#12 Menetapkan Sifat Wajah Bagi Allah – Ustadz Abdullah Taslim, Lc., MA

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

  • asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh innalhamdalillah nahmaduhu waastainuhu wa nastagfiruh wa naudubillahi Min Syuri anfusina Wamin sayiati amalinaahdihillahu Fala mahl waadu Alla ilahaillallahu wahdahu laarikalah wa asadu Anna muhammadan abduhuasuluh ya ayuhina amanqulaha haqqq W tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhina q Allahumma Shi wasallim wabarik ala
  • Nabina Muhammad waa alihi wa asabihi waman tabiahum Banin yaumiddin ammau alhamdulillah maasir ikhw akw rahimakumullah alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala yang senantiasa melimpahkan Taufik kebaikan dan berbagai macam nikmatnya kepada kita Alhamdulillah segala puji bagi Allah subhanahu wa taala yang memudahkan kita kembali untuk bertemu di Masjid Nurul Iman masjid yang penuh berkah ini dalam rangka mengkaji dan membahas perkara yang penting bahkan paling penting dalam agama kita mengkaji tentang prinsip-prinsip dasar
  • akidah mengkaji kitab alqidatul wasitiyah karya dari syikhul Islam Abul Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala Barakallah fikum jemah sekalian rahimakumullah kitab alqidatul wasitiah masih melanjutkan pembahasan tentang perkara yang paling penting dalam iman dalam akidah kita dalam tauhid yaitu mengenal kemahaindahan nama-nama Allah dan kemahatinggian kemahasempurnaan sifat-sifatnya cukuplah dengan kita meyakini bahwa ilmu ini akan menyempurnakan ibadah dan penghambaan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala dalam arti yang
  • sesungguhnya karena mengenal Allah subhanahu wa taala akan membenarkan tauhid kita secara ilmu yang kemudian dengan itu kita akan bisa mengamalkan tauhid dengan benar Dalam praktiknya Allah subhanahu wa taala berfirman allahuladzi khalaq Saba samawati winal ardhilahunna yatanazalul Amru bainahunna litlamu annallaha ala kulliin qodiru waallaha Q ah bulliin Ilma Allah subhanahu wa taala dialah yang menciptakan tujuh lapis langit dan juga bumi seperti ituanal am kemudian turun perintah Allah subhanahu wa taala di antara
  • langitlangit dan bumi tujuannya ini adalah lamu Agar kalian wahai manusia mengetahui sifat-sifat kesempurnaan allahah Bahwasanya Allah subhahu wa taala mahaasa atas segala sesuatu dan Bahwasanya Allah subhanahu wa taala ilmu pengetahuannya Yang Maha Sempurna meliputi segala sesuatu meliputi semua makhlukNya Oleh karena itu jemah sekalian rahimakumullah Cukuplah kita memahami kemuliaan ilmu yang agung ini dengan kita mengetahui bahwa semua unsur-unsur yang menopang iman kita bahkan yang menopang inti keimanan dengan izin Allah subhanahu wa
  • taala hanya akan bisa kita usahakan kita sempurnakan di dalam hati kita dengan kita semakin mengenal sifat-sifat Allah semakin mengenal kemaha agungannya kemahab besarannya karena inilah yang akan menumbuhkan rasa cinta takut dan pengharapan kita kepada Allah subhanahu wa taala Allah subhanahu wa taala berfirman di dalam al-qur’an di surah al-isra ketika menyebutkan tentang hamba-hamba yang beriman ulaikalladina yadun yabtaguna ilbihimul wasilata ayuhum aqru waarjuna rahmatahu inika mereka-mereka ini yang dijadikan
  • sembahan selain Allah orang-orang yang Saleh orang-orang yang beriman ini mereka justru yag berlomba-lomba mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Allah siapa di anara mereka yang paling dekat dan mereka selalu mengharapkan rahmat Allah dan takut akan azabnya sesungguhnya aab Allah subhanahu wa taala adalah sesuatu yang Memang harusnya ditakuti ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman wali-wali Allah subhanahu wa taala yang dijadikan sembahan atau diagungkan secara berlebihan sehingga dijadikan sembahan
  • selain Allah oleh orang-orang yang melakukan perbuatan Syirik ternyata mereka ini sendiri sibuk berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa taala dan ketika mereka mengamalkan ketaatan selalu disertai dengan tiga sifat utama yang merupakan penopang utama Iman yaitu yaitu cinta kepada Allah subhanahu wa taala berharap mengharapkan rahmatnya takut akan azabnya ya tiga perkara ini yang membedakan mereka yang membedakan orang-orang yang beriman dalam ibadah mereka dibandingkan dengan orang-orang yang imannya lemah
  • tiga perkara inilah yang menjadikan kedudukan manusia tinggi di sisi allah subhanahu wa taala sudah pernah kita sebutkan ya kalau kita ingin lihat contoh tentang hal ini adalah kita perhatikan keadaan sahabat yang mulia Abu Bakar ashiddiq radhiallahu taala Anhu Imam Ibnu qayim rahimahullah taala dalam kitab miftahud dari saada menjelaskan hal ini mengatakanabiriddiq radhiallahu taala Anhu coba perhatikan Bagaimana keadaan sahabat yang mulia Abu Bakar ashiddiq radhiallahu taala Anhu dari segi ibadah para sahabat yang lain juga semua
  • semangat dalam ibadah dari segi salat berpuasa bersedekah membaca al-qur’an salat malam mereka semua adalah orang-orang yang luar biasa tapi kenapa kedudukan sahabat yang mulia ini bisa mengungguli para sahabat yang lainnya bahkan mengungguli semua umat Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam tentu selain Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam sendiri yakni beliaulah yang paling utama di antara umatnya nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam Ibnu qayyim rahimahullah taala menjelaskan dengan menukil pernyataan
  • salah seorang ulama tabiin atau tabiut tabiin Bakar bin Abdullah almuzani rahimahullahu taala Beliau mengatakan mabaum Abu bakrin B Wam w tidaklah Abu Bakar asiddiq radhiallahu taala Anhu mendahului atau mengungguli keutamaan para sahabat di sisi allah subhanahu wa taala tidaklah beliau meraih semua itu hanya dengan banyaknya salat banyaknya puasa atau banyaknya sedekah tidak ragu lagi ini amal-amal yang utama tapi sekarang ini kita membahasnya masalah perbanding kalau dibandingkan dengan para sahabat rata-rata Mereka rajin
  • beribadah bahkan mungkin di antara mereka ada yang melebihi ibadah tertentu ya melebihi ibadah yang dilaksanakan oleh sahabat Abu Bakar ashsiddiq radhiallahu taala Anhu contoh berperang di jalan Allah seperti sahabat Khalid Ibnu Walid radhiallahu taala Anhu bisa melebihi ya peperangan atau jihad yang dilakukan oleh sahabat yang lain Jadi bukan sekedar dengan banyaknya amalan tersebut tetapi kata beliau Wakin bisyain waqar Fi qbihi akan tetapi Abu Bakar asiddiq radhiallahu taala Anhu meraih kedudukan tinggi tersebut dengan sesuatu iman yang
  • benar-benar kuat di dalam hati beliau yaitu kecintaan kepada Allah subhanahu wa taala yaitu rasa takut kepada Allah subhanahu wa taala pengharapan ya ibadahnya seorang yang Muwahid ahlu tauhid yang sesungguhnya adalah ibadah yang dikerjakan oleh anggota badannya dengan semangat disertai dengan hati yang dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah rasa takut kepada Allah pengharapan kepada Allah ini ibadah ahli tauhid yang sesungguhnya para ulama Ahlus sunah Wal Jamaah mengatakan Manah wahdahuu Abah wahahu haruijah ua
  • muahid Barang siapa yang beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dengan cinta saja maka dia akan menjadi orang zindik Barang siapa yang beribadah kepada Allah dengan takut saja maka dia akan menjadi orang khawarij yang mudah mengkafirkan kaum muslimin dan barang siapa yang beribadah kepada Allah dengan pengharapan saja maka dia akan menjadi orang murji orang murjiah yang mengatakan perbuatan maksiat tidak mempengaruhi iman tidak mengurangi Iman tapi Barang siapa yang beribadah kepada Allah dengan cinta disertai
  • dengan rasa takut dan pengharapan kepada Allah subhanahu wa taala maka inilah ahli tauhid yang sesungguhnya Oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah cukuplah kalau kita mengenal kalau kita memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala semakin kita mempelajari bahwa sifat-sifat Allah Maha Tinggi Maha Sempurna la naqs fiha biwajhin Minal wujuh tidak ada kekurangan tidak ada celaan sedikit pun pada sifat-sifat Allah dari semua segi dan semua sudut pandang cukuplah ini akan semakin menjadikan kita cinta kepada Allah
  • subhanahu wa taala setiap kita mempelajari sifat-sifat Allah yang berhubungan dengan kemaha indahannya kemaha agungannya kemahab besarannya kemahasempurnaannya maka kita akan semakin cinta kepada Allah akan semakin selalu memujinya dalam semua keadaan kita sewaktu kita mempelajari sifat-sifat Allah yang berhubungan dengan kemahakayaannya kemahakuasaannya atas segala sesuatu ya sifat-sifat yang menunjukkan tentang perbendaraan langit-langit dan bumi ada di tangannya semua kebutuhan makhluk ada pada dirinya dan hanya dia yang maha
  • kuasa memenuhinya ini akan semakin menguatkan pengharapan di hati kita kepada Allah subhanahu wa taala dan semakin menjadikan kita selalu bersandar dan hanya menggantungkan diri kepada rahmat-nya kemudian semakin kita mempelajari sifat-sifat Allah yang yang berhubungan dengan kemahakuasaannya atas segala sesuatu kemahaperkasaannya kerasnya siksaannya kerasnya azabnya maka ini akan menjadikan kita selalu takut kepada Allah takut akan azabnya yang dengan sebab ini kita akan selalu mencari sebab-sebab untuk Meminta
  • perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala dan sel lalu kembali kepadanya untuk menyelamatkan dirinya dari segala sesuatu yang kita takutkan ini semua sungguh demi Allah menjadikan seorang hamba yang beribadah kepada Allah dalam keadaan seperti ini maka Allah subhanahu wa taala akan selalu berikan segala sesuatu yang diharapkannya dan akan selamatkan hamba ini dari segala sesuatu yang ditakutkannya kita pernah mendengar Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam ketika menjenguk seorang sahabat yang sedang sakit keras kemudian sahabat ini ketika
  • ditanya Bagaimana keadaannya maka dia mengatakan inni laarjullaha wa akhu dunubi sungguh wahai Rasulullah Aku benar-benar mengharapkan rahmat Allah dan aku takut akan dosa-dosaku maka mendengar ini Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda walladzi Nafsi biyadi waanahu mimma yak waahu mim Yak demi Allah yang jiwaku ada di tangannya tidaklah terkumpul sifat-sifat ini pada diri seorang hamba apalagi dalam kondisi seperti ini kecuali Allah akan berikan apa yang diharapkannya dan Allah subhanahu wa taala akan selamatkan
  • dia dari apa yang ditakutkannya Allah akan jadikan dia aman dari segala ketakutannya kalau ini kita dapatkan jaminan seperti ini apaalagi yang kita cari dalam kehidupan dunia kita dan untuk kebaikan di akhirat kita semua yang kita harapkan orang yang beriman mengharapkan apa mengharapkan agamanya dijaga mengharapkan imannya agar selalu dijadikan istikamah mengharapkan agar dia dijaga oleh Allah dari tipu daya setan mengharapkan agar dimudahkan masuk ke dalam surga semua ini Allah akan berikan dengan apa Pengharapan yang
  • benar tadi yang disertai dengan rasa takut yang dengan sebab ini Allah subhanahu wa taala menyelamatkan mengamankan memberikan keamanan bagi hambanya dari segala yang ditakutkannya jadi jemaah sekalian rahimakumullah jadi ilmu ini adalah sesuatu yang benar-benar menumbuhkan sifat-sifat yang merupakan inti dasar keimanan yang menjadikan kuat hubungan seseorang dengan Allah subhanahu wa taala yang menjadikan seorang hamba akan selalu mencintai Allah memuji Allah dalam segala keadaannya bahkan menjadikan hamba ini
  • selalu pasrah dan kembali kepada Allah dalam semua keadaannya ya kan sudah pernah kita Contohkan juga bahwa wujud tauhid yang sempurna itu penghambaan diri yang sempurna ada di dalam beberapa doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam seperti doa atau zikir yang diajarkan salah satu di antara doa atau zikir yang diajarkan sebelum kita tidur di malam hari Laja w Ya Allah tidak ada tempat berlindung tidak ada tempat menyelamatkan diri darimu kecuali dengan kembali kepadamu Apa artinya seorang hamba
  • mengetahui yang paling dia takutkan yang tidak akan mungkin dia bisa selamat dari rasa takut ini kecuali dengan Perlindungan Allah adalah azab Allah kemurkaan Allah berpalingnya Allah darinya kemudian tidak ada yang bisa menyelamatkan dirinya kecuali dengan kembali kepada Allah jadi yang kita takutkan adalah azab Allah kemurkaannya kita takut adalah Allah dan yang bisa menyelamatkan kita hanya pemaafannya pengampunannya dan perlindungannya di dalam hadis yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam juga
  • mengajarkan kepada kita doa dan doa ini termasuk yang kita baca di waktu salat malam ya sering dibaca oleh para imam Haramain Imam almasjidil haram dan Masjid Nabawi di waktu salat di waktu qunut di bulan Ramadan Rasulullah Sallallahu Ali wasallam mengajarkan doa allahumma inniu wti Subhanallah ini Doa yang sangat Agung sekali ya Allah Sesungguhnya aku berlindung kepadamu Aku berlindung dengan keridanmu dari kemurkaanmu kalau Allah murka kepada kita kita mau lari ke mana Siapa yang bisa menol kita siapa yang bisa
  • menyelamatkan kita tidak ada kecuali mencari keridaannya maka doa ini sangat menyentuh dan sangat sesuai dengan makna penghambaan diri dan ibadah yang sejati keimanan yang seutuhnya Ya Allah Sesungguhnya aku berlindung dengan keridaanmu dari kemurkaanmu wabim muafatika Min ukubatika dan aku berlindung dengan pemaafanmu dari siksamu dari hukumanmu azabmu wabika Minka dan aku berlindung denganmu darimu Ya Allah berarti seorang hamba dalam semua keadaannya pasti dia selalu berusaha hanya takut kepada Allah dan mencari sebab keselamatan
  • dengan mendekatkan diri kepada Allah Itulah sebabnya orang yang bertauhid ketika dia memurnikan rasa takutnya kepada Allah maka di sinilah dia akan merasakan keamanan yang sesungguhnya dan ketika dia hanya menyandarkan harapannya kepada Allah subhanahu wa taala maka di sinilah dia mendapatkan kemuliaan dan tingginya kedudukan yang yang sejati di sisi Allah Allah subhanahu wa taala semua ini Ya dengan Taufik dari Allah subhanahu wa taala merupakan buah dari kita selalu mempelajari mengenal dan mengimani kemahaahan nama-nama Allah
  • subhanahu wa taala dan kemahatinggian sifat-sifatnya makanya Imam Ibnu qayyim rahimahullah taala pernah mengatakan asairallahil asiftiu orang yang berjalan mencari keridaan Allah orang yang menempuh perjalanan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui jalur memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah apa kata beliauujab keadaan yang akan dirasakannya itu sangat mengagumkan sangat luar biasa wa dan terbukanya pintu-pintu kebaikan dari jalur ini juga sangat agumkan dan dan luar biasa Oleh karena itu jemaah sekalian
  • rahimakumullah inilah hakikat tauhid yang sesungguhnya ya kita bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala ketika dimudahkan kita mempelajari buku-buku atau kitab-kitab yang sangat bermanfaat seperti kitab alqidatul wasitiah ataupun Kitab yang ditulis oleh para ulama yang lain seperti kaidah-kaidah dalam memahami nama-nama dan sif sifat Allah alqawaidul mutla tulisan Syekh Ibnu utsimin rahimahullahu taala kemudian Kitab yang menjelaskan dengan lebih rinci penjabar penjabaran dari makna nama nama Allah subhanahu wa taala yang maha indah
  • seperti kitab fiqul asmail Husna yang juga semua ini sudah ada terjemahannya yang ditulis oleh guru kita as Syekh alallamah as Syekh Abdur roazzaq bin Abdul Muhsin albadr hafidahumullahu taala maka Ini adalah cara atau gerbang utama yang harus kita lalui kalau kita ingin menyempurnakan keamanan kita menyempurnakan ibadah kita keimanan kita kepada Allah subhanahu wa taala tiik Barakallah fikum jemaah sekalian rahimakumullah kita lanjutkan kembali pembahasan kitab al-akidatul wasitiyah untuk kembali kita membaca
  • ayat-ayat al-qur’an yang dinukilkan oleh syyaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala di dalam kitab ini tentang penetapan sifat-sifat Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi yang dengan semakin kita mempelajarinya akan semakin menguatkan keimanan kita kecintaan kita pengagungan kita kepada Allah subhanahu wa taala dalam pembahasan lanjutan di sini syikhul Islam membawakan dua ayat yang menetapkan tentang sifat wajhullah wajah Allah subhanahu wa taala tentu ayat-ayat al-qur’an yang menyebutkan ini banyak tapi yang
  • dibawakan di sini oleh Beliau dua ayat yang pertama firman Allah subhanahu wa taala di surat ar-rahman ayat ke-27 Allah subhanahu wa taala berfirman Kullu Man alaiha fan waabqo wajhu rbika dzul Jalali Wal Ikram Allah subhanahu wa taala berfirman di surat Arrahman ayat ke-2627 ya Kullu Man alaiha
  • fan semua yang ada di permukaan bumi ini fana akan hancur waabqo dan akan kekallah wajah rabbmu yang memiliki keagungan dan kemuliaan ayat ini menyebutkan tentang adanya nya sifat wajah bagi Allah karena di sini di samping disebutkan ini adalah sifat Allah juga diberikan padanya sifat wajah yang Zul Jalali yang memiliki keagungan dan kemuliaan ya maka ini menunjukkan Allah subhanahu wa taala memiliki sifat wajah dan sudah kita ketahui ya kaidah dalam memahami hal ini tidak boleh kita samakan dengan apa yang ada pada
  • makhlukbatun bila tamsil wa tanzihun bila tatil kita menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakannya dengan makhluk Dan kita mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifat yang ditetapkannya itu ayat yang pertama ayat yang kedua di dalam surah al-qasas ayat ke-88 yang ayat ini semakna dengan ayat yang pertama tadi Kullu syaaiin halikun illa wajhah segala sesuatu yang ada di muka bumi ini akan binasa akan hancur kecuali wajah Allah subhanahu wa taala segala sesuatu yang ada di muka
  • bumi ini akan hancur atau binasa kecuali wajah Allah subhanahu wa taala inilah dua sifat inilah sifat wajah yang disebutkan di dalam ayat ini kita katakan tadi tentu ada ayat-ayat yang lain dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyebutkan tentang sifat ini seperti misalnya firman Allah subhanahu wa taala di surat alan’am ayat 52 willadina yabahum bilti Wali ASI yuriduna wajh janganlah kalian mengusir orang-orang yang selalu berdoa kepada rabnya di waktu pagi dan petang karena mereka mengharapkan wajah Allah yakni
  • mengharapkan bertemu memandang wajah Allah pada hari kiamat nanti kemudian firman Allah subhanahu wa taala di surat allail ayat ke-19 sampai ke-21 w liahadinahum min nikmatin tujza wajhibihil Aa ya padahal tidak ada seorang pun di sisinya yang memberikan nikmat yang memberikan kebaikan untuk diberikan balasan tersebut kecuali semata-mata dia mengharapkan wajah Allah subhanahu wa taala yang Maha Tinggi wfard dan nanti dia akan Rida dengan balasan yang Allah berikan kepadanya Adapun Hadis Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam yang
  • menetapkan tentang sifat ini juga ada beberapa di antaranya hadis sahih riwayat Imam muslim dari sahabat yang mulia Abu Musa al-asy’ari Abdullah Ibnu Qais al-asy’ari radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda hijabuhu Nur hijabuhun Nur Lau kasyafahu la ahqat subhatu wajihi manaha ilaihi Bu Min khq hijab yang menutupinya adalah cahaya seandainya Allah menyingkap hijab ini maka niscaya keagungan wajahnya akan membakar semua yang sampai kepadanya pandangan Allah subhanahu wa taala dari kalangan makhlukNya yakni akan membakar
  • semua makhlukNya ini hadis sahih riwayat Imam muslim ya maka oleh karena itu ahlusunah Wal Jamaah bersepakat menetapkan sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala yang ini diistilahkan oleh para ulama sebagai sifat azzatiah alkabariah sifat yang ada pada zat Allah subhanahu wa taala yang kita dapatkan melalui berita-berita dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih yang sama dengan sifat alyadan Allah memiliki dua tangan kemudian sifat-sifat yang lain ya yang wajib untuk kita menetapkannya karena Allah subhanahu wa
  • taala dan rasulnya menetapkannya dengan kita mengembalikan kepada kaidah para ulama ahlusunah Wal Jamaah kita menafikan empat perkara dalam menetapkan sifat Ini pertama bila tamsil tidak boleh kita menyerupakan dengan sifat sifat makhluk kita katakan Allah subhanahu wa taala memiliki wajah yang sesuai dengan kemahaagungan dan kemaha tinggiannya makhluk juga memiliki wajah tapi sesuai dengan kekurangan dan kelemahan yang ada pada diri mereka jemaah sekalian rahimakumullah sudah pernah kita Jelaskan menetapkan sifat tidak mesti mengandung makna
  • menyerupakan ya sekarang kita mengatakan di kalangan makhluk saja manusia punya wajah hewan juga punya wajah Apakah kita menyerupakan wajah manusia dengan wajah hewan tidak ya sekarang burung punya wajah kambing punya wajah gajah punya wajah wajah-wajah ini apakah serupa sama jawabannya tidak jangankan hewan dan manusia manusia saja wajahnya semua orang Apakah sama kan tidak berbeda-beda ya ternyata yang namanya sifat itu sesuai dengan kepada siapa di tempat sifat tersebut kalau di kalangan makhluk bisa berbeda apalagi Allah subhanahu wa taala
  • yang menyatakan tentang dirinya apa Laisa kamlihiaiun wahua asamiul Bashir tidak ada satupun makhluk yang serupa dengan Allah dan dia maha mendengar lagi maha melihat walam Yakun lahu kufuan ahad dan tidak ada satuun yang serupa yang setara dengan Allah maka janganlah kamu membuat hal-hal yang diserupakan dengan Allah subhanahu wa taala dan banyak dalil dalam Alquran yang menunjukkan tidak boleh kita menyerupakan Allah dengan makhlukNya bahkan menetapkan keserupaan seperti ini hukumnya kuf ya Imam nuim in hammad rahimaha
  • mengatakan ya menaknya suungguh dia telah kufur jadi kita menetapkan pertama bila tamsil tanpa menyerupakan dengan makhluk yang kedua wala takyif tidak boleh kita membagaimanakannya menanyakan bagaimana wajah Allah kita yakin itu ada tapi cuma Allah yang mengetahuinya karena Allah tidak memberitakan kaifiah Bagaimana keadaan yang sebenarnya dari sifatnya ini para sahabat juga Tidak pernah menanyakannya maka tidak boleh kita menanyakannya karena ini akan membawa kepada hal-hal yang melanggar atau menyimpang dalam syariat ya kalau orang
  • sudah mulai membagaimanakan mereka-reka nanti dia akan menyerupakan dengan makhluk yang jelas kita Yakin wajah ini sebagaimana yang Allah sifatkan di ayat tadiul memiliki agungan dan kemuliaan itu yang kedua yang ketiga wala tatil tidak boleh kita menolak sifat yang Allah tetapkan bagi dirinya ada sebagian orang yang menolak mengatakan tidak mungkin Allah punya wajah karena itu mengandung konsekuensi berarti Allah memiliki bagian-bagian tubuh Siapa yang berkata seperti itu ya konsekuensi seperti ini adalah konsekuensi batil karena ini berlaku
  • pada makhluk sedangkan Allah subhanahu wa taala tidak serupa dengan makhlukNya Jadi tidak boleh kita menetapkan yang lebih daripada ini ini orang-orang yang menolak sifat Allah kata para ulama itu terjerumus ke dalam dua penyimpangan mereka menyerupakan Allah dulu dengan makhluk baru menolak sifat Allah jadi konsekuensi akal yang mereka dapati pada makhluk mereka apkan berarti ini tidak mungkin ada pada Allah Bagaimana mungkin Kita nolak sementara Allah menetapkan sementara Rasulullah Sallallahu alaii wasallam menetapkan
  • ayat al-quran lebih dari satu yang menetapkannya kita ingat kemarin kan masalah sifat cinta Innallaha yuhibbut tawwabina wuhibbul mutathahirin Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang mensucikan dirinya Mereka bilangnya apa tidak mungkin Allah mencintai karena cinta itu mengandung kelemahan hati akhirnya mereka menolak sifat ini kita katakan Kenapa Anda menghukumi Allah dengan apa yang ada pada makhluk Allah mengatakan dia mencintai ya kita orang yang beriman ketika kita mendengarkan Allah mencintai sesuatu
  • Bukankah ini menjadi motivasi untuk kita semangat mengamalkan sesuatu itu tapi mereka ini benar-benar karena pemikirannya rusak memahami agama tidak berdasarkan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain maka bukannya menetapkan sifat kesempurnaan ini dengan mengikuti apa yang Allah tetapkan bagi dirinya yang ini merupakan konsekuensi iman yang benar justru mereka menolaknya dengan alasan yang katanya masuk akal padahal sangat bertentangan dengan akal sehat naudubillah minik ya sekarang bagaimana mungkin
  • Seseorang dikatakan memuliakan al-qur’an mengagungkan syariat Allah ketika ada firman Allah yang harusnya firman Allah ini kita imani kita berusaha apalagi keutamaan-keutamaan seperti ini kita berusaha mencari sebab agar kita bisa mendapatkan kemuliaan tersebut kita berdoa kepada Allah agar kita bisa mendapatkannya tapi mereka justru berusaha menolak kebaikan-kebaikan seperti ini dengan menyebutkan konsekuensi-konsekuensi yang batil orang yang beriman meyakini al-qur’an itu adalah sebaik-baik petunjuk Iya kan al-qur’an adalah sebaik-baik
  • petunjuk lafaznya maknanya paling indah karena Allah subhanahu wa taala berfirman dalam al-qur’an waman ahsanu minallahi had Siapakah yang lebih indah FirmanNya di andingkan Allah subhanahu wa taala Siapakah yang lebih baik ucapannya dibandingkan Allah subhanahu wa taala kalau orang yang menolak sifat-sifat Allah seperti ini kan seolah-olah dia mengatakan al-quran ini lafaznya tidak benar maka harus ditolak al-quran Ini lafaznya mengandung makna yang batil Subhanallah apakah mungkin Alquran seperti itu padahal
  • al-quran ini adalah sebaik-baik petunjuk jadi kita yakini kalau Alquran itu benar maka lafaz dan maknanya pasti semua benar tidak boh boleh hanya dengan persangkaan yang Keliru dari sebagian orang kita harus menolak lafaz yang disebutkan di dalam al-qur’an kita harus menolak lafaz yang disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih yang benar adalah kita harus menetapkan dan meluruskan orang yang salah memahaminya itu yang ketiga dan yang keempat wala tahrif tidak boleh kita menyelewengkan kandungan maknanya wajah adalah sesuatu yang di
  • Maklumi ya kita menetapkan sebagaimana bahasa Arab menetapkannya sesuai dengan maknanya dalam bahasa Arab para ulama Salaf mengatakan amiruha Kama jaat artikanlah ayat-ayat tentang sifat-sifat Allah sesuai dengan bagaimana turunnya ayat tersebut ya mereka-mereka mengartikan ayat-ayat seperti ini artinya adalah wajah Allah di sini adalah artinya pahala pahala Allah sekarang kita katakan Apakah bahasa Arab itu kekurangan kosakata sampai untuk mengatakan pahala saja harus pakai wajah atau apakah al-qur’an ini kurang
  • fasih Allah subhanahu wa taala FirmanNya tidak jelas sehingga untuk mengatakan wajah saja harus pakai mengatakan pahala harus dengan lafaz lafaz wajah Antum perhatikan kemudian apakah mungkin pahala itu disifat dengan Zul Jalali Wal Ikram yang memiliki keagungan dan kemuliaan apalagi hadis tadi Bagaimana punya hadisnya seandainya Allah menyingkap hijabnya maka niscahaya keagungan kemuliaan wajahnya akan membakar semua makhluk yang sampai kepadanya pandangan Allah subhanahu wa taala berarti pahala bisa membakar semua
  • makhluk Subhanallah ini takwil yang yang sangat batil ya yang sama sekali jauh dari makna kebenaran sedikitp tidak ada sama sekali kebenaran yang ada pada pentakwilan seperti ini maka segala bentuk pentakwilan seperti ini sudah merusak keyakinan juga kita tahu termasuk dari perbuatan dosa yang sangat besar karena berkata tentang Allah tanpa ilmu berbicara tentang Allah subhanahu wa taala tanpa ilmu Insyaallah setelah selesai salat Nanti kita akan teruskan lanjutan dari pembahasan sifat Allah subhanahu wa taala yang agung ini Barakallah fikum
  • Shallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain walhamdulillahi rabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh alhamdulillah Alhamdulillahi ala ihsanih wasukrahu ala taufikihi watinanih wa asadu alla ilaha illallahu wahdahu la syarikalah Taiman lisanih wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu add Ila Ridwan shallallallahu Alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih Amma ba’du Alhamdulillah maasyiral ikhwah Wal akhwat fiddin rahimakumullah kita teruskan kembali pembahasan tentang penetapan sifat wajah
  • bagi Allah subhanahu wa taala yang disebutkan di dalam ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam tadi terakhir kita telah bahas bahwa orang yang menakwilkan atau menyelewengkan makna dari ayat-ayat yang yang menyebutkan tentang wajah Allah diartikan dengan taawab Pahala allah atau yang lainnya ini adalah termasuk berkata tentang Allah subhanahu wa taala tanpa ilmu yang sudah kita pernah Jelaskan beberapa kali ini merupakan perbuatan dosa yang sangat buruk bahkan keburukannya melebihi perbuatan
  • Syirik dengan dalil firman Allah subhanahu wa taala di surat al-a’raf ayat ke-33 Allah subhanahu wa taala berfirman inamawahatakanlahesuhnyau ta haramkan perbuatan keji yang nampak maupun tidak nampak yakni yang ada di hati maupun dilakukan dengan terang-terangan walma kemudian perbuatan dosa kemudian di atasnya lagi menganiaya tanpa alasan yang benar kemudian melakukan perbuatan Syirik yang Allah tidak turunkan keterangan tentangnya kemudian lebih di atas lagi
  • waquu alallahi ma talamun dan kamu berkata tentang Allah atas nama Allah dengan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya ya Jadi ini perbuatan yang sangat buruk Oleh karena itu kita wajib mengikuti akidah atau metode pemahaman para ulama ahlusunah Wal Jamaah yaitu kita menetapkan sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala tanpa perlu kita menyelewengkan maknanya nya karena kita katakan di sinibbatun bila tamsil kita menetapkannya tanpa menyerupakannya dengan sifat-sifat yang ada pada makhluk sebagaimana kita mentanziih mensucikan
  • Allah subhanahu wa taala dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya tib kemudian ada pembahasan sehubungan dengan sifat wajah Allah ini tentang firman Allah subhanahu wa taala di dalam surah Albaqarah Ya Allah subhanahu wa taala berfirman di surah Albaqarah ayat 115illah dan milik Allahlah timur dan barat maka di mana pun kamu menghadapkan wajahmu maka di situ ada wajah Allah subhanahu wa
  • taala kita tahu ayat ini turunnya berkenaan dengan sebagian dari para sahabat a anhum ajmain yang sedang melakukan perjalanan ketika di malam hari ya dalam keadaan tidak ada petunjuk arah di tengah padang pasir kemudian mereka berselisih tentang menentukan arah kiblat akhirnya mereka berijtihad masing-masing ketika besok paginya ternyata Mereka melihat arah yang mereka jadikan arah salat itu tidak sesuai dengan kiblat maka turunlah ayat ini yang mengandung arti bahwa ketika kalian sudah berusaha bersungguh-sungguh
  • mencari arahnya ternyata salah maka ini tidak tidak menjadikan salat tersebut kemudian tertolak n jadi wajullah di manapun kalian menghadapkan diri selama kalian sudah bersungguh-sungguh mencari arah kiblat maka di situlah arah yang Allah subhanahu wa taala akan terima salat yang kalian lakukan apakah di sini waj Allah diartikan wajah dalam artian sifat Allah atau diartikan di sini jihah arah sehubungan dengan sebab turunnya ayat ini yang jelas perbedaan di antara para ulama dalam menafsirkan ayat ini ada dua
  • tadi ada yang mengartikan ini sama dengan ayat-ayat yang menyebutkan tentang wajah lainnya ada juga yang mengartikan wajah di sini adalah Ji arah tapi mereka-mereka yang mengartikan dengan pengertian yang kedua ini tidak menolak sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala ya syikhul Islam Ibnu Taimiyah sendiri rahimahullah taala menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa ini adalah termasuk ayat-ayat yang menjelaskan tentang sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala yang paling penting di sini mereka-mereka yang
  • menafsirkan dengan penafsiran yang kedua tadi juga mereka tetap menetapkan sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala kemudian yang juga ingin saya sampaikan di sini sehubungan dengan sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala kan Antum tahu orang yang beriman itu ketika beramal mengharapkan wajah Allah seperti tadi ayat-ayat yang kita kita bacakan dua ayat tadi kita bacakan ya Ajil A kecuali yang diharapkannya adalah semata-mata menginginkan wajah Allah yakni menginginkan bertemu dan memandang wajah Allah kita ketahui menurut akidah
  • ahlusunah Wal Jamaah kenikmatan memandang wajah Allah adalah kenikmatan tertinggi di surga sudah sering kita bacakan hadisnya dalam Sahih Muslim bahkan ada doa yang di ajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam meminta kenikmatan tertinggi di dunia digandingkan dengan kenikmatan tertinggi di akhirat ini hadis yang diriwayatkan dikeluarkan oleh Imam Ahmad di dalam sunadnya juga dalam Sunan annasai dinyatakan sebagai hadhis yang sahih hadis yang jayid oleh Syekh Al Albani rahimahullah taala Rasulullah Sallallahu alhi wasallam mengajarkan doa
  • seperti ini dalam sebuah doa yang panjang wa asalukaatan Il wajhika wasq Il liqika fiir mudirtin W fnatin mill dan aku memohon kepadaMu ya Allah kelezatan memandang wajahmu yang maha mulia yang ini merupakan kenikmatan tertinggi di surga dan kerinduan untuk bertemu denganmu sewaktu di dunia kata Imam Ibnu qayyim Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menggandengkan dua kenikmatan kenikmatan tertinggi di dunia adalah kenikmatan orang yang imannya sempurna dia sehingga dia selalu rindu untuk mendekatkan diri kepada Allah Karena dia rindu ingin
  • segera bertemu dengan Allah dan barang siapa yang mencintai perjumpaan dengan Allah maka Allah mencintai perjumpaan dengannya digandingkan dengan kenikmatan tertinggi di akhirat yaitu kenikmatan memandang wajah Allah subhanahu wa taala yang maha Mulia sudah pernah kita jelaskan dalam hadis riwayat Imam muslim tadi hadis riwayatnya sahabat yang mulia suhaib Ibnu Sinan arrumi radhiallahu taala Anhu ketika menyebutkan kenikmatan ini apa kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam faksifuil hijab fama Uan ahabba ilaihim
  • minanbihim Azza waall maka ketika itu Allah menyingkap hijab yang menutupi wajahnya Yang Maha Mulia maka penduduk surga tidak merasakan penduduk surga tidak merasakan kenikmatan yang lebih tinggi yang lebih mereka cintai dibandingkan ketika melihat bertemu dan memandang wajah Allah subhanahu wa taala tib sekarang Apa hubungannya dengan pembahasan kita ini kembali kepada kaidah yang sudah pernah kita sebutkan beberapa kali tentang orang yang menolak kenikmatan di akhirat ya kita tahu ahlusunah Wal Jamaah menetapkan bahwa memandang wajah Allah
  • subhanahu wa taala adalah kenikmatan yang tertinggi nah bagaimana kira-kira kalau ada orang yang menolak sifat wajah bagi Allah apakah dia akan dapatkan kenikmatan ini jawabannya Tidak kenapa karena ada kaidah yang sudah pernah kita nukilkan juga beberapa kali yang disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir rahimahullah taala dari Sebagian ulama Salaf yang mengatakan Man kadaba bikaromatin lam yanalha Barang siapa yang mendustakan satu kemuliaan satu keutamaan yang Allah janjikan maka dia tidak akan pernah mendapatkan kemuliaan atau kenikmatan
  • tersebut ya yakni orang yang mengimaninya saja bisa terhalang untuk mendapatkannya Iya kan Apalagi yang mengingkarinya dari asal bagaimana dia akan mendapatkannya naudubillah minzalik ini maka ini termasuk ya hukuman dan balasan yang sangat buruk bagi orang-orang yang selalu menakwilkan menyelewengkan makna sifat-sifat Allah subhanahu wa taala atau menolaknya karena mereka terancam untuk tidak mendapatkan kenikmatan tersebut karena mereka tidak mengimaninya tidak menetapkannya maka tidak mungkin mereka berhak untuk mendapatkan kenikmatan
  • tersebut kecuali kalau mereka segera bertobat dan kembali kepada metode pemahaman ahlusunah dalam memahami sifat-sifat kemuliaan seperti ini oleh karena itu ya Ini juga salah satu di antara keutamaan kita memahami permasalahan yang penting seperti ini berdasarkan Manhaj atau metode pemahaman ahlus sunah wal jamaah yang Semoga Allah subhanahu wa taala memudahkan kita untuk senantiasa istikamah di atas pemahaman ini sampai sampai di akhir hayat kita tib Barakallah fikum Cukup sampai di sini Insyaallah pembahasan
  • tentang sifat wajah bagi Allah subhanahu wa taala mudah-mudahan apa yang kita bahas dan kita kaji menjadi ilmu yang bermanfaat menguatkan keyakinan kita membenarkan iman kita sehingga ketika kita menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti dalam keadaan Allah subhanahu wa taala meridai pemahaman dan Pengamalan kita Barakallah fikum Sebelum kita akhiri kalau ada pertanyaan yang mungkin Antum ingin sampaikan maka saya persilakan tafadol ya waaikumsalam Iya Iya orang yang beribadah kepada Allah subhanahu wa taala dengan rasa cinta
  • saja maka dia disebut oleh sebagian para ulama sebagai zindik zindik itu ya mirip-mirip dengan munafik ya orang yang menampakkan keislaman tapi tujuannya untuk merusak Islam ketika dia beribadah kepada Allah subhanahu wa taala hanya dengan cinta saja maka dia akan mengenyampingkan hal-hal yang berhubungan dengan misalnya rasa takut kepada Allah ya sebagaimana orang yang beribadah kepada Allah dengan rasa takut saja nanti akan menjadikan dia mudah berputus asa ya orang yang beribadah kepada Allah dengan pengharapan saja menjadikan
  • dia selalu berharap tapi tidak ada rasa takutnya yakni sehingga ketika ketiga sifat ini memang perlu di selaraskan diseimbangkan karena kalau kehilangan salah satunya akan bisa menjadi sebab seseorang itu akan berjalan dengan timpang makanya kan para ulama menyerupakan cinta takut dan berharap itu ibaratnya seperti burung ya cinta itu seperti kepalanya burung kemudian dua sayapnya adalah takut dan berharap nah burung itu ketika dia terbang ya kepalanya yang akan mengarahkannya kemudian sayapnya yang akan menjadikan
  • dia terbangnya stabil Nah jadi ketika ada yang tidak seimbang di antara salah satu dari tiga perkara ini maka dia tidak akan bisa terbang dengan baik ya Oleh karena itu kalau orang yang yang melaksanakan ibadah saja dengan cinta kepada Allah subhanahu wa taala Antum bisa membaca pernyataan-pernyataan dari sebagian orang-orang yang sangat menyimpang dalam pemahaman agamanya ketika dia menggambarkan Allah itu kecintaan kepada Allah itu kecintaan seperti seseorang yang cinta kepada perempuan atau kekasih yang di dirindukannya yakni seperti
  • kecintaan kepada makhluk yang sampai-sampai mungkin tidak tidak akan berani kita mengungkapkannya karena sangat tidak pantas hal-hal yang seperti ini ditujukan kepada Allah subhanahu wa taala Nah ada pertanyaan di sini di luar tema apa Apa hukumnya jika tidak membayar hadyu ketika berhaji Bagaimana caranya untuk membayarnya Ustaz ya yang disebutkan di dalam al-qur’an di surah Albaqarah tentang orang yang tidak membayar hadyu ini hadyu ini adalah sembelihan yang disembelih merupakan bagian dari manasik haji bagi orang yang
  • melaksanakan Haji tamatu dan haji qiran tamatu itu haji yang dimulai dengan umrah selesai umrah Dia tahalul tahalul kemudian dia nanti tanggal 8 Zulhijah dia mulai ee berihram lagi mulai bertalbiah lagi untuk melaksanakan Haji nanti mulai tanggal 10 Zulhijah dia menyembelih semembelihan yang dinamakan alhadyu ya Adapun kalau qiron dia dari awal pelaksanaan dia sudah rangkaikan Haji dengan umrah yang jelas dua-duanya ini menyembelihsbelihan dalam rangka mensyukuri nikmat Allah dia bisa menggabungkan Haji dan umrah dalam
  • sekali perjalanannya nah yang disebutkan di dalam al-qur’an bagi orang yang tidak memiliki hadyu entah tidak bisa membayarnya atau tidak mendapatkan kambing maka disebutkan di dalam Alquran famti Aamin Haji wastin Um dia berpuasa 10 hari 3 hari ketika di musim haji dan 7 hari ketika dia pulang jadi selama dia masih dalam perjalanan haji sebelum dia pulang dia puasa 3 hari nanti di rumahnya 10 hari apa 7 hari jadi semuanya itu adalah 10 hari sebagai pengganti dari Hadu yang tidak disembelihnya ketika ketika menunaikan
  • ibadah haji tersebut nah itu yang dilakukan barakah Kalau tidak ada pertanyaan lagi cupkan sampai di sini kajian kita mudah-mudahan bermanfaat untuk kebaikan dunia dan akhirat kita Mohon Ma atasala yangah dan kurang u na muhammadibiiamdulillahbilamin subhanakallahum wabihamdika Ashadu alla ilaha illa Anta astagfiruka wubu Ila wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *