wabarakatuh Waalaikumsalam innalhamdalillah nahmaduhu waastain’inuhu waastagfiruh wa naudubillahi Min syururi anfusina Wamin sayiati a’malina mayahdihillahu Fala mudillalah wamay yudlil Fala hadiyaalah wa Ashadu Alla ilahaillallahu wahdahu la syarikalah wa Ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh ya ayyuhalladzina amanuttaqulaha haqqa tuqatih wala tamutunna illa Wa Antum muslimun ya ayyuhanasuttaqu rbakumulladzi khalaqokum Min Nafsi Wahidah walaq minha
zaujaha wab minhuma rijalan kaatsir waisaa [Musik] wattaqulahalladzi tasaaluna bihi Wal Arham Innallaha kananaikum rqiba ya ayuhina amanqulaha Wa quan sadida yuslihlakumakum wagfirlakum dunubakum willahaasulu muhammadinahu alaihii wasallam Um m w Muh bidah wa bidah Wa w alhamdulillah mair ikhw akw rahimakumullah alhamdulillah kita
bersyukur kepada Allah subhanahu wa taala kita selalu memuji dan menyanjungnya atas semua limpahan nikmat dan karunia-nya alhamdulillah di pagi hari ini setelah kita melaksanakan salat subuh secara berjamaah dengan Taufik dan kemudahan dari Allah kita dipertemukan kembali di dalam majelis ilmu yang mulia di masjid al-ikhlas yang Mubarak ini yang penuh berkah ini kita mengadakan kembali majelis ilmu untuk melanjutkan pembahasan kitab kecil yang sangat bermanfaat attaudihu Wal bayanu lajaratil Iman penjelasan tentang
pohon iman yang ditulis oleh Al Imam As Syekh almufassir alallamah as Syekh Abdurrahman Bin Nasir assa’di rahimahullahu taala Alhamdulillah keimanan di hati ibaratnya seperti pohon yang kita tanam di kebun atau di pekarangan ataupun di taman yang tentu saja pohon yang baik dengan izin Allah subhanahu wa taala akan membuahkan buah yang indah dan manis dan memberikan manfaat bagi orang yang menanamnya sehingga mengusahakan pertumbuhan pohon iman di hati ini merupakan perkara yang paling wajib dalam agama kita karena inilah
yang akan menjadikan ibadah kita penghambaan diri kita kepada Allah subhanahu wa taala menjadi baik dan menjadi benar Allah subhanahu wa taala memperumpamakan keimanan dengan pohon yang baik yang sudah kita ketahui ini merupakan ayat yang menjadi dasar Semua penjelasan di dalam kitab ini yaitu firman Allah subhanahu wa taala di surat Ibrahim alaihiatu wasalamubillahyairim alamallahu matalan Kalimatan thibatan ha alam Tidakkah kamu melihat Bagaimana Allah membuat perumpamaan untuk kalimat yang
baik yakni kalimat tauhid kalimat ikhlas kalimat Iman perumpamaannya seperti pohon yang baik dengan ciri-ciri asluhaabit akarnya menancap kuat ke dalam tanah dan cabang-cabangnya menjulang ke langit naik ke langit ya tumbuh ke atas kemudian pohon ini akan mengeluarkan buah-buahnya yang indah yang bermanfaat setiap saat dengan izin Allah subhanahu wa taala maka pohon iman inilah yang ketika ditanam dengan baik akan membuahkan ikhlas dalam beramal membuahkan khusyuk di dalam salat maupun ibadah yang lain kemudian akan menjadikan seseorang
hamba merasakan manisnya Iman nikmatnya beribadah kepada Allah subhanahu wa taala sehingga dia selalu bersegera dan berlomba-lomba untuk mengerjakannya maka karena pohon yang baik itu akan membuahkan buah yang manis dan indah sehingga di sini kita bisa menilai kualitas keimanan kita kalau ternyata buahnya tidak terasa atau tidak terlihat dampaknya Berarti ada yang bermasalah besar di dalam keimanan kita yang mengharuskan kita bersegera untuk memperbaikinya selagi Allah subhanahu wa taala masih memberikan kesempatan kepada kita
Barakallah fikum jadi ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah inilah keimanan sesuatu yang Allah subhanahu wa taala wajibkan bagi kita sesuatu yang menjadi syarat diterimanya amal sesuatu yang Bahkan menjadi sebab keselamatan seorang hamba ketika menghadap Allah subhanahu wa taala pada hari kiamat nanti jadi harus mendapatkan perhatian penting bagi setiap muslim yang menginginkan kelamatan dirinya di dunia dan di akhirat nanti Alhamdulillah di dalam Islam amal-amal Saleh yang Allah syariatkan kalau kita kerjakan dengan
benar dengan niat yang ikhlas sesuai dengan petunjuk yang dicontohkan oleh nabi kita yang mulia Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa al wasallam ya amal-amal yang disyariatkan di dalam Islam ini baik itu amal yang lahir maupun batin semuanya ya memberikan dampak untuk menumbuhkan keimanan di hati kalau kita mengamalkannya kalau kita mengamalkannya dengan benar Oleh karena itu kita Sedang membahas ya kelanjutan dari pembahasan tentang haddul iman WA tafsiruhu atau Fi haddil Iman wa tafsirihi definisi iman dan penjabarannya kita lihat di pertemuan
kita yang lalu banyak kita baca ayat aat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang menggambarkan bahwa islam itu adalah iman itu adalah sesuatu yang disyariatkan di dalam agama ini ya secara keseluruhan lahir dan batin semua amal-amal yang disyariatkan di dalam Islam kalau kita amalkan dengan benar sesuai dengan petunjuk allah subhanahu wa taala dan rasulnya inilah yang akan menumbuhkan dan menyempurnakan keimanan keimanan di hati kita Barakallah fikumb kita masih lanjut ya pembahasan
tentang definisi iman dan batasannya jangan kita lupakan ya Sekali lagi kita selalu Ingatkan bahwa untuk kebaikan Iman ini kita harus sungguh-sungguh minta kepada Allah subhanahu wa taala kita harus sungguh-sungguh berdoa karena ini perkara yang paling penting dalam hidup kita di dunia dan di akhirat inilah sebab yang menjadikan kita selamat kemudian jangan lupa waktu membaca al-qur’an ini adalah sebaik-baik sebab untuk menguatkan iman bacalah al-qur’an Dengan memahami isinya agar kita bisa merenungkan kandungan maknanya
yang ini merupakan sebaik-baik yang menumbuhkan Iman di hati kita tib saya akan lanjut membacakan penjelasan dari Syekh assa’di di sini Barakallah fikum Beliau berkata Wafi sunani Abi Daud an Abi umamata radhiallahu taala Anhu qala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan di dalam Sunan Abi Daud dari sahabat yang mulia Abu umamah albahili radhiallahu taala Anhu nama beliau adalah sudai Ibnu ajlan radhiallahu taala Anhu Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam bersabda Man ahabba lillahi wa a lillahi Man ahabba lillahi wa abghad lillahi wa a lillahi waana lillahi faqodistakmalal Iman Barang siapa yang mencintai karena Allah membenci Karena Allah memberi karena Allah wanaah tidak memberi juga Karena Allah maka sungguh dia telah menyempurnakan keimanannya ya Jadi ini hadis dinyatakan sahih oleh Syekh Albani rahimahullahu taala dan hadis ini tegas sekali menyebutkan
bahwa perbuatan ini adalah sebab yang menyempurnakan keimanan berarti ini amal yang harus kita latih pada diri kita ya mencintai sesuatu mencintai seseorang karena Allah maka ketika kita punya hubungan dengan orang lain Apalagi itu hubungan cinta dan dan kasih sayang kita harus selalu mengarahkannya kepada cinta karena Allah ya kita sudah pernah Sebutkan dan kita tahu hadis yang terkenal tentang salatun Manna fihi wajada bihinawatal iman ada tiga perkara Barang siapa yang memilikinya dia akan merasakan manisnya
iman yang kedua adalah anyuhibbal Mar yuhibbuhu illillah dia mencintai seseorang tidak lain kecintaannya itu karena Allah yakni berarti ketika dia mencintai orang lain dia harus mengajak orang tersebut untuk taat kepada Allah dia harus Rida dan gembira ketika orang itu mengamalkan amal kebaikan dan dia harus benci dan tidak suka ketika orang tersebut mengamalkan amalan-amalan yang tidak diridai oleh Allah subhanahu wa taala berarti di sini dia harus mengalahkan kecintaannya yang bersifat tabiat ya untuk dijadikan mengikuti
kecintaan karena Allah maka orang yang memiliki sifat ini pastinya ya setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala dia telah bisa mengendalikan nafsunya selalu melatih keinginan hawa nafsunya untuk ditundukkan agar mengikuti ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala Oleh karena itu jemaah sekalian rahimakumullah ini yang seperti ini kita harus latih kita harus biasakan diri kita kita mulai dengan orang-orang yang terdekat ya keluarga kita anak dan istri kita atau bagi istri suami dan anaknya termasuk tentu saja orang tua
kita dan saudara-saudara kita kita jadikan kecintaan kepada mereka adalah karena Allah kita selalu semangat mengajak mereka dalam kebaikan menasihati ya ya kemudian kita melarang mereka dari perbuatan-perbuatan yang buruk waillah sebagaimana kita orang itu memberikan karena Allah tidak memberi juga Karena Allah ini jelas luar biasa orang yang seperti ini keadaannya Dia berbuat itu bukan lagi karena keinginan jiwanya Tapi benar-benar semua adalah karena pertimbangan ketaatan kepada Allah subhanahu wa taala maka wajar dikatakan
orang iniqakmal iman sungguh dia telah menyempurnakan menyempurnakan keinginannya maka ini juga ya menjadi perhatian bagi orang-orang yang beriman sudah pernah kita Ingatkan bahwa kalau kita mengeluarkan harta kita memang ya ketika harta tersebut adalah harta yang halal kita boleh mengeluarkannya sesuai dengan kebutuhan atau keinginan kita tapi kita harus ingat ya perkara-perkara seperti ini perlu kita perhatikan agar jangan kita terbiasa mengeluarkan harta itu hanya sekedar keinginan jiwa kita saja orang-orang yang bertakwa itu
apalagi orang-orang yang sempurna imannya boleh maju lagi Boleh silakan yang lain mereka sampai pun dalam urusan-urusan yang asalnya dibolehkan kadang-kadang mereka meninggalkannya kalau khawatir akan menjadi sebab yang mengurangi kebaikan mereka di sisi allah subhanahu wa taala ya disebutkan di dalam penjelasan dari para ulama tentang orang-orang yang sempurna keimanannya mereka itu meninggalkan perkara-perkara yang haram selalu melakukan hal-hal yang diwajibkan termasuk hal-hal yang bersifat anjuran meninggalkan yang
makruh bahkan terkadang perbuatan yang mubah ya anada Ma B bihi hadaron mimma bihi basan mereka meninggalkan perkara-perkara yang tidak mengapa asalnya dilakukan kalau dikhawatirkan menjadi sebab berkurangnya kebaikan mereka di sisi allah subhanahu wa taala Nam jadi dalam mengeluarkan uang apalagi ini tentu fitnah bagi manusia kita harus tetap mempertimbangkan syariat Allah subhanahu wa taala makanya di dalam Alqur’an Allah sampai menyebutkan tentang ibadurahman hamba-hambanya yang saleh dan bertakwa dalam belanja pun mereka selalu bersikap
sesuai dengan syariat Allah walladzina idza anfaqu lam yusrifu walam yaqu waana bainalika qaama mereka adalah orang-orang yang ketika membelanjakan hartanya tidak israf berlebih-lebihan dan juga tidak terlalu pelit tapi mereka selalu mengambil Jalan Tengah dari dua hal tersebut ya ini termasuk sifat ketakwaan karena di sini ada unsur menundukkan hawa nafsu di jalan Allah subhanahu wa taala Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah menyebutkan di dalam doa beliau ya Allahumma Allahumma urzuni alqda fil faqri Wal Gina wa asalukalqda F faqrial
Gina ya Allah Sesungguhnya aku memohon kepadaMu sikap sederhana baik dalam keadaan miskin maupun dalam keadaan kaya orang yang sedang kurang uangnya untuk bersikap sederhana mudah tapi orang yang sedang punya kelebihan pada rezekinya untuk bersikap sederhana ini yang susah karena dia harus menundukkan hawa nafsunya di jalan Allah subhanahu wa taala sampai seperti ini diatur dalam Islam ya Jadi bukan hanya pertimbangan Ah ini kan halal ini kan boleh saya gunakan tapig at di situ ada hawa nafsu yang sudah pernah kita nukilkan
berkali-kali semua para ulama sepakat mengatakan bahwa nafsu manusia adalah penghalang utama bagi seorang hamba untuk meraih keridaan Allah subhanahu wa taala tib diterangkan oleh Syekh di sini Fal Hubbu Wal bugdu filqbi Wal batin Wal W manir yang namanya cinta dan kebencian itu adalah amalan hati amalan batin berarti ini harus disempurnakan ya kita tidak akan bisa mencintai sesuatu karena Allah kalau kecintaan kita kepada Allah itu sendiri lemah jadi harus kuat dulu kecintaan kepada Allah makanya kita harus banyak
mengenal sifat-sifat kesempurnaan Allah mengenal nama-namanya Yang Maha indah sifat-sifatnya yang Maha Tinggi dan Maha Agung kemudian selalu merenungkan nikmatnya yang demikian banyak berlimpah dan sempurna bagi manusia dengan dua hal ini pasti hati kita akan selalu mencintai Allah selalu memujinya lalu bersandar kepadanya inilah pentingnya pelajaran tauhid pelajaran Iman Jadi Cinta dan Benci itu amalan hati amalan batin sedangkan Al Wal Man memberi atau tidak memberi ini fidahir amalan Zahir ya maka berarti hadis ini wasar
fiha kullaha was fiha kulha alikhlasadzi Hua Ruhul Imani wbbuhuuhu dan disebutkan di hadis ini syarat ketika mengamalkan amalan-amalan tersebut ya keikhlasan harus ikhlas Barang siapa yang mencintai karena Allah memberi Karena Allah harus ikhlas ikhlas yang merupakan rohnya Iman inti keimanan dan rahasia keimanan jadi orang harus melatih dirinya ketika memberi itu dengan niat yang ikhlas dan ditujukan memberi itu karena Allah yakni sekarang seorang suami ketika memberikan kah kepada istrinya kadang-kadang Dia
sekedar beri saja harusnya dia berusaha menghadirkan niat di hatinya bahwa dia memberi ini karena Allah mewajibkan nafkah memberikan nafakah dari seorang suami ke istrinya kemudian hendaknya dia memberitahu kepada istrinya agar uang tersebut digunakan untuk kebaikan untuk hal-hal yang diridai oleh Allah subhanahu wa taala dia harus melatih dirinya untuk setiap pemberiannya seperti ini sebagaimana ketika dia tidak memberi juga karena pertimbangan tersebut ya Jangan dibiarkan hanya sekedar kita memberi yakni tabiat
manusia namanya kepada orang yang dicintainya dia akan memberi dia akan menafkahi keluarganya ini ada tuntutan tabiat manusia maka dia harus menghadirkan niatnya supaya terbiasa dia selalu memberi baik untuk nafkah keluarganya ataupun mengeluarkan nafkah-nafkah yang lain untuk dijadikan itu niatnya karena karena Allah Subhanahu Wa taalaubbu fillahiuhibah wuhu Minal wqati maka yang namanya cinta karena Allah yaitu pertama dia mencintai Allah karena ini
asal bahkan Menjadikan kecintaan kepada Allah harus lebih besar dibandingkan kecintaan kepada apapun kemudian dia mencintai apa yang dicintai oleh Allah Minal amal berupa amal-amal Saleh amal-amal kebaikan amal-amal Saleh Dia harus berusaha mengamalkannya dengan gembira karena ini bukti cinta di hati ya sudah pernah kita nukilkan kan kaidah yang disebutkan oleh Imam Ibnu qayyim Di dalam kitab alfawaiduahbah kenikmatan itu mengikuti rasa cinta ya kalau kita benar mencintai sesuatu maka pasti kita akan senang melakukannya orang yang cinta kepada
Allah senang mendekatkan diri kepada Allah orang yang cinta ibadah maka dia gembira ketika melakukannya Nah untuk menumbuhkan cinta di hati ini ya tentu kita harus berdoa kepada Allah dan tadi kita harus kenali sifat sifat kesempurnaan Allah selalu merenungkan nikmatnya amal-amal Saleh Kita pelajari kita baca dalilnya kita baca keutamaannya dan kita hadirkan di hati kita waktu mengamalkan ini mendekatkan kita kepada Allah zat yang paling kita cintai harus ada perenungan seperti ini ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah
supaya tumbuh cinta di hati kita Apalagi sudah kita sering Jelaskan bahwa di hati kita itu banyak dominan kecintaan kepada dunia karena hal-hal yang sering kita dengarkan promosi-promosi yang sering sampai kepada kita adalah urusan dunia sehingga banyak mengambil tempat yang harusnya diisi dengan kecintaan kepada Allah di hati kita makanya ini perlu perjuangan untuk menempatkan kecintaan kepada Allah di hati kita agar bisa dominan tib jadi dia mencintai apa yang dicintai oleh Allah berupa amal-amal Saleh waktu-waktu yang disebutkan
keutamaannya dalam Islam yakni waktu-waktu misalnya waktu dikabulkannya doa antara azan dan iqamah sepertiga malam yang terakhir waktuaktu yang ada keutamaannya secara khusus yang ada dalilnya kemudian Azman zaman-zaman tertentu seperti bulan Ramadan 10 hari awal bulan Zulhijah ya waktu-waktu yang disebutkan ada keutamaan nya Wal ahwal keadaan-keadaan sesuai dengan apa yang disebutkan di dalam hadis-hadis yang sahih ya wauhibbu Man yuhibbuhu sebagaimana dia mencintai orang-orang yang dicintai oleh Allah Min anbiyi wa atbaihim
misalnya para nabi alaihialatu wasalam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan jadi dia harus berusaha menumbuhkan kecintaan di hatinya kepada hamba-hamba Allah yang bertakwa meskipun dia tidak kenal dan belum pernah bertemu dengan mereka Itulah sebabnya kita dianjurkan membaca kisah-kisah atau perjalanan hidup para nabi alaihiatu wasalam kemudian para sahabat Radiallahu taala a tentu dari sumber-sumber yang benar yang bisa dipercaya karena dengan kita membaca keutamaan mereka membaca kisah-kisah mereka itu
akan menumbuhkan rasa cinta dan semangat meneladani mereka dalam kebaikan ya apalagi Allah subhanahu wa taala menyebutkan di dalam al-qur’an kisah-kisah dari orang-orang yang Saleh ini itu sebagai sebab yang menguatkan iman Allah subhanah dan semua yang kami sampaikan kepadamu kami ceritakan kepadu wahai Rasulullah dari kisah-kisah para nabi yang dengan itu kami jadikan sebagai peneguh imanmu maka ini harus dibiasakan maca kisah-kisah seperti iniar semakin kita mengenal keutamaan dan kemuliaan mereka kita akan mencintai
mereka bahkan melebihi dari orang yang punya hubungan nasab dengan kita yang kita kenal dengan baik orang tersebut Tapi tentu keimanannya tidak akan sesempurna keimanan para nabi dan para rasul alaihiatu wasalam kemudian para sahabat radhiallahu taala anhum AJM jadi kecintaan kita yang bersifat at ini harus dikalahkan dengan kecintaan karena Allah Makanya kalau kita tidak sering membaca atau mengenal keutamaan mereka pastinya kecintaan di hati kita akan akan lemah ya karena kadar kecintaan di hati itu akan semakin kuat dengan kita semakin
mengenal kemuliaan dan kebaikan orang-orang yang kita yang kita cintai tiib Wal Budu Fillah membenci karena allahubama abullah yaitu dengan dia membenci semua yang dibenci oleh Allah Min kufrin wa fusukin wa isyan baik itu perbuatan kufur kefasikan dan perbuatan maksiat ini harus dilatih hati kita untuk membencinya ketika kita melihatnya atau mendapatinya kita berlindung kepada Allah darinya agar tidak terjerumus ke dalamnya ya Dan ini harus dilatih karena kalau seseorang membiarkan dirinya sering melihat perbuatan
maksiat Bahkan dia melewatinya dengan santai itu lama-kelamaan jadi hilang kebencian di hatinya ini sekarang termasuk kendala kita hidup di akhir zaman fitnah banyak tersebar di sekitar kita maka sesuatu yang mungkar kadang-kadang jadi terbiasa awalnya kita benci sering kita lihat sering kita dengar lama-lama kita anggap biasa maka ini harus kita hindari jangan dibiasakan ketika mendengarkan musik misalnya ya kita harus segera mengingkarinya atau segera pergi darinya karena kalau terus kita dengar lamalamaan kita akan anggap biasa ya
naudubillah minalik sehingga ini akan melemahkan rasa benci karena Allah di hati kita yang otomatis akan mengurangi kualitas iman kita wauubgitu yattasifu bihi dan membenci orang yang memiliki sifat yakni selalu melakukan perbuatan maksiat ini auadu ilaiha atau mengajak manusia melakukan perbuatan maksiat tersebut ya Jadi hal-hal yang seperti ini harus dilatih karena ini jelas mempengaruhi keimanan makanya orang yang beriman itu Kenapa mereka semangat beramar Makruf nahi mungkar karena konsekuensi dia mencintai Allah dan mencintai
hal-hal yang dicintai oleh Allah pasti dia tidak akan Rida melihat manusia melakukan hal-hal yang dibenci oleh Allah meninggalkan hal-hal yang dicintai oleh Allah maka dengan semangat kecintaannya kepada Allah dan kecintaannya karena Allah dia semangat mengajak manusia untuk beramar Makruf nahi mungkar dia semangat untuk menuntut ilmu agar dia mengetahui hal-hal yang dicintai oleh Allah dan dia bisa mengamalkannya jadi ikhwan dan akhwat fiddin rahimakumullah memang semua kebaikan itu intinya daripada setelah Taufik dari Allah subhanahu wa taala
adalah keimanan di hati kita kalau keimanan kita benar hal-hal yang seperti ini akan mudah kita lakukan Ya tentu kita tidak lupa berdoa kepada Allah subhanahu wa taala kita ingat ada doa yang diajarkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di dalam dalam hadis yang sahih Allahumma inni as’aluka hubbaka wau hubba Man yuhibbuka wubba kulli amalin yuqibuni Ila hubbika Ya Allah aku memohon kepadaMu kecintaan kepadamu dan kecintaan kepada orang-orang yang mencintaimu serta kecintaan kepada semua amal kebaikan yang mendekatkanku kepada
cinta kepadamu doa-doa seperti ini kita harus rajin ucapkan dalam permohonan-permohonan kita karena ini termasuk Sebab utama yang menyempurnakan keimanan seperti yang disebutkan di dalam hadis ini kemudian Wal a yasmalu Aal Abdi Min nafsihi Kama umirhi dan alath di sini memberi di sini tidak terbatas hanya memberi kayak tadi mengeluarkan nafkah ya atau berbelanja tapi meliputi semua pemberian hamba Dari Dirinya yakni ketika apa ini mengamalkan pengamalan seorang hamba Dari Dirinya semua yang Allah perintahkan mlai taala contoh seperti yang Allah
sebutkan di dalam FirmanNya ya di surat allail ayat kelim sampai ayat yang keet7q wasq Bil Husna Firu lilus adapun orang-orang yang memberi di sini bukan hanya sekedar memberi nafkah atau memberi harta sedekah misalnya bukan cuma itu tapi mencakup semua pengamalan terhadap apa yang Allah perintahkan yakni memberi Dari Dirinya mengeluarkan memberikan ketaatannya kepada Allah melaksanakan perintahnya adapun orang-orang yang memberi dan bertakwa serta membenarkan al-husna pahala yang terbaik yaitu surga membenarkan janji-janji Allah tentang
kebaikan kebaikan maka kami akan mudahkan dia untuk kemudahan dimudahkan dia untuk melaksanakan petunjuk allah subhanahu wa taala jadi makna alath memberi di sini w yasmalu Jami ma amarallah ma umirhild Abdu meliputi semua apa yang diperintahkan oleh Allah kepada hambaNya jadi meliputi semua yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa taala kepada hambaNya ya karena makna memberi di sini yaitu memberi Dari Dirinya memberikan ketaatannya kepada Allah subhanahu wa taala tidak khusus hanya pemberian yang berupa harta kalau pemberian harta itu memang
merupakan bagian dari alath memberi walika muqiluhul manu Demikian pula sebaliknya tadi Alman ya tidak memberi Maksudnya di sini tidak terbatas hanya pada menahan hartanya tapi juga termasuk di sini tidak melakukan hal-hal yang melanggar larangan Allah subhanahu wa taala secara keseluruhan intinya di sini sebagaimana mencintai dan membenci karena Allah itu adalah sebab yang menyempurnakan Iman maka juga amal-amal Zahir yang dilakukan oleh seorang hamba dia mengamalkan ketaatan berusaha dilakukannya karena Allah demikian pula ketika dia tidak
memberi atau tidak melanggar hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta taala itu juga dilakukannya karena karena Allah subhanahu wa taala bukan sekedar tuntutan keinginan jiwa atau nafsunya kata Syekh berikutnya wabihadiil umuril arbaati yatimmu Lil Abdi imanuhu wauhu maka dengan empat perkara ini dengan empat perkara ini sempurnalah ya keimanan dan agama seorang hamba Jadi ini contoh dari hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menggambarkan tentang sebab yang menyempurnakan Iman Kalau kita ingin iman kita sempurna kita harus usahakan
ini kita harus melatih diri kita melakukan ini tib dan kita tahu Syekh rahimahullah taala menjelaskan tentang sebab-sebab yang menyempurnakan atau menumbuhkan Iman atau menjabarkan tentang makna Iman dari ayat-ayat al-qur’an dan hadis-hadis yang sahih dari Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang menyebutkan tentang hal-hal ini bahwa perbuatan-perbuatan ini bagian dari iman atau yang menyempurnakan Iman atau orang yang meninggalkannya maka tidak ada maka dia tidak beriman ya jadi penjabarannya adalah seperti yang
diterangkan oleh Beliau bab kita lanjut wadalika mawahu Tirmidzi wasaiu Min hadii Abi hurairat radhiallahu taala Anhu [Musik] marfuan demikian pula hadis yang diriwayatkan oleh Imam at-tirmidzi dan annasa dari riwayat sahabat yang mulia Abu Hurairah radhiallahu taala Anhu dari Rasulullah Sallallahu Alaihi
Wasallam beliau bersabda almukminu Man aminahunasu ala dimaihim wa amwalihim orang mukmin itu adalah orang yang manusia merasa aman kepadanya terhadap gangguan darah dan harta mereka jelas dikatakan di sini orang yang beriman berarti ini ada kaitannya dengan iman hadis ini yadullu ala annal Iman shahiha yahmilu shohibahu ala riayatil amanah hadis ini menunjukkan bahwa iman yang benar itu akan mendorong pemiliknya mendorong seorang hamba untuk menjaga sifat amanah menjaga kepercayaan orang lain terhadap dirinya wanhahuil khianah sebagaimana
iman yang benar itu akan melarangnya dari perbuatan khianat mengkhianati kepercayaan Hatta yatmainna ilaihinasu sehingga orang akan merasa tenang merasa aman terhadap dirinya anasil asahum mereka merasa aman terhadap orang itu dalam hal perkara yang paling berharga ya di sisi mereka yaitu addim Wal amwal penjagaan terhadap darah dan harta mereka makanya tidak dibenarkan kalau dikatakan orang yang beriman itu orang yang selalu mengancam membuat orang-orang di sekitarnya tidak tenang terhadap harta dan darah mereka
ya justru di sini Kata Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam orang yang beriman itu adalah orang yang kaum muslimin merasa aman terhadapnya dari gangguan harta maupun darah mereka yakni jiwa mereka Nah maka ini menunjukkan kepada kita bahwa ini juga merupakan bagian dari iman yang harus kita usahakan yang harus kita latih diri kita untuk selalu melakukannya Ya berusaha untuk menjadikan orang di sekitar kita merasa aman dan percaya kepada kita dalam urusan menjaga harta dan darah mereka jadi ini ayat-ayat dan hadis-hadis yang
beliau bawakan Kemudian beliau simpulkan di sini Wu semua dalil-dalil yang beliau bawakan ini menjelaskan makna iman dan hikatnya karena tidak ada yang lebih baik menjelaskan makna himan dan hakikatnya melebihi Dalil al-qur’an dan sunah wa annahu Kama qalal Hasan whairuhu dan bahwasanya iman itu seperti yang dinyatakan oleh Imam al-han albashri rahimahullahu taala bab alhan alashri rahimahullah taala
pernah mengatakan beliau adalah seorang tabiin yang mulia dari penduduk Basrah Beliau pernah berkata dan yang selainnya para ulama yang lain juga mengatakan seperti ini itu bukanlah sekedar dengan angan-angan atau tahali sekedar menghiasi diri dengan pengakuan-pengakuan wakinnahu akan tetapi iman itu adalah Ma waqar fil qbi sesuatu yang menancap di hati Qul amal dan dibenarkan atau dibuktikan dengan amal perbuatan ketika Iman sudah menancap kuat di hati otomatis amal anggota badannya akan beramal akan berbuat dengan semangat
sebagai bukti benarnya Iman di hatinya ya maka tidak benar kalau orang mengatakan yang penting Iman di hatiku benar Meskipun amal anggota badannya tidak seperti itu ini tidak benar karena iman harus dibuktikan dengan amalan anggota badan ya sebagai bukti benarnya iman yang ada di hatinya Nah jadi dalil-dalil yang beliau bawakan yang semua ada kaitannya dengan keimanan ya Kesimpulannya adalah seperti apa yang diterangkan oleh Imam Al Hasan albashri di sini Imam itu adalah sesuatu yang menancap kuat di dalam hati kemudian
dibenarkan atau dibuktikan dengan mengamalkan amalan-amalan pada anggota badan maupun lisan manusia baik Barakallah fikum Insyaallah Cukup sampai di sini apa yang kita bahas dan kita kaji di kesempatan pagi hari ini Semoga apa yang kita bahas bermanfaat dan untuk menjadi motivasi bagi kita agar lebih semangat dalam mengusahakan sebab-sebab yang menyempurnakan keimanan kita menumbuhkan keimanan di hati kita Iya mohon maaf ada keterbatasan dalam Ana menjelaskan disebabkan karena batuk dan suara kurang kurang maksimal
ya kita jawab pertanyaan antum Iya ada pertanyaan di sini Asalamualaikum Ustaz Waalaikumsalam warahmatullah Bagaimana memudahkan cinta kepada Allah Nabi orang tua yang mana pemerangan pemikiran selama ini cinta itu
apa ini [Musik] ideal e identik percintaan laki-laki dengan perempuan atau hawa nafsu tidak benar kalau identik kecintaan itu hanya kepada laki-laki laki-laki dan perempuan karena tabiat dan Fitrah Manusia ya Bahkan seorang anak bayi yang baru lahir untuk di kalangan manusia yang paling dicintainya adalah ibunya tentu saja Kemudian bapaknya itu tabiat asal sebelum dia kenal orang lain anak perempuan belum kenal laki-laki laki-laki belum kenal perempuan ya Jadi ada cinta di hati manusia itu sebabnya adalah sebab yang menumbuhkan cinta itu
kan dua hal pertama mengenal kebaikan orang yang kita cintai Ya jadi siapa yang paling baik kepada kita itulah yang kita paling cintai dalam kehid upan ini makanya Kenapa kita paling cinta kepada ibu kita seorang anak bayi tidak mau jadi jauh dari ibunya kemudian bapaknya dan anggota keluarga yang lain karena merekalah yang paling baik dan selalu berjasa kepadanya ya makanya kalau kita mengingat-ngingat nikmat Allah dan limpahan kebaikan yang Allah berikan pasti kita akan menjadikan Allah yang paling kita cintai karena
sebaik Apun orang tua kita semua kebaikannya nya adalah karena Taufik dari Allah semua Allah yang menggerakkan hati mereka untuk berbuat baik kepada kita kemudian sebaik Apun orang tua kita tetap mereka tidak bisa memasukkan hidayah untuk mengenal Islam untuk mengenal sunah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Makanya kalau kita merenungkan kebaikan Allah subhanahu wa taala limpahan rahmatnya pasti kita menjadikan Allah yang paling kita cintai melebihi dari siapapun setelah itu Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi
Wasallam karena beliau membawa petunjuk keselamatan dunia dan akhirat yang itu tidak bisa diilakukan oleh siapapun Ya baik itu orang tua kita sendiri jadi mengenal kebaikan yang kedua mengenal keindahan kita mencintai sesuatu karena keindahan kesempurnaan makanya kita bisa mencintai atau betah melihat pemandangan yang indah melihat sesuatu yang sempurna yang canggih misalnya ya kita mencintai karena itu oleh karena itu kalau kita mengenal Allah karena dia sifat-sifatnya Maha Tinggi nama-namanya Maha Indah pasti
kita akan mencintai Allah lebih daripada kecintaan kepada apapun karena tabiat hati kita ya kalau dunia saja yang keindahannya terbatas bisa kita sukai apalagi kalau kita mengenal Allah subhanahu wa taala yang Maha indah yang Maha Agung dan Maha Tinggi nah bagaimana cara mengokohkan Iman di zaman yang penuh dengan fitnah Ini pertama berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh minta kebaikan Iman kemudian di zaman yang penuh dengan fitnah hindari fitnah perkecil atau minim minimalkan ya keterlibatan kita dalam fitnah tersebut bahkan kita harus
menjauhinya banyak menuntut ilmu bergaul dengan orang-orang yang Saleh selalu membaca al-qur’an dan merenungkan isinya ini semua merupakan kiat-kiat untuk menghindari fitnah kalau kita tahu banyak fitnah misalnya di tempat-tempat keramaian di situ banyak fitnah banyak orang yang buka aurat jangan sering ke sana Kalau tidak terpaksa sudah tahu ada fitnah Kenapa kita datangi ya nah kemudian hal-hal yang diingatkan secara khusus bisa mendatangkan fitnah kita harus berhati-hati ketika berinteraksi dengannya dan selalu mohon pertolongan
kepada Allah contoh masalah harta intin fitnah waitn masing-masing umat itu ada fitnahnya dan fitnah bagi umatku adalah harta kita harus berlindung kepada Allah berdoa kepada Allah menggunakannya dengan baik sesuai dengan petunjuk Allah agar kita kita terhindar dari fitnahnya nah batas toleransi dengan orang kafir dalam bermuamalah sejauh mana Iya di dalam al-qur’an sudah disebutkan batasannya di firman Allah subhanahu wa taala di surat almumtahanah almumtahanah Allah subhanahu wa taala berfirmanumah inallahuhulqin
inumahuumukumikumumun Allah tidak melarang kalian terhadap orang-orang kafir yang tidak memerangimu dalam agamamu dan tidak mengusirmu dari negerimu dari kampung halamanmu untuk kamu berbuat baik dalam urusan dunia kepada mereka dan berlaku adil Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala mencintai orang-orang yang berlaku adil hanyalah Allah melarang kamu terhadap orang-orang kafir yang memerangimu dalam agamamu berusaha mengusirmu dari tempat tinggalmu dari kampung halamanmu dan bekerja sama untuk mengusirmu jangan kamu Allah melarangmu
untuk bersikap loyal kepada mereka yni kecintaan di hati terhadap mereka Barang siapa yang loyal kepada mereka Maka mereka inilah orang-orang yangalim orang kafir itu asalnya kita harus benci dari hati kita karena mereka tidak beriman kepada Allah karena mereka melakukan kekufuran kesyirikan maka harus ada kebencian murni di hati kita terhadap mereka Adapun anggota badan kita kita diperintahkan tidak boleh mengganggu mereka dalam urusan-urusan dunia selalu berlaku adil misalnya dalam jual beli tidak boleh kita menipu tidak
boleh kita menyembunyikan cacat barang kalau kita bertetangga tidak boleh kita membuat keributan mengganggu mereka ketika beristirahat misalnya sengaja membuang sampah di halaman mereka jelas tidak boleh kita harus menampakkan akhlak yang baik dengan tujuan apa agar mereka tertarik dengan kebaikan Islam tapi di hati kita tidak boleh mencintai mereka karena mereka jelas adalah orang-orang yang dibenci oleh Allah subhanahu wa taala disebabkan karena kekufuran atau kesyirikan yang mereka lakukan jadi secara Zahir kita harus
menampakkan akhlak yang baik ya karena Allah perintahkan hal tersebut tetapi kalau sudah berurusan dengan urusan agama berkaitan dengan urusan agama misalnya perayaan atau kegiatan yang di situ mereka menampakkan syiar-syiar agamanya jelas tidak boleh kita hadir tidak boleh kita mengikuti atau bahkan membantu dan mendukungnya karena ini bertentangan dengan sifat-sifat hamba Allah subhanahu wa taala yang beriman yang disebutkan di dalam al-qur’an walladina la yashadunzur orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang tidak ikut
menyaksikan atau menghadiri perayaan-perayaan orang-orang kafir nah Ustaz belakangan ini viral Dai cukup terkenal bandingkan al-quran dengan Alkitab Apakah hukumnya dalam syariat Islam diperbolehkan berdakwah dengan seperti ini I Bagaimana dulu metode membandingkannya kalau metodenya hanya sekedar dengan menggunakan akal hanya sekedar paham terjemahan terus Orang yang melakukan ini apakah dia sendiri akidahnya sudah benar kalau akidahnya menyimpang ya pasti dia akan melakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan
metode para ulama ahlusunah Wal Jamaah yakni intinya Orang yang membicarakan seperti ini adalah orang yang berilmu ya orang yang benar-benar mengerti memahami Islam sesuai dengan pemahaman para sahabat radhiallahu taala anhum ajmain Nah kalau tidak maka dia akan melakukan hal-hal yang salah dan menyimpang dan nanti bisa menjadi sebab orang mengikuti kesalahan dan penyimpangan tersebut nauzubillah minzalik nah bagaimana kiat-kiat agar selalu tetap istikamah dalam berwalak dan bar karena Allah Iya berdoa kepada Allah subhanahu
wa taala karena semua kebaikan ada di tangannya kemudian wala dan bar loyalitas dan kebencian ini merupakan konsekuensi Iman semakin benar iman kita maka kita akan semakin benar menempatkan hal ini kayak tadi kita mencintai karena Allah membenci karena Allah terus kita belajar Iman terus kita latih diri kita terus kita banyak bergaul dengan orang-orang yang Saleh mengenal keutamaan-keutamaan mereka supaya kita semakin mencintai Mereka kemudian dengan sebab itu tentu kita akan membenci kekufuran kesyirikan dan
dan orang-orang yang melakukannya serta kita akan bersemangat untuk mengajak manusia beramar Makruf nahi mungkar karena ini merupakan konsekuensi benarnya Iman di hati seorang hamba Iin bertanya Ana sangat benci melihat orang yang melakukan kebidahan selain mendoakan Hidayah apa yang harusnya Ana lakukan lagi Iya doakan sungguh-sungguh agar Allah membuka hati mereka atau hati orang tersebut untuk menerima hidayahnya kemudian dekati dia kita membenci dia karena bidahnya bagaimanapun dia masih punya iman dengan iman ini kita mencintainya
semangat untuk mendekatinya semangat untuk mengajaknya ke jalan Allah subhanahu wa taala kita bisa lakukan dengan cara ya memperbaiki muamalah kita dalam urusan dunia mungkin kita beri hadiah kepadanya kita berikan perhatian kepadanya tentu tidak selama tidak menimbulkan fitnah kemudian kita mulai mendakwahi dia agar dia bisa mengenal sunah dan kemudian menjauhi perbuatan bidah tersebut Kalaupun dia tidak terima yang jelas kita sudah melakukan kebaikan yang Insyaallah bernilai pahala di sisi allah subhanahu wa taala
nah bisa Bisakah Ustaz menggambarkan rasa manisnya iman itu seperti apa kan sudah berapa kali kita nukilkan dari penjelasan para ulama terdahulu penjelasan Imam Ibnu qayyim di kajian-kajian kita yang lalu yang jelas kata Imam annawawi di dalam ee Syarah Sahih Muslim bahwa orang yang ya ketika menjelaskan hadis yang tadiun Fi wajwal iman ada tiga perkara Barang siapa yang memilikinya maka dia akan merasakan manisnya Iman kata beliau la syaka Anna manat Hadi sifatahu faqad khusat ladzatul Imani Fi qolbihiajidu halawatahu tidak ragu lagi orang yang
punya tiga sifat ini maka kelezatan iman itu akan merasuk ke dalam hatinya sehingga dia bisa merasakan manisnya secara nyata dia akan rasakan secara nyata yakni kita Gambarkan pendekatannya sesuatu yang paling manis yang paling lezat kita rasakan dalam hidup kita ya seperti itu bahkan Iman lebih daripada itu misalnya kita makan makanan yang enak yang sangat kita sukai atau minuman yang lezat ya yang sangat kita senangi maka dirasakan secara nyata bahkan tentu lebih daripada Apa yang dirasakan oleh anggota badan manusia
nah pernah saya nukilkan pernyataan dari ulama Salaf terdahulu yang dinukil oleh Imam Ibnu qayyim Di dalam kitab alwabilusib ulama Salaf dulu ada yang mengatakan ya Lau alimal muluku wa abnaul muluki Ma nahnu fihi lajaladuna Alaihi bisuyufihim seandainya para raja dan para pangeran para putra-putra raja mengetahui kenikmatan yang yang kami rasakan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya maka pasti mereka akan memerangi kami dengan pedang-pedang mereka untuk merebut kenikmatan tersebut jadi ulama ini membandingkan
orang yang kelihatannya paling nikmat hidupnya para raja punya kekuasaan punya harta punya fasilitas Tapi beliau mengatakan seandainya para raja atau para pangeran mengetahui ikmatan yang kami rasakan maka mereka pasti akan berjuang memerangi kami dengan senjata mereka untuk merebut kenikmatan tersebut Tapi karena mereka tidak tahu sehingga mereka tidak melakukannya ini tentu luar biasa ya kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang yang Saleh melebihi dari kenikmatan dari orang-orang yang punya kekuasaan yang besar atau harta yang
berlimpah karena ini adalah berhubungan dengan kemanisan iman dan rasa nikmat di dalam hati baik Barakallah fikum kita cukupkan sampai di sini kajian kita semoga bermanfaat dan mohon maaf atas segala yang salah dan kurang Sallallahu wasallam wabarak ala Nabina Muhammadin wa ala alihi wa ashabihi waman tabiahum bisanin Ila yaumiddin walhamdulillahiabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika Ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilai wasalamualaikum warahmatullah wabarakatuh Waalaikumsalam
Leave a Reply