(3) [LIVE] Ustadz Kholid Syamhudi, Lc., | Fiqhul Usrah – YouTube
Transcript:
(00:02) Menar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Ketika Abu Amr bin Hafs mentolak Fatimah binti Qais dengan telak Bain talak tiga. Sebelum selesai masa idahnya sudah ada dua orang yang melamar. Ada Abu Jaham dan Muawiyah bin Abi Sufyan. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.
(00:58) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu wasalamu ala asrofil iya wal mursalin waa alihi wa ashabihi waman tabia bisanin yaumiddin. Amma ba’ ikhwatil Islam rahimani warahimakumullah. Sahabat Roja, pendengar, serta pemirsa TV Roja di mana pun saat ini Anda bisa menyimang siaran kami.
(01:28) Kita memuji seraya bersyukur kepada Allah atas segala nikmat dan karunia yang telah Allah limpahkan kepada kita semuanya sehingga di kesempatan pagi hari ini kita dapat membuka hari dan berjumpa kembali mengawali aktivitas kita dengan menyimak program Fikhul Usrah yang insyaallah akan disampaikan oleh guru kita Ustaz Khalid Samudi Alsih hafidahullahu taala. Selawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan serta tercurahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk keluarganya, untuk para sahabatnya dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman nanti. Dan alhamdulillah Ustaz telah berkenan untuk meluangkan waktunya
(02:06) di tengah-tengah kesibukan beliau di dalam berdakwah dan mengajar untuk hadir kembali di studio kami di studio RJA 2 untuk menyampaikan program Fikrul Usra ini. Sebelum kita mulai kita akan sapa terlebih dahulu beliau yang telah hadir. Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ahlan bikum jamian. Gimana Ustaz? Sehat Ustaz? Alhamdulillah.
(02:26) Alhamdulillahi wasalam. Alhamdulillah. Pada kesempatan kali ini menurut informasi dari Ustaz telah sampaikan, kita akan membahas mengenai tips bahagia dalam rumah tangga Ustaz. Iya, karena ini yang ceria sama semua orang yang ingin bahagia rumah tangga. Nah, seperti apa dan bagaimana penjelasan dari Ustaz nanti? Marilah kita simak kajian ISAT lagi.
(02:49) Namun sebelumnya kami ingatkan untuk Anda yang bertanya seputar pembahasan, silakan Anda bisa menghubungi nomor kami atau mengirimkan melalui pesan singkat WhatsApp di nomor 0218236543. Selanjutnya kepada Ustaz kami persersilakan falatafadal maskur ya ustaz. Alhamdulillahiabbil alamin wasatu wasalamu ala asrofiliya wal mursalin nabina Muhammad waa alihi wasbihi ajmain. Amma ba’du.
(03:21) Kaum muslimin rahimakumullahu taala, pendengar dan juga pemirsa Raja di antum berada. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala yang mudah kita untuk bisa kembali belajar dan menjadikan ilmu sebagai pembuka semua kebaikan. Alhamdulillah kebahagiaan adalah perkara yang sangat kita inginkan. Semua ingin bahagia. semua ingin mendapatkan dan meraihnya baik bahagian dunia nanti di dalam barzakh maupun nanti di akhirat kelak.
(03:55) Sebuah perkara yang sangat indah bila kita dapatkan namun tidak mudah untuk di gapai. Oleh karena itu perlu kita ketahui bersama bahwasanya kita hidup di dunia ini adalah sementara ya. Dan yang kita dapatkan ada tiga hal. Yang pertama mendapatkan yang kita sukai. Yang kedua mendapat kita sukai.
(04:26) Yang ketiga ada kekurangan penyimpangan ataupun ketidakbenaran kita dalam bersikap dan berbuat. Rumah tangga sama kayak kehidupan. Ia adalah ibarat sebuah kehidupan yang ada dalam ruang yang lebih kecil daripada kehidupan kita sehari-hari. Sebuah kehidupan yang ada di sana, istri, anak-anak, dan juga para kerabat dekat ya yang mendukung dan diharapkan mampu mendorong kita menjadi orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa taala.
(05:04) Nah, agar kita bahagia dan rumah tangga tentunya kita lihat pertama kita mesti merasakan kenikmatan, kemudahan, kebahagiaan, kesenangan ya di dalam rumah tangga kita. Ini pasti terjadi dan kita harus mampu menyikapi dengan benar. Dan kadang-kadang banyak letupan-letupan ya, kekurangan, kemudian juga pertikaian dan lain sebagainya ya. Ini yang kita sukai ya ada di rumah tangga kita.
(05:36) Sehingga kita harus menikapi dengan benar dua hal tersebut. Maka yang pertama adalah kita bersyukur p Allah subhanahu wa taala karena ya itulah kunci kita bahagia ketika mendapatkan kenikmatan p Allah subhanahu wa taala dan juga kita bersabar ketika kita mendapatkan kekurangan ya ketidaknyamanan ataupun hal-hal yang menjengkelkan ataupun hal-hal yang kita tidak kehendaki. Maka kita perlu bersabar.
(06:07) Maka orang yang mampu bersyukur ketika diberikan nikmat Allah Subhanahu wa taala dalam rumah tangganya dan mampu bersabar atas cobaan rumah tangganya maka dia akan bahagia. Namun ada hal yang ketiga yang juga itu penting bagi kita untuk kita ketahui bahwa tidak ada manusia yang sempurna sehingga terkadang tidak mampu bersyukur dengan benar dengan sempurna. Terkadang tidak mampu sabar dengan sempurna.
(06:37) Bahkan kadang-kadang kita itu salah, berbuat salah dan dosa. Ya, yang ini adalah perkara yang susah dihindar oleh setiap manusia. Kata Nabi, “Bani Adam khat semua bani Adam itu berbuat salah wabun.” Dan yang tertubat Allah Subhanahu wa taala. Maka yang ketiga adalah perlu kita mudah meminta maaf, mudah memaafkan, mudah beristigfar dan bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala.
(07:12) Karena pelanggaran itu muncul mungkin hubungan dengan hak-hak Allah subhanahu wa taala, maka kita beristigfar dan bertobat kepada Allah subhanahu wa taala. Dan kadang-kadang ia bersifat hubungan dengan manusia. Kita harus minta maaf dan siap juga memaafkan. Sehingga dengan tiga hal ini kita akan bahagia rumah tangga kita. yaitu kita bersabar ketika ada ujian dalam tangan kita.
(07:34) Tidak impulsif, tidak mudah marah, tidak mudah merespon dengan cepat, harus bersabar, melihat yang terbaik dalam mengatasinya. Dan ketika dapatkan hal yang mudah, yang nikmat, kita harus bersyukur kepada Allah Subhanahu agar Allah menjaga nikmat tersebut. Para ulama dahulu ya itu menamakan syukur dengan hafid.
(08:03) Menamakan syukur dengan dengan hafid karena dia menjaga nikmat yang ada ya. Sehingga orang yang mendapatkan nikmat dari Allah Subhanahu wa taala misalnya dapat istri yang salehah maka harus menjaganya dengan bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. ya dengan cara bagaimana kita harus meyakini itu sebagai nikmat yang Allah ee anugerah pada kita semua.
(08:27) Allah yang memberi ya bukan karena kita yang pantas mendapatkannya. Yang kedua, memuji Allah Subhanahu wa taala atas hal tersebut dan menjaga sak istri agar taat bersama kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka kita akan bersyukur dengan demikian. Maka Allah menjaga nikmat ini sampai hari kiamat nanti.
(08:53) Artinya Allah menjaga nikmat-nikmat orang yang bersyukur. Karena Allah berfirman, “Lain syakartum laajannakum.” Bila Anda itu bersyukur maka Allah akan menambah. ya akan menambah artinya mempertahankan yang sudah ada dan memberikan yang belum ada sehingga dengan syukur kita bisa menjaga kebahagiaan rumah tangga kita yang kita peroleh dan ternyataannya memang demikian.
(09:29) Allah uji manusia itu dengan kenikmatan, dengan kemudahan, kesenangan, tapi juga menguji manusia dengan kesedihan, duka, ya, permasalahan. Nah, ini membutuhkan kesabaran. Maka seorang yang bersabar akan menerima ini semua sebagai sebuah ujian Allah Subhanahu wa taala dan berusaha untuk tidak membuat Allah murka ya dengan adanya sikap kita terhadap hal-hal yang tidak diinginkan tersebut.
(10:02) Ya, misalnya dapatkan istri kita misalnya akhlak yang tidak baik, maka kita ingat kita harus sabar. Nah, sebab kata Nabi, laf mukmin mukminatan sakit minha ba’d rad anha ba’dan akar. Janganlah seorang laki-laki itu, suami itu membenci atau meninggalkan atau memisahkan istrinya. Kenapa? karena ia kadang murka dengan satu atau sebagian sifatnya dan akan diri dengan sifat-sifat yang lainnya.
(10:45) Menunjukkan bahwa seorang mukmin ya itu berusaha untuk bersabar menghadapi hal-hal yang tidak disukainya tersebut. Kemudian kekurangan ia dalam menunaikan hak-hak istrinya, kekurangan dalam menaikkan kewajiban dia baik kepada Allah atau kepada sang istri itu harus ditambal dengan istigfar, dengan tobat dan minta maaf. Maka seorang yang ingin bahagia dalam rumah tangganya hendaknya ia banyak bersyukur, banyak bersabar dan mudah meminta maaf. Mudah meminta maaf dan juga mudah memaafkan.
(11:19) Maka siapa yang di rumahnya menggunakan tiga hal ini dalam menghadapi tiga keadaan tersebut, insyaallah akan memperoleh kebahagiaan dalam rumah tangganya. Silakan dicoba, insyaallah hasilnya akan ee nyata biidnillahi taala. Maka sabar menghadapi apapun juga yang tidak mengenakkan dari rumah kita dan bersyukur bila dapatkan yang nikmat dan kemudahan yang ada dan banyak beristigfar, banyak bertobat, banyak juga meminta maaf bila terjadi hal-hal yang tidak benar dan tidak ee sempurna.
(11:58) Demikianlah pernah mengatakan bahwa unwanus saadah tanda bahagia ada tiga. Akara waulara waaba istagfar. Bila diberi dia akan bersyukur. Artinya diberi hal-hal yang disukainya ya. Baik itu kenikmatan, kemudahan dan lain sebagainya. Makanya bersyukur maka akan terjaga ini semuanya dan ada tambah dengan yang lainnya untuk menyempurnakan yang sudah ada tersebut.
(12:34) Dan jika ia diuji ibtila dengan permasalahan apapun juga di rumah tangganya ya maka ia bersabar. Artinya menerima itu sebagai takdirnya Allah Subhanahu wa taala dengan hatinya dan ya ucapan perbuatannya tidak menisi syariat, tidak maksiat kepada Allah Subhanahu wa taala dan dosa adalah hal yang lazim pada manusia.
(13:04) Maka kita banyak beristigfar, banyak bertobat, banyak minta maaf agar sempurna ketiganya dan insyaallah akan dapatkan kebahagiaan dalam rumah tangga kita dengan adanya tiga hal tersebut. Semoga singkat bermanfaat. Wabillah taufik wasalam Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Baik, Ustaz. Jazakallahu khairan wabarakallah fikum. Ustazah.
(13:28) Terima kasih atas tips-tips yang telah disampaikan untuk membina rumah tangga yang bahagia di kesempatan pagi hari ini. Semoga menjadi tambahan ilmu untuk kita semuanya, khususnya dalam rangka kita melewati hari-hari bersama keluarga, istri, dan anak-anak kita. Semoga Allah Subhanahu wa taala berikan nikmat dalam berkeluarga.
(13:47) Dan selanjutnya kita akan berikan kesempatan silakan di 0218236543. Kami akan bacakan dari pesaning telah masuk. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, apa yang harus dilakukan si istri ketika serba salah di mata suami, Ustaz? Ketika suami marah, istri diam, suami malah tambah marah.
(14:13) Ketika istri merayu dan meminta maaf, suami tetap mendiamkan. Syukran. Jazakallahu khairan. Ustaz, silakan. Sikap yang benar adalah bersabar. ya bersabar karena kita belum tahu permasalahannya. Maka biarlah suami itu marah ya dan biarlah dia itu menu menumpahkan yang di milikinya. Kita sabar menanti sampai emosinya berkurang. Dan tanyalah apa yang kurang dari saya dalam hal ini ya.
(14:51) Karena memang pada waktu emosi itu ketika kita membantah ya itu tambah keras emosinya. Ketika kita menjawab belum tentu itu yang diinginkannya ya. Dan ketika kita diam sama itu pun belum dia dia inginkan. Maka dalam hal ini sang istri bersabar. Kemudian mencoba mengetahui ada masalah apa sesungguhnya.
(15:20) Nah, apakah ada hubungan dengan dia atau kadang-kadang enggak ada hubungan dengan dia? mungkin permasalahan di kantornya yang tidak mampu ia lepas sampai ke rumahnya sehingga marmah tanpa sebab atau yang lainnya sehingga berupaya untuk mengerti keadaan suami dan mencoba berk setelah emosinya itu merdeka emosi kita mencampurinya. Sebab kita nasihati jangan marah merasa digurui oleh sang istri.
(15:53) Dan ketika diamkan juga dia marah karena merasa istri enggak merespon permasalahannya. Maka kondisi ini harus disabari. Disabari dalam artian kita lihat kembali bagaimana yang terbaiknya. Biasanya kalau emos sudah turun, sudah hilang emosinya, maka mudah untuk kita ee mengoreksi ataupun mengetahui apa sih yang menjadi sebab marah tersebut.
(16:27) didapatkan bahwa itu adalah karena sikap sang istri, maka segera minta pada sang suami, minta maaf pada sang suami dan bila tidak ada pada dia kesalahan tersebut maka hendaknya ee sang istri membantu suami agar bisa menghilangkan beban yang ada tersebut.
(16:51) Karena biasanya ada beban ada beban stressing yang kuat sehingga membuat dia harus bersikap marah tanpa sebab tanpa kita ketahui apa yang dia inginkan. Maka setelah semuanya beres, semuanya selesai emosinya, maka saya istri bisa bertanya kepada sang suami, “Apa yang saya perbuat salah? Di mana kira-kira yang antum inginkan kalau kondisi seperti itu?” sehingga nanti akan muncul komunikasi yang baik dengan sang suami.
(17:21) Dan saya yakin suami yang baik mudah untuk minta maaf pada sang istri bila ia salah dalam hal ini. Wabillahi taufik. Baik, Ustaz, jazakallahu khairan atas nasihat untuk ibu yang bertanya khususnya dan kita semua yang menyimak pada kesempatan pagi hari ini. Kembali kami akan bacakan masih dari pesan singkat yang telah masuk. Asalamualaikum ustaz. Ee mohon nasihatnya dan izin bertanya.
(17:47) Suami saya kalau marah suka melaknat dan dia suka memutar uangnya agar bisa bertambah dengan cara main judi. Bolehkah saya ajukan cerai dengan alasan itu? Dan kalau saya sedang mengajukan gugatan cerai di pengadilan, bolehkah? Karena saya sudah tidak tahan dengan suami, bolehkah saya keluar rumah kembali ke orang tua saya tanpa izin suami? Saat ini masih sedang perceraian berlangsung. Silakan.
(18:23) Nah, ee memang kita enggak mungkiri bahwasanya judi adalah dosa besar. Nah, dosa besar dan terkadang menghancurkan rumah tangga. Bahkan mungkin saja ya dengan judi itu akan memporak-porak yang kita miliki. Maka bila sang suami demikian keadaannya, Anda ceritakan dan ada madarat kepada Anda dalam hal ini, maka Anda boleh mengajukan cerai karena khawatir adanya madarat kepada saudari karena sifat yang dimilikinya dan juga ee pekerjaan yang dia miliki yaitu senang berjudi. Ya.
(19:10) Dan sebelum gugat cer itu disahkan oleh pengadilan, maka Anda tetap adalah istrinya tidak boleh meninggalkan rumah sang suami. Kecuali bila Anda akan ada madarat misal dipukul atau yang lainnya dianiaya maka Anda boleh meninggalkan rumah. Karena apa? Karena itu adalah bentuk menyelamatkan ee tubuh dan jiwaan ee jiwa Anda dalam hal ini ya.
(19:37) Jadi intinya adalah bahwa pada asalnya sebelum bercerai ya itu masih satu rumah dan tidak meninggalkannya kecuali bila ada hal yang membuat dia madrat bila bertahan di tempat tersebut. Wallahuam bisab. Baik saya terima kasih atas nasihat dan jawabannya. Selanjutnya kami akan berikan kesempatan untuk Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan ini.
(20:05) Silakan kami tunggu di layan telepon 0218236543 sembari Anda ingin mengirimkan pesan singkat WhatsApp silakan. Halo. Silakan dengan siapa? Di mana? Oh, belum terhubung berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Saya dan suami ingin sekali anak-anak saya ini menjadi anak yang saleh.
(20:40) Makanya kami berkes bersepakat untuk menitipkan putra kami ini di pondok pesantren. Karena mungkin kurangnya mandiri anak saya jadi rewel dan tidak betah di pondok. Bagaimana ya, Ustaz? caranya mengkomunikasikan agar anak saya ini bisa betah di pondok dalam menuntut ilmu dan memberikan kebaikan untuk dirinya sendiri. Silakan. Ee semua orang ingin anaknya saleh dan salehat ya.
(21:08) Kenapa? Karena itu yang terbaik dan akan membuat dia bahagia dan banyak cara untuk membuat mereka saleh dan salihat ya. Di antaranya adalah menyekolahkan di pesantren ya. Karena kondisi sekarang memang luar biasa beratnya pendidikan di rumah sangat luar biasa beratnya ya.
(21:35) Banyaknya HP ya yang tidak bisa kita kontrol ya sehingga anak itu ya tidak lepas dari HP ketika di rumahnya. Itu berbahaya bagi dia ya. Apal aktif bermetsos lebih bahaya lagi dalam hal ini. Karena orang yang bermetsos dengan tanpa pengetahuan agama yang baik, mudah tergelincir, mudah tersesat, dan mudah bermaksiat. Kemudian ya ee bila Anda telah memilih pesantren sebagai sebuah ee alternatif ya sarana untuk pendekaan Anda, maka Anda telah memiliki pemahaman yang benar.
(22:15) harus ya ee benar atas pondok yang menjadi tempat anak-anak tinggal di sana. Agar apa? Agar supaya nanti tidak ada ya hal-hal yang negatif yang nanti membuat anak kita itu menjadi enggak betah. Maka komunikasi yang baik deat anak itu dimulai mungkin dengan peneleponan, mungkin dengan pesan-pesan yang baik kepada p kepada mereka sehingga anak itu merasa mendapat perhatian dari sang sang orang tua.
(22:48) N ya kemudian juga mencoba mengetahui siapa kawan-kawan ia di pesantren tersebut. Sebab anak itu biasanya bila ketemu kawan-kawan yang baik, dia akan betah dan tinggal sama yang baik-baik. Tapi kalau kita anak yang agak badung, agak nakal, maka akan membuatnya enggak nyaman pesantren tersebut. Oleh karena itu, bila Anda ingin anak-anak betah di pesantren, maka dimulai dari awal, yaitu memahamkan mereka tentang pesantren.
(23:14) Nah, yang itu adalah sebuah lembaga yang diharapkan bisa menjadi sarana kebaikan bagi anak-anak kita dengan banyak sekali ke ee apa keistimewaannya. di antara adalah menggabung ilmu-ilmu umum dengan ilmu ilmu agama sehingga lebih holistik, lebih menyeluruh tim bank pendidikan di sekolah-sekolah lainnya yang full day ataupun yang di bawahnya yang hanya regular biasa, maka Anda harus bisa memahamkan ia bahwa ia ke pesantren ini untuk membina lebih baik, lebih saleh.
(23:57) Maka ini disampaikan pada mereka ya. Karena orang tua yang tidak banyak bicara dengan anaknya mungkin juga enggak mampu untuk memahami apa yang dimilikinya. Kemudian yang berikutnya adalah mencoba hubungi ee pihak pesantrennya ya sehingga bisa dikonselingkan ya anak itu apa masalahnya sehingga nanti ketemu apa masalahnya.
(24:24) Dia ketahu masalahnya, maka diselesaikan dengan baik-baik agar anak itu bisa berta pondok tersebut. Ya, karena kadang-kadang ia pun tidak betah karena ya ee merasa berat dengan per yang ada ya atau merasa tidak punya harapan ya di pesantren sebagaimana di luar pesantren.
(24:51) Maka harus dipaham keat mereka agar mereka berusaha untuk bertahan di sana. Karena saya yakin orang tua lebih paham tentang kondisi yang ada dan bisa memberikan kepada anak puasa yang benar terhadap pendidikan yang dia miliki. Maka ajaklah ya anak kita berkomunikasi dengan baik. Kenapa kamu enggak betah? Apa karena airnya? Apa karena temannya? Karena makannya atau karena yang lain-lainnya sehingga nanti bisa diberikan apa? Solusi atas permasalahan yang ada.
(25:23) Jadi kita harus memberikan komunikasi yang baik kepada anak-anak kita dengan cara yang baik agar mereka bisa memahami, oh ternyata saya ini dalam ee proses menjadi anak yang baik dengan adanya pondok pesantren yang menjadi tempat dia tinggal untuk sekolah. Wallahuam bisab. Ustaz, terima kasih atas jawabannya dan bimbingannya.
(25:52) Semoga Allah subhanahu wa taala mudahkan ibu yang bertanya agar anaknya betah di pondok dan menjadi anak yang saleh. Amin. Berikut ini kami bacakan kembali pertanyaan dari seorang bapak. Saya seorang suami yang sedang dizalimi di tempat kerja, tidak dibayarkan gaji berbulan-bulan. Jadi berimbas ke keluarga ustaz. sehingga istri selalu bilang dia tidak diberi nafkah, dia jadi sering marah, tinggi egonya, bisa ngomong apapun ke saya, meremehkan saya.
(26:28) Sedangkan saya selalu mencari maisah atau pekerjaan lewat online meskipun sehari cuma 20.000 per hari. Dan menurut dia itu bukan nafkah, tapi makan harian atau makan untuk memang keseharian. Mohon penjelasan, Ustaz. Berkaitan dengan nafkah ini. Silakan. Ee memang kita harus pahami bersama ya, bahwasanya ee nafkah itu bergantung kepada kemudahan dan kelonggaran sang suami, bukan kebutuhan sang istri.
(27:04) Ini harus dipahi bersama oleh kedua-dua pihak. Yang kedua, bahwasanya rezeki itu Allah yang memberi sehingga usaha pun juga dijalankan. Bila belum waktunya dapatkan rezekinya, tidak akan dapatkan. Ya, sehingga ee sang suami berusaha bagaimana mendidik istri itu untuk mengerti ya apa yang menjadi kewajiban dia, apa yang jadi haknya dia dan berusaha maksimal untuk apa? Mulakan hak-hak sang istri dari nafkah dan lain sebagainya. H.
(27:48) Maka ya dengan demikian ya sang suami harus berusaha untuk mencukup Tuhan yang ada dan berusaha juga untuk memahamkan sang istri bahwa apa yang didapatkan olehnya itu adalah rezekinya Allah Subhanahu wa taala. Agar dia paham bahwasanya di sana ada zat yang maha kuasa yang bisa membuat kaya dirinya. dan bisa juga membuat miskin dirinya sendiri.
(28:22) Ya, oleh karena itu ee pahamkan mereka untuk bersabar ya atas rezeki yang ada dan insyaallahu taala Allah berikan rezeki sesuai dengan apa yang kita ee butuhkan dan kita inginkan. Ya, oleh karena itu banyaklah berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala dan berusaha untuk mencari yang baik. Kemudian juga mencoba untuk bersabar atas tingkah yang ada.
(28:48) Karena ini adalah ungkapan ya dari seorang wanita kepada suaminya yang kecewa kalau suaminya tidak bisa beri dia harta yang banyak. Sehingga apa? Sehingga akhirnya karena tidak syukur itulah memandang bahwa apa yang diberikan oleh suaminya itu hanya untuk hak makan bukan nafkah. Padahal makan itu adalah bagian daripada nafkah yang ada di rumah tangga kita.
(29:13) Oleh karena itu, pahamkan dengan baik e kepada mereka, kepada istri-istri bahwasanya apa yang didapat adalah sebuah ee pemberian suami untuk kehidupan yang ada. Bila longgar, longgarlah. Bila sempit, maka sempitlah. Artinya sesuaikan dengan ee pendapat yang diberi oleh sang suami agar bisa baik. Ya, dalam hal ini yang jelas bahwa memberi makan itu adalah nafkah ya.
(29:39) Memberi makan juga adalah nafkah sehingga jangan sampai dibuat sempit ya. Nafkah itu hanya makan-makan bukan nafkah tapi nafkah enggak sedut untuk yang lain-lainnya. Enggak demikian. Makan adalah bagian daripada nafkah juga yang harus di ee berikan oleh sang suami kepada sang istri. Jadi dipahamkanah ini semuanya insyaallah bila rezekinya banyak akan diberi banyak dan dikit maka diberi sedikit sesuai dengan kemampuan yang kita miliki ya.
(30:09) Insyaallah dengan adanya komunitas yang baik dan dipahamkan dengan baik insyaallah ada solusi untuk masalah ada di kehidupan itu bersama sang istri. Ajak mereka musyawarah untuk mendapatkan yang terbaik dari ee maslahan yang dihadapi. Wallahuam bisawab. Ya, terima kasih atas jawabannya. Berikutnya kami berikan kesempatan.
(30:31) Silakan untuk Anda menghubungkan via telepon 0218236543. Halo, silakan. Belum terhubung kami akan bacakan dari pesan singkat yang telah masuk. Dari seorang ibu yang bertanya, “Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Afan izin bertanya. Saya mempunyai anak perempuan saat ini kelas 5 SD mau naik ke kelas 6.
(31:00) Tahun depannya lagi kami berencana untuk menyekolahkan anak ini. Lebih baik masuk ke pesantren yang jauh dari rumah atau sekolah SMPIT Sunah di dekat rumah Ustaz. Karena ini anak perempuan dan saya masih berharap dekat dan bisa memantau serta ada kebaikan kepada anak perempuan saya ini, Ustaz. Silakan, Ustaz. Ee membandingkan dua hal ini memang relatif ya.
(31:32) Relatif tidak bisa dipastikan mana yang paling utama dalam hal ini antara pesantren yang jauh dari rumah atau SMP yang dekat dengan rumah. Dan kita bisa lihat dalam banyak pertimbangan ya. Pertama pertimbangan kondisi ya biasanya pesan lebih mahal daripada full day school. Maka orang yang mempunyai kemampuan tidak bisa boarding school maka ada pilihan apa? ee full day school untuk anak-anaknya dengan asumsi nanti bisa bersama orang tua di malam hari ya belajar sehingga ia bisa ee mendapatkan banyak daripada ilmu yang ada tersebut. Ya, demikian juga atau melihat kepada
(32:22) keadaan yang lainnya. Tadi masalah pembayaran juga penting. Yang kedua adalah kondisi anaknya. Apakah dia anak yang kondisinya itu ee baik, stabil sehingga nanti diharapkan bisa jadi baik dengan ia pulang ke rumah. Atau dia ini orang yang susah kalau di rumah susah ibadahnya, susah juga apa baca Qurannya, susah menyekan HP dan lain sebagainya.
(33:00) Maka pesantren adalah bagian daripada itu semua yang mampu memberikan kepada anak itu pendidikan ya yang tidak hanya kognitif, bukan hanya pengetahuan namun juga ada yang afektif ya yang mengajak mereka untuk memahami dan menjauhi sifat-sifat yang baik tersebut. dan juga ada juga yang dia itu sistemnya adalah ee pencegahan artinya mitigasi atas mereka ya agar nanti mereka ee bisa mendapatkan manfaat di sekolahan yang ada tersebut. Yang ketiga, pertimbangan adalah pada kondisi kondisi sekolahan yang ada.
(33:33) Apakah dengan full lebih kondusif atau dengan ee ponpus yang lebih positif? Untuk HP saya lihat yang paling memukan di pesantren yang bisa mengatur mereka menggunakan ee ponselnya di pesantren. selebihnya enggak mampu untuk itu semuanya. Maka kalau melihat kepada ini semuanya ya secara normal ya, maka menyokong anak di sekolahan yang di pesantren lebih tepat.
(34:06) Nah, lebih tepat ya karena orang tua juga sibuk mengurusi ee usaha yang ada dan akhirnya kalau harus pun terjemput juga berat ya sehingga untuk mulai berat di jemput sang anak tersebut. Maka ini semua kembali kepada kondisi ee antum dalam hal ini. Tapi saya melihat misal untuk zaman sekarang ini pesantren lebih cenderung lebih ee mendidik ketimbang di luar pesantren.
(34:36) Kenapa? karena agama banyak dan juga ada pembinaan kedisiplinan dan juga adanya pembinaan ee akhlak yang mulia di pesantren. Nah, sehingga lebih memungkinan lebih berpikir ke sana dipertimbakan baik-baik dan memilih pesantren, maka pesantrenkan dia. Dan bila kemudian diitukan kita bahwa ia hanyalah ee full day school, maka di ee sekolahkan di full day school.
(35:12) Kenapa? Karena semua punya kelebihan dan tinggal kita sebagai seorang muslim memahami dengan baik ya agar memilihnya tepat dan benar. Wallahuam bawab. Naam Ustaz barakallah fikum. Jazakallahu kiran. Terima kasih atas jawabannya. Berikut kami bacakan ee pertanyaan dari pesan singkat. Asalamualaikum ustaz. Waalaikumsalam. Maaf saya mau tanya. Suami punya teman? Akan tetapi di dalam grup WA-nya teman-temannya suka mengarahkan atau dia bercandalah di grup laki-laki tentang poligami, nikah lagi, meledek suami, apa-apa kok harus izin istri, suami takut istri.
(35:48) Suami saya tipe orang yang gampang terpengaruh dan pengaruh ke saya jadi seakan-akan tidak menghargai saya sebagai istri. Sekarang saya melarang suami saya berteman dengan mereka. Alhamdulillah suami saya jadi baik. Apakah saya berdosa, Ustaz, melarang suami saya berteman dengan mereka lagi? Silakan, Ustaz.
(36:07) Nah, eh kita paham bersama bahwa memang temannya pengaruhi kehidupan seorang manusia. Makanya ada bahasa kata Nabi permaan teman yang baik ke hamil miskin, jadi penjual minyak wangi ya. Kalau enggak kita itu membelinya dapat hadiahnya. nyoba-nyoba atau minimal bisa mencium bau wanginya.
(36:40) Yang kedua adalah jadi su teman-teman yang buruk ya yang itu mempengaruhinya walaupun enggak ikut dengan mereka namun terpengaruhi dengan sifat-sifat yang mereka miliki. Apalagi manusia itu sangat lemah ya sangat lemah dan mudah terpengaruh oleh kondisi yang ada. Maka di sini ya kita dapatkan apa yang Anda perbuat untuk membuat suami itu menjadi baik adalah hal yang baik.
(37:11) Ada hal yang yang baik. Ya, terkadang ee orang butuh dihentak oleh sebuah hentakan agar ia sadar atas kesalahan yang dimilikinya. Maka ee ketika dapat sampai sudah baik, maka jangan lagi mereka diminta campur dengan orang yang bertanggung jawab tersebut. Karena apa? karena takut akan ikut hancur juga.
(37:37) Oleh karena itu harapan saya adalah ee jagalah suami kita ya jangan sampai apa melanggar patsat Allah Subhanahu wa taala. Ini kehebatan Islam memandang adanya amab nahi mungkar untuk perempuan dan untuk laki-laki. Wallahuam bisab. Baik, saya terima kasih atas jawabannya. Kami bacakan lagi dari hamba Allah. Saya mau bertanya, Ustaz. Sungai, saya sudah dua kali meninggalkan rumah.
(38:04) Yang pertama, 7 bulan tanpa nafkah, lahir batin juga tidak ada komunikasi selama 7 bulan itu, Ustaz. Baik melalui HP maupun secara langsung lisan. Yang kedua, hampir 9 bulan juga belum pulang tanpa nafkah, lahir batin, dan memutus komunikasi selama 8 bulan. Itu pertanyaannya, bagaimana hukum dalam Islam suami yang seperti ini? Apa saya sebagai istri dibolehkan mengugat cerai karena masalah yang telah kami saya sebutkan ini, Ustaz? Silakan.
(38:40) Tib ya. Ee intinya coba kita lagi intinya adalah bahwasanya si suami tidak pulang. Makanya artinya suami meninggalkan istrinya. Iya, betul. ya dan tidak dinafkahkan. Tapi apakah bisa dihubungi sang istri, sang suami? Ya, kalau bisa bisa ditagih ya bisa di tagih sang suami tersebut.
(39:14) Bahkan bisa diajukan ke peradilan agama untuk memaksa dia memberikan nafak kepada sang istri. ya perintaannya benar sehingga sang suami menunaikkan kewajiban-kewajibannya. Nah, tapi ketika Anda membiarkan sang suami itu tidak memberi nafkah tanpa ada ee apa ee upaya untuk mendesak dia, maka otomatis ya Anda mendapatkan banyak kesulitan dalam hal ini.
(39:50) H dan itu tidak membuat Anda terpisahkan dari sang suami walaupun suami berat zalim, dia tidak bernafkah tersebut. Maka nasihat saya adalah bila Anda mendapatkan sang suami itu sebulan, 2 bulan tidak menafkahi Anda, maka Anda bisa menutup pengadilan agar ia mau memberi nafkah anak-anak dan isinya dari uang yang dimilikinya. Nah, kalau sampai hampir 9 bulan ya tidak ada keterangan adanya suami bantu enggak membantu.
(40:28) Bahkan mungkin kalau zaman dulu enggak mungkin kahuan tempatnya dulu ya sekarang kan gampang ada WA ada macam-macam ya bahkan bisa video call kepada dia untuk kemudian mau memberikan nafkah tersebut. Intinya adalah seorang wanita ketika tidak dinafkah oleh istrinya ada dua hal. Yang pertama dia minta kepada pengadilan agar suami membayar nafkah tersebut atau ia mampu membuat sang suami membayar ee hutang nafkah yang sudah sekian lamanya tersebut. Ya.
(41:06) Atau yang ketiga adalah mengajukan khuluk kepada pengadilan. Kenapa? Karena ada madrat. Kalau berbulan-bulan enggak dikasih nafkah ya, lahir batin ya, kemudian punya anak bayi di dalam kandungannya, maka ini ee berbahaya bagi sang istri dalam artian tidak bisa mencukup kebutuhan dengan suami. Dia mencari nafkah sendiri untuk menghidupi hidupnya tersebut.
(41:33) Maka kalau tidak Anda memaksa sang suami untuk kembali ya memberikan kepada Anda nafkah atau minta mereka untuk bercerai ya. Maka kalau bercerai selesai urusannya. Hanya khilaf ulama apakah itu hutangnya sang suami? Artinya ketika misalnya sudah setengah bulan, setengah tahun atau 9 bulan belum nafkah, apakah itu nanti dihitung nafkahnya dengan hutangnya sang suami kepada sang istri? Ini ada khilaf rahimahullahu taala.
(42:05) Yang jelas ya enggak ee lebih baik Anda bercerai ketiba Anda tidak dapatkan nafkah dari suami Anda. Karena dengan bercerai akan ada di sana tekanan kepada sang suami. Yang kedua bisa Anda milih orang yang mampu memberikan tanggung jawab untuk menafiki Anda ya dari laki-laki yang ada. sehingga akan mudah untuk bisa apa ee memiliki pasangan baru yang lebih lebih kons lebih baik lagi.
(42:34) Wallahuam bisab. Baik, terima kasih atas jawabannya. Berikut pertanyaan dari Saudara Hafid. Saya sebagai suami punya kesalahan dengan istri di masa lalu karena terlalu suudon dan overprotectif. Saya sudah sadar akan hal ini dan ingin berubah.
(43:01) Tapi nampaknya istri sudah merasa hambar dengan saya, dengan suami karena merasa selalu diawasi mendedam dengan suami sejak lama karena merasa seperti tidak ada tidak menjadi dirinya sendiri, Ustaz dan merasa ada tekanan psikologis ketika suami ee melihatnya karena merasa seperti diawasi. Sekarang istri minta pisah secara tersirat. Apa yang harus saya lakukan sebagai suami, Pak Ustaz? Silakan.
(43:26) Iya. Ee memang kita tak pungkiri bahwa orang menyesal di akhir ya ee mungkin dulu terlalu cinta kepada istri sehingga apa melampaui batas overprotektif. Kemudian juga artinya tidak ada di sana kehangatan dalam rumah tangga. karena kita terlalu ee takut dengan hal-hal yang tidak benar tersebut.
(43:56) Maka ketika kita bertobat yang pertama adalah minta sama Allah ampunan. Yang kedua minta maaf pada sang istri sampaikan permintaan maaf pada beliau bahwa saya ini tulus salah demikian dan demikian dan saya akan bertobat dan merubah keadaan yang ada. Mungkin sang istri pertama tidak percaya.
(44:23) Tapi ketika dibuktikan dengan perubahan yang ada pada antum, ya saya yakin jangan percaya bahwa suami telah berubah tidak sama kayak zaman dulu lagi. Maka otomatis ada upaya yang lebih intensif dari Anda untuk menghilangkan trauma yang ada pada sang istri tersebut. Ya. Dan bila sang istri mau konsultasi kepada ustaz atau kepada ahli psikolog ya, maka silakan dikonsultasikan agar dihilangkan trauma yang ada pada sang istri tersebut.
(44:53) Dengan hilang trauma tersebut insyaallah istri bisa melihat kembali dan membuka pintu lebar kepada sang suami untuk memperbaiki keadaan yang ada. Maka itulah ke seperti ada untuk kita memperki istri kita secara perlahan-lahan. bahwasanya sang suami ini bukan lagi suami yang dulu, tapi suami yang lama rasa baru. Ya.
(45:26) Sehingga dengan demikian akan ada dalam hati dia harapan kembali untuk mendapatkan suami yang lebih perhatian, lebih menyayangi dan juga lebih mencintai ia dalam kehidupan dia tersebut. Maka ilmu agama adalah satu di antara cara kita untuk membuat ia mau ya memaafkan dan mau berusaha untuk menghilangkan trauma yang ada tersebut sehingga nantinya ia akan ee melayani suaminya sebagaimana layaknya wanita biasa ya dan juga ee tidak membuat sang istri juga apa ee merasa terus mempertahankan trauma yang ada tersebut.
(46:06) Kadang kita butuh sekolah untuk kemudian memperbaiki keadaan yang ada. Namun juga kadang tidak perlu dengan kita bercoba untuk memahaminya bahwa saya telah bertobat dan tobat saya tobat nasuha yang tidak akan mengulangi apa yang telah lalu tersebut.
(46:31) Mudah-mudahan dengan semuanya saya istri mau memaafkan dan mau kembali membina rumah tangga dari nol dengan cara yang lebih baik, lebih elegan, dan lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak. Wallahuam bisawab. Ustaz, barakallah fikum. Jazakallah khairan. Semoga Allah mudahkan urusan Bapak dengan istri dan semoga didamaikan antara keduanya. Dan seru sekali pertanyaan telah masuk banyak yang telah kami sampaikan.
(46:54) Masih ada waktu ustaz untuk Baik. Kami bacakan kembali pertanyaan dari saudari kita yang bertanya berkaitan dengan masalah poligami. Ustaz bertanya anak istri kedu saya anak istri kedua yang belum lama ini terjadi permasalahan karena kakak madu ana atau istri yang lebih tua marah-marah sehingga mengancam ana tidak mengancam ana dan ana tidak hirokan WA-nya sampai pada akhirnya mungkin karena kurang sabarnya ana ana kasih tahu ke suami suami selalu bilang maafkan kan saja dan bersabar. Qadarullah. Belum lama ini ana khilaf sampai
(47:37) terjadi penamparan ke kakak madu ana karena kakak madu ana datang ke rumah tanpa izin suami marah-marah dan datang merusak saya hingga khilaf menampar dia. Ana mengi kesalahan ana karena ana kurang bersabar. Padahal kakak madu ana juga sebelumnya dinikahi suami jadi istri kedua dia.
(48:09) Ustaz, bagaimana Ustaz menjawab istri ini? Maksudnya kakaknya sang istri itu kan jadi ada ikhwannya ada orang yang punya dua istri. Heeh. Yang pertama itu punya kakak. Heeh. Ya enggak? Kemudian marah kepada yang kedua. Heeh. Ya. Ah. Kemudian terakhir apa? Kakak madu anaknya juga sebelumnya dinikahi suami jadi istri kedua. Padahal kalau kita katakan tidak boleh dua saudari dipoligami langsung enggak boleh. Ya, itu terlarang ya.
(48:41) Tidak boleh mengumpulkan dua saudari dalam satu pernikahan ya. Nah, sehingga enggak sah sama kayakukan antara bibi dengan istri dalam sebuah pernikahan. Ya, main awalnya saya sudah pahami begitu kakak ipar itu e kakaknya istri istri madu itu adalah ee mantan istrinya juga. saya kaget juga atau mungkin mungkin ya dinikahi dicerai menikah adiknya.
(49:19) Ah kali enggak ada masalah. Artinya kalau sampai misalnya dinikahi kakaknya oleh sang laki-laki itu kemudian ee masalah diceraikan dan dia ngambil adiknya lagi dinikahkan misalnya. Oke. Kalau ambil yang kedua ini, Khanah bahwa sang kakak madu tersebut tidak punya hak untuk marah-marah kepada ee apa namanya yang kedua ini ya.
(49:46) Artinya bukan dimadu tapi memang pernah dinikahi oleh dia sebelum istri yang pertama dinikahi oleh dia. Sehingga dengan demikian maka sang perempuan tadi, kakak ipar tadi ataupun apa ee kakak madunya itu tidaklah punya hak marah-marah dalam hal ini. N sehingga harusnya dia ini melanggar aturan.
(50:23) Maka kalau Anda pukul ya sebetulnya bukan masalah salah dalam hal sikap tapi salah mukul ya. Tidak boleh kita memukul orang ya dengan segala ee keadaan kita enggak boleh apa menampar wajah orang. Nabi kata, “Wa tadribul wajah.” Ya, kita dilarang memukul wajah orang ya, anak kita, suami kita, teman kita enggak boleh kita pukul wajahnya.
(50:53) Ya enggak ini larangan dari Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapia ada kerasi dia nah dengan apa? Dengan cara yang baik dikerasi agar ia kemudian kapok dan tidak mengulang enggak masalah. Ya, enggak masalah ya. Maka Anda harus minta maaf atas namparnya tersebut karena itu melanggar syariat Islam.
(51:21) Nah, tapi juga Anda harus mempertahankan yang benar tersebut bahwa Anda adalah sah daripada sang laki-laki tersebut dan tidak punya hak kakak madunya ma marah dengan dengan dia. Baik dia mantan suami ataupun bukan. Nah, sehingga Anda boleh me menolaknya atau bahkan mengusirnya ya. Mengusir rumah sah ya. Kata Anda adalah sahibul bait yang kalau melihat tamu enggak sukai bisa di usul dari rumahnya Anda.
(51:56) Maka intinya adalah bagaimana ee kita bersikap dengan baik sehingga bagaimana caranya sang suami harusnya membantu untuk nasihati perempuan tersebut. Bukan hanya membiarkan, jangan. Nah, tapi suami harus menasihati dia bahwa ini tidak benar adanya. Ya, enggak ada enggak benar adanya.
(52:19) dan kita enggak boleh diam dari kebatilan yang ada. Maka oleh karena itu ya kakak ipar atau kakak madu itu tidak punya hak untuk marah-marah seperti itu. Dan Anda sebagai ee istri kedua boleh untuk mengusir ist kakak madu tersebut ee sesuka antum, suka anti ya, sesuka Anda.
(52:50) Jangan sampai ya kemudian itu menjadi sebab kehancuran rumah tangga Anda. Jadi intinya jangan di ee gubris karena memang bukan orang yang punya hak untuk berbuat demikian. Tapi Anda menamparnya karena emosi. Ada sebuah kesalahan yang harus Anda minta maaf atas yang dipukul karena itu bentuk k iman kepada hamba Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam bisab. Iya, Ustaz. Barakallah fikum. Terima kasih.
(53:21) Selanjutnya kami bacakan dari Saudari Iis yang bertanya, “Bagaimana sikap seorang istri terhadap suami yang kurang dalam menafkahi secara materi?” Ustaz, suami ada penghasilan dari jemput anak sekolah saja. Saat ini seorang istri yang banyak mencukupi kebutuhan rumah tangga. Bagaimana cara menyampaikan? ya, Ustaz. Mengkomunikasikan kepada suami agar dia mau memberikan nafkah materi yang cukup khawatir. Kalau saya ngomong begitu saja, suami tersinggung dan marah. Silakan, Ustaz.
(53:51) Nah, ee rezeki itu Allah berikan kepada hamba-hambnya kadang melalui ia, kadang melalui orang lain. Iya. Maka sang istri apabila memang masih mampu menafkahi yang ada baik menggunakan harta suami atau harta sendiri, maka itu bukan hal yang ee perlu dijadikan sebagai permasalahan dalam hal ini.
(54:19) Ya, memang yang wajib menafikan adalah sang suami. Tapi ketika suami enggak punya ya tidak mempunyai harta, maka suami memberikan apa yang ia miliki walaupun sedikit. Nah, kemudian sang istri yang di rumah berusaha untuk mencukupkan hal tersebut bila tidak punya penghasilan lainnya. Namun bila ada penghasalan lainnya maka enggak masalah membantu sang suami dalam menafkahi rumah tangga tersebut.
(54:46) Ya, kecuali kalau suami punya kemampuan punya kemampuan untuk menafkahi, maka sang suami wajib menafkahi istrinya tersebut. Bila enggak mampu, maka harus ada damai. Perdamaian antara istri dengan sang suami untuk kemudian ee memaafkan bila kekurangan atau dia berusaha untuk ee berhutang menutupi kebutuhan sang istri tersebut.
(55:14) Makanya ee dalam hal ini ya ada pemahaman yang benar bahwa ketika saudari menafkahkan harta saudari untuk makan-makan di rumah itu diniatkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan pahami bahwasanya Allah ngasih rezeki kadang via suami kadang via istri ya. Sehingga upayakan jangan sampai hanya karena rezeki duniawi yang jelas. sudah pasti ya Allah yang memberikannya.
(55:48) Maka hendaknya kita bersabar dan tidak sampai menjadikannya sebagai sarana untuk merusak kehidupan rumah tangga kita. Wallahuam bisab. Baik, Ustaz. Terima kasih. Jazakallah khairan, Ustaz. Terima kasih atas jawabannya. Kami akan bacakan ini kembali pertanyaan dari Ummu Hanifah yang masyaallah.
(56:13) Suami saya punya masalah dengan orang tua saya, Ustaz, terutama ibu saya. Keduanya saat ini sudah tidak saling sapa dan tidak mau saling bertemu. Akhirnya suami saya memutuskan pulang ke rumah orang tuanya. Tetapi suami saya masih menafkahi saya dalam setahun 8 bulan. memberi nafkah dan 4 bulan terakhir tidak memberi nafkah karena terkait kontrak kerjanya yang mungkin sudah berakhir.
(56:43) Suami saya bila ada kebutuhan mengajak ketemu tapi kemudian kembali lagi ke rumah orang tuanya. Ustaz mohon nasihatnya Ustaz bagaimana seharusnya sikap saya tentang keadaan ini Ustaz? Silakan. ee apabila ada pertengkaran ataupun ketidakcokan antara menantu dengan orang tua kita, ibu dengan suami, maka hendaknya sang istri berusaha mendamaikannya. Ya.
(57:16) Dan bagaimana caranya untuk bisa ya ee keduanya saling mengalah dan berdamai kembali ya. Karena memang tidak dipungkiri bahwasanya hubungan orang tua itu ya penting dalam rumah tangga kita. Namun juga suami juga penting. Bila terjadi akhirnya saling saling apa? Saling ee saling memaksa. An dipaksa anti dipaksa untuk ikut suami atau untuk ikut istri maka Anda ikut sang suami.
(57:48) Karena asal sudah disunting orang lain, sudah dinikahi, maka dia ikut suaminya. ya kecu suaminya. Nah, maka sebaiknya apabila terjadi seperti itu, bagusnya Anda ikut suami, tinggal bersama suami, bukan mempertahankan tinggal dengan ibu ya kemudian sang suami. Karena asalnya Anda adalah istri sang suami yang wajib berbakti kepada sang suami.
(58:19) Bila mampu Anda kumpulkan dua-duanya, antum kompromikan dua-duanya sehingga tertinggal di rumah tersebut dan sang ee mertu sang orang tua kita bisa kita pahamkan dan ee keluarga sang apa? Sang laki-laki juga kita pahamkan insyaallah akan baik. Akan baik ya. Tapi kalau tidak mungkin di ee damaikan keduanya, maka Anda pilih bersama sang suami ketiban dengan sang ibu.
(58:51) Ya, kenapa? Karena suami itu adalah segala-galanya. Kata Nabi ya ee innahu jannatuki wararuki. Sesungguh suami itu adalah surga dan nerakanya kamu. Nah, maka ini perlu dibahakan oleh kita semuanya. H dan ditinggal sang ibu. Tapi ketinggal dapatkan sang ibu enggak mungkin tingkah oleh kita.
(59:21) Karena memang sudah tua kemudian apa enggak ada yang memelihara misalnya. Maka pahamkan ibu untuk bisa damai dengan sang suami agar bisa dipelihara oleh ee antun oleh anti keduauanya ya. Tapi kalau kemudian tidak mau mengalah ini repotnya ya. Maka sang suami itu lebih ee bertahan dengan ibunya sebagai ee pewarisnya ya daripada sang istri sang istri. Maka otomatisnya ya bila Anda mungkin damaikan, damaikan.
(59:59) Kalau enggak ikut apa dengan suami agar supaya sesuami juga apa mendapatkan hak-hak dari sang istri tersebut. Wallahuam abisab. Baik, Ustaz. Pertanyaan berikutnya masih kami bacakan dari Saudara Sainah. Asalamualaikum, Ustaz. Saya ini eh seorang akhwat dari Bekasi. Saya dipoligami menjadi istri yang kedua dan suami dalam hal nafkah lebih banyak untuk ke istri yang pertama.
(1:00:36) Ustaz, bagaimana komunikasi ku suami? Karena saya tidak diberi uang oleh suami. Paling dikasih makan beli setengah kali sehari. Jazakallahu khair, Ustaz. Ee kewajiban sang suami yang berprogram adalah bersikap adil. dalam nafkah, tinggal bersamanya ya. Yang itu adalah perkara yang jadi syarat ya fa eh ee apa? Fain khiftum alla tajilu fawahidah.
(1:01:11) Kalau kamu takut tidak bisa berbuat adil, maka cukup satu saja. ketika suami berpoligami, maka seorang suami harus punya semangat untuk menafkahi dua-duanya dengan dengan adil. Artinya kalau sama-sama sendirinya maka harus sama. Tapi kalau dia punya anak ya, punya ee pembantu, punya juga sesuatu yang ee sakit yang agak parah ya, sehingga butuhkan biaya juga yang cukup banyak, maka ya enggak ee itu bisa di kompromikan ya, bisa di kompromikan ya.
(1:01:59) Oleh karena itu ee saya memandang bahwa hubungan rumah tangga itu harus dibangun dengan komunikasi yang baik ya. Tidak cukup ya hanya apa namanya ee sepihak. Hanya sepihak ya. Ee itu yang saya pahami. Mungkin ada lagi yang yang poin yang belum saya ungkapkan tadi apa soalnya yang berkaitan dengan Heeh. Yang istri tidak dinafkahi karena cuma dinafkahi setengah. Makan setengah dikomunikasikan. Ya harusnya adil.
(1:02:33) Kalau ini R5 juta, ini R5 juta. Tapi kalau dia punya anak banyak, ini anak dikit, maka tentunya sesuai dengan anaknya. Nah, yang per adalah ketika enggak ada komunikasi sang suami ketika melihat sang yang kedua ee diam paham dia apa? Cukup cukup. Nah, sisa yang pertama ini. Yang kedua ini apa namanya? Qanaah kan gitu. E sehingga dengan separuh aja cukup kasih makan tempe cukup kerupuk cukup enggak untuk pembantu.
(1:03:14) Maka cukup segini yang pertama butuh pembantu ya. Karena begitu juga anak orang kaya kemudian enggak bisa kerja di dapur dengan apa? Dengan baik dengan bentuk membantu. Maka akhirnya dikasih nafkah lebih banyak maka dia komunikasi ya dengan jujur ya bahwa ini belum cukup untuk hidup saya. Nanti ketika sang suami kemudian mengatakan saya enggak mampu membiayai semuanya maka tinggal pilihan Anda.
(1:03:41) Ya enggak? Artinya berdamai dengan dia. Yang penting saya istri kamu tidak dicerai e nafas enggak masalah enggak cukup. Nah, tapi kalau Anda kemudian merasa enggak cukup tidak nyampai kepada sang suami ya, maka Anda salah. Nah, karena dia merasa sudah cukup. Artinya dalam masalah masalah masalah nafkah ini kan dengan ee keluasan rezekinya sang suami.
(1:04:11) Tapi kalau istri merasa cukup dengan sedikit maka cukup bagi-bagi dia memberi nafkah tersebut. Nah, coba Anda ngomong sama sang suami ya bahwa kebutuhan yang ada itu banyak ya enggak? Maka tolonglah saya pun sama kayak yang kedua. Yang pertama sama-sama butuh berhias, sama-sama mungkin skinc punya ya, sama-sama butuh nafkah ee yang yang makan ada proteinnya, ada karbohidratnya ya, ada vitaminnya yang itu memang dibutuhkan oleh ee tubuhnya kita ya.
(1:04:54) Sebab nanti berbahaya juga ketika Anda ee hidup miskin, yang kedua yang pertama sudah apa? cukupan maka nanti akan muncul di sana keluhan kayak tadi ini ya. Maka sampaikan sampaikan pada dia bahwa Anda sudah berpoligami luar biasa ya tapi tolonglah ya bersikap adil dengan kedua istri anda ya agar Anda bisa ada pahala yang besar. Kalau kemudian juga enggak bisa didamaikan sendiri, maka butuh orang orang ketiga untuk menjelaskan dan memahamkan sang suami akan tugas tersebut. Karena harus adil, ya.
(1:05:36) Adil itu nafkahnya adil. Artinya kalau ini cukup, ini cukup juga. Nah, yang kedua waktu pun sama ya. Sehari sini, sehari di sana ya. sampai nanti mendapatkan kesamaan pada hari bergilirnya. N ya. Nah, kalau enggak ada ya otomatis antum harus apa? Berkomun dengan dia. Nampaikan baik-baik bahwa apa yang didapatkan ini enggak cukup untuk kita hidup ya. Enggak.
(1:06:09) Dan tolong kita ee minta kepada sang suami untuk diberikan apa ee kelebihan agar bisa ee hidup lebih nyaman. lebih cukup daripada sebelum-sebelumnya. Ingat ada namanya asir bil marruf. Artinya ada di sana yang makruf. Artinya ada standarnya enggak sama perempuan desa, enggak sama perempuan yang butuh pembantu butuh pembantu ya. Ya.
(1:06:42) Maka oleh karena itu ya adanya nasihat saya kepada anti adalah kaum kepada sang suami yang sampaikan kenapa kok sedikit sekali ngasih nafak ke saya kalau ja punya begitu saya enggak ampul itu. Tolong sampaikan dia untuk adil dengan yang pertama ya. Kalau 5 juta ya bagi berdua kalau sama enggak punya anak ya.
(1:07:07) Atau kalau anaknya ada dua di sana ya dihitungah itu semuanya kebutuhan istri pertama anak-anaknya dengan kedua dengan tanpa anak tentunya ber berbeda jumlah yang diberikan nominalnya ya namun tetap diberikan sebagai wujud tanggung jawab sebagai suami menafkahi para istrinya ya. Wallahuam bisab. Baik Ustaz terima kasih atas jawabannya. Eh, berikut pertanyaan yang terakhir akan kami sampaikan dari Saudara Sulaiman.
(1:07:40) Ustaz, saya ini seorang pedagang di dalam gang atau punya kios, Ustaz. Rutinitas saya menjelang subuh saya rutinkan menaruh uang di dalam kotak di rumah saya. Kemudian setelah berapa minggu terkumpul baru saya ambil, saya kasihkan ke ustaz, ke janda atau fakir miskin.
(1:08:04) Namun karena kondisi ekonomi yang mungkin jualan saya berapa hari, berapa bulan ini lagi menurun, jadi uang yang sudah saya kumpul itu kadang sebagian saya belanjakan untuk kebutuhan pokok keluarga untuk istri atau anak belanja. Kadang semua bahkan Ustaz, pertanyaan saya, Ustaz, bagaimana hukumnya Ustaz dalam Islam? sedang niat saya untuk bersedekah kepada orang tersebut.
(1:08:24) Tapi pada akhirnya urung saya tunaikan karena kebutuhan saya yang mendesat. Silakan. E tidak mengapa ya? Artinya ee ketika saya berniat untuk memberikan sedekah kepada orang lain cukup indah ide saudara. Artinya disimpan sedikit sedikit sebanyak diberikan adalah istimewa ya enggak? Dalam hal ini ya.
(1:08:50) Tapi lebih lagi adalah kalau Anda keluarkan walaupun sedikit setiap harinya misalnya setiap hari misalnya kita R.000 dah ini kasalan daripada fakir miskin, janda, masjid atau yang lainnya. Sehingga ee dengan demikian akan muncul adanya apa namanya ee istimrar ataupun sustainable artinya berkelanjutan ya. sehingga dikit berkelanjutan itu lebih baik bang ngasih banyak putus banyak putus.
(1:09:23) Nah, resiko yang dapatkan ketika Anda mengumpulkan uang agak banyak baru dikeluarkan adalah ketika Anda membutuhkan apa uang tersebut maka tidak wajib Anda mensedekahkannya. Anda boleh mengambil dan mengeluarkan untuk kebutuhan Anda. Hanya saja tadi ya hanya niatnya dapat pahala tapi enggak ada pahala sedekah yang di ininkan tersebut.
(1:09:52) Artinya bahwasanya orang itu sebaiknya sedekah itu tidak harus besar tapi rutin. Timbang sepen celengan enak seperti pakai misin langsung. Hari ini Rp50.000, besok R.000, besok Rp50.000, besok enggak masalah ya enggak? Karena atum nabungnya di akhirat langsung, ya. Nah, resiko kalau tabukan banyak namanya manusia itu ya kalau banyak mikir apa? Aduh, saya mikir pengeluaran kita.
(1:10:21) Mikir apa? Pengeluaran. Waduh, saya ini butuh ini, saya butuh ini, butuh itu. Contohnya aja kita ketika uang sedikit ya, kita mau ke mall atau ke supermarket aja milihnya yang paling murah. Paling murah. Begitu kata uangnya banyak ya, kita mikir apa? Yang terbaik. Yang terbaik. Yang terbaik. Maka resiko kita tadi, resiko mengumpulkan uang setiap hari nanti diedekahkan di akhir bulan.
(1:10:49) Ternyata tadi ada kebutuhan yang enggak bisa di tinggalkan, maka akhirnya enggak jadi sedekah. Jadi sedekah secara hukum boleh enggak ada larangan, gak ada apa namanya ee keharaman dalam hal ini ya. Anda berniat dan tidak mesti niat itu ter wujudkan. Ya, ada yang berniat saya akan menyumbang misalnya untuk rojak mobil satu misalnya ya tiap hari dikumpulkan untuk beli mobil ee ternyata dapat separuh sudah kepakai yang lainnya enggak masalah ya tapi niat itu sudah bagus ya. Ini sudah bagus Allah membalas dengan niat yang ada. Tapi alangkah
(1:11:38) hebatnya bila kita itu ya bersedekah itu tidak nunggu uangnya banyak tapi semampu yang dimilikinya judul mukil. Artinya orang yang uangnya dikit tapi berusaha untuk bersedekah. Ya. Al kainnya adalah kita biasakan demikian. Misalnya setiap subuh kita masukkan uang ke kotak infak misalnya Rp20.000 Rp10.000 pokoknya ngaji dikat oleh kita ya.
(1:12:06) Ya, kalau pas ee kantongnya merah ya kasih yang merah merah. Kalau pas ketemu yang hijau ya yang hijau yang itu lebih baik ketimbang kita kumpulkan akhirnya apa enggak jadi di sedekahkan oleh kita semua. Nah, tapi istinya anti-intinya adalah bahwa Anda tidak sehat dalam hal ini. Boleh-boleh saja dikumpulkan, dipakai, boleh saja.
(1:12:30) Ya, niat itu adalah niat ya. dan niat tidak dilaksanakan oleh manusia. Oleh karena itu ee sebuah ide yang bagus sebetulnya Anda berupukan uang setiap hari di di apa di simpan dikit dikit dikit apa begitu tapi disedekahkan itu juga bagus. Namun jangan sampai ya karena kita itu ee tipe orang yang rezekinya naik turun ya, maka bagusnya pas naik ya kita sedekahkan langsung sehingga pas turun tidak memakai uang yang disedekahkan tersebut.
(1:13:10) Ya, jadinya ee kadang kita punya ide bagus tapi ada halangan untuk mewujudkan ide tersebut. Wallahuam bisab. Nah, Ustaz jazakumullahu khairan. Terima kasih, Ustaz atas kesediaannya untuk menjawab beberapa pertanyaan telah masuk dari pesan singkat ini. Semoga Allah subhanahu wa taala berikan taufik dan rahmat serta keberkahan di pertemuan kita ini.
(1:13:35) Sebelum kami akhiri, mohon Ustaz memberikan ikhtitam Ustaz. Ee sebagai penutup sampaikan pada hadirin sekalian kaum muslimin rahimakumullah taala. Demikian juga para pendengar pemirsa ee Rajab Jumat dan berajah. ee yang penting adalah kita itu mampu mensyukuri apa yang Allah berikan kepada kita. Apa saja istri ya syukuri.
(1:14:04) Walaupun mungkin tidak sampai dalam kategori yang kita harapkan, kita inginkan. Kemudian disyukuri dengan baik. Bila kekurangan maka disabari dengan baik ya. dan banyaklah ee beristigfar, banyaklah minta maaf terhadap manusia itu ee adalah manusia yang tidak sempurna sehingga harus memiliki tiga hal ini. Kata pepatah, laki-laki itu berani minta maaf kalau salah ya.
(1:14:44) Namun suami itu lebih lagi dia minta maaf padahal dia tidak salah ya. Semua semua untuk memudahkan e yang ada ya sehingga nanti bisa ada hubungan yang baik antara suami istri karena ada keterbukaan saling memaafkan, saling minta maaf di antara mereka. Maka jadilah hamba Allah itu bila diberi itu bersyukur, bila diuji dia bersabar dan banyak beristigfar.
(1:15:17) Karena dosa itu perkara yang susah dihindari oleh oleh manusia. Kekurangan ya adalah tabat manusia dan juga maksiat itu bagian daripada usaha setan untuk menggoda kita semua. dengan istigfar dan tobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka tiga ini adalah kunci kita bahagia rumah tangga ya dan juga kunci bahagia orang bila mengamalkan dalam kehidupan sehari-harinya.
(1:15:53) Demikian, semoga bermanfaat dan mohon maaf yang ada dan kita ucapkan syukur terima kasih kepada teman-teman Jaja yang telah me mandu acara ini. Demikian juga para-para muhsinin, para donatur yang telah membantu ee dakwah yang mulia ini. Semoga Allah berkahi semua amalan kita, harta kita, dan juga usia kita dan terus berada dalam keadaan istikamah di atas sunah. Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
(1:16:24) Wabillahi taufik s Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Ustaz, jazakallahu khairan. Ustaz, terima kasih atas kesediaannya untuk hadir di studio kami di tengah-tengah kesibukan beliau di dalam menyampaikan dakwah islamiah ini.
(1:16:45) Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan kepada ustaz, keberkahan taufik dan hidayah dan kita bisa mengambil faedah dan ilmu dari beliau di kesempatan Sabtu yang akan datang insyaallah. Sahabat RJA, pemirsa dan pendengar radio RJA di manap pun Anda berada. Terima kasih atas kesediaan antum semuanya yang telah bersabar mengikuti dari awal hingga akhir pelajaran ini. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam menghadirkan program acara ini.
(1:17:08) Kami akhiri subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply