(3) [LIVE] Ustadz Mahfudz Umri, Lc | Prinsip Dasar Islam – YouTube
Transcript:
(00:00) [Musik] Menar cahaya sunah. Kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Keutamaan orang yang baik Islamnya, dihapus dosanya dan dilipat gandakan pahalanya. Dan ada beberapa hadis yang menjelaskan perkara ini. Saksikanlah kajian Islam ilmiah di Roja TV dan Radio Roja. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(00:58) Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala rasulillah nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bisihsanin yaumiddin. Amma ba. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati raja yang semoga senantiasa Allah subhanahu wa taala berkahi dan juga rahmati di mana pun Anda berada. Insyaallah di kesempatan Ahad pagi hari ini kembali kita akan mendengarkan dan juga menyaksikan program kajian Islam ilmiah yang insyaallah akan disampaikan oleh Ustaz Mahfud Umri L hafidahullahu taala dengan pembahasan kitab Prinsip Dasar Islam yang merupakan buah karya dari Al Ustaz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
(01:38) rahimahullahu taala. Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh ustaz bisa melalui l telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543.
(02:03) Berikutnya kita akan mendengarkan secara langsung pemaparan dan juga penjelasan yang insyaallah akan disampaikan oleh Al Ustaz Mahfud Umri LC hafidahullahu taala yang disiarkan secara langsung dari Masjid Riyadus Shihin Kota Bekasi kepada beliau falatafadol masyuro wa majuro. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Innalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhu wastagfiruh wa naud nazubillahi minuri anfusina wamatialina man yahdihillahu fala mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah.
(02:41) Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh. Ya ayyuhalladzina amanutaqulaha haqqa tuqatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun amma baqal haditabullah wir muhammadin shallallahu alaihi wasallam umuri muhdatuha wa muhda bidah wa bidatin dolalah waalatin finar Para jemaah sekalian yang ada di Masjid Radus Shihin ya dari subuh kita tadi belajar membahas Bulugul Maram ya ikhwan wal akhwat fillah dan juga para pemirsa Rajak TV mendengar radio Rajak di mana pun Anda
(03:40) berada hendaklah kita selalu bersyukur kepada Allah Taala atas segala nikmat, terutama nikmat karunia Islam, nikmat iman, nikmat berada dalam bimbingan ilmu, nikmat berada dalam naungan sunah sehingga urusan apapun tidak kita remehkan. Jangan remehkan kebaikan sekecil apapun meskipun berjumpa dengan saudaranya dengan wajah yang berseri-seri.
(04:26) Jadi kita sekecil apapun kebaikan tidak kita remehkan. Karena apa? karena hidayah ilmu, karena karunia ilmu. Ya, jadi ilmulah yang membedakan ya perkara yang kita hadapi. Karena tidak memiliki ilmu, seseorang seharusnya bisa mendapatkan pahala besar dengan perbuatan yang begitu besar. Namun karena tidak ngerti ilmu maka tidak mendapatkan apa-apa.
(05:13) Seperti perkataan Abdullah Ibnu Mubarakir Berapa banyak amal kecil diremehkan orang jadi besar ya di hadapan Allah karena niat. Nah, kita tahu ilmunya berapa banyak amal besar. Ya, jadi kecil di hadapan Allah karena niat. Berapa banyak amal kecil jadi besar di hadapan Allah karena ilmu. Ilmu tentang apa? Tentang niat. Bagaimana ancaman bagi orang yang tidak ikhlas dalam beramal? Apa nanti janji Allah bagi orang ikhlas dalam beramal? Ya, sehingga dia tahu sekecil apapun kebaikan pasti ada balasannya. Begitu juga keburukan.
(06:06) Sehingga banyak ulama salaf yang menjelaskan bahwa mereka itu benar-benar memperhatikan kepada niatnya ya dibandingkan semata-mata amalnya ya. Kenapa? karena tahu, karena ilmu. Nah, termasuk tentang keindahan berupa perintah. Di antaranya apa? Nomor 7 halaman 140. Islam menyuruh berikhtiar untuk mencari rezeki, menjaga kehormatan diri dan mengangkatnya dari posisi yang hina dan lemah.
(06:47) ya itu ee jadi ee Allah Taala ya menyuruh kita ya untuk mencari rezeki. Sementara kita tahu yang jamin rezeki adalah Allah para jemaah ya. Allah yang ngasih kita makan itu semua diakui. Orangakui ya. Surat Yunus ayat 31. Allah Taala berfirman, “Katakan, tanyakan pada mereka orang-orang musyril Quraisy, siapa yang ngasih rezeki kepada kalian dari langit dan bumi? Siapa yang menguasai pendengaran dan penglihatan? Siapa yang telah mengeluarkan yang hidup dari yang mati? Dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.” Siapa yang mengatur semua alam ini, perkara ini? Mereka mengatakan
(07:56) adalah Allah. Nah, kita juga mengakui bahwa Allah yang ngasih rezeki pada kita. Ya, Allah yang ngasih rezeki pada pada kita ya. Seperti dalam firman Allah ya. Kalau kita sakit ya Allah yang yang menyembuhkan ya gitu. Alladzi khalaqani fahua yahdin walladzi hua yudimuni dialah Allah yang ngasih makan saya yang juga memberikan minum saya Allah Taala.
(08:29) Tapi tetap disuruh nyari rezeki ya. itu seperti dalam firman Allah wairu ardi wadlillah. Kalau sudah selesai salat Jumat, ayo kembali lagi nyebar di muka bumi cari karunia Allah Subhanahu wa taala. ini ya cara rezeki ya untuk menjaga kehormatan diri dan mengangkatnya dari posisi yang hina dan lemah ya sampai disebutkan ya ee apa anna rasul wasallam q wahu alimbar masalah aladulir minallaha Bukhari nomor 1429 dan Muslim 103 dari Abdullah Ibnu Umar bahwa Rasul sahu alaihi wasallam beliau bersabda di atas
(09:35) mimbar menyebut tentang sedekah menjaga kehormatan diri dan minta-minta lalu beliau mengatakan tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah tangan di atas adalah orang yang berinfak, tangan di bawah adalah orang yang minta-minta. Ya, minta-minta itu. Bahkan juga disebutkan apa dalam hadis Azzubair Ibnu Awwam radhiallahu taala anhu ya yang oleh Imam Bukhari nomor 1471 Ya hablah fati alri fabiha ya fakufallah biha wajhairu minasalanas a manauhu ya seorang dari kalian mengambil tali ya dia kemudian diikatkan dengan kayu-kayu
(10:37) di atas punggungnya lalu dijual sehingga Allah Taala menjaga ya kehormatannya itu lebih baik daripada minta-minta pada orang, pada manusia. Apakah orang itu memberi atau tidak memberi. Oke, ini semua adalah upaya dan usaha untuk menjaga kehormatan diri, mengangkat dari posisi yang hina dan lemah ini para jemaah ya.
(11:04) Ya. Dan yang ngasih rezeki adalah Allah Taala. kita hanya sebab kadang orang jualan biasa saja ramai, kadang serius ya enggak ramai ya. Itu itu yang penting kita sebab tapi di dalam mengambil sebab harus apa? Harus profesional ya tetap harus dijaga. Innallaha ihsan ya faumulqitlahumulitlah waahtumhah.
(11:45) Sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat sebaik-baiknya terhadap segala sesuatu. Artinya profesional ya. Eah. Setelah itu ya kita setelah sungguh-sungguh baru kita bertawakal. kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi kalau kita ya tidak berbuat ya hanya sekedar bertawakal ya tentu saja ya tidak dibenarkan. Kita harus ada upaya ya harus ada usaha seperti apa? sepertiun nabiallahu wasallamilu naqwakal tawakal ya ak ibn hibban lafaznya beliau alhakim dan yang lain dari Amr bin Umayyah ada orang datang kepada Nabi, “Ya Rasul saya lepas unta saya, saya tawakal ya enggak diikat.” Apa kata Nabi ikat
(12:54) baru tawakal ini berarti apa? Ada usa usaha, ada ikhtiar. Alahdu bil asbab mengambil sebab itu. Nah, orang kadang ada kerja yang tidak ngoyo, tidak serius, tapi hasilnya banyak. Ada orang yang tulang apa kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Tapi hasilnya ya gitu-gitu saja. Nah, yang penting usaha.
(13:29) Orang bilang apa? Dia tidak punya kerja tetap, tapi dia dibalik tetap kerja. Meskipun tidak punya kerja tetap, tapi tetap kerja. Nah, ini ya jangan nunggu kerja tetap sementara tidak pernah tetap tetap ya yang penting tetap kerja ya. Faidah fantasyiru ardi wahillah. Kalau sudah selesai salat silakan menyebar muka bumi cari karunia Allah Subhanahu wa taala.
(14:08) tadi ada datang kepada Nabi ya mengatakan, “Ya Rasulullah ya ursilu naqoti ya tawakal.” Aku lepas unta saya, saya tawakal ya. Iya. Yang dia mau ke masjid ya. Ya. Maka Nabi mengatakan ikat dulu baru tawakal. Ini ya ngambil ngambil sebab ya. ini. Nah, ini ee terkait dengan orang yang apa namanya ee melepas untaknya ya.
(14:52) Entah mungkin di parkir depan masjid atau di manalah ya sehingga dia tidak takut hilang. Apalagi sekarang motor sudah dirantai sampai tiga rantai masih aja bisa dicuri ya sudah dikasih alarm. sudah diikat ininya masih dapat dicuri. Apalagi orang yang tidak seperti itu. Karena memang apa ya? Agama itu agama Islam agama yang realistis, logis. Mesti ada hubungan sebab akibat.
(15:20) Sebab akibat ya. Dan kita hanya melakukan sebab saja. Penyebab utamanya adalah Allah. Banyak orang yang kerja sama-sama jualan. Sama-sama jualannya. Satu laris, satunya enggak laku. Tuh sama-sama berobat dokter yang sama, diagnosa yang sama. Satu sembuh, satu mati. Hanya sebab tapi disuruh untuk mengambil sebab.
(15:46) Di antaranya dalam masalah rezeki. Ya, dalam mencari rezeki kata penulis ya rahimahullah taala, Ustaz Yazid, seseorang hendaknya berikhtiar terlebih dahulu ya baru kemudian bertawakal. ya bertawakal ya menggantungkan harapannya hanya kepada Allah ini seperti ya pada ada yang matan perang Badar ada matan perang Uhud innanasa qod jama lakum faksyauhum faduhum imana waqolu hasbunallah wikmal wakil nabi perang pakai apa baju besi.
(16:34) Padahal beliau nabi. Allah sudah menolong beliau. Tapi pakai baju besi. Tapi pada perang Uhud beliau kena lemparan di wajah beliau sampai luka dan berdarah-darah giginya tanggal. Sampai Aisyah eh apa? Fatimah sama Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhuma menahan cucuran darah itu. Para sahabat banyak yang mati syahid dengan sayatan pedang.
(17:00) Tapi mereka pakai pedang, mereka pakai apa namanya nih? Tameng, Nabi pakai baju besi. Artinya ada usaha, ada upaya baru setelah itu bertawakal kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya waallahi falyatawakalil mukminun. Ya inallah yuhibbul mutawakilin. Hanya kepada Allah orang mukmin bertawakal. Allah senang suka kepada orang bertawakal.
(17:32) Tapi harus ambil sebab para jemaah ya. Tuh sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah wasallam. Rasul bersabda, [Musik] dan yang lainnya dari Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Sesungguhnya seandainya kalian ya bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian. Sebagaimana Allah memberikan rezeki kepada burung ya.
(18:17) Pagi burung itu terbang dalam keadaan lapar, sore pulang dalam keadaan kenyang. Apa bisa kita ambil hikmah? Burung di sini terbang. Terbang itu apa? Ya, usaha, ikhtiar, mengambil sebab, tidak ngendon di sarangnya. yang ngendon anaknya karena belum punya sayap. Betul gitu. Itu pun dapat rezeki induknya diberi insting untuk terbang. Nah, ini cari makan.
(18:55) Dapat tuh apa namanya? cacing atau dapat serangga ya murkarnya akek masukin bisa dimasukin itu loh Allah jamin rezeki w min daatun fil ardhi illa alallahi rizquha tidak ada yang melata di muka bumi ini kecuali Allah yang menjamin rezekinya jangan khawatir saudara ya kepada para pemirsa jangan khawatir sampai ada orang yang membunuh anaknya karena takut miskin wulu aakum Jangan kalian membunuh anak-anak kalian karena takut miskin.
(19:34) Kami yang memberikan rezeki kepada anak kalian, mereka dan juga kepada kalian. Ya setan yang menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan, dengan kefakiran. Ya, sementara Allah menjanjikan yaitu keutamaan dan ampunan. Jadi jangan, jangan takut. Yang penting keluar burung, yang penting terbang. Ya, burung yang penting terbang, yang penting kita keluar.
(20:18) Iya kan? Ya sudah bikin gerobak keluar insyaallah mungkin sehari belum, du hari belum. Harus sabar memang. Memang harus sabar, Saudara ini ya. Meang berarti kita apa? Disuruh untuk berikhtiar ya. pergi ke hutan nyari kayu digendong, dijual lebih baik daripada harus minta-minta. ya orang yang minta-minta ya nanti di wajahnya akan ya apa namanya akan ee di inikan ya di wajahnya itu ya itu orang yang minta-minta ya di wajahnya akan kelihatan ya di hari kiamat kelihatan apa akan Pak ee dagingnya ya luka-luka di wajah di wajahnya ya
(21:35) [Musik] di wajahnya seperti di dalam hadis Hadis Nabi ya, hadis Abdullah Ibnu Umar, almasalahun fi wajahib yaumalqiamah. Ya, minta-minta itu akan daging di wajahnya itu ya ee luka-luka ya nanti pada hari kiamat ya. He [Musik] itu para ya. Ya, maka kita hendaklah ya berusaha untuk tidak minta-minta ya. Nabi bersabda ya sallallahu alaihi wasallam itu apa? Ya, senantiasa orang minta-minta pada orang sehingga nanti pada kiamat ya
(22:41) datang kiamat di wajahnya tidak ada dagingnya ya itu waliyadubillah. Oleh karena itu kita ee kecuali dalam keadaan terpaksa boleh ya. Dalam keadaan terpaksa boleh ya. Dan kita tidak boleh bentak-bentak ya kepada orang yang minta-minta. Waila fala tanhar. Kepada orang minta-minta jangan mentak-mentak. Tapi kita tetap harus berusaha ya.
(23:13) Berusaha agar Allah Taala memberikan rezeki kepada kita. Mari kita doa Allahumma inni asaluka ilman nafiah warizqan thyib wa amalan mutaqbala. Ya, ya Allah berikan kepada saya ilmu manfaat, rezeki yang baik dan juga ee apa namanya amal ibadah yang diterima. Kita berusaha burung saja berusaha batu eh ulat yang ada di batu bisa hidup ya. Ulat batu namanya ya.
(23:46) W min daatin fil ardhi illa alallahi rizha. Tidak ada ya binatang yang apa? Tidak ada yang melata di muka bumi kecuali Allah yang jamin rezekinya. Banyak orang yang sampai apa ya membunuh anaknya, takut miskin. Ada yang sampai bunuh diri bersama-sama dengan keluarganya karena takut miskin. Ya jangan.
(24:14) Karena yang menakut-nakuti miskin itu setan. Asyaitanu yaidukumul faqrourukum bil fahsya wallahu yaidukum magfiratan minhu wa fadla ya surah albaqarah ya albaqarah ayat 268 kalau enggak salah ini dan kasih makan adalah Allah Taala alladzi khalaqoni Dialah Allah yang menciptakan aku dan ngasih petunjuk padaku. Dialah Allah yang beri makan dan beri minum.
(24:55) Kalau aku sakit, Allah yang menyembuhkan. Ya, kalau aku sakit, Allah yang menyembuhkan. Nah, ini ya. Nah, oleh karena itu mari kita jangan khawatir ya. Dan sebenarnya pada mental mental psikis kita kalau kita perhatikan sabda Nabi, man asbum aminan mu jasadi nabi bersabda Barang siapa merasa aman di pagi hari bersama dengan keluarganya, badannya sehat, yang dimakan di hari itu ada seperti punya dunia dan isinya. Ya, dunia dan isinya.
(26:01) Coba antum perhatikan di sini ya. Nah, dengan demikian apa? kembali kepada mental. Kita sekarang aman, badan kita sehat. Dan terkadang aman dan sehat ini di mana merupakan nikmat yang sangat besar. Banyak manusia yang tidak merasakannya ya, tidak sadar bahwa itu nikmat. Paling yang banyak ketiga ya indahu yaumih. Dia punya makanan di hari itu, besok belum tahu.
(26:38) Itu pun k itu apa? Makanan pokok bukan pas le sempurna. Mungkin beras sama tempe saja seperti punya dua dan isinya. Ah cuma nikmat aman jarang kita merasakan. Alhamdulillah aman di negeri ini. Aman alhamdulillah ya. Oleh karena itu jangan bikin kekacauan ya. Nikmatul amni itu sangat besar. Ini yang kedua, nikmat sehat.
(27:03) Nikmatani maudun fannas asha wal farau. Ru Bukhari. Dua nikmat banyak manusia tertipu dengan keduanya. Pertama nikmat sehat, kedua nikmat waktu luang. Ini para jemaah banyak dari kita yang abai ya. Ingatnya cuma nikmat kebutuhan saja. Tapi kalau dengar hadis ini, dia punya makanan yang dimakan dari itu makanan pokok seperti apa? Seperti punya dunia dan isinya.
(27:34) Berarti ini kembali kepada mental kita ya, kepada psikis kita ya. Karena memang yang namanya kaya laisal ar ya laisalina. Bukhi kaya bukan banyak harta tapi kaya hati. Kalau hatinya kaya, ketika dia aman, sehat, punya makanan yang dimakan di hari itu, itu pun makanan pokok, besok belum tahu seperti punya dunia dan isinya.
(28:04) Untuk apa takut miskin, untuk apa khawatir, apalagi sampai putus asa. Ayo kita jalani ya. kita jalani. Ee dan di zaman Nabi yang paling banyak mengelilingi beliau orang-orang miskin gitu. Hal turzakuna illa biduaikum. Tidakkah engkau kalian dapat rezeki dan pertolongan Allah dengan sebab orang-orang lemah yang ada pada kalian? Ya, ini dengan demikian kita alhamdulillah ya tidak lemah. Saatnya lemah tidak lemahlah lemah-lemah amat.
(28:52) Cuman mental terkadang yang lemah mental hati kita kuatkan dengan iman sehingga dicintai Allah. Almukmin alqawiirun minal. Ya ituis alfauka wastain billah wjiz. Orang mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan orang mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikan berupa iman. Nah, berarti iman.
(29:34) Iman ini ya sebagai tolok ukur baik dan dicintainya seseorang oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, ketika imannya kuat. Iman kuat bagaimana saudara? Sebagaimana kita tahu inalina. Sesungguhnya hanya orang beriman ketika dibacakan ayat Allah hatinya bergetar takut. E ketika mendengar Allah hatinya bergetar takut. Ketika dibacakan ayat-ayat Allah bertambah iman.
(30:12) Ayat-ayat Allah tidak satu. Banyak hadis, Quran dan hadis termasuk hadis tadi nambah iman. Terus hadis barusan yang burung terbang lapar di pagi hari, pulang sore kenyang, ayam bercakar-cakar ya dapat cacing dimakan, dapat paku enggak dimakan. Diberi insting oleh Allah Subhanahu wa taala. ulat di batu ya bisa hidup ini.
(30:41) Nah, oleh karena itu hanya iman yang bisa menyikapi ya iman tuh enggak mungkin dikecuali dengan ilmu. Oleh karena itu, ketika Nabi menyampaikan orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibandingkan dengan orang mukmin yang lemah. Apa kata beliau selanjutnya? supaya iman menjadi iman yang kuat.
(31:09) Semangat untuk melakukan apa saja yang bisa memberikan manfaat untuk dirimu. Jangan lupa tidak hanya sekedar semangat keluar kerja apa? Wastain billah. Minta pertolong pada Allah Taala keluar. Bismillahi tawakaltu alallah la haula wala quwwata illa billah. Allahumma inniubika an adill au azilla au uzalla au adlima utlama ajhala ahalala al ya Allah aku berlindung dari ya kepada engkau dari menyesatkan orang atau disesatkan ya jualan ditipu orang dari menggelincirkan atau digelincirkan orang menzalimi atau dizalimi orang membodoh-bodohi orang atau dibodoh-bodohi oleh orang lain. Doa luar biasa ini ya. Kita sudah
(31:56) bismillah tawakal tu tawakal pada Allah. Tapi kita keluar ya lihat ban kempes apa tidak. Lihat mobil bensinnya ada apa tidak ya. Jangan sudah jelas bensinnya di merah mau habis bismillahi tawakal Allah ditiup motornya enggak nyampai mogok ya tetap itu ya tetap ngambil sebab.
(32:22) Ah, memang akan datang suatu saat yang namanya karamah pada siapa yang Allah kehendaki. Ya, enggak ada bensin bisa jalan. Tapi itu tidak disengaja dari awal. Allah berikan satu kesempatan. Tapi itu bagi orang yang Allah pilih ya. Itu para jemaah. Nah, kita ambil sebab berikhtiar. Burung ambil sembak ya. Burung ngambil sebab terbang pagi hari terbang ya.
(32:51) Kalau anaknya kalau dia sudah bisa terbang, terbang sendiri dia. Tapi tetap meskipun enggak bisa terbang, masih bertahan hidup, dapat makan, dapat rezeki. Dijamin Allah apa? Induknya yang yang nyari. Dapat kok bisa ya? Seekor burung punya insting, pertama cari makan, yang kedua ngasih makan sama anak-anaknya. Coba ini ya yang enggak punya akal. Nah, kita punya akal ya.
(33:18) Dengan demikian jangan sampai bersedih hati, jangan sampai lemah, apalagi sampai putus asa dalam menghadapi kehidupan ini. Kepada semua kaum muslimin, kepada pemirsa Rajak TV, pendengar radio Rajak yang dirahmati Allah ya. Karena banyak sudah fenomena yang terjadi. Orang-orang sampai putus asa lalu mengakhiri hidupnya karena tidak tahan ya dengan apa? Dengan persaingan hidup ya.
(33:50) Bahkan dulu pernah ada orang yang membunuh empat orang anaknya sekaligus ketika ditanya apa penyebabnya? Apa? Saya sayang sama anak-anak saya khawatir nanti tidak bisa bersaing. Ini empat anak dibunuh sekaligus dibekak dengan bantal untuk kejadian sudah agak lama di Bandung itu ya. Oleh sebab itu hanya iman ya. Perhatikan hadis tadi ya.
(34:17) almukmin alqawiirun minalir minal billah wizun ya faaltu k waakinl qah w faahu taah amal [Musik] muslim Dari Anas bin Malik radhiallahu taala anhu. Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan dengan orang mukmin yang lemah. Dan masing-masing dari orang mukmin yang kuat dan lemah ada kebaikannya.
(35:01) Yaitu apa? Berupa iman. Jadi kita bersyukur ini ya dapat apa? Karunia iman ya. Kita bersyukur jangan sampai kita merasa memberikan karunia kepada nabi, kepada Islam. Ya, dengan sebab keimanan kita 17 ya. Dulu orang-orang mengatakan mereka mengatakan bahwa mereka berjasa kepadamu Muhammad dengan keislaman mereka. Katakan kalian tidak berjasa kepadaku dengan keislaman kalian.
(35:43) Ya, tapi apa? Allah yang memberikan karunia kepada kalian. Ditunjukkan kepada keimanan kalau kalian jujur, kalau kalian benar. Ini kita dapat karunia ya. Sehingga seandainya lemah iman masih lebih baik, masih iman. Nah, setelah itu apa? Ihris ala ma yanfauka. Semangatlah untuk berbuat apa saja yang bisa memberikan manfaat baik dunia maupun akhirat.
(36:12) Jadi setelah imam kita amal, perhatikan dengan amal-amal yang ada manfaatnya termasuk nyari rezeki ini ya. Jangan lupa wastain billah. Mintalah pertolongan kepada Allah ya. Sampai tali putus suruh minta tolong sama Allah Taala. hatta hatta ya ra ibn hibban dalam sahihnya dan disahih oleh beliau apa kata nabi hendaklah engkau minta kepada Allah semua kebutuhannya bahkan ketika tali sandalnya putus ya apalagi masalah keluargaana hablana Allah banyak minta pada Allah Taala.
(37:14) Karena doa merupakan sebab utama, sebab penting, pertama dan utama. Setelah itu kita beramal ya. Makanya kalau il ya poin bisa diterapkan, insyaallah bahagia insyaallah. Satu apa? Doa. Doa apa? Usaha. Setelah itu apa? Doa usah. Tiga, tawakal. Kalau berhasil jangan sombong. Empat, syukur.
(37:42) Kalau belum berhasil karena apa? Kegagalan adalah apa? Keberhasilan yang tertunda. Ya. Kegagalan, kesuksesan yang tertunda. Harus apa? Sabar. Jangan putus asa. Kalau memang kurang dalam berdoa, kurang dalam usaha, taksir dalam syukur dan sabar, dalam tawakal. Enam, istigfar. Tujuh, jangan meremehkan kebaikan sekecil apapun. Delapan, jangan meremehkan keburukan sekecil apapun.
(38:11) Seil, berkawan dengan orang-orang yang saleh. Insyaallah hidup bahagia ya. Ee bersandar pada Allah doa. Usaha dengan usaha sendiri, tawakal. Empat syukur. Lima sabar. Enam istigfar. Tujuh tidak meremehkan kebaikan sekecil apapun. Delapan, tidak meremehkan keburukan sekecil apapun. I berkawan dengan orang-orang yang yang saleh. Ini para jemaah ya.
(38:38) Dengan demikian insyaallah kita diberikan kebahagiaan ya. Kemudian yang kedelapan, Islam mengajarkan untuk berlaku amanah dipercaya, menempati janji baik sangka, husnudon, tidak tergesa-gesa dalam segala perkara dan berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan. Ya, berlomba-lomba semua adalah kebaikan.
(39:01) Ya, tidak berusangka, dipercaya, menepati janji semua adalah kebaikan. Tidak buru-buru, ya. Karena alajalatu minas setan, ya. berubuk setan dari setan aljalatu minasyaitan ya gitu terburu-buru termasuk dari setan ya kemudian tidak mudah kita berberukangka pada orang kemudian kita juga janji kita ya ayyuadina amanu bil uquud kita dipercaya Ya, dalam masalah ilmu, dalam masalah amal, apa saja para jemah rahmati Allah ya. Tunaikan janji-janji kalian ya.
(39:48) Iyaka wadon hati-hati dari persangkaan ya. Itu iyaka wadon ya. Karena persangkaan itu ya kebanyakan adalah kedustaan ya. Berlomba-lomba dalam kebajikan. lomba-lomba dalam kebaikan. Arti intinya ya semua perintah yang ada di dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi indah semua. Ya sudah saya sampaikan tadi ya awal pada kajian Gulul Maram surah Al-Anfal ayat 24.
(40:31) Mudah-mudahan menginspirasi dan dibalik apa diulang-ulang tidak ada masalah karena tikrar supaya mendarah daging ya. Apa itu surah Al-Anfal? Pas dengan apa yang sedang dibahas di sini ya, yaitu apa? Ya ayyuhalladzina amanustajibu lillah walirasuli idza daakum lima yuhyikum anallaha yahulu bainal mari waqbihi waahu ilaihiarun.
(41:02) Ya, wahai orang-orang beriman. Ya, Abdullah bin Mas’ud radhiallahu taala anhu mengatakan kalau Allah berfirman, “Ya ayyuhalladzina amanu, pasang pendengaran baik-baik karena Allah akan menyampaikan perkara penting yaitu apa? perintah istajibu ya ayyuhalladzina amanu istajibu lillah walir rrasul penuhilah sambutlah terimalah seruan Allah dan rasul di mana di Quran dan di hadis berupa apa perintah dan larangan ya perintah dan larangan ketika mengajak kalian untuk apa memberikan kehidupan bagaimana tidak indah
(41:42) ya semua perintah Allah dan rasul dan larangannya kehidupan disebut dengan asyariah. Syariat maknanya manba ilmiah, sumber mata air. Berarti Quran dan sunah yang ada perintah dan larangannya itu adalah sumber kehidupan. Dan sumber kehidupan itu adalah keindahan. Indah ya. Kalau antum punya bunga, punya pohon tidak tumbuh. Layu sebelum berkembang.
(42:20) Tapi berkembang, tumbuh-tumbuh apalagi pohon ada berbuah ya. Luar biasa indah ya. Bisa dimakan ya buahnya kapan saja ini ya. Berarti apa? Berarti syariat itu indah. Syariat itu sumber kehidupan. Sebagaimana syariat maknanya dalam sumber mata air. [Musik] Kalau antum merasa tidak nyaman hati, buka Quran ya. Buka Quran ya. Maka akan diberikan kesenangan. Baca maksudnya karena Quran obat waunazil minal Quran mahua sifa warahmatul lil mukminin. Kami turunkan sebagai obat dan rahmat bagi orang beriman.
(43:07) Benar si kita mendengar apa tadi tadi ayat Quran diberikan ketenangan ya minyutah kitaballah tidaklah berkumpul satu kaum di rumah-rumah Allah di masjid dibacakan kepada mereka Alquran Quran ya dan dipelajari di antara mereka kecuali diberikan ketenangan sakinah diliputi rahmat dikelilingi oleh para malaikat disebut namanya di sisi Allah bukankah ini keindahan bukankah ini kehidupan gitu. Jadi Quran ini sumber kehidupan.
(43:57) Quran, sunah sumber kehidupan, Saudara. Sehingga kalau kita mau hidup ya sudah bersama dengan Quran dan sunah dan hadis, insyaallah terasa itu nikmat kehidupan itu. Kalau tidak gersang, tanya mereka yang mungkin banyak duitnya, banyak hartanya, villa di mana-mana, hotel di mana-mana, apartemen di mana-mana, para jemaah. Tapi banyak hatinya gersang.
(44:24) Hatiers gitu. Oleh karena itu, mari sambut suruan Allah. Ya ayyuhalladina amanuillah. Wahai orang beriman sambutuan Allah dan rasul ya. Yaillahul ya sambut Allah dan rasul walirasul. Kapan daakum ya ayyuhalladina amanjibuillahiasul. ketika mengajak kalian untuk memberikan kehidupan. Ah, masalahnya tidak sedikit orang Islam tidak senang, tidak cinta kepada Quran dan kepada hadis. Ya.
(45:16) Ya. Buktinya apa? Ya, dalam firman Allah ya Allah Taala berfirman ya bahwa waqasulu ya inna inna hadal qurana mahjur waq rasul rasul berkata yai in quran mahjur wahai rku kaumku menjadikan quran ini mahjur ditinggal enggak dibaca tidak dipelajari tidak diamalkan mahjurun bagaimana mau hidup itu para jemaah hidup tapi hidupnya maaf seperti apaam [Musik] Ya, yang tadi surah Alfurqan 30 Quran ditinggalkan ya.
(46:20) Ya, ditinggalkan tidak dibaca, tidak dipahami, tidak dipelajari, tidak diamalkan akhirnya apa ya? Seperti apa? Kal’am ya. Seperti dalam firman Allah ya. Surat Alf 179. Ya. Sungguh kami penuh neraka jahanam. Kebanyakan apa? Jin dan manusia. Apa alasannya? Punya hati, punya akal. tidak dipakai untuk memahami ayat-ayat Allah.
(47:06) Semoga semoga kita berharap ya duduknya kita bersabar di masjid sekian waktu mudah-mudahan masuk ke dalam upaya memahami ayat-ayat Allah ya. Walahum aun yubsirha punya mata tidak dipakai untuk melihat ayat-ayat Allah. Ya. Ya. Mereka punya telinga tidak dipakai untuk mendengarkan ayat-ayat Allah. Ulaikah. Mereka seperti binatang ternak. Bahkan lebih sesat daripada binatang ternak.
(47:36) Ya, mari kita perhatikan firman Allah. Ya, surah Annahl Allah berfirman, “Allah keluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak tahu apa-apa.” Ya. Kemudian diberikan apa? diberikan oleh Allah Taala ya, yaitu pendengaran, penglihatan, dan akal. Annahl 78 ya, supaya bersyukur dan banyak ayat atau hadis yang terkait dengan pendengaran, penglihatan ya.
(48:26) Masuk pergi ke masjid minta cahaya, pendengaran dan penglihatan. Allahumma jaal fiqbi nuron wafi lisani nur fi nur juga allahumma inni apa asalukalah ya pokoknya pendengaran dan pelihatnya selalu disebut kenapa memang alat untuk memahami informasi ini orang buta susah melihat baca susah Susah orang tuli susah apalagi buta tuli gitu.
(49:08) Nah, kita dikasih akal, mata, telinga agar bersukur, disinergikan, dikombinasikan agar memahami ayat-ayat Allah. Kalau tidak ya seperti hewan para jemah tadi ya wqna jahanama minal jinum biha wahumunun biha wun biha kalamum sungguh kami penuhi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Kenapa alasannya punya akal, punya akal, punya hati tidak dipakai untuk memahami ayat-ayat Allah.
(49:51) Punya mata tidak digunakan untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, ayat-ayat Allah. Punya telinga tidak digunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Kendengar ayat Allah, telinganya tersumbat. Ya, ini. Oleh karena itu, mari kita supaya apa? Kita bersyukur. Semoga bermanfaat. Barangkali sampai di sini ya, insyaallah sampai pada halaman 141 C. Keidan Islam yang berupa larangan larangan.
(50:19) Wasallallahu ala nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi wasallam. Ya, saya kembalikan kepada ikhwah yang ada di studio. Falfadol masykur. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum atas pemaparannya. Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
(50:42) Kaum muslimin dan kaum muslimat pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Bagi Anda yang ingin bertanya seputar pembahasan yang telah disampaikan oleh Ustaz bisa melalui L telepon di 0218236543 atau melalui pesan WhatsApp di nomor yang sama 0218236543. Untuk pertanyaan yang pertama kita ambil dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya.
(51:15) Kondisi sekarang banyak tempat kerja yang ikhtilat antara laki-laki dan juga wanita. Saat ini saya mau melamar tempat kerja, tapi ada ikhtilafnya. Bagaimana sikap yang harus saya ambil, Ustaz? Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Ee ya. Memang ee ikhtilat itu tidak boleh ya. Seperti Nabi bersabda, “La yaklu ahadukum bimatin ya illa maah.
(51:52) ” Tidak boleh seorang dari kalian berdua dengan perempuan kecuali dengan mahramnya. Ya. [Musik] Ya. “Tidaklah seorang laki-laki berdua dengan perempuan kecuali yang ketiga adalah setan.” Ya. Nabi juga bersabda, “Iyaka khulwah binisa.” Hati-hati dari khalwat ikhtilat dengan perempuan. Ya, ini. Nah, bagaimana ya ketika menghindari itu ya? Kalau bisa kalau memang sudah cukup di rumah ya di rumah ya.
(52:39) Nah, kalau memang harus seperti itu harus seizin suaminya dan tidak menimbulkan fitnah ya. Tidak menimbulkan fitnah. Kalau memang ya harus berdua dengan laki-laki ya, maka tidak tidak boleh para jemaah ya, kecuali bawa mahramnya dan tidak mungkin kerja selalu bawa mahramukum bimatin ma. Tidak boleh seorang berdoa dengan perempuan kecuali bersama dengan mahramnya. Baik ya seperti itu.
(53:09) Kalau tidak dihindari makanya bumi Allah luas. bisa jualan ya sendiri atau bikin kue di rumah dan lain sebagainya ya. Demikian. Allahuam. Jazakumullah khair wakallahu fikum atas jawabannya. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp.
(53:36) Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ketika ada orang yang meminta-minta dan saya melihat orang tersebut masih muda, apakah yang harus saya lakukan? Memberikan kepadanya uang atau tidak memberikannya? Mohon jawabannya, Ustaz. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Iya. Ya.
(54:01) Ee adapun orang masih muda minta-minta ya sementara melihat dari kondisinya mampu untuk bekerja. Paling enggak jadi apa? Kulih bangunan masih kuat masih bisa. Ee dengan demikian ya kalau kita melihat dari indikasi-indikator yang ada e bahwa dia muda, badannya kuat, sehat, seharusnya dia bisa bekerja. Ketika kita memberikan sesuatu karena dia minta-minta, berarti kita ya mendukung dia untuk minta-minta di mana dia seharusnya bisa bekerja. Ya.
(55:01) Ee ketika orang bisa bekerja minta-minta hukumnya apa? Boleh tidak? Tidak boleh ya. Tidak boleh. ketika dia perlu makan di hari itu, saya perlu makan, Pak. Ya, saya minta kerjaan, saya cuci piring ya orang jualan nasi goreng bakso, saya cuci, Pak. S nanti tolong gasa gaji kasih makan saya lapar belum makan. Ya yakin itu bisa ya.
(55:26) Nah, itu bisa itu ketika harus minta bisa bekerja apalagi untuk masa yang akan agak panjang. Kalau tidak jadi profesi maka kita mendukung karena dia salah dan dosa. Masuk kepada w jangan kerja sama dalam dosa dan permusuhan. Sementara ketika dia bera seperti itu, maka ketika kita ngasih sama dia berarti ngasih kepada orang berdosa. Ya. Dan tidak boleh.
(55:56) Kenapa? Nabi bersabda, “Illman takiun.” “Jangan engkau berkawan dekat kecuali dengan orang beriman dan jangan makan makananmu kecuali orang bertakwa.” Pertama, ketika dia biasanya kalau orang minta-minta biasanya apa? Penampilannya bersih, harum, baju bagus atau dekil? Hah? Iya. Mendekilkan diri.
(56:30) Ya, kalau sudah seperti itu sepertinya kita enggak enggak suudon tapi ada korina, ada indikator ya, ada tanda-tanda di situ. Mungkin gak salat ke masjid dalam kondisi begitu ya kemungkinan tidak. Arti tidak bertakwa ya. Sudah beberapa perkara situ ya. Yang jelas pas, yang jelas nampak dia masih kuat, masih muda, seharusnya kerja. minta-minta berarti kita mendukung dia untuk berbuat salah.
(57:02) Apalagi ada kemungkinan besar tidak salah, maka masuk pada hadis tadi dia berdosa. Nah, jangan memberikan sesuatu kepada orang yang sedang berbuat dosa. La tusohib illa mukminan wulam illaqiyun. Jangan kau berkawan dengan orang yang ee kecuali dengan orang beriman ya, kawan dekat ya sampai besti, sampai sohibshiban dan jangan makan makananmu kecuali orang yang bertakwa.
(57:37) ee maka jangan ya kecuali orang yang sudah tua atau mungkin dia apa belum terut tua tapi apa kakinya luka atau ya meskipun ternyata dibalut ya dikasih obat merah misalkan nah salah sasaran salah sasaran. Nah, orang yang salah sasaran itu ya ee enggak ada masalah ya, insyaallah tetap dapat pahala ya.
(58:05) Itu seperti ee terjadi antara bapak dan ayah ya, yaitu Yazid dan Ma’n. Ma’an ini anaknya Yazid, bapaknya Yazid naruh duit di masjid titip sama orang supaya diambil orang-orang miskin. Ternyata diambil anaknya Ba ya. Setelah itu sudah tahu datang kepada Nabi Sallallahu Wasallam yaitu berselisih boleh bapak anak berselisih datang kepada nabi ini.
(58:33) Lalu Nabi mengatakan yaidak bagimu wahai Yazid pahala sesuai dengan apa yang kau niatkan. Engkau niatkan untuk orang miskin ternyata diambil anakmu enggak apa-apa tetap ada pahala. Kita salah sasaran dan bagimu apa yang kau ambil karena dia mungkin juga miskin sehingga dia ngambil. Paham di sini ya? Ya. Allahuam bisawab. Iya.
(59:00) Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum. Semoga jawaban tersebut bisa bermanfaat untuk yang bertanya dan juga yang menyimak. Untuk pertanyaan selanjutnya masih dari pesan WhatsApp. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Izin bertanya, Ustaz. Dalam sebuah hadis dijelaskan bahwa rezeki seorang hamba sudah ditentukan setiap hari.
(59:24) Apakah ketika kita menabung untuk jaga-jaga, khawatir ketika ada keperluan yang mendadak termasuk dalam orang-orang yang tidak mempercayai bahwa rezeki itu telah diatur? Jazakumullah khairan. Wabarakallahu fikum. Iya. Iya betul ya. Ya, ketika di dalam perut ibu ya kita sudah ya malaikat diperintah ditetapkan perkara tentang rezekinya, tentang umurnya ya tentang amal perbuatannya bahagia atau celaka sudah ditetapkan.
(1:00:08) Tapi ketika orang itu mau menabung ya nabung itu adalah hemat boleh hemat pangkal kaya. mengambil sebab ya karena kita bisa mengukur sebab akibat kalau saya sakit atau mau pendidikan anak atau apa saja gaji saya sekian kalau saya habis ya ya enggak ada ya maka kita masuk kepada albi bilil asbab yaitu mengambil sebab ya itu termasuk apa ee hemat ya hemat ya.
(1:00:44) Hemat di sini iktisad yaitu orang hidup hemat ya. Maka ee hidup hemat ya bahkan juga ketika berinfak juga demikian ya juga hemat ya tidak sampai berlebih ya itu watasqubisu fiir isrof wala makhilah ya. Nabi bersabda, “Makan, sedekahlah ya dan berpakaian fi giiri isrof tanpa berlebih-lebihan. Israf ya itu wala makilah juga tidak sombong itu ya.
(1:01:27) Kalau israf ini dilarang israf ya termasuk mubadir ya. Innallaha la yuhibbul musrifin ya. itu bagi jadi Allah tidak suka dengan orang-orang yang israf para jemaah ya juga dengan tabdir inal mubadirina ikwatin orang yang tabdir berlebih-lebihan tabdir menyia-nyiakan termasuk temannya setan maka salah kalau ada anggap kalau saya nabung berarti saya enggak yakin dengan rezekinya Allah salah salah total.
(1:02:05) Jangan pakai prinsip itu. Justru disuruh untuk hemat. Jangan berlebih-lebihan. Jangan israf ya. Tidak boleh israf. Demikian semoga bermanfaat. Ketika kita hemat kita menjalankan sunah. Ketika antum nabung menjalankan sunah. Kenapa? Seharusnya saya makan sehari ya dengan uang Rp100.000 habis. Tapi dia pakai cuman Rp50.000 atau R5.000.
(1:02:34) Makan pagi ya nasi uduk Rp10.000 dapat ya. Makan siang ya Rp15.000 bisa. Makan sore oh enggak ya malam enggak makan ya masih ada sisanya. Ditabung ya ditabung justru nabung itu sesuai dengan sunah. Tadi sudah disebutkan jangan israf ya min ghairi israf tidak berlebih-lebihan. Demikian Allahuam bisawab.
(1:03:01) sampai di sini semoga bermanfaat. Syukron wajakumullah atas kebersamaan ikhwan dan akhwat di masjid ya dari subuh ya sampai sekarang. Dan juga yang ada di studio dan juga para pemirsa di mana pun Anda berada. Semoga Allah Taala menjadikan kita orang-orang yang senang dan cinta kepada kebaikan, senang kepada Quran dan hadis, cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, selalu berlomba-lomba untuk kebaikan.
(1:03:31) [Musik] Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi wasallam. Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jazakumullah khairan wabarakallahu fikum atas penyampaiannya.
(1:03:58) Semoga apa yang telah disampaikan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua dan juga bisa memotivasi untuk kita selalu mempelajari dan juga memperdalam ilmu syari. Dan juga kami ucapkan kepada pemerhati Raja di mana pun Anda berada. Jazakumullah khair wabarakallahu fikum yang telah membersamai kita di Ahad pagi hari ini. Semoga apa yang telah kita dengarkan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua.
(1:04:18) Kami yang bertugas mohon pamit undur diri. Subhanaka Allahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply