(3) [LIVE] Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc. – Syarah Riyadhus Shalihin – YouTube
Transcript:
(00:04) inalhamdulillah nahmaduhuagfir inalhamdulillah nahmaduhuinuhu wasastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamati amalina man yadihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah Wa asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Q Allahu taala fi kitabihin karim.
(00:44) Ya ayyuhalladzina amanu ittaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa wa antum muslimun. Amma ba’d. Saudiman, kita lanjutkan kajian kita. Kita masuk hadis yang ke-20. An Abi Said Sa’ad bin Malik bin Sinan alkhudri radhiallahu anhu. Anna Nabi Allah sallallahu alaihi wasallam q kana qoblakum rajulun qotala tisatan nafsan.
(01:32) Fasa an alami ahlil ard fadula ala rahib faahu faqal innahu qala tatan nafsan fahallahu min taubah faq la faqatala fakamala bihiqala miata nafsinala infahu minubah faqala naam waman yahulu bainahu wain taubah yolq ila ardhi kad waza fainabiha unasan ya’budunallaha taala fa’budillaha maahum ataul maut malaikat rahmah waaikatulab
(02:47) faqat malaikatur rahmah jaan muqbilan biqbihallahi taala waqat malaikat adimi fajal bainahum hakaman waqisu ma bainal ardin faila ayatihiana adna fahua faqasu fawajaduhu mutta alai. Dari Abu Said Saad bin Malik bin Sinan alkudri bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dahulu ada orang yang sudah membunuh 99 jiwa.
(03:57) Lalu ia bertanya tentang orang yang paling berilmu di muka bumi. Rupanya ia ditunjukkan kepada seorang ahli ibadah rahib. Lalu orang ini mendatangi si rahib itu dan berkata, “Sesungguhnya ada orang yang sudah membunuh 99 jiwa. Masih bisakah bertaubat? Kata si rahib ini apa? Tidak.
(04:35) Rupanya orang ini membunuh si rahib sehingga sempurna membunuh 100 jiwa. Kemudian ia bertanya lagi tentang orang yang paling berilmu di muka bumi. Maka ia pun ditunjukkan kepada seorang alim ulama. Lalu ia mendatangnya dan berkata, “Sesungguhnya ada orang yang sudah membunuh 100 jiwa. Masihkah ada pintu taubat untuknya?” Kata ulama ini apa? Masih.
(05:11) Iya. Siapa yang menghalangi ia dengan taubat? Tidak ada. Pergilah ke daerah sana. Di sana itu banyak orang-orang yang beribadah kepada Allah. Maka beribadahlah kepada Allah bersama mereka dan jangan kembali ke daerahmu karena itu daerah yang buruk. Rupanya orang ini memang pengin taubat, Pak. Pergilah ia.
(05:45) Sehingga ketika berada di pertengahan jalan didatangi oleh malaikat maut. Rupanya apa yang terjadi? Malaikat rahmat bertengkar dengan malaikat azab. Apa kata malaikat rahmat? Sesungguhnya orang ini datang untuk taubat kembali kepada Allah. Ya, apa kata malaikat azab? Tapi orang ini belum pernah melakukan kebaikan sedikit pun. Maka didatangilah oleh malaikat dengan berbentuk manusia.
(06:26) Lalu malaikat azab dan malaikat rahmat ini menjadikan malaikat yang berbentuk manusia ini sebagai hakim. Lalu kemudian ya ia berkata, “Coba kalian ukur ke daerah mana yang lebih dekat. Apakah ke daerah yang ia tuju atau ke daerah yang ia tinggalkan. Maka mereka pun mengukur ternyata lebih dekat ke eraah ke daerah yang dia tuju.
(07:03) Maka ia pun diambil oleh malaikat rahmat muttafaqun alaih. Ai riwayatin fahih. Dan dalam riwayat lain dalam Sahih Bukhariana qatihah bisibrin fajil min ahliha. Setelah diukur ternyata lebih dekat ke daerah yang ia tuju satu jengkal. Maka ia pun dimasukkan dalam penduduknya. Dalam riwayat yang lain, faallahu taala ila hadi anta baadi wazi antaqi waq bainahuma fawajaduhu ila hadzi aqr bisibrin fagfirah.
(08:03) Maka Allah pun mewahyukan kepada negeri yang ditinggalkan. Menjauhlah kamu. Dan Allah berfirman kepada negeri yang dituju, “Mendekatlah kamu.” Lalu Allah berfirman, “Silakan kalian ukur. Ternyata ia lebih dekat ke negeri yang ia tuju satu jengkal.” Fafiwayatin fanaa bisodri nahwaha. Satur yang lain ya pun berusaha sekuat tenaga ya untuk apa namanya menuju daerah yang ia tuju tersebut. Subhanallah.
(08:49) Bapak dan Ibu-ibu sekalian ini kisah tentang orang yang sudah membunuh berapa jiwa? 100 jiwa. Bayangkan. Tapi dia pengin tobat. Pengin taubat. Tapi enggak tahu apakah taubatnya diterima apa enggak. Iya. Yang pertama nanya ke siapa, Pak? Ahli ibadah yang enggak punya ilmu. Rupanya jawabannya apa? Enggak ada pintu tobat dibunuh. Yang kedua bertanya kepada ulama yang punya ilmu. Maka jawabannya benar.
(09:30) Apa kata dia? Masih ada pintu tobat buat kamu. Ini menunjukkan, Pak, sebatas ahli ibadah tapi enggak punya ilmu itu ya malah lebih banyak merusaknya, Pak. Ya. Maka dari itulah penting kita itu harus berilmu, saudaraku. Sayimah. Baik, kita ambil faedah dari hadis ini. Kata Syekh Salim bin Id. Faedah yang pertama, hikmatun Nabi sallallahu alaihi wasallam fi taujihi wal mauidah bidarbil amsal.
(10:09) Nabi sallallahu alaihi wasallam telah memberikan peringatan dan nasihat ya terkadang dengan membawakan perumpamaan atau cerita-cerita orang-orang terdahulu. Ya, ini menunjukkan Pak ya menceritakan tentang orang-orang terdahulu boleh-boleh saja dengan syarat ya cerita itu memang benar terjadi bukan fiksi, bukan fiktif.
(10:39) Adapun kalau bikin cerita dongeng si kancil ceri timun misalnya, gak boleh itu dongeng-dongeng bohong, Pak. Dalam Islam tuh enggak boleh kita diajar mengajarkan anak-anak kita dengan dongeng-dongeng yang bohong tuh. Enggak boleh ya.
(11:03) Nah, di sini Nabi sallallahu alaihi wasallam menceritakan tentang orang terdahulu. Dari mana Rasulullah tahu ya? Apa Rasulullah membaca? Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak baca bisa bisa baca tulis. Ya tentunya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mendapatkan apa? Wahyu dari Allah Subhanahu wa taala. Iya. Maka dari itu apa penting kita kita misalnya memberi nasihat ya dengan membuat cerita-cerita tentang orang-orang saleh terdahulu enggak apa-apa cerita tentang para ulama, tentang para sahabat tapi dipastikan itu ceritanya benar ya bukan bohong.
(11:42) Saudara kasih iman rahimani warahimakumullah jamian. Faedah yang kedua, Jawa tahad an bani israil. Bolehnya menceritakan tentang kisah-kisah Bani Israil. Fainna fihim kanat alajib. Pada kisah-kisah mereka itu ada kisah-kisah yang ajib, Pak, yang mengagumkan. Makanya kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam apa ya? id haddasakum banu israil fala tusoddiqu wala tukadzibu apabila ya mereka menceritakan tentang kisah bani israil orang-orang terdahulu jangan dibenarkan dan jangan didustakan tapi kita lihat
(12:34) dulu sesuai enggak dengan Al-Qur’an dan hadis. Kalau sesuai kita terima. Kalau tidak sesuai maka kita tidak terima. Faedah selanjutnya saudaraku seiman yang bisa kita petik kata beliau annafsul basyariah fiha khairun asil wasyar wasu dakil. Jiwa manusia itu, Pak aslinya itu suka kepada kebaikan. Fitrahnya manusia itu ya senang kepada ketaatan.
(13:16) Namun terkadang, Mbak ngikutin syahwat, ngikutin hawa nafsu, digoda setan, akhirnya dia pun jatuh kepada keburukan. Ya, makanya terkadang ada orang yang berbuat maksiat tapi hatinya pengin kembali kepada Allah. Ada enggak, Pak? Ada kayak gitu. Biasanya yang kayak ginian nih, Pak, yang suka dapat hidayah, Pak.
(13:49) Beda dengan orang yang berbuat maksiat tapi bangga dengan maksiatnya. Ada yang kayak gitu. Bangga kalau dirinya sudah pernah minum arak satu gentong. Bangga kalau dirinya sudah pernah berzina. Ya, bangga. Subhanallah. Makanya yang seperti ini biasanya sih jarang dapat hidayah, Pak. Iya. Ikhwat Islam saudaraku iman. Faedah selanjutnya fadlul id wal ulama.
(14:24) Keutamaan ilmu dan ulama. Walaupun ibadahnya sedikit tapi kalau ilmunya banyak itu lebih banyak memperbaiki insyaallah Pak. Sehingga kalau bicara pun dengan ilmu. Iya. Adapun kalau ahli ibadah, ibadahnya banyak tapi ilmunya nol. Seringki apa, Pak? Seringki terkadang bikin ibadah-ibadah yang enggak ada contohnya.
(14:59) Kalau ngomong masalah agama hanya sebatas menurut pendapatnya. Enggak pakai dalil, enggak punya ilmu. Ya, makanya kata para ulama ya, orang yang ahli ibadah tapi tidak punya ilmu lebih banyak merusaknya daripada memperbaiki. Sedangkan ahlu para ulama walaupun ibadahnya enggak banyak maka mereka itulah yang bisa membimbing saudaraku seiman dengan keilmuan saudaraku seiman. penting kita itu.
(15:37) Makanya kalau kita berbicara dalam masalah apapun harus dengan ilmu, Pak. Bapak aja kalau bicara tentang masalah apa dunia ya harus pakai ilmu, Pak. Bapak mau bicara tentang masalah apa? Kedokteran sementara Bapak enggak punya ilmunya. Kira-kira boleh enggak, Pak? Enggak boleh. Saya mau bicara obat penyakit diabet. Apa obatnya? Makan alang-alang.
(16:08) Dari mana kamu? Ya kayaknya sih gitu. Enggak punya ilmu loh. Enggak bisa ya. Masalah dunia saja kita enggak mau terima, Pak. Kalau ada orang apa namanya ngomongnya seenaknya enggak mau terima. Masa masalah agama kita mau terima hanya karena masalah hanya karena dia disebut dai selebritis terkenal terus dia ngomong enggak pakai dalil enggak pakai apa, cuma pakai otaknya saja.
(16:46) Anehnya banyak yang nerima. Heran saya. Harusnya kita kritis masalah agama itu lebih berat, Pak, dibanding masalah dunia. Kalau kita bicara tentang dunia dengan tanpa ilmu, ya yang paling yang rusak dunia. Tapi kalau kita bicara tentang agama dengan tanpa ilmu yang rusak itu agama, Pak. Agama itu isinya apa? Akidah, ibadah, akhlak, muamalah.
(17:21) Kalau salah akidah bisa rusak, ibadah bisa tidak diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya Allah menjadikan ya berkata tanpa ilmu itu Pak sumber segala macam kesesatan. Allah mengatakan dalam surat Ala’raf ayat 33, Allah berfirman, “Qul inama harbial fawahis mahar minha wma wal bigiril haqq wa tusriku billahi maam yunzil bih wa taquulu alallahi maa tamamun.
(18:02) ” Katakan sesungguhnya yang diharamkan oleh rabku apa? fahisyah dan dosa dan berbuat zalim dengan tanpa hak di muka bumi dan kamu mempersekutukan Allah. Tapi ternyata Allah tidak menutup dengan syirik, Pak. Apa kata Allah? Dan kamu berkata atas Allah dengan tanpa ilmu. Kenapa Allah menjadikan semua dosa itu ditutup dengan berkata tanpa ilmu? Kata para ulama, karena sumbernya itu munculnya kesyirikan gara-gara berkata tanpa ilmu.
(18:44) Munculnya berbagai macam kebidahan gara-gara berkata tanpa ilmu. Munculnya berbagai macam penyimpangan akibat berkata tanpa apa? Berkata tanpa ilmu. Saudaraku seiman rahimani warahimakumullah jamiah. Ini surah khusus iman. Makanya kalau kita enggak tahu, Pak, lebih baik kita ucapkan apa? Kalau enggak tahu, bilang wallahuam. Saya enggak tahu.
(19:16) Jangan pernah merasa malu untuk mengatakan saya tidak tahu. Kkadang kan kita ini mikirnya aduh malu saya disebut enggak tahu mikirnya. Jangan itu yang kita pikirkan. Selamat dari api neraka dulu. Ya, saudaraku se iman. Faedah selanjutnya kata Syekh Salim, aljahilu aduwu nafsih. Orang bodoh itu musuh dirinya sendiri. Faqilatu fitnat rahimatu liannahu min haqqi taharus mimman isar alalqatal.
(20:02) Karena si rahib ini akibat kurangnya ilmu dia, Pak, ngomongnya enggak pakai ilmu. Dia bilang apa? Enggak ada pintu tobat. Akibatnya dia dibunuh. Padahal seharusnya kalau enggak punya ilmu dengan diam. Serahkan kepada ahlinya. Bilang aja, “Aduh, saya enggak punya ilmunya. Silakan tanya kepada Ustaz Fulan.” Kan lebih enak gitu, Pak. Lebih selamat gitu. Dulu para sahabat begitu, Pak.
(20:32) Sebagaimana disebutkan dalam riwayat yang sahih, ada seorang tabiin datang ke seorang sahabat bertanya tentang suatu permasalahan dan sahabat itu berkata, “Coba kamu tanya ke si fulan.” Pergi dia ke si fulan. Ketika datang kepada sahabat yang kedua, apa kata sahabat? “Coba kamu tanya kepada si fulan.” Pergi lagi yang ketiga. Yang ketiga bilang, “Coba tanya ke si fulan sampai ketemu ke pertama lagi.
(21:04) Saking takutnya, Pak, saking takutnya berfatwa tanpa il ilmu.” Makanya dalam asar disebutkan, ajraukum alanar ajraukum alal fya. Orang yang paling berani untuk masuk neraka itu yang paling berani berfatwa. Maksudnya berfatwa tanpa il ilmu saudaraku ngomong tanpa ilmu tentang masalah agama. Faedah selanjutnya alalim yuhtada binuril haq.
(21:44) Yahtadi binuril haqqi wal ilm faywafaqu lil huda. Orang yang berilmu itu mendapatkan hidayah dengan cahaya ilmunya itu. Makanya diberikan taufik, Pak, kepada kebenaran. Penting sekali saudaraku seiman untuk kita menuntut ilmu, akhi. Iya. Kita menuntut ilmu bukan disebut pengin disebut ulama, bukan. Tapi supaya kita terbimbing ya akidah kita jadi benar, ibadah kita jadi benar, cara beragama kita jadi benar.
(22:27) I faedah selanjutnya yang bagi alalim wallahubir wira wajahmatillah allati wasat selayaknya seorang alim atau seorang dai ya jangan membuat orang lari dari kebenaran dan jangan tergesa-gesa bisa berfatwa sehingga membuat manusia jadi apa? Merasa putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. Jangan. Iya.
(23:10) Seorang alim dan da itu ketika berdakwah, Pak, berusaha untuk memberikan apa, Pak? Ya, kemudahan yang tentunya kemudahan itu tidak keluar daripada koridor syariat. Jangan memberikan tasyadud, Pak. Ya, kalau seorang ulama atau seorang alim dakwahnya langsung tasyaddud, langsung keras, Pak. Wah, orang lari itu, Pak. Bukannya senang sama dakwah malah enggak suka.
(23:42) Jadi, makanya kenapa para nabi itu, Pak, berdakwah itu dari akidah dulu, dari memperkenalkan manusia kepada Allah dulu. Ya, membuat manusia cinta kepada Allah dulu, membuat manusia takut kepada Allah dulu. Karena itu modalnya, itu dasarnya. Kalau engkau sudah cinta kepada Allah, sudah takut kepada Allah, di situlah akan tumbuh jiwa sam’na wa atana.
(24:17) Iya. Ada orang datang ke Rasulullah dan berkata, “Hai Rasul, wahai Rasulullah, aku mau masuk Islam tapi dengan syarat aku mau salat 3 waktu aja.” Ya, Rasulullah terima. Silakan. Tadinya dia salat cuma tiga waktu, lama-lama lama ketika iman telah masuk ke dalam hati, akhirnya salat lima waktu. Subhanallah. Ikhwat Islam saudaraku seiman rahimani warahimakum jamiah.
(24:52) Faedah selanjutnya babut taubah muftuh min jamiunub wal khaya kabiriha wasiriha. Bahwa taubat itu selalu terbuka, Pak untuk seluruh dosa. Baik dosa besar maupun dosa kecil. selama dia tobatnya dengan tobat yang jujur dari hatinya. Ya, yang kata Imam Nawawi yang sudah pernah kita sebutkan tobat itu ada tiga syarat.
(25:24) Yang pertama apa? Masih ingat enggak? Menyesali. Yang kedua apa? Meninggalkan dosa saat bertaubat. Yang ketiga, bertekad bulat untuk tidak kembali lagi kepada perbuatan itu. Maka kalau tiga ini ada, Pak, Allah terima tobat. Enggak ada dosa yang tidak dimaafkan oleh Allah kalau pelakunya bertaubat. Enggak ada.
(26:01) Makanya dalam hadis qudsi Allah Taala berfirman, “Apa? Ya bna Adam launama. Wahai anak Adam, kalaulah dosamu memenuhi awang-awang kemudian kamu minta ampun kepadaku, aku akan ampuni dosamu. Subhanallah. Ya, asal tobat aja, Pak. Dengan tobat yang benar. Jangan kayak tobat sambal gitu ya. Ada tobat hari ini, tapi hatinya berniat besok mau baik lagi. Yang seperti ini tidak akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala.
(26:45) Faedah selanjutnya. Almalaikatul muwakaluna bibani adam yakalifu ijtihaduhum ijtihaduhum fi haqqihim. bahwa para malaikat terkadang mereka pun berijtihad, Pak. Buktinya ini malaikat azab sama malaikat rahmat apa? Bertengkar. Apa kata malaikat rahmat? Dia datang dalam keadaan taubat kepada Allah. Apa kata malaikat azab? Oh, enggak.
(27:23) Dia enggak pernah beramal kebaikan sedikit pun. Ternyata malaikat bisa berbeda pendapat, Pak. Bisa. Iya. Ikhwat Islam secara kuasa iman. Fah selanjutnya qudratun malaikah alat tasyakul fi suratil insan. Bahwa malaikat itu mampu bisa membentuk diri jadi manusia. Bisa. Malaikat bisa membentuk jadi apa? Manusia, Pak. Tapi masalahnya, Pak, kita tidak bisa memastikan ya.
(28:13) Kadang-kadang jemaah haji mengatakan itu yang minta-minta di Masjidil Haram itu malaikat katanya. Jangan ditolak. Kita katakan mana buktinya kalau itu malaikat? Ya, kalau di zaman Rasul, Rasulullah yang ngabar, ngasih kabar. Zaman sekarang kita enggak tahu. Masalahnya setan pun bisa berubah menjadi manu, bisa mengubah dirinya jadi manusia. Bisa. Jadi, kita tidak bisa memastikan ini malaikat atau bukan ya.
(28:46) Faedah selanjutnya masat tahawul minal ardia yallahu fiha ardin yallahu fiha disyariatkan pindah Pak ke daerah yang di situ banyak orang saleh dan meninggalkan daerah yang di situ banyak orang berbuat maksiat sehingga kita tidak apa namanya tidak bisa istikamah gitu. Kalau kita tinggal di negeri atau di daerah yang di situ banyak maksiat, banyak preman, banyak pelacur, banyak kemaksiatan sehingga kita tidak bisa istikamah, mendingan pindah deh, Pak.
(29:37) Cari tempat yang di situ ada ilmu dan ulama, Pak. Makanya disebutkan dalam hadis ya, bahwa daerah yang tidak ada padanya ilmu dan ulama itu seperti apa? Seperti perkuburan. Ya. Jadi usahakan, Pak, kita cari tempat yang membuat kita bisa istikamah di atas agama. Berkumpul dengan orang-orang saleh itu nikmat, Pak. Bayangkan kalau antum tinggal di tempat yang di situ banyak maksiatnya, Pak.
(30:16) Mungkin antum selamat, tapi anak antum belum tentu selamat. Tapi kalau kita tinggal di situ di daerah yang banyak orang salehnya yang mendukung dalam agama kita, ya insyaallah terpelihara keistikamahan kita biidiznillah. Faedah selanjutnya yang bagi alat taib mufarqatul ahwal allatiadaha zamanal maksiah. Orang yang bertaubat hendaklah dia meninggalkan kebiasaan-kebiasaan zaman maksiatnya dulu itu dan semua segala sesuatu yang menjadi sebab yang jatuh kepada maksiat tinggalkan, Pak.
(31:00) Kalau misalnya ada orang berkata, “Ustaz, saya ini kok sulit sekali meninggalkan maksiat, Ustaz.” Maka kita katakan, “Apa sebabnya?” Sebabnya HP, Ustaz. Ohah. HP-nya buang aja, Mas. Kalau itu sebab utama kamu selalu berbuat maksiat gara-gara HP, udah HP-nya jual dah. Selamatkan diri kamu dari api neraka.
(31:30) Ya, kalau sebab utamanya teman, tinggalkan teman enggak masalah. Cari teman yang saleh. Jangan pernah kita berkata, “Aduh, Ustaz, saya ini kok lemah di depan maksiat, Ustaz.” Jangan ya, akhi ya. Manusia itu pada asalnya diberikan oleh Allah kekuatan untuk meninggalkan apa? Maksiat. Tinggal gunakan kekuatanmu itu.
(31:57) Iya. Faedah selanjutnya, musahabatu ahlil ilmi wat taqwa wasah tuinu ala thaatillah. Bersahabat dengan para ahli ilmu, orang-orang yang bertakwa dan orang-orang saleh itu kata beliau bisa membantu kita untuk istikamah dalam rangka menaati Allah. Makanya penting Bapak, Ibu pilah-pilih teman. Jangan berteman kepada orang yang membuat kita apa? futur.
(32:36) Kalau di zaman dulu saja ulama salaf dulu berkata begini, “Kalau kamu punya teman yang selalu salatnya masbuk, sudah cuci tanganmu dari dia. Salatnya masbuk terus sudah cuci tangan. Jangan jadi kamu jadikan teman itu orang.” Kenapa? Karena akan berpengaruh ke kita masalahnya, Pak.
(33:02) Sifat manusia itu suka apa? Suka mencuri sifat orang, Pak. Meniru orang. Itu sifat manusia itu sudah terpengaruh kita itu, Pak. Nah, ini Bapak, Ibu, Ibu-ibu misalnya punya teman yang kerjaannya suka selfie di mana? Di Instagram, di TikTok. Ya udah, Bu. Jangan, Bu. Jangan berteman sama perempuan kayak gitu deh. Nasihati dulu. Tapi kalau enggak mau dinasihati, ya udahlah.
(33:38) Cari wanita-wanita yang betul-betul menjaga kehormatannya. Ya, wanita yang suka selfie itu wanita yang kurang menjaga kehormatan. Tapi wanita yang senantiasa dia menutupkan dirinya ya, tidak memperlihatkan perhiasan dan kecantikannya. itu menunjukkan dia wanita yang betul-betul menjaga kehormatan, Ibu-ibu sekalian.
(34:06) Terpelihara ya. Fa selanjutnya, tahamulul masyaqah min ajli haqqihin dalilun alidqbah f taubah. menghadapi beratnya jalan untuk bergabung dengan orang-orang saleh itu sebagai tanda kejujuran taubat seseorang. Orang ini memang mau tobat. Apa kata ulama itu? Pergilah kamu ke daerah sana. Di sana banyak orang-orang saleh.
(34:46) Ibadahlah kamu bersama mereka kepada Allah. Rupanya benar, Pak. Dia pengin tobat, pergi ke sana, Pak, dengan susah payah yang qadarlah meninggal di tengah jalan. Demikian pula kita ya saat kita terus berusaha bergabung dengan orang saleh, sabar ya berteman dengan orang saleh, itu tanda bahwa kita memang betul-betul ingin tbat kepada Allah Subhanahu wa taala. iman.
(35:18) Faedah selanjutnya, man kja muhajiran ilallah faqad waq ajru alallah. Siapa yang keluar untuk hijrah kepada Allah, maka sungguh ia telah mendapatkan pahala besar di sisi Allah Subhanahu wa taala. Saudaraku seiman, hijrah kepada Allah itu ada dua macam, Pak. Macam yang pertama hijrah berupa tempat itu meninggalkan tempat yang banyak maksiat menuju tempat yang di situ banyak orang yang berbuat ketaatan. Ini disyariatkan.
(36:02) [Musik] Hijrah dari negeri kafir ke negeri Islam ini diperintahkan. Yang kedua yaitu hijrah yang berbentuk perbuatan itu meninggalkan perbuatan yang buruk, berhijrah kepada perbuatan yang baik. Ya, tadinya suka berbuat maksiat, sekarang alhamdulillah dia tinggalkan maksiat. Tadinya suka dugem, alhamdulillah sekarang sudah tinggalkan.
(36:37) Tadinya enggak pakai jilbab, suka memperlihatkan aurat. Sekarang alhamdulillah sudah pakai jilbab. Tadinya suka ngerokok, sekarang alhamdulillah sudah tinggalkan. Ya, sekarang kebiasaannya pakai siwak. Nah, ini hijrah yang benar. Cuman, Pak hijrah itu usahakan secara kafah, menyeluruh dengan sebagian-sebagian ya.
(37:14) Nah, sebagian orang terkadang hijrahnya masih sebagian-sebagian ya. Enggak apa-apalah ya kita bimbing terus. Tapi, Pak, ada orang yang masuk. Alhamdulillah sudah ngaji. Alhamdulillah, Pak. Sudah berjenggot. Alhamdulillah. Tapi belum bisa ninggalin ngerokok. Ada itu ada menghadapi kayak orang kayak giniin, Pak. Jangan terlalu keras, Pak. Takutnya dia lari dari apa? Kebenaran.
(37:40) Tapi kita berusaha untuk menggiring dia kepada yang lebih baik. bilang kepada dia, “Kurangi rokoknya dari dua bungkus dari sebungkus. Nanti dari sebungkus kurangi lagi terus terus sampai enggak sama sekali.” Kadang kalau orang sudah kecanduan itu berat untuk meninggalkan itu Islam secara iman rahimani warahimakum jamian. Iya. Ada akhwat bercadar, Pak.
(38:09) Alhamdulillah sudah bercadar, Pak. Tapi masih senang selfie gitu ya. Hijrahnya belum kafa ini, Pak. Maka yang seperti ini kasih tahu, beri nasihat bahwa seperti ini tidak baik bagi seorang wanita. Iya, walaupun dia bersadar. Faedah selanjutnya, jawajut tahkim haitu arsala ilaihi malakan bisuratin adami.
(38:49) Bolehnya menjadikan seorang ya yang berilmu sebagai hakim untuk melarai pertikaian. Kalau misalnya kita bertakai bertikai nih dengan sama teman nih, kita datang kepada seorang alim, “Ustaz, tolong ustaz putuskan pertikaian kami ini. Bagaimana ini?” Enggak apa-apa ya.
(39:16) Tapi minta kepada alim ini, tolong putuskan di antara kami dengan kitabullah berdasarkan keilmuan Allah Subhanahu keilmuan dari Allah dan rasul-Nya. Faedah selanjutnya ibu-ibu dan bapak sekalian ahwalqjih. Seorang hakim yang hendak memutuskan pertikaian manusia wajib dia melihat kepada apa? Dalil bukti-bukti yang akurat. Kalau ternyata bukti-buktinya kok saling bertabrakan, maka dia berusaha mencari penguat-penguat yang lain yang bisa menguatkan salah satu daripada apa bukti tersebut.
(40:09) Dan ini hanya yang bisa melakukannya orang-orang yang berilmu, Pak. Enggak bisa sembarangan. Ya, faedah selanjutnya, Ibu Bapak dan Ibu-ibu sekalian, afdolatu basyar alal malaikah haitu jaal malakal hakam alati adami. Hadis ini menunjukkan, Pak, orang saleh itu lebih utama daripada malaikat.
(40:43) Orang saleh itu manusia yang saleh lebih utama daripada mala malaikat. Kenapa? Karena Allah menjadikan malaikat yang akan menghakimi ya berbentuk manusia. Ketika malaikat arrahmat dan malaikat azab ini pertikai maka Allah datangkan malaikat berbentuk manusia, Pak. Seakan ini isyarat, Pak, bahwa orang yang saleh yang bertakwa kepada Allah itu lebih utama dibandingkan mala malaikat. Bagaimana? Tidak.
(41:21) Malaikat enggak punya hawa nafsu. Malaikat enggak punya syahwat. Malaikat memang sudah Allah ciptakan untuk apa? Tunduk dan taat. Manusia punya syahwat, punya hawa nafsu. Sudah gitu setan menggoda lagi. Tapi dia tetap kuat bertakwa kepada Allah, beriman kepada Allah. Maka jelas manusia yang seperti ini lebih baik daripada mala malaikat.
(41:54) Saudaraku rahimani warahimakumull jamiah. Hadis ini menunjukkan, Pak kepada faedah fikih itu tentang perselisihan para ulama. Apakah orang yang membunuh dengan sengaja lalu ia taubat, diterima taubatnya atau tidak? Pendapat yang sahih, yang rajih, diterima taubatnya. Tapi kalau dia sudah dilaporkan ke hakim dan hakim sudah menyatakan putus untuk di keputusan untuk di apa? Dikisos, maka wajib dilaksanakan hukum apa? Qisos pada waktu itu. Kecuali kalau memang keluarga yang dibunuh memaafkan. Saudaraku, iman.
(42:50) Ini pernah terjadi di Saudi, Pak. Ada orang membunuh kemudian akhirnya dia mau dikisos. Pas mau dikisos, rupanya keluarganya memaafkan. Tapi dengan syarat kami akan maafkan kamu asal kamu ngfalin Quran 30 juz. Rupanya orang ini karena enggak enggak takut dibunuh, akhirnya dia ngapfalin 30 juz. Iya.
(43:20) Setelah selesai 30 juz hafal dimaafkan sama keluarga pembunuh. Ya sudah. Masyaallah saudaraku seiman rahimani warahimakumull jamian. Hadis ke-21 ini hadis panjang banget ini, Pak. Saya akan terjemahkan sedikit-sedikit ya kisah Kaab bin Malik. Dari Abdullah bin Ka’ab bin Malik, wakana qaid Ka’ab min banihi hina amin.
(44:03) Abdullah bin Ka’ab ini anaknya Kaab dan ia suka menuntun ayahnya ketika ayahnya telah tua dan buta. Ia berkata, “Samitu Ka’ab bin Malik.” Aku mendengar Kaab bin Malik yuhadditu biadhi takfa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fiwati Tabuk. Aku mendengar ayahku Kaab bercerita tentang kisahnya dulu enggak ikut perang Tabuk.
(44:37) I Q Kaab berkata Kaab l Rasulullah wasam gazwatin gzaq illa fi gzwati tab aku belum pernah absen dari peperangan Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam kecuali satu peperangan saja yaitu perang Tabuk Badar. Tapi aku juga tidak ikut perang Badar. Walam ahadunu. Namun waktu itu di perang Badar tidak diwajibkan. Orang yang tidak ikut pun tidak dicela. Iya.
(45:17) Inama kaja Rasulullah sallallahu alaihi wasallam wal muslimuna yuriduna quraisy. Dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu keluar bersama kaum muslimin hanya ingin mencegat iring-iringan kafilah Quraisy. Hatta jamaahu taala bainahum wa baina aduhim ala giri miad.
(45:43) Sampai akhirnya Allah pun pertemukan pasukan kaum muslimin dengan pasukan kaum musyrikin ya dengan tanpa apa? ada niat ingin perang. Karena Rasulullah keluar di perang Badar waktu itu tujuannya mau bukan mau perang, cuma mau mencegah ya iring-iringan kafilahnya Abu Sufyan untuk mengambil harta mereka yang diambil di Makkah. Makanya di perang Badar itu para sahabat keluar seadanya. Cuma bawa apa? Pedang.
(46:17) Enggak ada yang bawa baju besi, tombak, dan apa namanya alat-alat perang lain. Tidak, Pak. Rupanya apa yang terjadi di perang Badar? Malah dipertemukan dengan pasukan 1000 pasukan yang lengkap dengan apa? Senjata mereka. Iya. Makanya kata ya kata Ka’ab di perang Badar itu orang yang tidak ikut tidak dicela. Iya. WQ Rasulullah wasam lailatalq alal Islam.
(46:56) Dan aku termasuk yang menyaksikan malam Aqabah dan waktu itu kami saling berjanji untuk membela Islam. W uhibbu anali biha mashada badr wainat badrun adkar finasi minha. Dan aku tidak melebihkan perang Badar daripada baiat Aqabah itu. Walaupun perang Badar kata beliau lebih masyhur di kalangan manusia. Wakana min khabari takftu rasulillah sallallahu alaihi wasallam fi guzw tabu an lam akun aqwa w aar minniqual gazwah.
(47:41) Adapun ceritaku, kisah aku, kenapa waktu itu aku tidak ikut perang Tabuk. Waktu itu aku justru sedang kuat-kuatnya dan sedang mudah-mudahnya hartaku. Ya wallahi ma jamu qblaha rahilinta jam guzwah. Demi Allah, Allah tidak pernah mengumpulkan kepadaku dua kendaraan. kecuali pada waktu itu ya. Walam yakun Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yuridu gazwah waririha.
(48:14) Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam kalau ingin perang biasanya beliau membuat tauriah. Tauriah tuh gini ya. Ngomongnya begini maksudnya ke sana gitu. Tujuannya apa? Tujuannya supaya tidak diketahui oleh mata-mata musuh. Karena kan bisa saja mata-mata musuh tuh datang ke kota Madinah untuk mendengarkan apa? Berita.
(48:42) Nah, Rasulullah kalau ingin perang biasanya menggunakan tauriah, Pak. Ya. Ya. Tauriah. Tauriah itu apanya? Mengucapkan kata-kata yang lahiriahnya dipahami orang A padahal maksudnya B. Itu namanya apa? Tauriah. Contoh tauriah gimana? Contohnya kayak Nabi Ibrahim waktu itu kan Nabi Ibrahim ya punya istri namanya Sarah dan Sarah ini wanita tercantik di dunia.
(49:20) Rupanya terdengarlah kepada Raja Namrud ada wanita yang tercantik di dunia dan Raja Namrud ini kebiasaannya kalau ada wanita cantik pasti diambil dan suaminya dibunuh. Apa kata Nabi Ibrahim kepada istrinya? Kalau nanti kamu ditanya siapa laki-laki itu, bilang dia saudaraku. Maksudnya saudara seiman. Maksudnya satu apa? Seiman. Nah, ini namanya tauriah.
(49:51) Boleh enggak? Apa ya? Kata para ulama, tauriah boleh apabila dibutuhkan. Nabi Ibrahim ketika menghancurkan patung-patung yang kecil-kecil tuh disisakan yang besar, Pak. Kemudian ditanya Nabi Ibrahim, “Siapa yang melakukan ini?” Kata Nabi apa? Faalahu kabir maksudnya Nabi Ibrahim ke jempol yang melakukan tu yang besar ini.
(50:20) Inu yamtiquun. Coba tanya dia kalau dia bisa bicara. Iya. Ini namanya apa? Tauriah. Ya. Nah, ini kalau tauriah boleh kalau dibutuhkan. Kalau enggak dibutuhkan enggak boleh. Ya, saudaraku seiman rahmani warahimakumullah jamian. Kita lanjutkan, Pak. Fagzaha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam fi harin syadid.
(50:56) Maka Rasulullah pun mengumumkan perang di zaman panas yang sedang panas banget di musim panas. Wastaqbala ya safaran baidan wafazan wastaqbal adadan kabir kiro dan jaraknya sangat jauh dan musuh pun sangat banyak sekali. Fajal lil muslimina amrahum lihabu uhbatawihim.
(51:30) Maka Rasulullah pun mengumumkan kepada kaum muslimin agar mereka bersiap-siap untuk apa? Ikut perang. Lalu Allah lalu Rasulullah pun mengabarkan kepada kaum muslimin ke mana mereka akan berangkat. wal muslimuna ma Rasulullah sallahu al wasamir w yajmaum kitabu hafid dan pada waktu itu jumlah kaum muslimin itu juga banyak sekali tidak bisa dicatat dalam sebuah buku berkata Kaab faqala rajulun yuriu yatagyab illa annaalika sayakfa bihi maam yanzil fihi fah wahyum minallah kalau ada Orang yang tidak ingin ikut perang, barangkali dia bisa saja ngumpet selama tidak diberitahu oleh Allah melalui apa? Wahyu. Karena saking banyaknya kaum muslimin yang ikut apa?
(52:27) Perang. Ya wagza Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tilqal gazu hina thatimar wadilal. Dan Rasulullah mengumumkan perang itu, Pak. Kata beliau, saat buah-buahan sudah mulai matang, ya, buah-buahan, pohon-pohon kurma sudah mulai apa? matang. Iya. Faana ilaiha asar. Dan hatiku condong kepada apa? Buah-buahan itu.
(53:03) Fatajahaza Rasulullah wal muslimuna maah. Maka Rasulullah pun dan bersama kaum muslimin sudah siap-siap untuk berangkat. Lalu aku pun pulang ke rumahku untuk bersiap-siap juga. Lalu aku pulang tapi di rumah aku tidak melakukan apa-apa. ya fi nafsi ana qodirun alik ar mampu kok menyusur kalau aku mau ya paling terlambatnya sebentar aja nanti aku akan kejar aku bisa itu aku lakukan itu gampanglah ya nah ini kena penyakit apaak nanti Ya, mengundur-ngunduram yaar binasil jiddu. Dan aku terus saja
(54:14) berleha-leha ya dan menunda-nunda sampai akhirnya manusia pun telah pergi bersama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Ya faasbaha rasul wal muslimuna maah. Maka kamu di pagi hari Rasulullah dan kaum muslimin telah pergi untuk pergi jihad. Walam min jian sementara aku juga belum belum bersiap apa-apa. Lalu aku pun berangkat pergi lalu pulang lagi ke rumah dan aku tidak melakukan apa-apa juga. Falam yazalatamadabi.
(55:01) Dan aku terus saja mengundur-ngundur. Hatta asra sehingga mereka pun telah pergi. Watfarat gazu dan telah ya berangkat jauh. Fahamu antahiladum. Maka aku ingin untuk segera berangkat dan aku kejar mereka. Andaikan waktu itu aku kejaram yuqarik. Tapi ternyata tidak ditakdirkan untukku demikian. Taala min.
(55:54) Sehingga akhirnya apa yang terjadi? Ya, Kaab pun enggak ikut perang. Sehingga apabila aku keluar ya kepada manusia setelah Rasulullah pergi dan bersama kaum muslimin, aku jadi sedih. Ternyata yang ada di Kota Madinah enggak lepas dari dua orang. Kalau enggak orang munafik yang benar-benar munafik atau orang-orang lemah yang diberikan uzur oleh Allah Subhanahu wa taala. Walam yazkurnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam hatta balagu tabuk.
(56:26) Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam tidak ingat sama sekali kepada Ka’ab waktu itu. Sampai ke Tabuk. ditabuk Rasulullah baru ingat Kaab bin Malik ya faqala wahua jalisun filabuk lalu kemudian Rasulullah bersabda sambil duduk di Tabuk Ma faala Kaab bin Malik ke mana Kaab bin Malik kok enggak kelihatan rajul Bani Salimah ya Rasulullah habahu burdah Lalu ada seorang laki-laki dari Banu Salimah berkata, “Hai Rasulullah, itu Ka’b terhalang oleh bajunya dan mantelnya itu ya.” Faqala Muad bin Jabal. Mendengar itu
(57:18) Muad bin Jabal enggak terima, Pak. Orang tersebut menjelek-jelekkan Ka’ab. Apa kata Muad? Bisama qulta. Wallahi ya Rasulullah ma alimna alaihi illa khair. Jelek sekali ucapan kamu itu. Demi Allah hai Rasulullah kami tidak mengetahui dari Ka’ab kecuali kebaikan. Artinya Muad bin Jabal membela siapa? Kaab. Ya. Fasa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(57:50) Maka Rasulullah pun diam saja. Fabainahu alalika roa rajulan yaz faqala rasul wasam kun abah ketika mereka sedang seperti itu tiba-tiba datang dari kejauhan seorang laki-laki ya lalu rasulah bersabda, “Semoga itu Abu Khawaitamah.” Ternyata benar itu Abu Khama al-Anshari. Wahu tasq lamaahul munafiquun.
(58:28) Abu Khaitama ini yang pernah sedekah satu so lalu diejek oleh orang munafik. Ya Q Kaab berkata Kaabag an rasul wasam tawajilan minabuk. Ketika sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam telah mau pulang ya ke Madinah saat itu aku benar-benar sedih kadib dan waktu itu aku berniat ingin berdusta saja ya bima akuju minti ya minatihi gastainu alalika bikulli Aku berpikir bagaimana caranya aku bisa selamat dari kemarahan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam besok. Ya.
(59:29) Lalu aku kemudian minta bantuan kepada orang-orang yang punya pikiran dari keluargaku. Katanya bermusyawarah. in Rasulullah qim. Ketika Rasulullah sudah hampir sampai ke kota Madinah, maka niat-niat yang batil itu langsung hilang dari hatiku. Artinya Ka’ab itu sudah ada berniat pengin dusta, Pak, kepada Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Wa asbaha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam qadiman.
(1:00:04) Maka kemudian di pagi hari Rasulullah pun datanglah ke kota Madinah. Karena kebiasaan Rasulullah kalau pulang safar itu datangnya di pagi hari. Iya. Wakana qodima min safarin badaa bil masjid. Dan kebiasaan Rasulullah kalau pulang dari safar beliau memulai ke masjid dulu. Itu sunahnya begitu, Pak. Iya. rakatain. Lalu salat dua rakaat di masjid.
(1:00:35) Jalas linas. Kemudian Rasulullah menduduk untuk menerima alasan orang-orang yang tidak ikut apa? Perang. Falamma fa’alaika jaahul mukhallafun yadiruna ilaihi waahlifuna lahu wanu bidan watamanina rajulan. Ketika Rasulullah telah duduk, datanglah orang-orang yang tidak ikut perang.
(1:01:04) Jumlahnya ada 80 orang lebih dari laki-laki. Faq minhum alatum. Maka Rasulullah pun menerima, Pak, alasan mereka ya sesuai dengan yang disampaikan sesuai lahiriahnya. Wabiahum. Rasul pun membaiat mereka. Wastagfarahum dan memohonkan ampunan buat mereka. Allah taala hatta jerahkan yang ada di hati mereka kepada Allah Subhanahu wa taala. Sehingga aku pun datang ya falamma tabasama tabasumalqd.
(1:01:45) Ketika aku mengucapkan salam kepada Rasulullah, Rasulullah tersenyum dengan tersenyum kemarahan. Senyum kemarahan kayak gimana ya? Ya, senyum tapi marah gitu.Q taal. Kemudian Rasulullah bersabda kemari kamu. Fajitu amsi jalast. Aku pun berjalan sehingga aku pun duduk di hadapan beliau. Apa yang membuat kamu tidak ikut perang? Alam takun.
(1:02:23) Bukannya kamu sudah menjual hewan tungganganmu itu untuk perang ya Rasulullah inni wallah la jalastu min ah dunya aku berkata, “Ya Rasulullah, kalaulah yang duduk di hadapanku ini bukan engkau, aku mampu memberikan alasan dengan berbagai macam alasan karena aku ini pandai bersilat lidah ya Rasulullah i wakinani wallah laqad alimtu lain hadukal yaum hadibin turhi bihallah bika hadiah akan tetapi wahai Rasulullah Aku tahu kalau aku berdusta hari ini kepada engkau dan engkau rida kepadaku, maka pasti Allah murka kepadaku.
(1:03:33) Kalau aku jujur kepada engkau, pasti engkau marah kepadaku. Tapi aku berharap mudah-mudahan Allah memaafkan aku. Wallahi kana li uzur. Demi Allah, aku tidak punya uzur apa-apa. Hai Rasulullah, aku tidak ada alasan apa-apa tidak ikut perang. Hai Rasulullah, wallahi ma kuntu qod aqwa aisar minni takftu anka.
(1:04:02) Demi Allah, justru waktu itu aku paling selagi kuat-kuatnya, ya Rasulullah, lagi mudah-mudahnya rezekiku saat aku tidak ikut perang ini. Apa kata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam? Amma h faqad shodq. Orang ini sudah jujur. Fakum hattaqallahu fik. Silakan pergi sampai Allah memberikan keputusan untuk kamu. Bani Salimahuni. Rupanya orang-orang baru dari Banu Salimah mengikuti aku.
(1:04:40) Faqalu lalu mereka berkata, “Wallahi maimaknabamban qbl.” Demi Allah kami baru tahu kamu berbuat dosa yang begitu besar hari ini. Laq ajah rasulullah wasam. Kamu kenapa tidak seperti orang-orang yang 80 itu mereka memberikan uzurnya? Kamu kenapa enggak bikin aja uzur-uzur supaya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memaafkan kamu? Kan sudah cukup Rasulullah memohonkan ampunan buat kamu.
(1:05:22) Iwatlah Islam san subhanallah ya. Kaab mau berbuat jujur tahu-tahu ada apa godaan ini Pak dari orang-orang supaya apa berdusta. Rasulullah was demi Allah mereka terus saja menyalahkan aku sampai hampir-hampir aku mau balik lagi kepada Rasulullah sallahu alaihi wasallam untuk berdusta ya qulu lahum halqi h mai min ahad lalu aku bertanya kepada kaumku it enggak yang nasibnya sama aku persis dengan sama saya yang enggak ikut perang tanpa ada apa uzur. Lalu naam laqiyahu maaka rajulan.
(1:06:15) Iya ada dua orang ya. Qala mlama ma qulta. Dia pun sama. Dia tidak punya alasan apa-apa. Dan keduanya jujur juga jujur kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan dikatakan kepada keduanya pun persis seperti yang dikatakan kepada kamu. Iya. Faqulu manhuma? Siapa keduanya itu? Kata mereka Murarah bin Arrabi alumari dan Hilal bin Umayyah al-Waqifiakaruini shihain qyahida badron fihima uswah.
(1:06:53) Dan ternyata dua orang ini dua orang saleh juga yang pernah ikut perang Badar. Yaituaruhum. Rupanya aku jadi kuat ketika aku tahu punya teman ya. Akhirnya aku enggak jadi lagi kembali ke Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam. Whayu bafu. Lalu kemudian Rasulullah pun ya mengumumkan kepada para sahabat seluruhnya, jangan mengajak bicara tiga orang ini.
(1:07:38) Siapa tadi? Ka’ab bin Malik, Murarah bin Arrabi dan Hilal bin Umayyah. Iya. Fajatabananas. Maka orang-orang pun menjauhi kami. Atau sikap mereka berubah kepada kami. Hatta tanakarat fi nafsil ard. Sehingga aku merasa berada di sebuah negeri perasingan. Terasing di negeri sendiri. Maksudnya gitu bilardi seakan-akan ini negeri yang aku tidak kenal sama sekali.
(1:08:14) Falabitna alalika lailah. Ya, 50 hari lamanya kami dicuekin sama kaum muslimin. Enggak diajak bicara sama sekali. Iya. Masyaallah. Gimana, Pak, kalau antum dicuekin sama orang-orang ya 2 hari, 3 hari, 4 hari ngasih salam, assalamualaikum enggak dijawab. Ngajak bicara enggak dijawab, dicuekin.
(1:08:53) Waduh, masyaallah 50 hari lamanya waqutan. Adapun dua temanku itu mereka tetap tinggal di rumahnya. Mereka dua keduanya menangis. Amma ana faun asabul ajadum. Adapun aku yang paling muda di antara mereka, yang paling kuat di antara mereka akujual maal muslimin. Aku tetap keluar untuk salat berjamaah bersama kaum muslimin. Aku tetap pergi ke pasar tapi tidak ada seorang pun yang mengajak bicaraku rasulah alai wah fi majelisi baah.
(1:09:40) Lalu aku datang kepada Rasulullah dan mengucapkan salam kepada Rasulullah di mana beliau berada di tempat duduknya setelah salat. Sambil aku berharap mudah-mudahan Rasulullah menjawab salamku. Iya. Kemudian aku salat di dekat Rasulullah dan berusaha mengambil pandangan Rasulullah, mencuri pandangan. Ya, ketika aku salat Rasulullah melihat kepadaku ketika aku melihat ke Rasulullah, Rasulullah berpaling apabila telah lama ya masa aku dicuekin itu, Pak.
(1:10:42) Aku pun berjalan lalu aku memanjat ya dinding atau dindingnya Abu Qatadah. Ia adalah anak pamanku dan manusia yang paling aku cintai. Fasallam alaih. Lalu aku pun mengucapkan salam kepada dia. Fawallahi ma alaiam. Demi Allah dia tidak menjawab salamku sama sekali.
(1:11:09) Faqulu lahu ya aba qotadah ansuduka billah hal taamuni uhibbullaha wa rasulah. Wahai Abu Qatadah kata Ka’ab aku minta kamu dengan nama Allah apakah kamu tahu bahwa aku masih mencintai Allah dan rasul-Nya fasakat Abu Qatadah diam saja. Faudtu fasyatu fasakat. Lalu aku kembali mengucapkan tadi dia tetap diam saja. Fau fasyatu kembali aku mengucapkan lagi. Lalu dia berkata, “Allah wa rasuluhu aam.” Allah dan rasul yang lebih tahu.
(1:11:47) Hafad ainai. Aku pun menangis. Watwallaitu. Aku pun pergi ya. Sehingga aku pun kembali. Fabaina ana amsi fiqil madinah. nab min nabati ahlyam miman qodima thaam yabiu bil madinah. Ketika aku sedang berjalan di pasar Madinah, tiba-tiba ada seorang dari penduduk Syam yang datang ke ke Madinah untuk berjualan makanan di Kota Madinah.
(1:12:20) Dia berkata, “Manyadulu ala Kaab bin Malik.” Siapa yang mau menunjukkan aku kepada Kaab bin Malik? Maka orang-orang pun menunjuk kepadaku. Ya. Lalu orang Nabati ini dari penduduk Syam ini datang kepadaku dan fadafa ilai kitaban min maliki gosan dan memberikan surat sepucuk surat dari Raja Gosan. Iya. Wauntu katiban.
(1:12:59) Dan aku termasuk sahabat yang bisa baca dan menulis. Lalu aku membacanya ternyata isi suratnya apa pak? Amma baahuq balaghibaka qod jafaka walam yajal bidari hawan wudah falhaq bina. Amma ba’ad telah sampai kepada kamu, telah sampai kepada kami bahwa nabimu sudah cuek sama kamu, tidak peduli lagi sama kamu. Dan Allah tidak menjadikan kamu di suatu tempat yang terhina dan disia-siakan.
(1:13:39) Bergabunglah kami bersama ya. Bergabunglah kamu bersama kami. Kami pasti akan muliakan kamu. Masyaallah, Pak. Ketika Ka’ab bin Malik sedang di apa istilahnya diboikot oleh Rasul dan kaum muslimin, tiba-tiba datang surat dari siapa? Raja Gosan. Ya, ini ujian banget nih, Pak. lagi dicuekin gitu.
(1:14:15) Datang surat Raja Gosan menyuruh Kaab supaya gabung dengan apa? Raja Gosan. Faqulu qha. Setelah selesai membaca aku berkata wid minal bala. Ini juga ujianamur fasajartuha. Lalu aku pergi ke kompor. Aku hidupkan apinya dan aku bakar. Surat itu. Hatta mad arbaun minal khamsin wasalbatal wahyu rasulah rasulu rasulah wasam yatini.
(1:14:53) Sehingga ketika telah 40 hari lewat dan wahyu pun tidak turun juga. Tiba-tiba ya utusan Rasulullah datang kepadaku dan berkata inna Rasulullah wasamuk imat sesungguhnya Rasulullah menyuruh menyuruh kamu untuk menjauhi istrimu ya amalak istriku atau bagaimana kata dia. Tidak, tapi jauhi istrimu, jangan dekati dia.
(1:15:33) Lalu kemudian mengutus dua orang, ya orang lain kepada dua temanku juga sama. Lalu aku berkata kepada istriku, “Pulanglah kamu ke rumahmu.” Iya. Dan tinggallah bersama mereka sampai Allah memberikan keputusan ini kepadaku. Lalu datanglah istrinya Hilal bin Umayyah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan berkata, “Hai Rasulullah, sesungguhnya Hilal bin Umayyah itu sudah tua, tidak punya pembantu.
(1:16:03) Apakah engkau tidak suka kalau aku membantunya?” Hei Rasulullah. Kata Rasulullah, “Silakan, enggak apa-apa bantu dia, tapi jangan sekali-kali kamu dekati dia.” Artinya jangan bersetubuh sama dia. Faqalat innahu wallahi ma bihi harai. Istrinya berkata, “Demi Allah ya Rasulullah, semenjak hari pertama ia enggak bergerak apa-apa, ya Rasulullah.
(1:16:26) Demi Allah, sampai hari ini saja dia terus menangis, hai Rasulullah.” Ya. Lalu kemudian sebagian keluargaku berkata kepadaku, “Andaikan kamu minta izin kepada Rasulullah tentang istrimu itu. Soalnya Rasulullah sudah mengizinkan istrinya Hilal bin Umayyah untuk membantunya.
(1:16:51) Aku berkata, “Enggak, aku tidak akan pernah minta izin kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.” Iya. Wudarina yaqu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Aku enggak tahu apa yang akan diucapkan Rasulullah kepadaku nanti apabila aku minta izin sementara aku masih muda. Maka 10 hari lamanya aku meninggalkan istriku sampai sempurna 50 apa? Hari.
(1:17:17) Iya. Kemudian aku pun salat subuh. di pagi hari ke-50 itu di atap rumahku ketika aku sedang duduk ya di atas keadaan yang telah Allah sebutkan dari kami itu, terasa hatiku sempit sekali, bumi terasa sempit sekali di hatiku. Ya Allah, tiba-tiba aku mendengar suara teriakan ya dan mengatakan, “Ya Kabin Malik, absyir wahai Kaab bin Malik bergembiralah.
(1:18:04) Mendengar itu aku langsung sujud,” kata Kaab. Dan aku pun tahu bahwa telah datang apa jalan keluar. Maka Rasulullah pun memberitahu kepada manusia bahwa Allah sudah menerima taubat siapa? Ka’ab dan dua orang temannya itu. Iya.
(1:18:34) Ketika beliau telah selesai salat subuh, maka orang-orang pun pergi memberikan kabar gembira. Iya. Demikian pula datang pula mereka memberikan kabar gembira kepada dua sahabatku itu. Warqun ilan min aslam. Ada yang naik kuda, ada yang berlari ya untuk memberikan kabar gembira kepadaku. As minal faras dan suara lebih cepat sampai ke telingaku daripada kuda. Ketika orang pertama datang kepadaku memberi kabar gembira, aku langsung kasih bajuku kepada dia sebagai hadiah karena dia sudah memberikan kabar gembira kepadaku. Wallahi amal ma amlik giruma yaumaidin.
(1:19:28) Demi Allah padahal aku tidak punya baju kecuali itu saja pada waktu itu. Wastabain aku aku pinjam baju ke tetanggaku. Masyaallah ya. Para sahabat enggak kayak kita bajunya di di lemari banyak ya. Aku pinjam ke ke tetanggaku dua buah dua helai baju. Lalu aku pun pergilah kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(1:20:03) Dan orang pun orang-orang pun kemudian menyambut aku berkelompok-kelompok memberikan kepadaku selamat. Kamu sudah diberikan taubat. Ya. Dan mereka berkata, “Litahnaka taubatullah alaik.” Selamat. Allah sudah memberikan tbat kepadamu. Sehingga aku pun kemudian masuk ke masjid. Ya. Dan ternyata Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sedang duduk dikelilingi oleh manusia. Maka berdirilah Thalhah bin Ubaidillah.
(1:20:32) Dia berjalan dengan cepat sampai ia menyalami aku dan memberikan kepadaku selamat. Demi Allah. Tidak ada seorang pun muhajirin yang berdiri kepadaku selain dia. Dan Al Kaab tidak pernah lupa kepada Thalhah ya gara-gara itu. Kata Kaab, “Ketika aku mengucapkan salam kepada Rasulullah terlihat wajah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu bersinar karena gembira.
(1:20:57) ” Iya. Apa kata Rasulullah? Absyir bikir yaumin mar alad umuk. Bergembiralah hai Ka’ab. dengan sebaik-baik hari yang lewat kepada hidupmu semenjak kamu dilahirkan oleh ibumu. Ya. Faqulu ya. Aku berkata, “Hai Rasulullah, apakah ini dari engkau atau dari Allah?” Kata Rasulullah, “Ini dari Allah bukan dariku.
(1:21:29) ” Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu terlihat wajahnya apabila gembira itu wajahnya itu bercahaya bagaikan perembulan dan kami mengenal itu dari wajah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Lalu aku duduk di hadapan Rasulullah dan berkata, “Hai Rasulullah, sebagai ya rasa bersyukurku diterima taubatku, aku akan infakkan hartaku sedekah untuk Allah dan Rasulnya.
(1:21:57) Kata Rasulullah, “Tahan sebagian hartamu itu lebih baik buat kamu.” Aku berkata, “Aku akan tahan bagianku yang ada di Khaibar.” Hai Rasulullah. Aku berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah menyelamatkan aku dengan kejujuran. Wa in taubati uadisaidq maqitu.” Dan sebagai rasa syukur diterimanya tobatku wahai Rasulullah, aku tak akan pernah berdusta selama aku masih hidup.
(1:22:30) Aku akan terus di atas kejujuran hai Rasulullah. Demi Allah aku tidak mengetahui dari kaum muslimin yang Allah berikan ujian dalam kejujuran ucapan ya dari aku. Demi Allah semenjak itu aku tidak pernah lagi berdusta. Ya, sampai detik itu detik ini fqi. Dan aku berharap kepada Allah mudah-mudahan Allah terus jaga aku sampai akhir hidupku.
(1:23:02) Lalu Allah pun turunkan tentang Kaab dan temannya itu, yaitu dalam surah at-Taubah ayat 117 dan 109 19 nih. Ya sudah cukup dulu payah. Panjang ya. Silakan ada yang mau bertanya. Nam Bulan depan usia saya 70 tahun. Saya baru hijrah. Bagaimana mencari
(1:24:09) teman yang saleh di lingkungan tempat tinggal? Tidak ada, Pak Ustaz. Iya, Ibu. Mungkin Ibu belum ketemu aja kali. Iya. Yang terpenting ibu kalau sudah apalagi Ibu sudah umur 70 tahun banyak-banyak ibadah Bu. Banyak-banyak tinggal di rumah banyak takarub kepada Allah.
(1:24:38) Banyak taubat ya banyak baca Quran, banyak ya salat sunah ya. Kemudian jangan lupa untuk duduk di majelis ilmu. Insyaallah di majelis ilmu ibu akan bertemu dengan orang-orang yang saleh, yang salehah. Ya. Bagaimana mengingatkan teman yang sudah punya hutang tahun bertahun-tahun tapi belum ada niat mau melunasi. Ustaz sampaikan hadisnya. Kata Rasulullah apa? Mutlul ghaniy dulmun.
(1:25:15) Mengundur-ngundur bayar utang pada dia mampu zalim. Kamu tahu enggak kamu sudah bertahun-tahun berbuat zalim loh. Setiap harinya kamu ditulis sebagai orang yang zalim. Kamu bisa bayar tapi enggak mau bayar. Ingatkan Bu ya. Tapi kalau Ibu ternyata melihat orang itu memang susah hidupnya, mendingan maafin. Ana menyekolahkan ponakan laki di Pondok Salaf.
(1:25:54) Alhamdulillah sudah lulus dan sekarang tinggal dengan anak. Tapi susah sekali untuk salat di masjid, Ustaz. Lama-lama ana capek nyuruh dia ke masjid. Apakah berdosa berhenti menyuruh ke masjid? Jangan capek. Masa menyeruh kepada kebaikan capek. Itu pahala buat ibu besar. Ya. Jadi ibu barangkali dengan cara itu ibu masuk surga.
(1:26:28) Jangan capek, jangan lelah untuk terus mengingatkan, terus menyuruh dia ke masjid. Ana olahraga di tempat yang banyak orang-orang olahraga di situ. Tapi banyak juga wanita yang baju olahraganya ketat. Ana sesama wanita risih lihatnya. Ustaz ibu aja risih gimana kita ya? Lalu ana cerita ke teman apa-apa yang ana lihat. Apakah cerita ana ini termasuk gibah ya ustaz? ya sebatas menceritakan ada wanita yang gini enggak menyebutkan namanya sih ya silakan aja ya.
(1:27:06) Cuma memang di situlah kalau kita terkadang berolahraga di tempat yang di situ banyak orang yang seperti itu, kita akhirnya mah jadi setan bisu juga terkadang ya tidak bisa memberikan nasihat. Bolehkah mendawamkan salat taubat? Saya belum dapat periwayat Rasulullah dan para sahabatnya mendawamkan salat taubat atau para tabiin, para tabiut tabiin ya sesekali saja.
(1:27:40) Bolehkah seseorang akhwat salat jenazah lebih dari satu kali di rumahnya atau harus di masjid? Boleh enggak? Apa-apa mau di rumahnya atau di masjid boleh. lebih dari satu kali pun boleh. Karena Rasulullah pernah melakukan itu. Bolehkah kita merutinkan salat sunah sebelum azan ya, sebelum asar atau sebelum magrib? Rasulullah tidak merutinkannya? Jangan dirutinkan. Sesekali aja.
(1:28:12) Kalau Rasulullah tidak merutinkan, ya, jangan dirutinkan. Apa lafaz doa buat suami yang sudah meninggal? Ibu bisa mengucapkan Allahumagfirlahu warhamhu waafihi wafu anhu wa madkhalahu wira lahu fih. Ya Allah ampuni dosanya, maafkan dia ya luaskan kuburannya. diberikan berikanlah cahaya di kuburnya dan masukkannya ke dalam surgamu.
(1:28:55) Setelah pulang safar kan disunahkan ke masjid dekat tempat tinggal ustaz untuk salat sunah. Apakah bagi perempuan juga ke masjid atau salat di rumah saja? yang saya tahu ya yang salat di masjid itu hanya Rasulullah dan istrinya langsung pulang.
(1:29:22) Karena kebiasaan Rasulullah kan kalau berangkat safar itu pasti mengajak salah satu apa? Istrinya ya. Dan tidak ada riwayat bahwa istrinya ikut ke masjid salat di masjid. Yang lebih baik ya di rumah aja. Karena Rasulullah bersabda, wabuyutuhunna khairun lahunna. Rumah mereka lebih baik buat mereka. Ketika kita berinfak kepada kerabat rutin tiap bulan tapi pernah mengungkapkan hal itu kepada orang lain bukan bermaksud teriak.
(1:30:00) Apakah akan hilang ya? Apa pahalanya ya Ustaz? Pertama, Bu, walaupun tidak ria, insyaallah kalau selama tidak ria, insyaallah tidak hilang. Cuman kalau bisa jangan, Bu. Sebab akan menyebabkan status saudara ibu jadi rendah di mata teman ibu. Ya, enggak usah cerita-cerita tentang amal saleh kita. Cukup hanya Allah yang tahu.
(1:30:30) Barangkali dengan cara itulah Allah terus ngasih ibu rezeki. Ada seorang sahabat, ada seorang sahabat ngadu ke Rasulullah, “Hai Rasulullah, aku punya saudara, dia kerjaannya menuntut ilmu di majelismu dan aku yang memberikan nafkah dia. Dia enggak mau kerja. Aku yang kerja, ya Rasulullah.” Apa kata Rasulullah? Laallaka turz. Bisa jadi Allah kamu Allah memberikan rezeki kamu gara-gara dia.
(1:31:02) Masyaallah. I apa hukumnya membeli emas di pegadaian? Syarat beli emas itu, Pak, dua. Kalau beli emasnya dengan uang, maka syaratnya satu harus cash. Tidak boleh ada tempo dan maka tidak boleh nyicil. Enggak boleh. Ya, kalau memang kita beli emas cash waktu itu juga ya sudah halal buat kita. Iya. Tapi itu barang gadaian, Ustaz.
(1:31:54) Barang gadaian boleh dijual kalau memang yang berhutang tidak mau bayar, tidak tidak mampu bayar apa hutang. Untuk yang kemudian misalnya Bapak menggadaikan mobil, minjam ke teman R juta menggadaikan apa? Mobil. Tapi Bapak kemudian enggak bisa bayar hutang, maka teman Bapak jual mobil Bapak itu.
(1:32:20) Lalu 100 jutanya diambil, selebihnya dikembalikan kepada Bapak. Iya boleh. Bagaimana caranya mengajarkan keyakinan kepada anak bahwa Allah selalu menerima tobat hambanya agar anak tidak lalai atau merasa aman sehingga meremehkan dosa. Bu, kalau kita khawatir anak kita malah meremehkan dosa, jangan kita apa namanya ajarkan dia terus Allah maha pengampun.
(1:32:56) Tapi ingatkan Allah itu keras siksanya. Allah itu apa? Keras siksanya. Jadi kita melihat keadaan anak kita. Kalau anak kita ini orangnya suka melalaikan dosa apa meremehkan dosa, bilang ke dia, “Ingat loh, Nak. Allah itu keras siksanya. Supaya dia meninggalkan apa? dosa. Kalau kita tahu anak kita suka berbuat maksiat lalu kita menceritakan Allah maha pengampun ya tambah nemen, Bu.
(1:33:28) Iya. Tidak hikmah bukan pada tempatnya pada waktu itu. Iya. Tapi kalau kita tahu anak kita ini enggak pernah berbuat dosa apa jaranglah berbuat dosa selalu meninggalkan maksiat. Kemudian dia jatuh kepada maksiat. Jadi kayak putus asa di rahmat Allah. Nah, baru waktu itu kita bilang Allah maha pengampun.
(1:33:54) Allah pasti mengampuni semua dosa. Begitu. Jadi, lihat kondisinya. Ada yang bilang istiqamah yang berat itu menjaga hati, bukan seringnya datang ke kajian. Subhanallah. Justru kita datang ke kajian tuh untuk menjaga hati. Kenapa? Kajian itu kan isinya ilmu dan hati itu makanannya apa? Ilmu.
(1:34:30) Rasulullah mengabarkan dalam hadis yang sahih, perumpamaan ilmu itu bagaikan air hujan yang menimpa tanah. Tanah itu bagaikan apa? Hati. Bagai bayangkan, Pak, kalau tanah tidak disiram selama setahun, kering. Sama halnya hati enggak pernah disiram rohaninya, enggak pernah duduk di majelis taklim, kering, kerontak. Makanya majelis taklim itu, Pak, sarana yang paling kuat untuk bisa istikamah hati.
(1:35:01) Karena dengan duduk di majelis taklim kita diingatkan lagi, dikuatkan lagi, diingatkan lagi. Iya. Jadi ucapan orang tersebut ya enggak sangat tidak benar. Justru kajian itu duduk di majelis taklil itu ya sarana yang paling kokoh, yang paling kuat menguatkan hati kita. Apakah qunut witir selalu dibaca saat salat witir? Ya, itu hukumnya sunah.
(1:35:39) Rasulullah pun tidak merutinkan. Ya, artinya kalau kita tidak rutinan pun enggak masalah. Ah, demikian. Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfirubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] R TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. M.
Leave a Reply