(3) [LIVE] Ustadz Dr. Iqbal Gunawan | Syarhussunnah Al-Barbahari – YouTube
Transcript:
(00:01) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Simak Radio Rojo Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.1 FM, Radio Rapalu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah. Inalhamdulillah nahmaduhuagfir RJ TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(01:00) Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofilya wal mursalin waa alihi wa ashabihi yaumiddin amma ba ikhwat al islam rahimani warahimakumullah sahabat roja pendengar radio Roja dan pemirsa TV Roja di manaun saat ini Anda bisa menyimak siaran kami. Kita memuji seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan pada kita semuanya sehingga di kesempatan pagi hari ini kita dapat kembali berjumpa dalam program acara pembahasan kitab SHU Imam Albarbahari disampaikan oleh Ustaz Dr.
(01:41) Iqbal Gunawan, MA. hafidahullahu taala secara langsung dari studio mini di Kota Maros, Makassar untuk kembali kita menyimak bimbingan bersama beliau. Dan kali ini akan disampaikan berkaitan dengan pembahasan kebenaran tidak akan lenyap. Selawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan serta tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. untuk keluarganya, untuk para sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti.
(02:16) Dan ikhwatil Islam rahimani warahimakumullah. Untuk Anda ingin bertanya sebentar pembahasan ini nanti kami persilakan untuk bisa menghubungi nomor kami via nomor berikut di 0218236543. [Musik] 0218236543. Anda bisa menghubungi via telepon secara langsung maupun pesan singkat WhatsApp. Langsung saja kita menyimak bimbingan dan pelajaran bersama beliau. Kepada Ustaz kami persilakan.
(02:45) Falyatafadal maskuran ya ustazahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wastagfiruh wa naud nazubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. May yahdihillahu fala mudillalah wam yudlilhu fala hadiyaalah. Wa asyhadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(03:19) Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain. Allahumma yanfauna wanfafna bima alamtana wazidna ilma wa asli lana kullah wna anfusina. Allahumma inna nasalukal huda wasadat. Pemirsa Rak TV, kaum muslimin dan muslimat di mana pun Anda berada. Alhamdulillah. Allah Subhanahu wa taala masih memberikan kita limpahan nikmat, karunia, hidayah, inayah, dan taufiknya kepada kita semua sehingga di pagi hari ini kita masih diberi kesehatan, kesempatan, kekuatan untuk kembali bermajelis ilmu membahas pembahasan-pembahasan akidah yang ditulis oleh Imam Alhan bin Ali Albarbahari. rahimahullah dalam ketab beliau Syarhus
(04:16) Sunah. Selawat dan salam semoga terus tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam beserta seluruh keluarga, para sahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti jejak beliau dengan baik sampai hari kiamat nanti. Pemirsa Raja TV, kaum muslimin dan muslimat di mana pun Anda berada, alhamdulillah pembahasan kita masih berlanjut.
(04:47) tentang peringatan-peringatan dari ee bahayanya mengikuti jalan-jalan ahl bidah. Terutama yang sangat berbahaya adalah kelompok Jahmiyah. Dan beliau rahimahullah mengatakan annahu minu wumal bid. Beliau Imam Albarbahari rahimahullah memperingatkan kita bahaya dari mengikuti para penyeru kepada kebidahan. penyeru kepada penyimpangan.
(05:47) Beliau mengatakan, “Ketahuilah bahwasanya bidah itu tidak datang kecuali dari orang-orang bodoh, orang-orang yang jauh dari ilmu, jauh dari Al-Qur’an dan Asunah, jauh dari jalan para sahabat radhiallahu taala anhum, para tabiin, para tabiut tabiin dan para imam. Mereka mengikuti jejak para sahabat. At mereka adalah orang-orang yang mengikuti arus. Ke mana arus berjalan, mereka mengikutinya.
(06:25) Mereka adalah pengikut hawa nafsu, hamba dunia. Maka yang demikian sangat jauh dari agama. Qahu tabaraka wa taala. tidaklah mereka berselisih kecuali setelah datang kepada mereka keterangan ilmu. Kenapa? Karena bagi yang bainahum, karena mereka melampaui batas. Wtalaf fiillina baatumul bayinat. “Tidaklah mereka berselisih kecuali datang setelah datang kepada mereka keterangan bagi yang bainahum.
(07:06) ” Kenapa? Karena sikap dan sifat melampaui batas. Wahum ulamaus. Mereka adalah ulama yang su ulama yang buruk. Ashabut thama wal bida. Mereka adalah orang-orang yang tamak terhadap dunia dan mereka adalah ahl bidah. Maka ya di sini beliau rahimahullah mengingatkan bahwasanya tidak boleh siapapun di antara kaum muslimin untuk mengikuti ya orang-orang tersebut.
(07:40) Orang-orang yang menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sangat murah. menjual agama mereka berfatwa sesuai dengan pesanan ya para hawa pengikut hawa nafsu. Orang-orang yang berfatwa tapi tidak mengambil ilmu dari Al-Qur’an dan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Mereka menyelisihi kitabullah, menyelisihi sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di semua ya bab-bab agama, baik itu bab asma was sifat, bab alwa’du wal waid yang mana ya kelompok-kelompok tersesat dalam hal ini seperti alkhawarij yang mengkafirkan pelaku dosa
(08:27) besar dan meyakini mereka kekal di neraka tidak akan keluar selama-lamanya meskipun Mereka masih punya tauhid. Karena bagi mereka siapapun yang masuk neraka maka tidak akan keluar selama-lamanya. Juga dalam masalah iman seperti kelompok murjiah yang mereka mengatakan bahwasanya amal itu bukan bagian dari iman.
(08:51) Juga seperti kelompok qadariah yang mereka mengingkari takdir Allah azza wa jalla. Mereka mengatakan bahwasanya Allah tidak punya campur tangan dalam perbuatan manusia. Mereka adalah arraa, orang-orang yang bodoh, orang-orang yang jauh dari ilmu. Maka para ulama kita di antaranya seperti Imam Ibnu Hajar Asyatibi mereka mengatakan bahwasanya innal mubtadi alaisa bialim.
(09:30) Seorang yang dicap sebagai ahlul bidah, dia bukan orang yang alim. meskipun dia punya ilmu, tapi ilmunya adalah ilmu yang rusak dan ilmu yang merusak sehingga mereka tidak terhitung sebagai ulama. Meskipun mereka banyak berbicara, banyak menulis, banyak mengarang kitab. Karena ilmu yang mereka sebarkan adalah ilmu yang menyelisihi sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
(10:01) Maka Nabi kita alaihiatu wasalam selalu berdoa dan mengajarkan kita semua untuk berlindung diri dari ilmu yang tidak bermanfaat. Allahumma inni asaluka min ilmin la yanfa winqbin la yaksya wam dawatin la yustajabuaha. Ya Allah aku berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk dan dari doa yang tidak dikabulkan. Karena ilmu yang tidak bermanfaat ini berbahaya bagi orang yang memilikinya.
(10:32) Allah Taala berfirman tentang ahlul ahwa pengikut hawa nafsualafu illa ba’di ma jaahumul bagi yang bainahum. Tidaklah mereka berselisih kecuali setelah datang kepada mereka ilmu keterangan. yaitu ya ayat ini turun kepada orang-orang Yahudi. Mereka mengetahui tentang kebenaran Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(11:02) Mengetahui tanda-tanda kenabian Nabi sallallahu alaihi wasallam yang tertulis dalam kitab Taurat. Sehingga sebagian mereka beriman ya seperti Abdullah bin Salam beriman kepada Nabi kita sallallahu alaihi wasallam dan yang lain mereka mengingkari mendustakan. bagi yang bainahum. Dan ini menunjukkan bahwasanya ini sikap melampaui batas ya.
(11:26) Karena mereka sebenarnya tahu tapi tidak ingin mengamalkan. Mereka terus-menerus berada di atas kebatilan meskipun ditegakkan hujah kepada mereka. Wtalaf fi illalladinau utuhu baah bayin bagi yangahum. Terjadi perselisihan di antara ahlul kitab, di antara mereka ada beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan sebagian yang lain mereka mengingkari kenabian Nabi kita alaihialatu wasalam.
(12:01) Padahal jelas telah dibutkan dalam kitab Taurat, dalam kitab Injil tentang sifatsifat dan tanda-tanda kenabian Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi ya ketika mereka melihat tanda-tanda tersebut, sebagian beriman dan sebagian mereka tetap di atas kekufurannya ya karena hasad. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan dari golongan mereka, bukan dari Bani Israil ya, Diah orang Arab sehingga mereka tidak ingin ya beriman kepada Nabi sallallahui wasallam. Bahkan sebagian ya kabilah Arab juga ya dari kabilah Quraisy mereka banyak yang
(12:42) mengingkari Nabi sallallahu alaihi wasallam karena kesombongan ya bukan karena mengetahui ya kedustaan karena mereka mengetahui bahwasanya Nabi kita alaihi salalatu wasalam sebelum diutus menjadi nabi sebagai orang yang asodqul amin, orang yang sangat jujur, orang yang sangat terpercaya tapi karena kesombongan ya sehingga mereka mengingkari apa yang dibawa oleh Nabi kita alaihialatu wasalam.
(13:14) Maka banyak ya di antara ahli bidah yang mereka mengetahui kebenaran. Mereka tahu bahwasanya apa yang mereka yakini ya menyelisihi kebenaran tapi karena sikap keras kepala sikap sombong sehingga mereka terus ya mengingkari kebenaran tersebut dan sebagian lagi ya mereka tahu tapi tidak mengikutinya meskipun mereka tidak melawan ya kebenaran tersebut tapi mereka tidak menolong ya kebenaran tadi maka Ya, kebenaran ini sudah nampak ya bagi banyak manusia.
(13:52) Tapi tentu hidayah di tangan Allah azza wa jalla. Dan sebagian lagi karena mereka sombong sehingga mereka enggan untuk mengikuti kebenaran tersebut walaupun mereka tahu bahwasanya mereka berada di atas alhaq. Kemudian beliau mengatakan walam annahu lazalunasu fiatin min ahlil haqqi wasunah.
(14:18) Ketahuilah bahwasanya akan terus ada sekelompok manusia, akan terus ada golongan yang berada di atas kebenaran, di atas alhaq yahdihimullah. Allah memberi petunjuk kepada mereka. Karena Allah Subhanahu wa taala telah berjanji akan menjaga agama ini. Inna nahnu nazalikro inahuidun. Kamilah yang menurunkan Alquran dan kamilah yang akan menjaganya.
(14:43) Selama masih ada Al-Qur’an di tengah-tengah manusia, maka Islam ini akan tetap ada. Dan Allah Subhanahu wa taala telah menjamin Nabi Wasam menjamin [Musik] akan terus ada ya satu kelompok, satu thaifah, satu golongan dari umatku yang berada di atas kebenaran dan tidak membahayakan mereka orang-orang yang menyelisihi mereka dan tidak membantu mereka.
(15:19) Mereka akan terus mengajak manusia, mengajak orang lain, memberi petunjuk dan menerangkan kebenaran ini kepada orang lain. Allah akan menghidupkan sunah ini melalui mereka. Karena Allah Subhanahu wa taala menjamin Islam ini, Al-Qur’an, sunah akan terus ada ya sampai menjelang hari kiamat.
(15:45) Maka pengikutnya sunah, orang-orang yang membawa bendera sunah akan terus ada juga sampai menjelang hari kiamat ya, sampai muncul angin yang bertiup yang tidak ada seseorang pun yang punya iman kecuali akan meninggal ketika mencium ee angin tersebut atau menghirup hawa tersebut. Wahina wasahumullahu mahal ikhtilaf. yaitu orang-orang yang disebutkan dalam firman Allah azza wa jalla ya ketika menyebutkan bahwasanya manusia akan berselisih setelah datang kepada mereka kebenaran kecuali siapa? Fahadallahina amanu limau falqi bid Allah memberi petunjuk kepada orang-orang beriman dari perselisihan-perselisihan manusia.
(16:30) Mereka diberi hidayah dan taufik untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang keliru dari apa yang diperselisihkan oleh manusia. Tentu dengan izin Allah azza wa jalla wallahu yahdi yasyau ilaat mustaqim. Dan Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Allah kehendaki menuju jalan yang lurus. Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika bangun tengah malam untuk melaksanakan salat malam, beliau membaca iftitah.
(17:06) Allahumma rba Jibrail wa Mikail wa Israfil ihdini limulifa falqidik inaka tasya mustaqim. Ya Allah Tuhan malaikat Jibril, Mikail dan Israfil, berilah aku petunjuk terhadap apa yang diperselisihkan oleh manusia. Petunjuk yang benar dari apa yang dipersihkan oleh manusia. Sesungguhnya engkau memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
(17:31) Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, umatiir alal. Akan terus ada satu kelompok dari umatku, satu golongan dari umatkuirin alal. Mereka kuat nampak di atas kebenaran. tidak membahayakan mereka, tidak merugikan mereka. Orang-orang yang tidak menolong mereka membiarkan. Karena ada orang-orang yang tahu kebenaran dan ketika kebenaran itu di hina ya mereka diam.
(18:05) Mereka tidak ikut membantah, tidak ikut menolong ahlusunah wal jamaah. Meskipun mereka tahu bahwasanya ahlusunah ya orang-orang yang dibantah tersebut dijelek-jelekkan, difitnah berada di atas kebenaran. Mereka hanya diam dan tidak membantu mereka. Hatta yati amrullah wahumirun. Mereka akan tetap ya menang, tetap ada sampai datang perintah Allah azza wa jalla yang diterjemahkan atau dijelaskan oleh sebagian ulama.
(18:34) Yaitu tadi yang kita sebutkan ada angin yang bertiup menjelang hari kiamat. ya, yang tidak ada seorang pun yang beriman kecuali akan meninggal ketika menghirup ee angin tersebut meskipun dia berada di dalam gua. Karena hari kiamat itu tidak akan terjadi kecuali ala siroril khalq. Manusia yang paling buruk ketika tidak disebutkan lagi nama Allah.
(18:58) Ya, orang tidak mengetahui lagi apa itu salat, apa itu zakat, apa itu puasa, tidak ada lagi Al-Qur’an. Ketika Al-Qur’an diangkat oleh Allah azza waalla di akhir zaman, di situlah terjadi hari kiamat. ya tidak ada lagi orang beriman. Maka tentunya ahlusunah ya hanya sampai menjelang ya mendekati hari kiamat bukan sampai benar-benar terjadi hari kiamat.
(19:20) Juga Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, um firqah. Nabi alaihiatu wasalam telah memperingatkan kita bahwasanya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Ya, para ulama berbeda pendapat apakah yang dimaksud benar-benar 73 kelompok. Karena kalau kita hitung maka sudah ratusan mungkin ribuan ya kelompok-kelompok sesat.
(19:47) Maka sebagian mereka mengatakan yang dimakil adalah kelompok-kelompok yang besar ya, bukan yang bercabang dari kelompok-kelompok tersebut. Karena kalau dihitung semua cabangnya maka sangat banyak sekali. Yang jelas Nabi dan sebagian mengatakan maksudnya Nabi ya banyak akan terpen menjadi banyak ya apapun. yang benar dari penafsiran tersebut ya kita yakin bahwasanya Nabi sahu alaihi wasallam tidak mungkin salah dalam apa yang diucapkan bahwasanya umat ini akan terpecah menjadi 73 kelompok kulla finar illa wahidah semuanya akan diancam masuk neraka semuanya terancam masuk neraka
(20:22) dan perlu kita ketahui bahwasanya umat di sini adalah ummatul ijabah mereka yang sudah masuk Islam adapun selainnya ya maka bukan umat Nabi Nabi sallallahu alaihi wasallam atau mereka umat dakwah ya. Adapun umati di sini umat ijabah ya. Mereka masuk ke dalam agama Islam maka bisa jadi ya mereka akhirnya masuk surga meskipun diancam masuk neraka.
(20:47) Karena mereka ya selama mereka masih mempunyai tauhid tidak akan kekal di neraka siapapun yang mempunyai tauhid. Dan juga tidak mesti dikatakan kafir karena ya selama bidahnya tersebut tidak sampai kepada kekufuran. Maka tentu tidak keluar dari Islam. Manya ya Rasulullah? Siapa mereka kelompok selamat tersebut? Qana alaihi wahabi kata Nabi alaihiatu wasalam, “Yang selamat adalah yang mengikuti aku dan para sahabatku.
(21:21) ” Maka di sini kita ketahui bahwasanya akan tetap ada ya kelompok yang berada di atas kebenaran, yang berada di atas Alkitab wasunah. sesuai dengan apa yang telah dijalankan oleh para sahabat, kemudian murid-murid mereka, para tabiin, para tabiut tabiin, dan orang-orang setelahnya yang mengikuti jejak mereka dengan baik ini akan tetap ada sampai menjelang hari kiamat. Tidak mungkin kebenaran ini hilang dari muka bumi ini.
(21:56) Meskipun ya yang menyeru kepada kebatilan ya. Meskipun mereka sangat kuat, mereka sangat banyak tapi yang memiliki agama ini yang menurunkan agama ini adalah Allah azza wa jalla jauh lebih kuat daripada mereka. Allah jamin bahwasanya kebenaran ini akan tetap ada sampai menjelang hari kiamat.
(22:21) Wahu ya dalam hadis yang lain yabatullahu alati fi hadil um yujadjiduinaha. Allah Subhanahu wa taala mengutus setiap ya 100 tahun yang meng perbaharui lagi ya mengembalikan umat kepada kebenaran ya agamanya. Dan mereka adalah alfirqatun najiah. Mereka adalah at thaifah almansurah. yang disebutkan dalam banyak hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(22:55) Maka kita harus yakin bahwasanya kebenaran itu tidak akan lenyap dari muka bumi. Kebenaran itu akan tetap ada. Orang-orang yang menyeru kepada kebenaran ketap meskipun mereka ya jumlah mereka sedikit meskipun mungkin di suatu daerah sangat sulit untuk ditemukan atau bahkan tidak ada tapi tidak mungkin lenyap dari muka bumi ini seluruhnya.
(23:19) Mungkin di satu negara mereka tidak ditemukan, tapi ada di negara lain atau di negara di suatu negara mereka jumlahnya sangat sedikit. Tapi selama mereka benar-benar mengikuti Al-Qur’an, sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam, kemudian petunjuk para sahabat, para tabiin dan tabut-tabiin mereka berada di atas aljamaah. Ya, sebagaimana kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, “Illa aljamaah.” Ya.
(23:45) Kecuali yang berada di atas aljamaah, yaitu yang mengikuti Nabi sallallahu alaihi wasallam dan ee sahabatnya. Dan ini ya di antara bukti kenabian Nabi kita alaihialatu wasalam. Beliau mengabarkan tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi setelah atau sepeninggal beliau. Dan benar-benar apa yang disampaikan terbukti ya sudah sangat banyak sekali ya tentang api yang muncul di Hijaz, tentang ee peperangan ya di antara dua kelompok kaum muslimin.
(24:23) Kemudian Al-Han bin Ali radhiallahu taala anhu menjadi orang yang mendamaikan dua kelompok tersebut. Ya. Kemudian api yang muncul di Hijaz ya semuanya telah muncul termasuk perpecahan umat ya. Ini sudah dikabarkan oleh Nabi kita alaihiatu wasalam dan beliau mengingatkan yainkumfan siapapun yang panjang umurnya di antara kalian hidup sampai akhir zaman ya makaan dia akan melihat perselisihan pertentangan, perpecahan yang sangat banyak.
(24:59) Dan beliau memberikan obat solusi ya agar keluar dari perselisihan tersebut. Maka kalau kalian melihat perselisihan tersebut kembali kepada sunah. Alhamdulillah sunah Nabi wasallam ya sangat jelas hadis-hadis Nabi wasallam ya telah dituliskan oleh para ulama ahlil hadis. Mereka telah memilah-miliih hadis-hadis yang sahih, hadis-hadis yang lemah. Ya.
(25:34) Dan mereka telah membukukan ya kitab-kitab dan para ulama kita juga sudah menjelaskan tentang makna-makna dari hadis-hadis tersebut. Tinggal kita ini tentu untuk terus belajar, terus mengkaji, terus bertanya ya kepada orang-orang yang kita percaya keilmuannya, ketakwaannya kepada Allah azza wa jalla.
(26:00) Dan Allah subhanahu wa taala menjamin ya akan menolong orang-orang yang beriman. Allah Taala berfirman, inna rusalana walladina amanuid dunya waum yaumul ashad. Sesungguhnya kami akan menolong rasul-rasul kami. Allah berjanji akan membantu memenangkan para rasul-Nya meskipun mereka lemah.
(26:24) Nabi Musa Alaih Salam bersama tentaranya adalah kelompok yang paling lemah di zaman Firaun laknatullah. Dan Firaun ketika itu adalah raja terkuat dan tentaranya tentara yang terkuat. Tapi ya dengan sangat mudah Allah Subhanahu wa taala menenggalamkan Firaun dan tentaranya dan mewariskan bumi kepada Nabi Musa dan pengikutnya. Inna lanur ruslana walladina amanu fil hayatid dunya.
(26:49) Sungguh kami akan menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman fil hayatid dunia. Ya, dalam kehidupan dunia bukan hanya menunggu nanti di akhirat. Di dunia pun ya orang-orang yang benar-benar menolong kebenaran ya mengikuti kebenaran mereka akan ditolong oleh Allah azza wa jalla wauma yaquumul ashad.
(27:10) Dan nanti pada hari kiamat akan semakin terbukti ya bahwasanya orang-orang yang menyeru kepada kebenaran mereka adalah orang-orang yang dimuliakan oleh Allah azza waalla. Pada hari ketika orang-orang zalim tidak bermanfaat lagi ya alasan-alasan mereka. ungkapkan kita lihat orang-orang yang menyeru kepada kebatilan mereka menghina, mengejek, memfitnah orang-orang yang menyeru kepada sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(27:41) Nanti pada hari kiamat ya mereka akan melihat, mereka akan menyesal ya perbuatan mereka. Walahum laknatu walahum suud. Pada hari kiamat mereka akan dilaknat, dijauhkan dari rahmat Allah azza wa jalla dan tempat kembali mereka adalah tempat yang buruk. Dan akhir yang baik itu pasti diberikan kepada orang-orang yang bertakwa.
(28:05) Kemenangan akan diberikan kepada orang-orang yang beriman. Syaratnya adalah mereka kokoh, teguh di atas kebenaran dan bersabar. Allah Taala berfirman, “Ya ayyuhalladzina amanubiru wasobiru waritu wattaqulaha laallakum tuflihun. Wahai orang-orang yang beriman, bersabarlah. Perkuatlah kesabaran kalian. Bertahanlah dan bertakwalah kepada Allah agar kalian beruntung.
(28:37) Karena keberuntungan itu bagi orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah azza waalla. Siapa yang bertakwa kepada Allah, Allah akan berikan untuknya jalan keluar. Walqibat lil muttaqin. Dan akhir yang baik itu bagi orang yang bertakwa kepada Allah azza waalla. Maka orang-orang yang yakin dia di atas al-Haq, di atas kebenaran, mereka harus kokoh, mereka harus bertahan, mereka harus bersabar menghadapi fitnah-fitnah dari ahlu bidah, celaan-celaan mereka, ejekan-ejekan mereka, mereka harus sabar. Mereka harus membantah dengan ilmu, membantah dengan
(29:15) hikmah, tidak ya berlebihan dalam membantah dan membantah mereka dengan penuh rahmat, kasih sayang. Kasihan kepada mereka yang berada di atas kebatilan. Sebagaimana Imam Ahmad bin Hambal rahimahullahu azza waalla selalu berdoa, “Allahum manana minil umil haqq wahuaahual faj’alhuahual hatta yakuna min ahlil haq.
(29:47) ” Beliau sudah berdoa kepada Allah azza wa jalla, siapapun dari umat ini yang berada di atas kebatilan ya bukan di atas kebenaran tapi yadunu annahu alal haq dia menyangka bahwasanya dia menolong kebenaran dia berada di atas kebenaran maka kembalikanlah dia kepada kebenaran agar dia menjadi ahlul haq orang-orang yang benar-benar berada di atas kebenaran maka ya kita wajib untuk bersabar Ya, kita harus kita wajib untuk kokoh dan bertahan ya.
(30:20) Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam memang sudah mengabarkan bahwasanya orang berpegang teguh dengan sunahku di akhir zaman kalqabid alal jamar seperti orang yang memegang bara api. Ya. Dan juga Nabi sallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwasanya badal islamu gariban. Islam ini mulai dengan keterasingan.
(30:39) Hanya segelintir manusia yang beriman kepada nabi kita alaihialatu wasalam. Kemudian bertambah bertambah bertambah wasudu gariban kama bada dan akan kembali asing ya kembali sedikit sebagaimana pertama kali muncul fatuba lil gaba beruntunlah orang-orang yang asing tersebut berkata ya beliau rahimahullah melanjutkan walam rahimakallahna analisa bikr riway wal kutub ketahuilah ilmu itu bukan banyaknya riwayat banyaknya hafalan hadis banyaknya pengetahuan juga banyaknya kitab yang dibaca, yang dikoleksi, yang ditulis.
(31:20) Inamalim wasan. Orang yang alim sebenarnya adalah orang yang mengikuti ilmu yang benar yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah dan petunjuk-petunjuk Nabi sallallahu alaihi wasallam. Waana qilal ilmi walut. Meskipun ya sedikit ilmunya dan sedikit bukunya. kitab wasunah fahuib bidah. Siapun menyelisihi Alquran dan sunah maka dia adalahibu bidah, pengikut bidah, penyuru kepada bidah, ahli bidah.
(32:00) Meskipun banyak ilmu dan kitabnya, maka banyaknya ilmu ya, banyaknya hafalan hadis ya, banyaknya ee pandainya seorang berceramah itu bukan ukuran ya. Dia berada di atas kebenaran. Tapi ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Orang yang benar-benar mengamalkan ilmunya. Innama yaksallah min ibadihil ulama.
(32:32) Orang yang benar-benar ilmu adalah orang yang takut kepada Allah azza wa jalla. Maka para ulama kita mengatakan alilmu khasyatullah. Ilmu itu kalau kita merasa takut kepada Allah azza wa jalla. Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang memunculkan dalam diri kita rasa takut untuk bermaksiat kepada Allah azza wa jalla.
(32:59) Kalau engau melihat ada orang yang kelihatannya ya punya banyak ilmu, luas ilmunya, tapi dia tidak takut kepada Allah azza waalla, maka dia bukan alim. Dan tidak ada nilai harga dari ilmunya. Karena ilmu tersebut akan menjadi musibah baginya. Karena dia mengetahui tapi tidak mengamalkan. Makanya setiap rakaat salat kita berdoa kepada Allah azza wa jalla ihdinasiratal mustaqim.
(33:32) Asiratul mustaqim adalah alilmu wal amal. Ilmu yang diamalkan. Ghairil magdubi alaihim. Bukan orang yang ber berilmu tapi tidak mengamalkan. Walin bukan orang yang beramal tanpa ilmu. Asiratul mustaqim adalah ilmu yang diamalkan, ilmu yang dipraktikkan, ilmu yang mewariskan rasa takut kepada Allah azza wa jalla.
(34:03) Maka ya tentunya apabila terkumpul antara ilmu yang luas ya, kitab yang banyak dan juga amalan ya yang dipraktikkan, ilmu yang dipraktikkan, maka tentu ini yang paling sempurna. Ya Allah Taala berfirman, bilans anfusakum. Apakah kalian mengajak manusia untuk melakukan kebaikan tapi melupakan diri kalian sendiri? Waumlunal kitab dan kalian membaca Alquran.
(34:32) Alkitab afala taqilun. Tidakkah kalian berakal? Juga Allah Taala memperingatkan kepada orang-orang yang berbicara tentang ilmu kemudian tidak diamalkan. Allah Taala mengatakan, “Ya ayyuhalladzina amanu lima taquluna tafalun.” Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? Sangat besar kemurkaan Allah azza wa kepada orang-orang yang berbicara.
(35:02) tapi dia sendiri tidak mengamalkannya. Maka banyak orang-orang yang hanya pandai berbicara, hanya pandai beretorika, tapi mereka tidak mengamalkan apa yang mereka sampaikan. Ilmu yang benar adalah ilmu yang mewariskan amal, ilmu yang mengajak kepada amalanta bil amal. Ilmu itu membisikkan amalan.
(35:32) Kalau amalan itu dilakukan, maka itu baik. Tapi jika tidak maka ilmu itu akan hilang. Ya, sebagaimana yang bisa kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Apabila kita senantiasa mengamalkan zikir-zikir, doa-doa, maka ilmu ya doa-doa tersebut tidak akan kita lupakan ya.
(35:54) Tapi kalau kita tidak mempraktikkan, tidak membacanya setiap hari, maka ilmu itu atau doa itu akan kita lupa. Ini bukti bahwasanya ilmu itu apabila kita praktikkan, kita amalkan, maka akan terus bertambah, akan tetap tinggal. Tapi kalau kita tidak mengamalkannya, maka akan hilang. Kemudian beliau mengatakan rahimakallah. Ketahuilah barang siapa yang berbicara tentang agama ini tapi hanya menggunakan akalnya, menggunakan logikanya, menggunakan takwilnya, bukan bersumber dari sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. bukan bersumber dari para sahabat.
(36:40) Berarti dia berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Wamanq alallahiam fahua minal mutakallifin. Dan barang siapa yang berbicara tentang agama Allah, tentang sifat-sifat Allah, tentang syariat Islam tanpa ilmu, maka dia termasuk orang yang almutakallifin, ya orang-orang yang memberatkan diri mereka sendiri. Maka ketika seorang ingin berbicara tentang Allah azza wa jalla, tentang akidah, tentang perkara gaib, tentang syariat Islam, itu semua harus bersumber dari ilmu yang benar, dari Al-Qur’an, dari sunah yang sahih. Allah azza waalla berfirman, “Wuisaka.”
(37:25) Jangan mengikuti apa yang tidak ada ilmu tentangnya. Ya, jangan berbicara tanpa ilmu. Innama wal bas wal fuadaul. Sungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semua akan ditanya oleh Allah azza wa jalla. Allah taala juga mengatakan, “Qul innama harbial fawahisya mahar minha w bat.” Katakanlah sungguhnya Allah Subhanahu wa taala mengharamkan alfaahisy ya perbuatan-perbuatan keji.
(37:58) Mahar minha watan yang nampak maupun yang tersembunyi. melakukan perbuatan keji, terang-terangan atau tersembuhi sama-sama dilarang. Wal bagya big bhairil haq. Melampaui batas tanpa hak. Wa anusriku billahi maam yunzil bhi sulana. Dan engkau mempersekutukan Allah azza wa jalla yang tidak ada bukti atas perbuatan tersebut. Waquallahi maamun.
(38:27) Dan engkau berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Ini semua adalah perkara-perkara yang besar ya, dosa-dosa besar, perbuatan keji yang nampak maupun tidak nampak. Kemudian melampaui batas mempersetukan Allah azza wa jalla dan berbicara tentang Allah, tentang agama Allah, tentang halal dan haram tanpa ilmu.
(38:53) Dalam ayat lain Allah Taala mengatakan, “Wa taquulu limau alatum halal w haram.” Janganlah kalian mengucapkan ya dengan lisan-lisan kalian sesuatu yang dusta. Mengatakan ini halal, ini haram. Untuk berdusta atas nama Allah azza waalla. Innallinaflihun. Sesungguhnya orang yang berdusta atas nama Allah tidak akan beruntung selama-lamanya. Maka wajib bagi kita semua setiap muslim untuk berhati-hati ya berbicara dalam perkara agama, perkara akidah, perkara yang merupakan ya syariat Allah azza wa jalla.
(39:34) Tidak boleh seorang berbicara tanpa ilmu. Waaka walqias wal hawa. Ya, jauhi ya logika-logika yang tidak sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan Asunah. Apalagi yang terkait dengan perkara akidah ya. Karena akidah tidak masuk iias di dalamnya. Adapun iias digunakan dalam perkara ijtihadiah, dalam masalah fikhiah yang tidak ada dalil yang jelas.
(40:04) Ya, ketika tidak ada dalam Al-Qur’an, tidak dalam sunah, juga tidak ada dalam ijma, maka para ulama berijtihad yang mengkiaskan ya dengan perkara-perkara yang sudah ada dalilnya ya. dengan jika ada memang illah yang cocok untuk di ee atau disambungkan dengan hal tersebut, maka semua harus bertakwa kepada Allah azza wa jalla untuk mencari dalil ya dari Al-Qur’an, Asunah, ijma ya.
(40:38) Tapi kalau itu perkara yang masuk dalam bab fikhiah ya, perkara-perkara kontemporer, maka para ulama berijtihad ya tentang hukum masalah tersebut. Dan Nabi alaihiatu wasalam mengatakan, “Mantahada falahu ajr.” Barang siapa yang berijtihad ya benar-benar berusaha mencari kebenaran kemudian salah maka baginya dua pahala. Pahala ijtihad. Ee kemudian dia benar dalam ijtihadnya maka baginya dua pahala. Pahala ijtihad dan pahala isawatul haq.
(41:07) Waman akalahu ajrun wahid. Ya. Siapa yang salah maka baginya satu pahala, yaitu pahala ijtihad saja. Kemudian beliau mengatakan, “Alhaqu ma ja minillah.” Kebenaran itu apa yang datang dari Allah azza waalla? Wasunahu Rasulullah wasallam.
(41:29) Adapun sunah apa yang digariskan oleh Rasulullah alaihiatu wasalam? Wal jamaatu majtama alaihi ashabu rasulillah sallallahu alaihi wasallam fi khilafati bakr wa Utsman. Adapun aljamaah yaitu apa yang disepakati oleh para sahabat di zaman Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiallahu taala anhum. Ya, beliau mengatakan alhaqu ma jaa minillah.
(41:55) Kebenaran itu apa yang datang dan bersumber dari Allah azza wa jalla, dari Al-Qur’anul Karim, dari kitab-kitab yang Allah Subhanahu wa taala turunkan ya. Dan semua kitab-kitab tersebut telah dihapus dengan Al-Qur’an. Dan Allah tidak menjamin kitab-kitab sebelumnya untuk dijaga oleh Allah azza wa jalla. Allah hanya menjamin Al-Qur’anul Karim. Allah taala mengatakan, “Inna nahnu nazalnikro wa inna lahufidun. Sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Qur’an dan kamilah yang akan menjaganya.
(42:22) Dan kita wajib untuk beriman semua apa yang tertera dalam Al-Qur’an.” Allah Taala berfirman, “Rasul beriman kepada apa yang diturunkan kepada mereka juga orang-orang yang beriman.” Billahi waaikatihi wautubihiulih. Mereka beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kitab dan para rasul. La nufarqu baina ahadim rasulih. Kami tidak membeda-bedakan ya di antara para rasul.
(42:53) Kita harus mengimani semua rasul-rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an secara terperinci nama-nama mereka. Dan yang tidak disebutkan kita mengimani secara global. Karena Allah Taala mengatakan tentang para rasul, minhum manqasna alaika winhum lam naqsus alaik.
(43:14) Ada nabi-nabi yang disebutkan namanya secara langsung oleh Allah azza waalla dalam Al-Qur’an dan ada juga yang tidak disebutkan, tidak diceritakan oleh Allah azza wa jalla tapi mereka ada. Maka kita mengimani yang disebutkan secara terperinci dengan iman yang terperinci dan mengimani secara global apa yang disebutkan secara global. Malaikat Jibril alaihiatu. Malaikat Jibril alaih salam ketika mendatangi Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam bentuk ya manusia biasa, beliau bertanya kepada Nabi kita alaihiatu wasalam tentang akbirni anil iman.
(43:49) Kabarkan kepadaku apa itu iman. Kata Nabi alaihiatu wasalam billahi waikatihi waubihi waulihqil akirqiri. Engkau beriman kepada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir juga takdir baik dan takdir buruk. Dan semua apa yang disampaikan oleh Nabi alaihiatu wasalam adalah wahyu. Beliau tidak berbicara dari hawa nafsunya.
(44:20) Allah Taala berfirman, “Hwa hua illa wahyu yuha.” “Tidaklah Nabi kita alaihiatu wasalam berbicara ke dari hawa nafsunya.” Wanti hawa inua illa wahyu. Apa yang disampaikan oleh beliau alaihiatu wasalam adalah wahyu yang diwahyukan oleh Allah azza wa jalla. Makanya dalam banyak ayat ya Allah Taala mengatakan, “Myuti rasul faq Allah.
(44:50) ” Siapa yang mentaati Rasulullah maka dia sama mentaati Allah azza waalla atiullah wa atiur rasul wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul atakumasulu w nahakumuanu fantaahu apa yang dibawa oleh rasul kepada kalian maka ambillah w nahakumuan fantu. apa yang dilarang maka tinggalkan. Maka tidak mungkin ya dibedakan antara Al-Qur’an dan As-Unah. Karena banyak perkara-perkara yang belum disebutkan dalam Al-Qur’an disebutkan dalam hadis-hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam. Banyak perkara-perkara umum global dijelaskan secara terperinci dalam sunah Nabi sallallahu alaihi
(45:27) wasallam. Makanya ya asunah adalah wahyu dari Allah azza wa jalla. Meskipun tidak ya digunakan dalam salat ya kita membaca hadis juga. berbeda setiap hurufnya ya. Al-Qur’an setiap hurufnya mendapat pahala. Adapun hadis tidak demikian, tapi dua-duanya wahyu dari Allah azza wa jalla. Barang siapa yang mengingkari satu hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka dia telah keluar dari Islam.
(45:53) Jika hadis itu benar-benar ya sahih ya. Tapi kalau seorang ulama berijtihad yang menyangka bahwasanya itu hadis diif ternyata sahih, maka tentu tidak termasuk dalam ancaman tadi. Wal jamaatu majtama alaihi ashabu rasulillah sallallahu alaihi wasallam fi khilafati Abi Bakar wa Umar wa Utsman. Aljamaah itu adalah apa yang disepakati oleh para sahabat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam kepimpinan atau khilafah Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tentunya apa yang disepakati di zaman tersebut? di zaman Abu Bakar tentang ya
(46:28) mengumpulkan Al-Qur’an juga tentang memerangi ya orang-orang yang ee enggan membayar zakat ya dan perkara-perkara lain yang disepakati di zaman tersebut adalah ijma yang harus diikuti. Adapun setelahnya ya para ulama kita terus berijtihad tapi dalam masalah-masalah fikhiah. Adapun masalah akidah maka itu sudah ya tidak berubah saja dahulu sampai saat ini.
(47:03) Apa yang diyakini oleh para sahabat, tabiin, tabiut tabiun sampai ya hari ini sama tidak ada penambahan dan tidak ada pengurangan. yang banyak ya terjadi perbedaan perselisihan atau ijtihad dalam masalah fikhiah ya dalam masalah kontemporer dalam masalah amaliah mereka ya para ulama banyak yang berbeda pendapat ya dalam memahami dalil dalam mensahihkan hadis maka kita harus berlapang di dalam permasalahan yang memang diperselisihkan para ulama sejak zaman dahulu tapi dalam masalah-masalah akidah ya dalam masalah sifat Allah azza wa jalla t malaikat tentang kitab, tentang hari akhir ya, tentang tanda-tanda kiamat, tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi di
(47:44) hari kiamat ya tentang mizan, timbangan, sirat ya, kekalnya surga dan neraka. Nah, ini perkara-perkara akidah yang barang siapa yang menyelisihinya ya tentu mereka keluar dari ijma para ulama ya dan mereka dihukumi sesat ya keluar dari sunah Nabi S. sallallahu alaihi wasallam keluar dari ahlusunah wal jamaah dan juga ya ijma itu yang terjadi di kalangan para sahabat.
(48:19) Adapun setelahnya maka tidak kita ketahui apakah benar-benar manusia benar-benar ee bersepakat dalam masalah ini. Tapi Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan umati umatku tidak mungkin berijmak berkonsensus untuk suatu kesesatan. Maka ya bisa diperhatikan apabila banyak para ulama yang berpendapat dengan suatu pendapat ya, maka bisa jadi ya itulah yang pantas untuk diikuti.
(48:45) Dan jika ada yang menyelisihinya ya ya kalau dia seorang ulama mujtahid maka tentu harus dihargai pendapat tersebut. Kemudian beliau mengatakan rasul wasam. Barang siapa yang benar-benar mengikuti sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam dan apa yang ditempuh oleh para sahabat, maka dia akan mengalahkan semua ahli bidah. Wastaha badanuhu. Dia akan merasa nyaman.
(49:20) Wasalimahu insyaallah agamanya akan selamat. Rasulullah sallahu al wasallam q umti karena nabi alaihiatu wasalam telah menjelaskan ya menerangkan memperingatkan bahwa umatku akan terpecah rasul wasam dan nabi memberitahukan kepada kita siapa yang selamat dari perpecahan tersebut aku berada di atasnya juga para sahabatku amrul w inilah jalan selamat inilah keterangan, inilah perkara yang jelas.
(49:59) Wal manarul mustanir ini adalah ee manar yang terang. Dan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Iyakum taam, janganlah kalian berlebihan dalam beragama.” Waakum ya terlalu memberatkan diri. Hendaklah kalian mengikuti agama yang sudah ada ya sejak zaman para sahabat. Tidak menambah dan tidak menguranginya.
(50:33) Karena kebenaran itu apa yang dibawa oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, apa yang ada dalam Al-Qur’an, apa yang ada dalam sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau kita mencukupkan diri kita dengan apa yang ada di dua sumber tersebut, kita tidak akan sesaat selama-lamanya. Siapa yang mengikuti petunjukku tidak akan sesat dan tidak akan sengsara.
(50:58) Siapa yang berpaling dari petunjukku, peringatanku, maka dia akan berada dalam kehidupan yang sempit. kita ya harus mencukupkan diri kita dengan dua sumber yang maksum tersebut yang tidak mungkin ya salah ya semua yang disebutkan dalam Al-Qur’an atau dalam hadis-hadis yang sahih maka tidak mungkin keliru.
(51:22) Siapa yang mengikutinya pasti selamat dan yang meninggalkannya akan tersesat. dan sangat banyak sekali ya yang belum kita ketahui, yang belum kita pelajari, yang belum kita dalami, belum kita pahami. Maka kita wajib untuk terus ya bersemangat mengkaji Al-Qur’an, tafsir Al-Qur’an, juga hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam dan apa yang telah dijelaskan oleh para ulama kita ya di kitab-kitab hadis tersebut ya agar kita tidak mudah untuk terkena syubhat ya, tidak mudah untuk disesatkan dan terpengaruh terhadap berbagai macam syubhat yang disebarkan oleh manusia.
(52:04) Dan siapa yang mengikuti dan berbicara dengan Al-Qur’an Asunah maka fala jaala ahl bidha dia bisa membanta semua ahli bidahu insyaallah dia akan merasa tenang, merasa nyaman, dan agamanya pun akan selamat ya karena dia berpegang teguh dan bersandar kepada benteng dan ee tali yang sangat kuat yaitu agama Allah azza waalla.
(52:36) Berpegang teguhlah dengan tali agama Allah. Janganlah kalian bercerai-berai wasam. Karena Nabi sudah mengabarkan kepada kita semua bahwasnya akan terpecah. Tapi beliau juga mengabarkan bahwasanya yang selamat adalah yang mengikuti petunjukku dan petunjuk para sahabatku. Ya, dalam hadis yang sudah kita sebutkan sebelumnya. Hendaklah kalian mengikuti sunahku dan sunah khulafa arasyidin.
(53:11) Maka kita kembalikan ya kepada pengamalan mereka, pemahaman para sahabat ya dan yang belajar kepada para sahabat dan yang belajar kepada murid para sahabat sampai saat ini. Karena mereka adalah orang-orang yang telah direkomendasi oleh Allah azza waalla dalam Alquran minal muhajirin wal. Dan orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Ansar walladinaum.
(53:37) Kita tidak mungkin menjadi Muhajirin atau Ansar, tapi kita bisa menjadi kelompok yang ketiga. Walladinauman dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari kiamat. Radhiallahu anhum. Mereka diridai oleh Allah dan mereka rida kepada Allah azza wa jalla. Merekalah orang-orang yang akan selamat. Merekalah kelompok yang dimaksud dalam pembahasan di awal kajian tadi.
(54:01) Akan terus ada satu golongan, satu kelompok dari umatku yang berada di atas kebenaran yang berpegang tuguh kepada Al-Qur’an, sunah, pemahaman para sahabat, tabiin dan tabiut tabiin. Karena orang-orang yang menyelisihi mereka para sahabat ya diancam oleh Allah azza wa jalla wusiras ba’di maabudail mukminin.
(54:26) Siapa yang menyelisihi ya para rasul setelah jelas keterangan kepada merekail dan mengikuti jalan selain jalannya orang beriman. Ya. Dan para ahli tafsir mengatakan yang pertama kali masuk dalam almukminin di sini adalah para sahabat. Siapa yang tidak mengikuti jalan mereka, nuhi tawala kami biarkan mereka wuslihi jahanam.
(54:49) Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam wasat masir. Dan neraka jahanam adalah seburuk-buruk tempat. Maka dalam ya ee akhir faqrah ini beliau mengatakan waakum wat taammuq. Nabi sallallah alaihi wasallam memperingatkan kepada kita untuk tidak berlebih-lebihan ya tidak terlalu dalam. Ya, tidak memberatkan diri sendiri.
(55:13) Waikumikum mencukupkan apa yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an. Mencukupkan apa yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, ketika berbicara tentang arsy kita tidak melibatkan logika kita tentang Allah azza wa jalla. Di mana Allah azza waalla jelas dalam Quran arrahmanu alal arsyawa amintum fisama.
(55:31) Ya, tidak berpikir ya menggunakan kita. Kalau Allah berada atas ars arsy butuh kepada arsy dan lain sebagainya. Sehingga ya kita menjadi orang yang tersesat ketika kita memasukkan akal kita dalam perkara-perkara yang gaib. Ya, perkara-perkara yang gaib ya kewajiban kita hanya samna wahana. Apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an disebutkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam maka kita benarkan ya dan tidak masuk kepada perkara-perkara yang bukan kewajiban kita.
(56:03) tentang bagaimana bentuk sifat-sifat Allah azza wa jalla, bagaimana cara Allah beristiwa. Ini perkara yang disebutkan oleh Imam Malik alistiwa maklum. Istiwa itu jelas artinya secara bahasa alulu wal irtifa wal kaifu majhul. Tapi bagaimananya ini tidak ada yang mengetahuinya. Ya, bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam juga tidak mengetahui, tidak menerangkan kepada kita wasalu anhu bidah dan bertanya tentang bagaimana istiwanya Allah.
(56:33) Ini perkara bidah dan ini diterapkan dalam semua ya sifat-sifat Allah azza wa jalla. Kita ketahui maknanya secara bahasa, tapi bagaimana hakikat sifat tersebut maka itu majhul dan kita tidak diperintahkan untuk mencari untuk mencari tahu ya dan bertanya tentangnya adalah suatu kebidahan. Maka kita mencukupkan ya dengan apa yang telah diilakukan oleh para sahabat ya dari agama ini.
(56:58) Mereka tidak pernah bertanya kepada Nabi sallahu alaihi wasallam tentang bagaimana sifat Allah azza waalla. Bentuk sifat Allah. Mereka mengimani seluruhnya, tidak mentakwilnya ya, tidak mentahrifnya, tidak memisalkannya dengan makhluknya dan mereka ya mengimani sesuai dengan apa yang tertera dalam Al-Qur’an dan Asunah. Semoga Allah azza wa jalla senantiasa memberi taufik kepada kita semua untuk bersemangat mempelajari kebenaran dan mengikuti kebenaran tersebut dan memberikan kita taufik untuk selalu sabar dan kokoh di atas kebenaran tadi. Barakallahu fikum dan saya kembalikan kepada MC yang ada di studio.
(57:38) Baik, Ustaz. Barakallah fikum wajakallahu khairan. Terima kasih atas pelajaran serta bimbingan yang telah disampaikan di kesempatan pagi hari ini. Semoga Allah subhanahu wa taala memberikan kemudahan untuk kita bisa memahami pelajaran dan mengamalkannya dalam rangka meningkatkan kualitas keimanan serta ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa taala. Berikutnya kami berikan kesempatan.
(58:01) Silakan Anda bisa bertanya di 0218236543 atau mengirimkan pesan singkat di nomor tersebut. Kami sangat berharap pertanyaan yang Anda ajukan berkesuaian dengan pembahasan kali ini. Silakan. Halo. Halo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
(58:26) Bapak dengan siapa? Di mana? Mohon maaf. Ee saya Ibrahim di Aceh Utara. Silakan, Pak Ibrahim pertanyaannya. Sebentar saya Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Az ee saya berada di Aceh ini ee akidah secara umum dari Hasan Al-Asari yaitu iktikad 50 atau Allah 20. Apakah sebelum sebelumnya saya beritika demikian, sekarang saya benar-benar ingin bertauhid seperti yang ditinggalkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, yaitu dengan 99 sifat.
(59:23) Apakah saya berdosa sebelumnya, ya, Ustaz? Dan bagaimana caranya saya kembali kepada tauhid yang benar, Ustaz? Cukup Bapak pertanyaannya. I terima kasih atas pertanyaannya, Bapak. Silakan, Ustaz. Ee tentunya orang yang ee benar-benar ingin mengikuti kebenaran, maka insyaallah Allah Subhanahu wa taala akan beri taufik untuk kebenaran tersebut.
(59:52) Walladina jahadu fina lanahdiyannahum subulana. Dan orang-orang yang benar-benar bersungguh-sungguh mengikuti jalan kami mencari kebenaran, maka Allah Subhanahu wa taala akan memberikan petunjuk kepada jalan-jalan kebenaran tersebut.
(1:00:14) Kita memuji kepada Allah kalau memang ya kita selama hidup ini ya sadar tentang kegeliruan kita sebelumnya, maka kita bertobat kepada Allah azza wa jalla dan minambahu. Orang yang tobat dari dosa maka tidak sama dengan orang yang tidak pernah berdosa sama sekali. Ya, bahkan meskipun sepanjang hidupnya dia berada di atas kesesatan, kemudian di akhir hayatnya dia bertobat kepada Allah azza wa jalla kembali p kebenaran, maka semua itu akan ya yang dosa-dosa yang terlalu akan dihapuskan oleh Allah azza wa jalla kalau dia jujur dalam bertobat.
(1:00:45) Innamal amalalu bil khawatim. Sesungguhnya amal itu tergantung akhirnya. Maka ya ee cara bertobat tentunya dengan bersungguh-sungguh mempelajari akidah yang benar ya dari sumbernya yang benar dan akidah yang benar itu sudah dituliskan dalam kitab-kitab para ulama kita sejak dahulu dalam ya banyak sekali kitab-kitab para ulama yang menjelaskan tentang hal tersebut maka kita ya mempelajarinya dan sifat-sifat Allah itu tidak terbatas ya semua yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis yang sahih. Maka kita harus tetapkan juga nama-nama Allah ya itu tidak
(1:01:24) terbatas 99. Adapun hadis innalillahi mi isminatan isman ah jannah. Ya, siapa yang Allah mempunyai ya 99 nama illa wahid 100 kurang s siapa yang menghafalkannya masuk surga itu bukan pembatasan ya. Kenapa? Dalam banyak riwayat-riwayat yang lain disebutkan ya, di antaranya yaitu doa ketika kita berada dalam kesedihan.
(1:01:57) Allah Nabi sallallahu alaihi wasallam mengajarkan kita doa Allahumma inni asaluka bikin bihifsu ya dalam doa itu ada ucapan dan nama yang engkau rahasiakan juga banyak ya hadis-hadis yang lain menunjukkan nama Allah itu tidak terbatas. Adapun arti dari hadis tadi ya 99 nama itu adalah ee seperti kalau kita mengatakan saya punya Rp100.
(1:02:31) 000 saya siapkan untuk bersedekah bukan berarti saya hanya punya Rp100.000 ya. Jadi kita memahami hadis tadi, Allah punya 99 nama, siapa yang menghafalnya? Bukan berarti Allah hanya punya nama 99. Dan setiap nama itu mempunyai arti sifah. Karena nama Allah Subhanahu wa taala bukan sekedar nama, tapi mengandung sifat yang sempurna.
(1:02:55) Berbeda dengan manusia yang terkadang punya nama hamid, artinya terpuji, tapi dia orangnya tercela. Terkadang punya nama karim, ya dermawan, tapi dia adalah orang yang sangat bakhil. Allah azza wa jalla. Semua nama-nama Allah azza wa jalla mengandung sifat yang sempurna dan tidak terbatas kepada 99 nama. Dan di antara sifat Allah azza wa jalla ada sifat zatiah, ada sifat fi’liah, yaitu sifat yang berkaitan dengan sesuatu yang tidak pernah terlepas dari Allah azza wa jalla.
(1:03:25) Ya, dalam Al-Qur’an disebutkan Allah punya wajah, wabq wajhu Allah punya tangan. Dalam hadis yang sahih disebut Allah punya kaki. Tapi sifat-sifat tersebut tidak boleh kita tanyakan bagaimana bentuknya. Dan kita harus meyakini bahwasanya sifat-sifat tersebut berbeda dengan sifat makhluknya. Juga dalam banyak riwayat ya diterangkan Allah itu tertawa, Allah itu turun ke langit dunia. Ini semua harus kita benarkan ya.
(1:03:53) Karena semua tertera dalam Al-Qur’an dan hadis yang sahih, maka wajib bagi kita semua untuk membenarkan apa yang tertera dalam Al-Qur’an dalam hadis yang sahih tanpa mentahrifnya ya menyelewengkan maknanya atau lafaznya tanpa mentil ya meninggalkan atau menafikan dan tanpa tamsil menyamakan dengan makhluknya dan takif tanpa menentukan bentuknya atau menanyakan bentuknya.
(1:04:25) Ah, ini kaidah dalam bab asmaus sifat ya, yaitu menetapkan semua yang Allah tetapkan dalam Al-Qur’an dan menetapkan semua yang ditetapkan oleh Rasulullah dalam hadisnya yang sahih tanpa tahrif, penyelewengan, tanpa taktil ya peniadaan, tanpa tamsil, penyamaan, dan tanpa takyif yaitu penentuan bentuk dan bertanya tentang bagaimana bentuknya. Barakallahu fikum.
(1:04:51) Barakallah ustaz. Terima kasih atas nasihat dan jawaban bagi Bapak yang bertanya di Aceh. Semoga Allah subhanahu wa taala berikan keistikamahan dan taufik serta hidayah untuk memudahkan Bapak kembali ke dalam ee mengilmui semua yang hendak diamalkan dalam khususnya beribadahan. Dan semoga Allah Subhanahu wa taala memberikan kebaikan untuk Bapak sekeluarga. Allahumma amin.
(1:05:18) Selanjutnya kami bacakan pertanyaan dari persahan singkat yang telah masuk dari Ibu Diah yang bertanya, “Assalamualaikum, Pak Ustaz. Izin bertanya. Saya pernah ikut kajian rutin intensif tentang ilmu Islam dan hanya berjalan beberapa minggu saja. Saya berhenti karena suami tidak mengizinkannya.
(1:05:46) Lalu kemudian saya berinisiatif, saya mengikuti kajian-kajian online yang ada di TV Roja. Pertanyaan, apakah saya berdusa, Ustaz, untuk hal ini? Silakan. Ya, tentunya taat kepada suami ini adalah perkara yang sangat penting bagi seorang wanita ya. Bahkan Nabi sallallahu alaihi wasallam ya pernah mengatakan bahwasanya lau ahadan. Seandainya ee aku bolehkan seorang sujud kepada yang lain, maka aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya.
(1:06:28) Dan di antara ee kiat agar seorang wanita masuk surga selain melaksanakan kewajibannya, salatnya, puasanya, yaitu ba’aha mentaati suaminya dan menjaga kemaluan. Tapi kaidah dalam taat ini ya selama itu bukan maksiat. Kalau benar-benar dilarang untuk menuntut ilmu, maka ini tentu tidak boleh untuk ditaati. Tapi ya kalau yang dimaksud adalah keluar ya sehingga melalaikan mungkin sebagian kewajibannya padahal ya bisa dilakukan dengan cara online ya seperti yang ditanyakan tadi maka ini insyaallah ya ee bisa menggantikan ee apa yang dia lakukan sebelumnya tentunya bisa berdialog dengan baik dengan suaminya ya kalau memang tidak
(1:07:14) sampai meninggalkan kewajibannya di rumah juga tidak berle kelebihan juga keluarnya jauh dari fitnah terjaga. Maka ya semoga suaminya diberi ee hidayah oleh Allah untuk mengizinkan berangkat kajian langsung ya dengan belajar langsung ke ee para ustaz secara offline bisa bertanya juga secara langsung.
(1:07:42) Tapi kalau itu tidak memungkinkan dan juga ya tergantung kondisinya, maka alhamdulillah sarana-sarana untuk menuntut ilmu dan juga bisa bertanya seperti saat ini ya secara ee daring ya bisa menuliskan pertanyaan atau bisa menelepon maka alhamdulillah kita diberikan kemudahan yang sangat besar dari Allah azza wa jalla di zaman kita ini banyak sekali ya sumber-sumber yang kita bisa ee menuntut ilmu darinya maka insyaallah tidak berdosa ya selama benar-benar bersungguh-sungguh untuk ee mengikuti ya kajian-kajian yang ada di ee TV Rajak ini ataupun selainnya ya dari ee media-media sunah. Alhamdulillah sangat banyak sekali
(1:08:23) dan juga sangat bermacam-macam. Alhamdulillah ya kajian-kajian tema-tema yang disampaikan juga sangat banyak bahkan mungkin lebih banyak daripada yang offline ya. Kalau kita ingin hadir secara offline, secara online ini alhamdulillah banyak ustaz-ustaz kita yang meskipun dia berada di kota yang lain, tapi kita bisa menuntut ilmu langsung kepada mereka.
(1:08:46) Maka insyaallah ini tidak ee tidak termasuk dalam perbuatan dosa ya karena meninggalkan yang pertama tadi. Karena alhamdulillah ada gantinya yang bisa jadi ee lebih baik ya dan lebih bisa menggabungkan antara kewajiban di rumah dan menuntut ilmu agama. Barakallahu fikum. Wafik barakallah ustaz. Terima kasih atas nasihat dan jawabannya untuk Ibu yang bertanya semoga bermanfaat.
(1:09:10) Dan berikutnya kami berikan kesempatan kembali silakan di 0218236543. Halo. Asalamualaikum Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan Bapak siapa ini? Di mana? Iskandar, Pak. Dari Kalimantan Timur. Silakan, Pak Iskandar pertanyaannya. Eh, pertanyaan yang anu ringkas saja, Pak. Karena ini manusia begini, Pak. Ee bukan orang tu cerita, Pak. Saya sendiri.
(1:09:38) Artinya kita sudah tahu, sudah tahu tauhid itu bahwa itu yang itu yang ilmu yang tingkat tinggi. Tapi bagaimana caranya, Pak Ustaz? Tidak bisa luput dari dosa. Bagaimana itu, Pak Ustaz? Sudah tahu Pak bahwa saya sudah tahu, Pak Ustaz. Tauhid ini ilmu paling tingkat tinggi. Tapi dosa itu tidak luput dari dosa juga.
(1:10:03) Bagaimana caranya? Apakah manusia bisa tidak berdosa, Pak Ustaz? Atau bagaimana, Pak Ustaz? Itu aja, Pak Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Iya, jelas ya. Allah Taala berfirman, jin illaudun. Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.
(1:10:30) Tujuan Allah azza wa jalla menciptakan jin dan manusia untuk mentauhidkan Allah azza wa jalla. Allah turunkan kitab yang isinya mengajak kepada tauhid dan semua rasul memulai dakwahnya dengan tauhid. semua rasul ya bagaimanapun kondisi umatnya maka yang pertama kali mereka sampaikan adalahudullah maakum minahinir sembahlah hanya kepada Allah azza wa jalla karena kalian tidak punya sembahan yang berk disembah kecuali dia.
(1:10:55) Allah ciptakan surga dan neraka. Surga untuk orang yang bertauhid dan neraka untuk orang yang meninggalkan tauhid. Dan Al-Qur’anul Karim semua ya isinya intinya tentang tauhid kepada Allah azza wa jalla. Ayat yang paling agung adalah ayat tauhid. Ayat kursi. Allahu la ilaha illa hual hayyul qayyum laudu. Barang siapa yang membawa tauhid ya dan tidak mempersentukan Allah azza wa jalla meskipun nanti pada hari kiamat membawa dosa sepenuh bumi maka Allah akan mendatangkan sepenuh itu pula ampunan.
(1:11:29) Dalam hadis yang sahih disebutkan ada orang yang punya 99 catatan dosa. Semuanya sepanjang mata memandang semuanya dosa. Tapi ketika dia ditanya, “Apakah engkau punya kebaikan?” Dia mengatakan, “Ya, tidak punya.” Tapi kemudian disampaikan bahwasanya engkau punya satu kartu lagi dan isinya adalah lailahaillallah.
(1:11:56) Dan ketika ditimbang kartu tersebut dengan 99 catatan dosa, maka lebih berat lailahaillallah. Maka tentunya ya kita harus selalu berusaha untuk menjaga tauhid kita jangan sampai ternodai oleh syirik ya, baik itu yang besar maupun yang kecil. Yang besar sangat berbahaya karena menghapuskan tauhid dan Allah Taala mengatakan inallahaf.
(1:12:21) Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik dan mengampuni dosa selainnya kepada siapa yang dikehendaki. Maka sangat berbahaya. Kita harus berusaha mengikhlaskan amalan kita, menjauhi bagaimana caranya? Dengan mempelajari tauhid, mempelajari lawan dari tauhid, bentuk-bentuk kesyirikan, pintu-pintu kesyirikan. Ya, kita jauhi, kita tinggalkan, kita peringatkan keluarga kita, anak-anak kita, orang-orang di sekitar kita.
(1:12:46) Karena ya orang yang tidak punya tauhid tidak akan bahagia selamanya, tidak akan selamat. Orang yang batal tauhidnya tidak akan keluar dari neraka ya selama-lamanya. Maka ini ya sangat berbahaya. Ini yang harus selalu kita minta kepada Allah jangan sampai kita tergelincir ya kepada kesyirikan.
(1:13:10) Doa yang paling banyak dipanjatkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya muqalibalubbit qbi dinik. Wahai membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku di atas agamamu.” Ya, kita harus terus ya belajar tauhid, berusaha mengikhlaskan amalan kita, mempelajari ee lawan dari tauhid agar kita tidak terjatuh kepada kesyirikan.
(1:13:32) Nah, ini yang harus kita lakukan dan terus kita usahakan dan kita doa kepada Allah azza wa jalla, Allahumma inni azubikan usrika bikaamagfiram. Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu ee dari kesyirikan yang aku tidak ketahui dan aku memohon ampun dari kesyirikan yang aku ketahui. Yaubikan usrik bikam wa astagfiruka lima.
(1:13:58) Aku berlindung dari syirik yang aku ketahui dan aku minta ampun dari syirik yang aku tidak ketahui. Jadi kalau kita ingin ya selamat tentunya semangat belajar tauhid, kemudian ee mempelajari juga lawannya agar kita mengetahui mana yang syirik, mana tauhid, agar kita menghindar dari kesyirikan dan berdoa kepada Allah azza wa jalla agar menetapkan kita di atas tauhid ini. Barakallahu fik.
(1:14:22) Barakallah ustaz. Terima kasih atas jawaban dan nasihatnya. Kembali kami berikan kesempatan. Silakan di nomor 0218236543. Silakan. Halo. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak mohon maaf lagi berkendara. Iya betul. Hati-hati di perjalanan Bapak.
(1:14:53) Silakan disampaikan pertanyaannya dengan siapa? Di mana? Eh saya dengan di Jakarta. Iya. Ini Pak Ustaz dengan banyaknya ee fikra dan aliran-aliran yang sekarang ini kita lihat ee bagaimana kiatnya ya kita sebagai apaah untuk kita mempertahankan dari kita dan kalimat tersebut. Itu aja mempertahankan agar tidak terkena fitnah-fitnah gitu ya, Pak. Banyaknya ini ee apa namanya? Firkah-firkah yang ada sekarang ini.
(1:15:33) Oh, firkah-firkah yang ada sekarang ini supaya kita terhindar dari pemikiran-pemikiran mereka. Begitu ya, Pak ya. Betul. Iya. Terima kasih, Pak. Oh, jazakumullahu khairan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Ustaz. Ya, tentunya ee pertama kita harus pelajari kebenaran dulu ya.
(1:15:57) kita harus pelajari tauhid ya secara berurut mulai tauhid uluhiyah, rububiyah, asmaus sifat ya meskipun secara umum ya tidak terlalu dalam ya perkara-perkara yang umum yang harus kita ketahui ya ada kitab yang penting untuk kita pelajari itu durus muhimmah liamatil ummah pelajaran-pelajaran penting untuk segenap umat yang ditulis oleh Syekh Abdul Aziz bin Bas rahimahullah di situ diterangkan tentang ya rukun Islam, rukun iman ya tentang perkara-perkara yang sangat penting untuk kita ketahui dari taharah, dari wudu, ee rukun salat, pembatal salat, kemudian ee dosa-dosa besar juga disebutkan tafsir surat
(1:16:32) pendek dan perkara-perkara akhlak ini minimal sekali kita pelajari perkara ini. Kemudian juga ya kalau memang kita ingin terus belajar tentang ya akidah dan mempelajari juga tentang firkah-firkah yang sesat ya terutama yang banyak ya bertebaran di sekitar kita, kelompok Khawarij, kelompok Syiah ya, Jahmiyah, Muktazilah, Qadariah ya yang sering kita bahas juga agar kita jangan sampai terpengaruh dengan kesesatan mereka ya yang Jahmiah menafikan sifat-sifat Allah azza wa jalla bahkan akan mengatakan iman itu ya
(1:17:10) cukup dengan sekedar makrifah mengetahui ya tidak perlu beramal atau kelompok muktazilah yang mengingkari semua sifat-sifat Allah azza wa jalla meskipun mereka menetapkan nama secara global ya nama Allah secara global kemudian kelompok khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar yang meyakini mereka kekal di nerak yang memberontak kepada pemimpin kaum muslimin yang sah ya pemerintah kaum muslimin mereka membolehkan kan untuk memberontak kepada mereka.
(1:17:43) Kemudian kelompok Syiah yang mereka mengkafirkan para sahabat yang mengatakan Al-Qur’an tidak murni lagi, sudah dirubah. Mereka berlebihan dalam mengagungkan keluarga Nabi ya sampai menuhankan mereka. At kelompok Qadariah yang mereka mengingkari takdir atau jabariyah yang mereka mengatakan manusia tidak punya kehendak.
(1:18:04) N kalau kita ya mempelajari tentang kesehatan-kesatan kelompok ini, maka kita bisa mengetahui mana yang benar, mana yang batil. Ya, jadi memang perlu bertanya, perlu terus belajar. Alhamdulillah ya, para asatid kita menulis ya buku-buku seperti ustaz kita, Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawa punya buku mulia dengan manhaj salaf ya, akidah ahlusunah wal jamaah.
(1:18:24) Alhamdulillah ya dijual dibebas dan bisa kita beli dengan sangat mudah, bisa kita baca dan dari situ kita bisa mengetahui mana ya kelompok-kelompok yang sesat, apa ciri-ciri mereka agar kita bisa terhindar dari kesesatan mereka.
(1:18:44) Tentu juga dengan selalu berdoa kepada Allah azza wa jalla, bergaul dengan orang-orang saleh ya, terus bersemangat menuntut menuntut ilmu agama. Sehingga ketika kita mengetahui yang benar dan mendengar ada sesuatu yang berbeda, kita bisa bertanya ya, apakah ini memang termasuk permasalahan yang diperselisihkan oleh ulama kita atau ini masuk dalam perkara akidah yang tidak ada perselisihan sejak dahulu dari zaman sahabat sampai hari ini.
(1:19:06) Ya, yang menyelisihi hanya ahl bidah ini ya. Tidak mungkin kita bisa selamat kalau kita tidak ditolong oleh Allah azza wa jalla dan juga membentengi diri kita dengan ilmu yang benar. Barakallahu fikum. Wafik. Barakallah ustaz. Jazakallahu khairan.
(1:19:29) Terima kasih atas kesediaannya untuk menjawab pertanyaan yang telah masuk baik dari pesan singkat maupun WhatsApp. Dan kita cukupkan pertemuan kita sampai di sini. Sebelum kami akhiri, mohon Ustaz memberikan ikhtitan fadal ya, Ustaz. Pemirsa Rajal TV, kaum muslimin dan muslimat di mana pun Anda berada. Tentu dari pertanyaan-pertanyaan sebagian penanya tadi kita ketahui bahwasanya ya kita masih sangat kurang ya dalam ee mempelajari ilmu agama ini, terutama ilmu akidah.
(1:19:59) Maka kita harus terus bersemangat ya, terus menambah ilmu kita, terutama ilmu akidah ya, ilmu yang berkaitan dengan Allah azza wa jalla tentang tauhid uluhiyah, rububiyah, hak-hak Allah azza wa jalla, nama-nama Allah juga penyimpangan ya kelompok-kelompok sesat yang mereka bertebaran di sekitar kita ya.
(1:20:22) ini kalau kita lemah dalam akidah, lemah dalam mempelajari, maka sangat mudah kita terpengaruh ya terkenal syubhat mereka. Maka sekali lagi kita perbanyak doa kepada Allah azza wa jalla dan terus ya belajar ya dan alhamdulillah sarana sudah sangat ya dimudahkan oleh Allah azza wa jalla. Tinggal kita ya sambil ee tadi bahkan ada yang menyetir mobil ya kita bisa mendengarkan ya ceramah-ceramah para asatid kita ya. Kita bisa menggunakan headset di mana saja kita berada.
(1:20:48) Kita bisa selalu menuntut ilmu dan alhamdulillah ini kemudahan dari Allah azza wa jalla yang Allah berikan kepada kita. Jangan sampai kita sia-siakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallahu khairan wabarakallah fikum. Kepada Ustaz Dr. Iqbal Gunawan, MA.
(1:21:10) Hafidahullahu Taala dari Maros Makassar yang telah bersedia untuk menyampaikan pembahasan di kesempatan pagi hari ini. Semoga pertemuan kita diberkahi Allah dan mendapatkan kebaikan dan faedah-faedahnya kita bisa amalkan dalam rangka ketaatan pada Allah Subhanahu wa taala. Jazakumullahu khairan kepada antum semuanya. Sahabat Raja di mana pun Anda berada.
(1:21:30) Kami mohon maaf apabila ada kekurangan, kekhilafan dalam menghadirkan program acara ini. Insyaallah kita akan berjumpa kembali di lain kesempatan. Kami akhiri. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. inhamdulillah [Musik]
Leave a Reply