Dan Allah memiliki nama-nama maha indah. Maka berdoalah kepada Allah namanya yangahlah kepada Allah dengan memahami kandungan nama-namanya yang maha indah. Wadulladzina yulhiduna fi asmaihi sayujzauna ma kanu yaalun. Dan tinggalkanlah orang-orang yang menyeleweng dalam memahami nama-nama Allah. Sungguh mereka akan mendapatkan balasan dari apa yang mereka lakukan.
Kenapa memi nama-nama Allah Subhanahu wa taala ini merupakan kata a’domuha sebesar-besar sebab yang menumbuhkan iman. kita asal iman itu di ya dan terbukti atau terlihat buktinya pada anggota badan kita. Sudah kita baca kemarin pernyataan dari Imam Alhan Albashri. Laaisal imanu bitamanni wala bit tahalli walakinnahu saaiun waq filqbi wasodqulal.
Iman itu bukanlah dengan sekedar pengakuan. e dengan angan-angan atau menghiasi diri dengan pengakuan. Tapi iman itu adalah sesuatu yang menancap di dalam hati. Dibuktikan dengan amal-amal perbuatan anggota badan. Nah, sekarang yang berhubungan dengan amalan hati ya inti utama keimanan kan cinta kepada Allah, takut kepada Allah, berharap kepada Allah, tawakal, rida kepada Allah, hanya bersandar kepadanya.
Ini semua amal-amal yang merupakan inti keimanan, amalan hati yang merupakan tiang-tiang penopang utama keimanan. Bagaimana kita akan tumbuhkan? Tentu dengan mengenal sifat-sifat kes nama-namanya yang maha indah, sifat-sifatnya yang maha tinggi. Karena ketika kita mengenal yang maha indah, pasti kecintaan kepada Allah semakin kuat.
Sewaktu kita merenungkan nikmat dan kebaikan-kebaikan yang Allah berikan kepada kita, pasti kita akan semakin selalu memujinya, mensyukuri nikmatnya, dan semakin mencintainya. Sewaktu kita mengenal sifat-sifat keagungan dan kebesaran Allah, kemahakuatannya, kemahakasaannya, pasti kita akan semakin bersandar kepadanya, selalu bertawakal kepadanya dan tidak bersandar kepada makhluk.
Sewaktu kita mengenal Allah Subhanahu wa taala maha keras siksaannya, maha kuasa atas segala sesuatu, dialah satu-satunya yang bisa memberikan hidayah kebaikan sebagaimana dia yang bisa mencabutnya. Maka kita akan semua kita kebaikan. Dialah yang maha semua kebaikan yang kita inginkan, Dia yang maha kuasa memberikan.
Segala keburukan yang kita takutkan hanya Dia yang bisa melindungi kita darinya. Pasti kita akan semakin berhak kepadanya. Maka memang mengenal Allah itu ya ibaratnya jalan yang paling pintas untuk meraih semua kemuliaan iman. Inilah yang paling pintas dan paling agung. Sampai kata Imam Ibnu Qayyim rahimahullah taala, asiru ilallahi min thqil asma wasifati suhu ajabun wauhu ajabuh lahuatu wahua mustalin wdud orang yang berjalan menuju Allah mendekatkan kepada Allah melalui jalur memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah. Keadaannya sangat mengagumkan dan
pembukaan pintu-pintu kebaikan dari jalur ini sangat luar biasa. Sehingga orang yang melakukan ini kata beliau akan digiring padanya berbagai macam kebahagiaan, keutamaan dengan cukup dia berbaring di atas tempat tidurnya tanpa bersusah-susah, tanpa berpaya-paya. Yakni baru memahami saja sudah dapatkan keutamaan, apalagi nanti dipraktikkan.
Bahkan dia tidak perlu bersusah payah. Karena ketika iman sudah kuat di dalam hati, amal yang kecil pun menjadi besar keutamaannya. Contoh ikhlas saja. Ikhlas kan memperbesar keutamaan amal ya. Sebagaimana amal yang besar kalau niat ikhlasnya kurang juga kecil nilainya. Seperti pernyataan Imam Ibnu Mubarak. Rubba amalin shirin tuimuhun tukabbiruhunatu warub amalin kabirinirunatu.
Betapa banyak amal-amal yang kecil menjadi besar nilainya karena niat yang sempurna dan banyak amal-amal yang besar menjadi kecil nilainya karena niat. Lihat Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu mengungguli keutamaan para sahabat bukan hanya dengan banyaknya amal ya. Abuak. Ini pernyataan dari seorang tabiin yang mulia, Bakar bin Abdullah almuzzani atau tabi tabiin yang mulia.
Dia mengatakan Abu Bakrin wamin wqtin wakin bai waqbihi. Abu Bakar Assiddiq radhiallahu taala anhu tidaklah mengungguli keutamaan para sahabat yang lain hanya dengan banyaknya salat, puasa, atau sedekah. Karena mereka semua banyak dan rajin ya. Kalau mau masalah kuantitas mereka semua luar biasa ya tentu.
Dan kualitas juga mereka adalah yang paling utama. Tapi ketika perbandingan di antara mereka Abu Bakar Assiddiq mengungguli mereka bukan dengan itu, tapi bisyaaiin waqor fiqolbihi. Dengan kuatnya iman, kuatnya kecintaan kepada Allah yang ada di hati beliau. Jadi, ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah, mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah yang paling agung.
Karena setiap nama-nama Allah itu akan yang kita kenal dan kita pahami itu akan menumbuhkan ubudiah tersendiri. Ya, penghambaan diri akan menguatkan unsur keimanan tersendiri. Ini baru satu nama Allah belum kalau kita kenal semua ya dalam Al-Qur’an dan sunah kan paling tidak ada 99 nama Allah. Itu pun ada yang Allah tidak beritakan kepada kita.
Kita kenal satu persatu dan kita dalami maknanya maka akan menjadikan kuat dan sempurna keimanan kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya ilmu tentang mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah kan disifati para ulama sebagai ilmu yang paling agung dalam Islam secara mutlak. Ilmu yang paling mulia dalam Islam secara mutlak karena yang dipelajari adalah zat yang maha agung, yang maha besar dan maha mulia yaitu Allah Subhanahu wa taala.
Tib kata Syekh kemudian faqadata fisahihaini anhu shallallahu alaihi wasallam annahu qal disebutkan di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam albukhari dan muslim bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Inna lillahi tisatan wa tisa’ina isman miatan illa wahidan man ahsoha dakhalal jannah.” Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala memiliki 99 nama.
100 – 1 yang barang siapa menghitungnya dia akan masuk surga. menghitungnya di sini kata Syekh rahimahullah taala, “Ai man hafidoha wa fahima ma’aniha waqoda wat taabbada lillahi biha dakolal jannah wal jannatu la yadkhuluha illal mukminun.” Artinya barang siapa yang menghafal nama-nama Allah ini yang 99 ini dan tentu kita tahu yang kelanjutan hadis ini yang kemudian merinci nama-nama tersebut itu disepakati para ulama dif lemah ya seperti kita ingat yang dulu disebutkan di terjemahan Al-Qur’an lama di bagian sampulnya itu atau yang
mungkin kadang-kadang ada di poster-poster itu, itu diambil dari riwayat yang lemah. Jadi hadis ini sahihnya sampai di sini saja. Ada sebagian riwayat dalam Sunan at-Tirmidzi dan yang lainnya menyebutkan lanjutan rincian dari nama-nama ini itu disepakati para ulama sebagai hadis yang diif tambahan tersebut.
Jadi kita kalau kita ingin menghafalnya kita merujuk kepada nama-nama Allah yang dikumpulkan oleh para ulama. Seperti dalam kitab Fathul Bari itu disebutkan banyak ulama yang mengumpulkan nama-nama ini dari Al-Qur’an dan sunah menunjukkan mereka semua mengetahui tambahan yang disebutkan di hadis itu lemah dan bahkan beberapa di antaranya ada nama-nama yang tidak sesuai.
ya, nama-nama yang tidak sesuai dan tidak berdasarkan riwayat yang sahih. Jadi, yang kita ambil adalah yang dikumpulkan oleh para ulama. Misalnya dalam kitab Fiqhul Asmaul Hus, Fiqh Asmail Husna, Syekh Abdur Razzaq mengumpulkan nama-nama tersebut dalam kitab yang ada terjemahannya ya, Fiqhul Asmail Husna atau yang dikumpulkan oleh Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah taala dalam Alqawaidul Mutla yang juga ada terjemahannya kalau tidak salah ingat.
Bisa kita lihat nama-nama tersebut untuk kalau kita ingin hafal yang 99 nama tadi. Nam. Jadi kata beliau, “Barang siapa yang menghafalnya, memahami kandungan maknanya, serta meyakininya dan beribadah kepada Allah dengan kandungan nama-nama tadi, maka dia akan masuk surga. Dan surga itu tidak akan masuk ke dalamnya kecuali orang-orang yang beriman.
” Maka berarti memahami nama-nama Allah Subhanahu wa taala ini benar-benar sangat menguatkan keimanan. Bahkan inilah yang akan menjadikan ibadah itu memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Ingat sekarang kita beribadah kepada siapa? Kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita kenal yang kita ibadahi, kita mengenalnya dengan sifat-sifat kesempurnaannya, pasti ibadah kita akan semakin semangat.
Ya, justru orang yang tidak mengenal Allah, bagaimana dia akan berharap rahmat Allah? Bagaimana dia akan yakin ketika bersandar kepada Allah? Ya, dalam kehidupan kita di dunia kan kalau kita kenal sesuatu kita semakin yakin ketika berbuat. Ya, antum ketika berobat misalnya datang kepada orang yang ahli, dokter yang ahli yang kita sudah dengar dia punya pengalaman, punya diagnosa-diagnosa yang baik terhadap pasiennya, pasti kita lebih yakin dibandingkan yang tidak sifatnya.
Padahal dokter bisa salah ya. Kita datang kepada orang yang ahli di bidang lain, kita akan tenang. Padahal manusia bisa salah. Waktu kita merasa misalnya rumah kita dijaga oleh satpam, kita akan tenang. Padahal satpam bisa salah, bisa keliru, atau bisa dilemahkan sama misalnya ya naudubillah minzalik yang lebih kuat. Sedangkan Allah Subhanahu wa taala siapa yang bisa mengalahkannya? Kebaikan-kebaikannya, sifat-sifatnya yang maha sempurna tidak pernah tidak pernah ada kekurangan padanya.
Tidak ada yang bisa mengalahkannya. kebaikan-kebaikan Allah Subhanahu wa taala sempurna. Pasti ketika kita beribadah kepada Allah, kita renungkan hal ini, kita akan cinta kepada Allah. Kita akan tenang ketika beribadah kepadanya, kita akan yakin ketika bersandar kepadanya. Ya, makanya kata Imam Ibnu Rajab rahimahullah taala sewaktu menjelaskan makna khusyuk dalam kitabnya alkuk fisalah.
Ya. Jadi khusyuk pertama disepakati oleh para ulama kata Imam Ibnu Qayyim, khusyuk itu asluha filqbi. Asluhu filqoli. Asalnya dari hati. Kemudian watamratu alal jawarih. Buahnya terlihat pada anggota badan. Orang tidak akan bisa khusyuk kalau tidak ada ketundukan di hatinya. Nah, kata Imam Ibnu Rajab, orang yang khusyuk itu yang paling utama disebabkan karena dia mengenal Allah.
Ya, manana billahi a’ofa kana lahu akhsya. Kata beliau, siapa yang dia lebih mengenal Allah, maka dia akan lebih khusyuk dalam ibadah. Dan kita tahu khusyuk kan rohnya ibadah. Iya kan? Nyawa ibadah. Beliau contohkan begini. Orang yang mengenal Allah ketika misalnya dia akan laksanakan ibadah, taruhlah yang paling mudah ya salat atau mungkin ketika dia akan berzikir, ketika dia akan membaca Al-Qur’an, ketika dia akan berdoa.
Saat itu ya dia sedang merenungkan sifat Allah Subhanahu wa taala yang berhubungan dengan kebaikan-kebaikannya, kesempurnaan sifat-sifatnya. Dia ingat Allah subhanahu wa taala memberikan kebaikan bagi dia. Kebaikan dalam urusan dunia apalagi agama. Memberikan hidayah Islam apalagi memberikan hidayah sunah. Memberikan hidayah menuntut ilmu. Ya, subhanallah.
Kita mengetahui masalah makna lailahaillallah saja. Tidak ada sembahan yang benar selain Allah. Bandingkan dengan orang-orang yang tidak mengetahui ilmu. Iya kan? Mereka masih mengartikannya dengan rububiyah. Tidak ada Tuhan selain Allah. Yang kita tahu ini pengertian yang kurang. Satu ini saja bayangkan sudah berapa sebab kebaikan besar yang akan menyelamatkan kita sewaktu menghadap Allah pada hari kiamat nanti.
Insyaallah baru mengenal makna lailahaillallah. Iya kan? Belum lagi makna syahadat Muhammadar Rasulullah. Belum lagi masalah salat. Kita renungkan ini saja. Kita masuk melaksanakan salat pasti kita akan ada perasaan gembira. Saya berhadapan dengan zat yang memberikan kepadaku berbagai macam karunia dan kebaikan yang tidak mungkin saya dapatkan kalau bukan dari petunjuknya, kalau bukan karena kebaikannya, kalau bukan karena rahmat-Nya.
Dari sisi kegembiraan ini, kata beliau, hamba ini akan meraih khusyuk. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Apa?” “Wauilat quratu aini fisah.” “Dijadikan kesejukan hatiku ketika aku menunaikan salat.” Ya. Ya. Bilal akimata faari biha. Wahai Bilal, kumandangkanlah azan salat untuk menjadikan hati kita gembira dengannya. Inilah khusyuk.
Dan khusyuk ingat bukan hanya takut wujudnya, gembira. Dalam sisi lain, ketika hamba ini sedang merenungkan dia banyak dosa, banyak lalai, kurang mensyukuri nikmat Allah. Ya, tiba waktu salat dia berwudu, dia masuk dalam keadaaninya takut. Tapi dia yakin tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosanya kecuali Allah.
Dia takut tapi tidak ada yang bisa menyelamatkan dia dari ketakitan. Ketakutan kecuali dekat dengan Allah. Dia merasa banyak lalainya tapi tidak ada yang bisa menyelesaikan masalahnya kecuali dengan kembali kepada Allah. Maka dalam keadaan takut ini, dalam keadaan dia tunduk ini, dia masuk salat, khusyuklah dia dari arah itu. Ya, dari sini dia takut.
Dari sini mungkin dia menangis. Makanya tidak mesti orang yang khusyuk itu menangis. Kayak tadi Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengatakan, “Penghibur jiwaku adalah salat.” Bukan dalam keadaan menangis. Orang ini gembira. Masuk dalam salat dia merasakan khusyuk dari sisi kegembiraan tersebut. Yang kedua ini dari sisi takut.
Orang yang ketiga lagi mungkin dia sedang merenungkan. Banyak nikmat Allah yang dia kurang syukuri. Banyak nikmat Allah yang justru dia lakukan balas dengan pelanggaran, maka dia malu kepada Allah. masuk dia dalam ibadah ketika dia merasa malu. Timbul khususnya kepada Allah dari sisi rasa malunya. Jadi bisa banyak peran dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah.
Ketika kita masuk melaksanakan ibadah ketika itu, kita akan bisa meraih khusyuk dari sisi perenungan. Khusyuk di sini kan bisa bermacam-macam bentuknya. Yang penting semua adalah hasil dari apa? mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala. Jadi seperti ini, seorang hamba itu akan meraih keutamaan dalam ibadahnya.
Dan setelah itu tentu pastinya seperti ini yang paling besar pengaruhnya dalam menguatkan keimanannya, menyempurnakan ketakwaannya kepada Allah Subhanahu wa taala. Kan ee beliau juga bahas di sini ya, iman dan ibadah itu dua hal yang tidak bisa terpisahkan. Iman dan berzikir misalnya ya. Keimanan yang kuat akan menjadikan kita semangat berzikir kepada Allah.
Iya kan? Sebagaimana zikir juga akan menumbuhkan keimanan. Jadi dua-duanya saling berhubungan. Makanya kalau ibadah kita lemah dan tidak semangat pasti akan menjadi iman kita juga lemah. Oleh karena itu, perbaikan kualitas ibadah kita kita lakukan supaya nanti kita semangat melaksanakan ibadah. yang kemudian otomatis dengan ibadah-ibadah kita yang semakin semangat kita lakukan juga akan meningkatkan iman ya.
Jadi luar biasa kalau kita benar-benar mengamalkan sebab-sebab seperti yang diterangkan di dalam kitab ini untuk pengaruhnya dalam memperbaiki kekurangan-kekurangan kita dalam masalah iman dan masalah-masalah ee yang berhubungan dengan ketakwaan, penghambaan diri kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Tib kata beliau faulima anna dalzalika faulima annazalika aomu yanbuinatin lihusulil imani waatihi.
Maka dengan ini diketahui bahwa mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah a’domu. Sebesar-besar yanb, sebesar-besar sumber dan materi yang menguatkan yang menumbuhkan keimanan, menguatkannya dan meneguhkannya. W makrifatu al asmail husna hiya aslul imani wal imanu yarjiu ilaiha. Dan mengenal nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang maha indah ini merupakan dasar utama keimanan dan keimanan itu selalu kembali kepadanya.
Ada sebagian memang dari para ulama ya yang mereka itu memberikan perhatian ketika menjelaskan tentang masalah nama-nama dan sifat-sifat Allah dan kaitannya dalam hal menumbuhkan keimanan. Selalu saya ingatkan ya seperti kitab yang ditulis oleh Syekh Abdur Razzaq Fiqhul Asmail Husna. Ini kitab yang sangat bermanfaat cuman memang dia agak tebal dan butuh pembahasan.
Cuma memang kalau kita renungkan banyak faedah yang kita akan dapatkan dari kita mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah utamanya dalam hal yang berhubungan dengan pengaruh atau dampak positifnya terhadap iman. Nah, kemudian seperti Syekh Abdurrahman Ass’di ini dalam tafsir beliau di antara kelebihannya adalah banyak menekankan tentang hal-hal yang berhubungan dengan makna nama-nama dan sifat-sifat Allah yang ada yang berhubungan dengan dampak terhadap keimanan.
Ya, alhamdulillah kitab beliau juga kan sudah ada terjemahannya saya dengar ya. Maka ini juga termasuk kitab yang sangat bermanfaat untuk kita jadikan sebagai rujukan dalam tafsir ya. Karena beliau menyebutkan kesimpulan tafsir dari penjelasan para ulama salaf. Namrifatuha tatadomanu anwaat tauhidah.
Dan mengenal nama-nama Allah Subhanahu wa taala yang maha indah ini tentu terkandung di dalamnya sekaligus tiga jenis tauhid. Ya, tauhidur rububiyati wa tauhidul ilahiyati atau uluhiyati wa tauhidul asma was sifat. Mentauhidkan Allah dalam sifat-sifat rububiyahnya. Kan rububiyah kan berarti Allah maha pencipta, maha pengatur alam semesta, maha pembezeki, menghidupkan, mematikan.
Karena ini semua berarti menyangkut nama-nama dan sifat-sifat Allah. Sedangkan tauhid ilahiah, mentauhidkan Allah dalam beribadah kepadanya semata-mata ini sudah kita ketahui merupakan buah dari kita mengenal Allah. Kayak tadi tawakal kita akan sempurna, ikhlas kita, takut kita, cinta kita, berharap kita kepada Allah semakin sempurna dengan semakin kita mengenal Allah.
Berarti terkandung di dalam mengenal Allah itu tauhid uluhiyah. Kemudian tauhid asma wa sifat. Ini jelas berarti terkandung di dalamnya tiga hal sekaligus. Wahadil anwau hiya ruhul imani waruhu wa asluhu wa gayyatuhu. Yang mana tiga macam tauhid ini ini yang merupakan rohnya iman ya, merupakan jiwa atau nyawa iman sekaligus rauhu merupakan inti keimanan juga sekaligus merupakan dasar dan puncak iman.
Jadi tidak tidak akan mungkin kita bisa memperbaiki iman kita kalau kita tidak kenal tauhid. Makanya tauhid adalah landasan. Karena tauhid ini yang merupakan memang dasar iman, pondasi iman yang paling dasar. Sekaligus dia merupakan puncak dari keimanan. Mengenal tauhid akan menjadikan kita semangat beribadah.
Akan menjadikan kita berlomba-lomba dalam kebaikan. akan menjadikan kita selalu kembali kepada Allah, segera bertobat kepadanya sewaktu kita melakukan kesalahan, kelalaian, atau ketergelincir. Jadi, ini merupakan sesuatu yang memang harus menyertai kita dalam semua keadaan. Inilah tauhid yang merupakan dasar sekaligus tujuan tujuan utama dalam iman.
imanuhu qakinuhu. Maka semakin semakin bertambah keimanan seseorang keyakinannya akan semakin semakin kuat. Fambagiil mukmin maka sepantasnya bagi orang yang beriman anabdurah. Maka sepantasnya bagi seorang mukmin yang ingin dan menguatkan imannya harusnya dia mencurahkan segenapya kesanggupannya untuk mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah.
Dia tidak ada alasan ya. Sekarang kita banyak fasilitas orang yang tidak bisa mengerti bahasa Arab. Ada buku terjemahan seperti fikih asmaul husna ada. Bahkan bukan cuma satu yang saya ketahui terjemahannya yakni cetakannya. penerbitnya. Maka ini harusnya menjadi bagian dari upaya kita untuk tujuan mulia ini, yaitu meningkatkan dan menyempurnakan keimanan kita.
alaihi wasallam yang kemudian dia dengan mengenal nama-nama sifat-sifat Allah itu dia harusnya membersihkannya dari penyakit menolak sifat-sifat Allah dan penyakit tamsil menyeran dengan makhluk. Para ulama ahlusunah wal jamaah kesimpulan dalam memahami nama-nama dan sifat-sifat Allah ya. bila nama-nama dan sifat-sifat Allah tanpa menyerup kemudian mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifatnya.
Menetapkan tanpa menyerupakan, mensucikan tanpa menolak. Karena orang-orang ahlul bidah meng menetapkan itu berarti menyerupakan. Ini sudah kita bahas berkali-kali. Jelas keliru ya. Kalau kita menetapkan Allah itu ada, makhluk juga ada. Sama keberadaannya jelas berbeda. Allah hidup, makhluk juga berbeda. Karena makhluk hidupnya terbatas, bermulaan, berakhiran.
Ada Allah Subhanahu wa taala alhyu maha hidup. Ya Allah Subhanahu wa taala mensifati dirinyaulun. Wahu samiul bir tidak ada satu makhluk serupa dengan Allah dan Allah maha mendengar lagi maha melihat. Di surat Allahasia itu faja’alnahu samian bir jadikan manusia sami mendengar dan melihat sama dengan Allah alasar melihat dengan pendengaran sempurna.
Jadi tidak mesti menetapkan itu me menyamakan ya. Sedangkan manusia saja penglihatannya bisa berbeda beda antara lain. Iya. Orang saudara pun penglihatannya apakah sama dengan orang yang masih sehat, masih muda. Kan beda kan? Demikian pula pendengaran orang yang berkurang pendengarannya. Beda sama orang yang sempurna. Ini manusia ya.
Sekarang manusia dengan binatang apakah sama pendengarannya? Kan ada ada binatang yang mendengarnya jauh kan yang penglihatannya juga seperti itu. Makhluk apalagi Allah Subhanahu wa taala yang ini yaitu penyakit menolak sifat-sifat Allah dan menyerupakan dengan makhluk. Penyakit yang menimpa kebanyakan dari orang-orang ahlul bidah yang menyelisihi petunjuk Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Bal takunulifatu mutalaqatan minal kitabi wasunati wuyahabatihum bisan. Bah atau tetapi mengenal Allah itu adalah mengenal Allah yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah dan yang diriwayatkan dari para sahabat dan tabiin. Orang-orang yang mengikuti jalan mereka dengan kebaikan. sudah pernah kita sebutkan ya.
Jadi kaidah tadi kita pahami baik-baik. Ahlusunah itu menetapkan sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan. Kemudian mensucikan Allah dari sifat-sifat kekurangan tanpa menolak sifat-sifat ya atau dengan yang lebih rinci. Ahlusunah menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sesuai dengan apa yang Allah tetapkan bagya dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
Kemudian yang ditetapkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam hadis-hadis yang sahih, ingat dengan menafikan empat perkara. Apa itu empat perkara? Tanpa menyerupakan dengan makhluk. Bila tamsil, ya. Yang kedua, tanpa membagaimanakan. Bila takyif. Karena Allah dan Rasul-Nya tidak pernah menjelaskan kaifiah sifatnya.
Kita yakin ada keadaan yang benarnya, tapi cuma Allah yang mengetahuinya. Tidak perlu kita tanyakan karena ini tidak diakan dan para sahabat juga tidak pernah menanyakan. Ya. Yang ketiga apa? Walail. Tidak boleh kita menolak sifat-sifat yang Allah tetapkan. Jangan karena oh ini tidak masuk akal. Akalnya siapa? Justru akal menetapkan apa yang Allah tetapkan.
Tapi kita tetapkan sesuai dengan keagungan dan kebesaran Allah. Tidak seperti yang ada pada makhluk. Yang keempat, wala tahrif. Tidak boleh kita menyelewengkan maknanya. Kita harus artikan sesuai dengan arti sifat-sifat tersebut berdasarkan bahasa Arab. Sebagaimana yang dipahami oleh dalam bahasa Arab karena Al-Qur’an diturunkan bilisanin arabiyin mubin dengan bahasa Arab yang jelas.
Nah, itu kaidah ya dalam memahami nama-nama sifat-sifat Allah. Kesimpulannya fahadil makrifatun nafiatullati la yazal fi ziyadati imanihi wa quwwati yakinihi wa tumninatin fi ahwalihi. Maka inilah pengenalan terhadap yang bermanfaat yang menjadikan orang yang melakukan ini akan senantiasa imannya bertambah, akan selalu imannya semakin kuat dan akan selalu menjadikan dia semakin tenang dalam semua keadaannya.
Maka inilah ya sebab yang paling pertama dan paling utama yaitu mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. utamanya ya tauhid mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa taala yang kemudian akan membenarkan tauhid uluhiyah menyembah kepada Allah subhanahu wa taala mata dan tidak menyekutukannya juga termasuk di dalamnya adalah tauhid rububiyah maka ini merupakan sebab yang harus kita kuatkan makanya inilah pelajaran yang paling harusnya sering kita kaji dalam majelis-majelis ilmu yang kita adakan barakallahu fikum cukup sampai di sini
Ini insyaallah pelajaran kita di kesempatan pagi hari ini. Semoga apa yang kita bahas dan kita kaji bermanfaat. Dan sebelum kita akhiri, silakan kalau ada pertanyaan dari antum. Barakallahu fikum. Iya, silakan. Iya. Silakan. Iya. Itu milik Allah. Bagaimana dengan Allah? Berdoa perubahan daripada I berdoa. Iya iya.
Iya. Iya. Pertanyaan yang sangat baik sekali dari beliau yang bertanya. Semoga Allah Subhanahu wa taala memudahkan taufik kebaikan bagi beliau dan kita semua. Ya, tentu saja kalau kita mengetahui Allah Subhanahu wa taala yang maha menguasai segala sesuatu, maha mengampuni yang dikehendaki dan mengazab bagi yang dikehendakinya, pastinya kita hanya minta kepada Allah, kepada yang lain.
Karena tidak ada yang lain yang bisa memberikan hal itu. Justru ini semakin menyemangat untuk berdoa. Kalau kita ditimpa satu keburukan, kita tahu yang menimpakannya itu adalah Allah dan yang bisa menghilangkannya hanya Allah juga. Dan menimpakan kepadamu satu keburukan, tidak ada yang bisa menghilangkannya kecuali dia semata.
Termasuk masalah perbuatan dosa. Ya, orang berbuat dosa berarti dia melakukan sebab yang Allah subhanahu wa taala bisa saja murka atau menimpakan azab kepadanya. Nah, sebelum itu terjadi harusnya dia berpikir bagaimana cara menyelamatkan dirinya. Kan tidak ada cara lain kecuali dengan kembali kepada Allah, memohon pengampunan kepadanya.
Ya, kita mencari sebab-sebabkan kita dari kemurkaan Allah dengan mencari keridaannya. Sudah pernah kita jelaskan ini adalah makna tauhid yang sempurna seperti yang diajarkan oleh Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam doa yang kita baca di waktu salat malam. Ini doa juga sering di baca oleh para imam ee Haramain ketika bulan Ramadan.
Di akhir akhir doa mereka rata-rata sering baca doa ini. Riwayat Imam Muslim. Allahumma inni audzu biridoka min sakatika wabuaatika min uqubatika wabika lasianaan alika anta kama. Ya Allah, aku berlindung dengan keridaan-Mu dari kemurkaanMu. Aku berlindung dengan pemaafanmu dari siksaanMu. Aku berlindung kepada darimu. Itu kesimpulannya.
Semua yang kita takutkan dari siapa yang bisa menimpakannya kepada kita? Allah. Yang kita ingin kebaikan, keselamatan dari mana bisa memberikan kepada kita? Hanya Allah. Jadi semuanya kita berlindung kepada Allah dari Allah. Kita ingin mencapai keridaannya berlindung dengan kemurkaan dari kemurkaannya. Kita ingin selamat dari azabnya ada berlindung dengan pemaafannya.
Jadi semua kita kembalikan kepada Allah dalam semua keadaan. Kalau kita lakukan yang seperti ini, inilah yang akan merubah keadaan kita seperti yang tadi kita inginkan. Allah Subhanahu wa taala berfirman, “Innallaha la yugyiru ma biquin yugyiru ma bianfusihim.” Allah tidak akan merubah keadaan satu kaum merubah keadaan diri mereka sendiri.
Yakni merubahnya itu dengan mengikut perintah Allah, banyak berdoa kepada Allah, bersungguh-sungguh dalam memperbaiki iman kepada Allah. Itu yang akan merubah keadaan kita dari buruk menjadi menjadi baik. Baik. Barakallah fik. Bagaimana cara mengenal seseorang itu dari akidah yang lurus? Mana yang benar? Mengaku bermakna salaf sudah mengaji.
Namun ingin membidah-bidah apa ini? Jangan membidah-bidahkan dahulu. Apakah pernyataan ini tepat? Ya, kadang-kadang kalimat umum susah kita hukumi. Perkataan ya orang yang misalnya mengaku manhaj salaf, akidahnya benar, manhajnya lurus, dia mengatakan kita jangan mudah membidah-bidah orang. Ini benar.
Karena hukum asalnya seorang muslim itu sesuai dengan namanya dia selamat. Kalau tidak ada bukti tidak boleh kita katakan misalnya dia bukan muslim apalagi ini parah kita katakan dia ini cinta kepada bidah, benci kepada sunah. Tidak boleh seperti ini ya. Tetapi ini juga bisa salah kalau ada orang yang sudah jelas-jelas tokoh yang sudah paham agama sudah jelas-jelas dia paham ilmu, paham dalil tapi menentang.
Ya, nasihat sudah sampai kepadanya dia tetap menentang. Ini kan tidak sama dengan orang awamnya. Makanya kalimat-kalimat ini kan mujmal umum bahwa kita tidak boleh mudah mudah-mudah membidakan. Betul. Tapi juga tidak boleh kita bermudah-mudah. Sebaliknya orang yang sudah jelas-jelas paham dalil, sudah tahu kebenaran, tapi dia menentang bahkan dia mengejek sunah, dia membenci ahlusunah.
Seperti ini beda dengan keadaannya orang awam. Iya kan? Jadi kalimat-kalimat seperti ini kita harus rinci supaya tidak disalah pahami. Nam. Barakallahu fikum. Jika kita terpaksa salat berjamaah di salah satu kelompok golongan yang sesat, apakah sah salatnya? Ya, sebisa mungkin kalau kita salat jangan di tempat salat yang menjadi simbol pemahaman tertentu.
Karena kalau masjid kaum muslimin ya misalnya kan misalnya masjid ya di situ dilaksanakan acara-acara bidah mungkin ya sebagiannya tapi tetap itu tidak ada warna tertentu yang menjadi simbol masjid tersebut itu lebih baik. Iya kan? Karena itu artinya masjid umum, masjid kaum muslimin dan inilah asalnya masjid yang kita salat padanya.
Dan ini yang mungkin kebanyakan masjid yang ada di Indonesia seperti itu. Tentu kalau kita bisa mencari masjid yang lebih dekat kepada sunah, yang lebih banyak hal-hal yang dihindarkan dari amal yang tidak sesuai dengan sunah ya lebih baik. Tapi kalau kita misalnya tidak ada pilihan ya kita pilih masjid yang seperti ini.
Jangan yang menjadi simbol kelompok tertentu dibangun misalnya untuk kelompok ini kelihatan di situ ada simbol-simbolnya. Bahkan kadang-kadang masjid ada yang ditulis foto-foto dari tokoh. Ya, jangan pilih yang masjid yang seperti ini ya. Karena dikhawatirkan ini bisa termasuk disebut masjid dior ya. Nauzubillah minzalik.
Apa yang dimaksud dengan pemahaman mengkafirkan orang ini ada di mazhab apa? Mazhab Khawarij itu mudah mengkafirkan dengan dosa besar. Kita belajar kaidah-kaidah pengkafiran misalnya ya. Barang siapa yang mengingkari perkara-perkara keimanan, bahkan mengingkari satu ayat Al-Qur’an pun hukumnya kafir dalam Islam. Tapi orang yang menolak satu hukum belum tentu dia mengingkari.
Bisa jadi karena dia masih jahil, tidak paham. Iya kan? Makanya harus ada penjelasan dulu, ditegakkan hujah ya. Kemudian kita meyakini pelaku dosa besar meskipun imannya kurang tapi tidak kafir. Nah, orang-orang Khawarij ini meyakini orang yang berbuat dosa besar kayak pelaku zina itu kafir, pencuri itu kafir. Makanya mereka mengkan pemerintah yang berbuat zalim, mereka mengatakan ini kafir.
Akhirnya memberontak. Akhirnya terjadilah muncul pemikiran-pemikiran orang-orang yang teroris dan seterusnya. Ada kita meyakini perbuatan-perbuatan seperti ini meskipun jelas akan merusak keimanan, mengurangi keimanan, tapi tidak sampai menjadikannya kafir selama dia tidak menganggap halal perbuatan tersebut. Nah, takbir muqayyad sesudah salat tanggal 9 13.
Apakah ada jumlah berapa kali? Tidak disebutkan jumlahnya berapa kali. Nah, tiib ya kita lakukan saja berapa kali tidak harus dengan jumlah tertentu kecuali kalau ada dalilnya ada sebagian yang menyebutkannya tiga kali ada yang berapa kali begitu ya. Iya. Alhamdulillah baru saja ada rezeki suami mau berkorban lalu sebelum beli lalu beli hewan apakah boleh hari ini potong kuku dia ber sejak itulah dia menahan dirinya kalau sudah masuk ee Zulhijah ya kan hukum asalnya kalau yang niatnya sebelumnya kan kata Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat Imam Muslim as ahadukum fala yam ya telah masuk 1 Zulhijah dan salah seorang di antara kamu ingin berk jangan sekali-sekali dia menyentuh rambutnya atau kukunya atau bulu-bulu di tubuhnya sedikitp. Adapun kalau orang yang baru berniat setelah masuk 10 Zulhijah, sejak dia berniat dia menahan dirinya.
Itu kata para ulama, sejak diaat maka dia menahan dirinya tidak memotong lagi kuku maupun rambut ataupun yang lain. Nah, iya masih ada yang lain? Silakan. Iya. Iya. Barakallahu fikum. Itu keluar dari 10 hari. Iya. Barakallah. Dilakukan di 10 hari. di hari tersebut kalau mampu ya misalnya kalangan mungkin terlalu banyak hewan knya sehingga ditunda besoknya.
Contoh seperti pelaksanaan ibadah haji kan banyak. Kalau ada uzur seperti ini ya tidak maaf. Tapi kalau bisa diusahakan misalnya tidak terlalu banyak, utama dilaksanakan di hari itu. Apalagi juga masih ada kesempatan ya pagi, kemudian siang ada sore juga, maka lebih diutamakan dilaksanakan di hari itu. Kecuali kalau ada kalangan seperti tadi.
Nah, tapi tetap saya boleh saja dilaksanakan di hari-hari tasri tetap boleh karena ada dalil yang membolehkannya. Tib di sini yang kedua tadi. Tadi anak saya berumur 6 tahun mengingat salat belum sempurna. Apakah boleh salat berjamaah sejajar dengan saya? Apakah bisa memutus saf dalam salat? Iya, memang anak kecil ketika salat itu tidak mesti dikatakan dia di saf tersendiri. Tidak.
Selama yang penting dia tidak bermain-main dalam salat tersebut. Kalaupun dia belum sempurna salatnya, diingatkan dia untuk salat. Jangan keluar nanti, jangan melakukan gerakan tersendiri. Ya, kalauakukan seperti ini ya kita tegur dia. Maka selama anak ini tidak bermain-main tinggalkan salat di tengah-tengah salat kita, maka tidak mengapa. Kita jadikan di antara saf.
Tapi jangan berdiri di belakangnya imam, ya. Karena ada perintah untuk yang di belakang imam itu orang yang berilmu. Karena berhubungan dengan nanti memperbaiki kalau ada kesalahan-kesalahan imam. Barakallah fik. Tib mungkin cukup sampai di sini. Asalamu dengan besar bisa R juta yang 4 juta. Orang yang kec masih sah Pak masih sah gak ada masalah.
Yang penting mereka sepakat. Iya iya bahkan biar ada orang yang tidak bayar sama sekali tapi diikutkan sama temannya boleh saja. Yang penting mereka sepakati yang yang lebih besar dia merasa setuju tidak mengapa. Nah. Iya. Barakallahu fik. Bab cukup sampai di sini insyaallah semoga bermanfaat. Mohon maaf atas segala yang salah dan kurang.
Kita akhiri shallallahu wasallam barak ala nabina Muhammadin wa ala alihi wasahbihi waman tabiahum biihsanin ila yaumiddin. Walhamdulillahi rabbil alamin. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Leave a Reply