Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

(3) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Ensiklopedi Larangan – YouTube

Transcript:
(00:00) Barcahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Di dalam agama Islam itu tidak boleh saling merugikan, yang boleh saling menguntungkan. Karena manusia makhluk sosial, dia perlu dan membutuhkan, ya. yang lain. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
(00:52) Innalhamdalillah nahmaduhu wainuhu wafiruh wa naud nauzubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina. Man yahdihillah fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi.
(01:22) illa wa antum muslimun amma bau asq had kitabullahir muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muh wa muhin bidah wa bidatin dolalah waalatin finar para ikhwan dan akhwat fillah rahimani warahimakumullah yang ada di masjid radus shihin dan juga kepada pendengar radi di Rajak. Pemirsa Rajak TV di mana pun Anda berada, mari kita selalu untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang kita rasakan.
(02:03) nikmat iman, nikmat Islam, nikmat berada dalam naungan sunah, dan nikmat berada dalam bimbingan ilmu. Di antaranya yang masih dalam pembahasan kita ya, poin 101 terkait larangan seorang istri berpuasa tanpa izin suami sementara suaminya di rumah yaitu puasa sunah dan juga memasukkan orang ke dalam rumahnya tanpa seizinnya. Kemudian kita kembangkan, kita luaskan pembahasan ini karena itu termasuk haknya istri, eh haknya suami, ya.
(02:42) Sehingga di sini mari kita lanjutkan pembahasan antara hubungan suami istri, ya, interaksi suami istri, hak dan kewajibannya. Ya, kita sampai pada pembahasan yaitu ee poin yang ketiga ya. Yang kedua, hak dan kewajiban suami. Yang ketiga ini hak dan kewajiban istri. Ya, tentu mungkin di dalam pembahasan kitab atau buku yang lain begitu luas.
(03:15) Kita beberapa poin penting saja yang kita bahas ya. Di antara ee hak istri adalah mendapatkan nafkah. Ya, sebagaimana di dalam hadis Muawiyah bin Haidah al-Qusyairi radhiallahu taala anhu ya. Di mana beliau mengatakan qlu ya Rasulullah maquji ahadina alaih? Qima akalta watuha wadil wajhah w tuqbih w tahjur illa fil bait. Ya. Beliau bertanya kepada rasul.
(04:05) Aku berkata, “Ya Rasulullah, apa hak istri ya di antara kami seorang dari kami pada suaminya?” Apa kata beliau? “Engkau memberikan makan kepadanya. ketika engkau makan, memberikan pakaian ketika engkau berpakaian dan jangan memukul wajah dan tidak boleh menjelek-jelekkan ya dan jangan meninggalkan ya menghajr kecuali di dalam rumah ya di dalam rumahnya yaah di dalam hadis ini ya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika ditanya ya ketika ditanya oleh seorang sahabat Muawiyah bin Haidah ya Al-Qusyairi hak istri kepada suami ya tentu saja di sini makan pakaian ya nah
(05:04) kembali kepada urf juga waasirun bil mar’ruf pergalui istri-istri dengan makruf sesuai dengan urf makruf sin urf nah sekarang kita lebih memberikan apa? Uang. Uang belanja ya. Urufnya ya. Urufnya. Ini apa? Kebiasaan masyarakat yang ada di situ ya. Tapi yang pasti di dalam hadis ini menjelaskan makanan yang dimakan istri ya sama dengan yang kita makan. Jangan kita makan yang enak, istri yang tidak enak.
(05:41) Ya, antum makannya apa? Suaminya makan apa yang enak ya? Ya, kembali kepada ini ya selera kebully misalkan ya istrinya kasih nasi uduk ya ini tentu apa tidak fair ya karena Nabi mengatakan ya akalta beri pakaian dan di dalam di sini hadis mengatakan wala tadrib al wajha jangan mukul wajah ah berarti mukul yang lain boleh enggak? Boleh sebagaimana di dalam ayat Al-Qur’an ya.
(06:23) Sebagaimana Allah berfirman, wallati takfuna nusuzahunna faiduhunna ya wahjurhunna fil madji watribuhun. Ya. Apabila kalian khawatir ya kepada nususnya istri apa nusus itu? Kata nasis. Nasis itu bicara tinggi ya. Bahkan juga ulama menyebut keluar rumah tanpa izin suami masuk nu nusyuz. Maka di sini faiduhun berikan nasihat pada mereka ya.
(07:04) Dan nasihat tidak sekali dua kali ya, tidak sekali dua kali bisa lebih dari sekali itu ya. Kemudian wahjuruhun kalau seandainya harus ditinggalkan bisa tempat tidur. Wahjuruhun fil madji ah wadribuhun terakhir mukul. Jadi kepada semua yang mendengar terkait pukulan suami kepada istri dalam surat An-Nisa ada ayat 34 ya.
(07:39) Dan itu tidak termasuk KDRT kalau dalam Al-Qur’an ya gitu. Ah namun demikian tetap harus mengikuti apa prosedurnya. Allah berfirman surah An-Nisa 34. nusuzahunna wanita yang kalian atau istri yang kalian khawatirkan nususnya ya yang kalian takutkan nususnya faiduhunna ya nasihati ya nasihati ya dan Nabi sallallahu alaihi wasallam berwasiat tentang wanita ala wastausu binisai khair ya ingat berwasilah berwasiatlah ya tentang wanita dengan kebaikan Karena mereka itu ada awani di sini yaitu asirah ya bagaikan orang yang tertahan gitu loh ya. Ya karena memang dia harus dalam tanggungan jawab kita
(08:36) ya. Nah dengan demikian apa? Pergauli dengan baik. Waasirun bil maruf. Tapi kan tidak menutup kemungkinan terjadi perselisihan. Apakah sebabnya suami atau istri? Apakah kesalahan suami atau istri? Maka ketika jelas itu sebuah kesalahan istri ya sebab dan nusus ini, maka apa? Maka Nabi ya Allah Taala menjelaskan disuruh dikasih nasihat ya faiduhunna ya.
(09:13) Karena kita sebagai arijalu qawamuna alan alanisa ya. Dan kita akan dimintai pertanggungjawaban nanti ya. Warajuluh masulun warajuluin an ahli baith. Ya, seorang laki-laki dia pemimpin tentang keluarganya. Kemudian apa ya? Disuruh untuk anfusakum wahlikum naro. Jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka. Termasuk ketika nusus.
(09:47) Jadi nusus ini ya apa itu nususwa yauhal ini penjelasan Syekh Abdurrahman bin Nasir As’di apa nusus irtifauhun ya dia apa mengangkat dirinya alias apa apa orang bilang bilang itu apa ya istilahnya bahasa ada bahasa jawanya ngelonjak ngelonjak. Nah ini istri ngelonjak ya itu dari ke apa ngelonjak dari ketaatan pada para suaminya dengan bermaksiat baik dengan ucapan maupun perbuatan.
(10:38) Ah maka kata beliau fainnahu yuadibu bil ashal fal ashal. Hendaklah ditakdib dididik dengan yang paling ringan sampai yang kemudian berikutnya. Apa yang paling ringan? ya beri nasihat yaitu apa bayan hukmillahuji memberikan penjelasan tentang hukum ya Allah masalah ketaatan pada suami ya wsiatihi bagaimana juga ancaman bagi yang durhaka pada suami fah ya diberikan semangat untuk ketaatan maksiatih diberi takut-takuti tentang maksiat kepada kepada suaminya lah ini ya. Nah, kalau sudah selesai enggak bisa lagi. Fainhat fadalikal matlub.
(11:24) Kalau sudah selesai yang dituntut enggak bisa lagi. Wailla fayah juru fil madji boleh ditinggalkan alias pisah tempat tidur ya. Pisah tempat tidur jangan langsung dikampleng ya. Jangan langsung ditabok. Nah, itu ada prosedurnya. Ada ini ya. Nah. Bian la yudoiaha ya yaitu tidak bersamanya di satu tempat tidur ya wuj wujamiaha bqdar ma yahsul bihil maksud ya kemudian tidak berhubungan hingga apa berhasil tujuan dari yang namanya hajr ya ya kalau sudah taat ya jangan cari-cari pakai alat Wah, ini kayaknya kesempatan ini ya
(12:17) untuk nyari yang lain. Tidak bisa begitu ya. Setelah dikasih pelajaran berhasil ya sudah selesai ya. Itu waillahaban ghairu mubar. Ya kalau memang tidak bisa terakhir ya akhirul akhirud alkai ya akhirud dawa alkai. Obat terakhirnya ada apa? yaitu adorbu. Tapi dorbu di sini giri mubar ya.
(12:51) Sebagaimana yang disampaikan ya oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam ya dari hadis yang tadi sudah kita dengarkan ya yaitu ghairu mubarh ya. Tuh gitu ya. Fala tadrib al wajah. Tidak boleh memukul wa wajah. Biasanya orang kesal yang jadi sasaran apa? Iya ini ya dikamplung sak kapoknya. Iya ini dilarang dalam agama ya. Dilarang ikhwan ini kan larangan ya.
(13:32) Wala tadribil wajhah. Jangan ya memukul wajah. Kemudian di dalam memukul pun juga ghairu mubarrih ya. Ghairu mubarrih itu apa? Tidak meninggalkan bekas ya. Tidak meninggalkan bekas ya itu ya. Tidak sampai meninggalkan bekas. Sebagaimana ee di dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam ya, bahwa ee ketika ditanya masalah haqqilah lasul wasallam mahul qim mabit. Ya nih sama hadis Muawiyah bin Haidah. Ditanya haknya istri pada suami.
(14:40) Ngasih makan ketika makan ngasih pakaian. Jangan mukul wajah, jangan menjelak-jelakkan, ya. Ee boleh mukul kecuali tidak boleh meninggalkan bekas. Coba gambarkan. Tidak boleh pukul wajah. Tidak boleh ketika mukul selain wajah meninggalkan bekas. Pukul sama apa itu ya? Ya. Nah, pukul dengan kasih sayanglah ya. Ghwan ya. Luar biasa.
(15:16) Nah, maka di sini ee perlu ini para kepada para suami ini ya, karena ini merupakan ee apa namanya? Haknya istri ya. Bahkan dalam riwayat di redaksi yang lain ya hadis ini Imam Ahmad, Ibnu Hibban, Abu Daud annahu qala ya Rasulullah maqu zaujati ahadina sama hadis Muawiyah tapi redaksi yang lain ya lafaznya lafaz Imam Ahmad dan Ibnu Hibban.
(15:44) Apa hak istri dari kami? Engkau ngasih makan ketika kau makan kau pakaian ketika pakai pakaian wajaha ya. Dan jangan mukul wajah. W tuqobbih jangan menjelek-jelekkan. Wala tahjuro illa fil bait. Jangan kau tinggalkan di Hajr kecuali di rumahnya. W ibni Abbas radhiallahu taala anhuma.
(16:21) Dan dari Abbas radhiallahu anhu beliau mengatakan, “Qini la uhibbu an atazayyana lil marah kama uhibbu anatazana maratuallah yaqul walahunzi alaihin biluf.” Ya. Apa kata Ibnu Abbas radhiallahu tahahuma? Aku suka berdandan untuk istriku sebagaimana aku suka istriku berdandan untukku. Istrinya suruh pakai benges. Apa benges? Lipstik. Iya. Suaminya bau jigong. Wah, Ustaz jangan buka rahasia ini. Ya, ini coba lihat ya.
(17:01) itu jadi sama-sama berdandan atazayyan berdandan di sini bersolek ya ini Ibnu Abbas seorang Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma shahabiyun jalil ya hadis ini ya dikatakan sanadnya sahih oleh Syekh Albani ya ini para jemah ya paham di sini ya oleh Ahmad Sakir ya Syekh Ahmad Sakir ya kenapa karena Allah berfirman, walahunna mlulladzi alaihinna bil mar’ruf.
(17:38) Para istri itu juga punya hak sebagaimana seperti punya kewajiban ya bil makruf dengan baik sesuai dengan urf di sini ya. Nah berarti ada apa? Semacam keseim keseimbangan ya. Kembali kepada hadis tadi ya. kita tidak boleh menjelek-jelekkan ya. Di dalam sebuah hadis ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, “La yafr mukminun mukminah.
(18:22) ” Ya inkariha minha khuluqon rya minha akq girah. Rawahu Muslim dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. Seorang suami di sini mukmin maksud suami ya tidak boleh ya kemudian ya membenci ya seorang istri ya. Maksud yafr di sini adalah ya, yaitu apa? Seorang suami tidak boleh membenci ya seorang istri. Kalau dia tidak suka dengan satu perangai dari istri, maka dia akan senang dan rida dengan perangai-perangai yang lain. Kan tidak ada saudara istri yang sempurna. Nah, sempurna nanti siapa? Alhurulin.
(19:16) Bidadari sempurna itu ya. Ada istri kurang pandai masak tapi pandai melayani suaminya. Ada istri pintar ngurus anak, ada pula yang belum bisa ngurusi perabotan. Ya, kurang kurang rajin nilai kita mungkin 50 tapi urusan 80. Memang kalau nuntut semua sempurna tidak dapat.
(19:49) Paham di sini? Oleh karena itu, Nabi bersabda la yafroq mukminun mukminah ya inkar minha khuluqon r minha akor. Rawahu Muslim. Jangan seorang suami membenci istrinya begitu parah ya. Ya, makanya hadis mengatakan. Cintailah orang kau cintai. Sedang-sedang saja wajar. Jangan lebai. Suatu saat bisa jadi musuh ya.
(20:32) Dan bencilah kepada orang kau benci sewajarnya saja. Suatu saat bisa jadi apa? kekasih ya. Nah, istri juga demikian. Enggak mungkin kita mengharap masaknya harus 90 nilainya, dandannya 9,9 ya. Kemudian ngurus anak 90,5 enggak bisa ngurusin perobot ya. Sementara uang belanjanya enggak cukup minta yang sempurna. Nah, ini ya kita harus ya pahamlah ya.
(21:07) Maka keseimbangan antara hak dan kewajiban itu masyaallah. Orang yang bijak senantiasa memperhatikan kewajiban. Suatu saat mengalah atas hak. Orang yang tidak bijak apa? W nuntut hak sementara melalaikan kewajiban. Ini ya tahunya apa? Harus taat sama suami. Itu ya. Istri juga demikian. Tahunya apa? Harus baik sama istri. Ya susah ya.
(21:39) Istri nuntut dengan hadis apa? Kirukumirukum liahlih. Wahairukum liahli. Sebaik-baik kalian kata Nabi yang paling baik sama istrinya. Aku orang yang paling baik sama istri. Apa kata suami? Suami juga ngomong ya laut amiron ahadan. Seandainya aku boleh menyuruh orang sujud sama orang, maka aku suruh istri sujud sama suami.
(22:11) Kalau seperti itu, apa yang terjadi, jemaah sekalian? Apa terjadi? Selalu beran berantem alias perang perang dalil. Paham di sini? Coba dibalik, dibalik. Mari kita membalik ya. Insyaallah akan menurunkan kita ya. Dibalik kita menggunakan hadis apa? Sebaik-baik kalian yang paling baik sama istrinya. Aku orang yang paling baik sama istri. Ah, itu pegang oleh para suami, oleh saya, oleh antum, ke kita semua. Wahai para suami.
(22:41) Yang istri pegang hadis. Seandainya aku boleh menyuruh orang lain untuk sujud kepada orang, aku suruh istri sujud sama suami. Kalau seperti itu enak ya. Semua akan saling mempraktikkan kewajibannya. Kalau sudah kewajiban dikerjakan, insyaallah hak itu akan datang. Ya, hak itu akan datang, ya. Makanya kata Nabi, lafr la yafr mukminun mukminah in kariha minha khuluqon rodya minha akor.
(23:20) Ya, tidak boleh suami itu membenci istrinya ya, berlebihan. Kalau dia tidak suka dengan satu perangai, maka dia akan rida suka dengan perangai yang lain. Ya, itu tadi kalau istri kan kebanyakan apa? Dapur, kasur, sumur kan gitu ya. Tiga ur ini ya. Dapur masak, sumur ya nyuci, perabotanlah istilahnya ya. kasur suami. Artinya pasti para jemaah tidak ada yang sempurna ya.
(23:56) Tidak ada tidak ada pasti ada kekurangan ya. Ah masyaallah Nabi memberikan solusi seperti itu ya. Jadi jangan sampai kita menjelek-jelekkan ya. Sudah tahu memang dulu bapaknya abang becak. Dasar anaknya abang becak gitu. Dasar anak tukang las misalkan kan sudah dari dulu kan tahu. Iya kan? Ketika antum melamar istri kan tahu kenapa dijelek-jelekkan sampai segitunya itu ya. Kalau antum sih bti antum antum merasa turut tuduh tidak ya.
(24:36) Kita bicara secara umum dalil ya secara umum. Bola tuqobbih jangan menjelek-jelekkan bahkan tadi ya jangan memukul wajah bahkan jangan memukul sang menimbulkan bekas ini luar biasa Islam mengajarkan ya betapa mulianya para wanita di dalam Islam. Kenapa? Ya karena memang kewajibannya sangat besar para jemaah sekalian ya.
(25:08) ini dan yang B berhak dapat tempat tinggal meskipun kontrakan ya di dalam surah at-Talaq ya 6 sampai 7 meskipun syahidnya askinuhunna min haitsu sakantum min wujudikum ya silakan berikan tempat tinggal di mana kalian tinggal ya, yang kalian dapatkan di sisi kalian.
(25:39) Bahkan kata Qotadah sebagaimana dinukil oleh Ibnu Katsir, meskipun di situ rumah enggak dapat, ya sebelahnya dikasih sebelahnya ya atau bahasa kita mungkin barangkali kontrakan enggak ada masalah ya. Itu haknya istri waasirun bil ma’ruf ya. Dan tentu bukan satu aib para jemaah sekalian. Karenaang hidup kan ya proses tidak semua orang langsung bisa ada ini, ada itu punya ini, punya itu.
(26:06) Kalau kita lihat bagaimana tujuan dari pernikahan sudah kita sampaikan di awal tujuan pernikahan untuk menjaga kehormatan ya untuk kemudian kita apa namanya saling kerja sama dalam ketakwaan. Ya, bahkan separuh agama sudah ditangal. Manqahullah imroatan shihatan faqanahullah baqi.
(26:44) Barang siapa diberi rezeki oleh Allah berupa apa? Istri yang salehah itu sudah apa ya? Allah menolong dia itu separuh dari agamanya. Ada rumah kontrakan ya enggak apa-apa, Mas ya. Yang penting ya antum saleh, Mas. Masyaallah ya. Ini belanja segini, telur naik, beras naik ya semua naik. Yang enggak pernah naik sandal ya, semua naik ya. Enggak apa-apa, Mas. Kita atur, Mas. Ya, kalau emang enggak bisa ya empat sehat, lima sempurna, Mas. Sudah yang penting sehat, Mas.
(27:15) Kan itu ya semua terima. Alhamdulillah ya. Qaah. Para jemaah itu saleh istri salehah. Yang penting suaminya tetap kerja. Meskipun tidak punya kerja tetap yang penting tetap kerja ya. Yang penting berusaha. Sudah berusaha semaksimal mungkin para jemaah ya. Apa kata Allah? Liyunfi saatin min saatih.
(27:45) Silakan memberikan nafkah bagi orang yang punya kelapangan sesuai dengan kelapangan dia ya. Mau belanja berapa sebulan, seminggu? Ya, kalau memang kelapan, silakan. Kalau memang diberikan barangkali kesempitan rezeki, silakan sesuai dengan apa yang Allah berikan. La yuklah nafsan illa maaha. Ya, surat atalaq ayat yang keet7 ya. Ayat ketuuh.
(28:12) Eh, silakan baca itu yang enggak ke lapangan ya silakan gitu. mungkin tidak beri kelapangan, kesempitan ya sesuai dengan apa? Sesuai dengan apa yang dimiliki. Nah, istri terima itulah wanita salehah diatur sedemikian rupa. Ya, itu Mas cuman cukup beli mie sama telur. Enggak apa-apa ya? Enggak apa-apa, Mas. Tak bikin sekutel.
(28:39) Oh, masyaallah mantap ya itu ya. sama saus sama kecap ng artinya bisa legowo bisa qonaah ya itu tapi kalau memang suami ya mampu ya silakan berikan kebaikan-kebaikan pada pada istrinya ya itu agama mengatur seperti itu cuman tetap harus ada standar orf ya apa kalau bisa enggak masalah ah tempat misalkan enggak harus punya rumah sendiri banyak orang yang menikah nunggu punya rumah sudah di atas 25 belum.
(29:16) 30 belum punya rumah? Nah, belum kawin 35 belum punya rumah belum akhirnya 40 lebih ya 50 punya anak bayi ya. Arti apa para jemaah? Jangan takut. Allah Taala akan memberikan kekayaan ya. Sebagaimana Allah Subhan subhanahu wa taala berfirman ya dalam surah Annur 32. Waulama wasihina minikum waikumakunu fuqumullah minadlih.
(30:01) Ya nikahkanlah alayama apa anak-anak yatim ya itu sendirian dari kamu ya. orang sendirian dari kamu dan orang yang saleh dari hamba-hambamu. Ya, ini kalau hamba saja yang takut miskin disuruh kawin apalagi yang bukan hamba orang merdeka.Akunu fuqar kalau fuqar fakir yunumullah Allah yang akan apa? memberikan kekayaan Allah akan yang mencukupi. Ya, ini. Nah, mari semua baik yang pengantin baru atau penganten kawakan, pengantin lama, ayo kita jadikan sebagai sebuah apa? Sebuah nasihat ya tentang pernikahan ini untuk apa? Menjaga kehormatan, menambah amal saleh ya. Bekerja sama dalam ketakwaan,
(30:49) memperbanyak keturunan ya. Jangan takut miskin ya sampai membunuh anaknya. Sebagaimana Allah Taala berfirman, “Jangan kalian membunuh anaknya.” Wala taktulu auladakum khasyata imlaq. Ya, itu jangan kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin. Ya Allah yang ngasih rezeki ya. Nahnu narzuquhum wa iyakum.
(31:19) Surah al-Isra ayat 31. Jangan kalian wtulu auladakum, jangan kalian bunuh anak-anak kalian. Kh imlak karena takut miskin. Nahnu narzuhumakum. Kami yang ngasih rezeki pada anak-anak kalian, kepada mereka dan juga kepada kalian. Ya. Nah, sekarang ini angka perceraian begitu tinggi.
(31:43) Sekarang ini orang-orang sampai kepada tingkat stres. Akhirnya apa ya? Membunuh istrinya, membunuh anaknya. Dia sendiri juga bunuh diri. Nah, ini dia sendiri bunuh bunuh diri tingkatnya. Padahal kalau dilihat ekonomi sementara alasan ekonomi. Karena apa? Tidak merasa cukup ya. Tidak merasa cukup itu ya. Coba kita merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Insyaallah tidak demikian ya.
(32:13) Seperti ya Allah Taala menjelaskan ya tentang bagaikan kita yaitu apa dengan kita qonaah ya gitu dengan kita qonaah ya ee sebagaimana ee dijelaskan ya ird bima qasamallahu lak takun agnanas Ya, ridalah dengan apa yang lu berikan maka engkau akan menjadi orang yang paling kaya. Ya. Dan doa Nabi apa? Allahumma qonni bima roqtani.
(33:01) Ya Allah berikan qanaah kepadaku dengan apa yang kau berikan ya. Yaitu apa? Ee dari apa namanya? Rezeki yang Kau berikan ya. Ini ini para ikhwan qod aflaha man aslama waruziqo kafafan waqonahullah bima atah ya sungguh beruntung orang yang masuk Islam ya dan orang yang qanaah ya qod aflaha ya man aslamah ya sungguh beruntung orang yang masuk Islam ya waruziqoh kafafan waqonnaahullah bima ata ya rah muslim nomor 1054 dari Abdullah bin Amr sungguh beruntung orang yang masuk Islam ya merasa cukup dengan rezeki yang diterima dan Allah berikan qanaah dengan apa yang Allah berikan kepada dia. Ya, ini ya itu.
(34:05) Jadi kalau kita qonaah masyaallah para jemaah j kepada para istri ya sesuai dengan kemampuan para suaminya. Kemudian yang ketiga, taat pada suami selain maksiat. Rasululillah sallallahu alaihi wasallam ayun q allatiu amar wifu nafsiha bima yaq. Ya, akhrijahun Nasai dari Abi Hurairah radhiallahu taala anhu.
(34:42) Rasulullah ditanya, “Siapa wanita yang paling baik?” Adalah, ya wanita yang menyenangkanmu. Ya, menyenangkan suaminya ketika suaminya memandang, ya. mentaati suaminya ketika suaminya menyuruh tidak menyelisihi suaminya ya baik pada dirinya atau pada hartanya yang tidak disukai oleh suaminya. Ya, Nabi bersabda, akhjahu Ibnu Hibban dan yang lainnya dari ee Abi Hurairah radhiallahu taala anhu dan sahih Albani.
(35:39) Ketika wanita itu menjalankan salat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatan, kemaluannya dan taat pada suaminya, akan dikatakan kepada wanita itu, “Silakan engkau masuk surga dari pintu surga mana saja yang kamu mau.” Ya, bagaimana kita sebagai suami bisa mengkondisikan seperti ini? Wahai para istri, ya. Yes. Wanita yang paling baik ketika dilihat oleh suaminya senang suaminya. Ya, bukan apa, bukan suaminya takut ya.
(36:12) Setiap ketemu suaminya menghindar, takut misalkan ya. Ketika disuruh taat dan tidak apa berkhianat pada suami ya tentang dirinya dan hartanya yang suaminya tidak suka ya. menjaga puasa Ramadan. Lima waktu salat dijaga, menjaga kehormatannya, taat pada suami, pintu surga siap untuk menerima istri yang seperti itu.
(36:43) Pintu surga mana saja kan ada khusus orang puasa, khusus orang jihad, khusus orang zakat, khusus orang yang salat. Ini wanita yang pertama jaga lima waktu. Kedua, puasa Ramadan, ketiga menjaga kehormatannya, menjaga kemaluannya. Yang keempat taat pada suaminya. disuruh masuk pintu surga mana saja yang dia mau ya. Nah, berarti apa di sini? Peluang untuk masuk surga banyak.
(37:08) Tapi ternyata ya ternyata apa? Yang paling banyak masuk neraka kaum wanita ya. Kaum wanita ya. Sebagaimana ee Nabi sallallahu alaihi wasallam ya menyampaikan uritun narah ya uritun naro ya diperlihatkan kepadaku wanita urunar faida aksar ahlihaisa ditampakkan oleh Allah kepadaku neraka ternyata paling banyak penghuninya wanitafilah ya nomor 29 dan Muslim nomor 907 dari Abdullah bin Abbas radhiallahu taala
(38:25) anhuma. Diperlihatkan kepadaku neraka yang paling banyak penghuninya wanita. Mereka kufur. Ditanya apakah kufur kepada Allah? Apa kata Nabi? Kufur kepada suaminya. Yaitu kufur nikmah. Kufur kepada kebaikan suaminya. Ya, seandainya engkau suami berbuat kebaikan kepada seorang dari istri sepanjang tahun, lalu dia melihat ya yang dia tidak suka dari dirimu sekali saja, dia bilang apa? Aku enggak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.
(39:00) Ini jadi menghilangkan yang itu yang kebaikan yang banyak. Itulah wanita penghuni neraka. Ya, ini semua sama-sama kena ini. Iya. Ya, suami juga kena, istri juga kena ini ya. Jadi bukan hanya suami saja juga bukan istri saja ini. Kemudian selanjutnya 4 5 6 7 selesai. Empat adalah harta dan anak adalah ujian. Ya walamu annama amwalukum wauladukum fitnah waallahahu ajrunim. Surah alanfal 28.
(39:36) Ya, ketahuilah disuruh suruh mengetahu dengan ilmu. Wamu. Berarti kita suruh belajar ilmu bahwa apa? Sesungguhnya ya harta kalian dan anak kalian itu semata-mata ujian dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang sangat agung. Ah, sekarang mari kita bongkar rahasia anak dan harta ini. Ini semuanya ujian ya. Surah Al-Anfal 28. Surah almunafiqun ayat 9.
(40:07) Ya ayyuhalladina amanu laulikum amwalukum wauladukumikrillahika humul khirun ya faulaika humul khirun. Wahai orang beriman ya jangan melalaikan kalian harta dan anak-anak kalian dari berzikir kepada Allah. Barang siapa yang melakukan itu, maka mereka termasuk orang yang merugi. Ya, mari saudara sekalian ya. Ini ya anak dan istri bisa jadi musuh ya.
(40:41) Yang kelima, surah atagabun. Ya ayyuhalladzina amanu inna min azwajikum wa auladikum aduwakum fahdaruhum. Wahai orang beriman, sesungguhnya di antara istri kalian dan anak kalian bisa jadi musuh bagi kalian.” Ya, maka hati-hati ya, kata Ibnu Katsir ya, karena apa? Karena suami atau ayah sibuk dari mereka ya untuk mencari apa? Mengumpulkan harta sehingga lalai dari mengingat Allah.
(41:21) Ya, subhanahu wa taala meremehkan amar maf nahi mungkar. Ini yang keenam, mencintai ya dengan wajar. Begit pula ketika membenci. Tadi sudah sampaikan hadisnya, cinta anak wajar-wajar saja, cinta istri juga begitu juga. Maksudnya wajar di sini tentu ukurannya agama. Kalau tidak saudar agama jangan ikuti ya.
(41:53) Ahbib habibaka haunan maunaan hatta yakuna habibaka yauman. Cintailah orang yang kau cintai sewajarnya saja. Suatu saat bisa jadi musuh. Dan bencilah kepada orang kini sewajarnya. Suatu saat jadi kekasihnya. Hadis ya riwayat Imam Tirmidzi nomor 1997 ya dari sahabat Abi Hurairah radhiallahu taala anhu. Nah, yang terakhir akibat mendahului cinta kepada harta dan keluarga dibandingkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Surah at-Taubah 24.
(42:30) Qul inana abaukum wa abanaukum wa ikhwanukum wa azwajukum wa asiratukum wa amwalunumuha waaratun taksyauna kasadaha. 24. Katakanlah jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta yang kalian ya senangi ya perdagangan yang kalian khawatirkan kerugiannya, serta tempat-tempat tinggal yang kalian ridai lebih kalian cintai dibandingkan Allah dan Rasul-Nya.
(43:16) Dan jihad di jalan Allah, tunggu ya fatarabbasu, tunggu. Apa maksudnya? Kata Ibnu Katsir, fantadiru ma yahillu bikum min iqobihi. Ya, tunggu saat Allah memberikan adab iqabnya. Ya, ini yang terakhir. Jadi, ya kalau kita mendahulukan cinta anak harta dengan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjal-jalannya tunggu saat Allah memberikan iqab.
(43:43) Mudah-mudahan bermanfaat ya. Berapa kali pertemuan dari poin 101 ini ya. Mudah-mudahan justru peluang berkeluarga ini peluang untuk menambah pahala ketaatan. Ya, demikian sudah masuk waktu azan dan sudah selesai pembahasan poin 101. Insyaallah nanti masuk poin 102. Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam.


Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *