- amatasa [bernyanyi] anin nail adim [musik] alladzi hum fihi mukhtalifun [musik] kalla say’lamun tumma kalla say’lam Alam najalilard mihada wal jibala autada wa khalaqnakum azwaja waja’alna naumakum subata waja’alla libasa waja’alnan nahara [bernyanyi] maasha [bernyanyi]
- waj’alna sirajan wahaja wa anzilna minalirati maan tsajjaja linukhrija bihi habban [bernyanyi] [musik] alfa inna yaumal fasli kaana miqata [bernyanyi] yauma yunfakhu fis fataunauhu waastagfiruh wa naud nazubillahi min syururi anfusina wamin sayiati a’malina Yahdihillahu fala mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Amma ba’du. Alhamdulillah. Maasyiral ikhwa wal akhwat fiddin hafidakumullah. Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya. Alhamdulillah.
- [berdehem] Kita memuji Allah subhanahu wa taala atas taufik kebaikan yang dimudahkan bagi kita di pagi hari ini untuk kita bisa kembali mengadakan majelis ilmu yang mulia setelah melaksanakan salat subuh secara berjamaah di Masjid Assunah yang mubarak ini. Kita kembali bisa mengadakan majelis ilmu yang mulia membahas kitab tafsir yang sangat bermanfaat, kitab Taisirul Karimi Rahman.
- [berdehem] fi tafsiri kalamil manan buah karya dari asyikhul imamul mufassir asyekh abdurrahman bin nasir ass’di rahimahullahu taala bab barakallahu fikum saat ini kita memasuki pembahasan di surah yang baru yaitu surah allail surah allail yang ini juga merupakan ya salah satu surah yang makiyah yang diturunkan sebelum Rasulullah sallallahu alaihi wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah.
- bab kita akan baca beberapa ayat di awal surat ini. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Wallaili idza yaghsya wnahari idza tajalla wama khalaqadzakara wal unsa inna sa’yakumyatta faamma man a’ wattaqo wasaddaq iru lilusro
- wa amma man bakhila wasagna waadzaba bil husna fasuyassiruhu lilusro wama yughni anhu maaluhu idza taradda inna alaina lal huda wa inna lana lal akhirata wal ula fazartukum naaron taladallah laa yaslaha illal asqa alladzi kadzaba wa taw atqa alladzi yuti ma lahu yatazzakka wamaa liahadinahu
- min nikmatin tujza illahaa wajhi rabbihil a’la Ba barakallahu fik. [berdehem] Allah subhanahu wa taala menjelaskan di ayat-ayat ini, di awal ayat-ayat ini sebagaimana di beberapa ayat atau surah yang lalu ya. Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk yang merupakan tanda-tanda kekuasaannya. Sebelum menyebutkan sesuatu yang penting yang disebut dengan almqsam alaihi.
- Ya Allah sebutkan dulu sumpah dengan makhluk-makhluk yang memiliki [berdehem] keajaiban penciptaan Allah Subhanahu wa taala ini ya. Allah Subhanahu wa taala berfirman di awal-awal ayat ini, [berdehem] wallaili idza yagsya wallaili idza yagsya demi malam ketika gelapnya meliputi semua permukaan bumi, meliputi semua makhluk.
- Wnahari idza tajalla dan demi waktu siang. Ketika jelas, ketika sangat terang. As Syekh Abdurrahman As’adi rahimahullah taala menjelaskan ayat-ayat ini. Beliau berkata, “Hasamun minallahi bizzamilladzi taqau fihi af’alul ibad ala tafawuti ahla ahwalihim.” Ini adalah sumpah dari Allah Subhanahu wa taala dengan waktu ya.
- Karena malam dan siang hari merupakan bagian dari waktu [mendengus] yang pada waktu inilah terjadi amal-amal perbuatan manusia sesuai dengan perbedaan keadaan mereka. Ya. Dan tentu pada penciptaan siang dan malam hari terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat besar bagi orang-orang yang merenungkannya. Ya, bagaimana ketika siang hari demikian terang setelah itu datang malam semuanya menjadi gelap dan itu sesuai dengan keadaan manusia.
- Tentu saja di waktu siang mereka beraktivitas bekerja maka membutuhkan ya [berdehem] keadaan seperti siang. hari saat ini ya ini terang agar orang bisa beraktivitas dengan sempurna. Adapun di malam hari mereka butuh istirahat, mereka butuh ketenangan, mereka butuh untuk memulihkan tenaga. Maka sesuai dengan keadaan di malam hari yang gelap supaya orang bisa beristirahat dengan tenang.
- Nah, faqala Allah berfirman, wallaili idza yagsya. Demi waktu malam ketika meliputi semua makhluk. Ay yaummu yagsya artinya yaummu meliputi secara merata secara umum. [berdehem] Alkalqo bidalamihi meliputi semua makhluk dengan kegelapannya. Fayaskunu kullun ila mawahu wa maskan. Sehingga semua makhluk bisa tenang [berdehem] ya di tempat beradanya atau di tempat tinggalnya sesuai.
- Dan ini kalau kita renungkan kita akan dapati bahwa keberadaan malam adalah nikmat yang besar dari Allah Subhanahu wa taala yang kemudian dipergantikan dengan siang hari. Coba kita bayangkan kalau kehidupan kita siang terus atau malam terus pasti akan terjadi ketidakseimbangan ya ketidaksesuaian dalam hidup kita.
- Waastarihul ibadu minal kabidi wat taab. yang kemudian manusia atau hamba-hamba bisa beristirahat dengan kondisi malam yang seperti itu, bisa beristirahat dari segala keletihan dan kepayahannya. Setelah bekerja seharian, beraktivitas malam hari dijadikan waktu beristirahat, waktu menenangkan diri setelah seharian.
- Ya, beraktivitas sehingga malam untuk beristirahat dari kepayahan dan keletihan. Ini jelas tanda kekuasaan Allah yang patut untuk kita renungkan. Wnahari idza tajalla. Kemudian demi siang hari. Demi siang ketika telah terang jelas [berdehem] yakni tajalla lil khalqi menjadi terang bagi semua makhluk. Fastadu binurihi.
- Kemudian semua makhluk bisa mengambil cahaya dengan terangnya siang hari. Wantasyaru fi masalihihim. [berdehem] Yang kemudian mereka bisa menyebar di permukaan bumi ini untuk kemaslahatan atau mengusahakan kebaikan-kebaikan bagi mereka. Ini kejadian setiap hari kita lewati mungkin luput dari pengamatan, tapi kalau kita perhatikan dengan seksama ini tentu akan semakin menjadikan kita selalu bersyukur kepada Allah, memuji memujinya atas semua limpahan nikmat dan karunia-Nya ya yang akan menjadikan kita semakin kagum dengan kesempurnaan sifat-sifat Allah
- dengan melihat tanda-tanda kebesarannya di alam semesta semesta ini. Ini yang sudah pernah kita sebutkan. Perenungan seperti inilah yang akan bermanfaat, yang akan meningkatkan keimanan, menjadikan kita semakin mencintai Allah, mensyukuri dan selalu memujinya. [berdehem] Kemudian Allah berfirman, “Wama khalaqadzakaro wal unsa.
- ” Dan demi penciptaan makhluk yang terdiri dari azzakar wal unsa laki-laki dan perempuan atau jantan dan betina. Ya, demi penciptaan semua makhluk yang dijadikan berpasang-pasangan seperti ini. Atau demi Allah yang menciptakan makhluk yang berpasang-pasangan, jantan dan betina atau laki-laki dan perempuan. Di sini mak di sini bisa mak mausulah atau masdariah.
- Kata Syekh Abdurrahman Asadi rahimahullahu taala, idza kanat mausulatan kana iqsaman binafsihil karimah al mausufa biannahu khaliqu dzukuri wal inat. Kalau ma di sini maksudnya adalah ma almausulah yang berarti alladzi ya yang jadi demi yang menciptakan laki-laki dan perempuan. Berarti di sini Allah bersumpah dengan dirinya sendiri yang maha mulia yang disifati dengan sifat-sifat kesempurnaan.
- bahwa dialah yang menciptakan laki-laki dan perempuan menciptakan semua makhluk berpasangan. Ini penafsiran yang pertama dari ma di sini ma almausulah artinya alladzi demi yang menciptakan laki-laki dan perempuan. [mendengus] Waat masdariah. Adapun kalau di kita mengambil penafsiran yang kedua ma di sini masdariah [berdehem] ya berarti kana qosaman bikalqihi lidzakari wal unsa.
- Berarti di sini Allah bersumpah dengan penciptaannya. Dan tentu perbuatan Allah Subhanahu wa taala maha sempurna pasti mengandung hikmah yang maha tinggi. Karena bersumber dari sifat-sifat kesempurnaannya berarti Allah bersumpah dengan perbuatannya menciptakan semua makhluk terdiri dari laki-laki dan perempuan, jantan dan betina. [berdehem] Ya, berarti kalau kita artikan dalam terjemahan bebasnya kalau dalam pengertian yang kedua ma di sini masdariah berarti demi penciptaan laki-laki dan perempuan.
- Demi penciptaan makhluk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Kalau yang pertama demi zat yang menciptakan atau demi Allah yang menciptakan makhluk laki-laki dan perempuan. Jadi ini pun kedua-duanya tidak ada masalah kita artikan dengan yang pertama atau yang kedua tetap menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah Subhanahu wa taala terhadap semua makhluknya.
- Tib wak. Jadi sumpah terhadap penciptaan Allah. bersumpah dengan penciptaan Allah terhadap makhluknya yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dan juga waamali hikmatihi fialika dan sempurnanya hikmah Allah dalam penciptaan makhluk ini. Karena Allah adalah al-hakim ya yang artinya maha sempurna hukum dan hikmahnya.
- Sudah kita pernah sebutkan beberapa kali hikmah itu artinya wadus fi maudiihi ala wajhil itq. meletakkan segala sesuatu secara persis tepat pada tempatnya. Tidak ada yang salah [mendengus] dalam penciptaan Allah Subhanahu wa taala pasti selalu sesuai dengan hikmah yang sempurna. Bahkan semua perbuatan Allah selalu sesuai dengan hikmahnya yang maha tinggi lagi maha sempurna.
- Tiib an khalaqo min kulli sinfin minal hayawanati. Allatiu baqoaqar wa. Yaitu sempurnanya ciptaan Allah dalam hal ini yaitu dengan dia menciptakan semua jenis makhluk hidup yang Allah inginkan. Makhluk hidup ini terus lestari, terus ada di alam semesta ini. Makanya Allah ciptakan dari jenis laki-laki dan perempuan.
- [batuk][berdehem] Karena dengan kedua jenis inilah mereka akan berkembang biak ya, bisa mempertahankan jenisnya masing-masing untuk selalu ada di muka bumi. Ya, ini juga sesuatu yang sering kita saksikan, sesuatu yang terbiasa kita lihat sehingga perenungan terhadap hal ini kurang kita lakukan.
- Kita anggap ya sudah memang begitu keadaannya. Memang seperti itu ciptaan Allah. Karena terbiasa kita lihat sehingga kurang perenungan. Sama dengan nikmat kita rasakan setiap hari kita bernafas, kita bangun di pagi hari kemudian malam hari tidur tidak kita renungkan. Seandainya Allah Subhanahu wa taala mencabut nikmat ini, apa yang terjadi pada diri kita? Orang tidak bisa tidur malam, kita berpikir, “Ah, tidur ya biasa saja.
- Bahkan di masjid pun kita bisa tidur. Sedang pengajian pun juga ada yang tidur.” Iya kan? Kalau kita renungkan ini nikmat. Kalau orang tidak bisa tidur, bagaimana keadaan dirinya? Setelah seharian bekerja, beraktivitas, malamnya tidak bisa beristirahat, pasti dia akan kepayahan. Sebentar lagi dia akan sakit karena tidak normal ya berjalannya kesehariannya.
- Ini nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. Makhluk-makhluk yang Allah ciptakan demikian beraneka ragam laki-laki dan perempuan, jantan dan betina. Ini perenungan yang menjadikan kita semakin merenungkan sempurnanya hikmah Allah Subhanahu wa taala yang dengan itu kita semakin akan mencintai Allah, mensyukuri nikmat-Nya dan selalu memujinya dalam semua keadaan.
- [berdehem] Tiib liyabk nau wala yadmahil wala yadmahillu. Supaya jenis makhluk hidup ini tetap ada. dan tidak punah ya tidak menjadi punah. Waqada kullan minhuma ilal ak bisilsila syahwati waalaan minhuma munasiban lilak fatabarakallahu ahsanul kholikin. Kemudian Allah subhanahu wa taala menggiring masing-masing dari makhluk itu kepada ya dari jenis yang laki-laki kepada yang perempuan dan perempuan kepada yang laki-laki yakni jantan kepada betina, betina kepada jantan dengan silsilatus syahwah dengan mata rantai syahwat Allah berikan
- pada setiap makhluk ini kecenderungan untuk syahwat kepada lawan jenisnya. Ya. Dan Allah jadikan bagi setiap dari keduanya kesesuaian dengan yang lain. Dia merasa cocok dengan jenisnya. Sehingga dengan ini terjadilah sebab perkembang biakan di kalangan makhluk tersebut. Yang ini menjadi sebab keberlangsungan hidup mereka di dunia ini. Tidak punah.
- Ya. Ya. Kecuali bagi hewan-hewan atau makhluk hidup yang Allah kehendaki untuk berakhir masanya. Maka maha suci Allah Subhanahu wa taala, maha berkah Allah subhanahu wa taala sebaik-baik pencipta. Ya, tentu saja untuk jin dan manusia Allah Subhanahu wa taala syariatkan ya aturan dalam hal yang berhubungan dengan hubungan yang dalam hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan.
- Allah menjadikan syariat pernikahan Islam yang agung untuk mencegah manusia dari menyalurkan hal ini dalam hal-hal yang terlarang, melalui cara yang terlarang. supaya menjadi sebab manusia mendapatkan bimbingan Allah Subhanahu wa taala, mendapatkan pahala dan keutamaan yang mulia dari sebab [berdehem] Allah Subhanahu mereka mengikuti aturan Allah Subhanahu wa taala dalam hal yang berkaitan dengan hubungan laki-laki dan perempuan.
- Yang jelas pada penciptaan Allah yang sempurna seperti ini terdapat ya perkara yang besar yang pantas menjadi renungan bagi kita semua. Kemudian setelah itu Allah Subhanahu wa taala sebutkan almuksam alaihi sesuatu yang penting setelah sumpah. Dikasih mukadimah sumpah-sumpah dulu supaya kita tahu ada yang kita persiapkan, apa yang kita ada yang kita tunggu.
- Setelah itu apa yang Allah akan jelaskan? Allah berfirman, “Ya, inna say’yakum lasyatta.” Sesungguhnya usaha yang kalian lakukan wahai manusia benar-benar bertingkat-tingkat, berbeda-beda. Had hual muksam alaihi. Inilah [berdehem] yang disebutkan setelah sumpah. Perkara yang penting yang dijelaskan oleh Allah setelah berbagai macam sumpahnya tadi di awal-awal ayat.
- A artinya inna sayakum ayyuhal mukallafun la tatafawatu lamutfawitun tafawutan adima. Sesungguhnya usaha yang kalian lakukan wahai jin dan manusia, wahai orang-orang yang mukalaf ya, yang diwajibkan mengikuti syariat [berdehem] benar-benar mutafawitun, berbeda-beda, bertingkat-tingkat dengan perbedaan yang sangat besar.
- [berdehem] Ya, amal-amal dalam Islam bertingkat-tingkat keutamaannya. Keadaan manusia juga ketika mengamalkan bertingkat-tingkat. Ada yang semangat, ada yang tidak semangat. Ada yang sempurna ikhlasnya, ada yang kurang. Ittibanya juga ada yang sempurna, ada yang tidak sempurna. [berdehem] Tib kata beliau a in walika bihasabi tafawuti nafsil amal.
- Bertingkat-tingkatnya amal ini disebabkan karena ya perbedaan tingkat ini adalah sesuai dengan tafawud perbedaan tingkat pada amal itu sendiri. Amal-amal berbeda-beda keutamaannya. Ada yang wajib, ada yang tidak wajib. ini pun nanti berbeda-beda pada satu amal itu sendiri dari segi keutamaannya. Orang yang melaksanakannya di awal waktu bersegera tentu beda dengan yang mengerjakannya tidak di awal waktunya misalnya.
- Kemudian masalah niatnya, keikhlasan dan seterusnya. Tiib wqdariha wasati fiha. dan juga kadar nilai amal tersebut serta anasyat semangat dalam mengerjakannya. Makanya kan sudah sering kita jelaskan kata para ulama kalau syarat diterima amal itu ada dua, ikhlas dan ittiba. Ada lagi yang mempengaruhi amal.
- Syarat kesempurnaan amal juga ada dua, yaitu almusaraatu ilaiha atau ilaihi. bersegera dalam melakukannya, berlomba-lomba mengerjakannya. Yang kedua, alakdu bil ququah. Melaksanakan amal itu dengan semangat, berpegang teguh dengan kuat padanya. Ini menjadikan amal lebih sempurna, lebih tinggi nilainya di sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi yang menjadikan bertingkat-tingkat amal manusia itu banyak, banyak pertimbangan dan sudut pandangnya ya. Makanya sebagian dari para ulama ada yang menulis tentang masalah ini. Sebab-sebab yang menjadikan amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya. Ya, bertingkat-tingkat nilainya di sisi Allah Subhanahu wa taala. Wabihasabil gayatil maqsudati bitilkal ammal.
- Dan juga sesuai dengan tujuan yang dimaksudkan yang dikehendaki dari amal tersebut. Dari amal-amal tersebut. Hal hua wajhullahil aal baqi? Apakah tujuannya untuk mengharapkan wajah Allah yang maha tinggi, yang maha kekal abadi? Fayabq lahu bibaqoihi waantafiu bihibuhu. Kemudian menjadikan usaha seorang hamba yang ikhlas mengharapkan wajah Allah ini akan kekal dengan kekalnya wajah Allah.
- yakni balasannya akan kekal abadi. Tidak akan hancur seiring hancurnya dunia. Karena niatnya untuk wajah Allah yang kekal, maka amalnya pun akan mendapatkan balasan yang kekal di surga nanti, di akhirat nanti. Yang kemudian orang yang beramal itu bisa mengambil manfaat dari amalnya itu pada hari kiamat nanti.
- Amya gayatun. atau apakah tujuannya? Adalah tujuan yang akan musnah, yang akan punah, faniah, yang fana, yang akan hancur. Yakni semua tujuan-tujuan dunia kan kita tahu akan hancur. Seiring dengan hancurnya dunia. Itu di antara makna yang dijelaskan sebagian ulama ahli tafsir tentang makna firman Allah Subhanahu wa taala.
- Kullu man alaiha fan wabqo wajhuika dulul jalali wal ikram. Semua yang ada di muka bumi ini akan fah, akan hancur dan yang dan akan kekallah wajah Rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan. Artinya semua tujuan-tujuan dunia akan hancur. Semua hubungan yang dibangun di atas kepentingan dunia akan berakhir dengan permusuhan. Tapi yang kekal abadi yang dibangun karena mengharapkan wajah Allah itu yang akan kekal.
- mendapatkan balasan yang kekal di akhirat nanti [batuk] ya sesuai [berdehem] dengan kekalnya wajah Allah Subhanahu wa taala yang maha agung lagi maha tinggi. Nam fayabulusu bibutlani yang kemudian usaha yang seperti ini tidak ikhlas niatnya ini akan batal dengan batalnya seiring dengan batalnya dan hancurnya tujuan tadi. Wadmahillu bidmhlaliha [berdehem] yang kemudian akan punah dengan punahnya tujuan tadi, tujuan dunia tadi.
- [mendengus] Ini semua adalah ya perkara yang menunjukkan almuksqsam alaihi yang dijadikan setelah sumpah memang adalah perkara yang penting untuk kita renungkan. Bagaimana usaha kita akan agar bermanfaat, mendapatkan belasan yang kekal abadi di kehidupan yang sesungguhnya pada hari kiamat nanti.
- Dan apa yang menjadi sebab amal-amal itu gugur bahkan tidak bernilai di sisi Allah Subhanahu wa taala. Waqimna mailu minalinalahu habaam manur. Kami hadapi amal-amal yang mereka kerjakan di muka bumi kemudian kami jadikan hanya seperti debu-debu yang berhamburan. Tidak ada nilainya karena tidak dibangun di atas niat yang ikhlas.
- Niat untuk mengharapkan balasan yang kekal abadi. Nam kata beliau, wahza kullu amalin yuqsadu bihi giriru wajhillah. Inilah nasib semua amal yang ditujukan untuk selain mengharapkan wajah Allah Subhanahu wa taala. [berdehem] Bihadal wasfi ya dengan sifat seperti ini akan berakhir seperti ini keadaannya. Walihadza fasalallahu taala alamilina wa wasofa a’malum.
- Oleh karena itu, setelah ini Allah Subhanahu wa taala memerinci keadaan orang-orang yang beramal. Siapa yang beruntung, siapa yang dapatkan balasan yang kekal abadi. [berdehem] Dan Allah sebutkan sifat-sifat amal-amal mereka. Ya Allah subhanahu wa taala sebutkan di ayat berikutnya Allah subhanahu wa taala berfirman, “Faamma man a wattaqo.
- ” Maka adapun orang-orang yang memberikan mengeluarkan kebaikan-kebaikan, mengeluarkan infak, sedekah di jalan Allah Subhanahu wa taala dan dia bertakwa. Biasanya takwa kalau digandingkan dengan amal kebaikan, takwa itu maksudnya lebih khusus kepada menjaga diri dari azab Allah Subhanahu wa taala.
- Sesuai dengan maknanya takwa asalnya adalah wiqayah, penjagaan diri. Ya, waqayaki wiqayatan. Menjaga diri dari sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan Allah. Jadi adapun orang yang memberi a artinya a ma amar bihi minal ibadatil maliyat minal ibadatil maliyatizakawati wal kafarati w nafaqati wasodqati wal infaqi fi wujuhilhair wal ibadatil badani wasumi wahwihima yaitu orang yang memberikan kan ya, yakni melakukan apa yang Allah perintahkan dari ibadah-ibadah yang berhubungan dengan harta seperti menunaikan zakat-zakat yang wajib atau kafarah ya jika ada berhubungan
- dengan denda yang harus dibayarnya, ditunaikannya atau nafaqah termasuk nafaqah untuk keluarganya dan yang lainnya. Kemudian sodqat, sedekah-sedekah dan infak. di jalan-jalan kebaikan ataupun menunaikan ibadah-ibadah badan yang lainnya seperti salat, puasa, dan yang selainnya. Jadi, pengertian aa th di sini luas.
- Bukan hanya memberikan mengeluarkan uang untuk menyumbang di jalan kebaikan, tapi juga termasuk memberikan maksudnya mengamalkan amal-amal yang disyariatkan di dalam Islam. Baik itu amal yang berhubungan dengan menginfakkan harta atau amal-amal anggota badan lainnya. Ya, [berdehem] wal muraqabatu minhuma. Bahkan ada amal yang tersusun dari dua hal tersebut.
- Ada harta dan tenaga. Ada amalan anggota badannya, ada juga pengorbanan harta seperti apa? Misalnya kal haj wal umrah. Seperti haji, umrah. Tenaga ada, biaya juga ada dikeluarkan. Wahwihima dan yang selain keduanya. Jadi itulah orang-orang yang memberikan wattaqo dan dia bertakwa. Attaqo di sini artinya menjaga diri ma naha anhu dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.
- Menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Minal muharromati wal maasi alilafi ajnasiha. dari perkara-perkara yang diharamkan atau perbuatan-perbuatan maksiat dalam semua jenisnya ditinggalkan. Berusaha dia menjaga diri darinya, menjauhinya. Wasoddaqo bil husna. Dan dia membenarkan kebaikan-kebaikan dalam Islam. Ya. A shodqo bilahaillallah.
- Tentu puncaknya adalah membenarkan kalimat lailahaillallah karena ini adalah inti keimanan tentu saja. Wadallat alaihi dan kandungannya membenarkan akidah, membenarkan tauhid, mempelajari, memahami, dan mengamalkan konsekuensinya. min jamiil aqaid diniah. Yang ini meliputi semua akidah dalam agama Islam ini. Wama tarataba alaiha minal jazail ukhrawi.
- Dan [berdehem] ya apa yang didapatkan dengan itu berupa balasan di akhirat nanti. Dia mengimani semuanya termasuk kan balasan di akhirat termasuk kenikmatan di akhirat atau azab bagi orang-orang yang durhaka. Naudubillahzalik orang yang melakukan ini ya fasanuyasiruhu lil yusro maka kami akan mudahkan baginya kemudahan-kemudahan dalam kebaikan.
- A nusahilu alaihi amrahu. Kami akan mudahkan urusannya dalam kebaikan. Waj’aluhu muyassar lahu kulla khairin. Kami akan mudahkan, kami akan jadikan itu dimudahkan baginya setiap kebaikan, segala kebaikan. Sebagaimana juga muyassaron lahu tarqli kulliar. Allah mudahkan dia meninggalkan segala keburukan. liannahu ata biasbab [berdehem] liannahu ata biasbabisir fayarallahu lahuik karena dia melakukan sebab-sebab kemudahan maka Allah subhanahu wa taala berikan kemudahan baginya dalam kebaikan dan meninggalkan keburukan yakni al jazau min jinsil amal
- balasan dari jenis perbuatan hal jazaul ihsani illal ihsan tidak lain balasan dan dari perbuatan. Bukankah balasan perbuatan itu tidak lain juga? Bukankah balasan kebaikan itu juga tidak lain adalah kebaikan itu sendiri? Ya, in ahsantum ahsantum lianfusikum wain asat’tum falaha. Kalau kalian berbuat baik, maka kalian berbuat baik untuk dirimu sendiri.
- Kalau kamu berbuat buruk pun juga keburukannya adalah untuk dirimu sendiri. Maka ini balasan yang Allah Subhanahu wa taala berikan. Orang yang mengimani kebaikan-kebaikan berarti dia menempuh jalan untuk mencari kemudahan. Maka Allah mudahkan dia. Dan sebaliknya orang yang ya tidak mau melakukan kebaikan-kebaikan berpaling dari kebaikan agama ini, berarti dia mencari jalan yang sulit.
- Maka dia pun mendapatkan balasan yang sulit. Insyaallah itu kita akan terangkan di pertemuan berikutnya ya, kelanjutan dari ayat ini. Barakallahu fikum. Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji di kesempatan pagi hari ini bermanfaat dan menjadi sebab kebaikan untuk dunia dan akhirat kita. Demikianlah shallallahu wasallam wabarak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. [bernyanyi] faakramahu waamahu fquul rabbi akraman menang
Tafsir Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di – Ust. Abdullah Taslim Lc. MA
Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube
Tags:
Leave a Reply