(3) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube
Transcript:
(00:10) Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan, yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan ya yang lain. [Musik] Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
(00:51) Innalhamdulillah nahmaduhu wainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi minuri anfusina waminati a’alina. Man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun.
(01:26) Amma baqal had kitabullah wir muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhdatuha waulla muhdatin bidah waulla bidatin dolalah wa dolatin finar. Para jemaah sekalian yang dirahmati Allah, para pemirsa Rajak TV dan juga pendengar Radio Rajak di mana pun Anda berada. Kita masih membahas poin 101 ya, tentang larangan seorang istri berpuasa sunah sementara suaminya di rumah tanpa seizinnya.
(02:07) Dan juga larangan seorang istri memasukkan seseorang ke dalam rumah tanpa seizin suaminya. Hadis itu adalah hadis Abi Hurairah yang diriwayat Imam Bukhari dan Muslim. Dan pembahasan hadis ini ya karena terkait dengan masalah hubungan suami istri ya yang terkait juga dengan hak dan kewajiban antara suami istri.
(02:45) Maka sebagaimana yang antum ketahui, pembahasan ini kita luaskan menjadi delapan atau enam poin dari pembahasan ya. Dan kita masih membicara berbicara poin kedua ya bagian C yaitu ketaatan istri kepada suami selain perbuatan maksiat ya. Karena ketika sang istri tidak berpuasa ya karena ada suaminya itu terkait dengan apa? hak suami ketika menghendaki istri untuk berhubungan sebagaimana suami istri. Ya.
(03:29) Dan ini sudah kita bahas pada pertemuan yang lalu ya terkait dengan hadis hadis yang berbicara tentang ee hubungan suami istri ya. Seperti hadis yang menjelaskan bahwa malaikat melaknat wanita yang menolak ajakan suaminya. Dilaknat dari malam hari sampai subuh sudah dibahas ya. Ya. Kemudian juga seandainya istri itu diajak berhubungan dengan suaminya di mana ditungku api ya untuk berbuat membikin roti ya memanasi roti itu tidak boleh menolaknya ya. Bahkan seandainya disuruh sujud p suaminya, maka seandainya boleh istri sujud sama
(04:21) suami. Ya, bahkan istri yang di surga akan cemburu kepada istri yang di dunia ketika menyakiti hatinya. Ya, sebagaimana hadis hadis Muad bin Jabal riwayat Imam Tirmidzi. minzi tidaklah seorang istri ya menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya yang ada di surga bidadari Alhurul Ain berkata, “Jangan sakiti dia loh ya. Ya, cemburu, enggak terima ya.
(05:27) Kalau antum saleh ya, kalau kita saleh enggak terima ya. Tapi kalau bukan saleh toleh ya, tolat-taleh ya enggaklah ya. Ini jangan sakiti dia ya. Semoga Allah membinasakanmu. Dia sebentar bersamamu. Ya, sebentar lagi akan meninggalkanmu, akan menuju kepada kami. Ya, ini istri yang ada di surga akan cemburu, Saudara. Oleh karenanya agar kita sebagai suami diberikan ya hak penuh terhadap istri, apa? Kita harus memenuhi haknya istri.
(06:13) Kita harus melakukan kewajiban kita sebagai suami. Ya, dengan demikian hak-hak kita sebagai suami kepada istri ya akan terpenuhi dan harus dipenuhi. Jika tidak banyak ancaman-ancaman untuk seorang istri ketika suaminya apa? Ketika dia tidak berbuat baik kepada istrinya. Di antaranya tadi ya, di antaranya tadi seandai diminta untuk berhubungan di atas sedang berada di atas tungku api yang biasa dipakai untuk membakar roti, maka tidak boleh menolaknya. Ini para jam rahmati Allah ya.
(06:52) Nah, dalam poin yang kedua kedua ya nomor dua poin C ini yang terkait dengan ketaatan istri kepada suami selain maksiat pas hadis yang kita bahas adalah ya hadis al-umdah hadis sebagai sandaran utama ya pada almuharramat poin ensiklopedilarangan nomor berapa 100 101 satu satu-satu ya. Nah, di mana ee hadis ya umda tersebut ya ee harus menjadi perhatian kita ya.
(07:41) Di mana seorang istri ya tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya ya. Nah, ini dibahas oleh para ulama ya. ee karena hadis yang kita bicarakan adalah hadis sebagai umdahnya ya, yaitu la yahillu yaatinuma wujuhayahidun illa bidnih ya wani baiti illa bidnih tidak boleh seorang wanita ya memasukkan ee ee seseorang ya atau puasa sementara suaminya ada di rumah tanpa seizinnya ya.
(08:38) Dan juga tidak boleh seorang wanita memasukkan orang ke rumahnya tanpa seizinnya. Ya, hadis ini ada kelanjutannya yang juga akan kita bahas nanti. Dan tidak boleh e apa saja yang diinfakkan dari nafkah tanpa perintah suami, maka separuh pahalanya diberikan kepada suami. Artinya di hadis sebagai pokok bahasan ini ada tiga ya dan ini pas dengan poin antara ee apa namanya e ketaatan istri pada suami yang bukan maksiat yaitu puasa sunah tidak boleh tanpa seizin.
(09:36) apa inah yang ada di balik itu karena suaminya punya hak untuk alistinta biha untuk bersenang-senang yaitu memenuhi kebutuhan sebagaimana kebutuhan seorang suami dan itu sudah kita bahas. Yang berikutnya adalah bagaimana penjelasan ulama terkait dengan wala fi baith illa bidnih. Tidak boleh ya memasukkan seseorang atau memberikan izin seseorang masuk ke rumahnya tanpa izin suaminya.
(10:09) Tanpa izin suaminya. Nah, di sini ee dalam kitab Mahdud Fathul Bari syarah Sahih Bukhari, [Musik] Ibnu Hajar ya beliau mengatakan bahwa di dalam Sahih Muslim ya juga disebutkan di situ ada tambahannya nya ya pada hal itu yaitu wala fi baitihi wahua syahidun illa tidak boleh memasukkan orang ke rumahnya sementara suaminya ada kecuali dengan izinnya ya tapi di dalam riwayat Bukhari tidak ada suami di rumah ya dengan demikian kata Ibnu Hajar alqaid ya walqid la mafhum ya, bahwa catatan atau ikatan bahwa tidak boleh memasukkan
(11:17) orang lain ke rumahnya tanpa seizin suaminya, sementara suaminya ada di rumah. Bukan berarti kalau suaminya tidak ada di rumah boleh tidak? Ya, tidak demikian ya. Bahkan ini merupakan penekanan ya. Bahkan ini merupakan penekanan atas larangan tidak bolehnya seorang istri memasukkan orang lain ke rumahnya ya tanpa seizin suaminya. Iya.
(11:56) [Musik] Menukil perkataan Imam Nawawi ya. Ibnu Hajar mengatakan bahwa Imam Nawawi berkata hadah. Hadis ini mengandungi syarat ya, bahwa segala perkara ya yang menjadi haknya suami yang seharus dengan pakai izin di rumahnya maka itu tidak boleh berlaku kecuali harus dengan seizin suami ya. dengan seizin suami istri ini.
(12:39) Namun di sini dijelaskan oleh beliau wahua mahmulun ala maamu rid zauj bihi. Ya, ini dibawa pengertiannya kepada apa? Istri yang tidak tahu apakah suaminya rida atau tidak. Ya, maksudnya kalau istri tidak tahu apakah suami rida atau tidak memasukkan orang ke dalam rumahnya, maka ke sanalah hadis itu dibawa maknanya. Ya, amma lau alimat riduji bidalik fala hara alaiha.
(13:26) Namun apabila ya istri itu tahu kalau suaminya rela, rida, berikan izin ya membolehkan, dia tahu istri ini ya entah tahunya mungkin dari kebiasaan atau dari izin sekali untuk waktu yang lama atau untuk selamanya, maka tidak mengapa. Ya. Nah, ini memang perlu penjelasan ya. Perlu ini terkait dengan apa masalahnya? Yaitu attasaruf ya attasarufu bilmal.
(14:11) Ada ulama yang ke sana terkait dengan hak penggunaan harta. Nah, rumah itu kan hak harta suaminya ya. sehingga tidak boleh digunakan kecuali dengan seizin suamin. Tapi juga ada ulama yang memberikan penjelasan ya itu bukan semata-mata terkait dengan penggunaan harta itu sendiri ya, tapi terkait dengan apa? Yaitu dengan hak suami dalam masalah ya, bukan penggunaan harta ya.
(14:52) ini dengan demikian izin suami itu perlu ya. Izin suami itu perlu ini hukum asal. Namun ketika sang istri tahu kalau suaminya memperbolehkan rid kata Imam Nawawi, “Enggak apa-apa ya.” [Musik] Seperti kebiasaan ya tamu masuk rumah, rumahnya ya mungkin dari siapa? Nanti ada ada perincian para ulama menjelaskan nanti saya bacakan keterangan ini karena ini memang poin pembahasan ya meskipun kita luaskan pembahasannya kepada hubungan suami istri ya karena hubungan suami istri punya hak dan kewajiban sehingga kalau hak dan kewajiban seimbang insyaallah harmonis.
(15:51) Jika salah satunya tidak imbang, akan terjadi disharmoni antara hubungan suami istri. Dan biasanya memang ego kedua belah pihak sering menonjol ya. Sering menonjol. Lebih-lebih memang pada zaman-zaman seperti sekarang ini sama-sama menonjol ego kedua belah pihak ya.
(16:26) Dan harapkan kita semua ilmu itulah yang menjadi solusi dari semua persoalan yang kita hadapi sehingga ego suami akan lulut dengan adanya ilmu. Ego istri juga akan luluh dengan adanya ilmu. Sehingga masing-masing menyadari kedua belah pihak menyadar akan hak dan kewajiban. Orang yang bijak adalah orang yang selalu menjaga kewajibannya, suatu saat mengalah akan haknya.
(16:58) Ya, orang yang tidak bijaksana adalah menuntut hak, melalaikan kewajiban. Ya, bukan hanya tidak bijaksana, ya, tidak adil ya. Itu para jemaah ya. Nah, termasuk masalah memasukkan orang ke dalam rumah tanpa zizin suami. Kalau kita melihat hadis tersebut ini umum siapa saja ya. Karena apa? Beliau mengatakan walaana fi baith illa biidnih ya tidak memasukkan orang ke rumahnya kecuali dengan seizin siapa saja.
(17:35) Ah termasuk bagaimana kalau dengan orang tua? Nah, ini jadi perbincangan para ulama ya. Jadi perbincangan para ulama ya. Di antaranya ada perincian ya terhadap hadis tersebut. Pertama ya saya terjemahkan langsung saja. Apabila seorang suami memberikan izin dengan jelas ya kepada istrinya memasukkan orang baik itu mahram atau sebagian dari kaum wanita, mahram atau kaum wanita.
(18:14) Kalau bukan mahramnya mungkin saja ya tukang AC, tukang listrik dan lain sebagainya ya. aman atau izinnyaang umum maka boleh seorang istriin ya. Apabila seorang suami memberikan izin dengan izin yang jelas kepada istrinya, boleh memasukkan orang tertentu dari mahramnya atau sebagian wanita atau izin secara umum, maka boleh istri ya dengan demikian untuk memberikan izin masuk ke dalam rumahnya.
(19:03) Ya, ini jadi pembicaraan ini rumahnya siapa, Ustaz? Wan fi baitihi. rumah suami. Kalau yang punya rumah istri bagaimana? Itu jadi perbincangan juga. Makanya di sini tidak pembahasannya bukan semata-mata rumah suami. Kemudian itu dari sisi attasaruf, penggunaan harta suami bukan ya. Tapi juga berkenaan dengan kehormatan suami ya.
(19:30) Dan demikian meskipun itu bukan rumahnya suami, apakah kontrak atau rumah istri. tetap saja ya tetap saja harus dengan seizin. Dan izin ini ada beberapa kondisi secara perinci. Pertama memang jelas-jelas ngasih izin nomor satu ini dengan soreh dengan jelas dengan sorehan boleh kamu masukkan ini, ini boleh ya.
(19:56) Ah tapi kalau tidak sesuai dengan syari ya tidak boleh memasukkan yang bukan mahram ya seperti apa ya ipar. ipar itu ya alhammaut ya itu para jemaah ya ini ya ee hadis terkait dengan masalah masar juga hati-hati ya itu sebagaimana ee hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam ya hadis Uqbah bin Amir yang di diriwayat Imam Tirmidzi hadisnya sahihumisa faqul min an ya Rasulullahita alhamwa q alhambu al maut hati-hati kalian ya mendatangi kaum wanita adukhul alanisa itu masuk ke tempat tertentu ya tempatnya wanita lalu ada sahabat Ansar bertanya ya Rasulullah bagaimana dengan alhambu. Alhambu kata beliau almaut. Alhambu itu
(21:10) kematian. Siapa alham itu? Kerabat suami. Apakah itu ipar? Apakah itu pamannya suami, bukan mahram dari istri. Intinya kerabat sua kerabat suami ya. ini. Nah, sehingga kalau memang membolehkan dengan izin ya dan di situ memang terjaga ya mungkin terpisah ada tempat terpisah apa namanya paviliun ya itu silakan tapi kalau berada di dalam ya berat kecuali ada suaminya kemudian bisa dijaga ya.
(21:49) Nah, di sini diberikan peringatan alhamu almaut itu ah mungkin orang tuanya ya atau mungkin ya siapa kalau dapat izin tapi untuk orang tua ada pembicaraan pada ada yang mengatakan itu tidak perlu izin enggak apa-apa sebab kalau enggak boleh akan memutus silaturahim ya. Tapi di sini memang umum. Di sini memang memang umum ya.
(22:23) Yang kedua, yang kedua, jika suaminya diam ya, yaitu tidak memberi, tidak apa namanya melarang dan tidak menyuruh, maka ini diberlakukan sesuai dengan don golb ya, persangkaan kuatnya ini. Kalau memang persangka kuatnya suami tidak melarang ya, maka boleh ya. Tapi ya tapi tetap mahram dan wanita ya.
(23:08) Kalau bukan makruknya yang tentu enggak boleh ya, kecuali memang kondisi darurat memperbaiki listrik, memperbaiki kulkas itu pun juga harus benar-benar seizin suami itu karena bukan mahram masuk ya dan harus tahu suami bagaimana kondisi ketika istrinya memasukkan itu ya. Ya, karena itu berat para ikhwan, para jemaah sekalian ya.
(23:37) terkait dengan fitnah laki dan perem perempuan ya. Ada tidak orang yang sampai apa bahasa orang ya selingkuh ya? Selingkuh itu belum tentu zina ya. Ya. Dan meskipun tidak zina tentu saja itu merupakan larangan dengan sopirnya. misalkan mungkin tadi terjadi iya ya dengan skopir g dengan drivernya sendiri terjadi ya apalagi kalau seorang wanita memang ditinggal oleh suaminya ya fitnah lebih besar baik bagi laki-laki terhadap wanita atau sebaliknya mau ba’di ya fitnatan ador alijal minanisa tidaklah aku meninggalkan ya yaitu apa cobaan fitnah yang lebih membahayakan bagi laki-laki dibandingkan
(24:36) fitnahnya perem perempuan sehingga antum kita ya antum saya termasuk semua kita jangan merasa aman dari fitnah perempuan karena ada seorang tabiin namanya siapa said ibnul Musayyib ada matan Ibnu Musayyab ya rahimahullah taala umur umur 80 tahun. Kondisi beliau buta.
(25:03) Beliau mengatakan, “Yang paling aku takuti fitnah perempuan.” Ya, fitnah perempuan itu karena Nabi yang bersabda sallallahu alaihi wasallam. Demikian juga dengan perempuan. Makanya Allah Taala menyuruh agar wanita pun juga menundukkan pandangannya. mminat ya abimna furujah. Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman agar menundukkan sebagian pandangan dan juga menjaga kehormatannya. Artinya sama.
(25:40) Pertanyaan saya, apakah laki-laki saja yang terfitnah sama perempuan? Tidak. Ya, sama. Makanya kalau terjadi perzinaan apa? Dira yang diraja apa? Laki-laki doang. Dua-duanya. Kalau muhson ya, kalau g muhson belum pernah kawin dicam dicambuk ya. Ini para jemah ini dua-duanya sehingga apa? Dua-duanya harus menjaga diri ya.
(26:06) Laki kepada perempuan, perempuan kepada laki-laki. Ah jadi kembali kepada tadi perizinan. Kalau zon golb zon golb ini adalah persangkaan kuat. persan itu dibangun dari apa ya? Dari pengalaman dan sebagainya. Dan sekarang ini mudah tinggal WA, “Mas ini ya mau datang ke sini ya. Kakak saya, adik saya selesai izin uyan ya pun belum terjawab sementara sudah di depan di depan pintu pun suaminya sibuk.
(26:45) Nah, kembali kepada tadi don Ghalib. Ini biasanya suami saya yang mengizinkan. Masa suruh tunggu dulu ya sampai 2 jam belum dijawab ya. Hampir suaminya mati dicas atau lupa ya. Maka kembali pada don golb. Apa don gb? Persankan kuat suaminya itu ngizinin apa gak. Nah berdasarkan pengalaman sebelumnya biasa di diizinkan karena itu mahram.
(27:10) Nah masalahnya kalau bawa yang bukan mah yang bukan mahram. Nah ini ya. Ya, alhadu almaut ya tadi Nabi sallallahu alaihi wasallam ee menyampaikan ya tentang apa? tentang kerabat ya laki-laki. Ya Rasulullah qabut akirmidzi dari Uqbah bin Amir radhiallahu taala anhu. Hati-hati kalian masuk ke tempatnya perempuan. Ya.
(27:49) Ada orang bertanya, “Bagaimana dengan alhamdu?” Apa kata beliau? Alhamhu adalah kematian. Ya, kalau kematian ini merupakan warni, merupakan peringatan keras kematian. Nah, siapa alham itu? Kerabat suami. Apakah itu ipar? Apakah itu ponakan? Ya, bukan mahram ya. Ponakan laki-laki, paman laki-laki ini. Apalagi teman kerja ya, teman sekantor merasa besti ya.
(28:23) Eh, besti, betul ya. Merasa besti gitu ya. merasa teman akrab. Wah, sudah keluar masuk saja. Ujung-ujung aja istrinya digondol sama teman sekantor. Terjadi tidak terjadi? Ya, terjadi. Naudubillahimzalik sama iparnya terjadi ya. Ee karena mentang-mentang ipar dibonceng ke sana kemari, dibawa ke sana kemari ujung-ujungnya terjadilah naudubillah apa yang terjadi? Ya, sebab itu para jemaah sekalian, kita ini sebagai muslim mau tenang hidup, hiduplah bersama dengan ilmu. Tenang hidup.
(29:05) Ilmu itu apa? Kata Imam Adzahabi atau juga dinisbatkan kepada Ibnu Qayyim Aljauziyah, “Al ilmu maqallah waq rasul waqhab laisa banwih.” Yang dimaksud dengan ilmu adalah apa yang Allah firmankan di mana? Al-Qur’an. Apa yang disabdakan Nabi di mana? Di hadis dan perkataan sahabat. Itulah pemahaman salafus saleh itu ilmu.
(29:37) Nah, oleh karena itu Quran dan hadis ya kalau kita mau mengikutinya jaminan hidup insyaallah diberikan oleh Allah kepada kita. Ya, sebagaimana sering saya sampaikan surah Al-Anfal ayat yang ke-24 Allah berfirman, “Ya ayyuhalladina amanuillahirulumikumalai.” Wahai orang-orang yang beriman, kita yang beriman nih dipanggil.
(30:09) Kata Ibnu Mas’ud radhiallahu taala anhu, jika ada di Quran ya lafaz ya ayyuhalladzina amanu, wahai orang-orang beriman ya silakan alis ya bisamihi. Pasang pendengaran kita baik-baik bahwa Allah akan menyampaikan perkara penting. Apa kata Allah? Sambutlah wahai orang-orang beriman, sambutlah, terimalah. Apa itu? Seruan Allah, ajakan Allah dan ajakan Rasul-Nya. Di mana ajakan Allah? Al-Qur’an.
(30:43) Di mana ajakan Rasul dalam hadis ketika mengajak kalian untuk apa? Lima yuhikum. Untuk segala sesuatu yang bisa memberikan kehidupan ini, para jemaah. memberikan kehidupan. Oleh sebab itu, Al-Qur’an dan As-Unah dan hadis ini disebut dengan asyariah. Syariat. Ya, kan sering ngomong syariat-syariat ya. Ah, syariah itu bahasa Arab. Apa terjemahannya? Manul ma, sumber mata air.
(31:23) Dan kita tahu ya, air itu sumber apa? Sumber kehidupan. Ya, bahkan di dalam Al-Qur’an dikatakan ya semua kehidupan itu dari air ya. Surat Alanbiya ayat 30. Awalamadina kafaru ardumain ya. Tidakkah orang kafir itu melihat yaitu observasi bahwa dulu langit dan bumi itu penyatu ya betul ya seperti teori big bang tapi teori big bang dengan sendirinya kalau Quran mengatakan fafatqnahuma kami pisahkan ada fail ada subjek yaitu Allah ya waja’alna minal mai kulla saaiin hayyin semua yang hidup itu kami jadikan dari siapa kami ciptakan dari apa? Dari air. Nah, ini dari air saudara ya. Kita juga
(32:27) dari air ya. Air apa? Air. Air hina ya. Mim main mahim ya. Air air hina ya. Alam nah. Bukankah aku ciptakan kalian dari air yang hina? Ya, jangan, jangan sombong ya. itu dari air. Nah, ternyata air sumber kehidupan. Al-Qur’an dan sunah disebut syariat. Syariat bahasa Arab. Lihat buka kamus-kamus bahasa Arab.
(33:06) Buka almjamul wasit. Di antaranya apa artinya? Manuliah. Sumber mata air. Sumber mata air. Sumber kehidupan. Artinya semua syariatnya Allah itu sumber kehidupan. Kalau ingin hidup nikmat, hidup bahagia, ikuti Quran dan sunah. Selesaikan semua perkara dengan Quran dan sunah. Sesungguhnya perkata orang beriman ketika mereka diajak untuk berhukum kepada Allah dan rasulnya, maka mereka mengatakan apa? Kami dengar, kami taat.
(33:50) Ya, tidak pantas bagi orang beriman laki atau perempuan ketika Allah menetapkan perkara pilih yang lain. Enggak pantas kalau orang beriman. Orang beriman apa? Ketika diajak kepada Allah dan rasulnya untuk menghukumi di dalam mereka samna waun. Kami dengar, kami taat. Itu para jemah ya. Tidak beriman.
(34:27) Demi Allah mereka tidak beriman Muhammad sampai mereka menjadikan engkau sebagai hakim dalam memutuskan perkara di antara mereka dan tidak ada rasa haraj berat atas keputusanmu dan tunduk pasrah dengan sebenarnya. Masyaallah. Itu orang beriman, saudara nikmat dan benar nikmat ya. Bagi kaum wanita warisan dapat satu bagian, laki dapat dua bagian. Kalau laki-lakinya wah saya sami nawat.
(34:53) Nah, karena dapat banyak bagi perempuan. Itulah kehidupan yang sebenarnya satu bagian. Karena sumber kehidupan mengatakan apa ya? un bagi laki-laki dapat dua bagian perempuan itu kehidupan yang namanya adin itu Quran ya. Dulu kan Nabi Muhammad ketika membagi apa? harta rampasan perang. Ada orang mengatakan apa? Adil ya Muhammad.
(35:24) Adillah engkau wahai Muhammad. Nabi marah kalau aku enggak adil siapa yang adil? Paham di sini para jemaah? Oleh sebab itu kalau kita ingin mendapatkan kebahagiaan termasuk dalam hubungan suami istri ya karena terkadang ego, egonya itu sama-sama menguat. Kalau sudah ego sama-sama menguat, yang dipakai bukan ilmu ya, yang dipakai hawa nafsu. Para jemaah, bismillah.
(36:06) yang dipakai hawa nafsu masing-masti kalau hawa nafsu yang dipakai berakhir dengan kesengsaraan pasti itu ya. Kalau bahagia semu, kebahagiaan semu yang dibangun bukan di atas dasar agama Islam. Ya, karena kebahagiaan itu amal saleh dibangun di atas keimanan. beramal saleh laki atau perempuan dan beriman dia ketika beramal saleh maka kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.
(37:02) Apa kebahagiaan? Assaadah kata Ibnu Katsir aljannah kata Ali bin Abi Thalib di surga di akhirat surga itu para jemaah ya. Nah, sehingga apa? Ketika oh iya ini haknya suami, istri reda, rida, rela. Demikian juga dengan suami, “Iya ini haknya istri gitu.” Maka kalau sudah itu jadi kacamata ya, kita insyaallah yakin bahagia yang hakiki akan didapatkan.
(37:31) Kehidupan yang hakiki akan didapatkan. Ya, nanti ada pembahasan bahwa istri jadi mungkin enggak istri jadi musuh bagi suaminya. Allah yang berfirman, “Ya ayyuhalladina amanu in azwajikum wauladikumakum. Wahai orang beriman, sesungguhnya di antara istri dan anakmu jadi musuh. Bagimu hati suruh hati-hati nanti insyaallah ada pembahasan itu.
(37:58) ” Padahal cintanya setengah mati. Betul. apapun yang kau inginkan ya mau aku mendaki gunung akan kudaki gunung yang tinggi. Akan kuseberangi ya lautan yang sangat luas bahkan lautan api mau dimasuki. Coba beneran enggak mungkin ya sehidup sama sehidup semati suaminya mati mau masuk kuburan juga enggak paham antum ini saudara ya. Wah cinta setengah mati.
(38:28) Kalau untung mati, kita mati, istri mau ikut enggak ke kuburan, masuk kuburan nyemplung enggak. Habis masa idah, harta warisan sudah didapat, ada laki-laki datang apa? Sudah mesam-mesem lagi, sudah senyam-senyum lagi. Tafadol ya. Nah, oleh karena itu mari landasi semua dengan syariat. Bahagia insyaallah bahagia. Senang, insyaallah senang.
(38:53) Bahagia dengan sebenarnya hakiki. Selain itu apa? Janji Allah pahala melimpah. Ya, demikian sudah masuk waktu isya. Ya, mari kita kaji dengan tingkat kesadaran yang tinggi. Kita banyak peluang untuk meraih pahala dalam kehidupan suami istri, kehidupan berumah tangga.
(39:19) Ya, itu banyak tanda-tanda kebesaran Allah ada di situ. Mari kita manfaatkan betul dengan ilmu sehingga kita tidak rugi ngasih nafkah sama istri. Tidak rugi sayang sama anak semuanya ya ada apa? Ada pahalanya. Itu yang kita harapkan. Selain itu kasih sayang pun insyaallah sampai. Dari itu namanya kasih sayang yang sebenarnya. Demikian kita akan lanjutkan nanti insyaallah ya.
(39:44) Karena ini sangat penting jadi modal mudah-mudahan Allah Taala berikan taufik dan pertolongan sehingga kehidupan suami istri kita ini ya benar-benar di bawah naungan sunah dalam bimbingan ilmu. Wasallallahu ala nabina Muhammadin waa alihi wasahbihi wasallam. alilhamdulillahiabbil alaminak Radio Roja Bogor 100.1 FM, Radio Roja Majalengka 93.
(40:31) 1 1 FM, Radio Roj Palu 101,8 FM dan Radio Roja Bandung 104.3 3M [Musik]
Leave a Reply