Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube

Transcript:
(00:00) Poin 3 mm [Musik] menyebar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan, yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan ya yang lain. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja.
(00:50) Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wa’inuhu wa nastagfiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillah fala mudillalah. Waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
(01:21) Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi w tamutunna illa wa antum muslimun. Amma baqal had kitabullahir Muhammadinallahu alaihi wasallam bidah bidalah finar. Para jemaah yang ada di masjid, ikhwan dan akhwat fillah rahimani warahimakumullah. Para pemirsa Raj TV dan juga pendengar Raidur Rajak di mana pun Anda berada. Semoga Allah Taala memberikan perlindungan kepada kita, taufik, pertolongannya hingga kita menghadap Allah husnul khatimah. Amin ya rabbal alamin.
(02:05) Ketahuilah Allah Taala memberikan dunia ini kepada empat orang ya. Sebagaimana hadis Abi Kafsyah al-Anmari yang dikeluarkan oleh Imam at-Tirmidzi. Pertama, golongan pertama orang diberi harta dan ilmu. Dengan ilmunya dia menggunakan hartanya di jalan Allah. Inilah orang yang paling tinggi kedudukannya, paling baik.
(02:34) Yang kedua yaitu orang yang diberi harta ya atau diberi ilmu ya, tapi tidak diberi harta. dengan ilmunya dia ingin seperti orang yang punya harta diinfakkan di jalan Allah ya maka dia dapat pahala yang sama. Yang ketiga, orang diberi harta tapi tidak diberi ilmu sehingga menggunakan hartanya bukan di jalan Allah. Ya.
(03:10) Jadi yang pertama orang diberi harta dan ilmu dengan ilmunya hartanya digunakan di jalan Allah. Yang kedua, orang yang berilmu tapi tidak diberi harta sehingga dia memiliki niat seperti orang yang mengguna hartanya di jalan Allah. Pahalanya sama. Yang ketiga, orang diberi harta tapi tidak diberi ilmu sehingga hartanya digunakan di selain jalan Allah Subhanahu wa taala. Kai maksiat dan yang lain sebagainya.
(03:37) Yang paling parah yang keempat, sudah tidak diberi harta, tidak diberi ilmu. Sehingga apa? Ini hadisnya panjang ya. Dia keinginannya hanya ingin berbuat dosa sehingga dosanya sama dengan orang yang ketiga tadi. Hadis ini hadis Abi Kabsyah al-Anari yang Imam Tirmidzi. Nah, sekarang selanjutnya setelah kita tahu empat golongan ini hendaklah ada dalam benak kita apa? Bagaimana kalau kita masuk golongan pertama diberi harta, diberi ilmu, alhamdulillah.
(04:09) Kalau tidak yang kedua meskipun tidak dikaruniai harta tapi dikaruniai ilmu. Nah, bagaimana golongan pertama, kedua ini agar merasakan bahwa ilmu itu merupakan bukan hanya sekedar kebutuhan, tapi merupakan sarana kehidupan. Ingat surah apa? Al-Anfal ayat 204 ya. Surat Al-Anfal ayat 24 ya.
(04:41) Surat Al-Anfal ayat 24 Allah berfirman, “Ya ayyuhalladzina amanu lillahumallahabihu ilaihiarun.” Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, sambutlah seruan Allah dan seruan Rasul. Kapan? Ketika mengajak kalian tidak ada untuk apa? Lima yuhikum. Untuk segala sesuatu yang memberikan kehidupan kepada kalian. Yang menghidupkan kalian.
(05:22) Ketahuilah Allah menghalangi seseorang dengan hatinya. Dan sesungguhnya kepada Allahlah kalian akan dikembalikan. Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa panggilan Allah di mana kita dapatkan. tidak lain dalam Al-Qur’an. Dan panggilan seruan Rasulullah di mana kita dapatkan tidak lain dalam asunah, dalam hadis disuruh untuk menyambut tujuannya untuk memberikan kehidupan sehingga tadi orang yang diberi harta sama ilmu ya itulah ilmu Al-Qur’an dan hadis Nabi menggunakan hartanya di jalan Allah. Mungkin kita tidak seperti yang pertama, harta tidak punya tapi diberi ilmu.
(06:08) Ya. Ah, ini mudah-mudahan apa yang kita lakukan seperti apa yang diharapkan dalam ayat tersebut. Kenapa demikian? Karena apa? Karena sebenarnya ilmu itu membuat rasa lezat. Lezat. Ya. Apa bukti? Apa dalilnya? Hadis Anas bin Malik riwayat Imam Muslim. Nabi bersabda apa wajalakunahulu [Musik] ahabaihi mim siwahuma yuhibbillah ya kufriahu minhuqrahu rawahu muslim dari anas bin malik radhiallahu taala anh tiga perkara jika Ja.
(07:06) Seseorang mendapatkan tiga perkara itu pada dirinya akan merasakan halawatal iman. Manisnya iman. Jadi iman ada rasa. Apa? Yang pertama menjadikan Allah dan Rasul-Nya yang lebih dicintai. Surah Ans ayat 24. Sambut seruan Allah mana? Quran. Sambut seruan Rasul di mana? Di sunah. Terasa lezat ya. Nah, sekarang pertanyaannya bagaimana saudara sekalian, jemaah sekalian kita semua bisa merasakan lezatnya itu ya sehingga apa hubungan kita dengan Allah Subhanahu wa taala semakin dekat karena kita merasakan lezatnya iman, manisnya iman, indahnya ayat-ayat Allah, Quran dan sunah disebut dengan asyariah. Apa syariah itu? Manulmiah,
(08:03) sumber mata air. Dengan demikian, seruan Allah yang ada di Al-Qur’an, seruan Nabi sallallahu alaihi wasallam yang ada di Asunah Alhadis, itu semua disebut dengan syariah. Itu merupakan sumber mata air. Sumber mata air merupakan sumber kehidupan, Saudara. ya.
(08:30) Ee yang jadi ujian memang kita di dihalang-halangi ya, digeser-geser apa sih? Untuk apa belajar ilmu untuk apa? Untuk apa? Toh kalau enggak punya duit sama saja. Betul ya? Itu memang bisa dimakan ayat justru dengan Quran, dengan hadis dibimbing oleh Allah Taala dan tidak akan pernah disia-siakan. Allah tidak akan pernah menyanyiakan hambanya yang taat kepada Allah Subhanahu wa taala.
(08:54) Ya, sehingga apa? Dua sisi, kaya dan miskin. Kita kaya bisa menyikapi dengan benar, yaitu syukur. Ketika miskin bisa menyikapi dengan benar, yaitu apa? Bersabar. Dan dia dirasakan sebagai sebuah kebaikan itu ya. Nah, termasuk yang sedang kita bahas ya, hadis yang kita bahas poin 101 adalah apa? Yaitu larangan istri puasa ketika suaminya di rumah.
(09:21) Emang kenapa? Ini kan ibadah, itu kan manusia. itu sunah. Dilarang masukin ke rumah siapapun orang itu kecuali dengan izin dari suaminya dan juga dilarang ya atau menginfakkan harta dari suaminya ini para jemaah. Oleh karena itu, mari kita lanjutkan ya. Kemudian kita ingat-ingat bahwa ternyata firman Allah yang ada dalam Al-Qur’an sebagai seruan Allah dalam surah Al-Anfal ayat 24.
(09:57) Hadis Nabi yang ada di sunah apa? Seruan Nabi yang ada di hadis-hadis beliau. Ternyata itu semua sumber kehidupan manusia. Dibagi empat, diberi dunia empat orang. kasih harta dan ilmu. Yang kedua, ilmu saja tidak ada harta. Yang ketiga, harta saja tanpa ilmu. Yang keempat, sudah tidak punya harta, tidak punya ilmu. Ini ini paling parah. Yang keempat, yang paling bagus kedudukannya ahsanul manzil yang pertama.
(10:32) Nah, barangkali insyaallah kita tidak sama sekali enggak punya ya. Berapa kali saya sampaikan kepada antum semua sabda Nabi sallallahu wasallam. Barang siapa di pagi hari merasa aman dengan keluarganya, badannya sehat, yang dimakan di hari itu, makanan pokok ada di hari itu, besok tidak tahu seperti punya dunia dan isinya.
(11:11) Apa yang membuat kita memiliki sifat karakter seperti itu? Tidak lain adalah ilmu dari Quran dan sunah. sehingga kita nikmat hidup itu kita nikmati hidup termasuk yang sedang kita bahas karena kita membahas masalah yaitu apa? La tasul marah ya wjuha syahidun ya illa tidak boleh seorang wanita untuk berpuasa sementara suaminya sedang berada di rumahnya ya.
(11:45) Eah karena ini terkait dengan hak-hak suami maka kita kembangkan pembahasannya interaksi suami istri ya. Kenapa demikian? Karena sebagaimana hadis mengatakan Muslim dan yang lainnya dari Jabir bin Abdillah radhiallahu taala anhu. Sesungguhnya iblis meletakkan singgahsananya di atas air kemudian mengutus bala tentaranya. Yang paling rendah ya pangkat itu paling besar fitnahnya.
(12:41) Seorang dari tentara iblis datang lapor dan mengatakan, “Saya sudah berbuat begini dan begitu. Apa kata komandan iblis? Engkau belum berbuat sesuatu.” Lalu yang lain datang dan mengatakan, “Aku tidak pernah meninggalkan si fulan hingga aku pisahkan dia dengan istrinya.” Apa kata si iblis, si komandannya? Ya, dia mendekatkan kepada dia lalu katakan, “Nikma anta, engkau yang paling hebat.
(13:11) ” Ya, alias diberi diberi apa? Tanda bintang jasang. Nah, ya berita menunjukkan dari Kementerian Agama bahwa apa? angka perceraian begitu tinggi, sangat tinggi ya. Ee itu semua faktor utama tentu saja tidak mengindahkan interaksi suami istri, hak dan kewajiban. Paham di sini para jemaah? Kalau kita sudah alhamdulillah.
(13:44) Tapi sebagai penguat karena ini sebagai ilmu ya seperti kelanjutan dari bahasan kita sebelumnya adalah paling besar pahala pahalanya adalah nafkah yang diberikan untuk istriunahuilillah Muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. 1 dinar yang engkau infakkan di jalan Allah. 1 dinar yang kau infakkan untuk membebaskan Buddha dan 1 dinar yang kau sedekahkan untuk orang miskin dan 1 dinar yang kau infakkan untuk istrimu, maka pahala yang paling besar adalah yang diinfakkan untuk istrimu.
(14:39) Bukankah ini luar biasa? Tidak perlu jauh-jauh. Tinggal apa? tinggal di sininya niat dan itu bukan ilmu. Ini ilmu berarti niat kita ya memberikan nafkah kepada istri tidak semata-mata kasih sayang. Tapi ini hadis ini sebagai landasan para jemaah sekalian ya.
(15:10) [Musik] ini sudah kita bahas pada perteman yang lalu. Kemudian yang berikutnya ya, barang siapa menafkahi dua putrinya hingga balik maka nanti dekat dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya mantab jaqamah wahua ya akrajahu muslim dari anas bin malik radhiallahu taala anhu. Barang siapa yang menafkahi dua jariah, dua anak perempuannya atau jariah juga bisa budak sampai keduanya balig, maka dia akan datang pada hari kiamat dia sama saya seperti ini.
(15:56) Ya, artinya jari dekat ya asobia ya. Ini kan dekatan asobi semua jari entah yang mana kalau anak yatim begini beliau ya. ini. Ah, antum punya dua anak perempuan di rumah, ada yang tiga. Kita punya anak dua perempuan di rumah ada yang tiga atau yang lebih. Biasanya kita cuma memberikan dengan kasih sayang dan itu tidak salah.
(16:28) Tapi jangan semata-mata kasih saya berdasarkan dengan ilmu. Tadi kan dengan ilmu. Sehingga dibedakan orang yang punya harta tapi tidak punya ilmu dan orang yang diberi ilmu meskipun tidak diberi harta. Apalagi kita harus akui nikmat Allah Taala ya. bahwa kita masih punya masyaallah macam-macam ya gak ustaz saya cuman punya sepeda motor butuh pisan yah motor masih ya masih pakai sepeda ontel kaki bisa berjalan sehat tapi tidak kekurangan apa-apa tinggal satu apa ilmunya ilmunya supaya satu kalori dari energi yang kita keluarkan kan ada nilainya di hadapan Allah. Rp1 rupiah yang kita keluarkan dari harta ada nilainya. 1
(17:26) detik dari waktu yang kita gunakan ada nilainya. Tapi dengan ilmu ya, tapi kalau dengan tidak dengan ilmu sia-sia. Banyak yang tersia-siakan para jemaah dari yang potensi yang kita miliki. Ya, bahkan kalau dengan dengan ilmu, dengan perasaan, dengan akal, dengan suara terbanyak, bukan dengan ilmu tu yang seharusnya sampah bisa jadi duit, ini duit jadi sampah.
(18:04) Apa maksudnya? Ya, sampah jadi duit. Orang berbuat dosa ketika tahu ilmunya dengan bertobat apa? Dib dibalik jadi apa? Iya. Sampah jadi duit. Orang yang merasa dirinya baik karena hartanya, karena ibadahnya sampai kagum pada dirinya karena enggak punya dosa. Apa kata Nabi? Bazar dari Jub bin Abdillah radhiallahu taala anhu.
(18:45) Kalau kalian tidak berbuat dosa justru aku benar-benar aku takut yang lebih besar pada itu dari kalian. Yaitu apa? Alujubu. Alujubu. Ujub. Nah. Kagum pada dirinya dengan hartanya, dengan ibadahnya, dengan kebaikannya. Justru itu yang lebih ditakuti Nabi ya. Nabi bersabda, “Lau lamibuallah bikum win yudnibun fastagfirunallah fayagfir lahum.
(19:14) ” Rawahu Muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. Seandainya kalian tidak berbuat dosa, maka Allah atal akan mengganti kalian dengan kaum yang berbuat dosa. Kalian dihilangkan. Lalu mereka beristigfar pada Allah dan Allah terima istigfarnya. Ah ini dengan ilmu. Kalau enggak dengan ilmu sudah pakai akal, pakai perasaan.
(19:39) Termasuk juga pakai perasaan menghadapi istrinya. Sayang tapi tidak dengan ilmu. Sayang kan nafkah-nafkah yang diberikan. Ya, bahkan yang dimasukkan ke mulut istri itu lebih lebih baik. Ya, sudah pernah kita bahas hadisnya para jemaah ya. ini. Ah, kemudian juga dengan ana ya, dengan Ana. Lalu berikutnya berdosa orang yang menelantarkan keluarganya.
(20:12) Ya, ini kan semua hubungan antar suami istri. Termasuk hak suami tadi enggak boleh puasa ketika sedang ada di rumah. Nanti kita bahas detail lagi nih ya. Mudah-mudahan manfaat. Mudah-mudahan ya. Karena ketika antum mendengarkan hadis yang kita bacakan, yang saya bacakan, saya juga mendengarkan itu juga sudah ilmu. Itu itu ilmu. Para jemaah kita harapkan keberkahannya.
(20:42) Nabi bersabda bagi orang yang mentelantarkan keluarganya, kafa bilman yaqu. Ya akrajahu Abu Daud dari Abdullah bin Amr radhiallahu taala anhuma. Ya, cukup dikatakan berdosa orang-orang yang mentelantarkan many yakut orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya. Yakut dari kata alqu yaitu makanan pokok ditelantarkan gitu. Sekarang berapa banyak orang mentelantarkan apa? Anak is istri punya anak lima dicerai ditinggal begitu saja.
(21:19) Teganian kau ya itu besar dosanya nanti di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Jadi ibunya yang jadi apa? Banting tulang untuk mencari nafkah untuk anak-anaknya. Sementara dia bisa kawin lagi, bisa menafkahi orang bahkan mungkin menafkahi anaknya orang. Betul. Ada tidak? ya dia berani kawin lagi.
(21:47) Orang itu bawa anak berani menafkahi tapi anaknya tidak dinafkahi ditinggalkan istrinya dosa kafa bilman ya cukup dikatakan dosa orang yang mentelantarkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya ini para jemaah ya itu. Oleh karena itu dengan ilmu ternyata apa? Di rumah itu sudah banyak pahala. Dengan ilmu potensi dosa juga banyak di rumah belum keluar.
(22:27) Oleh karena itu Nabi bersabda apa? Manquahullah faqahqillahu Ahmad. Barang siapa diberi rezeki oleh Allah berupa apa? Istri yang salehah. Apa? Allah telah menolong separuh dari agamanya. Hendaklah bertakwa kepada Allah dari separuh lebihnya. Berarti kalau kita lihat di sini ya, separuh agama itu ada di ru di rumah gitu. Iya memang betul.
(23:10) Ini berapa hadis tadi? Karena karena melahirkan anak nanti anak bagaimana ke depannya di investasi orang tuanya dunia akhirat sampai bagaimana anak itu menikah kemudian punya anak kemudian meninggal bapaknya. Bagaimana hubungan anak dengan bapaknya ketika sudah meninggal dengan ibunya? Semua diatur, semua ada ilmunya, semua adalah kehidupan. Nah, ini dan saya yakin yang hadir di sini semua dari empat golongan tadi masih masuk golongan pertama. Betul.
(23:38) Selain kita dikasih ilmu juga dikasih harta, Saudara. Meskipun harta kita mungkin tidak sama satu dengan yang lain, tapi ketika orang itu memiliki apa yang dimakan dari itu seperti punya dunia dan isinya. Artinya di sini tinggal bagaimana ya peran dan kedudukan ilmu yang kita miliki di dalam ya memegang dan meminik harta yang kita miliki. Seberapapapun yang ada untuk apa? Untuk selanjutnya dikelola, dikelola, dikelola apa? Dapat pahala. Tidak ada yang sia-sia.
(24:18) Bahkan yang dimasukkan ke mulut istri satu suap dapat pahala. Kalau mau nyuapin istrinya dapat pahala luar biasa. Besarin anak perempuan dua orang, du tiga orang jamin surga sama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, ini para jemaah. Nah, kemudian nah itulah ee sebagai apa namanya? Ee poin kedua tadi ya ee apa? 3B ya. 3B itu memberikan nafkah ya, memberikan nafkah.
(24:54) 3C-nya ah ini ya hubungannya dengan hadis yang menjadi tema kita nanti juga akan detail tapi ada poin-poin berikutnya masih banyak ya. Ketaatan istri selain maksiat dan menyenangkan jika dipandang. Yaasulillah wasamiru amar wifu nafsiha bima yaqrahu akrajahu annasai dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu dan dihasankan oleh Syekh Albani rahimahullahu taala ya ditanya kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam Ini ibu-ibu yang hadir ya dan juga akhwat yang siap jadi ibu-ibu.
(25:42) Wanita mana yang paling baik? Nah, wanita mana yang paling baik? Nabi bersabda, “Wanita jika suaminya melihat menyenangkan.” Yang kedua, jika suaminya menyuruh dia taat. mentaati suaminya ketika memerintah dan tidak menyelisihi suaminya. Maksudnya di sini tidak mengkhianati suaminya pada dirinya, yaitu tidak sampai selingkuh apalagi berzina dengan orang.
(26:20) dan juga harta suaminya bima yaqrah tidak menyelisihi ya suaminya pada dirinya dan hartanya yaitu pada diri istri dan harta ya harta istri tadi bima yaakrah ya yang suaminya tidak suka ya ini. Nah, kemudian termasuk hadis yang sedang kita bahas baru masuk ke poin itu ya. Tidak ada masalah. Kita kembangkan pembahasan ini menjadi berapa poin? Ada delapan poin ya.
(26:51) Kita masih membahas tiga poin dan hadis yang sedang kita bahas pada kitab yang yaitu almuharramat poin 101 baru sekarang masuk ya. Yaitu apa? Hadis Abi Hurairah yang diriwayat Imam Bukhari dan Muslim. yaqahu [Musik] rawahuluk muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu, Nabi bersabda, “Tidak boleh, tidak halal ya tidak halal bagi seorang wanita kita berpuasa sementara suaminya hadir yaitu berada di rumahnya kecuali dengan seizinnya dan tidak boleh memasukkan ya orang ke rumah kecuali dengan seizin suami.
(27:54) Serta tidaklah dia menginfakkan harta tanpa perintah suami, maka separuh pahalanya untuk suami. Nanti kita sebutkan satu-satu ya. Apa maksud dari tidak boleh wanita berpuasa sementara suaminya di rumah tanpa izin. Di sini maksudnya puasa sunah ya. Di sini maksudnya puasa sunah ya. Karena beberapa hadis menyebutkan seperti itu ya. Seperti di antaranya laumul mara wuj syahidun ya yauman minir syahri ramadan bidni tidak boleh seorang wanita puasa sementara suaminya di rumah satu hari selain Ramadan kecuali dengan izinnya ya. Nah, kalau Ramadan ya enggak boleh
(28:50) atau mengqada puasa Ramadan enggak perlu izin suaminya ya. ya. Dan tidak boleh suaminya maksa untuk berhubungan. Jadi di sini yang dimaksud hal tersebut adalah ya hak suami ya untuk berhubungan sehingga suami itu punya hak kapan saja untuk berhubungan dengan istrinya ya. Ini sebagai wanita hendaklah memahami hal tersebut supaya mendapatkan keutamaannya dan terhindar dari apa? Dari berbagai macam dosa yang ada.
(29:45) Di antaranya apa? Nabi bersabda, Muslim dari Abu Hurairahu. Jika seorang suami minta mengajak istrinya ke tempat tidurnya, yaitu untuk hubungan suami istri, lalu si istri menolak untuk datang, maka malaikat melaknatnya hingga pagi hari. Ya, hingga pagi hari. Nah, kecuali suaminya rida ya.
(30:15) Karena di hadis lain redaksinya beda sama hadis Abi Hurairah redaksinya beda. [Musik] Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu menolak dan suaminya bermalam dalam keadaan marah, maka malaikat melaknat istri itu hingga pagi hari. Berarti di sini muqayyad dengan apa? marah alias tidak rida.
(30:47) Ya, kalau rida mungkin istrinya capek atau ada alasan lain ya. Ah, berarti di sini apa? Di sini ada pembicaraan. Kemudian yang menjadi dasar pembicaraan apa? Ilmu. Bukan hawa nafsu. Bukan semata-mata semata-mata kemauan nafsu suami dan bukan semata-mata ego istri dan ego sua suami. Nah, di sini ada apa? ada bergening ya untuk bisa apa satunya lepas dari dosa yang satunya barangkali bisa rida dengan haknya lah ini kalau yang mendasari bukan ilmu ya yang terjadi macam-macam macam-macam ya gitu bahkan ya dalam hadis juga disebutkan kalau suaminya minta Ya. Dan kebetulan istrinya berada di tungku
(31:46) ap bukan di atas tungku ya. Sedang buat roti di dapur. Misalkan tanur ya itu tungku yang dipakai untuk buat roti untuk manas bakar roti ya. Ya, hadis Imam Tirmidzi ya tolq bin Ali alhanafi. Jika seorang suami ngajak istrinya untuk keperluannya, maka hendaklah dia mendatanginya meskipun waatur, meskipun dia sedang berada di dapur.
(32:23) Dapur tanur tungku untuk buat roti ya yang bulat kayak gentong itu ya. Kemudian ada tempel-tempel ya. Nah, itu ee tepung ya. Itu kan panas itu. Iya. Menunjukkan apa? Memang begitu besarnya hak su wangi sekarang pada zaman sekarang ini kalau tidak berdasarkan ilmu ada tidak istrinya nolak untuk diajak suami? Ada tidak? Tolong jawabnya ya, Ikwan.
(32:55) Hah? Ada tidak? Ya banyak. Ya, bahkan ya istrinya lebih galak dari suaminya. Kayak orang yang punya hutang lebih galak daripada yang ngutangin itu ya. Nah, saking besarnya hak suami apa? Nabi bersabda launtu amironjir ahadan. Kalau boleh aku suruh orang sujud sama orang, aku suruh istri sujud sama suaminya.
(33:28) Akhraju Abu Daud dari Qais bin Sa’ad radhiallahu taala anhu. Ya, ini. Nah, coba dengan ilmu belum nih ya, belum bicara haknya istri loh ya. Masih bicara haknya antum nih. Hak kita nih. Nanti juga ada hak istri. Tenang ya. Wahai emak-emak, ibu-ibu, akhwat tenang ya. Nah, ini nah artinya apa? Ini yang ingin saya tekankan pada kesempatan ini.
(33:57) Ilmu ini adalah kehidupan. Kehidupan ya. Seperti surat Alfal tadi. Ya ayyuhalladina amanuillahirasulum yuhikumamallahabihuaiarun. Wahai orang-orang beriman, sambut, terimalah. Apa itu? Seruan Allah dan Rasul. Di mana seruan Allah? Di Al-Qur’an. Di mana seruan Nabi di hadis-hadis beliau. Ya.
(34:29) Nah, sekarang kita sedang membahas masalah hak istri dan hak suami, hubungan suami istri, ya. Nah, kalau kita berdasarkan itu, insyaallah hidup nikmat, merasa lezat ya. Meskipun hartanya sedikit, apalagi kalau hartanya banyak dibanding dengan ilmu. Masyaallah ya. Masyaallah luar biasa. Saudara, kita sebagai seorang muslim jangan berspekulasi lagi ya.
(35:05) Jangan sampai masa benar sih, o nyatanya kalau enggak punya duit juga bingung. Nah, itu kalau mau jujur insyaallah tidak sama sekali tidak punya ya. Masih ada makanan siap dimakan, siap disantap masih ya. Nah, cuman masalahnya ini mengelola hati memanage ya apa mental kita ya. Kalau dimage dengan ilmu maka dia akan apa ya? mengelola apa yang ada dengan ilmu sehingga satu dinar yang diberikan kepada istri pahalanya paling besar.
(35:40) Bahkan yang dimasukkan kepada ke mulut istrimu ya, ke mulut ya istrimu itu para jemaah ya itu lebih besar yang diberikan kepada istri ya sebagaimana hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bahwa apa yang dimasukkan ke dalam mulut istrinya itu yang lebih besar ya pahalanya yang diberikan kepada istri kita ya.
(36:29) Para jemah dirahmati Allah. Kalau apa? Kalau kita menjalankannya ya dengan apa? Yaitu dengan ikhlas karena Allah Subhanahu wa taala. Innakafi nafqan wajah. Ya, Bukhari dari Saad bin Abi Waqqas. Sesungguhnya engkau tidak menginfakkan nafkah, memberikan nafkah yang mengharap wajah Allah kecuali dibeli pahala.
(37:06) Bahkan yang engkau letakkan di mulut istrimu bukan 1 dinar, hanya satu suap ya separuh duren separuhnya untuk menggigit separuh kasih istri ya gitu itu jadi ya Allah. Maka coba nanti pulang seperti itu. Jadi kita hadirkan hari ini kita hadirkan ya. Ya Allah, ini saya berik istri ya Allah. Itu juga zikir. Makanya disebut ilmu majelis zikir.
(37:32) Karena ketika kita ingat ini, ingat hadis kan ingat Allah Taala, ingat hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bukankah ini nikmat luar biasa? Cuma memang setan sering me melupakan memalingkan kita. Itu para jemaah dilupakan dengan ilmu. Akhirnya apa yang kita kerjakan? nya mengalir begitu saja tanpa ada niat tanpa ada apa paham di sini ya innamal bin niat semua dengan niat dan orang bisa berniat kalau punya ilmu untuk apa niatnya ternyata ilmu merupakan sumber sumber kehidupan kehidupan saudara ya ini jadi kita nikmat dengan ilmu terasa nikmat segalanya nah mari kita nanti ini salat
(38:19) Ya, agungkan salat. Kata Syek Abdur Razak, agungkan. Agungkan salat itu karena salat termasuk syaar. Dalika w yuim syairallah faha min taqwal qulub. Yang demikian itu barang siapa yang mengagungkan syarah Allah, maka itu termasuk ketakwaan hati. Agungkan hadis Nabi takdimus sunah. Ya, meskipun barangkali kita belum mengerjakan yang berat yang setiap hari yang barangkali tidak bisa dihindari seperti hubungan sama suami istri, ngasih nafkah sama anak, ngasih nafkah sama istri, kan setiap hari itu berlalu berlewat mau tidak mau. Betul. Ah, tapi
(39:00) kembalikan kepada niat dan ilmu supaya apa? Memiliki nilai, memiliki kualitas ya. Ya, dengan demikian apa? Kita merasakan nikmatnya kehidupan. Karena memang Quran dan sunah sumber kehidupan. Disebut asyariah. Makna syariah. Lihat di kamus-kamus bahasa Arab apa maknanya? Manul ma. Sumber mata air.
(39:25) Sumber mata air merupakan sumber kehidupan. Berarti apa yang diserukan Allah dalam Quran, apa yang diserukan Nabi dalam hadis itu semua merupakan sumber mata air, sumber kehidupan. Ya, insyaallah dengan demikian kita akan hidup menghidupkan hati. Ilmu Katsir mengatakan menghidupkan hati. Syekh Suimin mengatakan menghidupkan semuanya hati dan juga fisik.
(39:52) Karena fisik tergantung kepada hati. Kalau hati baik, fisik baik. Sebaliknya jika hati buruk, fisiknya pun akan terpengaruh. Demikian sudah waktu isya. Nanti insyaallah lanjut setelah azan ya dengan tanya jawab. Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Simak Radio Ro Bogor 100.1 FM Radio Roja Majalengka 93.
(40:53) 1 FM, Radio Roj Palu 11,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 FM. Menyebar cahaya sunah.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *