Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid – YouTube

Transcript:
(00:03) [Musik] menyebar cahaya sunah inalhamdulillah nahmaduhuagfir ro TV saluran tilawah alquran dan kajian islam [Musik] Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Tidak beriman salah seorang dari kalian sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.
(01:09) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi wan walah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasul. Amma ba’du. Ikhwatul Islam maazakumullah sahabat Raja di mana pun Anda berada.
(01:26) Alhamdulillah di kesempatan pagi menjelang siang ini kita dapat bersua kembali dan kita akan simak bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan rutin pembahasan kitab Fathul Majid syarah Kitabut Tauhid disampaikan oleh Al Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullah dari Banjarmasin.
(01:44) Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau dan langsung saja kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan. Kepada Al Ustaz kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi waaman walah amma ba’. Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu pagi 28 Jumadil Ula 1447 Hijriah bertepatan dengan 19 November 2025.
(02:26) Kita kembali dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala dalam sebuah program kajian Islam ilmiah bersama Roja TV dan Radio Roja dengan membaca kitab Fathul Majid syarhu kitab Tauhid yang ditulis oleh Fadilat Syekh alam Abdurrahman bin Hasan Alus Syikh rahimahullah. Selawat dan salam semoga selalu Allah berikan kepada nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau, para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak. Dengan nama-nama Allah yang husna dan sifat-sifatnya yang ulia, kita berdoa,
(03:11) Allahumma inna nas’aluka ilman nafi’an warizqan thayiban wa amalan mutaqabbala. Allahumma amin. Ahibati fillah, afani Allah wayakum. Kaum muslimin, para pemirsa Raja TV, para pendengar Radio Raja, dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada. Kita melanjutkan bab yang sudah kita pelajari yaitu bab majaa fi munkiril qadr.
(03:49) Bab tentang orang yang mengingkari takdir. Bab tentang orang yang mengingkari takdir. ee dan ini adalah bab yang ke-60 di dalam kitab tauhid, kitab asal dari ee kitab ini. Pada pertemuan sebelumnya kita sudah selesai pada bab yang ke-60 ini. Dan sekarang kita masuk kepada bab yang ke-61. Ya, begitu Raja.
(04:39) Mohon ada informasi apakah sudah selesai bab yang ke-60 ini atau belum? Hah? Babu, ya. Babar bab yang ke-61. Babu ma jaa bil mushawirin. Bab tentang orang-orang yang menggambar Tib. Penulis berkata, “Ai min adimi uqubatillahi lahum wazabih.” ya, bab tentang orang-orang yang menggambar maksudnya adalah ee berupa besarnya siksa Allah Subhanahu wa taala bagi orang-orang yang menggambar dan hukuman bagi mereka.
(05:31) Dan menggambar yang dimaksud adalah menggambar makhluk hidup. Menggambar yang dimaksud adalah menggambar makhluk hidup. Ini harus dipahami betul-betul. menggambar yang dimaksud adalah menggambar makhluk hidup. Jadi maksud dari bab adalah penjelasan hukum orang-orang yang menggambar dan yang dimaksud yaitu perbuatan mereka bukan ee zat-zat mereka.
(06:02) Perbuatan mereka itu yang dipermasalahkan dan di dalamnya juga terdapat hukum menggambar. Ee para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. [Musik] Dan sekali lagi yang dimaksud adalah menggambar makhluk hidup. Yang dimaksud adalah menggambar makhluk hidup. Tib. Penulis Fadilat Syekh Abdurrahman bin Hasan Alusy rahimahullah berkata, “Waqadakar Nabi shallallahu alaihi wasallam alillah.
(06:32) ” Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam telah menyebutkan sebab wahiyal mudohat bikalqillah. Sebabnya diharamkan menggambar makhluk hidup adalah menyerupakan diri dengan penciptaan Allah. Liannallaha taala lahul khalq wal amr. Karena Allah Subhanahu wa taala dialah satu-satunya yang memiliki penciptaan dan juga perintah. Fahua rabbu kulli syai wa malikuh.
(07:04) Dialah Allah Subhanahu wa taala, Rabb segala sesuatu dan juga rajanya. Wahua khaliquai. Dan dialah Allah pencipta segala sesuatu. Wahualladzi sawara jami makhluqat. Dialah Allah Subhanahu wa taala yang mencipta atau membentuk seluruh makhluk. Wa ja’ala fihal arwah.
(07:36) Dan Allah Subhanahu wa taala yang menjadikan di dalamnya terdapat roh-roh allati tahsulu bihal hayah yang dengannya makhluk-makhluk tersebut bisa hidup. Kama qal Allahu taala sebagaimana firman Allah Subhanahu wa taala alladzi ahsana. Dialah Allah yang telah berbuat segala berbuat baik pada setiap sesuatu. Khia yang menciptakannya. Dan Allah memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Allah menjadikan keturunannya dari air yang hina.
(08:13) Tumma sawahu wafak fi ruhih. Kemudian Allah menyempurnakan penciptaannya dan meniupkan padanya dari rohnya. Absidah. Dan Allah menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan dan qbu qilan ma taskurun. Tetapi kebanyakan kalian sedikit bersyukur. Surat Asajah ayat 1 sampai 9.
(08:45) Fal musawir lima lammaar surah ala syakli ma khalaqahullahu taala min insan wa bahimah sar mudhian likqillah. Maka orang yang menggambar ketika menggambar sebuah gambar atas bentuk apa yang Allah Subhanahu wa taala ciptakan dari manusia atau binatang, maka berarti dia sudah menyerupai penggambaran tersebut untuk makhluk-makhluk Allah. Fasara mawarahu adzaban lahu yaumalqiamah.
(09:17) Maka akhirnya apa yang ia gambarkan menjadi siksa baginya pada hari kiamat. Wakallafa wa kullifa yanfuk fiuh waisa binafik. Maka nanti di hari kiamat siksanya adalah dia akan diberikan ee beban untuk meniupkan roh pada makhluk-makhluk ciptaannya tersebut dan dia tidak akan pernah bisa mencip meniupkan roh padanya. Fakana asadanasi.
(09:49) Maka dialah orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat yaitu meniupkan roh pada sesuatu yang dia tidak bisa meniupkan roh padanya. Liannaambahu min akbarunub. Karena dosanya termasuk dari dosa paling besar. Faidza had fun suratan alali ma khalaqahullahu taala minal hayawan fakaifa bial sawal makluqabbil alamin.
(10:25) Maka jika ini dalam keadaan orang-orang yang menggambar sebuah gambar ee semisal dengan apa yang Allah Subhanahu wa taala ciptakan dari hewan-hewan, maka bagaimana keadaan orang yang menyamakan makhluk dengan Allah Subhanahu wa taala. Artinya begini, kalau seandainya ada orang yang menggambar itu saja berarti dia sudah menyerupakan gambarannya tersebut dengan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa taala.
(10:56) Baik e hewan ataupun manusia. Itu saja tercela dan paling berat siksanya di hari kiamat. Ee lebih berat lagi semestinya orang-orang yang menyamakan makhluk dengan Allah Subhanahu wa taala. dan menyamakan Allah dengan makhluknya lahu minal ibadat allati khalaqallahulq illaudu wahdah bahiquiruhu minli amilin yuhibbuhullah minal abdi dan memalingkan untuk selain Allah sesuatu dari ibadah yang Allah subhanahu wa taala telah menciptakan makhluk tidak ada lain kecuali supaya makhluk-makhluk tersebut beribadah hanya kepadanya dengan ee apa yang tidak dimiliki
(11:48) selainnya dari setiap amalan yang dicintai oleh Allah dan diridainya yang dilakukan oleh hamba tersebut. Artinya gini, kalau menggambar makhluk saja tercela karena sudah menyerupakan diri dengan ee hasil gambarnya tersebut dengan makhluk-makhluk ciptaan Allah, bagaimana dengan orang yang menyamakan Allah dengan makhluk atau menyamakan makhluk dengan Allah? Ya, kemudian akibat menyamakan tersebut caranya adalah dengan memalingkan ibadah kepada selain Allah, kepada makhluk. Padahal makhluk itu diciptakan untuk beribadah hanya kepada
(12:27) Allah. Nah, ini melainkan ibadah kepada makhluk yang tidak pantas dan tidak berhak untuk mendapatkan ibadah. Ya, ibadah yang sangat dicintai dan diridai oleh Allah subhanahu wa taala. Ini lebih lagi berarti khqiqihiq. Maka menyamakan makhluk dengan Allah yang maha pencipta dengan cara memalingkan hak Allah bagi siapa yang tidak berhak dari makhluknya dan menjadikannya sebagai sekutu bagi Allah di dalam perkara-perkara yang khusus milik Allah subhanahu wa taala dan ee maha suci Allah. Ini adalah perbuatan
(13:09) dosa paling besar Allah Subhanahu wa taala dimaksiati dengannya. Walihadza arsala rusulah wa anzala kutubah. Oleh sebab itulah Allah mengutus para rasul dan Allah menurunkan kitab-kitabnya libayani hadir wahyian untuk menjelaskan kesyirikan ini dan melarang kesyirikan tersebut yaitu menyamakan selain Allah dengan makhluk dengan Allah subhanahu wa taala.
(13:40) Wa ikhlasami waha lillahi taala dan menjelaskan tentang keikhlasan beribadah dengan seluruh jenisnya hanya untuk Allah subhanahu wa taala. Fajjallahu taala rasulahu maka Allah subhanahu wa taala menyelamatkan rasul-rasulnya dan juga siapa yang mentaatinya. Wa ahlaka man jahada tauhid. Dan Allah subhanahu wa taala akan menghancurkan siapa yang menolak tauhid.
(14:10) Wastamarro al syirki watid. dan terusmenerus di atas kesyirikan dan e penyekutuan. Maka alangkah besarnya dosa ini. Innallah la yagfir yusraka bihfiru maunalika liman yasya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala tidak menerima orang yang me syirikan, tidak mengampuni orang yang mensyirikkannya dan akan mengampuni apa saja dosa selain itu bagi siapa yang dikehendakinya.
(14:48) Surah An-Nisa ayat 48 dan ayat 116 ini menunjukkan besarnya dosa kesyirikan ya. Karena menyamakan selain Allah dengan Allah dalam perkara yang khusus milik Allah subhanahu wa taala. yusrik billah minama. Dan juga dalam surah alhaj ayat 31, buruknya kesyirikan. Barang siapa yang mensyirikkan Allah maka seakan-akan dia ee jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterpa oleh angin diarahkan ke tempat yang paling dalam.
(15:27) U wali muslimin an abil hayaj al asadi hay bin husain q ali radhiallahu anhu wua amirul mukminin ali abi thb radhiallahu anhuaka [Musik] maani alai rasulullahu alaihi wasallam al suratan illaha w q musrifan illa sawaitaha para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ee Ee tadi kita belum membaca dalil-dalil yang disebutkan oleh penulis ya. Karena saya langsung baca syarahnya.
(15:58) Saya bacakan dulu dalil-dalilnya. An Abi Hurairah radhiallahu anhu qal qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, beliau berkata, Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, qalallahu taala, Allah berfirman, waman adlamu mimmanzahaba yakluquqi.
(16:16) Dan tidak ada yang lebih zalim daripada seorang yang mencipta seperti makhluk ciptaanku. falyakluquaratanqu habbatanakluquiratan akhrajahu maka hendaklah ia ee coba ciptakan biji atau ee semut atau ee biji gandum. Hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim. Ini hadis memberikan pelajaran sebagaimana yang sudah kita sebutkan.
(16:49) besarnya dan agungnya siksa bagi siapa yang musawir menggambar makhluk hidup karena dia sudah menyamakan ee penciptaannya, penggambarannya dengan makhluk ciptaan Allah Subhanahu wa taala. Dan di akhir hadis Allah menantang orang-orang seperti ini agar menciptakan ee zarah yaitu namlatun sagirah ee semut kecil atau habbah atau biji atau syaairah atau biji gandum ya kalau bisa.
(17:29) Dan itu tantangan bukan untuk dilakukan tetapi tantangan untuk menetapkan bahwa tidak bisa kemudian juga meniadakan bahwa tidak akan pernah bisa. [Musik] Walahum Aisyah radhiallahu anhana rasul sallallahu alaihi wasallam q asadunabinaqillah. Dan juga berdasarkan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Aisyah radhiallahu anha, beliau bercerita bahwa Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Manusia yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyerupakan dengan makhluk Allah Subhanahu wa taala.
(18:04) ” Kenapa menyerupakan dengan makhluk Allah menjadi manusia paling berat siksanya? Karena berarti dia sudah mengambil hak Allah Subhanahu wa taala, yaitu mencipta makhluk. Maka orang ini menggambar menyerupai ee makhluk Allah. Nah, penyerupaan ini yang menjadikan dia adalah sebagai ee dosa yang paling besar sehingga menyebabkan siksa yang paling pedih di hari kiamat. Kemudian juga hadis yang ketiga.
(18:29) Walahum ibni abbasin Rasulullah wasamarsun jahanam. Dan juga menurut riwayat e Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma, “Aku telah mendengar Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Setiap orang yang ee menggambar tempatnya di dalam neraka, dijadikan untuknya di setiap gambarnya yang dia gambarkan e seorang ee roh yang menyiksanya di dalam neraka jahanam.
(19:05) ” Ini juga menunjukkan siksa berat bagi orang yang menggambar makhluk hidup. Walahu marfuan manar surah fid dunya kullifa yanfukha fiha ruh waisa binafi. Dan juga berdasarkan hadis riwayat Bukhari Muslim dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma sampai kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(19:25) Barang siapa yang menggambar sebuah gambar di dunia, maka dia akan diberikan beban untuk meniupkan roh pada gambarnya tadi ya, pada patungnya, pada gambar makhluk hidupnya tadi. Dan dia tidak akan pernah sanggup. Dia tidak akan pernah sanggup. Nah, ini para ikhwan dan itu tiga hadis yang kita pelajari keterangannya tadi ya.
(19:50) Jadi hadis yang pertama ee pendalilannya berkaitan dengan bab adalah bahwa tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang menggambar. Ee dan ini menunjukkan kepada keharaman menggambar. Kemudian juga dalil yang kedua adalah bahwa ee orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat yaitu orang yang menyerupakan diri dengan ee makhluk-makhluk Allah.
(20:26) Maksudnya menyerupakan diri dengan ee apa yang dikerjakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Dan ketika mereka mendapatkan siksa yang paling berat menunjukkan bahwa perbuatan mereka itu haram. Dan ini termasuk daripada dosa dosa besar. Kemudian dalil yang ketiga yang barusan kita baca yaitu ee ancaman neraka tidak diancamkan kecuali kepada orang yang melakukan dosa besar.
(20:57) Ya, ancaman neraka tidak diancam kecuali kepada orang yang melakukan dosa besar. Maka ee orang yang menggambar dia akan dijadikan untuknya di setiap gambarnya yang dia gambar tersebut ee nyawa yang akan menyiksanya nanti pada hari kiamat. Ancaman neraka ini tidak akan terjadi kecuali atas dosa-dosa besar. Maka perbuatannya tersebut adalah diharamkan dalam agama Islam.
(21:19) Nah, sekarang kita baca dalil yang selanjutnya atau perkataan penulis yang selanjutnya. Wali Muslimin. Dan dalam riwayat Imam Muslim dari Abul Hayaj al-Asadi Hayyan bin Husain yaitu Abu Hayaj namanya dan eh apa kuniahnya dan namanya Hayyan bin Husein. Beliau berkata, “Qala Aliyun radhiallahu anhu.
(21:44) ” Ali bin Abi Thalib berkata kepadaku, “Hua amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu.” Dia adalah amirul mukminin, pemimpin orang beriman Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu. baahu rasuluhu shallallahu alaihi wasallam all suratan illa thataha w qr musrifan illa sawaita tidaklah engkau meninggalkan gambar kecuali engkau akan harus hancurkan dan tidaklah kuburan yang tinggi kecuali engkau ratakan fihi di dalam eh hadis ini tasrihun bian nabi sallallahu alaihi wasallam ba alianalik sebagai penegas bahwa memang Nabi
(22:25) Muhammad sallallahu alaihi wasallam mengutus Ali bin Abi Thalib untuk hal itu. Amarillah. Adapun eh apa namanya? Gambar kenapa terlarang harus dihancurkan, harus dihapus karena menyerupakan dengan makhluk-makhluk Allah. Menyerupakan diri dengan penciptaan Allah Subhanahu wa taala. Jadi Allah mencipta yang menggambar ini juga seakan-akan dia mencipta itu tercelanya di situ.
(22:57) Waama taswatul qubur. Adapun perataan kuburan falamma fiatiha minal fitnah biarbabiha wazimiha. Falima fiatiha minal fitnah wa biarbabiha wazimiha. Karena di dalamnya di dalam meninggikannya itu ada semacam ee apa namanya? Ee fitnah. Fitnah itu hal yang menghantarkan kepada kerusakan.
(23:23) kepada pelaku-pelakunya yang mengagungkan kuburan tersebut. Wahua minai syirk wa wasail. Dan dia termasuk sarana-sarana kesyirikan dan juga penghantar-penghantar kepada kesyirikan. Farful himam ila h waali miniddin waqasidi wa wajibatih. Maka eh fasurifal himam. Maka akhirnya tekad-tekad di ditujukan kepada ini yaitu kuburan-kuburan yang ditinggikan tadi dan juga yang semisalnya dari tekad-tekad yang lain dari keperluan kebaikan-kebaikan dunia, keinginan-keinginan dunia, kewajiban-kewajiban yang dia lakukan.
(24:02) Wamma waqasahulu umur waqah. Dan ketika sudah terjadi bermudah-mudah di dalam perkara ini, terjadilah apa yang terlarang, yaitu kesyirikan. Waamatil fitnah biarbabil qubur. Dan e godaan lebih besar lagi kepada orang-orang yang beribadah kepada kuburan. Terlalu mengagungkan kuburan. Wasarat mahiri abidin aladimain almamaini laha.
(24:33) Dan menjadi tempat singgah bagi ee ee orang-orang yang berahli ibadah yang sedang bersafar. Ya, yang mengagungkannya jal ibadah minigah walah wabah minirin mahdur. Maka akhirnya mereka memalingkan untuk berhala-berhala tersebut ee seluruh ibadahnya. Baik itu berupa doa, minta tolong, minta perlindungan, ketundukan, menyembelih, bernazar, dan selainnya dari setiap kesyirikan yang terlarang.
(25:20) Nah, ee kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. [Musik] Q alam ibnu qayyim rahimahullah jam baina sunti rasulillah wasamur w am bihi wahu wabai ahadumaqami abadan berkata alam imbim rahimahullah barang siapa yang mengumpulkan antara sunah rasul sallallahu alaihi wasallam di berkaitan dengan kubur-kubur dan apa saja yang diperintahkan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam, apa saja yang dilarang oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam ee dan apa yang dilakukan oleh para sahabatnya dengan apa yang terjadi kepada
(26:19) kebanyakan manusia hari ini, maka ia akan melihat salah satunya ber apa? bertentangan dengan yang lain. Salah satunya ee mengurangi satu dengan yang lain. Maka ini dua-duanya tidak akan pernah terkumpul. Ini dua-duanya tidak akan pernah terkumpul. Fanaha Rasulullah sallallahu alaihi wasallamatial kubur. Maka Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang salat menghadap kek kuburan.
(26:44) Wa haula yusallunaha wa ilaiha. Dan mereka salat ee menghadap kepadanya dan juga salat di sisinya. Ini kan bertentangan ya. Aneh saja kalau seandainya ada orang ngaku cinta Rasul tapi malah yang diperintahkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ditentangnya. Seperti Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang salat menghadap kuburan.
(27:15) Ya, mereka malah salat di sisi kuburan dan menghadap kuburan. Wahikadi masajid. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. Wa haula yabnuna alaihal masajiduna masyahid mudhat l buyutillah. Eh dan mereka membangun di atas kuburan-kuburan tersebut masjid-masjid dan menamainya sebagai masyahid.
(27:39) Yaitu hal-hal yang e apa yang dikeramati, yang diziarahi e sebagai bentuk ee penyamaan dengan rumah-rumah Allah Subhanahu wa taala. Ini keliru. Dan saya katakan pada ikhwah Imam Ibnul Qayyim mengatakan la yajtamiu fil Islam alqubur wal masjid. Tidak akan terkumpul dalam Islam kuburan dan masjid.
(27:58) Apa yang terjadi di Masjid Nabawi itu jauh sepeninggal Rasul sallallahu alaihi wasallam. Tidak akan pernah terkumpul kuburan dan masjid dalam Islam. Wah anqad suruj alaiha. Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk me me apa namanya? Menyalakan lampu di kuburan-kuburan. Wa haula yuqifunal wuqufa alaqadil qanadili alaiha. Dan mereka me ee mewakafkan harta untuk bisa memberikan lampu penerangan-penerangan pada kuburan-kuburan tersebut.
(28:49) Rasul was melarang e kuburan dijadikan sebagai tempatid berkumpul pada waktu tertentu. Mereka menjadikan menjadikannya sebagai tempat berkumpul dan sebagai tempat beribadah. Mereka kumpul pada kuburan-kuburan tersebut sebagaimana kumpulnya mereka pada hari Id atau lebih. Jadi, Subhanallah, apa yang dilarang oleh Rasulullah mereka langgar. Habis itu mengaku cinta kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
(29:23) Waar bitaswiyatiha Rasul sallallahu alai wasam melarang untuk e Rasul sahu alaih wasam memerintahkan untuk meratakan kuburan. Kama rawa muslimun fi sahih. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab sahihnya an Abil Hayyaj al-Asadi dari Abu Hayaj al-Asadi fakara hadal bab. Kemudian beliau menyebutkan hadis pintu ini.
(29:47) Wa hadis sumamata ibni sufai wahua muslimin aid. Dan hadis Tumamah bin Sufai diriwayatkan oleh Imam Muslim juga. Beliau berkata, “Kunna maa fadah ibnu Ubaid biard rum bi eh bi Rawadas. Kami pernah bersama Fudil Ibnu Ubaid di negeri Romawiafi lana.” Kemudian meninggal salah satu teman kami. Faamara fadalah biqabrihi fasawa.
(30:16) Kemudian Fadah bin Ubaid rahimahullah memerintahkan untuk kuburannya diratakan. Rasul sallallahu alaihi wasallamuruaswiyatiha. Aku pernah mendengar Rasul sallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya. Wa haula yubiguna fi mukfati hadin. Dan mereka apa? Berlebih-lebihan di dalam menyelisihi dua hadis ini. Dan mereka mengangkat kuburan-kuburan tersebut dari atas tanah.
(30:59) seperti mayit dan mereka ee berkeyakinan ee dan mereka meletakkan di atasnya kubah-kubah. Nah, eh whatajusilqar wal bina alaiha. Dan e beliau melarang untuk mengkeramiki kuburan dan juga membangun di atas kuburan bangunan. K ra muslimun fi sahihi sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab sahihnya an Jabir ibn Abdillah radhiallahu anhu q dari Jabir bin Abdillah beliau berkata naha Rasulullah sallallahu alaihi wasallamajisilqr waqada alai waubna alai Rasul sahu wasallam melarang untuk mengkeramiki kuburan diduduki dan dibangun di atasnya dilarang oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam
(31:43) kitab alaiha dan Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk menuliskan di atasnya kama rawa Abu Daud Rasulullah wasai dari Jabir bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam melarang untuk mengkeramaiki kuburan-kuburan dan dituliskan padanya. Qirmidzi haditun hasanun sahih. Imam Tirmidzi berkata ini adalah hadis hasan dan sahih. Waula alai ahwal alwah afwan.
(32:14) Dan mereka menjadikan di atas kuburan-kuburan tersebut alalwah, yaitu bendera-bendera alai quranir. Dan mereka menulis di atasnya Quran dan selainnya. Wha an yuzada alaiha ghair turabiha. Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk ditambahkan tanah selain tanah yang sudah ditagalinya. Kama ro Abu Daud an Jabir radhiallahu anhu.
(32:40) Sebagaimana Abu Daud radhiallahu anhu meriwayatkan dari Jabir anna Rasulullah sallallahu alaihi wasallam naha anasalqr. Bahwa Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk di eh dikeramiki kuburan yuktaba alaih atau ditulis atasnya. A yuzad alaih atau ditambahkan atasnya. Wa haula yaziduna alaihil ajr wal jasu wal ahjar.
(33:07) Dan mereka malah menambahkan atasnya alajur, yaitu ee dinding-dinding, kemudian keramik-keramik, kemudian batu-batuan. Qala Ibrahim Annaki yakhunal ajur alburih. Ibrahim bin Yazid Nakhai, seorang tabi mengatakan mereka itu para sahabat Nabi radhiallahu anhum dan juga para tabiin ee membenci kuburan ee membenci pagar-pagar pada kuburan-kuburan mereka.
(33:45) amahiallahu alaihi wasallam. Bahwa yang jelas mereka yang mengagungkan kuburan ini dan menjadikan kuburan sebagai tempat idat berkumpul bisa kapan saja datang. Kemudian ee mereka me menyalakan lampu-lampu kemudian membangun di atasnya kuburan-kuburan dan masjid-masjid.
(34:10) Mereka ini adalah menyelisihi terhadap apa yang diperintahkan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam. Wa muhaduna lima jaabih. Dan mereka senantiasa eh menyeleweng dari apa yang diperintahkan. Waalika ituh masajid. Yang paling besar penyelewengannya adalah menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid alaiha dan menyalakan lampu-lampu pada kuburan tersebut. Wah kabair dan dia termasuk daripada dosa besar.
(34:39) Waqal fuqah minha ahmada. Sedangkan orang-orang ahli fikih dari pengikut mazhab Imam Ahmad dan juga selainnya eh diharamkannya. Ya saral fuqha min ashabi ahmad wirahum bitahrimi e ahli fikih dari pengikut mazhab Imam Ahmad dan selainnya mengharamkannya. Nah, kemudian para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala.
(35:14) Qala Abu Muhammad almaqdisi walau ubiha itikuruj alaiha lam yul fli. Kalau seandainya dibolehkan memberikan lampu penerangan pada kuburan-kuburan, maka tidak diancam laknat bagi pelakunya. faidah. Karena di dalam pencerahan lampu bagi kuburan-kuburan itu terdapat ee penyianyiaan harta tanpa ada faedah.
(35:47) Waatan fiimul qubur asbah takzim lil asnam. dan ee berlebih-lebihan di dalam mengagungkan kuburan, maka ee menyerupai dengan berlibu-lebuan mengagungkan berhala. Ya quzikul masajid alal khabar. Kemudian dikatakan bahwa tidak boleh mengambil ee pahala ee menjadikan masjid-masjid di atas kubur berdasarkan hadis-hadis ini.
(36:20) Walian Nabi sallallahu alaihi wasallam q karena juga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabdaahulah masajid. Allah melaknat kaum Yahudi, Nasrani yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai masjid. Dan ee merintahkan atau memperingatkan atas apa yang telah mereka lakukan muttafaqon alaih. Wali tajisal qubur bolaha yusbihuimal asnam bisujudi laha wa taqra ilaiha.
(36:48) karena mengkerami kuburan ya dengan salat di atasnya menyerupai pengagungan terhadap berhala-berhala dengan sujud kepadanya dan mendekatkan diri kepadanya. Waq rina ibadat asamim alamwat bikarim. Dan telah disampai kepada kita riwayat bahwa ee permulaan ibadah kepada berhala adalah keagungan orang-orang yang sudah meninggal.
(37:26) Pengagungan orang-orang yang sudah meninggal dengan menjadikan mereka sebagai patung-patung wat tamassuh biha dan juga ee mengusap-ngusap mereka. Wasatuha dan salat di belakangnya. Amrual musyrikinarburi haj. Maka ee perkara menjadi ee kepada orang-orang menyesatkan tersebut ila any syaru lil quburi hajja yaitu sampai mereka menjadikan haji untuk orang-orang di kubur tersebut. Waaha manasik.
(38:06) dan meletakkan bagi mereka masik-manasiktaan manasikil masid. Sampai sebagian mereka yang ekstrem menulis sebuah buku dan mereka menamai dengan manasik haji ee ziarah kubur, manasik haji ziarah ke tempat-tempat keramat. Wa mudahat minhul qubur bil baitil haram. dan menyamakan eh kuburan-kuburan dengan Baitul Haram, Masjidil Haram. W yak mufqatin Islam.
(38:42) Dan tidak dilakukan lagi bahwa perbuatan seperti ini menyerupakan diri dari Islam. Wul fiil ibadat asnam. Dan masuk ke dalam agama beribadah kepada berhala-berhala. Fanzuru ila hadza atabayun aladim. Maka perhatikanlah kepada orang ini ee penjelasan yang agung. Bainama syarahullah sallallahu alaihi wasallam.
(39:09) Rasulullah sallallahu alaihi wasallam waqas min nahi amma taqaddamikruhu fil qubur ya bayyana menjelaskan apa yang disyariatkan oleh rasul sallallahu alaihi wasallam dari larangan-larangan dan juga apa yang sudah disebutkan di dalam kubur wabana haula waqad dan menjelaskan apa yang disyariatkan untuk orang-orang tersebut dan apa yang diinginkan oleh mereka minal mafasid dan tidak ada lagi bahwa hal itu termasuk kerusakan-kerusakan yang ee lemah seseorang untuk menghitungnya.
(39:48) Faminhaimul mau filan biha. Di antaranya adalah mengagungkan ee jangan sampai terposok ke dalam godaan. minha itikadan jadikan kuburan-kuburan sebagai tempat berhala. Ini juga terlarang ya menjadikan kuburan-kuburan sebagai tempat ee beribadah secara khusus wa minha asafar ilaiha. Dan termasuk yang dilarang adalah bersafar menuju kuburan-kuburan secara khusus.
(40:25) winha musabahat ibada asam bimaha winal alaiha wal mujawarahur alaiha wasidatiha dan di antaranya adalah menyerupakan diri dilarang menyerupakan diri dengan orang-orang penyembah berhala dengan apa yang mereka lakukan ketika duduk beriktikaf dan menjadi teman di sisinya dan menggantungkan kain atasnya dan juga horden-hordennya. Maksudnya adalah mengurus kuburan tersebut dengan baik.
(41:07) Ini terlaralang dalam agama Islam. Waaduhajihunal mujawarah inaha alal mujawarah Masjidil Haram. Dan ahli ibadah pada kuburan-kuburan tersebut menguatkan pendapat bahwa ber apa mendekat kepada kuburan-kuburan tersebut sebagaimana mendekat kepada Masjidil Haram. Sidanataha afdol min khidmatil masjid.
(41:41) Dan mereka melihat bahwa sidanah ee yaitu e keperluan kuburan tersebut lebih afdal daripada eh mengurus kuburan tersebut lebih afdal daripada berkhidmat kepada masjid. Walilahum liqayimiha lailatan yatfauladil muq alaiha dan celaka bagi kecelakaan bagi mereka. Apabila suatu malam yang mengurusnya ee maka lampu yang digantungkannya itu adalah mati. Maka ini kecelakaan menurut mereka.
(42:22) Ini adalah kecelakaan menurut mereka. wha musikinhaq hawajulumik. Dan di antaranya adalah keyakinan orang musyrik ee di dalam kuburan-kuburan tersebut. bahwa ee dengan ee mendekat kepada kuburan tersebut akan menghilangkan bala, menolong musuh-musuh dan meminta turunnya hujan dari langit dan meminta ee terlepasnya kesulitan-kesulitan ee dikabulkannya hajat-hajat dan tertolongnya orang-orang muslim, orang-orang mazlum, orang-orang yang orang-orang yang terzalimi ee dan juga diamankan kan orang-orang yang takut. Nah, ini semua adalah kesyirikan.
(43:29) Meyakini bahwa kuburan bisa mengangkat bala. Meyakini bahwa kuburan bisa menolong atas musuh. Meyakini bahwa kuburan bisa menurunkan hujan. Meyakini bahwa kuburan bisa menghilangkan kesulitan. Menam menunaikan hajat. Meyakini bisa kesulitan bahwa menolong orang-orang yang terzalimi dan seterusnya. Dan di antaranya adalah masuk ke dalam laknat Allah dan rasulnya masajid alaiha dengan cara menjadikan masjid-masjid di atasnya di atas kuburan surj alaiha dan memberikan penerangan di atas kuburan wamin syirk akbar alladzi yaf’aluha
(44:13) dan dalamnya terdapat kesyirikan besar yang dilakukan di sisinya yaitu di sisi kuburan minta-minta kepada orang yang dikubur. Nam waminha idza wa ashabiha bima yaf’alul musyrikuna fi biquburih. Dan di antaranya juga adalah pelajarannya yaitu ee pencelaan terhadap para pelakunya dengan apa yang dilakukan oleh orang musyrik dengan kuburan-kuburan mereka.
(44:56) Karena sesungguhnya mereka tersakiti dengan apa yang di lakukan di kuburan-kuburan mereka. Maksudnya orang-orang yang dikubur tersakiti dengan apa yang dilakukan oleh di kuburan-kuburan mereka. Dan mereka sebenarnya orang yang dikubur tersebut sangat membenci apa yang dilakukan oleh orang-orang musyrik di hadapan kuburan mereka.
(45:17) Jadi misalkan ini ada orang meninggal kemudian dikubur kuburannya diagungkan, maka orang yang meninggal ini kesal dengan orang yang baru ee orang yang terlalu mengagungkan kuburannya. Dia membenci orang yang terlalu mengagungkan kuburannya. Kama analamq sebagaimana Nabi Isa alaihi salam membenci apa yang dilakukan oleh orang-orang nasrani di sisi kuburan.
(45:49) Nabi Isa alaihi salam wika walik asbah. Demikian pula selainnya dari para nabi, para wari, orang-orang asyekh, mereka menyakiti apa yang dilakukan ee oleh orang-orang yang semisal dengan kaum Nasrani di sisi kuburan mereka. Artinya para nabi dan para wali, orang-orang syekh ee ini tersiksa dengan apa yang dilakukan oleh ahli kubur karena mengikuti apa yang dilakukan oleh kaum Nasran di kuburan-kuburan para nabi, para wali dan syekh tersebut. Waumalqiamahuna minhum.
(46:28) Dan pada hari kiamat mereka berlepas diri dari dari mereka. Artinya yang mengajak-ngajak untuk beribadah kepada kuburan, mengangkat kuburan, memuliakan kuburan, mereka di hari kiamat berlepas diri dari orang-orang tersebut. Kama qala taala sebagaimana firman Allah Subhanahu wa taala waum yahsyuruhum.
(46:48) Dan mereka pada hari itu mereka e Allah mengumpulkan mereka wuduna minunillah dan apa yang mereka ibadahi selain Allah akan kumpulkan. Fakul. Lalu Allah berfirman, “Antum ibadi haulil.” Apakah kalian menyesatkan hamba-hambaku atau mereka yang tersesat jalannya? Q subhanak maun min aul. Kemudian mereka berkata, “Maha suci Engkau. Kami tidak pernah menjadikan selain engkau sebagai penolong.” Wakinum waahumikra.
(47:29) Akan tetapi ee Engkau telah memberikan nikmat kepada mereka dan juga nenek moyang mereka sampai mereka lupa berzikir dan mereka adalah kaum yang ee menyimpang. Qala taal musyrikin. Allah Subhanahu wa taala berfirman kepada orang-orang musyrik. Faqad kadzabukum bima taquulun. Kalian telah mendustakan mereka dengan apa yang kalian ucapkan. Q taala ya isa maryamunah.
(48:04) Eh Allah juga berfirman, “Wahai Nabi Isa, wahai Isa putra Maryam, apakah engkau mengatakan kepada manusia, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?” Lalu Nabi Isa menjawab, “Maha suci engkau. Tidak mungkin aku mengucapkan apa yang bukan hakku. waq taala jami subhanak an [Musik] yang artinya dan pada hari dikumpulkan mereka seluruhnya kemudian Allah berfirman kepada para malaikat apakah kalian beribadah apakah ee kalian beribadah kepada mereka.
(48:55) Apakah mereka beribadah kepada kalian dahulu? Qalu subhanak. Mereka mengucapkan maha suci engkau. Engkau adalah penolong kami ee dari selain selain mereka. Bal kanu ya’budal jin. Akan tetapi mereka beribadah kepada jin. Aksarahum bihi mukminun. Mereka percaya kepada jin-jin tersebut. Nah, intinya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala, orang yang beribadah kepada penghuni kubur maka penghuni kuburnya akan merasa tersiksa. Waminha imatatus sunan wail bid.
(49:34) Dan termasuk pelajarannya adalah menghidupkan mematikan sunah dan menghidupkan bidah. Kalau sunah Nabi tidak dikerjakan maka akan mati dan hiduplah bidah. Waminha tafdil ala khairil biq wa ahabbihaallah. Dan termasuk dari pelajaran adalah mendahulukan ee nya atas sebaik-baik tempat dan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala.
(50:01) Faadal qubur yaqsudunaha maimiram. Karena para penyembah kuburan mereka bermaksud kepada kuburan-kuburan tersebut disertai dengan pengagungan dan pemuliaan. Wal khyuk warqatilb. Dan mereka khusyuk dan juga lembut kalbunya. Dan mereka diam dengan ee penuh ee kegelisahan atau penuh ya kegelisahan terhadap orang yang ee penuh keinginan terhadap orang yang sudah meninggal.
(50:36) Yang mana mereka tidak lakukan itu ketika di masjid. W yahsulahum fiha nadiru w qiban minhu. Dan tidak terjadi pada diri mereka yang semisal itu di dalam masjid. Nam wamasul was in ak. Dan pelajarannya juga adalah bahwa yang disyariatkan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam ketika ziarah kubur adalah eh mengingat kehidupan akhirat.
(51:09) Wal ihsan ilal mazur bidua alaih. Dan ee berbuat baik kepada yang diziarahi dengan mendoakannya. kemudian mendoakannya sehingga dia mendapatkan rahmat wal istigfarlah dan beristigfar untuknya wasaliah lahu dan juga meminta alfiah untuknyaakunir muhsin nafsi mayit maka sebenarnya orang yang berziarah kubur itu dia telah berbuat baik kepada dirinya mendoakan dirinya sendiri dan juga kepada mayit yang diziarahi faqala haul musyrikun amr maka orang-orang musyrik Mereka membalikkan keadaan waakasuddin berpaling dari agama. Waja’alul maksud biz ziarah asyir bil mayit. Mereka menjadikan maksud daripada mengunjungi
(51:54) orang-orang e yang dikubur adalah mensyirikkan Allah dengan mayit wahu w bihi dan mendoakannya serta berdoa dengannya. Wasaluhu wa hawaijah. Dan memohon kepadanya memohon kepada penghuni kubur hajat-hajat mereka. Wastinzal barkah minhu dan minta berkah dari kuburan-kuburan tersebut dan memperjuangkan bagi mereka di atas musuh-musuh wahikusit dan yang semisalnya.
(52:27) Maka akhirnya mereka sebenarnya sedang berbuat buruk kepada diri mereka sendiri dan kepada mayit. Wakana Rasulullah wasallam. Dan Rasul sallallahu alaihi wasallam dahulu melarang para lelaki untuk menziarahi kubur ya untuk menahan dari e pintu-pintu keburukan. Ketika tauhid sudah ada dalambu Rasul Sallahu Wasam mengizinkan untuk mereka menziarahi kuburan-kuburan tersebut sebagaimana yang disyariatkanum huj dan mereka dilarang dan Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang mereka untuk mengucapkan hujra wamin aamil hajr e asir waan dan termasuk
(53:12) daripada eh hujra yang paling besar adalah melakukan kesyirikan di sisi kuburan baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan Waihi muslimin. Dan dalam kitab sahih muslim an abi hurai radhiallahu anhu q rasul sallahu alaihi wasallam zurburakirul akirakirakirul maut. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu beliau berkata, Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ziarlah kuburan. Sesungguhnya menziarahi kuburan mengingatkan kematian.
(53:39) ” Nah, wa ibni Abbasin radhiallahu anhuma qal mar Rasulullah sallahu alaihi wasallam quburul Madinah. Eh Rasul Abdullah bin Abbas meriwayatkan bahwa Rasul sahu al wasam pernah melewati kuburan di kota Madinah. Faqbala alaiwajah. Maka Rasul sallallahu alaihi wasallam menghadap mereka dengan wajahnya. Faqala asalamualaikum ya ahl kubur.
(54:02) E kemudian Rasul wasam berdoa semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur. Yagfirullah lana wakum. Semoga Allah subhanahu wa taala mengampuni untuk kita dan untuk kalian. Antum salafuna wahnu bilar. Kalian yang lebih dahulu daripada kita. Dan kita akan mengikuti hadis riwayat Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi. Dan itu adalah doa orang yang ingin ee berziarah kubur.
(54:22) Fahad ziarah allati syaraaha Rasulullah sallahu alaihi wasallam liumatihi waamahum iyaha tajidu fiha saaian mimma yaamiduhu ahlusirk wal bid. Ziarah yang seperti ini yang disyaratkan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam untuk umatnya. Kemudian Rasul Sallahi Wasallam mengajarkannya kepada umatnya.
(54:42) Apakah kamu mendapati dalamnya sesuatu yang ee disandarkan oleh orang-orang yang melakukan kesyirikan dan perbuatan bidah? Amajiduha mudatan lima hum alaihi min kulli waj. Apakah ee atau sebaliknya malah kamu akan dapati kebalikan dari apa yang dilakukan oleh mereka dari sisi manapun. W ahsana ma q Malik ibnu Anas Rahimahullah lan yasluha akir hadil umah illa ma aslaha awalu eh Imam Malik rahimahullah bin Anas berkata, “Tidak akan pernah ee baik akhir umat ini kecuali apa yang membuatnya baik dari awalnya.
(55:19) ” Jadi kita harus mencontoh orang-orang terdahulu agar kita baik. Akan tetapi ketika e setiap kali lemah berpegang teguh ee umat-umat dengan perjanjian-perjanjian dengan nabi-nabi mereka dan berkurang iman mereka maka digantikan atasnya dengan sesuatu yang baru dari perbuatan bidah dan kesyirikan. Nah, wqad jar salaf tauhidah.
(55:59) Dan para salafus saleh telah mensucikan tauhid dan menjaga sisi tauhidta ahadum wasiliblah. Sampai setiap kali mereka mengucapkan salam atas rasul sallallahu alaihi wasallam di kuburannya maksudnya kemudian ingin berdoa maka menghadap kiblat. Dan berarti beliau membelakangi kubur tapi beliau menghadap kiblat kemudian beliau berdoa dan ini ditegaskan oleh imam yang empahlah bahwa kapan dia berdoa dia menghadap kiblat sampai dia tidak berdoa di sisi kubur ibadah sesungguhnya doa itu adalah ibadahmidzi ibadah diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi
(56:46) dan selainnya bahwa doa adalah ibadah Maka para salaf saleh mensucikan ibadah dan tidak mengerjakan ibadah-ibadah tersebut di sisi kubur. Minha illa maina fi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Sedikit pun darinya kecuali yang diizinkan oleh Rasul sallallahu alaihi wasallam. Minuahabihagfar lahummi alaihim. Yaitu berupa doa untuk penghuni kubur boleh.
(57:12) Kemudian istigfar untuk penghuni kubur boleh. Kemudian meminta rahmat untuk atas penghuni kubur juga diperbolehkan. Nam waak Abu Daud Abi Hurairat radhiallahu anhu q Rasul sallallahu alaihi wasallam laajutakumur. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.
(57:30) Beliau berkata, Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Janganlah jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan-kuburan. W tajaluqri ididan dan janganlah jadikan kuburanku sebagai id.” yaitu sebagai ee sesuatu yang sering dikunjungi dalam waktu-waktu tertentu. Wasuum dan salatlah kalian atasku sesungguhnya salat kalian sampai kepadaku di manaun kalian berada.
(57:55) wa isnaduhu jayid waratuhuqat masyahir dan sanadnya baik dan para perawinya terpercaya dan masyhur-masyhur. Nah, kemudian para ikhw dirahmati Allahuajakumur dan janganlah jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Janganlah kalian ee apa ee melapangkan dari salat di dalam rumah-rumah tersebut. Artinya tidak disalati rumahnya. Wadua wal qiraah.
(58:27) Dan juga dari doa dari membaca Al-Qur’an fatakunzilatil qubur. Maka rumah yang seperti itu tidak ada salat dalamnya, tidak ada doa dalamnya, tidak ada baca Quran dalamnya ini seperti rumah seperti kedudukan kuburan. Rasul was melarang memerintahkan untuk selalu mengerjakan salat sunah di dalam rumah. Dan Rasul wasam melarang untuk melarang e mengerjakan sunah-sunah di sisi kuburan.
(59:03) Ini adalah kebiasaan ini adalah kebalikan apa yang dilakukan oleh orang musyrik dari kaum Nasrani dan semisal dengan mereka. Kemudian di dalam mengagungkan kuburan, menjadikan dia sebagai tempat id yaitu diulang-ulang mendatanginya terdapat di dalamnya kerusakan-kerusakan agung yang tidak diketahui kecuali oleh Allahj yang menyebabkan Allah murka atasnya.
(59:37) ilam yang artinya sesungguhnya di dalam pengagungan terhadap kuburan menjadikan kuburan tersebut sebagai tempat-tempat untuk diziarahi pada waktu-waktu tertentu termasuk kerusakan-kerusakan yang agung yang tidak diketahui kerusakannya kecuali oleh Allah yang menyebabkan Allah murka ee karenanya setiap yang di dalam kalbunya terdapat ee pengagungan terhadap Allah kemudian rasa cemburu terhadap tauhid dan juga penghinaan terhadap kesyirikan.
(1:00:09) Ee akan tetapi kadang-kadang ee ma jarhi bimayyitin ilam. Kadang-kadang luka tidak menyakiti seorang yang mati. Artinya kalbunya mati maka dia tidak menerima nasihat tersebut. Tib. Kemudian termasuk daripada kerusakan adalah menjadikannya sebagai aid tempat-tempat yang didatangi diziarahi pada waktu-waktu tertentu. eh dan salat menghadap kuburan biha dan tawaf mengelilingi kuburan dan menciumnya mengusapnya khudud alabiha dan ee apa mengambil eh pasirnya kemudian diletakkan di di pipi wa ibadat asabiha dan beribadah kepada penghuni kuburnya nya
(1:01:07) meminta pertolongan kepada penghuni kuburnya. Dan mereka meminta kepada ee ee kepada orang-orang yang dikubur tersebut pertolongan, rezeki, afiat dan juga bisa bayar hutang. dan juga eh kelapangan dari kesanhaf dan pertolongan dari kesulitan-kesulitan dan selain itu dari permintaan-permintaan allatianah yang mana biasanya para penghuni para penyembah berhala mereka meminta kepada berhala mereka seperti itu.
(1:01:56) Maka jikalau engkau melihat orang-orang yang menjadikan kuburan-kuburan sebagai tempat berkumpul faqad nazalil akwar wab makanin baid. Dan mereka akan turun dari hewan tunggang-hewan tunggang mereka jika melihat kuburan-kuburan tersebut dari jauh. Fawha al jubah. Kemudian mereka meletakkan di sana yaitu kain waqabbalu alard dan mereka eh mencium tanah wakasyafu ruus dan mereka apa membuka kepala-kepala mereka dan suara mereka eh apa namanya meraung-raung tusahumij dan mereka menangis nangis sampai di terdengar oleh mereka sampai terdengar dari mereka nasij yaitu
(1:02:50) hal-hal yang mengganggu meraung-raung menangis-nangis alij dan mereka menganggap bahwasanya mereka sudah rbu alal hajij fastag biman la yubdi w yuid akhirnya Mereka minta pertolongan kepada orang yang tidak bisa ee mencipta dan tidak bisa mengulang ciptaan. Wadau wakin min makanin baid. Mereka berdoa akan tetapi dari tempat yang jauh.
(1:03:26) Hatta danau minha shu alal qubrakin. Sampai jika dekat dengan mereka, mereka salat di sisi kubur dua rakaat. Dan mereka beranggapan bahwasanya mereka telah mendapatkan pahala yang besar dan tidak ada pahala bagi siapa yang salat ke dua arah kiblat. Maka akhirnya dengan seperti inilah mereka akan kamu lihat mereka rukuk sujud di sisi kuburan.
(1:04:03) Mereka mencari karunia dari si mayit dan keridaan dari si mayit. Dan mereka telah mengisium ee telapak tangan telapak mereka dengan kekosongan dan kerugian. Maka ini untuk selain Allah bahkan untuk setan. Maur hunaka minal ibarat. apa yang ee di sana disampaikan ataupun tangisan-tangisan min aswad dan suara-suara yang diangkatlabu minal mayit minal hajat dan dimintai dari mayit dari hajat-hajatulat dan dimintai dari apa? Penghilangan kesulitan dan penolongan terhadap kesulitan faqat dan memberikan kekayaan kepada orang miskin ahad walat dan keselamatan bagi
(1:05:05) orang-orang yang cacat dan punya penyakitmanu bidalika haalqriatain ee thifin. Kemudian mereka taaf di samping di sisi kuburan. Tasbihan lahu bil baitil haram alladzi ja’alahullah mubarakan wahudan lil alamin. Mereka ingin menyamakan kuburan dengan Masjidil Haram yang mana Masjidil Haram Allah telah jadikan penuh dengan berkah dan petunjuk untuk alam semesta.
(1:05:36) wal istilam. Kemudian mereka juga ada penciuman dan mengusap arital hajar asad wf’ bih waq wafdal baitil haram. Apa pendapat engkau kepada Hajar Aswad dan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang mengunjungi Masjidil Haram dengan hajar tersebut? TMaru ladai tilkal hijubah wal khudud. Kemudian mereka ee meletakkan di sisinya dahi dan juga pipi-pipi.
(1:06:11) Allati y’lamullahu annaha lam tafur kadalik baidai f sujud. Yang Allah mengetahui bahwa itu tidak seperti itu kalau lagi sujud. Artinya tidak sekhuk, tidak sesedih itu, tidak setunduk itu ketika lagi sujud kepada Allah subhanahu wa taala. kamalu manas hajil bqsiraka wahq kemudian mereka menyempurnakan manasik haji kuburan dengan memendekkan rambut di sana ataupun menggundulnya minikalamak lahumallah minq dan mereka merasakan ee bagian-bagian mereka dari berhala tersebut tetapi mereka tidak menyis mendapatkan apapun bagian dari Allah subhanahu wa taala
(1:07:00) Dan mereka mendekatkan diri kepada berhala dengan berbagai macam pendekatan sesaji. W shaumusum wauhumirillahbilamin. Dan salat mereka, sembelihan mereka, kurban mereka untuk Allah subh untuk selain Allah Subhanahu wa taala Rabb alam semesta. Kalau seandainya engkau melihat sebagian mereka menyelemangati sebagian yang lain ajallahum ajran.
(1:07:34) Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kepada kita dan kepada kalian pahala yang besar dan juga bagian yang besar. Dan apabila mereka pulang ee ee orang-orang yang berlebihan meminta kepada mereka yang tidak bisa pergi berhaji agar membeli salah seorang dari mereka pahala haji kubur mereka dengan haji orang-orang yang tidak bisa pergi ke Baitullahil Haram.
(1:08:18) Kemudian berkata, “La tidak, aku tidak bisa dibeli ini dan juga tidak bisa dibeli walau haji engkau setiap tahun.” Subhanallah. Maksudnya begini, orang-orang yang tidak bisa berhaji ke kuburan tadi kemudian dia minta kepada orang yang bisa berhaji kuburan tersebut agar bisa diberikan pahalanya. Ya.
(1:08:42) Dan juga bagaimana kalau seandainya saya berhaji ke Baitullah, apakah bisa membayar haji ke kuburan tadi? Maka jawabnya tidak. Tidak bisa membayar walaupun hajinya setiap tahun. Subhanallah. Berarti haji di kuburan itu lebih lebih utama dibandingkan haji ke Masjidil Haram. Hza walam natajawaz fima hatainahu anhum. Demikianlah kita tidak berlebih-lebihan di dalam menceritakan tentang mereka.
(1:09:06) [Musik] Dan kita tidak sebutkan seluruh bidah mereka dan kesesatan mereka. Itulah yang ada di dalam benak pikiran dan itulah yang ada di dalam pikiran khayalan. Wabil asamqadam. Inilah awal mula ibadah ee berhala di yang terjadi di tengah kaum Nabi Nuh sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya. Dan barang siapa siapa saja yang mencium ee il apa bau ilmu yang paling rendah dan bau fikih yang paling rendah, dia akan mengetahui bahwa ini adalah perkara yang paling penting yaitu menutup jalan untuk sesuatu yang tercela. nahahu wulu ilaihi dan bahwa Allah
(1:10:05) subhanahu wa taala yang membuat yang syariatkan lebih mengetahui tentang akibat dari apa yang dilarang atasnya dan akibat ee yang akan terjadi nantinya. Dan dia lebih hikmah kenapa Allah sampai melarang hal tersebut dan mengancam perbuatan tersebut. Dan bahwa kebaikan dan petunjuk di dalam mengikuti dan mentaatinya. Wasyar wadal fi maksiatihi wa mukhalafatihi.
(1:10:40) dan keburukan, kesesatan di dalam bermaksiat kepada Allah dan menyelisihi ee Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan ini adalah perkataan Imam Ibnu Qayyim Aljauziyah rahimahullah. Semoga yang disampaikan bermanfaat. Intinya para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala bahwa seseorang yang dia bertauhid maka dia tidak diperbolehkan untuk menggambar karena menggambar hasilnya menyerupai dengan makhluk yang diciptakan oleh Allah subhanahu wa taala dan dia akan disiksa oleh Allah subhanahu wa taala untuk menciptakan ee ciptaan Allah seperti
(1:11:24) ciptaan Allah nanti di hari kiamat. kiamat. Kemudian juga orang yang menggambar ee sangat ee berat siksanya di sisi Allah karena menyerupakan ee ciptaannya dengan ciptaan Allah subhanahu wa taala. Salah satu siksaannya adalah diperintahkan untuk mencium ee meniup ee roh pada apa yang dia sudah gambar tersebut dari patung-patung.
(1:11:49) Kemudian juga ee dia tidak akan pernah bisa meniup tersebut. Kemudian ee dalil yang selanjutnya bahwa termasuk sunah Rasul sallallahu alaihi wasallam adalah tidak membiarkan kuburan ee ditinggikan tetapi harus diratakan. Dan juga ee ee e pensyarah banyak menyebutkan tentang ee perkataan Imam Ibnu Qayyim Aljauziyah rahimahullahu taala bahwa tidak akan pernah terkumpul antara kuburan dan masjid.
(1:12:19) tidak akan pernah terkumpul antara kuburan dan masjid. Ya. Dan orang-orang yang mengaku cinta kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam sebenarnya banyak yang menyelisihi perintah Rasul sallallahu alaihi wasallam. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk salat di kuburan, mereka salat di kuburan. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk kuburan jadikan masjid, mereka jadikan masjid.
(1:12:37) Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk kuburan dilampui, mereka lampui. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk jadikan kuburan sebagai tempat Id. Datang pada waktu-waktu tertentu. Mereka menjadikan kuburan sebagai tempat. Datang pada waktu-waktu yang tertentu.
(1:12:54) Rasul sallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakan masjid, meratakan kuburan. Ee maka kemudian mereka meninggikan kuburan. Ya, mereka kemudian meninggikan kuburan. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk menulis pada kuburan. Mereka menulis kuburan. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk menambahkan tanah-tanah pada kuburan sehingga lebih tinggi.
(1:13:12) Mereka menambahkan kuburan, menambahkan tanah-tanah tersebut. Rasul sallallahu alaihi wasallam melarang untuk dikeramiki kuburan. Mereka malah dikeramiki kuburan. Nah, ini semua adalah hal-hal yang terlarang. Para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala. Nah. Nah, itu kira-kira. Dan ini semua adalah ee harus kita perhatian jangan sampai terperosok ke dalam kesyirikan.
(1:13:40) Apa saja menghantarkan kepada kesyirikan maka harus dihentikan. Tidak boleh pintu tersebut dibuka. di antaranya adalah mengagungkan kuburan, beribadah khusus di kuburan, kemudian ee membaca khusus Al-Qur’an di kuburan dan seterusnya. Nah, ini kira-kira yang bisa disampaikan kita cukupkan. Wasallallahu ala nabina Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin.
(1:14:06) Subhanakallah wabihamdik asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wabarakatuh. Jazak khair atas materi yang telah disampaikan. Demikian ikht Islam aakumullah sahabat TJ di mana pun Anda berada kajian ilmiah yang disampaikan oleh Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullah dari pembahasan kitab Fathul Majid syarah kitabuhid dan mohon maaf kami tidak bisa melanjutkan sesi tanya jawabnya kami undur diri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 1 FM, Radio Roj Palu
(1:14:46) 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Yeah.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *