(3) [LIVE] Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. | Adabul Mufrad – YouTube
Transcript:
(00:00) [Musik] Am para pendengar dan pemirsa Raja TV di mana pun Anda berada. Insyaallah kami akan hadir di layar mendengar jazakumullah bagi Anda para pemirsa Roja TV yangat lagi kami hadirkan untuk Anda program acara kajian ilmiah secara langsung. Roja TV, saluran tilawah Alquran dan kajian Islam. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(00:57) Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa mawala. Saudaraku seiman dan seakidah sahabat raja di mana pun Anda berada. Masih bersama dengan kami di saluran tilawah Al-Qur’an dan kajian Islam. Dan di kesempatan malam hari ini kembali kami hadirkan sebuah kajian ilmiah yang kami pancar luaskan dari studio di STDI Imam As-Syafi’i di Jember Jawa Timur bersama Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA. Hafidahullahu taala.
(01:27) Dan kembali kita akan mengkaji kitab penuh manfaat kitab Al-Adabul Mufrad karya Al Imam Albukhari rahimahullahu taala. Saudaraku seiman dan seakidah, kami ajak Anda untuk menyimak kajian ini dan Anda juga dapat melayangkan pertanyaan melalui line interaktif kami di 0218236543. Insyaallah setelah nasihatnya Ustaz, kita akan angkat pertanyaan-pertanyaan Anda.
(01:55) Baiklah untuk selanjutnya kita akan simak nasihat dari Al Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah MA. Hafidahullahu taala. kepada Ustaz Fatafadol Maskuro. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah alladzi arsala rasulahu bilhuda winil haq liyudhirahu aladdini kullihi walau kari kafirun.
(02:33) Wasalatu wassalamu ala khairil bariyah sayyidina wa maulana Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi ajmain. Amma baad. Jemaah rahimakumullah, pemirsa Raja TV dan pendengar di Rajab. Semoga Allah merahmati kita semuanya. Kembali kita belajar, kembali kita menyisihkan waktu dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah azza waalla. Sebagian mungkin duduk menyimak, sebagian mungkin tiduran dan menuntut ilmu.
(03:07) Itu memang salatus sir wa ibadatul qalbi. Para ulama menyebutkan bahwa menuntut ilmu itu adalah salat rahasia. Kita tahu salat adalah doa pengabdian hamba kepada sang pencipta. Bagaimana dia tunduk menuntut ilmu itu salah satu bentuk ketundukan hamba secara rahasia. Enggak kelihatan, tidak ada gerakan yang dilakukan tapi dia sedang menundukkan diri kepada Allah azza waalla.
(03:37) dan ibadah hati yang mungkin sebagian orang menganggap daripada menuntut ilmu lebih baik salat sunah. Padahal menuntut ilmu itu dikatakan ibadah yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah-ibadah yang lainnya apabila niatnya benar. Kita masuk ke bab 443. Babur rajuli yuqobb ibnatahu. Bab tentang seorang yang mencium putrinya.
(04:19) Apakah seorang ayah boleh mencium putrinya yang kadang kala putrinya sudah baligh? Maka di sini Al Imam Bukhari menyebutkan sebuah hadis. Beliau mengatakan, “Haddasana Muhammad ibnul Mutsanna qala haddasana Utsman ibnu Umar qala haddasana Israil.” Kita lihat ya, salah satu nama guru atau jalur syekh di sanadnya Imam Bukhari ada yang namanya Israil. Nama ini nama yang bagus.
(04:56) Gelarnya Nabi Yaakub Alaih Salam yang disebutkan maknanya adalah hamba Allah dalam bahasa Ibrani. an Maisarah ibni Habib anil Minhal ibn Amr an Aisyata binti Thalhah an Aisyah ummil mukminin qalat radhiallahu taala anha qalat maitu ahadan kana asbaha haditan waaman birasulillahi sallallahu alaihi wasallam min Fatimah alaihiba biha waqala waha majlisi wakahai biyadi bihi waqathu majlisi alaihiba biha waqala Ya, di bab ini
(06:07) Al Imam Bukhari menyebutkan hadis dari Aisyah, Ummul Mukminin radhiallahu taala anha yang meriwayatkan dari Aisyah juga Aisyah, tapi Aisyah binti Thalha. Apa kata Aisyah Ummul Mukminin radhiallahu taala anha? Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih mirip gaya bicaranya, tutur katanya dengan Rasul sallallahu alaihi wasallam daripada Fatimah bin Muhammadin radhiallahu taala anha.
(06:50) Maka kemudian Aisyah menceritakan kebiasaan yang terjadi antara Nabi alaihialatu wasalam dengan putrinya Fatimah. Biasanya kalau datang Fatimah ke rumah Nabi sallallahu alaihi wasallam maka apa yang akan Nabi lakukan? Nabi akan berdiri menyambut Fatimah. Jadi bukan berdiri menunggu, tapi berdiri mendatangi untuk menyambut Fatimah. Farhaba biha.
(07:25) Dia menyambutnya ya. Marhaban ahlan was sahlan waqobbalaha. Kemudian menciumnya. Dicium apanya yang dicium? Allah menyebutkan yang dicium biasanya adalah kening dan pipi. Sebagaimana Abu Bakar melakukan itu kepada putrinya Aisyah radhiallahu taala anha. Kemudian didudukkan di tempat duduk Nabi sallallahu alaihi wasallam.
(07:55) Wakana idakala alaiha. Kalau Nabi yang datang, maka Fatimah akan berdiri menyambut Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian mengambil tangannya. menyambutnya dengan sambutan yang hangat, menciumi Nabi alaihialatu wasalam dan mendudukkan Nabi alaihialatu wasalam di tempat duduknya. Fadakalat alaihi fi maradihilladzi tufi fi.
(08:28) Kemudian datanglah Fatimah menjenguk ayahandanya pada saat beliau sakit yang berakhir dengan wafatnya Nabi alaihialatu wasalam. Nabi tidak bangun menyambutnya karena beliau lemas berada di atas tempat tidurnya. Tapi beliau tetap menyambutnya dengan ucapan ya tarhib ini bisa dengan ucapan marhaban. Ee kemudian ee ucapan-ucapan yang menunjukkan bahwa yang dikunjungi ini sangat senang sekali dengan kehadirannya.
(09:01) Waqabbalaha dan menciumnya. Tetap Nabi mencium walaupun Nabi tidak bangun. Berarti Fatimahnya datang mendekati Nabi alaihialatu wasalam dan Nabi menyambutnya. Kemudian Nabi mencium Fatimah radhiallahu taala anha. Ahibati fillah, kalau kita melihat penjelasan para ulama ya tentang mencium putri kita atau mencium mahram kita, adik kita, kakak kita, bibi kita.
(09:39) Al Imam Ahmad bin Hambal ditanya, “Yuqabilur rajuli?” “Yuqobilur rajulu data mahramin minhum?” Apakah seorang lelaki mencium mahramnya, itu perempuan yang mahram dia. Apa kata Imam Ahmad? Qala idza qadima min safarin walam yakf ala nafsih. Enggak apa-apa kalau dia datang dari perjalanan dan dia tidak khawatir fitnah terhadap dirinya, maka enggak apa-apa.
(10:12) Ibnu Muflih mengatakan, “Walakin la yaf’aluhu alal fami abadan.” Tapi dia tidak boleh melakukan itu di bibir, di mulutnya. Yang boleh itu alal jabha airas di kepala atau di kening. Kemudian disebutkan dalam kitab yang lainnya ucapan yang sama. Adapun di kitab almusu al fiqhiyah disebutkan lajuzuuli takbuju rajul yadii minhu wadika wqul marati lil marah wal muanaqah waumatulabdani wahwiha walika alj syahwah disebutkan dalam kitab ini tidak diperbolehkan seorang lelaki mencium um mulutnya laki-laki yang lain atau mencium tangannya atau mencium mencium sesuatu di tubuhnya. Begitu pula wanita
(11:11) dengan wanita tidak pula memeluk dan mendekapnya atau yang sepertinya. Itu semua tidak diperbolehkan apabila dilakukan dengan syahwat tanpa ada khilaf di antara para ulama. Jadi kalau mencium memeluk dengan syahwat maka diharamkan. Ammaikairil. Tapi kalau menciumnya itu tidak di mulut.
(11:49) Dan tujuan mencium adalah berbuat baik, menunjukkan kasih sayang, memuliakan ketika berjumpa atau ketika berpisah. Maka hal itu tidak mengapa. Dan apalagi kalau anak kecil ya, Rasul sallallahu alaihi wasallam sangat pengasih kepada anak-anak kecil. Maka ini menjadi pelajaran buat kita jemaah. Tunjukkan kasih sayang. Dan di antara bentuk kasih sayang itu adalah dengan mencium tapi dengan syarat aman dari fitnah.
(12:24) Karena kita tahu setan tidak akan pernah tidur siang. Dia akan terus menggoda baik itu antara laki-laki sama laki-laki, antara wanita dengan wanita. Dan Nabi alaihialatu wasalam beliau ketika melihat Fatimah datang umpamanya beliau akan menyambutnya, berdiri, menciumnya kemudian juga me mengganding tangannya Fatimah radhiallahu taala anha.
(13:06) Dan dilihat dari hadis ini memang Fatimah tidak mencium tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang disebutkan ya menciumnya, mencium Fatimah radhiallahu taala anha. Adapun berkaitan dengan mencium tangan, maka kita akan baca di hadis selanjutnya. Tib. Eh, kita akan masuk ke bab selanjutnya, bab 44. Babu takbilil yatad. Bab berkaitan dengan mencium tangan.
(13:53) Kita lihat tradisi dan budaya dari satu tempat ke tempat lainnya mungkin ada sedikit perbedaan. Nah, di sini bab takbilulat al Imam Bukhari menyebutkan sebuah hadis ya. Beliau mengatakan, “Qala haddasana Musa qala hadasana Abu Awanah an Yazid ibin Abi Ziyad an Abdurrahman ibin Abi Laila an ibni Umar q kunna fi gazwatin faasu haatannaq nabi shallallahu alaihi wasallam waq farna fazalat illa mutaharifanqitalin faqna laqtimul madinah ahadunlim nabiu shallallahu alaihi wasallam min shatil fajrina nahnul farun
(14:55) q antumul akkarun faqabbalna yadahu qala ana fiatukum subhanallah jemah di hadis ini hadis abd Abdullah bin Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu di mana disebutkan bahwa Abdullah bin Umar diutus oleh Nabi alaihialatu wasalam dan para sahabat lainnya dalam satu peperangan. Lalu karena kondisi peperangan yang tidak imbang, akhirnya pasukan ini lari menghindar dari pasukan musuh.
(15:54) Akhirnya mereka mulai berpikir bagaimana kita akan berjumpa Nabi alaihialatu wasalam. Sedangkan kita telah kabur dari medan perang. Sebenarnya tidak terjadi kabur ya. Mereka berusaha menghindar untuk menyusun strategi ulang. Dan turunlah firman Allah azza waalla di surah Al-Anfal ayat 16. Ya, kita akan baca surah Al-Anfal ayat 16 ini. Allah azza waalla mengatakan, di ayat 15 Allah mengatakan, “Ya ayyuhalladzina amanu idza laqitumulladina kafaru zahfan fala tuwalluhumulbar.
(16:59) Kata Allah azza waalla, “Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian berjumpa dengan musuh-musuh kalian dari orang-orang kafir, maka janganlah kalian kabur memberikan punggung kalian kepada mereka, kepada musuhnya.” Wam yuallim yaumaidin dubur. Dan barang siapa yang kabur dari medan perang kecuali seorang yang sedang menyusun strategi untuk menghadapi musuh.
(17:38) Jadi dia pura-pura kabur au mutahyizan ila fiatin atau dia kaburnya dalam rangka bergabung dengan kelompok yang lain demi untuk menghadapi musuh dengan kekuatan yang lebih baik lagi. Maka orang yang seperti itu, faqad baa bigadabin minallah wahu jahanam. maka dia termasuk orang yang akan mendapatkan murka Allah azza waalla dan tempatnya adalah neraka jahanam dan seburukburuknya tempat kembali tayib.
(18:18) Akhirnya mereka bingung untuk mengambil sikap. Sebagian mengatakan la naqdimul madinah kita enggak usah balik ke kota Madinah. Fala yarona ahad. Ya, jangan sampai kita kelihatan orang-orang termasuk pasukan yang kabur gitu loh. Ternyata tadi turun firman Allah bahwa hal itu enggak apa-apa. Faqulna lau qadimna. Bagaimana kalau kita pulang aja gitu loh.
(18:47) Akhirnya mereka pulang di malam hari. Fakarajan Nabiu shallallahu alaihi wasallam min shatil fajar. Nabi keluar dari salat subuh. Qulna kami ini akhirnya menjumpai Nabi sallallahu alaihi wasallam sambil berkata, “Nahnul fararun. Kami adalah pasukan yang kabur ya Rasulullah.
(19:16) ” Tapi ternyata Nabi alaihialatu wasalam mengatakan, “Antumul akkarun.” Kalian adalah pasukan yang akan memperkeruh musuh. Kalian adalah pasukan yang akan kembali menyerang musuh. Dan Nabi alaihialatu wasalam mengatakan, “Ana fiatukum.” Aku kelompok kalian tempat kalian balik gitu untuk kemudian kembali menyerang musuh.
(19:41) Akhirnya para sahabat mengatakan apa? Karena gembiranya mereka dengan apa yang telah dikatakan Nabi alaihialatu wasalam yang sebelumnya mereka khawatir dan cemas lalu mereka mencium tangan Nabi alaihialatu wasalam. Tib. Ini hadis secara sanadnya dif. Tapi ada hadis-hadis lain yang sahih yang menguatkan bahwasanya mencium tangan Nabi alaihialatu wasalam. Enggak apa-apa.
(20:09) Mencium tangan orang saleh tidak mengapa. Tapi ternyata hal itu bukan sesuatu yang menjadi budaya para sahabat setiap kali berjumpa dengan Nabi alaihialatu wasalam. Di hadis yang selanjutnya, al Imam Bukhari membawakan sebuah asar dari Salamah ibn Aqwa ya. Beliau mengatakan, “Haddasana Ibnu Abi Maryam qala haddasanaf bin Khalid qala haddasani Abdurrahman bin Razin qala marabad faqilana hauna Salamah ibnul Aqwa.
(20:47) ” Abdurrahman bin Razi berkata, “Suatu hari kita melewati Rabadah.” Rabadah. Rabad ini salah satu tempat ya tidak jauh dari kota Madinah. Di situ tinggal Salam ibnu Aq. Faata ketika dikatakan di sini ada sahabat Nabi gitu namanya Salam Aqwa. Faatainahu. Maka kami datang menjumpai Salamah. Ibnul Aqwa.
(21:19) Selama Ibnu Aqwa ini salah satu sahabat yang terkenal sebagai pelari cepatnya para sahabat. Dia pernah menyerang satu musuh atau sebuah pasukan yang mengambil unta-unta Nabi sallallahu alaihi wasallam sendirian. Kemudian kami mendatangi salam dan takwa. Kami mengucap salam kepada dia. Faakraja y. Kemudian dia keluarkan kedua tangannya. Mungkin terjadi obrolan.
(21:54) Mereka kepengin melihat tangannya Salman bin Awa lalu dikeluarkan tangannya. Dia berkata, “Bay’tu bihaini Nabi Allah sallallahu alaihi wasallam. Dengan kedua tanganku ini aku membaiat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Nabi Allah Muhammad sallallahu alaihi wasallam.” Kata Abdurrahman ibin Razid, “Faakhraja kafan lahu dhman kaahu kafu bair.
(22:21) ” Dia mengeluarkan kedua tangan yang besar, jemaah kuat tangannya, jemaah bahkan disebutkan seperti telapak tangannya unta dari besarnya. Maka kami bangkit menuju kedua tangannya. Faqobbalnaha. Dan kami menciumnya, mencium tangannya selama Ibnul Aqwa radhiallahu taala anhu. Kemudian di asar selanjutnya Imam Bukhari mengatakan, “Haddasana Abdullah bin Muhammad qala haddasana ibn Uyainah an ibni jud’an qala tsabit lianas amasastan Nabi shallallahu alaihi wasallam biyadika qala naam faqobbalnaha.
(23:09) ” Ditanya ini anhas oleh muridnya Tsabit Albunani, “Apakah engkau pernah menyentuh Nabi sallallahu alaihi wasallam atau menyentuh tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam?” Kata Anas bin Malik, “Iya, akhirnya Anas mengatakan ee iya.” Dan murid-muridnya akhirnya berebut mencium tangan Anas bin Malik radhiallahu taala anhu. Tapi asar ini dif.
(23:41) Ahibati fillah, berkaitan dengan mencium tangan. Ya, tadi sempat disinggung bahwasanya mencium tangan itu bukan tradisi dan budaya para sahabat yang berlaku pada saat itu. Mereka mencium tapi bukan sesuatu yang tiap hari mereka lakukan itu. Al Imam Ahmad bin Hambal pernah ada seorang yang namanya Ali bin Abdul Somad at Thayalisi.
(24:14) Aku menyentuh dengan kedua tanganku Imam Ahmad bin Hambal. Lalu beliau tangannya ya tangannya diambil mau dicium sama orang ini. Imam Ahmad melihat kemudian marah beliau. Beliau tarik tangannya sambil mengatakan, “Amman aktum h dari mana kalian mengambil budaya dan tradisi ini?” Ternyata hal itu tidak menjadi kebiasaan.
(24:47) Sebagian ulama menyebutkan ya wa ibtida linas kebiasaan mengulurkan tangan kepada orang kepada orang untuk dicium. Disebutkan bahwasanya ulama terdahulu itu melarang hal itu tanpa ada perselisihan. Artinya memang memberikan sengaja memberikan tangannya kepada orang-orang agar orang mencium. Tapi kalau orang itu yang mau mencium beda.
(25:18) Kita salaman berjabatan tangan, tapi dia mau mencium tangan kita, maka hal itu diperbolehkan. Tapi kalau dia memang sengaja memberikan tangannya kepada orang agar orang berebut mencium tangannya, hal itu bukan satu hal yang dianjurkan dan dilakukan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Maka akhirnya muncul beberapa arahan ya berkaitan dengan mencium tangan ini.
(25:50) Yang pertama tidak dijadikan hal itu sebuah kebiasaan. Artinya hal-hal yang jarang terjadi enggak ada masalah sekali-kali engkau melakukan itu. Adapun kalau memang kau melakukan itu kepada orang tua karena memang itu menjadi budaya dan bentuk penghormatan kepada orang tua, enggak ada masalah insyaallah. Karena memang budayanya seperti itu.
(26:16) Kemudian yang kedua, jangan sampai mencium tangan itu membuat orang yang dicium tangannya jadi GR. kemudian menyombongkan diri. Karena ada orang-orang yang memang memberikan tangannya ketika enggak dicium dia akan marah umpamanya. Dan ingat hendaklah mencium tangan itu bukan karena dunia seseorang tapi karena menghormati ilmunya karena dia sesepuh ya.
(26:46) Sebagaimana yang telah terjadi di masa Nabi alaihialatu wasalam. Para sahabat tidak selalu mencium tangan Nabi alaihialatu wasalam. Tib. E kemudian di bab selanjutnya bab takqbilir rajuli. Bab ini berkaitan dengan bab takbilir rijil ya. Bab tentang mencium kaki. Apakah hal itu diperbolehkan? Al Imam Bukhari di sini menyebutkan sebuah hadis.
(27:39) Beliau mengatakan, “Haddasana Musa ibn Ismail qala haddasana mathar ibnu Abdurrahman Alanaq. had imatun min abdilis yah umu aban ibnul wa jadhana jadhazari amir qimna faqila rasulullah shallallahu alaihi wasallamijah bismillah Tayib. Di bab ini disebutkan bahwa kakeknya Ummu Aban yang bernama Zahri bin Amir berkata, “Kami datang.
(28:45) ” Ini waf Abdul Qais ya datang ke kota Madinah untuk membaiat Nabi alaihialatu wasalam. Akhirnya mereka setelah sampai dikatakan kepada mereka itu Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mereka datang berebut mengambil kedua tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam dan kedua kakinya. mereka menciuminya. Hadis ini secara sanad daif, tapi ada beberapa hadis yang lainnya yang disahihkan oleh sebagian ulama diperbolehkannya mencium kaki bukan sujud. Beda sujud dan mencium kaki.
(29:43) Tapi mereka yang mendaifkan hadis ini, maka mereka mengatakan hal itu tidak diperbolehkan. Bab. Kemudian di hadis yang selanjutnya ada sebuah asar. Imam Bukhari mengatakan, “Haddasana Abdurrahman ibn Mubarak qa haddasana Sufyan ibnu Habib qala haddasana Sybah qatana Amrakwan an Suhaib qala raitu aliyan yuqabbilu yadal abbas warijai.
(30:23) ” Ya, ini juga ada sebuah asar yang sanadnya diif dari Suhaib radhiallahu anhu. Dia berkata, “Aku melihat Ali bin Abi Thalib mencium tangannya Abbas dan kedua kakinya.” Ali mencium tangan pamannya dan kedua kakinya. Dan kembali kepada keabsahan hadis ini. Walaupun ada sebagian ulama yang mensahihkan hadis berkaitan dengan mencium kaki, tapi itu bukan sebuah budaya dan tradisi yang dilakukan dan biasanya dilakukan oleh orang-orang kampung yang mereka baru pertama kali datang ke Kota Madinah ya. Dan akhirnya mereka terbawa ee emosi ya karena kerinduan mereka
(31:22) kepada Nabi alaihialatu wasalam. Kemudian mereka melakukan hal itu. Tapi intinya masalah ini adalah masalah yang diperselisihkan oleh para ulama ber kaitan dengan keabsaan hadisnya. yang melihat hadis itu sahih, maka mereka membolehkan seperti seorang anak ya mungkin ketika dia duduk memijat kaki ayahnya atau kaki ibunya bamanya yang sedang sakit kemudian dia cium kaki ibunya maka hal itu menurut sebagian ulama tidak mengapa. Barakallahu fik. Mungkin itu yang dapat kita kaji pada kesempatan kali ini. Kita
(32:07) masuk ke sesi tanya jawab. Ana kembalikan ke teman-teman di studio Rajab Pusat. Jazakumullah khairan. Barakallahu fikum. Jazakallahu khairan. Kami sampaikan kepada Ustaz Dr. Syafiq bin Riza Basalamah, MA. hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian malam hari ini langsung dari studio di STDI Imam Assyafi’i di Jember, Jawa Timur. Dan berikutnya kita memasuki sesi tanya jawab.
(32:39) Anda dapat berpartisipasi pemirsa dan pendengar semua dengan mengirimkan pertanyaan melalui pesan WhatsApp di nomor 0218236543 dan juga Line interaktif di nomor yang sama. Baik, kita angkat pertanyaan pertama dari hamba Allah yang tidak disebutkan namanya. Izin bertanya, Ustaz. Saya menikah dengan seorang janda yang memiliki dua anak, Ustaz.
(33:07) Yang ingin saya tanyakan, Ustaz, apakah wajib saya sebagai suami memberi nafkah kepada anak sambung dari istri? Kemudian yang kedua, bagaimana hukumnya untuk istri yang selalu merasa kurang dengan nafkah yang diberikan suami dan membanding-bandingkan dengan mantan suaminya dulu? Tafadol, Ustaz. Masyaallah. Barakallah fikum. Nam ahibati fillah ya.
(33:44) belajar ilmu sebelum menikah itu penting. Mempersikan diri sebelum menjalani rumah tangga menjadi syarat agar kehidupannya harmonis. Kalau pertanyaannya, apakah wajib seorang suami memberikan nafkah kepada anak istrinya? Enggak. Yang wajib memberikan nafkah kepada itu anak adalah kedua orang tuanya, afwan, bapaknya.
(34:30) Bapaknya yang wajib memberikan nafkah kepada anaknya. Kalau tadi janda cerai, kalau ternyata dua anak itu anak yatim, maka di sini Rasul sallallahu alaihi wasallam memberikan sebuah arahan agar kita memperhatikan anak-anak yatim. Bahkan Nabi menyampaikan, “Ana wafilul yatim kahain.” Aku bersama seorang yang merawat anak yatim seperti ini kedudukannya.
(35:09) Beliau memberikan ee mengisyaratkan kepada jari telunjuk yang dari tengahnya. Tapi kalau bicara kewajiban enggak ya, bukan kewajiban seorang suami untuk memberikan nafkah kepada anak istrinya. Adapun berkaitan dengan tadi bagaimana menghadapi istri yang suka membanding-bandingkan dengan mantan suaminya yang terdahulu.
(35:41) Kemudian juga dia tidak qanaah. dengan apa yang diberikan oleh suaminya yang sekarang ini. Ada sebuah nasihat ya, ana kepengin nasihat ini didengar oleh para wanita ya. Karena tahun 2025 ini atau 2024 yang lalu dan kita sudah mau berakhir ya di 2025 ini disebutkan jumlah pernikahan semakin menurun ya dan jumlah perceraian semakin meninggi.
(36:24) 400.000an dibuat yang bercerai 77% itu adalah gugatan cerai dari istri. Ada seorang wanita di masa jahiliah sebelum Islam namanya Ummu Alkhansa. Dia memberikan nasihat kepada putrinya. Nasihatnya panjang sekali. Di antara yang beliau katakan, beliau mengatakan kepada putrinya, “Jagalah 10 perkara, niscaya suamimu akan menjadi simpanan kebaikan dan kemuliaan untukmu.
(37:16) ” Jadi, teman hidup yang dapat mengantarkan kepada kebahagiaan dan kedamaian. Yang pertama ini berkaitan dengan pertanyaan tadi tentang suami yang tidak qanaah, yang suka membanding-bandingkan. Nasihat yang pertama, temanilah dengan rasa cukup menerima qanaah dan pergaulilah ia dengan baik melalui pendengaran dan ketaatan. Artinya sam’ina wa atna.
(37:47) Jadi istri harus memiliki qanaah. Karena kalau dia enggak punya qanaah ya udah dia tidak akan pernah berterima kasih kepada suaminya. Sebanyak apapun yang dia bawa dia tidak akan qanaah. Dan qanaah ini adalah kanzun la yafna. harta simpanan yang tidak ada habisnya. Nabi alaihiatu wasalam mengatakan, “Rimaallahuas.
(38:20) ” Ridalah engkau dengan apa yang Allah berikan kepadamu. Engkau akan menjadi orang yang paling kaya di muka bumi ini. Bagaimana cara mencapai qanaah? Tadi kan suami dapat istri yang suka banding-bandingkan yang kemudian dia juga tidak terima dengan apa yang diberikan oleh suami barunya ini. Maka cara agar istrimu menjadi orang yang kau naah.
(38:45) Bawalah dia ke tempat-tempat bencana. Bawalah dia menjenguk orang-orang yang sakit parah. Berangkatlah bersama dia ke rumah orang-orang miskin, orang-orang terlantar, orang-orang yang rumahnya hampir ambru, orang-orang yang dikasih penyakit agar dia bersyukur. Nabi alaihialatu wasalam mengatakan, “Unzuru ila man hua asfala minkum wala tanzuru ila man hua fauq.” Lihatlah kepada yang di bawah kalian.
(39:21) Jangan melihat kepada yang di atas kalian. Kalau ini perempuan melihat kepada yang di atasnya fulana atau dia membandingkan suaminya dengan fulan dan fulan atau mantan suaminya, dia enggak akan pernah bersyukur dan hidupnya akan terus menderita dan sengsara. Kalau mau membandingkan, bandingkan dengan yang di bawah. Tapi kalau engkau ingin menderita, maka bandingkan dirimu dengan yang di atas.
(39:47) Karena perbandingan itu biasanya selalu tidak fair. Dia akan melihat yang terbaik di orang yang dibandingkan dengan yang terburuk yang ada di suaminya. Maka enggak fair suamimu alhamdulillah mau menjadi suami dalam kondisi engkau janda umpamanya dan punya dua anak maka tolong hargai.
(40:16) Tapi karena yang bertanya suaminya, maka nasihat ana kepada sang suami, “Berusahalah engkau untuk senantiasa mendoakan istrimu, berbuat baik kepada istrimu, dan bawalah dia ke tempat-tempat perbandingan yang disyariatkan agar dia pulang bersyukur dan menerima dirimu apa adanya.” H wallahuam bawab. Jazakallahu khairan ustaz atas nasihat dan penjelasannya.
(40:47) Dan berikutnya Ustaz kembali kita angkat pertanyaan melalui pesan WhatsApp juga dari hamba Allah yang tidak disebutkan namanya. Ustaz izin bertanya apakah boleh ketika anak kecil mencium tangan yang lebih tua dan orang yang lebih tua ini membalasnya dengan mencium tangan anak kecil tersebut? Ustaz jazakallahu khairan. Tafadol ustaz. Masyaallah. Barakallah fik. Ya.
(41:20) Apakah boleh anak kecil mencium tangan yang lebih tua? Yang temuk yang tua kemudian membalas mencium tangan anak tersebut enggak masalah. tadi sudah disebutkan bahwasanya ada budaya dan tradisi selama itu bukan ee bukan sesuatu yang dapat menimbulkan syahwat ya tadi disebutkan maka insyaallah tidak masalah walaupun tadi sebagian ulama menyebutkan kalau bisa jangan dijadikan kebiasaan tapi kalau memang di tempat itu penghormatannya dengan mencium tangan, maka insyaallah enggak masalah di tempat lain penghormatannya dengan mencium kepala umpamanya. Ya, itulah yang
(42:00) dilakukan dalam rangka menghormati. Dan seorang yang mencium tangan anaknya atau tadi yang anak yang kecil ya atau dia mencium anak ini juga bukan hanya mencium tangannya, mencium keningnya, insyaallah hal itu akan menumbuhkan cinta dan kasih sayang di antara mereka dengan catatan tadi tidak ada syahwat.
(42:24) Tapi kalau engkau khawatir jangan. Karena ada orang-orang yang mencium anak kecil ternyata dia menciumnya dengan syahwat. Kemudian muncullah berbagai macam ee tindakan kejahatan terhadap anak-anak kecil. Ya, maka para orang tua atau orang-orang dewasa yang khawatir dia tergoda, maka jangan dekat-dekat dengan bab ini. H. Wallahuam.
(42:56) Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan untuk berikutnya kita angkat penanya meli interaktif di 0218236543. Kami persilakan. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana? Insyaallah di pondok. Baik. Silakan. Cerita tentang makanan. Kalau makanan itu aja merupakan itu beras atau itu nasi satu. Mohon maaf, Ibu.
(43:28) Mohon agak diangkat suaranya. Ee ini tentang makanan kan kalau satu butir katanya kalau terbuang itu ada pasti ada hisabnya. Apalagi banyak butir, Ustaz. Jadi kalau di sini kalau kalau musim-musim ee tradisi atau bidah itu sampai kebuang-buang, Ustaz? Iya. ee dikasihkan ke ana suruh suruh kasihkan ke ayam itu ayam terlalu keseringan jadi enggak kemakan juga ustaz gitu sampai kaki di ee di tanah begitu ustaz. Baik.
(44:03) Ee ini bagaimana ee sebagai sana ini ya mau diemanakan sedangkan ee ayam-ayam itu sudah enggak mau lagi gitu ustaz. Jadi terlalu ee selalu kekeringan gitu, apalagi yang sudah rusak kayak yang lembek-lembek itu ee nasinya itu bagaimana, Ustaz? Baik. Insyaallah sudah cukup tertangkap. Insyaallah pertanyaannya ana termasuk dihisab, Ustaz. Mohon penjelasan jazak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(44:29) Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tafadal ustaz. Barakallahu fika. Iya, pertanyaan yang menarik jemaah ya tentang membuang makanan. Makan itu ada dua. Pertama, makanan yang masih layak untuk dimakan. Yang kedua, makanan yang sudah rusak. Berkaitan dengan makanan yang layak dimakan, jangan dibuang. Maka bagikan. Dan di sini tugas kita ya, jangan sampai ada makanan yang disimpan sampai rusak. Kita akan dihisab.
(45:15) Kenapa engkau sampai rusak gitu? Padahal banyak orang-orang yang membutuhkan makan. Sedangkan engkau menyimpan makanan sampai makan itu membusuk. Karena sebagian mau berbagi enggak mau, mau disimpan, mau dimakan, belum waktunya makan, masih kenyang. Akhirnya rusak makanannya. Maka tolong kalau engkau punya makanan dan sudah tahu makan itu lebih ya buah engkau punya buah buah ini enggak habis jangan sampai engkau simpan sampai busuk padahal dia layak untuk dimakan sebenarnya tapi gara-gara kecintaan kepada dunia sehingga barang tersebut harus masuk ke tempat sampah. Tapi kalau ada orang yang lupa, enggak
(46:00) sengaja, lain lagi. Karena kita sudah berdoa memohon kepada Allah, Rabbana la tuakhidna inn nasina a akna tib dengan makanan yang sisa makanan sekarang ya. Kalau tadi dikatakan ayam itu sudah kekenyangan gitu ya, boleh jadi ayamnya enggak banyak, tapi kalau ayamnya banyak mungkin berapa banyak pun akan dimakan sama ayam-ayam tersebut ya.
(46:27) Mungkin makanan itu bisa dikeringkan. Ana lihat ya di kampung itu masyaallah masyarakat itu masih menghormati makanan. Jadi mereka kalau ada makanan, ada nasi yang enggak habis, mereka akan jemur, mereka akan keringkan. Biasanya disebut dengan karak ya. Dikeringkan itu ternyata bisa dijual atau diberikan kepada ee ayam-ayam atau bebek.
(47:00) Tapi yang jelas tadi, usahakan kita tidak membuang makanan kalau memang tersisa ya enggak habis. Karena kadang kala dikasih sama orang kita makannya cuma setengah sedangkan ini kasih satu. Maka usahakan makanan itu dimanfaatkan untuk makanan binatang-binatang yang tadi dan tidak dibuang. Kalaupun bisa dibagikan dan masih bisa dinikmati bersama-sama, maka silakan dinikmati bersama-sama.
(47:26) Bicara hisab, Allah azza wajalla mengatakan, tusalunna yaumidin naim. Engkau akan ditanya pada hari kiamat tentang semua nikmat yang diberikan kepadamu. Dan Allah juga mengatakan barang siapa yang berbuat kebaikan sebesar semut maka dia akan mendapati balasannya. Begitu pula sebaliknya.
(47:55) Barang siapa yang berbuat kejahatan sebesar semut itu, dia akan mendapati balasannya. H wallahuam bab na. Jazakallahu khairan Ustaz atas penjelasannya dan masih kita akan angkat pertanyaan melalui telepon Ustaz masih di 0218236543 kami persilakan. Iya sudah masuk silakan. Iya. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Dengan siapa? Di mana Bapak? Dengan Iskandar di Depok. Baik silakan. Iya.
(48:39) Barakallahikun atas ilmunya yang diing Pak Ustaz dan tim. Pak Ustaz mau nanya ya. Ee sekarang ini kan kayak ada semacam ilmu apa itu namanya? Hipnotis ya. Hipnotis yang biasa dipakai untuk apa namanya? memberikan keberanian kepada orang-orang tertentu terhadap ee ketakutan takut dengan kecoa, cicak atau binatal lain. Heeh.
(49:07) Tapi ee dalam saya apakah itu termasuk sihir ya atau gimana, Pak Ustaz? Hipnotis itu sebetulnya. Baik. Iya. Baik. Jazakallahu khairan Bapak atas pertanyaannya. Kasih Pak Ustaz. Jazakumullah khairan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tafadol ustaz. Barakallahu fikum. Nambati fillah, bicara tentang hipnotis ya atau kalau bicara yang buat kesehatan ya, hipnoterapi ana melihat memang ada yang pro, ada yang kontra juga.
(49:51) Jadi ee yang perlu dilihat sebenarnya apa media yang dilakukan dalam melakukan hipnotis itu. Apabila sihir yang dilakukan mereka menggunakan ee jin umpamanya, maka tentunya hal itu ee dilarang ya. Tapi kalau ini sesuatu yang secara medis memang terbukti bisa dilakukan di mana ee dokter itu menanyakan sesuatu kepada dia ya sekali lagi tadi tidak menggunakan ee klinik ya mistik seperti yang dililakukan sebelumnya. Sebagian ulama ee membolehkan hal itu.
(50:47) Ini kalau bicara hipno terapi ya yang dilakukan oleh beberapa medis atau beberapa ee dokter umpamanya maka kembali kepada sebenarnya apa yang media digunakan. Tapi kalau di situ ada unsur sihir umpamanya atau ada unsur meminta kepada selain Allah azza waalla ya. Karena boleh jadi ilmu ini ee ilmu yang datangnya dari orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.
(51:25) Sehingga di situ ada yang mengatakan mengambil kekuatan dari bumi ini dan itu ya tenaga-tenaga dalam umpamanya ya. Maka hal itu termasuk yang terlarang. Jadi, wallahuam bawab. Ee mungkin hal itu bisa ditanyakan kepada ustaz yang lainnya. Tapi yang jelas tadi apabila bersandar kepada sihir, apabila kemudian di situ ada unsur-unsur penghambaan kepada selain Allah azza waalla meminta kepada benda-benda, kepada kekuatan-kekuatan yang ada di alam semesta ini.
(51:59) Padahal kita tahu semuanya adalah milik Allah azza waalla. Maka hendaklah hal itu dihindari. H wallahuam bab na. Jazakallahu khairan ustaz atas penjelasannya. Dan kita akan angkat pertanyaan terakhir ustaz di kesempatan malam hari ini melalui pesan WhatsApp dari hamba Allah ingin bertanya terkait dengan adab.
(52:29) Ustaz, saya adalah seorang wanita dan bolehkah saya memakai daster lengan pendek sebelum memakai mukona mukena ketika salat, Ustaz? Tafadul, Ustaz. Masyaallah, barakallah fik ya. Iya. Subhanallah ya. Ini termasuk perhatian seorang muslimah dengan ibadahnya. Bolehkah dia pakai daster kemudian pakai mukenah? Sebenarnya kembali kepada mukenah tersebut. Apabila mukenah itu sudah menutup tubuhnya, artinya ee dia tidak tipis, dia tidak transparan, dia tidak me membentuk tubuhnya, maka enggak ada masalah sebenarnya. Kalaupun umpamanya dia pakai baju yang enggak ada lengannya, bahkan
(53:27) tapi mukenahnya itu menutup auratnya, maka tidak masalah. bagi dia untuk salat dalam ee dalam mukunah tersebut ya. Karena ana lihat sebagian mukenah itu sangat tipis sekali ya. Apalagi mukenah mungkin yang dibuat ee safar ya yang memang diambil dari bahan yang tipis supaya mudah dimasukkan ke tas.
(53:56) Maka tolong dipastikan bahwasanya dia tidak menerawang. Soalnya kadang kala dia salat lehernya kelihatan masih sebenarnya karena tipes-tipisnya tadi mukenah yang dipakai. Kemudian ahibati fillah ya sebenarnya pakaian seorang muslimah itu adalah pakaian yang dia bisa menggunakannya untuk salat. Jadi tidak harus umpamanya tadi kalau ketika dia keluar rumah umpamanya tadi ana sampaikan ada yang bawa mukenah ya untuk salat dia. Seharusnya baju yang dia pakai itu dapat digunakan untuk salat tidak perlu dia ganti baju.
(54:34) Beda kalau tadi di rumah karena di rumah biasanya mereka pakai baju rumahan sehingga ketika dia mau salat dia harus pakai mukenah. Tapi seorang muslimah ketika dia keluar rumah hendaklah pakaian yang dia pakai adalah pakaian yang bisa digunakan untuk salat. H wallahuam baw. Itu jemaah yang bisa kita kaji pada kesempatan kali ini.
(55:00) Semoga apa yang kita pelajari hari ini dapat kita amalkan dalam kehidupan ini. Kita memohon kepada Allah. Allahumf’na bima alamtana waimna ma yanfauna wazidna ilman. Sampai berjumpa kembali. Semoga senantiasa dalam lindungan Ilahi. Ana mohon undur diri. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan jazakallahu khairan kepada Ustaz Dr.
(55:32) Syafiq bin Riza Basalamah, MA. hafidahullahu taala yang telah membimbing kita di kajian malam hari ini langsung dari studio di STDI Imam Assyafi’i di Jember Jawa Timur. Dan kami ucapkan pula jazakumullahu khairan untuk Anda sahabat Roja di mana pun Anda berada. Semoga kebersamaan kita ini mendatangkan ilmu yang bermanfaat.
(55:54) Mohon maaf atas segala kekurangan dan semoga Allah pertemukan kita kembali di kesempatan yang akan datang. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Roja bagi Anda para pemirsa
Leave a Reply