Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid – YouTube

Transcript:
(00:00) Islam. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Rapalu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.
(00:57) 3 FM. [Musik] menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah hamdan katiban mubarokan f yahbuard asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ba’du. Ikhwatul Islamakumullah sahabat Raja di mana pun Anda berada.
(01:33) Alhamdulillah di kesempatan hari ini di hari Rabu kita akan simak bersama kembali kajian ilmiah dari pembahasan kitab Fathul Majid syarah kitabut Tauhid disampaikan oleh Al Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullahu taala dari Banjarmasin. Dan alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan langsung saja kita akan simak bersama.
(01:51) Semoga Allah menjaga al ustaz beserta keluarga memberkahi ilmu yang akan disampaikan dan juga memberkahi pertemuan kita di kesempatan hari ini. Kita akan simak bersama materi akan disampaikan. Kepada al ustaz kami persilakan. F tafadal masykur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu waastagfiruh.
(02:21) Nauzubillahi min syururi anfusina wasiati a’alina. Man yahdihillahu fala mudillalah. Waman yudlil fala hadialah. Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah. Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqakum min nafsi wahidah walaqa minha zaujaha wab minhuma rijalan katsir waisa.
(03:09) Wattaqulahalladzi tasaaluna bihi wal arham. Ya ayyuhallina amanlah saduslahum aalakumagfirakumunubakum yutiha waasulahu faqad faza fauzanima amma baad fainna asdaqal hadis kitabullah waahsanal had muhammadin alaihi wa alii was umatin bidah wa bidatinalah wa dolalatin finar. Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu pagi menjelang siang 14 Jumadil Ula 1447 Hijriah bertepatan dengan 5 November 2025.
(04:19) Kita dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk duduk bersama di dalam sebuah kajian bersama Raja TV Radio Roja pagi ini membaca kitab Fathul Majid syarhu kitab tauhid yang ditulis oleh Fadilat Syekh Alallamah Abdurrahman bin Hasan Alus Syikh rahimahullah. Selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau, para sahabat, serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak.
(05:02) Dengan nama-nama Allah yang husna dan sifat-sifatnya yang ulia, kita berdoa, Allahumma inna nas’aluka ilman nafi’an wazan thayiban wa amalan mutaqbala. Allahumma amin. Masih kita di dalam bab yang ke-59. Illillahi babuillahi taala yadunnuna billahi ghairal haqqi donal jahiliyah. Mereka mengira terhadap Allah sesuatu yang tidak benar dengan perakiraan jahiliah. Ahibati fillah afanillah wyakum.
(05:41) Ee bab ini sekali lagi membicarakan tentang penjelasan hukum berprasangka kepada Allah dengan prasangka kaum jahiliyah. Dan ee di dalam penjelasan dari Imam Ibnu Qayyim Aljauziyah rahimahullah yang dinukilkan di dalam kitab ini, kitab Fathul Majid, syarhu kitab tauhid, ternyata banyak sekali prasangka-prasangka buruk.
(06:10) yang tidak pantas disangkakan kepada Allah subhanahu wa taala. Eh, penulis berkata pada halaman 685, wamanna bihi annahu yusawi baina almutadadain. Dan barang siapa yang mengira bahwa Allah subhanahu wa taala menyamakan antara dua yang bertentangan au yufarqu bainal mutasawiain min kulli wajh.
(06:44) atau membedakan di antara dua yang sama dari segala sisinya. Yahuil umri madid khhawab bikabiratin wahidah takunu ba’daha atau mengira bahwa Allah subhanahu wa taala akan menghapuskan ketaatan-ketaatan yang panjang seumur hidup yang ikhlas dan sesuai dengan petunjuk Rasul. hanya dengan karena mengerjakan satu dosa besar yang dikerjakan setelahnya.
(07:25) failat jahimi abadal abidin bkal kabirah dan dia mengira bahwa akibat ee sebuah dosa besar tersebut akhirnya pelaku ketaatan yang panjang dan ikhlas tadi kemudian dikekalkan di dalam neraka jahanam selama-lamanya akibat dosa besar tadi Wa yahbitu biha jamia thaatih waukhalladu filab waukhallidu fil adzab. Dan mengira bahwa ee dosa besar tersebut akan menghapuskan seluruh ketaatan-ketaatannya dan yukhalladu filab. Dia akan disiksa selama-lamanya.
(08:19) yadam yi thin. Sebagaimana akan dikekalkan siksanya bagi siapa yang tidak beriman kepada Allah walau sekejap mata. Wastfat saat umri fi masakin wa muadati rusulih winih. Yang mana dia juga isi umurnya itu dengan hal-hal yang dimurkai oleh Allah. ee dia isi hidupnya dengan memusuhi para rasul dan agama Allah.
(08:57) Maka siapa yang berprasangka demikian berarti dia sudah berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. yang berprasangka bahwa orang yang senantiasa sepanjang umurnya mengerjakan ketaatan dengan benar, dengan ikhlas, lalu sekali dia mengerjakan dosa besar, kemudian dosa besarnya tersebut menghapuskan seluruh ketaatannya.
(09:23) dosa besarnya tersebut mengakibatkan dia akhirnya kekal abadi di dalam neraka sebagaimana kekalnya orang yang tidak beriman kepada Allah dan orang yang senantiasa mengerjakan kemurkaan dari Allah. Orang yang senantiasa memusuhi Allah dan rasul-Nya maka prasangka seperti ini terhadap Allah adalah prasangka yang buruk. Prasangka yang buruk. Tidak akan pernah sama orang yang mengerjakan ketaatan dengan orang yang tidak beriman.
(09:50) Ya, dengan orang yang tidak beriman. Walaupun yang mengerjakan ketaatan ini pernah melakukan dosa besar, tetapi tidak beriman itu adalah kekal abadi di dalam nerakanya Allah Subhanahu wa taala. Kemudian beliau mengatakan lagi, wamanna bihi anna lahu waladan syarikan anna ahadan yasahu biduni idni.
(10:15) Barang siapa yang mengira bahwa Allah memiliki anak atau sekutu atau ada seseorang yang bisa memberikan rekomendasi di sisi Allah Subhanahu wa taala tanpa izin Allah. Ana bainahu wa khqi wasid yarfa hawaijahum ilaih. Atau antara dia antara Allah dengan makhluknya adalah perantara. perantara ini yang mengangkat hajat-hajat makhluk kepada Allah.
(10:47) Waahuadi auliun bihai. Dan Allah Subhanahu wa taala memilih untuk hamba-hambanya wali-wali selain Allah Subhanahu wa taala yang dengan itu hamba-hambanya mendekatkan diri kepada wali-wali tersebut. ilai dan berhubungan dengan wali-wali tersebut agar sampai kepada Allahun wasit baahu wainah dan menjadikan dan mereka menjadikan wali-wali tersebut perantara antara dia, antara Allah dengan mereka. Fidunahum.
(11:23) Maka akhirnya orang-orang tersebut berdoa kepada perantara-perantara tersebut. Orang-orang tersebut ber takut kepada perantara-perantara tersebut. Faqadna bihi akbadan wa aswaah. Maka sungguh ia telah ee mengira dengan perakiraan yang paling buruk, dengan perakiran yang paling jelek terhadap Allah Subhanahu wa taala.
(11:56) Tidak mungkin Allah memiliki anak, tidak mungkin Allah memiliki sekutu, tidak mungkin ada yang bisa memberi ee rekomendasi di sisi Allah tanpa izin Allah. Tidak mungkin ada perantara antara hamba dengan Allah yang mana perantara tersebut berhak untuk kita berdoa kepadanya, berhak kita minta tolong kepadanya, tidak perlu, ya. Tidak perlu. Allah tidak memiliki itu. Jika seorang muslim ingin berdoa, maka dia berdoa langsung kepada Allah Subhanahu wa taala.
(12:24) bihiu maahuatifaiqti. Barang siapa yang mengira bahwa ia akan mendapatkan apa yang di sisi ada di sisi Allah Subhanahu wa taala meskipun dia bermaksiat menyelisihi Allah sebagaimana akan didapatkan orang yang taat dan mendekatkan diri kepada Allah maka sungguh dia telah mengira Allah ee menyelisihi hikmah Allah Subhanahu wa taala dan mengira w khilaf mujiba asma dan mengira kebalikan dari nama-nama, konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifat Allah. Wahua min. Dan ini termasuk daripada prasangka buruk kepada
(13:17) Allah. Yaitu maksudnya adalah siapa yang mengira bahwa orang yang taat sama dengan orang yang maksiat, orang yang mendekatkan diri sama dengan orang yang menyelisihi maka dia berarti me berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian biiahu minhiuq. Barang siapa yang mengira bahwa jika ada seorang hamba meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah tidak akan menggantikannya yang lebih baik darinya.
(13:59) Atau ee barang siapa yang mengerjakan sesuatu karena Allah, maka Allah tidak akan memberikan kepadanya yang lebih baik darinya. Maka ini juga telah berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya, siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan gantikan yang lebih baik.
(14:17) Sebagaimana hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam, manakaian lillah aahullahu min. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah akan menggantikannya yang lebih baik. Nah, siapa yang menganggap bahwa Allah tidak akan mengganti dengan yang lebih baik bagi siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka dia berarti berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala.
(14:56) Barang siapa yang mengira bahwa Allah akan murka kepada hambnya, menyiksa hamb, mengharamkan agama, mengharamkan ee untuk hambanya tersebut kebaikan tanpa dosa, tanpa sebab dari hamba tersebut, hanya karena ee ee kecuali hanya karena ee keinginan dan kehendak Allah Subhanahu wa taala semata.
(15:26) Maka orang seperti ini telah mengira Allah dengan perakiraan yang buruk. Orang seperti ini telah mengira dengan perkiraan yang buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala. Artinya apa? Allah akan siksa hamba tersebut sekehendak Allah, sekeinginan Allah tanpa ada sebab dari hamba terb ini adalah sebuah perakiraan yang buruk terhadap Allah Subhanahu wa taala.
(15:53) Allah menyiksa karena dia memilih jalan keburukan, kesesatan. Allah memberi pahala karena dia memilih jalan kebaikan. Wahadainahun najdain. Dan kami berikan jalan dua jalan. Ya, dua jalan. Faalhamaha fujuraha wa taqwaha. Kami berikan petunjuk kepada jalan yang buruk dan jalan yang baik. Silakan dia memilihnya. Tib. Siapa yang mengira bahwa Allah akan menyiksa hamba, mengharamkan hamba dari kebaikannya tanpa sebab dari hamba tersebut, maka berarti dia sudah berburuk sangka kepada Allah Subhanahu wa taala.
(16:49) Barang siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala ee ee apabila dia benar-benar kalbunya berharap kepada Allah benar-benar Qbunya takut kepada Allah benar-benar kalbunya tunduk kepada Allah benar-benar kalbunya kalbunya minta tolong kepada Allah bersandar kalbunya hanya kepada Allah maka lalu Allah me tidak memberikan apa yang ia minta lalu Allah subhanahu wa taala membatalkan apa yang ia minta maka orang seperti ini sudah berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala dan berburuk sangka terhadap apa yang berhak
(17:29) seseorang untuk mendapatkannya nya. Jadi kalau ada orang berdoa, orang takut, orang ee merendah diri kepada Allah, menghinakan diri, lalu dia minta tolong kepada Allah, Allah akan kabulkan. Allah akan kabulkan. Namam wamanna annahu yibuhu id asahu kama ybu a.
(17:57) Barang siapa yang mengira bahwa Allah akan memberikan ganjaran pahala jika ada yang bermaksiat kepadanya sebagaimana Allah memberikan ganjaran pahala. Apabila ada yang mengerjakan ketaatan kepadanya wasalahika fi dan dia memohon hal tersebut di dalam doanya maka faqad bihi khilafa maq hikmatuh hamduh maka berarti dia mengira sesuatu yang bertentangan dengan hikmahnya Allah dan pujian bagi Allah subhanahu wa taala wa khilafa ma hua ahluhu wa ma la yaf’aluhu dan ee dia mengira bahwa Allah subhanahu wa taala ee ee mengerjakan sesuatu yang tidak pantas kepada pemiliknya atau mengerjakan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh Allah
(18:38) Subhanahu wa taala. Nam whihu a. Barang siapa yang mengira bahwa ada kalau ada hamba yang membuat dia murka, membuat dia marah, membuat Allah marah, membuat Allah murka dan hamba yang meletakkan dirinya dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala atau hamba yang menjadikan ee apa? penolong-penolong selain Allah Subhanahu wa taala.
(19:17) Wada minunihi malakan basaran hayan mayitan yaralik. Atau dia berdoa kepada selain Allah, baik kepada malaikat atau manusia hidup atau mati. Berharap dengan doa tersebut untuk memberikan manfaat baginya di sisi Allah Subhanahu wa taalau minabih dan membebaskannya dari siksa Allah Subhanahu wa taala. Faqadna bihi. Maka sungguh ia telah mengira dengan perakiraan yang buruk.
(19:49) Artinya siapa yang mengira bahwa Allah Subhanahu wa taala ee siapa yang mengira bahwa apabila ada seorang hamba yang membuat murka kepada Allah, membuat Allah marah ee kemudian melakukan kesyirikan, berdoa kepada selain Allah ya bahwa dengan begitu Allah akan memberikan manfaat kepadanya.
(20:11) Kemudian Allah Subhanahu wa taala akan membebaskannya dari siksa. Maka ee siapa yang mengira demikian berarti dia sudah mengira dengan perakiraan yang buruk. Faakarulumallahuna billahiq. Maka kebanyakan makhluk bahkan seluruhnya kecuali orang yang dikehendaki oleh Allah mengira kepada Allah dengan perkiraan yang yang tidak benar dan perakiraan yang buruk.
(20:49) Maka kebanyakan anak manusia mengira bahwa dia kurang haknya, dia diambil e bagiannya. Waahu yastahiqu fauq masyaallah wa. Dan bahwa sebenarnya dia mengira dia lebih lebih berhak untuk mendapatkan apa yang ee lebih tinggi dari apa yang Allah Subhanahu wa taala kasih. Walisanuhiqulamani seakan-akan dia mengatakan, “Rabku telah menzalimiku.” Wana ma astahiquu.
(21:21) Dan Rabbku telah memberikan kepadaku ee melarang kepadaku apa yang aku hak apa yang aku berhak untuk mendapatkannya. menyaksikan akan hal tersebut dan dia dengan lisannya mengingkarinya dan dia tidak merasa rugi takut dengan e penjelasan yang jelas tersebut. Eh, barang siapa yang mengira diri memeriksa dirinya kemudian dia ee terus masuk di dalam ee pengetahuan tentang dirinya tersebut dan dia mengira bahwasanya di dalamnya dia melihat hal tersebut di dalamnya adalah termasuk daripada api-api yang menyala.
(22:26) Faqdah ee zinana zinada manta yumbiukirarahu amma fi zunadi. Maka burukkanlah bagi siapa yang engkau kehendaki. Maka niscaya Allah akan memberitahukan keburukan apa yang ada di dalam e bejadanya. Walau fattasta man fattastaahumannut wa taabban wa taad tuban alal qadri wa malamah lahu.
(23:08) Kalau engkau memeriksa orang-orang yang kau periksa maka engkau akan mendapati di sisinya terlalu sikap berlebihan. Alalqadr ya wa malamah lahu ya berlebihan dan ini tercela baginya. alaihi khilafa ma jar bihi dan ee ee menganggap bahwasanya dia lebih berhak mendapatkan selain itu, selain apa yang terjadiak wa dan semestinya akan saya mendapatkan seperti ini seperti ini.
(23:48) Maka dia menganggap dirinya mendapatkan sebanyak ini atau sedikit ini. Maka periksalah dirimu apakah engkau terlepas dari selamat dari hal tersebut. Jika engkau ee selamat darinya, maka engkau akan selamat dari sesuatu yang besar. Kalau tidak maka sesungguhnya aku tidak akan membiarkanmu dalam keadaan selamat. Maka perhatikanlah orang yang berakal, yang ingin kebaikan untuk dirinya.
(24:37) Dalam keadaan seperti ini, hendaklah dia bertobat kepada Allahu hendaklah dia meminta ampun di setiap waktu yang siapa saja yang menganggap dirinya dengan penganggapan yang buruk. hendaklah dia menganggap dirinya buruk yang mana itu adalah materi setiap keburukan dan sumber dari setiap keburukan yang tercampur antara kebodohan dan kezaliman fahya aa bid ahkamil hakimin.
(25:23) Maka ee orang tersebut lebih berhak untuk disangkain buruk daripada Allah Subhanahu wa taala yang maha bijaksana dari seluruh yang bijaksana. Waal adilin yang maha adil dari seluruh yang adil. Wa arhamar rahimin yang maha penyayang dari surga yang merahimi. Alghaniil Hamid yang maha kaya dan maha terpuji.
(25:50) Alladzi lahul ganiut tam yang Allah subhanahu wa taala memiliki kesempurnaan kekayaan. Walhamdut tam ujian yang sempurna. Wal hikmatut tamah hikmah di dalam perbuatan yang sempurna. Almunazzah kulli suin ftifati waali waai yang terlepas dari setiap keburukan. Baik di dalam zatnya, sifatnya, ataupun perbuatannya ataupun nama-namanya. FZuhu lahal kamalul mutl min kulli waj.
(26:16) Maka zatnya Allah Subhanahu wa taala ee memiliki kesempurnaan yang mutlak dari setiap sisinya. Wasifatuhu kadalik. Sifat Allah juga demikian. Wa’aluhu kulluha hikmah wa maslahah. Dan perbuatan Allah seluruhnya penuh dengan ee kesesuaian dan kebaikan. Warahmah wa adl. penuh dengan kasih sayang dan penuh dengan perbuatan keadilan.
(26:39) Wa asmauhu kulluha husna. Dan nama-nama Allah Subhanahu wa taala seluruhnya adalah nama-nama yang baik. Nah, kemudian penulis membawakan syair fala tadunna birabbika. Maka janganlah sekali-kali engkau mengira perakiran yang buruk kepada Rabbmu. Fainnallaha aula bil jamil.
(27:03) Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala lebih utama untuk mengerjakan kebaikan. Wadunna binafsika. Jangan sekali-kali engkau mengira dirimu baik. Jahulin. Bagaimana dengan seorang yang zalim yang melakukan kezalimannya dan dia merasa bodoh dengan kezalimannya? Dan ucapkanlah wahai diriku ee tempat segala keburukan. Apakah engkau menganggap kebaikan? Mayitin bakhil ya tempat segala keburukan dari orang yang mati yang meninggal ya yang mati yang bakhil.
(27:46) Enggak mungkin. Apakah engkau berharap segala kebaikan dari orang yang mati yang bakhil? binafsika mustahil. Dan berprasangkalah baik kepada di ee dan berprasangkalah kepada dirimu prasangka yang buruk, maka engkau akan mendapati demikian dan sebaik-baiknya diri adalah yang mustahil. W bika minqiyin fiha wahairun fatilka mawahiburbil jalil.
(28:26) Dan engkau tidak memiliki ee kesucian di dalamnya dan kebaikan maka itu adalah pemberian Allah Subhanahu wa taala yang maha agung. Waaisa laha w minha dan dirimu tidak memilikinya dan juga tidak ada sesuatu darinya. Wakin minarahmanil. Tetapi itu semua datang dari Allah Subhanahu wa taala. Maka bersyukurlah terhadap dalil.
(28:50) Nam itu bait syiir ya yang berkaitan dengan kita tidak boleh berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala. Billahi di dalam ayat disebutkan mereka mengira terhadap Allah perkaraan yang buruk. Q Ibnu Jarin fi tafsirih. Imam Ibnu Jarir rahimahullahu taala berkata di dalam tafsirnya wadibul munadzibal munafiqina wal munafiqati wal musyrikina wal musikati billahi dan orang-orang munafik laki-laki dan perempuan e dan Allah akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mengira terhadap
(29:28) Allah dengan perkiraan yang buruk. billah yang mengira kepada Allah annahu lanuroka bahwa Allah tidak akan menolongmu waal iman bika alik dan tidak akan menolong orang-orang beriman denganmu e melawan musuh-musuh mereka kalimatuhu alimtil kafirin dan bahwa dakwah Rasul sallallahu alaihi wasallam tidak akan nampak dan Allah menjadikan yang tinggi adalah dakwah Orang-orang kafir dan itu adalah termasuk keburukan perakiraan mereka yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan seperti ini. Yaak taalaakarahu Allah subhanahu wa taala zikruhu berkata
(30:20) alal munafiqina wal munafiqat wal musyrikin wal musyrikat alladinau bihim. yaitu atas orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mengira kepada Allah dengan perkiraan yang buruk. Yakni dairatalab taduru alaihim bihi. Dan maka siksa mereka akan mengira kepada mengira mereka siksa mereka akan mengira ee apa mengelilingi mereka maksud saya.
(30:57) Nah, wtalfal qur fiqati quatu qurilah dairatus sau. Ee sebagian ulama ahli baca Al-Qur’an ee berbeda saat membaca ayat tersebut. Maka kebanyakan ahli baca Al-Qur’an dari negeri Kufah mereka membaca dairatus sau yang artinya ee siksa yang merata. Waqara ba’du qurilah. Dan sebagian ahli baca Al-Qur’an dari kota Basrah membaca dairatus su.
(31:40) Kalau tadi dairatus sau ini dairatus su ya dengan sinnya diberikan damah wal far yaakl alfathu afsya fisin wal maquul arab dairatus bid yang artinya alfara berkata yang diberikan harakat fathah lebih tersebar di dalam sin yaitu dairatus dan sedikit orang Arab yang mengucapkan dairatus Ya n wau wiballahu alaihim wanahum yakniumabin minuahum dan Allah murka atas mereka dan Allah melaknat mereka yakni Allah subhanahu wa taala menyiksa mereka dengan kemurkaan dari Allah dan juga laknat dari ee dan dan yakni yakni ee ketika Allah berfirman dan Allah memurkai atas mereka dan melaknat mereka maka Allah maksudnya adalah Allah menyiksa mereka dengan akibat Allah
(32:50) murka terhadap mereka dan Allah melaknat mereka. Yaqu waidum faqsahum min rahmati ia berkata, “Jauhkanlah mereka.” Maka Allah subhanahu wa taala menjauhkan mereka dari rahmat Allah subhanahu wa taala. Wa aad lahum jahanam. Dan Allah telah menyiakan bagi mereka neraka jahanam. Yaakul di dalam tafsirannya.
(33:17) Wa aad laham wa aadda lahum jahanam yaslaunaha yaumalqiamah. Yang artinya dan Allah telah menyediakan bagi mereka neraka jahanam yang membakar mereka pada hari kiamat. Wasat masiro dan e neraka jahanam sebaik-baik buruk tempat kembali. Yaakl wasaat jahanam manzilan yasiru ilaihi haulail munafiquun wal munafiqat wal musyrikun wal musyrikat.
(33:39) Dan Allah berfirman, wasaat jahanam. Dan buruklah neraka jahanam sebagai tempat tinggal dia di situ. Ya, seperti mana orang-orang munafik dan laki-laki dan perempuan. Orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. N waq imad ibnu kir rahimahullah munfina munfiqat musyrikin billah.
(34:08) Dan Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata dan Allah menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. Orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mengira terhadap Allah dengan perakiraan yang buruk. Ahimunallaha fi hukm. Mereka ini sedang menuduh Allah di dalam hukumnya.uli wa asabihiqalu bilh. Dan mereka mengira bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya ee kan terbunuh kemudian hilang sama sekali.
(34:46) Wali qala taala. Oleh sebab itulah Allah Subhanahu wa taala berfirman, alaihim dairatus. Hendaknya mereka eh Allah berfirman mereka mendapatkan siksa yang pedih yang merata. Wakar ayah ukhw mimakar Jarir rahimahumullah. Dan eh disebutkan di dalam makna ayat yang lain seperti yang disebutkan oleh Imam Ibnu Jarir rahimahullahu taala.
(35:13) Imam Ibnu Jarir adalah seorang eh seorang ahli tafsir yang memiliki kitab Ibnu Jarir atahabari. U qala ibnu qayyim rahimahullah alladziakarahu musanif fil matni qdamttuaji fi kalamihi alladzi suktuhu min awali akhirihi. Ee di dalam ee matannya Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, maka ini yang disebutkan oleh Imamul Qayyim rahimahullahu taala dan juga penulis kitab Fathul Majid menukilkan dari perkataan pertama sampai perkataan terakhir.
(35:46) Nah, nah ini yang sebagaimana sudah kita pelajari tadi. Maka inilah yang disebut dengan hukum berprasangka buruk terhadap Allah subhanahu wa taala. Semoga yang disampaikan bermanfaat dan dengan ini kita mengetahui bahwa beberapa contoh orang yang ee berprasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala dan ee termasuk orang yang berprasangka buruk kepada Allah adalah bahwa Allah akan menyamakan antara orang yang taat dengan maksiat.
(36:21) Termasuk orang yang berprasangka buruk kepada Allah adalah Allah subhanahu wa taala akan menyiksa orang yang taat, akan memberi pahala orang yang maksiat. Termasuk prasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala adalah bahwa orang tersebut ee ee apabila mengerjakan ketaatan kemudian dosa satu kali maka dia akan kekal abadi dalam neraka.
(36:46) Maka ini termasuk prasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib. Itu kira-kira yang bisa disampaikan. Para ikhwah yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Semoga bermanfaat dan seperti biasa kita belum bisa menerima pertanyaan. Shallallahu nabina Muhammad walhamdulillahiabbil alamin.
(37:04) Subhanakallah wabihamdik asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Salam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak untuk ee waktu yang telah diluangkan oleh Al Ustaz di kesempatan hari ini juga materi di e pagi hari ini menjelang siang dari pembahasan kitab ee kitabut tauhid syarah kitab ee Fathul Majelis syarah kitabut tauhid yaitu larangan berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala.
(37:30) Demikian ikhat Islamakumullah kami ucapkan ee jazakumullah khairan atas perhatian semua dan ee ilmu yang telah disampai sampaikan juga oleh al ustaz semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan pertemuan yang diberkahi dan dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami undur diri.
(37:48) Subhanakallahum wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wauubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roja Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Yeah.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *