FATHUL MAJID- PENJELASAN TENTANG PERDUKUNAN | USTADZ ABDULLAH TASLIM, Lc. MA. حَفِظَهُ الله تعالى

Gunakan Ctrl + F untuk mencari kata
Klik kata tersebut untuk menuju pada video YouTube

Boleh kan? Apalagi misalnya air air zamzam misalnya karena ada keutamaan air zamzam ya kan. Mau zamzam lima syuribahu. Air zamzam itu sesuai dengan untuk apa diminum. Jadi kata Nabi sallallahu alaihi wasallam juga dia adalah thaamu wasif. Ya, makanan bagi orang yang ingin makan dan obat bagi orang yang sakit.

Obat bagi penyakit dengan izin Allah subhanahu wa taala. Tentu kita membaca rukiah di air. Air biasa juga bisa atau air zamzam apalagi. Kemudian kita berdoa kepada Allah meminta kesembuhan darinya kemudian diminum sebagai sebab. Itu disyariatkan, diperbolehkan ya. Jadi kita boleh merukiah kemudian diminumkan kepada orang yang sakit.

Nah, beliau tadi. Iya, Pak. Siapa lagi tadi? Oh, antum ya? Ah Iya. Barakallahu fikum. Jadi ketika kita merukyah ya pertama kita minta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kita praktikkan membaca ayat-ayat rukiah. Apalagi orang yang kesurupan. Kalau kesurupan biasa itu dia lebih mudah insyaallah ya.

Karena biasanya itu cuma jin yang sekedar lewat saja atau iseng saja. Beda kalau misalnya itu sihir atau jin ini misalnya ingin membalas dendam atau ya ada peristiwa yang terjadi sebelumnya misalnya. Itu yang agak lebih susah. Cuman umumnya ya jin itu kita perlakukan seperti manusia saja. Ketika dia masuk ke tubuh seseorang kita bentak dia sebutkan nama Allah.

Kita takut-takutkan kepada Allah. Dia kita bilang Allah maha kuasa untuk membinasakanmu. Ini ayat-ayat yang kita baca adalah firman Allah. Kamu sudah rasakan panasnya. Apalagi kalau Allah subhanahu wa taala menimpakan azabnya kepadamu. Usir dia. Kemudian bacakan Al-Qur’an atau bacakan zikir-zikir perlindungan. Adapun tadi seperti menggunakan hal-hal yang tadi kita lihat dalilnya ya.

Seperti kurma ajwa kan ada keutamaannya bagi yang memakannya 7 butir di pagi hari ya tidak akan kena racun atau sihir di hari itu. Ya, seperti disebutkan dalam hadis yang sahih. Atau kalau daun bidara itu ada yang sebagian menyebutkan riwayat-riwayatnya lemah. Ada sebagian ulama atau sebagian masyaikh kita yang mengumpulkan riwayat-riwayatnya dan menyatakan kelemahannya.

Yang pastinya itu paling bagus kita rukiah dulu seperti biasa awalnya. Jangan langsung diberikan minuman seperti itu. Kita bacakan Al-Qur’an dulu. Kita bahkan kalau bisa kita ajak jin tersebut masuk Islam sebagai dakwah kepadanya. Karena mereka kan juga kena dakwah untuk ajakan masuk Islam kan begitu ya.

Termasuk yang kena kewajiban melaksanakan syariat Islam ya. Dan itu agak lebih mudah karena dia langsung merasakan pengaruh bacaan Al-Qur’an yang kita baca. Ya, kita katakan ini adalah Al-Qur’an diturunkan oleh Allah yang menciptakan aku dan menciptakan kamu, menciptakan semua jin dan manusia. Seperti ini yang kamu rasakan azabnya. Kalau kamu tidak beriman di akhirat nanti akan diazab dengan neraka yang sangat panas dan itu kekal abadi selama-lamanya kalau kamu tidak masuk Islam.

Yakni perlakukan dia seperti manusia. Seperti kata Ibnu Taimiyah rahimahullah taala, bermuamalah dengan jin itu seperti bermuamalah dengan manusia. Kita bicara ketika mereka ada dalam tubuh orang lain, kita suruh kita suruh keluar atau kita ajak masuk Islam, kita suruh meninggalkan perbuatan, yakni menyakiti manusia. Karena ini akan menjadi sebab kemurkaan Allah Subhanahu wa taala karena ini kezaliman.

Ya, kalau kita misalnya dalam proses rukiah yang panjang ya, kayak seperti orang kena sihir tadi kan. Sihir itu biasanya sudah ditanam, sudah diikat buhul-buhulnya sejak lama. baru ketahuan mungkin setelah dia bereaksi sementara ee sudah ditanam sejak lama dari orang yang yakni yang melakukan praktik sihir ini yang datang kepada dukun untuk menyerang orang tersebut.

Mungkin dia sudah letakkan buhulnya, mungkin sudah dikasih makan sehingga masuk ke dalam tubuhnya. Ini yang kemudian kelihatan setelah ada gejalanya kan begitu. Ini yang mungkin rukiahnya berkali-kali. Ya sudah kadang-kadang kita lakukan yang seperti ini misalnya pakai air zamzam atau kita membacakan di air atau pakai kurma tadi yang ada dalilnya atau sebagian ulama juga ya mengatakan boleh-boleh saja misalnya pakai daun bidara ya selama itu kita hanya yakini sebagai sebab tentu saja dan Allah subhanahu wa taala yang menentukan semuanya tapi

tidak perlu bergantung secara berlebihan kepada benda-benda yang seperti itu. Yang paling penting adalah kita minta pertolongan kepada Allah, kita rukiah dengan bacaan-bacaan Al-Qur’an. Kemudian kita bersikap tegas kepada jin tersebut untuk bisa mengeluarkannya atau bahkan mendakwainya agar masuk Islam.

Yang kemudian setelah itu lebih mudah untuk kita ajak dia agar keluar dari tubuh orang tersebut. Insyaallah. Nah, Jadi tekanan begitu ya. kita [mendengus] iya barakallahu fikum [berdehem]

ketika terjadi kesurupan tadi memang betul tidak mesti semua karena gangguan jin. Mungkin karena ada medis, masalah medis ya, maka mungkin dia perlu disampaikan saja atau perlu ditenangkan pikirannya atau hal yang lainnya. Tapi misalnya kita mencoba merukiah juga tidak mengapa karena kita tidak memastikan kan begitu ya.

Kemudian Al-Qur’an juga sebagai obat itu bukan cuma untuk obat ee misalnya penyakit yang berhubungan dengan gangguan jin. Seperti antum tahu hadis dalam Sahih Bukhari ketika sebagian dari sahabat Nabi sallallahu alaihi wasallam yang mampir di sebuah perkampungan yang kemudian kepala sukunya disengat binatang buas ya kalajengking atau ular yang kemudian mereka bacakan ee surah al-Fatihah yang setelah itu dibenarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.

Ini kan bukan bukan penyakit jin, iya kan? Ini penyakit medis. Disengat binatang buas kemudian dirukiah di ee di tempat yang kena disengat binatang buas tersebut. Allah jadikan sembuh dengan izin Allah ya dengan kemahakuasaannya. Karena dia adalah Asyafi’i, maha penyembuh. Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian mengatakan, “Wama yudrika annah rukyah.

” Bagaimana kau mengetahui bahwasanya Alfatihah itu termasuk rukiah? Jadi boleh kita membacakan ayat Al-Qur’an atau Al-Fatihah untuk sakit-sakit yang sifatnya penyakit yang bukan karena gangguan jin, penyakit yang sifatnya medis itu boleh-boleh saja ya. Jadi kita boleh melakukan yang seperti ini k kita ketika kita mendapatkan orang yang seperti ciri-ciri kesurupan ya kita tetap boleh untuk merukiahnya atau ya misalnya kita anggap itu ada gangguan dari jin tidak mengapa ya kita juga kan tidak memastikannya karena secara umum

Allah Subhanahu wa taala juga menurunkan Al-Qur’an sebagai asyifa sebagai obat ya obat bagi manusia nam barakallahu fikum hukum menolak Iya. Barakallahu fikum. Kan sudah pernah kita bahas juga dalam kitab Attauhid ini tentang masalah hal-hal yang bisa menafikan tawakal. Seperti yang disebutkan dalam hadis Ibnu Abbas riwayat Bukhari Muslim yang menyebutkan orang-orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa azab.

Di antara lafaz hadis tersebut kan humulladzina la yastarquun wala yaktaun wala yatyarun waihim yatawakalun. Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta rukiah ya. Tidak melakukan pengobasan pengobatan dengan kai besi panas. Yang ini dimakruhkan. tidak melakukan tatayyur ya menentukan nasib sial atau nasib untung dengan benda-benda yang ada seperti di zaman jahiliah dengan burung atau binatang yang lainnya dan mereka hanya bertawakal kepada Allah.

Inilah yang kalau bergantung ya dalam hal rukiah tadi kepada orang bisa menyebabkan tawakalnya menjadi lemah atau bahkan bisa hilang sehingga dia menggantungkan diri kepada sebab tersebut. Kalau ada yang seperti ini kita nasihati orang tersebut. Adapun masalah merukiah sendiri ini kan menolong saudara kita. Masuk dalam keumuman hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam.

Ya. Inat ahadukum yanfa akhu falyanfaahu. Jika salah seorang di antara kalian mampu memberi manfaat kepada saudaranya, hendaknya dia memberikan manfaat kepada saudaranya, menolong saudaranya. Ya, kalau dia punya kemampuan. Tapi yang paling penting adalah diingatkan kepada saudara kita itu agar jangan bergantung tetap dia juga bisa merukiah dirinya sendiri ya dalam keadaan-keadaan tertentu.

Misalnya kita bisa mengajarkan kepadanya cara merukiah seperti ini, seperti ini. Dan kita ingatkan ya belum tentu ini rukiah ini misalnya sekali langsung berhasil. Bisa jadi misalnya tukang sihirnya punya cara untuk menyembunyikan sihir ini atau ini mungkin bukan merupakan gangguan jin seperti yang tadi.

Kita praktikkan saja, kita contohkan saja atau kita ajarkan kepadanya supaya itu bisa menjadi sebab dan setelah itu kita bisa mendakwahi dia. seandainya itu misalnya orang awam, kita bisa mendakwainya untuk ee lebih berpegang teguh dengan agama ini agar dijaga oleh Allah Subhanahu wa taala dari hal-hal seperti itu. Yakni kita ajarkan dia zikir pagi dan petang, zikir sebelum tidur misalnya agar dia lebih terlindungi dalam hal-hal yang seperti ini ya.

Adapun yang berhubungan dengan tadi menjadikannya sebagai profesi ya yang kita ketahui memang ini disebutkan ee oleh sebagian dari para ulama yang mengingkarinya. Seperti ada sebagian dari masyaikh kita yang menulis tentang masalah ini. Bahwa para ulama salaf dulu tidak menjadikan hal ini sebagai profesi. Yakni kalau sampai harus pasang takrif.

Cuma kalau misalnya ada orang yang mungkin dia mengkhususkan waktunya merukiah seorang yang kena sihir kemudian dia diberikan tanpa dia memasang tarif, ya tidak mengapa kalau dia ingin mengambilnya. Karena ini juga jasa dan dia mengeluarkan waktunya cuman tadi tetap memperhatikan ya ee penjelasan-penjelasan dan nasihat kepada orang yang diruki agar dia tidak bergantung kepada orang yang melakukan rukiah tersebut.

Kayak kita katakan tadi kalau sihir ini kan membutuhkan waktu yang lama untuk merukiahnya. bisa berkali-kali ya membutuhkan waktu lama. Maka kadang-kadang orang yang melakukannya ya kan dia butuh mengeluarkan waktu, mengeluarkan tenaga. Kalau dia mendapatkan upah dari hal ini tidak mengapa dia mengambilnya sepanjang dia tidak menjadikan itu sebagai ya sesuatu yang ee pasang tarif ya.

Yang jelas tadi kata para ulama, sebagian dari para masya kita menjelaskan tadi, para ulama salaf tidak menjadikan ini sebagai profesi kemudian sebagai sesuatu yang misalnya ditujukan si fulan ini yang jago merukiah misalnya. Tidak perlu seperti itu. Siapapun kita bisa melakukannya. Ya, setelah kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa taala kemudian kita membacakan ayat-ayat Al-Qur’an atau kita mendakwahya, ya.

Bahkan kadang-kadang kita langsung menyuruh keluar jin yang ada di dalamnya dengan kita menyebut nama Allah kemudian dia akan bereaksi. Ya, ana pernah menemui seseorang yang sedang pengajian tablig akbar satu tempat. Kemudian ada yang datang kayaknya orang umum. Dia menyebutkan dirinya, menceritakan dirinya mengalami begini-begini.

Saya langsung mengatakan saja, “Hai jin yang ada dalam tubuh yang dalam tubuh orang ini.” Kamu sudah dengar ceritanya kan? Gak perlu lagi saya rukiah. Ayo keluar sekarang. langsung bereaksi [tertawa] karena dia dengar cerita tersebut dalam tubuhnya. Kemudian ketika dia melawan, kita rukiah.

Kita minta pertolongan kepada Allah, membinasakan dia, bisa terbakar dia. Semakin dia melawan, insyaallah semakin kita bergantung kepada Allah semakin menjadikan dia terbakar atau ee tersakiti. Maka yang lainnya biasanya lebih mudah setelah itu kita keluarkan karena sudah menyaksikan langsung apa yang kita perlakukan kepada misalnya pimpinan yang awal yang ini melawan ya.

Kita minta perlindungan kepada Allah dan bacakan ayat Al-Qur’an. Iya. Jadi kita menolong saudara kita intinya ya dan kita ingatkan sama dia bahwa rukyah itu bukan ditujukan untuk dikatakan orang ini yang jago. Tidak. Siapapun bisa melakukannya selama dia minta pertolongan kepada Allah, membaca Al-Qur’an dengan benar, kita anjurkan dia untuk merukiah dirinya sendiri atau mungkin orang yang keluarganya yang melakukan yang dekat dengannya supaya bisa dilakukan secara apa ini intens.

Kalau seandainya itu misalnya sihir yang membutuhkan dirukiah ee beberapa kali. Nah. Barakallahu fikum. Siapa lagi ya? Silakan. Iya. Barakallahu fikum. Hal-hal yang seperti ini jelas tidak sesuai dengan syariat. [berdehem] Selama tidak ada dalilnya yang menyebutkan hal tersebut atau misalnya dia membawakan dalil dengan

penafsirannya sendiri padahal para ulama tidak mengartikan demikian. Maka ini batil. Ini tidak boleh dipercaya yang seperti ini. Ya tentu ini bukan bukan dikatakan seperti praktik dukun dan tukang sihir yang mengaku mengetahui. Ini kan dikatakan cuma perkiraan. ya. Sama dengan masalah misalnya ramalan cuaca ya.

Ya, cuma kan masalahnya ramalannya tidak dikatakan insyaallah akan begini, tidak pakai insyaallah. Itu yang yang jadi masalah ya. Tapi ini kan bukan seperti tadi mengaku mengakui, mengaku mengetahui perkara yang gaib. Ini cuma sekedar ramalan saja. Mungkin cuma ada berapa adab yang perlu diperbaiki ya.

atau [berdehem] yang seperti tadi misalnya dia menggunakan analisa dengan dalil, tapi masalahnya mereka mengartikan dalil tersebut bukan dengan pemahaman para ulama salaf, bukan dengan penafsiran dari para ulama ahlusunah wal jamaah apalagi sampai menyebutkan estimasi waktunya misalnya. Ini selama tidak ada dalilnya tidak boleh kita melakukan hal yang seperti ini.

Bahkan ini bisa termasuk menyelewengkan ya dalil dari Al-Qur’an dan sunah mengartikannya tidak pada tempatnya. Naudubillah minzalik. Selama tidak ada dalilnya dari penjelasan para ulama, tidak boleh kita lakukan hal-hal yang seperti ini, ya. Karena ini bisa membawa kepada penyimpangan. Tentu saja menyimpang dalam memahami dalil-dalil dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa wasallam.

Nah, Tib silakan. Iya. Nah, itu dia. Iya. Iya. Yang jelas seperti ini ya.

Barakallah fikum tidak bisa kita tuduh juga atau kita suudon kepadanya. Tapi yang terjadi di pada praktiknya memang dukun bisa saja bekerja sama-sama jin. Di satu daerah jinnya itu yang disuruh menyerang orang sehingga orang sakit ya datang ke dia. Kemudian dengan mudah karena jinnya adalah temannya dia suruh untuk keluar dari tubuhnya misalnya.

Ya, terjadi yang seperti itu ya. Tapi kita belum tahu apakah ini benar seperti itu kenyataannya. Yang jelas ya kita harus lihat saja kalau dia adalah seorang yang ee berpemahaman benar atau mempraktikkan rukiah dengan benar mestinya dia akan lakukan seperti yang dilakukan oleh para ulama. Mereka tidak menjadikan perkara ini sebagai perkara yang kayak tadi ya membutuhkan untuk dibuka praktik atau dijadikan sebagai ee komersil misalnya atau dijadikan sebagai sesuatu yang digembar-gemburkan ke sana kemari. Sebenarnya tidak perlu yang

seperti itu. Cukup ketika ada dibutuhkan ya kita rukiah. Kita ingatkan orang untuk yang paling utama berpegang teguh dengan tauhid, berdoa kepada Allah, bersandar kepada Allah. Ketika dibutuhkan dirukiah, dirukiah tidak perlu harus dijadikan sebagai sesuatu yang dibicarakan ke sana ke mari. Yang di perlu dibahas ke sana ke mari itu adalah dakwah kepada tauhid, berpegang teguh dengan sunah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Sebagaimana ini yang diilakukan di kalangan oleh para ulama salaf, yakni mereka tidak ke sana kemari misalnya untuk merukiah. Tidak, ya. ketika dibutuhkan mereka lakukan. Iya. Jadi kita lihat sa praktiknya kalau orang-orang tersebut ya dia mendakwahkan kepada pemahaman salaf, kepada sunah, maka insyaallah kita akan lihat praktik rukiah yang dilakukannya adalah praktik yang benar. Barakallahu fikum.

Kalaupun tidak seperti itu biasanya dia ya kelihatan tidak sesuai dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam pemahamannya. Maka praktik rukiah juga yang dilakukannya biasanya juga tidaklah praktik yang benar. Barakallahu fik. Nah, bab cukup sini insyaallah kajian kita semoga bermanfaat mohon maaf atas segala yang salah dan kurang kita akhiri shallallahu wasallam wabarak ala nabina muhammadin wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum bisanin ila yaumiddin wa akiru dwanahamdulillahiabbil alamin subhanakallahumma wabihamdika

ashadu alla ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik wasalamualaikum warahmatullahi i

Kajian

pada

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *