kurang keikhlasan. Dan rasa takut itu, Pak, mempengaruhi apa? kebagusan amal. Semakin takut kepada Allah, semakin dia memperbagus amal, Pak. Karena takut amalnya enggak diterima sama Allah Subhanahu wa taala, maka dia pelihara kekhusyukannya.
(05:46) Dia betul-betul perhatikan rukunnya, syaratnya, dan yang lainnya. Kenapa? Takut. Takut enggak diterima? Iya. Sebagaimana telah berlalu ayat yang disebutkan Allah berfirman, “Walladzina yutuna maau waubuhum wajilah.” Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan sementara hati mereka merasa takut.
(06:21) Kata Rasulullah, mereka itu orangnya orang yang salat, yang zakat, yang puasa, tapi merasa takut tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya. Nah, rasa takut ini yang menyebabkan kita kita apa, Pak? Melakukan perbuatan itu sebaik-baiknya. Ikhwat Islam sausiman, maka siapa yang kehilangan cinta, hilang semangatnya, Pak.
(06:52) Kenapa ada orang yang malas-malasan salat itu? Karena cinta dia kepada Allah bermasalah, Pak. Walaupun mulutnya berkata, “Saya cinta Allah, tapi kok enggak ada semangat untuk bertemu dengan Allah.” Antum kalau cinta sama akhwat, semangat ketemu sama dia kan? Ya, semangat pengin ketemu itu adanya dari cinta, Pak.
(07:20) Kita pengin bermunajat dengan Allah, merasa asyik bermunajat dengan Allah itu cinta itu, Pak. Iya. Semakin cinta kepada Allah, semakin kita banyak mengingat Allah Subhanahu wa taala. Karena kata para ulama, tanda cinta itu banyak ingat. Ya, semakin antum cinta pada seseorang, semakin antum akan banyak ingat sama dia.
(07:51) Demikian pula semakin kata cinta kepada Allah, semakin banyak kita ingat kepada Allah Subhanahu wa taala sehingga salatnya itu Pak semakin khusyuk. Saudaraku iman rahimani warahimakum jamian. Waqad jama Allahu tabaraka wa taala baina hadil arkanah fi suratil fatihah allatihi afdolu suril quran. Allah mengumpulkan tiga ibadah hati ini dalam surah al-fatihah yang merupakan surat yang paling utama sebagaimana sudah pernah kita bahas.
(08:27) Yaitu Allah berfirman apa? Alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim maiki yaumiddin. Alhamdulillahi rabbil alamin. Segala puji bagi Allah rabbul alamin. Fihil mahabbah. Terkandung padanya cinta kepada Allah. Liannallaha munib. Karena Allah yang memberi nikmat. Wal munim yuhabbu ala qadri inami. Dan yang memberi nikmat akan dicintai sesuai dengan kenikmatan yang diberikan.
(09:08) Antum kalau ada orang yang tiap hari ngasih duit sama antum, senang enggak sama dia, Pak? Ini orang kok baik banget sih? Tiap hari ngasih duit. Semakin kita senang sama dia, semakin orang tua baik sama kita, semakin kita suka sama dia. Ya kan? Sementara pemberian Allah kepada kita tak terhingga.
(09:35) Kok aneh? Semakin banyak dikasih sama Allah, semakin enggak cinta sama Allah. Kan aneh. Ikhwatlah Islam, ikhwat Islam. Liannal hamda halal madhu maal hubbil lil mamduh. Karena memuji Allah ketika mengatakan alhamdulillah itu mengandung apa, Pak? Pujian yang mengandung cinta. Iya. Segala puji bagi Allah. Alhamdulillah.
(10:05) Kita merasa cinta kepada Allah yang sudah memberikan kepada kita banyak kenikmatan. Dan banyak di antara kita menganggap kenikmatan itu hanya sebatas nikmat. Apa? duniawi saya, Pak. Dikasih makan, dikasih duit, dikasih kesehatan, dikasih rumah, dikasih mobil, dikasih berbagai macam apa ya kenikmatan dunia. Padahal nikmat yang paling besar itu apa, Pak? Nikmat hidayah, Pak.
(10:37) Diberikan, kita diberikan kekuatan buat salat, kita dijadikan senang baca Quran. Kita dijadikan cinta majelis taklim, kita dijadikan senang zikir. Allah itu rezeki yang lebih besar, saudaraku waqulu arrahmanirrahim. Dan firman Allah arrahmanirrahim apa artinya? Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Fraja ini mengandung harapan berharap.
(11:19) Fal mukmin riarju rahmatallah. Karena mukmin itu mengharapkan rahmat Allah. Rahmat Allah berupa apa tadi? Berupa rezeki. Rahmat Allah berupa hidayah. Semua kita berharap rahmat Allah Subhanahu wa taala. Watatmau fi nailiha. Seorang mukmin pasti ingin untuk mendapatkan rahmat Allah Subhanahu wa taala. Saudaraku seiman waqul maiki yaumiddin.
(11:53) Dan firman Allah maliki yaumiddin artinya apa? Raja hari pembalasan. Mengandung apa pak? Khauf. Rasa takut ya. Sebab di hari kiamat Allah akan memberikan balasan yang setimpal dari perbuatan ya dan amal kita ya. Kemudian Allah berfirman, “Iyaka na’budu wa iyaka nasta’ya kepada Engkau kami beribadah ya Allah dan hanya kepada Engkau kami minta tolong.” Ay a’buduka ya Rabb bim biad.
(12:34) Artinya aku beribadah kepadamu ya Allah dengan tiga ibadah tadi. Bihabbi mahabbatika warojaika wa khaufika. Ya, aku beribadah kepadamu dengan cinta, dengan berharap dan dengan rasa takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi ini dia, Pak. Tiga ini harus ada pada ibadah. Iya. Jangan sampai yang ada cuman salah satunya.
(13:07) Karena sebagian ulama mengatakan, “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan cinta saja tapi tidak takut dan tidak berharap rida Allah, dia akan jadi orang zindik. Dan siapa yang beribadah kepada Allah hanya dengan berharap saja tidak ada rasa takut, tidak ada cinta. maka dia akan jadi orang murjiah yang meremehkan amal ee maksiat.
(13:40) Dan siapa yang beribadah kepada Allah dengan takut saja maka biasanya dia akan jadi orang khawarij, mudah mengkafirkan dan mudah memvonis orang. Pak ikhwat Islam saudarakus iman warahimani warahimakumullah jamian. Fa salasi arkanul ibadah. Jadi tiga ibadah ini adalah rukunnya ibadah ya.
(14:13) Allati alaiha qiyamu iyaka na’budu iaka wa iyaka nastain. Dengan tiga inilah tegak ya ucapan kita iyaka na’budu wa iyaka nastain. F iyaka na’bud la taquumu illa alal mahabbah. Maka ucapan iyaka na’bud kepadau kami beribadah. Ini tegak di atas cinta. Karena ketika kita cinta kepada Allah kita akan cinta kepada ibadah. Allati dalla alaiha qu alhamdulillahi rabbil alamin yang ditunjukkan oleh firman Allah tadi alhamdulillahi rabbil alamin. Warja alladzi daliahu arrahmanirrahim.
(15:03) Demikian pula ibadah berharap yang ditunjukkan oleh ayat tadi arrahmanirra nirrahim dan ibadah takut ya yang ditunjukkan oleh firman Allah maiki yaumiddin saudaraku se iman waqad jama allahu aid bain hadil arkan fi Allah juga sudah mengumpulkan tiga rukun ini dalam firman Allah yang lain Itu dalam surat Al-Isra ayat 57, Pak.
(15:41) Ya Allah berfirman, “Ulaika alladzina yaduna yabtaguna ilabbihimul wasilata ayyuhum aqrob waarjuna rahmatahu waakunafuna adzabah.” Mereka-mereka yang diseru selain Allah itu, yang diibadahi selain Allah itu justru mencari jalan menuju Allah, menuju Rabb mereka. Siapa yang di antara mereka yang lebih dekat kepada Allah? Mereka mengharapkan rahmat Allah dan takut akan azab Allah.
(16:19) Jadi ayat ini, Pak, menceritakan tentang orang-orang yang menyembah para nabi, para malaikat, para wali. Allah mengatakan bahwa para malaikat, para nabi, para wali yang diibadahi selain Allah itu mereka justru mencari jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yang diibadahi selain Allah itu mengharapkan rahmat Allah. dan takut akan azab Allah Subhanahu wa taala.
(16:52) I lihat di situ Allah menyifati, Pak. Yang pertama mereka mencari jalan kepada Allah untuk mendekatkan dirinya kepada Allah. Ini mengandung apa? Cinta. Karena ketika ingin dekat dengan Allah mengandung cinta, Pak. Yang kedua apa? Mengharapkan rahmat Allah. Ibadah apa? Raja. Berharap. Wakhafuna adzabah. Dan mereka takut akan azab Allah Subhanahu wa taala.
(17:32) Berarti di sini ada berapa, Pak? Tiga. Ya. Terpenuhi padanya tiga rukun tadi. Saudaraku seiman rahimani warahimakumull jam. Wal yajibu yakunal abdu fi ibadatihi wikrihi lillahi jamian bail arkanah. Oleh karena itu kata beliau ya saat seorang hamba berzikir kepada Allah hendaknya tiga ibadah ini terkumpul saat zikir Pak. Ya itu cinta takut dan berharap.
(18:08) Wah kama wasofaha Syaikhul Islam Taimiyah muharriqatil qulub. Di mana Syaikhul Islam Taimiyah menyebut bahwa tiga perkara ini adalah penggerak hati. Penggerak hati ya tiga ini ya. W yajuzu lahu ya’budallah biwahidin minha duna baqiha. Dan tidak boleh beribadah kepada Allah hanya dengan salah satu dari tiga ini.
(18:36) Enggak boleh. Seperti misalnya ada orang yang beribadah kepada Allah dengan cinta saja misalnya enggak boleh. Sudah kita sebutkan tadi ya. Kemudian beliau berkata, “Waamu hadil arkani wa ajall wal hubbu.” Dari tiga rukun ini yang paling utama yang mana, Pak? Kata beliau yaitu cinta. Ya, hubbullah alladzi hua aslu dinil Islam itu mencintai Allah di mana itu adalah dasar dari agama Islam.
(19:23) Karena dari cinta itu tumbuh, Pak. Ketika cinta tumbuh, maka saat itulah jiwa samin wa atnya akan muncul. Pak, makanya kenapa para nabi itu ketika berdakwah itu mereka memperkenalkan tentang Allah dan berusaha bagaimana manusia itu cinta kepada Allah, Pak. Karena dengan cinta kepada Allah lah manusia menjadi apa? Selalu ingin dekat dengan Allah Subhanahu wa taala.
(19:55) Saudaraku seiman, kita lankan. Kata beliau, “Wal mahabbatu manzilatun syarifatun fiha yatanafasul mutanafisun.” Di mana cinta adalah kedudukan yang mulia. Di mana orang-orang yang berlomba-lomba itu berlomba-lomba bagaimana supaya dia bisa mencintai Allah subhanahu wa taala dan dicintai oleh Allah. Wahquutul qulub. Cinta adalah makanan hati.
(20:26) Wagida arwah gizinya roh. Wa quratul uyun penyejuk pandangan waruhul imani wal amal bahkan rohnya iman dan amal. Waman yadfar biha fi hadil hayah fahayatuhu kulluha syaqaun wa alam. Dan siapa yang tidak mendapatkan cinta kepada Allah dalam kehidupan ini, maka kehidupannya hanya kesengsaraan dan kesakitan. Ya, akhi.
(21:03) Mencintai selain Allah itu kesengsaraan. Antum kalau cinta sama antum lagi jatuh cinta sama perempuan sengsara, Pak. Ketika jauh rindu, ketika dekat takut berpisah. I kan disiksa batin kita tersiksa. Ketika antum cinta harta, tersiksa dengan cinta harta. Jadi pelit, koret, takut kehilangan, mau berinfak ketakutan. Saking cinta apa? Harta.
(21:43) Ketika kita cinta kedudukan, tersiksa kita dengan kedudukan, Pak. Kita terus terus berpikir gimananya saya supaya saya dapat punya kedudukan. Akhirnya tidak peduli halal dan haram. Sudah ketika sudah dapat kedudukan, dipikir lagi, gimana saya mempertahankan kedudukan? Tersiksa dengan kedudukan. Tapi mencintai Allah yang ada bukan tersiksa Pak, tapi kenikmatan.
(22:12) imanahimakumullah jamian. Iya. Kata beliau waqad zakar al Imam Ibnu Qayyim asbaban adzimah jalibah lin mahabbah. Ibnu Qayyim menyebutkan ada 10 sebab yang mendatangkan cinta Allah kepada kita. Ya, ada 10 sebab yang menyebabkan cinta itu muncul di hati kita. Apa itu? Yang pertama qiraatul Quran bitadabbur wat tafahum limaanihi wa urida bih.
(22:56) Itu membaca Al-Qur’an tapi dengan tadabur. Bukan cuma baca doang, Pak. Iya. Pahami maknanya. Apa maksud ayat ini? Kalau kita insyaallah, Pak, kalau kita membaca Quran dengan tadabur, memahami itu subhanallah, Pak. Obat hati yang luar biasa itu, Pak. Iya.
(23:31) Tapi kalau cuma baca doang, gimana mengucapkan d yang benar? Wah, ko cuma memperhatikan makhrijul huruf, panjang pendek, tajwid saja. Bukannya enggak boleh, bagus itu. Tapi kalau cuma terfokus itu dan tidak ya tidak semangat untuk mentadaburinya, itu kesalah kesalahan besar, saudaraku. Ya, dalam hadis yang dihasankan oleh Syekh Albani rahimahullah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sayati aqwamun min umati yasrabunal quran kama yasrabu alaban.
(24:06) ” Nanti akan datang beberapa kaum dari umatku yang meminum, membaca Quran tuh kayak minum susu. Apa maksudnya, Pak? Baca Quran kayak minum susu. Kata para ulama cuma sebatas lewat kerongkongan doang. lewat sudah artinya ya kata dalam kitab Faidul Qadir syarah sahih jami syarah Jami Sagir itu maksudnya dia baca Quran doang enggak dipahami.
(24:46) Semangatnya cuma baca tapi enggak ada semangat untuk apa? tadabur yang seperti ini, Pak, kurang pengaruhnya untuk hati. Walaupun dapat pahala, dapat pahala ya betul, tapi ketika ditadaburi itu semakin kuat sekali, Pak. Ya. Atani yang kedua yang bisa menimbulkan cinta di hati itu attaqarubu ilallah taala bin nawafil ba’dal faraid. itu takarub kepada Allah dengan ibadah yang sunah.
(25:22) Dengan ibadah yang apa? Yang sunah selain yang wajib-wajib. Ini berdasarkan hadis Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, Allah Taala berfirman dalam hadis qudsi, “Wala yazalu abdi yataqarabu ilaiya bin nawafil hatta uhibbah. Senantiasa hambaku bertaqarub kepadaku dengan yang sunah-sunah hingga aku pun mencintai dia. Dijaga salat tahajudnya, dijaga baca Qurannya, dijaga juga ya sodqahnya, sodqah sunahnya.
(26:02) Nah, ini saudaraku seiman yang terpenting dari ibadah sunah itu apa, Pak? Dawam, kontinue, Pak. Ya, itu yang lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Atalis yang ketiga, sebab datangnya cinta Allah kepada kita. Dawamu zikrihi. Ala kulli halin bani walqalbi wal amal wal. Senantiasa berzikir kepada Allah pada setiap keadaan baik dengan lisan, dengan hati, dengan perbuatan ataupun dengan keadaan.
(26:50) Fanasibu min mahabbah ala qodri hadza. Maka nasibnya dari cinta Allah sesuai dengan banyaknya zikir dia. Semakin banyak zikir semakin Allah cinta kepada dia. Ya, makanya Allah berfirman, “Fadkuruni adkurkum.” Ingatlah aku, niscaya aku akan ingat kamu. Artinya kalau kita zikir mengingat Allah, Allah pun akan ingat kepada kita.
(27:24) Ya Allah juga berfirman, “Wala takunu kalladzina nasullah faansahum anfusahum.” Jangan kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah lalu Allah jadikan dia lupa kepada dirinya sendiri. I yang keempat arrabi. Sebab datangnya cinta Allah. mahabi ala mahabikail hawa ni yang susah nih lebih mementingkan cinta Allah daripada yang kita sukai saat hawa nafsu itu menggebu-gebu ya ketika kita hawa nafsunya lagi ngegebu-gebu, syahwat kita sedang menggebu-gebu ya ingin berbuat maksiat, ingin melihat aurat dan yang lainnya.
(28:19) Dan saat itu kita takut dan berusaha untuk meninggalkannya. Maka subhanallah, Pak. Di situlah Allah cinta kepada kita. I seperti Nabi Yusuf yang diajakin zina sama siapa? Ya, seorang wanita bangsawan yang cantik rupawan. Tapi Nabi Yusuf takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Iya. Yang kelima, mutalaatul qolbi liasma sifatihi wa musyahadatuha wa taqallubu fi ryad hadil makrifati waadiniha.
(29:05) yaitu hati kita senantiasa memperhatikan nama dan sifat Allah dan senantiasa kita berada pada nama dan sifat Allah Subhanahu wa taala. Karena nama dan sifat Allah itu mengandung konsekuensi masalahnya, Pak. Sebagaimana Allah berfirman, “Walillahil asmaul husna fad’uhu biha. ee milik Allahlah asmaul husna. Maka berdoalah dengan asmaul husna.
(29:43) Apa maksudnya berdoa dengan asmaul husna, Pak? Kata Ibnu Qayyim, berdoa dengan Asmaul Husna itu ada empat martabat. Martabat yang pertama mencari dalil. Yang kedua ya menghafal, yang ketiga memahaminya dan yang keempat mengamalkannya. Iya. Ketika kita misalnya mengenal Allah tuh gfur, maha pengampun, menimbulkan ibadah. Ibadah apa? Istigfar, taubat.
(30:27) Ketika kita mengetahui nama Allah alkabir yang maha besar menimbulkan apa, Pak? Hati kita membesarkan Allah, membesarkan agamanya dan syariatnya. Orang yang membesarkan Allah, dia akan membesarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa taala. Iya. Ketika kita mengetahui nama Allah apa? Aljamil yang maha indah, maka tumbuh ibadah apa, Pak? Hah? Cinta.
(31:12) Antum kalau sedang ke gunung melihat pemandangan yang indah, jangan cuma menikmati keindahan alam, Pak. Ingat sama penciptanya. Kata para ulama, setiap tadabur alam yang tidak menambah keimanan itu tadab tadabur alam yang sia-sia. Ya, tadabur alam tapi tidak menambah apa? Keimanan. Tujuan tadabur alam buat apa sih? Untuk menambah keimanan.
(31:47) Saudaraku ketika kita melihat masyaallah indah sekali kita langsung ingat Pak penciptanya pasti maha indah. Ketika kita yakin pencipta penciptanya Maha Indah langsung kita ingat pasti syariatnya indah. Pasti perbuatannya semua indah. Pasti semua takdirnya indah. Walaupun di mata kita sepertinya pahit. Tapi kita yakin pasti itu ada keindahan di belakangnya.
(32:19) Kita langsung yakin setiap musibah yang menimpa pasti ada keindahan hikmah. Ya, terkadang kita tahu, terkadang kita tidak tahu. Nah, demikian saudaraku iman. Jadi kita itu senantiasa menyaksikan nama dan sifat Allah Subhanahu wa taala. Makanya kan kita disuruh untuk memikirkan tentang penciptaan yang ada di langit dan di bumi.
(32:47) Allah mengatakan apa? Inna fi khalqis samawati wal ardhi waktilafil laili w nahar laayatil liulil albab. Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam, sungguh terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang yang mah ulil albab, yang punya otak pikiran. Artinya yang mau mikir gitu loh. Coba deh ya, akhi ya.
(33:22) Ketika kita melihat hujan, kita langsung mikir, “Pak, ini hujan masyaallah penciptanya menunjukkan akan kasih sayang yang luar biasa. Bayangkan kalau setahun enggak dikasih hujan sama Allah, gimana, Mas? Kering. Subhanallah. Allah turunkan hujan itu kok setetes demi setetes.
(33:47) Enggak kayak kita menungkan menuangkan air dari ember pur gitu. Bayangkan kalau hujan tuh kayak kita menuangkan dari ember, hancur kehidupan. Iya. Dan ternyata kecepatan air hujan cuma 10 km/h. Bayangkan kalau 100 km/h, Pak. Bocor kepala ente. Kita langsung berpikir subhanallah. Betapa itu menunjukkan akan nama dan sifat Allah Subhanahu wa taala. Alatif yang maha lembut kepada hamba-Nya. Arrahim yang sayang kepada hamba-Nya.
(34:26) Masyaallah ya. Biasakan setiap kali kita melihat ciptaan Allah langsung mikir kepada Allah. Ketika kita melihat semut kita langsung ingat akan pencipta semut. Masyaallah, ini semut 24 jam enggak pernah berhenti kerja jalan sana, jalan sini terus saja. Gimana kalau manusia kerjanya kayak semut, Pak? Ya, siapa coba manusia yang kerjanya kayak semut? Enggak ada.
(34:57) Semut bisa mengangkat beban yang bisa 20 kali lipat dari tubuhnya, Pak. Dari berat tubuhnya. Siapa di antara kita yang bisa mengangkat beban yang sama dengan beban kita? Ya, kalau bukan latihan susah, Pak. Ya, ini semut jalan bawa beban yang begitu berat dalam jarak yang jauh. Masyaallah. Betapa betapa kuasanya pencipta apa? Semut ini ketika kita melihat laut, biasakan kita berpikir, jangan yang dipikirin cuma kejo ya, yang dipikirin cuma bala-bala ya, ondel-ondel yang dipikirin cuma kuliner aja, traveling. Sayang sekali saudaraku ya.
(35:57) Nah, ini akhal Islam ini mutalaatul yang ini yang kelima yaitu hati kita selalu menyaksikan nama dan sifat Allah Subhanahu wa taala. Asadis yang keenam, musyahadatu birrihi wa ihsanihi wamihi wal batinah. Yaitu menyaksikan kebaikan Allah kepada kita. selalu kita menyaksikan, “Ya Allah, berapa banyak oksigen yang aku apa hirup setiap harinya ini gratis tanpa aku harus berpikir otomatis.
(36:41) ” Ya, ada seorang yang dia sakit, Pak. Sakitnya itu mengap kayak orang kena COVID. Akhirnya dia harus butuh oksigen. Ya, alhamdulillah beberapa hari dia sembuh dan dia harus bayar ya cukup-cukup besar. Dia nangis terus dia dibilang, “Kenapa, Pak, nangis? Enggak punya duit buat bayar.” Enggak, duit saya banyak. Saya bisa bayar.
(37:22) Saya nangis karena saya baru ingat selama ini Allah kasih saya oksigen gratis. Enggak perlu saya bayar. Sekarang saya harus bayar oksigen. Iya. Selama ini saya sehat dikasih sama Allah oksigen gratis begitu. Allah tidak minta bayaran sama sekali. Betapa baiknya Allah kepada kita, Pak. Manusia butuh matahari. untuk ya supaya karena manusia bumi ini butuh panas, Pak.
(37:55) Allah ciptakan mataharinya dengan berbagai macam manfaat-manfaat yang dirasakan dari matahari. Manusia butuh apa? Kebutuhan yang kita butuhkan, Pak. Disediakan semua sama Allah Subhanahu wa taala. Semakin dibutuhkan, jumlahnya semakin banyak. Iya, tidak. Manusia sangat membutuhkan oksigen, maka jumlah oksigen paling banyak.
(38:22) Manusia butuh air, maka jumlah air sangat banyak. Manusia butuh makanan, berbagai makan. Macam makanan ada. Alhamdulillah ya. Butuh buah-buahan untuk serat dan yang lainnya. Allah ciptakan berbagai macam buah-buahan. Ada mangga, ada rambutan, ada durian dan macam-macam yang lainnya. Manusia butuh protein hewani.
(38:52) Allah ciptakan hewannya, kambingnya, sapinya, ayamnya, ya dan yang lainnya. Manusia butuh serat tumbuhan. Allah ciptakan bayamnya, kangkungnya, berbagai macam ini apa ee dedaunan-dedaunan yang bermanfaat buat tubuh kita, saudaraku seiman. Masyaallah ya. Tapi anehnya yang kita ingat cuma musibah aja, bukan mengingat kebaikan Allah. Yang kita ingat musibah yang Allah berikan kepada kita.
(39:34) Sebagaimana sudah pernah saya sampaikan tentang firman Allah, innal insana lirabbihi lakanud. Sesungguhnya manusia itu kan kepada Rabbnya. Apa makna kan? Kata Alhan Albasri, hualladzi yaudul masib waansan niam. yaitu orang yang menghitung-hitung musibah dan melupakan nikmat yang banyak yang Allah berikan kepada dia.
(40:02) Ikhwat Islam saudaraku iman asabi yang ketujuh yang bisa mendatangkan cinta Allah kepada kita. Inkisarul qolbi baina yadaih. Ketundukan hati di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Saat kita beribadah, hati kita pasrah kepada Allah. Iya. Akhlat Islam, Saudaraku seiman.
(40:38) Dan di antara tanda, Pak, seorang hamba yang diinginkan kebaikan oleh Allah itu, Pak, ketika dia ya mendapatkan sebab-sebab yang menyebabkan dia bisa sombong atau lupa diri, tiba-tiba Allah kasih musibah supaya dia apa? Hatinya jadi terhindar dari kesombongan. Ya, ketika ada orang banyak memuji dia, mengelu-elukan dia. Oh, masyaallah. Ini kan sebab-sebab cuma menyebabkan kesombongan.
(41:14) Iya, kan? Tapi ketika Allah menginginkan kebaikan dia, apa yang terjadi, Pak? Allah jadikan ada orang yang mencaci maki dia, mencela dia. Supaya apa? dengan celaan tersebut dia jadi tidak ter tidak sombong, jadi merunduk. Ya, makanya kalau ada orang yang selalu dipuji-puji orang, dieluk-elukkan orang di wah masyaallah itu kasihan loh, Pak.
(41:45) Karena pujian itu kata Rasulullah menyembelih, merusak keikhlasan. Makanya salafus saleh itu paling tidak suka pujian. Enggak kayak kita kalau kita malah mencari pujian bahkan punya tim biar kita dipuji orang. Iya. Nasallah salamat waliah. Atamin yang ke-elapan yang menyebabkan datangnya cinta Allah kepada kita.
(42:23) Alkhalwah wt nuzulil ilahi itu berdua-duaan dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia. Kapan itu? Sepertiga malam terakhir. Saat itu kita bermunajat kepada Allah. Kita tinggalkan nikmatnya tempat tidur. Kita tinggalkan kasur kita yang empuk demi hanya untuk berdua-duaan dengan Allah, bermunajat kepada Allah. Iya. Sebabkan dalam hadis ya’jabu rabbuna ila rajulain.
(43:04) Allah itu kagum kepada dua orang. Yang pertama kepada orang yang bangun di waktu malam, dia tinggalkan syahwat tidurnya, dia tinggalkan kenikmatan tidurnya hanya untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu wa taala. Iya. Yang kedua, kata Rasulullah, orang yang pergi perang berjihad di jalan Allah lalu pasukannya kalah. Kalau dia lari di medan perang, dosa besar.
(43:38) Akhirnya dia terus maju sampai akhirnya dia terbunuh di jalan Allah. Allah kagum sama orang itu. Yang pertama ini, Pak, orang yang tinggalkan syahwat tidurnya lagi enak-enak tidur. Bangun jam .00. Masyaallah. Kok enak banget ya tidurnya ya? Ah, sudahlah ditinggalkan kenikmatan tidurnya. Kasurnya yang empuk ya, selimutnya yang nikmat.
(44:09) Dia pergi ke kamar mandi, bersiwak, berwudu, lalu salat. Apa yang diharapkan? Kok mau dia mau tinggalkan kenikmatan tidurnya itu? Untuk apa dia tinggalkan kenikmatan tidurnya itu, Pak? Ternyata yang diharapkan rida Allah Subhanahu wa taala. Bagaimana Allah tidak akan mencintai hamba seperti ini, Pak, yang lebih mendahulukan rida Rabbnya daripada kenikmatan apa ya? Syahwatnya. Subhanallah, saudaraku seiman.
(44:49) Atasi yang kesembilan, sebab yang kesembil mujalasatul muhibbinas sodiqin waltiqatiibarati kalamihim. ber duduk bersama orang-orang yang dicintai dan jujur dan mengambil ucapan-ucapan mereka yang bagus dan bermanfaat. Ya, yang cuman kayak ginian jarang nih, Pak zaman sekarang duduk sama teman isinya tentang keba bicarakan tentang kebaikan sehingga kita bisa mengambil faedah.
(45:36) Jarang masalah Pak kita punya grup ngobrolannya enggak tahu masalah apa. Misinya cuma masalah dunia, dunia dan yang lainnya. Masalah hobi, masalah ini sehingga jarang kita bisa mengambil manfaat. Ya, tapi kalau kita duduk dengan orang saleh yang maunya memberi manfaat ya masyaallah itu menumbuhkan keimanan di hati saudaraku seiman.
(46:11) Iya. Yang ke-10 mubaadu mubaadatu kulli sababin yahulu bainalqbi wainallah. itu menjauhi semua sebab yang menghalangi hati dari Allah. Ini paling berat ini. Semua sebab yang menghalangi hati dari Allah kita jauhi. Apa yang menghaling hati kita dari Allah? Ya banyak tontonan. Zaman sekarang kan yang paling banyak tontonan, Pak. HP.
(46:49) Ya, asyik nonton apa? Hah? Di HP antum ngasih nonton apa, Pak? Ya, ada yang senangnya nonton UFC ya. Ada yang senangnya nonton apaagi film Korea. Ada lagi yang senangnya nonton apa. Ya kalau sudah seperti ini apa, Pak? Hatinya akan terhalang dari mencintai Allah. Terhalang dari berzikir kepada Allah.
(47:30) Terhalang sudah ya. Nasallah selamat walafiat sudah. Ya, ikhwat Islam, saudaraku, seiman. Nah, semua yang menghalangi ini kita coba singkirkan. Memang berat. Berat sekali, Pak. Ya, tapi coba kita singkirkan, kita ganti dengan hal-hal yang lebih bermanfaat. Dengan baca Quran misalnya atau baca kitab-kitab yang bermanfaat misalnya atau mendengarkan ceramah-ceramah yang bermanfaat misalnya.
(48:03) atau membaca kitab tentang kisah-kisah para ulama misalnya ya sehingga lebih bermanfaat buat diri kita dan hati kita. Iman rahimani warahimakum jamian. Ini dia ya 10 sebab yang menyebabkan datangnya cinta Allah kepada kita ya. Setiap kita berusaha ana dan antum sama-sama Pak sedang mencintai sedang mencari cinta Allah Pak. ya, sedang berusaha sekuat tenaga supaya dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
(48:38) Demikian ya, sepertinya sudah masuk Isya. No. Kota Islam. Untuk selanjutnya kita simak dikumandangkannya azan untuk salat Isya bagi daerah Jakarta dan sekitarnya. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ashadu allahaillallah.
(49:53) Wow.
Leave a Reply