Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [Live]: Ustadz Ahmad Zainudin, Lc | Kitab Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid – YouTube

Transcript:
(00:01) dan kajian Islam. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM, dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. menyebar cahaya sunah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah nabina Muhammadin waa alihi wa asabihi walah asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah asadu anna muhammadan abduhuasul isamaha sahaja di manun anda berada.
(00:51) Alhamdulillah di kesempatan pagi ini kita dapat bersua kembali dan kita akan simak bersama kajian ilmiah yang kami hadirkan secara langsung dari pembahasan kitab pembahasan e Fathul Majid syarah Kitabut Tauhid disampaikan oleh Al Ustaz Ahmad Zainuddin Albanjari hafidahullah dari kota Banjarmasin.
(01:15) Alhamdulillah kami sudah terkoneksi dengan beliau semoga koneksi kami lancar hingga akhir acara nanti dan semoga Allah mencegah ustaz beserta keluarga memberkahi pertemuan kita di kesempatan pagi hari ini dan juga memberkahi ilmu yang akan disampaikan. Bagi Anda yang ingin interaktif nanti setelah materi jika ada waktu untuk bersoal jawab silakan bisa mengirimkan pertanyaannya melalui layanan pesan WhatsApp di nomor 0218236543.
(01:38) Baik, kita akan simak bersama materi yang akan disampaikan. Kepada ustaz kami persilakan f tafadal masykur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim. Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wasayiati a’alina. Man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah.
(02:12) Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutqulah haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun. Ya ayyuhanasuttaqubakumulladzi khalaqokum min nafsin wahidah walaqa minha zaujaha w minhuma rijalan katsir waisa wattaqulahzi tasauna bihi wal arham innallaha kaana alaikum raqiba ya ayyuhalladzina amanutaqulah waulu qulan sadida faq faza fauzanima amma ba fainna asdaqal hadis kitabullah wa ahsanal hadi hadyu muhammadin shallallahu alaihi wa ala alihi wasallamarral umuri muhdasatuha wa kulla muhdatin bidah Wa bidatin
(03:25) dolalah waalatin finar. Alhamdulillah kita bersyukur pada Allah Subhanahu wa taala pada hari ini, hari Rabu malam ee Rabu pagi 5 Jumadil Akhirah 1447 Hijriah bertepatan dengan 26 November 2025. kita dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa taala untuk duduk bersama mengkaji kembali kitab Fathul Majid, syarah kitab tauhid yang ditulis oleh Fadilat Syekh Abdurrahman bin Hasan Alus Syekh rahimahullahu taala.
(04:29) Selawat dan salam semoga selalu Allah berikan pada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa ala alihi wasallam pada keluarga beliau, para sahabat serta orang-orang yang mengikuti beliau sampai hari kiamat kelak. Dengan nama-nama Allah yang husna dan sifat-sifatnya yang ulia, kita berdoa, Allahumma inna nas’aluka ilman nafi’an wa rizqan thayiban wa amalan mutaqabbala. Allahumma amin.
(05:04) Ahibati fillah afani Allah wayakum. Para pemirsa Raja TV, para pendengar Radio Raja, dan seluruh kaum muslimin yang mengikuti kajian ini di mana pun berada. Kita masuk kepada bab yang baru, yaitu bab yang ke 60. 60. 62 ya 62 namam ahibati fillah afani Allah wayakum kaum muslimin yang saya cintai karena Allah semoga Allah subhanahu wa taala selalu memberikan afiat kepada kita di dunia dan di akhirat Bab tentang banyak bersumpah.
(06:14) A minanahiu wal waid. Itu maksudnya larangan banyak bersumpah dan tercelanya banyak bersumpah. Yaitu bersumpah dengan ee terlalu banyak. Waqulullahi taala wahfadu aimanakum. Dan firman Allah Subhanahu wa taala yang dibawakan oleh penulis Quran surah Almaidah ayat 89. Jagalah sumpah-sumpah kalian. Qala Ibnu Jaririn. Imam Ibnu Jarir rahimahullah ahli tafsir.
(06:55) La tatrukuha bighhairi takfir. Maksud dari ayat tersebut adalah jangan kalian tinggalkan sumpah-sumpah tersebut. tanpa ada penebusnya. Jadi kalau seandainya ada orang bersumpah lalu tidak dikerjakan maka jangan ditinggalkan tapi harus dibayar penebusnya. Waakar ghairuhu minal mufassirin an ibni abbasin radhiallahu anhuma yuridu la tahlifu.
(07:22) Dan ee disebutkan selain dari beliau, dari ahli tafsir yaitu dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma bahwa yang dimaksud pada surah Al-Maidah ayat 89 tadi, Allah menginginkan agar kalian tidak bersumpah. Waqala akarun, ihfadu aimanakumil hint fala tahnatu. Dan sebagian ahli tafsir yang lain mengatakan, “Jagalah sumpah-sumpah kalian. Jangan sampai dibatalkan.
(07:54) Jangan kalian membatalkan sumpah-sumpah kalian. Wal musifu arada minal ayati alna alladziakaru Ibnu Abbas. Dan penulis al Imam Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah menginginkan dari ayat yang beliau sebutkan ini adalah makna yang disebutkan oleh Abdullah bin Abbas, yaitu jagalah ee janganlah kalian bersumpah. Maksudnya jangan terlalu banyak bersumpah.
(08:26) Faalini mutalazima mutalaziman. Karena dua pendapat itu saling melazimkan satu dengan yang lainnya.Alzamu min katratil halif katratul. Maka eh kelaziman dari banyaknya bersumpah adalah banyaknya membatalkan sumpah tersebut. Maama ma yadullu alaihi minal istikfaf. disertai dengan penunjukan terhadap penghinaan terhadap sumpah tersebut atau perendahan lebih tepatnya terhadap sumpah tersebut.
(08:57) Waamim lillah dan tidak mengagungkan Allah subhanahu wa taala. Wika mimma yunfi tauhid al wajib adam dan selainnya dari apa yang menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib atau ketidakberadaan tauhid tersebut. Artinya orang banyak bersumpah jangan sampai banyak bersumpah karena nanti kelazimannya akan banyak membatalkan sumpahnya.
(09:31) Dan ini merendahkan sumpah pada saat yang bersamaan. Menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib. Ya, menafikan kesempurnaan tauhid yang wajib karena berarti dia merendahkan nama Allah Subhanahu wa taala. Kemudian ee quluhu dan di dalam ee perkataan Imam Syaikhul Islam Muhammad Abdul Wahab rahimahullah, beliau membawakan selanjutnya hadis an Abi Hurairat radhiallahu anhu qal dari Abu Hurairah radhiallahu anhu beliau berkata, “Samiu Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam yaakul aku telah mendengar Rasulullahi sallallahu Wasallam bersabda, alhalifu manfaqatun
(10:20) lilah atau munfiqatun ya. Ada dua di situ. Bersumpah menjualkan barang wamqatun lil lil kasb. Tetapi menghancurkan berkah dari harta. Akhrajahu. Hadis riwayat dikeluarkan oleh dua imam. Ail Bukhari wa Muslimun wa akhrajahu Abu Dawuda w nasai.
(10:48) yaitu maksudnya dikeluar diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dan juga diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Annasai. Wal makna dan makna dari hadis tadi adalah annahu wahaqaiha walab wa eh fadha asallah taala yang artinya maknanya adalah bahwa apabila ee seseorang bersumpah untuk menjual barangnya saat dia berjualan dia mengatakan, “Saya dapat barang ini seperti ini, seperti ini.
(11:43) Saya membeli barang ini seperti ini, seperti ini.” gitu ya. Maka orang-orang yang membelinya mengira bahwa dia jujur karena dia bersumpah. Akhirnya pembelinya itu memberi mengambil ee barang dagangan tersebut. Artinya membeli barang dagangan tersebut dengan tambahan atas harganya. Sedangkan si penjual dia berdusta di dalam sumpahnya dan dia bersumpah untuk mendapatkan tambahan. Dia bersumpah untuk mendapatkan tambahan.
(12:15) Maka akhirnya dia bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala dan diberikan siksa dengan kehilangan berkah di dalam hasil dari jual belinya tersebut. Faidhabat barokatuha miniadah allati alaifihi. Kalau keberkahan hasil jual belinya itu ee hilang, maka masuk ke dalamnya kekurangan.
(12:47) Dan kekurangan hartanya itu lebih besar daripada tambahan yang dimasukkan akibat dia jual beli dengan sumpah tadi. Ya, ini bahayanya. Warubamahakah rasan. Bahkan kadang-kadang e harga barang tersebut hilang ya. Tidak ada berkahnya kayaknya hilang gitu. Mungkin dia dapat untung tapi untungnya enggak berkah.
(13:15) Bahkan yang lebih parah lagi, modalnya juga hilang enggak berkah.Allah dan apa yang ada di sisi Allah tidak didapatkan kecuali dengan ketaatan kepada Allah. Waqab. Meskipun gemerlapnya dunia untuk orang-orang yang bermaksiat, maka ujungnya adalah kehancuran, kehilangan, dan juga siksa. Tib. Kemudian penulis setelah itu membawakan dalil yang ketiga.
(13:55) Salman radhiallahu anhu rasulullahiallahu alaihi wasallamun la yukimumullah wumabun alimitunin wailun mustakbir warajulun ja’alallahu bidatah la yari illa biyamini w yabi illa biani rawahutabaraniadin sahih yang artinya dari Salman radhiallahu anhu bahwa Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabda Ada tiga orang yang tidak dibicarai oleh Allah, tidak disucikannya dan baginya siksa yang pedih.
(14:37) Husaimitun zanin yaitu seorang tua yang berzina, miskin yang sombong, seorang lelaki yang menjadikan Allah Subhanahu wa taala sebagai ee barang dagangannya. Dia tidak membeli kecuali dengan sumpah dan tidak menjual kecuali dengan sumpah. Hadis riwayat Imam Attabarani dengan sanad yang sahih. Kemudian penulis berkata, “Was Salman laallahu Salman Alfarisi Abu Abdillah.
(15:10) ” Dan Salman yang dimaksud adalah Salman alfarisi, kuniahnya Abu Abdillah. Aslama maqdaman Nabi sallallahu alaihi wasallam al Madinata khandaq. Dan beliau masuk Islam ketika awal-awal Rasul sallallahu alaihi wasallam datang ke kota Madinah. Kemudian beliau ikut peperangan Khand eh rawa anhu Abu Utsman Annahdi waah bilhairuhuma yang meriwayatkan dari Salman alfarisi adalah Abu Utsman Annahdi.
(15:38) Kemudian Syarahil Syarahbil bin Asam dan selain keduanya. Qalan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Salmanu minna ahlul bait.” Salman adalah dari golongan kita ahlul bait. Innallah yuhibbu min ashabi arbaah. Sesungguhnya Allah mencintai dari para sahabatku empat orang.
(16:00) Alian wa Abadarin wa Salmana wal Miqdad. Yaitu yang pertama Ali bin Abi Thalib, kemudian Abu Dzar, kemudian Salman, kemudian Al-Miqdad. Akhrajahu Tirmidzi wa Ibnu Majah. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah. Q hasana salmanu amiran alfan abaahuisfahaalisfaha alhan albasri rahimahullah salman adalah seorang pemimpin atas 30.
(16:46) 000 Ibu orang dia berkhotbah di hadapan mereka dengan memakai baju dia gamis yaftarisfahabbasisfaha dia meletakkan ee baju tersebut sebagai tempat duduknya sebagian dan dia pakai sebagiannya tuf khilafati Utsman radhiallahu anhu dan diwafatkan atau ya diwafatkan pada kekhalifahan Utsman bin Affan qala Abu Ubaidah Abu Ubaidah Jarrah mengatakan meninggal pada tahun 336 ee 350 eh afwan meninggal pada tahun 306 36 Hijriah.
(17:44) Dan umur beliau waktu itu sanata sittin an ee beliau meninggal pada tahun 36 dari 305 tahun. whtamal annahu Salman Ibnu Amir Ibnu Aus Adabbi. Dan ada lagi yang mengatakan bahwa beliau adalah Salman bin Amir bin Aus Adabbi. Jadi ada yang mengatakan Salman al-Farisi, ada yang mengatakan Salman sang raja, ada yang mengatakan Salman bin Amir bin Aus Adabbi.
(18:20) Tiga itu di dalam hadis disebutkan salatun la yukallimuhumullah. Tiga orang yang tidak dibicarai oleh Allah. nafyu kalambi taala watqadas haula us dalilun ala annahu yukallimu manah e ini adalah penafian firman Allah subhanahu wa taala dan ee dari orang-orang yang bermaksiat ini adalah dalil bahwa Allah subhanahu wa taala berbicara kepada siapa yang ditaatinyaalam Dan bahwa pembicaraan adalah sifat dari sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala yang sempurna.
(19:12) adillatu kitabunahin waan dan dalil-dalil atas Allah subhanahu wa taala memiliki ee kitab ee apa dalil-dalil Allah Subhanahu wa taala memiliki sifat kalam dari Al-Qur’an dan sunah sangat jelas dan sangat terang. Wah hualladzi alaihi ahlusunahti wal jamaah minal muhaqqiqin qiamul af’al billahi subhanah. Dan inilah pendapat ahlusunah wal jamaah dari para ulama-ulama peneliti bahwa Allah Subhanahu wa taala berbuat mengerjakan perbuatan fla yaq biatihi taala dan bahwa perbuatan terjadi dengan kehendak Allah Subhanahu wa taala wahian fasaian dan kekuasaan Allah ya ee
(20:02) sedikit demi sedikit Dan masih saja Allah Subhanahu wa taala selalu bersifat dengan sifat kalam tersebut. Selalu bersifat dengan sifat kalam tersebut. Fahua haditul ahad. Maka sifat kalam tersebut adalah pembicaraanpembicaraan yang ee secara secara kejadiannya baru qadimun naul tetapi secara macamnya lama.
(20:39) Kama yaakalika aimatu ashabil hadis wiruhum min ashab syafi’i waid thawif. Sebagaimana yang dikatakan hal tersebut oleh para imam ahli hadis dan selain mereka dari para ulama-ulama mazhab Syafi’i dan seluruh kelompok-kelompok. Kama qala taala sebagaimana firman Allah Subhanahu wa taala innama amruhu id arana yaqulukum fayaqul.
(21:07) Sesungguhnya Allah perintahnya jika menginginkan sesuatu maka Allah mengucapkan untuknya jadilah. Maka jadilah. Quran surat Yasin ayat 82. Faata bil hurufah al istiqbal wal af’alalah alal wal istiqbal. Wika fil quranil karim katir. Maka Allah datang dengan huruf-huruf yang menunjukkan kepada penyambutan dan perbuatan-perbuatan yang menunjukkan kepada keadaan dan juga penyambutan.
(21:39) Dan ini di dalam Al-Qur’an sangat banyak. Qala Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Syikhul Islam bin Taimiyah rahimahullahu taala berkata, “Faidza qalu lana yakni annufat.” Apabila orang-orang yang meniadakan sifat kalam bagi Allah berkata kepada kita fahada yalzamu takakunal hawadit qimatan bih. Kalau Allah berbicara ini berarti ada sesuatu yang baru pada Allah Subhanahu wa taala.
(22:17) Qulna waman ankar qablakum minalaf wal aimmah. Maka kita katakan siapa yang mengingkari sebelum kalian dari para ulama salafus saleh dan juga para imam. Kalau seandainya kita katakan Allah itu berbicara dan pembicaraan Allah itu baru pada ee saat berbicara, tetapi ee apa sifat kalam bagi Allah itu ee macamnya sudah lama.
(22:44) Maka kemudian orang-orang ahli kalam mengatakan yang meniadakan sifat kalam bagi Allah yang mengatakan bahwa ee berarti kalau begitu Allah mengerjakan sesuatu perbuatan yang baru dan tidaklah mengerjakan sesuatu perbuatan yang baru kecuali makhluk. Maka kata sikhul Islam, kita menjawabnya siapa di antara para salafus saleh, para sahabat, para tabiin, para tabiut tabiin, dan para imam yang mengingkari akan hal itu selain kalian? Wususul qurani karim wasunatiql.
(23:16) Dan dalil-dalil tegas dari Al-Qur’an yang mulia dan hadis-hadis Rasul Sallahu Wasam mengandung hal tersebut. Apalagi itu sesuai dengan kejelasan akal, logika. Wul hawujal. Dan lafaz alhawadis, hal-hal yang baru itu adalah lafaz yang yang umum. Kadang ada yang dimaksud adalah sifat, ada juga yang dimaksud adalah kekurangan. Wallahu taala munazalik. Dan Allah Subhanahu wa taala terlepas dari hal tersebut. Wakin yaquasya minamik.
(23:51) Akan tetapi Allah berbicara sekehendaknya Allah. Allah berbuat sekehendak Allah Subhanahu wa taala. mimma alaihi alkitab wasunah sebagaimana yang disebutkan dalam Alquran dan hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam dan pendapat yang benar ahlil wal hadina yaquunam yazillahu mutakalliman dan pendapat yang benar adalah pendapat para ulama ahli hadis orang-orang yang mengucapkan Allah masih saja berbicara jika jika Allah menghendakinya kama Ibnu Mubarak wa Ahmad ibnu Hambaliru Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin
(24:28) Mubarak, Ahmad bin Hambal dan selain dari keduanya dari para imam-imam ahlusunah wal jamaah. Qlu wna qiamul hawadi bihi taala qudratuhu alai alaiha wa ijaduhu laha bimatihi wa amrihi wallahu taam. Aku berkata bahwa makna ee terjadinya hal-hal yang baru tersebut dari Allah Subhanahu wa taala ee itu menunjukkan kepada kekuasaan Allah atasnya dan pengadaan Allah atasnya dengan kehendaknya dan perintah Allah Subhanahu wa taala. Nah qulu waki wumabun alim.
(25:15) Di dalam hadis disebutkan Allah tidak akan melihat mereka dan bagi mereka siksa yang pedih. Lima limaambuhum lammaambuhum. Ketika besar dosa mereka, besar pula siksa mereka. Maka mereka disiksa dengan tiga perkara ini. Yang mana tiga perkara ini adalah perkara siksa yang paling besar. Siksa-siksa yang paling besar.
(25:49) Usim zanin yang artinya ee seorang tua yang berzina ee shagarahu tahqiran lahu. E Rasul sallallahu alaihi wasallam mengecilkan ucapan usaimut ya asalnya usmut atau asmutun zanin. Tetapi usyaimit ini adalah pengecilan sebagai penghinaan untuk orang tersebut atau ee apa pencelaan bukan penghinaan pencelaan terhadap orang tersebut. Dalika lianna daiil maksih daf. Lianna daiil maksih daufa fi haqqihi.
(26:36) Karena motivasi untuk bermaksiat berzina lemah pada keadaannya. Orang dia sudah tua kenapa mau berzina? Aturan dia memikirkan nasibnya setelah meninggal. mahabbatulah wal fujur. Ini menunjukkan bahwa ee hal yang membawa dia untuk berzina adalah kecintaannya kepada maksiat, kecintaannya kepada hal-hal yang fujur, yaitu hal-hal yang buruk.
(27:09) Waam khaufihi minallah. Dan tidak takutnya dia kepada Allah subhanahu wa taala. alqu alaii dan kelemahan ee motivasi untuk bermaksiat lalu dia kerjakan maksiat tersebut mengkonsekuensikan beratnya siksa atasnya berbeda dengan ee pemuda quataah minhu minallah karena kekuatan motivasi syahwat dari pemuda tersebut kadang mengalahkan ee mengalahkan mengalahkan pemuda tersebut disertai dengan rasa takutnya kepada Allahjuam dan kadang dia kembali kepada dirinya dengan penyesalan dan dia menyes dia mencela dirinya atas maksiat tersebut dan dia akhirnya berhenti dan tidak lagi
(28:06) melakukan hal tersebut wakalil al mustakbiru Demikian pula orang miskin yang sombong. Tidak ada yang ia miliki untuk motivasinya berbuat kesombongan. Karena ee yang memotivasi seseorang untuk sombong kebanyakannya adalah ee harta yang banyak, nikmat yang banyak, kepemimpinan yang banyak, dan seterusnya ya. kepemimpinan yang banyak dan seterusnya.
(28:54) Ai sedangkan orang yang miskin tidak ada motivasi untuknya untuk menyombongkan dirianal kibrah lahu. Maka kesombongan padahal tidak ada yang memotivasinya untuk sombong. Ini menunjukkan bahwa kesombongan memang tabiatnya kamilun fiqbihi tertancap di dalam qbunya faumat uatuh maka besarlah siksanya khqamim karena tidak ada motivasi ilaal khulqamim maksud saya karena tidak ada motivasi untuk melakukan e akhlak yang tercela ini.
(29:38) yang mana itu adalah termasuk daripada maksiat yang terbesar. Nah, warajulun ja’allaha bidhaat. Dan seseorang yang menjadikan Allah sebagai ee apa? Barang jual belinya. binasbil ismi syarif yaitu jaallaha menjadikan Allah pada keadaan lafzul jalalah dengan harakat mansub alif bihi jaalahu bidat limulazamatihi lahuabatihi alai yaitu ee yang menjadikannya sebagai alat jual belinya ya ee melaziminya selalu dan kebanyakan pada kelakuannya seperti itu.
(30:38) Wahialun tadullu alaha inana muwahidan fatauhiduhu diif. Dan sikap seperti ini adalah perbuatan yang menunjukkan kepada pelakunya. Meskipun dia seorang yang bertauhid maka berarti tauhidnya lemah. dan perbuatannya juga lemah, amal ibadahnya lemah sesuai dengan apa yang tegak di dalambunya dan nampak atas melalui lisannya, perbuatannya dari ee maksiat-maksiat yang besar tersebut atas ee minimal minimnya motivasi untuk berbuat maksiat tersebut. Nasalullahalamiah.
(31:30) Kita mohon kepada Allah keselamatan dan afiatubillah yuhibubuunaard. Dan kita berlindung kepada Allah subhanahu wa taala dari setiap amalan yang tidak dicintai oleh Allah subhanahu wa taala dan tidak diridainya. Artinya begini, orang yang menjadikan ee Allah sebagai ee jual belinya itu maksudnya adalah kalau seandainya dia jual beli, dia sering sekali menyebut nama Allah. Demi Allah, demi Allah, demi Allah.
(32:02) Akhirnya seakan-akan dia menjual belikan Allah di dalam jual belinya. itu yang tercela dan tidak terjadi hal seperti itu kecuali karena dia meremehkan Allah subhanahu wa taala. Sahih ahi muslim wa akhrajahu Abu Daud Tirmidzi eh wawahul Bukhari bilfirukum. Kemudian hadis selanjutnya yaitu hadis selanjutnya yaitu adalah ee hadis yang di dalam hadis sahih yaitu sahih Muslim diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan Tirmidzi dan juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dengan lafaz sebaik-baik kalian Imran ibin Hin Radhiallahu anhu qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dari Imran bin Husain radhiallahu anhu
(33:01) beliau berkata, Rasul sallallahu alaihi wasallam bersabdairu umati qarni sebaik-baik umatku adalah kurunkuadina yalunahum kemudian orang-orang setelah mereka yalunahum kemudian orang-orang setelah mereka qala imr berkata Imran fala adriakar ba’da qnii marata maka aku tidak tahu bahwa apakah Rasul sallallahu alaihi wasallam menyebut setelah kurunnya dua kali kurun atau tiga kali kurun. Kalau dua kali kurun berarti sampai generasi tabiin.
(33:34) Kalau tiga kali kurun berarti sampai generasi tabiul atba in baakuman yashun yustasadun. Kemudian datang datang orang-orang sepeninggal kalian, yaitu orang-orang yang bersaksi dan mereka tidak dimintai saksi. Padahal wakhunun wala yamanun mereka berkhianat dan tidak jujur. Wanzurun wala yufun dan mereka bernazar dan tidak ee me bernazar dan tidak menunaikan nazarnya. Wadhu f musliman.
(34:09) Dan nampak di tengah-tengah mereka kegemukan. Nampak di tengah-tengah mereka adalah kegemukan. Nah, itu hadisnya. Eh kemudianuir umati di dalam hadis disebutkan sebaik-baik umatku adalah kurunku. Ahli wal sebaik-baik umat adalah kurun Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Karena keutamaan orang-orang yang hidup di kurun tersebut di dalam ilmu dan dalam keimanan.
(34:39) Dalam ilmu dan dalam keimanan. amalhah allatianafasu fal mutanafisun dan juga amal-amal saleh yang orang-orang berlomba-lomba di dalamnyafadoluilun dan ee apa namanya dan ee orang-orang yang beramal saling berlomba-lomba fagalabal khair fiha wa ahluhu dan akhirnya kebaikan nampak banyak di dalamnya di dalam kurun tersebut dan juga pelaku-pelaku kebaikan sangat banyak fiha wa ahlu dan di zaman tersebut di kurun tersebut sedikit yang berbuat keburukan dan juga pelakunya sedikitza fiha al islama wal iman dan berjaya di dalam kurun tersebut keislaman dan
(35:38) keimanan ulama dan di Dalam Quran tersebut banyak para e banyak ilmu dan para ulamaina yalunahum kemudian orang-orang setelahnya ala ba’dahum luhuril islam fihim wa ilaihi. Maka eh orang-orang yang menyimpang setelah mereka karena nampaknya Islam di tengah-tengah mereka dan banyaknya orang-orang yang mendakwahkan kepada Islam.
(36:11) Ada orang yang mengajak untuk masuk Islam, ada orang yang mengerjakan keislaman. Dan apa saja yang nampak di dalam kurun tersebut dari perbuatan bidah itu di kurun e salafus saleh kemudian para tabiin ee diingkari dan dibesarkan perkaranya. Maksudnya dianggap sesuatu yang menyimpang yang besar.
(36:40) dan dihilangkan khawariji walqadarifidah seperti bidahnya kaum khawarij, bidahnya kaum qadariah dan bidahnya kaum rafidahil bidat. Maka perbuatan bidah-bidah ini meskipun sudah nampak faahluha fi gayati dulul wal mukti wal hawan maka penghuninya pada ee atau pelakunya itu benar-benar terhina kemudian diancam siksa dan kerendahan serta ee walqatlada minhum walam yatub dan juga ee nampak pada mereka ee apa pembunuhan bagi siapa yang me menyelisihi mereka dan tidak bertobat.
(37:35) Ya, ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah. Nah, jadi ee bidah-bidah tersebut meskipun sudah nampak faahluha fiul, maka orang-orang yang mengikuti bidah tersebut benar-benar tercela, benar-benar dalam murka, benar-benar ee terhina, benar-benar kadang terbunuh. Fiman ada minhum walam yatub.
(38:11) di dalam orang-orang yang menyelisihi mereka dan tidak bertobat kepada m kepada Allah subhanahu wa taala. Nah, ba di dalam hadis disebutkan bahwa aku tidak mengetahui, aku tidak ingat apakah Rasul sallallahu alaihi wasallam menyebutkan setelah kurunnya 2 tahun atau 3 tahun e dua kali atau tiga kali. H syakkun min rawil hadis an Imran bin Husain radhiallahu anhu. Dan ini adalah keragu-raguan dari orang yang meriwayatkan hadis dari Imran bin Husein radhiallahu anhu. Wal masyhur fi riwayat analunal fad.
(38:51) Dan yang masyhur dalam riwayat-riwayat adalah bahwa ee qurun yang ee terpuji itu tiga tiga kurun.Alit dunal awalin filad likatril bid. Eh kurun yang ketiga itu di bawah dari dua kurun sebelumnya dalam keutamaan karena saking banyaknya perbuatan bidah di dalamnya. Lakinal ulama mutawafirun.
(39:25) Karena akan tetapi para ulama banyak pada zaman itu yaitu abad ketiga atau kurun ketiga lebih tepatnya. Wal islamu fiahir. Dan Islam nampak e pada kurun tersebut. Wal jihadu fi qim. Dan berjihad di dalamnya juga tegak. Kemudian eh beliau menyebutkan apa yang terjadi pada setelah tiga kurun yaitu berupa penjauhan dari agama dan banyaknya hawa nafsu.
(40:07) Faqal inna tumma inna ba’dakum yashhadun wala yastasyhadun. Maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ya, contoh daripada orang yang jauh dari agama dan banyaknya hawa nafsu. Orang akan datang orang-orang yang suka bersaksi tetapi tidak padahal dia tidak dimintai saksi.” Listikfihim biamri syahadah. Karena mereka meremehkan perkara persaksian.
(40:32) Waamaharihimidq dan tidak ee hati-hati dan tidak berusaha untuk jujur. Dan yang demikian itu karena sedikitnya agama mereka islam dan lemahnya keislaman mereka. Nah, ini para ikhwan yang dirahmati oleh Allah. Jadi mengapa bisa seperti itu? Suka bersumpah padahal tidak diminta sumpah. Berkhianat padahal tidak diminta padahal tidak amanah.
(41:09) Ya, karena tadi qillat din yaitu lemahnya beragama dan lemahnya keislaman. Tidak takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan mereka berkhianat dan tidak bisa diambil amanahnya. akar yang artinya ee bahwa khianat telah ee menyebar atas kebanyakan dari mereka atau ee apa sebagian besar dari mereka melakukan itu.
(41:49) Kebanyakan dari mereka atau sebagian besar dari mereka melakukan khianat. Quuhurun wala yufun. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Dan mereka bernazar dan tidak melakukan ee apa namanya ee penunaian terhadap nazar tersebut.” A la yuaduna ma wajab alai yaitu tidak melaksanakan apa yang wajib atas mereka dari akibat nazar tersebut. Maka nampak perbuatan-perbuatan yang tercela ini menunjukkan kepada lemahnya keislaman mereka dan tidak ada iman mereka. Naam. Eu fiman.
(42:35) Dan di dalam hadis disebutkan nampak di tengah-tengah mereka kegemukan fid dunya karena kecintaan mereka terhadap dunia. Wiliyahwatihimanaumi biha dan mendapatkan syahwat-syahwat dunia dan berlezat-lezat dengannya. Woflatihil akhira walha dan kelalaian mereka dari kehidupan akhirat dan beramal berbuat untuk kehidupan akhirat.
(43:05) Nah, itu tadi hadis yang berkaitan dengan ee hadis sahih Muslim bahwa akan ada orang-orang setelah umat Rasul sallallahu alaihi wasallam, umat yang paling terbaik yaitu para sahabat yang ada di kurun beliau, para sabiin, para tabiut tabiin. Dan mereka itu ya inti pendalilannya dalam hadis ini adalah mereka menjadikan Allah Subhanahu wa taala sebagai barang dagangan mereka ya.
(43:38) ee kemudian juga menjadikan bahwa mereka ini yang tidak bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa taala, mereka adalah orang-orang yang orang-orang yang banyak sekali bersumpah. Seperti disebutkan dalam hadis tadi, yashhadun wala yastasyhadun. Mereka ee suka bersaksi tetapi tidak dimintai saksi. padahal namb. Kemudian dalil yang terakhir, wafi hadisi Anas radhiallahu anh.
(44:17) Dan dalam hadis Anas bin Malik radhiallahu anhu, laasi zaman illa walladzi ba’dahu syarun min. Tidak akan ee tidak datang atas manusia sebuah masa melainkan seorang setelahnya ee yang setelahnya lebih buruk darinya. Hatta talqau rabbakum. sampai kalian bertemu dengan Rabb kalian akan seperti itu. Yang setelahnya lebih buruk, setelahnya lebih buruk, setelahnya lebih buruk. Qala Anas.
(44:42) Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata, “Samitu min nabiyikum.” Aku mendengar hal tersebut dari nabi kalian umah. Maka terus saja keburukan akan bertambah di tengah umat. Bid sampai nampak kesyirikan dan perbuatan bidah di tengah kebanyakan dari mereka. Hatta fantasi sampai kepada orang yang menisbatkan dirinya kepada ilmu dan juga ee mulai memunculkan dirinya untuk mengajar dan menulis buku. Mengajar dan menulis buku.
(45:22) Nah, ini hati-hati para ikhwan yang dirahmati oleh Allah. Qullu balqad dau ilirki wadal wal bida qulu. yaitu Fadilat Syekh Abdurrahman bin Hasan Alus Syekh mengatakan, “Bahkan mereka sudah mengajak kepada kesyirikan, kesesatan dan perbuatan bidah. Wasanfu fialika eh nuzuman waran.” Dan mereka menulis itu di dalam nazam dan juga nasr, yaitu bait-bait syair. Fudubillah min mujibatih.
(45:54) Kita berlindung kepada Allah dari hal-hal yang mendatangkan murka Allah Subhanahu wa taala. Naam wafihi. Dan di dalam hadis tersebut an Abi Mas’ud radhiallahu anhu qal bahwa Abu Mas’ud radhiallahu anhu berkata, “An Nabi sallallahu alaihi wasallam qal bahwa Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda,”irasi qarni sebaik-baik manusia adalah zamanku.
(46:21) ” Kemudian orang-orang setelahnya, orang-orang setelahnya, orang-orang setelahnya berarti tiga yaminahuatan. Kemudian datang orang-orang yang persaksian salah seorang dari mereka lebih mendahului daripada ee sumpah mereka dan sumpah mereka mendahului persaksian mereka. Aku berkata bahwa keadaan ini bagi siapa yang memalingkan keinginannya kepada dunia dan eh wasal maad dan orang yang e ingat e apa lupa tentang hari kiamat. Fak amru asyahadah.
(47:10) Maka ringan bagi mereka perkara syahadat itu. Walaminahu tahammulan waadaan. Dan juga sumpah bagi mereka, bagi dia mudah gitu. Baik itu dia saat menjaga sumpah atau saat dia melal melalaikan sumpah tersebut. Liqillati khaufihi minallah waamatihi. Hal ini dikarenakan sedikitnya rasa takut kepada Allah dan tidak peduli dengan hal tersebut. W halbul aksar.
(47:41) Dan inilah yang paling banyak terjadi. Wallahul musta. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan e pertolongan. Faid q waqadril Islam. Maka kalau hal seperti ini telah terjadi di dalam ee awal-awal generasi Islam, alawal fama ba’daha aksar biad. Ee apabila ini terjadi pada generasi pertama Islam, maka apa yang terjadi setelahnya ee lebih banyak berlipat-lipat.
(48:18) Fakun minanas al maka jadilah orang yang berhati-hati. Ya, ini jangan sampai banyak bersumpah. Itu intinyau Ibrahimah Ibrahim bin Yazid seorang tabii yang belajar langsung kepada sahabat Rasul sallallahu alaihi wasallam. Beliau mengatakan, “Mereka para sahabat Nabi dahulu memukuli kami karena suka bersaksi.” Walduah dan suka berjanji padahal kami waktu itu masih kecil.
(48:48) Hal ini karena ee dikhawatirkan saking banyaknya ilmu para tabiin wa quati imanihim dan kekuatan iman mereka warifatihimbihim dan juga ee syahadat persaksian dan perjanjian mereka dan pengenalan mereka terhadap Allah Subhanahu wa taala amriah munkar dan eh penegakan mereka tugas ee terhadap tugas amar makruf nahi mungkar liannahu min afdal jihad.
(49:23) Karena amar mau nahi mungkar termasuk dari e jihad yang paling afdal. Wala yaquumu addin illa bihi. Dan agama tidak tegak kecuali dengan amar makruf nahi mungkar. Dan di dalam hal ini terdapat latihan bagi anak-anak kecil untuk taat kepada Allah Subhanahu wa taala dan larangan mereka atas apa yang membahayakan mereka.
(49:51) Dalika fadlullah yasya wallahu fadlim. Yang demikian itu karena karunia Allah berikan kepada siapa yang dikehendakinya dan Allah Subhanahu wa taala maha ee luas karunianya dan maha besar. Alhamdulillah. selesai bab yang ke-62 sehingga kita bisa menyelesaikan pada kesempatan kali ini. Para ikhwan yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala dan ee insyaallah sebentar lagi kita menyelesaikan bab-bab yang tersisa dari bab kitab-kitab tauhid ini.
(50:38) Intinya para ikhwah yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala ee maksud dari bab adalah termasuk dari kesempurnaan tauhid menghormati nama-nama Allah dan tidak menghinakannya dengan banyak bersumpah dengan nama Allah. Karena hal itu menunjukkan kepada peremehan dan tidak mengagungkan Allah subhanahu wa taala. Nah, demikian mudah-mudahan disampaikan bermanfaat.
(51:03) Wasallallahu ala nabina Muhammad walhamdulillahi rabbil alamin. Nah, baik. Alhamdulillah. Terima kasih banyak ustaz. Syukran jazakullah khair atas materi yang telah disampaikan di kesempatan hari ini dari pembahasan kitab Fathul Majid ini. Syarat kitab tauhid yaitu larangan banyak bersumpah.
(51:26) Selanjutnya mungkin kami akan ajukan e beberapa pertanyaan yang sudah masuk di layanan pesan WhatsApp Ustaz. Yang pertama ada pertanyaan Hana yang berada di Pambulang, Tangerang Selatan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, Ustaz, untuk orang-orang yang biasa bersumpah saat berbicara baik itu jujur ataupun dusta, bagaimana dia bagaimana dia membayar kafarat kafarat sumpahnya, Ustaz? Jazakullah khair barakallahu fik.
(51:50) Bismillah walhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa manwalah amma ba’d. Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam Al-Qur’an dalam ayat ee surah Al-Maidah ayat 89. Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang tidak dimaksud untuk bersumpah. Tetapi Allah menghukum kalian disebabkan karena sumpah-sumpah yang kalian sengaja.
(52:48) Maka penebusnya saat melanggar sumpah-sumpah tersebut ialah memberi makan 10 orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan demikian, maka penebusnya adalah berpuasa selama 3 hari.
(53:13) Yang demikian itu adalah penebus sumpah-sumpah kalian bila kalian bersumpah dan kalian melanggarnya. Maka jagalah sumpah kalian. Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian hukum-hukumnya agar kalian bersyukur. Berdasarkan ayat ini berarti kafarat penebus sumpah adalah memberikan makan atau pakaian kepada 10 orang fakir miskin. Kalau tidak, maka memerdekakan budak.
(53:42) Kalau tidak sanggup, maka berpuasa 3 hari berturut-turut. Wallahuam. Baik, terima kasih banyak Ustaz. Syukran jazak khair atas jawaban dan penjelasannya. N ada pertanyaan kembali Ustaz di layanan pesan WhatsApp. Ya, Ustaz, bagaimana hukumnya jika ee seseorang selalu ee atau mudah diminta untuk bersumpah atas nama Allah? ee dalam hal-hal kecil pun selalu diminta ee dia untuk bersumpah atas nama Allah.
(54:11) Apakah hal tersebut memang disyariatkan? Apa dan apakah Baik, Ustaz, mohon cobaan dan penjelasannya. Sama tadi sudah kita sebutkan bahwa tidak boleh sedikit-sedikit perkara harus bersumpah. Sedikit-sedikit perkara harus bersumpah. Tetapi bersumpah dengan nama Allah untuk sesuatu yang memang pantas dan besar dan agung, bukan perkara yang remeh-temeh. Tidak boleh sedikit-sedikit bersumpah dengan nama Allah.
(54:38) Nah, baik. Terima kasih banyak, Ustaz. Syukran jazakal khair. Nah, Ustaz ee sering kita dengar ada pertanyaan kembali, Ustaz, di layanan pesan WhatsApp. Sering kita dengar ee mengenai sumpah atas nama Allah, namun diiringi dengan sumpah atas nama Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Jadi demi Allah dan demi Rasulullah. Apakah hal tersebut sudah masuk dalam kesyirikan? Ustaz mohon jawaban dan penjelasannya.
(54:58) Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wwawalah amma ba’. Rasulullahi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Man halafa falyahlif billah waman halafa bighirillah faqad asrak.” Barang siapa yang bersumpah hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah.
(55:15) Barang siapa yang bersumpah dengan nama selain Allah maka sungguh dia telah melakukan kesyirikan. Termasuk daripada bersumpah dengan nama selain Allah adalah mengucapkan demi Rasulullah, demi Allah, demi Rasulullah. Bisa lagi ditambahi demi bapakku, bisa lagi tambahi demi keturunanku. Ini bersumpah dengan nama selain Allah. Dan ini termasuk perbuatan kesyirikan asghar.
(55:40) Wajib bertobat karena dia telah mengagungkan selain Allah. sebagaimana dia mengagungkan Allah dalam ucapannya. Karena bersumpah itu kan menyebutkan sesuatu yang dia agungkan ya. Maka diharamkan bersumpah dengan nama selain Allah meskipun diawali di depannya dengan bersumpah dengan nama Allah. Wallahuam. Nam. Baik. Terima kasih banyak Ustaz. Syukran jazakullah khair atas jawaban dan penjelasannya.
(56:11) Ini satu penikan kesempatan bagi Anda yang ingin bertanya secara langsung di kesempatan hari ini kepada Al Ustaz Ahmad Zainud silakan kami tunggu di 021 8236543 NAM. Bagaimana ada yang masuk? N ya sambil menunggu kembali Ustaz pertanyaan di layanan pesan WhatsApp kami ajukan. Ee ya, Ustaz, bagaimana hukum yang sering kita lihat di media sosial yaitu orang Arab dengan ee mengatakan wallah wallah.
(56:44) Apakah hal tersebut juga masuk dalam ee mudah dalam ee mengucapkan sumpah, Ustaz? Atas nama Allah tadi disebutkan di dalam ayat surah Almaidah ayat 89, Allah tidak menghukum kalian disebabkan sumpah-sumpah yang tidak dimaksud untuk bersumpah. Jadi ada yang mungkin lisannya sudah terbiasa tapi sebenarnya dia tidak sedang tidak bersumpah ya.
(57:08) Dia sedang tidak bersumpah maka itu adalah hukum kebiasaan dan itu pun sebenarnya perbuatan yang tidak patut untuk dilaksanakan. Wallahuam. Itu yang bisa disampaikan. Dan sebelum kita masuk kepada ee penutup, maka saya ingin menyebutkan bahwa wafat di atas Islam adalah harta yang paling berharga.
(57:38) An nafi’ dari nafi’ maula ibni Umar, maula dari Abdullah, sahabat Nabi Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma. Annahu sami Abdullah ibn Umar radhiallahu anhu wahua bahwa beliau pernah mendengar Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma di atas safa dan berdoa Allahumma innaka uduni astajib lakum ya Allah engkau pernah berfirm berdoalah kepadaku niscaya aku langsung kabulkan bagi kalian inakaful miad dan sesungguhnya engkau ya Allah tidak me ee batalkan janji. Wa inni asaluka kama hadaitanil islam alla tanziahu minni.
(58:24) Dan aku memohon kepada engkau sebagaimana engkau memberi petunjuk kepadaku untuk masuk Islam maka janganlah engkau mencabutnya dariku. Hatta tatawaani wa ana muslim. sampai engkau mencabut nyawaku dalam keadaan aku beragama Islam. Doa yang seperti ini semestinya sangat patut kita untuk berdoa dengannya.
(58:53) Dan ini dicontohkan oleh Nabi Ibrahim sebelumnya. Wajibni wabani anud isnam. Jauhkanlah aku dan keturunanku dari menyembah berhala. Nabi Yusuf juga tawafani muslim alqni balihin. Ee wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang saleh. Kemudian Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam juga bersabda, “Ata binasi fitnah faqbidniika gir maftun.
(59:22) ” Jika Engkau ya Allah menginginkan kepada manusia kehancuran, maka wafatkanlah aku, kembalikan aku kepada engkau tanpa terkena fitnah, yaitu hancur agama. Maka para ikhwan yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa taala, tidak ada orang yang merasa aman dari dicabutnya iman, kecuali orang-orang yang terkena kehancuran.
(59:56) Tidak ada orang yang merasa aman dari cabutnya iman kecuali orang-orang yang terkena kehancuran di dalam dirinya. Kita berdoa dengan nama-nama Allah Subhanahu wa taala agar Allahumma abitna alal Islam waj’alna min khairi ahlih. Ya Allah wafatkan kita di atas Islam dan jadikanlah kita sebaik-baik orang Islam. Semoga bermanfaat. Wasallallahu ala nabina Muhammad. Walhamdulillahi rabbil alamin.
(1:00:26) Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Syukran khair sekali lagi untuk ustaz atas waktu yang telah diluangkan dan materi yang telah disampaikan dari pembahasan kitab Fathul Majid ini. Syarah kitabut Tauhid. pembahasan mengenai ee banyak atau larangan ee banyak bersumpah atas nama Allah dan mudah-mudahan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan juga pertemuan yang diberkahi dan dirahmati Allah subhanahu wa taala. Demikian jazakumullah khairan barakallahu fikum kepada antum semua
(1:00:54) yang sudah menyimak acara kami di kesempatan hari ini. Insyaallah di Rabu pekan yang akan datang kita melanjutkan pembahasan yang penuh manfaat ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. R TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *